Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PENDAHULUAN ISCHIALGIA

A. PENGERTIAN
 Ischialgia merupakan salah satu manisfestasi dari nyeri punggung bawah yang dikarenakan
karena adanya penjebitan nerves ischiadicus. Ischialgia adalah nyeri yang menjalar kebawah
sepanjang perjalanan akar saraf ischiadikus. Ischialgia itu sendiri adalah Sebuah gejala yaitu
bahwa pasien merasakan nyeri pada tungkai yang menjalar dari akar saraf kea rah distal
perjalanan nervus ischiadikus sampai tungkai bawah (Cailliet,1994 cit Kurniawati 2010).
 Ischialgia adalah rasa nyeri yang menjalar sepanjang perjalanan n. Ischiadicus dan kedua
cabangnya yaitu nervus peroneus comunis & nervus tibialis. Keluhan yang khas adalah kram
atau nyeri di pantat atau di area otot hamstring, nyeri ischialgia di kaki tanpa nyeri punggung,
dan gangguan sensorik maupun motorik sesuai distribusi nervus ischiadicus. Keluhan pasien
dapat pula berupa nyeri yang semakin menjadi saat membungkuk, berlama-lama duduk,
bangun dari duduk, atau saat merotasi internal paha, juga nyeri saat miksi/defekasi dan
dispareunia. Ischialgia dalam istilah kedokteran merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal
pada saraf ischiadicus. Hal ini dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma
fisik, elektris, infeksi, dan masalah metabolisme, dan autoimun. Ischialgia meningkat
frekuensinya seiring dengan banyaknya aktivitas yang dikerjakan. Orang awam pada umumnya
menginterpretasikan ischialgia dengan rasa sakit dan nyeri pada pantat (Minaryanti, 2009).
 Ischialgia merupakan suatu mono neuritis, dimana ada rasa nyeri yang menjalar sepanjang
perjalanan N. ischialgia dan kedua cabangnya yaitu N. Peroneus Comunis dan N. Tibilais.
Akibat terjadi penekanan pada sarafnya diikuti adanya keterbatasan LGS pada trunk, adanya
spasme otot pada vertebara, adanya kelemahan otot yang disarafinya (Rois, 2007)
 Ischialgia adalah nyeri redikular akibat iritasi pada radiks saraf yang dirasakan sepanjang
tungkai karena nyeri menjalar sepanjang perjalanan n.ischiadikus dan lanjutnya ke perifer.
Nyeri radikuler dirasakan sebagai nyeri tumpul, rasa terbakar/ tajam, disertai dengan sensasi
tajam seperti tersengat listrik yang intermiten. sedangkan jika iritasi saraf terletak di servikal
disebut brachialgia karena nyeri dirasakan sepanjang lengan (Sylvia, 2007).
Nyeri daerah pinggang pada dasarnya dapat berupa:
1. Nyeri radikuler (sering) Penderita dengan nyeri radikuler memperlihatkan low back pain serta
nyeri radikuler sepanjang nervus ischiadicus.
2. Nyeri alih (referet pain)
3. Nyeri tidak menjalar
B. KLASIFIKASI
Menurut Sidharta (1999) dalam Hartanto Sumarno Ervan (2011), ischialgia dibagi
menjadi tiga yaitu:
1. Iskhialgia sebagai perwujudan neuritis iskhiadikus primer
Iskhialgia akibat neuritis iskhiadikus primer adalah ketika nervus iskhiadikus terkena
proses radang. Tanda dan gejala utama neuritis iskhiadikus primer adalah nyeri yang dirasakan
bertolak dari daerah sakrum dan sendi panggul, tepatnya di foramen infra piriformis atau
incisura iskhiadika dan menjalar sepanjang perjalanan nervus iskhiadikus dan lanjutannya pada
nervus peroneus dan tibialis. Nyeri tekan ditemukan pada incisura iskhiadika dan
sepanjangspasium poplitea pada tahap akut. Juga tendon archiles dan otot tibialis anterior dan
peroneus longus terasa nyeri pada penekanan. Kelemahan otot tidak seberat nyeri sepanjang
tungkai. Karena nyeri itu maka tungkai di fleksikan, apabila diluruskan nyeri bertambah hebat.
Tanda-tanda skoliosis kompensatorik sering dijumpai pada iskhialgia jenis ini.
Diagnosa neuritis iskhiadikus primer ditetapkan apabila nyeri tekan pada otot tibialis
anterior dan peroneus longus. Dan pada neuritis sekunder nyeri tekan disepanjang nervus
iskhiadikus, tetapi di dekat bagian nervus iskhiadikus yang terjebak saja. Timbul nyerinya akut
dan tidak disertai adanya nyeri pada punggung bawah merupakan ciri neuritis primer berbeda
dengan iskhialgia yang disebabkan oleh problem diskogenik. Reflek tendon archiles dan
tendon lutut biasanya tidak terganggu.
2. Iskhialgia sebagai perwujudan entrapment radikulitis atau radikulopati
Pada iskhialgia radikulopati merupakan akibat dari jebakan oleh tumor, nukleus
pulposus yang menjebol ke dalam kanalis vertebralis maupun osteofit atau peradangan
(rematois spondilitis angkilopoetika, herpes zoster, tuberkulosa) yang bersifat menindihi,
menjerat dan sebagainya terjadi radikulopati.
Pola umum iskhialgia adalah nyeri seperti sakit gigi atau nyeri hebat yang dirasakan
bertolak dari vertebra lumbosakralis dan menjalar menurut perjalanan nervus iskhiadikus dan
lanjutannya pada nervus peroneus atau nervus tibialis. Makin jauh ke tepi nyeri makin tidak
begitu hebat, namun parestesia atau hipoastesia sering dirasakan.
Pada data anamnestik yang bersifat umum antara lain : nyeri pada punggung bawah
selalu mendahului iskhialgia, kegiatan yang menimbulkan peninggian tekanan intra spinal
seperti batuk, bersin dan mengejan memprofokasi adanya iskhialgia, faktor trauma hampir
selamanya dapat ditelusuri, kecuali kalau proses neoplasmik atau infeksi yang bertanggung
jawab. Adapun data diagnostik non fisik yang bersifat umum adalah : kurva lordosis pada
lumbosakral yang mendatar, vertebra lumbosakral memperlihatkan fiksasi, nyeri tekan pada
salah satu ruas vertebra lumbosakralis hampir selalu ditemukan, test lasegue hampir selalu
positif pada derajat kurang dari 70, tesr naffziger dan valsava hampir selalu positif. Data
anamnestik dan diagnostik fisik yang bersifat spesifik berarti informasi yang mengarahkan ke
suatu jenis proses patologik atau yang mengungkapkan lokasi di dalam vertebra lumbosakralis
atau topografi radiks terhadap lesi yang merangsangnya.
3. Iskhialgia sebagai perwujudan entrapment neuritis
Unsur-unsur nervus iskhiadikus yang dibawakan oleh nervi L4, L5, S1, S2 dan S3
menyusun pleksus lumbosakralis yang berada di fasies pelvina os sakri. Di situ pleksus
melintasi garis sendi sakroiliaka dan sedikit lebih distal membentuk nervus iskhiadikus, yang
merupakan saraf perifer terbesar. Selanjutnya dalam perjalanannya ke tepi nervus iskhiadikus
dapat terjebak dalam bangunan-bangunan yang dilewatinya. Pada pleksus lumbosakral dapat
diinfiltrasi oleh sel-sel karsinoma ovarii, karsinoma uteri atau sarkoma retroperineal. Di garis
persendian sakroiliaka komponen-komponen pleksus lumbosakralis sedang membentuk nervus
iskhiadikus dapat terlibat dalam proses radang (sakroilitis). Di foramen infra piriformis nervus
iskhiadikus dapat terjebak oleh bursitis otot piriformis. Dalam trayek selanjutnya nervus
iskhiadikus dapat terlibat dalam bursitis di sekitar trochantor major femoris. Dan pada trayek
itu juga, nervus iskhiadikus dapat terganggu oleh adanya penjalaran atau metastase karsinoma
prostat yang sudaj bersarang pada tuber iskhii. Simtomatologi entrapment neuritis iskhiadika
sebenarnya sederhana yaitu pada tempat proses patologik yang bergandengan dengan iskhiagia

C. ETIOLOGI
Ischialgia timbul karena terangsangnya serabut-serabut sensorik dimana nervus
ischiadicus berasal yaitu radiks posterior L4, L5, S1, S2, S3. Penyebab ischialgia dapat dibagi
dalam:
1. Ischialgia diskogenik, biasanya terjadi pada penderita hernia nukleus pulposus (HNP).
2. Ischialgia mekanik terbagi atas :
 Spondiloarthrosis defermans.
 Spondilolistetik.
 Tumor caud.
 Metastasis carsinoma di corpus vertebrae lumbosakral.
 Fraktur corpus lumbosakral.
 Fraktur pelvis, radang atau neoplasma pada alat- alat dalam rongga panggul sehingga
menimbulkan tekanan pada pleksus lumbosakralis.
3. Ischailgia non mekanik (medik) terbagi atas:
 Radikulitis tuberkulosa
 Radikulitas luetika
 Adhesi dalam ruang subarachnoidal
 Penyuntikan obat-obatan dalam nervus ischiadicus
 Neuropati rematik, diabetik dan neuropati lainnya.
Penyebab terjepitnya saraf ini ada beberapa faktor, yaitu antara lain: kontraksi/ radang
otot-otot daerah bokong, adanya perkapuran tulang belakang atau adanya keadaan yang disebut
dengan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP). Untuk mengetahui penyebab pasti perlu dilakukan
pemeriksaan fisik secara seksama oleh dokter, jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan
radiologi/ Rontgen pada tulang belakang.

D. ANATOMI DAN FISIOLOGI TULANG BELAKANG


Anatomi tulang belakang perlu diketahui agar klinisi dapat menentukan elemen apa
yang terganggu pada timbulnya keluhan nyeri punggung bawah. Tulang vertebrae merupakan
struktur komplek yang secara garis besar terbagi atas 2 bagian. Bagian anterior tersusun atas
korpus vertebra, diskus intervertebralis (sebagai artikulasi), dan ditopang oleh ligamnetum
longitudinale anterior dan posterior. Sedangkan bagian posterior tersusun atas pedikel, lamina,
kanalis vertebralis, serta prosesus tranversus dan spinosus yang menjadi tempat otot penyokong
dan pelindung kolumna vertebrale.
Bagian posterior vertebra antara satu dan lain dihubungkan dengan sendi apofisial
(faset).Stabilitas vertebrae tergantung pada integritas korpus vertebra dan diskus
intervertebralis serta dua jenis jaringan penyokong yaitu ligamentum (pasif) dan otot (aktif).
Untuk menahan beban yang besar terhadap kolumna vertebrale ini stabilitas daerah pinggang
sangat bergantung pada gerak kontraksi volunter dan reflek otot-otot sakrospinalis, abdominal,
gluteus maksimus, dan hamstring.
Diskus intervertebralis, baik anulus fibrosus maupun nucleus pulposusnya adalah
bangunan yang tidak peka nyeri. Dari gambar di atas, tampak bahwa yang merupakan bagian
peka nyeri adalah:
 Lig. Longitudinale anterior
 Lig. Longitudinale posterior
 Corpus vertebra dan periosteumnya
 Articulatio zygoapophyseal
 Lig. Supraspinosum.
 Fasia dan otot

E. PATOFISIOLOGI
Vertebrae manusia terdiri dari cervikal, thorakal, lumbal, sakral, dan koksigis. Bagian
vertebrae yang membentuk punggung bagian bawah adalah lumbal 1-5 denagn discus
intervertebralis dan pleksus lumbalis serta pleksus sakralis. Pleksus lumbalis keluar dari lumbal
1-4 yang terdiri dari nervus iliohipogastrika, nervus ilioinguinalis, nervus femoralis, nervus
genitofemoralis, dan nervus obturatorius. Selanjutnya pleksus sakralis keluar dari lumbal4-
sakral4 yang terdiri dari nervus gluteus superior, nervus gluteus inferior, nervus ischiadicus,
nervus kutaneus femoris superior, nervus pudendus, dan ramus muskularis. Nervus ischiadicus
adalah berkas saraf yang meninggalkan pleksus lumbosakralis dan menuju foramen
infrapiriformis dan keluar pada permukaan tungkai di pertengahan lipatan pantat. Pada apeks
spasium poplitea nervus ischiadicus bercabang menjadi dua yaitu nervus perineus komunis dan
nervus tibialis. Ischialgia timbul akibat perangsangan serabut-serabut sensorik yang berasal
dari radiks posterior lumbal 4 sampai sakral 3, dan ini dapat terjadi pada setiap bagian nervus
ischiadicus sebelum sampai pada permukaan belakang tungkai.
Kesalahan postur dan sikap dapat menyebabkan cedera pada tulang belakang yang
lama-kelamaan akan menyebabkan proses penulangan, oleh karena adanya proses degenerasi
yang terus menerus maka nucleus pulposus akan terhimpit, sehingga anolus fibrosus
mengalami penekanan dan sering menonjol ke bagian lateral. Penonjolan ini mengakibatkan
penekana pada medulla spinalis. Jika keadaan seperti ini tidak segera diobati maka lama –
kelamaan akanmengakibatkan adanya nyeri menjalar pada sepanjang tungkai oleh karena
adanya penekanan pada nervus ischiadicus (Ischialgia). Ischialgia yang disebakan oleh
beberapa factor etiologi dan sindroma yang biasanya dikenal sebagai sindroma stenois lumbal
dan entropmentneuritis , nyeri yang bertolak dari vertebra lumbosakralis sesisi dan menjalar
sepanjang tungkai sampai ujung kaki harus dicurigai sebagai nyeri saraf akibat perangsangan
di dalam Vertebra Lumbosakralis. Nyeri saraf yang bertolak dari tuber

Pathway

F. GEJALA YANG DI TIMBULKAN ISCHIALGIA


Sciatica atau ischialgia biasanya mengenai hanya salah satu sisi. Yang bisa
menyebabkan rasa seperti ditusuk jarum, sakit nagging, atau nyeri seperti ditembak. Kekakuan
kemungkinan dirasakan pada kaki. Berjalan, berlari, menaiki tangga, dan meluruskan kaki
memperburuk nyeri tersebut, yang diringankan dengan menekuk punggung atau duduk.
Gejala yang sering ditimbulkan akibat Ischialgia adalah:
 Nyeri punggung bawah
 Nyeri daerah bokong
 Rasa kaku/ terik pada punggung bawah
 Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum, yang di rasakan daerah bokong menjalar ke
daerah paha, betis bahkan sampai kaki, tergantung bagian saraf mana yang terjepit.
 Rasa nyeri sering di timbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan, terutama banyak
membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan.
 Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat.
 Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah/
tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut.
 Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal.
 Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan
Achilles (APR).
 Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi, miksi dan fungsi
seksual. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan
pembedahan untuk mencegah kerusakan fungsi permanen.
 Nyeri bertambah dengan batuk, bersin, mengangkat

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Foto rontgen lumbosakral
2. Elektromielografi
3. Myelografi
4. CT scan
5. MRI

H. CARA PENYEMBUHAN PENYAKIT ISCHIALGIA


Penatalaksanaan penyakit ischialgia yaitu sebagai berikut :
1. Obat – obatan : analgetik, NSAID, muscle relaxan, dsb.
2. Program Rehabilitasi Medik.
3. Operasi : di lakukan pada kasus yang berat/ sangat mengganggu aktifitas dimana dengan obat
– obatan dan Program Rehabilitasi Medik tidak membantu.
Program Rehabilitasi Medik bagi penderita adalah:
1. Terapi Fisik: Diatermi, Elektroterapi, Traksi lumbal, Terapi manipulasi, Exercise, dsb.
2. Terapi Okupasi: Mengajarkan proper body mechanic, dsb.
3. Ortotik Prostetik: Pemberian korset lumbal, alat bantu jalan, dsb.
4. Advis:
 Hindari banyak membungkukkan badan.
 Hindari sering mengangkat barang-barang berat.
 Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan.
 Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri atau
menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua kaki.
 Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau pel yang panjang, sehingga
saat menyapu atau mengepel punggung tidak membungkuk.
 Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua lutut
untuk menggapai barang tersebut.
 Lakukan Back Exercise secara rutin, untuk memperkuat otot-otot punggung sehingga mampu
menyanggah tulang belakang secara baik dan maksimal.

ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT ISHIALGIA


A. PENGKAJIAN
1. Anamnesa
Keluhan utama, riwayat perawatan sekarang, Riwayat kesehatan dahulu, Riwayat kesehatan
keluarga.
Yang harus diperhatiakan dalam anamnesa antara lain:
a. Lokasi nyeri, sudah berapa lama, mula nyeri, jenis nyeri (menyayat, menekan, dll), penjalaran
nyeri, intensitas nyeri, pinggang terfiksir, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat rasa
nyeri.
b. Kegiatan yang menimbulkan peninggian tekanan didalam subarachnoid seperti batuk, bersin
dan mengedan memprivakasi terasanya ischialgia diskogenik
c. Faktor trauma hampir selalu ditemukan kecuali pada proses neoplasma atau infeksi
2. Pemeriksaan fisik
 Untuk mengetahui seorang pasien mengalami ishialgia ato tidak biasanya ahli fisioterapi
memberikan beberapa tes salah satunya terapis mengagkat kaki yang mengalami nyeri jika
nyeri dirasakan bertambah hebat pada sudut 60 – 70 derajat orang tersebut dikatakjan positif
ischialgia. Tes ini disebut Straight Leg Rising. Dan masih ada tes tes yang lain bisa dikonsultasi
dengan Kang Arjuno disini.
 Inspeksi : Perhatikan keadan tulang belakang, misalnya skoliosis, hiperlordosis atau lordosis
lumbal yang mendatar.
 Palpasi : Nyeri tekan pada tulang belakang atau pada otot-otot di samping tulang belakang.
 Perkusi : Rasa nyeri bila prosesus diketok.
 Reflek :
o KPR ↓ dan atau APR ↓
o Laseque, patrick, antipatrick, naffziger.
3. pemeriksaan penunjang
Daftar pustaka
Anggraini, W. 2010. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Ischialgia Dekstra Di RS Dr Ramelan Surabaya.
Surkarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Carpenito, LJ. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 . Jakarta: EGC
Johnson, M., et all. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC) Second Edition. New Jersey: Upper
Saddle River
Liswoko, G. 2012. Korelasi Lama Menyupir Dengan Terjadinya Ischialgia Et Causa Spasme Otot
Piriformis Pada Sopir Angkutan Umum Banyumanik Semarang. Surkarta: Universitas
Muhammadiyah Surakarta
Kurniawati. 2010. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Ischialgia Dextra Di Rumah Sakit Dr.
Soedjono Magelang. Surkarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Mansjoer, A dkk. 2007. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius
Mc Closkey, C.J., et all. 1996. Nursing Interventions Classification (NIC) Second Edition. New Jersey:
Upper Saddle River
Minaryanti, RN. 2009. Karya Tulis Ilmiah Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Ischialgia Dengan Short
Wave Diathermy Dan Terapi Latihan Di RSUD Sragen. Surkarta: Universitas Muhammadiyah
Surakarta
Santosa, Budi. 2007. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006. Jakarta: Prima Medika
 Ischialgia merupakan salah satu manisfestasi dari nyeri punggung bawah yang dikarenakan karena
adanya penjebitan nerves ischiadicus. Ischialgia adalah nyeri yang menjalar kebawah sepanjang
perjalanan akar saraf ischiadikus. Ischialgia itu sendiri adalah Sebuah gejala yaitu bahwa pasien
merasakan nyeri pada tungkai yang menjalar dari akar saraf kea rah distal perjalanan nervus
ischiadikus sampai tungkai bawah (Cailliet,1994 cit Kurniawati 2010).

BAB I

PENDAHULUAN A. Pengertian Ischialgia

1.

Pengertian dan Prevelensi

Ischialgia

atau

sciatica

secara umum diartikan sebagai nyeri menjalar ke bawahsepanjang perjalanan saraf ischiadiskus.
(Cailliet, 1981).Rasa nyeri sering ditimbulkan setelahmelakukan aktifitas yang berlebihan, terutama
banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan.
Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat. Kadang nyeri menjalar
dari pantat sampai ke bawah tungkai dan kaki.Nyeri terasa disertaikasemutan dan pegal-pegal pada
pantat dan tungkai. Jika dibiarkan maka lama kelamaan akanmengakibatkan kelemahan anggota
badan bawah / tungkai bawah yang disertai denganmengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut

**Ischialgia adalah suatu kondisi di mana saraf ischiadicus yang terdapat di area bokong sampai kaki
terjepit, sehingga menyebabkan rasa sakit di sekitar area tersebut. Ischialgia terjadi karena saraf
ischiadicus mengalami penekanan sebagai efek dari kompresi, kecelakaan, herniasi diskus, hingga
tulang yang menonjol.

Saraf ischiadicus sendiri adalah saraf yang menjalar dari akar saraf pada
sumsum tulang belakang regio lumbal (letaknya di area punggung bawah),
hingga ke area kaki.

Penyebab Ischialgia
Ischialgia terjadi ketika saraf ischiadicus tertekan hingga kemudian terjepit dan mengakibatkan rasa
nyeri di bagian bokong hingga ke area kaki seperti paha dan betis. Umumnya, penyebab ischialgia
adalah:

1. Herniasi Nukleus Pulposus

Herniasi nukleus pulposus (HNP) adalah keadaan ketika bantalan di antara tulang belakang
(vertebrata) keluar dari posisinya dan kemudian menjepit saraf di belakangnya. HNP biasa kita kenal
dengan “saraf terjepit”. Akibatnya, tungkai mengalami nyeri hingga kesemutan.

2. Stenosis Pinal

Stenosis Pinal juga menjadi salah satu penyebab ischialgia yang umum terjadi. Stenosis pinal adalah
kondisi di mana ruas tulang belakang mengalami penyempitan yang mengakibatkan saraf tulang
belakang mengalami penekanan. Biasanya, stenosis pinal terjadi di area leher dan punggung bawah.

3. Cedera Otot

Otot yang tertarik secara berlebihan (overused) dan berulang-ulang juga ditengarai jadi penyebab
terjadinya ischialgia.

4. Sindrom Piriformis

Penyakit ini terjadi akibat adanya penekanan pada saraf skiatik oleh otot priformis. Efeknya,
timbullah rasa nyeri dan hilang keseimbangan di area pinggan, pantat, dan kaki yang menjadi gejala
(sindrom) ischialgia.

Selain itu, penyebab ischialgia juga bisa datang dari fakotr-faktor non-klinis, seperti:

1. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, terjadi sejumlah gangguan di sumsum tulang belakang seperti herniasi
diskus dan tulang menonjol. Keduanya adalah penyebab ischialgia.

2. Obesitas

Obesitas atau kegemukan menyebabkan tulang belakang mengalami penekanan. Akibatnya, tulang
belakang akan mengalami sejumlah perubahan yang salah satunya memicu terjadinya ischialgia.
Anda yang mengalami obesitas dan merasakan nyeri pada area tulang belakang baiknya segera
memeriksakan diri ke dokter guna memastikan kemungkinan ischialgia menyerang tubuh.

3. Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh.
Diabetes memiliki dampak negatif bagi kinerja organ tubuh. Tak hanya itu, kadar gula darah yang
tidak normal juga berpotensi merusak sel saraf, termasuk kerusakan sel saraf ischiadicus.

4. Pekerjaan

Hati-hati untuk Anda yang bekerja di bidang pekerjaan yang mengharuskan tubuh mengangkat
beban, atau berkendara dalam waktu lama. Kedua jenis pekerjaan tersebut disinyalir berpotensi
menyebabkan saraf bokong terjepit dan mengakibatkan ischialgia.

Kendati belum ada bukti medis kuat yang bisa mendukung hal ini, baiknya Anda berjaga-jaga dengan
mengendalikan intensitas kerja. Beristirahatlah setiap 1-2 jam sekali di sela-sela waktu kerja.

5. Duduk Terlalu Lama

Penyebab ischialgia yang satu ini khusus untuk Anda yang kerjanya lebih banyak di depan komputer,
atau Anda yang sebagian besar waktunya digunakan untuk duduk. Waspada, karena duduk terlalu
lama juga bisa mengakibatkan terjadinya ischialgia. Sering-seringlah bergerak seperti berjalan atau
hal lainnya selain duduk agar saraf di area pantat tidak terus-menerus mengalami tekanan.

Gejala Ischialgia

Gejala ischialgia umumnya ditandai dengan rasa sakit yang dirasakan dari bagian pinggang, hingga ke
bagian pantat. Kondisi nyeri atau sakit tersebut juga bisa bermacam-macam, mulai dari perasaan
terbakar hingga sakit yang luar biasa.

Selain itu, penderita ischialgia juga kerap merasakan sentakan seperti sengatan listrik secara tiba-
tiba. Ini terutama terjadi ketika sedang batuk atau bersin. Kaki terasa lemas, kesemutan, hingga mati
rasa adalah gejala khas ischialgia lainnya yang patut diwaspadai.

1. Pengertian
Ischialgia adalah gejala nyeri yang timbul akibat perangsangan nervus ischiadicus (Soemarmo
Markam : 1982 )

Kamus Kedokteran (1983) mendefinisikan ischias sebagai sengan pangkal paha atau nyeri di daerah
pangkal paha (nervus ischiadicus)

Mahar Mardjono dan Priguna Sidharta (1978) mendefinisikan ischialgia adalah nyeri yang berpangkal
pada daerah lumbosakralis yang menjalar ke pantat dan selanjutnya ke bagian posterolateral tungkai
atas, bagian lateral tungkai bawah, serta bagian lateral kaki.

Menurut atlas Sobotta (1985) nervus ischiadicus terletak antara musculus piriformis dan musculus
obturatorius internus.

Ischialgia yaitu suatu kondisi dimana Saraf Ischiadikus yang mempersarafi daerah bokong sampai
kaki terjepit, dalam kasus itu yang terjepit adalah Saraf Ischiadikus sebelah kanan atau kiri. Hal ini
dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan elektris, infeksi,
masalah metabolisme, dan autoimun.

Ischialgia meningkat frekuensinya seiring dengan banyaknya aktivitas yang dikerjakan. Orang awam
pada umumnya menginterpretasikanischialgia dengan rasa sakit dan nyeri pada pantat.

Ischialgia adalah istilah kedokteran untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada saraf
ischiadicus. Hal ini dapat terjadi karena proses beberapa penyakit seperti trauma fisik, kimiawi, dan
elektris, infeksi, masalah metabolisme, dan autoimun. Ischialgia meningkat frekuensinya seiring
dengan banyaknya aktivitas yang dikerjakan. Orang awam pada umumnya menginterpretasikan
ischialgia dengan rasa sakit dan nyeri pada pantat. Kekerapannya diderita hanya dapat di tandingi
oleh flu. Sisi baiknya, ischialgia sesungguhnya dapat di cegah. Seandainya pencegahan juga kurang
berhasil, terapi atau latihan sederhana di rumah dan mekanisme tubuh yang baik akan memperbaiki
dan mempertahankan fungsinya dalam waktu beberapa minggu. Operasi merupakan tindakan yang
jarang dilakukan. Wanita memiliki angka prevalensi yang lebih tinggi terkena ischialgia dibandingkan
dengan pria. Hal tersebut dikarenakan wanita memiliki aktivitas yang monoton dengan posisi yang
statis, misalnya saja pada penggunaan sepatu dengan hak tinggi atau pada pedagang dengan
kebiasaaan menggendong ( Kuntono, 2000).

2. Etiologi

Penyebab ischialgia dapat dibagi dalam :

a. Ischialgia diskogenik, biasanya terjadi pada penderita hernia nukleus pulposus (HNP).

b. Ischialgia mekanik terbagi atas :

- Spondiloarthrosis defermans.

- Spondilolistetik.

- Tumor caud.
- Metastasis carsinoma di corpus vertebrae lumbosakral.

- Fraktur corpus lumbosakral.

- Fraktur pelvis, radang atau neoplasma pada alat- alat dalam rongga panggul sehingga
menimbulkan tekanan pada pleksus lumbosakralis.

c. Ischailgia non mekanik (medik) terbagi atas:

- Radikulitis tuberkulosa

- Radikulitas luetika

- Adhesi dalam ruang subarachnoidal

- Penyuntikan obat-obatan dalam nervus ischiadicus

- Neuropati rematik, diabetik dan neuropati lainnya.

- Penyebab terjepitnya saraf ini ada beberapa faktor, yaitu antara lain: kontraksi/ radang otot-
otot daerah bokong, adanya perkapuran tulang belakang atau adanya keadaan yang disebut dengan
Herniasi Nukleus Pulposus (HNP). Untuk mengetahui penyebab pasti perlu dilakukan pemeriksaan
fisik secara seksama oleh dokter, jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan radiologi/ Rontgen
pada tulang belakang.

3. Jenis ischialgia

Menurut Sidharta (1984) Ischialgia dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Ischialgia sebagai perwujudan entrapment neuritis.

Ini terjadi karena dalam perjalanan menuju tepi n. Ischiadikus terperangkap dalam proses patologik
di berbagai jaringan dan bangunan yang dilewatinya. Jaringan dan bangunan itu yang membuat n.
Ischiadikus terperangkap, antara lain :

(1) Pleksus lumbosakralis yang diinfiltrasi oleh sel-sel sarcoma reproperitonial, karsinoma uteri dan
ovarii,

(2) Garis persendian sakroilliaka dimana bagian-bagian dari pleksus lumbosakralis sedang
membentuk n. Ischiadikus mengalami proses radang (sakrolitis),

(3) Bursitis di sekitar trochantor mayor femoris,

(4) Bursitis m. piriformis

(5) Adanya metatasis karsinoma prostat di tuber ischii

Tempat dari proses patologi primer dari Ischialgia ini dapat diketahui dengan adanya nyeri tekan dan
nyeri gerak. Nyeri tekan dapat dilakukan dengan penekanan langsung pada sendi panggul,
trochantor mayor, tuber ischii dan spina ischiadika. Sedangkan nyeri gerak dapat diprovokasi dengan
cara melakukan tes Patrick dan tes Gaenslen.

b. Ischialgia sebagai perwujudan entrapment radikulitis dan radikulopati.

Ischialgia ini dapat terjadi karena nucleus pulposus yang jebol ke dalam kanalis vertebralis (HNP),
osteofit, herpes zoster (peradangan) atau karena adanya tumor pada kanalis vertebralis.

Pada kasus ini pasien akan meraskan nyeri hebat, dimulai dari daerah lumbosakral menjalar menurut
perjalanan n. Ischiadikus dan lanjutannya pada n. peroneus communis dan n. tibialis.

Data-data yang dapat diperoleh untuk mengetahui adanya Ischialgia radikulopati, antara lain :

(1) Nyeri punggung bawah (low back pain),

(2) Adanya peningkatan tekanan didalam ruang arachnoidal, seperti : batuk, bersin dan mengejan,

(3) Faktor trauma,

(4) Lordosis lumbosakral mendatar,

(5) Adanya keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) lumbosakral,

(6) Nyeri tekan pada lamina L4, L5 dan S1,

(7) Tes laseque selalu positif,

c. Ischialgia sebagai perwujudan neuritis primer.

Ischialgia ini dapat disembuhkan dengan menggunakan NSAID (non-steroid anti inflammatory
drugs). Gejala utama neuritis Ischiadikus primer adalah adanya nyeri yang dirasakan berasal dari
daerah antara sacrum dan sendi panggul, tepatnya pada foramen infrapiriforme atau incisura
ishiadika dan menjalar sepanjang perjalanan n. Ischiadikus dan lanjutannya pada n. peroneus
communis dan n. tibialis.

Neuritis ischiadikus primer timbul akut, sub akut dan tidak berhubungan dengan nyeri punggung
bawah kronik. Ischialgia ini sering berhubungan dengan diabetes meilitus (DM), masuk angin, flu,
sakit kerongkongan dan nyeri pada persendian. Neuritis ischiadikus dapat diketahui dengan adanya
nyeri tekan positif pada n. Ischiadikus, m. tibialis anterior dan m. peroneus longus.

Ischialgia timbul karena terangsangnya serabut-serabut sensorik dimana nervus ischiadicus berasal
yaitu radiks posterior L4, L5, S1, S2, S3.

4. Tanda dan gejala

Sciatica atau ischialgia biasanya mengenai hanya salah satu sisi. Yang bisa menyebabkan rasa seperti
ditusuk jarum, sakit nagging, atau nyeri seperti ditembak.

Kekakuan kemungkinan dirasakan pada kaki. Berjalan, berlari, menaiki tangga, dan meluruskan kaki
memperburuk nyeri tersebut, yang diringankan dengan menekuk punggung atau duduk.
Gejala yang sering ditimbulkan akibat Ischialgia adalah:

· Nyeri punggung bawah

· Nyeri daerah bokong

· Rasa kaku/ terik pada punggung bawah

· Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum, yang di rasakan daerah bokong menjalar ke
daerah paha, betis bahkan sampai kaki, tergantung bagian saraf mana yang terjepit.

· Rasa nyeri sering di timbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan, terutama banyak
membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan.

· Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat.

· Jika dibiarkan maka lama kelamaan akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah/
tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut.

· Dapat timbul gejala kesemutan atau rasa baal.

· Pada kasus berat dapat timbul kelemahan otot dan hilangnya refleks tendon patella (KPR) dan
Achilles (APR).

· Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan defekasi, miksi dan fungsi
seksual. Keadaan ini merupakan kegawatan neurologis yang memerlukan tindakan pembedahan
untuk mencegah kerusakan fungsi permanen.

· Nyeri bertambah dengan batuk, bersin, mengangkat

Teknik anamnesa

Yang harus diperhatiakan dalam anamnesa antara lain:

1) Lokasi nyeri, sudah berapa lama, mula nyeri, jenis nyeri (menyayat, menekan, dll), penjalaran
nyeri, intensitas nyeri, pinggang terfiksir, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat rasa nyeri

2) Kegiatan yang menimbulkan peninggian tekanan didalam subarachnoid seperti batuk, bersin
dan mengedan memprivakasi terasanya ischialgia diskogenik

3) Faktor trauma hampir selalu ditemukan kecuali pada proses neoplasma atau infeksi

6. Patofisiologi

Ischialgia merupakan nyeri menjalar sepanjang perjalanan n.ichiadicus L4-S2. Ischialgia yang terasa
bertolak dari lokasi foramen infrapiriformis dan menjalar menurut perjalanan nervus ischiadicus cum
nervus poroneus dan nervus tibialis harus di curigaisebagai manifestasiischiadicus primer atau
entrapment neuritis dengan tempat jebakan di daerah sacroiliaka.
Ischialgia yang dirasakan bertolak dari vertebra lumbosacralis atau daerah paravertebralis
lumbosacralis dan menjalar sesuai dengan salah satu radiks yang ikut menyusun nervus
ischiadicus.Sebelum terjadi ischialgia selalu di dahului dengan Low Back pain atau Nyeri Pinggang
Bawah itu sendiri seperti perasaan nyeri, pegal, linu atau terasa tidak enak di daerah pinggang,
pantat yang factor pencetusnya oleh berbagai sebab, mulai dari yang paling jelas seperti salah posisi,
kuman sampai penyebab yang tidak jelas seperti menyongsong hari esok akibat persaingan hidup
semakin ketat atau stress.

Nyeri atau rasa tidak enak yang menjalar harus diartikan sebagai perwujudan hasil perangsangan
terhadap saraf sensori. Nyeri saraf itu terasa sepanjang perjalanan saraf tepi. Ia bertolak dari tempat
saraf sensorik terangsang dan menjalar berdasarkan perjalanan serabut sensorik itu ke perifer.
Perangsangan terhadap berkas saraf perifer biasanya berarti perangsangan pada saraf motorik dan
sensorik.Gangguan sensibilitas yang terasa sepanjang parjalanan saraf tepi dan biasanya juga disertai
gangguan motorik yang di sebutNeuritis. Neuritis di tungkai dapat terjadi oleh karena berkas saraf
tertentu terkena infeksi atau terkena patologic di sekitarnya.

Iskhialgia akibat neuritis iskhiadikus primer adalah ketika nervus iskhiadikus terkena proses
peradangan. Diagnosa neuritis iskhiadikus primer ditetapkan apabila terdapat nyeri tekan pada otot
tibialis anterior dan peroneus longus. Timbul nyerinya akut dan tidak disertai adanya nyeri pada
punggung bawah merupakan ciri neuritis primer berbeda dengan iskhialgia yang disebabkan oleh
problem diskogenik. Biasanya juga dapat dijumpai pada kondisi skoliosis sehingga terjadi penekanan
pada nervus iskhiadikus di segmen L4-S3.

Nyeri neuropatik terhadap sistem saraf tepi bisa juga dikarenakan injury pada daerah segmen L4-S3
yang kemudian terjadi inflamasi yang menyebabkan oedem, sehingga menekan saraf iskhiadikus.
Selain itu serabut saraf akan terganggu oleh karena kerusakan sistem vaskuler. Kompresi atau iritasi
juga menyebabkan nyeri inflamasi yang kemudian diikuti oleh penekanan akson dan berakibat
munculnya nyeri neuropatik (Meliala, 2008).

Pemeriksaan diagnostic

Ø Foto rontgen lumbosakral

Ø Elektromielografi

Ø Myelografi

Ø CT scan

Ø MRI

Penatalaksanaan

a. Rehabilitasi Medik

Ø Obat – obatan : analgetik, NSAID, muscle relaxan, dsb.


Ø Program Rehabilitasi Medik.

Ø Operasi : di lakukan pada kasus yang berat/ sangat mengganggu aktifitas dimana dengan obat –
obatan dan Program Rehabilitasi Medik tidak membantu.

Ø Terapi Fisik: Diatermi, Elektroterapi, Traksi lumbal, Terapi manipulasi, Exercise, dsb.

Ø Terapi Okupasi: Mengajarkan proper body mechanic, dsb.

Ø Ortotik Prostetik: Pemberian korset lumbal, alat bantu jalan, dsb.

b. Perawatan

Ø Hindari banyak membungkukkan badan.

Ø Hindari sering mengangkat barang-barang berat.

Ø Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri atau berjalan.

Ø Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian kanan dan kiri atau

menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua kaki.

Ø Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan gagang sapu atau pel yang panjang, sehingga
saat menyapu atau mengepel punggung tidak membungkuk.

Ø Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua lutut
untuk menggapai barang tersebut.

Ø Lakukan Back Exercise secara rutin, untuk memperkuat otot-otot punggung sehingga mampu
menyanggah tulang belakang secara baik dan maksimal.

Konsep Asuhan Keperawatan

Pengkajian (Fokus)

a) Anamnesa

Keluhan utama, riwayat perawatan sekarang, Riwayat kesehatan dahulu, Riwayat kesehatan
keluarga.
b) Pemeriksaan fisik

Ø Untuk mengetahui seorang pasien mengalami ishialgia ato tidak biasanya ahli fisioterapi
memberikan beberapa tes salah satunya terapis mengagkat kaki yang mengalami nyeri jika nyeri
dirasakan bertambah hebat pada sudut 60 – 70 derajat orang tersebut dikatakjan positif ischialgia.
Tes ini disebut Straight Leg Rising.

Ø Inspeksi : Perhatikan keadan tulang belakang, misalnya skoliosis, hiperlordosis atau lordosis
lumbal yang mendatar.

Ø Palpasi : Nyeri tekan pada tulang belakang atau pada otot-otot di samping tulang belakang.

Ø Perkusi : Rasa nyeri bila prosesus diketok.

Ø Reflek :

v KPR ↓ dan atau APR ↓

v Laseque, patrick, antipatrick, naffziger.

Diagnosa Keperawatan

1) Nyeri b.d Kompresi saraf, spasme otot.

2) Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan
neuromuskulu.

3) Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis dan tindakan
pengobatan.

Intervensi

1) Nyeri b.d kompresi saraf, spasme otot

Ø Kaji keluhan nyeri, lokasi, lamanya serangan, factor pencetus / yang memperberat. Tetapkan
skala 0 – 10.

Ø Pertahankan tirah baring selama fase akut

Ø Ajarkan teknik relaksasi dan distraksi

Ø Gunakan logroll (papan) selama melakukan perubahan posisi

Ø Batasi aktifitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan

Ø Anjurkan untik melakukan mekanika tubuh/gerakan yang tepat

Ø Kolaborasi : analgetik, traksi, fisioterapi


2) Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri, spasme otot, terapi restriktif dan kerusakan neuromuskulus

Ø Berikan tindakan pengamanan sesuai indikasi

Ø Ikuti aktivitas dengan periode istirahat

Ø Dekatkan peralatan yang di butuhkan pasien

Ø Berikan / bantu pasien untuk melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif

Ø Bantu pasien dalam melakukan aktivitas ambulasi progresif

Ø Demonstrasikan penggunaan alat penolong seperti tongkat

Ø Kolaborasi : berikan therapy dan stoking anti emboli

3) Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi mengenai kondisi, prognosis

Ø Berikan penyuluhan kesehatan tentang situasi yang di alami pasien

Ø Jelaskan kembali proses penyakit dan prognosis dan pembatasan kegiatan

Ø Diskusikan mengenai pengobatan dan efek sampingnya

Ø Diskusikan mengenai pengobatan dan efek sampingnya

Ø Berikan informasi mengenai tanda-tanda yang perlu diperhatikan seperti nyeri tusuk, kehilangan
sensasi / kemampuan untuk berjalan.

Implementasi

Implementasi keperawatan disesuaikan dengan intervensi dan kebutuhan pasien, sedangkan


implementasi utama yang mesti di capai adalah :

v Memperbaiki mobilitas fisik : Mobilitas fisik dipantau melalui pengkajian kontinu. Perawat
mengkaji bagaimana pasien bergerak dan berdiri. Begitu nyeri punggung berkurang, aktifitas
perawatan diri boleh dilakukan dengan regangan yang minimal pada struktur yang cedera.
Perubahan posisi harus dilakukan perlahan dan dibatu bila perlu. Gerakan memutar dan melenggok
perlu dihindari. Pasien didorong untuk berganti-ganti aktifiats berbaring, duduk dan berjalan-jalan
dalam waktu lama. Perawat perlu mendorong pasien mematuhi program latihan sesuai yang
ditetapkan, latihan yang salah justru tidak efektif.

v Meningkatkan mekanika tubuh yang tepat Pasien harus diajari bagaimana duduk, berdiri,
berbaring dan mengangkat barang dengan benar.

v Pendidikan kesehatan Pasien harus diajari bagaimana duduk, berdiri, berbaring dan mengangkat
barang dengan benar.
Evaluasi

1) Mengalami peredaan nyeri, dengan criteria :

* Istirahat dengan nyaman

* Mengubah posisi dengan nyaman

* Menghindari ketergantungan obat.

2) Menunjukkan kembalinya mobilitas fisik, dengan criteria :

* Kembali ke aktifitas secara bertahap

* Menghindari posisi yang menyebabkan yang menyebabkan ketidaknyamanan otot

* Merencanakan istirahat baring sepanjang hari.

3) Menunjukkan mekanika tubuh yang memelihara punggung, dengan criteria :

* Perbaikan postur

* Mengganti posisi sendiri untuk meminimalkan stress punggung

* Memperlihatkan penggunaan mekanika tubuh yang baik

* Berpartisipasi dalam program latihan

DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marylin E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan: Pendokumentasian Perawatan Pasien,


EGC: Jakarta

Kamali A. 1983. Kamus Kedokteran, Penerbit PT.Dian Rakyat, Jakarta

Kuntono H.P. 2000. Management Nyeri Muskuloskeletal. Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi XV.
Semarang.

Markam S. 1982. Neurologi, Penerbit PT.EGC, Jakarta

Meliala L. 2008. Nyeri Neuropatik. Yogyakarta : Medigma Press Yogyakarta.

Priguna Sidharta. 1984. Sakit Neuromuskuloskeletal dalam Praktek, Jakarta : Dian Rakyat.

Rahim A. 1988, Sports Massage, PIO-KONI, Jakarta

Sobota. 1985, Atlas Anatomi Manusia Bagian 2, Jakarta


Anonim. 2011. Makalah Ischialgia. (Internet). Bersumber dari
http://tutytitien.blogspot.com/2011/11/makalah-ischialgia.html. Diakses tanggal 22 Juli 2013, Pukul
14.45