Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT

Dicky Darmawan, Dinda Rahmi Anindi, Dwiyanti Putri Farli, Nur Alfi Chasanah, Tutik
Indrawati
S1 Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya
2016

ABSTRAK
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis
yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Vegetasi di tempat tersebut mempunyai variasi
yang berbeda antara vegetasi satu dengan vegetasi yang lain. Menganalisis suatu vegetasi
dapat dilakukan dengan suatu analisis vegetasi menggunakan metode kuadrat yang dalam
perhitungannya menggunakan variabel kerimbunan, kerapatan, dan frekuensi. Teknik
sampling kuadrat ini merupakan suatu teknik survey vegetasi yang sering digunakan dalam
semua tipe komunitas tumbuhan. Petak contoh yang dibuat dalam teknik sampling ini bisa
berupa petak tunggal atau beberapa petak. Petak tunggal mungkin akan memberikan infornasi
yang baik bila komunitas vegetasi yang diteliti bersifat homogen. Adapun petak-petak contoh
yang dibuat dapat diletakkan secara random atau beraturan sesuai dengan prinsip-prinsip
teknik sampling (Kusmana, C, 1997).

PENGANTAR lapangan dan vegetasinya homogen,


misalnya padang rumput dan hutan
Vegetasi merupakan kumpulan tanaman (Marsono, 1977).
tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari Hal yang perlu diperhatikan dalam
beberapa jenis yang hidup bersama-sama analisis vegetasi adalah penarikan unit
pada suatu tempat. Mekanisme kehidupan contoh atau sampel. Informasi atau data
bersama tersebut terdapat interaksi yang yang diinginkan dapat diketahui dengan
erat, baik diantara sesama individu dua jenis pengukuran yaitu pengukuran
penyusun vegetasi itu sendiri maupun yang bersifat merusak (destructive
dengan organisme lainnya sehingga measures) dan pengukuran yang bersifat
merupakan suatu sistem yang hidup dan tidak merusak (non-destructive measures)
tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977). Teknik sampling kuadrat ini
Vegetasi, tanah dan iklim merupakan suatu teknik survey vegetasi
berhubungan erat dan pada tiap-tiap yang sering digunakan dalam semua tipe
tempat mempunyai keseimbangan yang komunitas tumbuhan. Petak contoh yang
spesifik. Vegetasi di suatu tempat akan dibuat dalam teknik sampling ini bisa
berbeda dengan vegetasi di tempat lain berupa petak tunggal atau beberapa petak.
karena berbeda pula faktor lingkungannya. Petak tunggal mungkin akan memberikan
Dari segi floristis ekologis pengambilan informasi yang baik bila komunitas
sampling dengan cara random sampling vegetasi yang diteliti bersifat homogen.
hanya mungkin digunakan apabila Adapun petak-petak contoh yang dibuat
dapat diletakkan secara random atau 2. Berapa nilai variabel dari vegetasi di area
beraturan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diamati berdasarkan kerapatan,
teknik sampling (Kusmana, C, 1997). kerimbunan, dan frekuensinya?
Bentuk petak contoh yang dibuat 3. Apa nama spesies yang dominan dari
tergantung pada bentuk morfologis vegetasi berdasarkan nilai variabel yang
vegetasi dan efisiensi sampling pola didapat dari area yang diamati?
penyebarannya, misalnya untuk vegetasi Dengan adanya rumusan masalah
rendah, petak contoh berbentuk lingkaran yang telah dijabarkan, dapat ditarik
lebih menguntungkan karena pembuatan beberapa hipotesis yaitu pada luas
petaknya dapat dilakukan secara mudah minimum suatu petak yang dapat mewakili
dengan mengaitkan seutas tali pada titik habitat yang akan diukur, sehingga dapat
pusat petak. Selain itu, petak contoh ditemukan spesies yang dominan pada area
berbentuk lingkaran akan mcmberikan yang diamati.
kesalahan sampling yang lebih kecil
daripada bentuk petak lainnya karena BAHAN DAN CARA KERJA
perbandingan panjang tepi dengan luasnya Peralatan yang digunakan dalam
lebih kecil. Segi pola distribusi vegetasi, praktikum ini adalah meteran, tali rafia,
petak berbentuk lingkaran ini kurang kantong plastik, penggaris dan tongkat
efisien dibanding bentuk segiempat. kayu. Bahan yang digunakan dalam
Sehubungan dengan efisiensi sampling praktikum ini adalah vegetasi yang berada
banyak studi yang dilakukan menunjukkan di tanah berumput depan Kampus C
bahwa petak bentuk segiempat Universitas Airlangga. Adapun cara kerja
memberikan data komposisi vegetasi yang dalam praktikum ini adalah sebagai berikut
lebih akurat dibanding petak berbentuk : Menyiapan peralatan seperti tali rafia,
bujur sangkar yang berukuran sama, meteran, dan tali plastik, menentukan luas
terutama bila sumbu panjang dari petak minimum terlebih dahulu untuk
tersebut sejajar dengan arah perubahan memperoleh ukuran plot yang akan
keadaan lingkungan atau habitat. Metode digunakan.Memberi nama atau kode
kuadrat lebih digunakan jika hanya tertentu, misalkan tumbuhan A, tumbuhan
vegetasi tingkat tanaman saja yang B dan seterusnya, kemudian membuat plot
menjadi bahan penelitian, karena dengan dengan ukuran 50 cm x 100 cm sepanjang
metode tersebut lebih mudah dan lebih lebar taman kota, Selanjutnya
cepat digunakan untuk mengetahui menganalisis vegetasi berdasarkan
komposisi, dominansi vegetasi dan variabel-variabel kerapatan, kerimbunan,
menaksir volumenya (Kusmana, C, 1997) dan frekuensi di setiap kuadrat kemudian
catat dan analisis hasil pengamatan yang
Dari penjabaran diatas dapat didapat.
diambil beberapa rumusan masalah yaitu :
1. Berapa luas minimum yang diperlukan CARA MENGANALISIS
untuk melakukan analisis vegetasi Praktikum ini mengenai analisis
menggunakan metode kuadrat pada area vegetasi meted kuadrat untuk mengetahui
yang diamati ? berapakah kerapatan, kerimbunan serta
frekuensi masing-masing spesies. Nilai
penting di peroleh dari nilai-nilai berikut.
Analisis data metode kuadrat sebagai 2 A 2 5
berikut : B 2 5
Kerapatan absolute sp = 3 A 1 4
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑆𝑝
……….. (1) B 2 4
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑙𝑜𝑡
Kerapatan relative = 4 A 2 2
𝐾𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑆𝑃 B 1 5
𝑥 100 %
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑆𝑃 5 A 1 4
……….. (2) B 2 4
Kerimbunan absolute sp = 6 A 3 5
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑒𝑟𝑖𝑚𝑏𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑆𝑃
……….. (3) B 4 2
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑙𝑜𝑡
Kerapatan relative = 7 A 2 4
𝐾𝑒𝑟𝑖𝑚𝑏𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑆𝑃 B 1 5
𝑥 100 %
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑚𝑏𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑆𝑃 8 A 3 3
……….. (4) B 2 5
Frekuensi absolute = 9 A 3 3
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑙𝑜𝑡 𝑑𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑆𝑃 𝑎𝑑𝑎
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑙𝑜𝑡
……….. (5) B 1 5
Frekuensi relative = 10 A 2 3
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑆𝑃 B 1 5
𝑥 100 %
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑎𝑏𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑙𝑜𝑡
11 A 1 4
……….. (6)
B 2 5
Nilai penting = KR + DR + FR
12 A 2 5
……….. (7)
B 3 4
HASIL
Untuk menentukan luas minimum, Dengan :
dapat dilakukan dengan membuat table di A = Rumput yang tumbuh ke atas (teratur).
bawah ini : B = Ramput yang daunya menyebar.
Tabel 1. Luas Minimum Tabel 3. Analisis Vegetasi Rumput di
Luas Jumlah Jumlah Taman depan RS Universitas Airlangga
Kuadrat Spesies Komulatif N Jeni Kerapat Frekue Kerimbu NP
(Cm )2
o s an nsi nan
25 x 25 A, B 2 Tu K Kp F FR Kb Kb
25 x 50 A, B 2 mbu P R R
Jumlah komulatif tidak bertambah, maka han
luas minimum dapat diketahui, sehingga 1 A 1 48,4 1 50 31 46,9 145,
luas minimum analisis vegetasi rumput 5 % % % 3%
metode kuadrat ini senilai 25 x 50 cm2.
Tabel 2. Data Analisis Vegetasi Rumput di
Taman depan Universitas Airlangga
Plot Jenis Kerapat Kerimbun 2 B 1 51,6 1 50 35 53 154,
ke- Tumbuh an an 6 % % % 6%
an ∑ Juml 3 100 2 10 66 99,9 299,
1 A 1 4 ah 1 % 0 % 9%
B 3 4 %
Kerapatan A = membuat plot dengan menggunakan
(1+2+1+2+1+3+1+3+3+2+1+2) / (1250 x ukuran 25 x 25 cm dilanjutnya dengan
12) = 23 : 15000 = 1,5 x 10-3/ cm2 pembuatan plot berukuran 25 x 50 cm.
Kerapatan B = Pada plot berukuran 25 x 50 cm di jumpai
(3+2+2+1+2+4+1+2+1+1+2+3) / (1250 x 2 spesies rumput dengan jenis yang sama,
12) = 24 : 15000 = 1,6 x 10-3/ cm2 sehingga pada plot berukuran 25 x 50 cm
Kerimbunan A = merpakan luas minimum dari perhitungan
(4+5+4+2+4+5+4+3+3+3+4+5) / (1250 x kudrat tersebut. Setelah mengetahui luas
12) = 46 : 15000 = 3,1 x 10-3/ cm2 minimum dari area tersebut langkah
Kerimbunan B = selanjutnya mulai mengukur ukuran plot
(4+5+4+5+4+2+5+5+5+5+5+4) / (1250 x 25 x 50 cm dari ujung area taman hingga
12) = 53 : 15000 = 3,5 x 10-3/ cm2 ke ujung area taman yang lainnya, dari
Dengan nilai penting dapat diketahui ujung kanan dan ujung kiri di dapatkan
bahwa spesies B (daun yang menyebar) plot berukuran 25 x 50 cm sebanyak 12
lebih mendominasi, dimana nilai buah. Pada masing-masing plot dilakukan
pentingnya 154,6 %. Spesies B (daun analisis vegetasi berdasarkan variable
tumbuh keatas) memeliki nilai penting kerapatan, kerimbunan dan frekuensi.
145,3 %. Harga nilai penting terbesar Kerapatan adalah jumlah individu suatu
dapat digunakan untuk menentukan jenis tumbuhan dalam suatu luasan
penamaan vegetasi tersebut (Surasana, tertentu. Kerapatan ditentuakn berdasarkan
1990) skala kelasnya, yaitu : kelas 1 jarang
PEMBAHASAN sekali, kelas 2 jarang, kelas 3 cukup rapat,
Praktikum ini mengenai analisis kelas 4 rapat, kelas 5 rapat sekali.
vegetasi dengan metode kuadrat dimana Kerimbunan ditentukan berdasarkan
pada metode ini menggunakan petak atau penutupan daerah cuplikan oleh populasi
plot yang berbentuk bujur sangkar. Alat jenis tumbuhan, kelas kerimbunan di bagi
yang digunakan dalam praktikum ini menjadi 5, kelas 1 lebih dari 75 %, kelas 2
adalah tali raffia, meteran serta ranting berkisar antara 75% hingga 50%, kelas 3
pohon untuk membuat plot, sedangkan berkisar antara 49% antara 25%, kelas 4
bahan yang digunakan adalah vegetasi berkisar antara 24% hingga 10%, kelas 5
rumput pada lokasi di depan rumah sakit kurang dari 10% . Dari hasil percobaan
Universitas Airlangga. didapatkan hasil untuk kerapatan relative
Langkah pertama yang dilakukan A sebesar 48,4 % dan kerapatan relative B
adlah menentukan luas minimum ukuran sebesar 51,6 %, sedangkan untuk data
plot yang akan digunakan, dengan kerimbunan didapatkan hasil kerimbunan
membuat bujur sangkar berukuran 25 x 25 untuk A sebesar 46,9% dan kerimbunan
cm. Pada plot berukuran 25 x 25 xm pada B sebesar 53%. Data Frekuensi yang
dilihat keberagaman jenis vegetasi yang didapatkan untuk frekuensi A sebesar 50%
ada, dan di dapatkan hasil pada plot dan frekuensi untum B juga 50%. Nilai
berukuran 25 x 25 cm mempunyai 2 jenis penting diperoleh dari data kerapatan
spesies rumput yakni, yang tumbuh kerimbunan dan frekuensi, nilai penting
menyebar serta tumbuh ke atas. pada spesies A sebesar 145,3% dan nilai
Pembuatan plot dilanjutkan hingga penting pada spesies B sebesar 154,6%.
menemukan luas minimumnya, setelah
Berdasarkan data-data tersebut Kusmana, C, 1997. Metode Survey Vegetasi.PT.
dapat dohitung kerapatan absolute pada Penerbit Institut Pertanian Bogor. Bogor.
-3 2
spesies A sebesar 1,5 x 10 / cmMarsono. , 1977.Diskripsi Vegetasi dan Tipe-tipe
kerapatan absolute pada spesies B sebesar Vegetasi Tropika. FakultasKehutanan
-3 2
1,6 x 10 / cm . Kerimbunan absolute pada UGM. Yogyakarta.
-3 2
spesies rumput A sebesar 3,1 x 10 / cmMartono, DS. 1988. Analisis Vegetasi dan
dan kerimbnan absolute pada spesies Assosiasi Antara Jenis-Jenis Pohon Utama
-3 2
rumput B adalah 3,5 x 10 / cm . Dari nilai Penyusun Hutan musim Dataran Rendah
penting dapat diketahui bahwa spesies B DiMeru Betiri Jawa Timur. (Problema
(daun yang menyebar) lebih mendominasi, Kehutanan) FakultasKehutanan UGM
dimana nilai pentingnya 154,6 %. Spesies Yogyakarta.
B (daun tumbuh keatas) memeliki nilai Polunin, N. 1990. Ilmu Lingkungan dan Ekologi.
penting 145,3 %. Vegetasi yang paling Yogyakarta: Gadjah Mada Sagala, E.H.P.
kaya, baik dalam arti jumlah jenis spesies 1997.Analisa Vegetasi Hutan Sibayak II
yang membentuknya serta organism yang pada Taman Hutan
hidup didalamnya dipengaruhi oleh tinggi Rakyat Bukit Barisan Sumatera Utara.
nilainya sumber daya lahan (tanah, air, Skripsi Sarjana Biologi.Medan: FMIPA
cahaya, matahari) yang dimilikinya, hal ini USU.
mengakibatkan pada jenis-jenis rumputRahardjanto, Abdulkadir. 2001. Ekologi Umum.
tertentu dapat tumbuh dengan baik dan Umm Press: Malang.
subur sesuai dengan kondisi yang ada Samingan, T. 1971. Tipe-tipe Vegetasi (Pengantar
namun dapat pula berdampak sebaliknya Dendrologi). Bagian Ekologi Tumbuh-
apabila rumput tersebut lingkungan tumbuhan. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
hidupnya tidak sesuai dengan derah habitatSyafei, Eden Surasana. 1990. Pengantar Ekologi
aslinya (Ketut Supeksa, Ni Putu Ella Tumbuhan. ITB: Bandung.
Deviana, dll. ”ANALISIS VEGETASI University Press
DENGAN METODE KUADRAT PADA
PLOT YANG DIBUAT DALAM
BENTUK LINGKARAN DI KEBUN
RAYA EKA KARYA BALI” (Jurnal
Biologi Departmen of biology Institute
Teacher Training and Education Saraswati
Tabanan - Bali) . Harga nilai penting
terbesar dapat digunakan untuk
menentukan penamaan vegetasi tersebut
(Surasana, 1990).

DAFTAR PUSTAKA
Eden Surasana. 1990. Pengantar Ekologi
Tumbuhan. Bandung: ITBJumin, Hasan
Basri. 1992. Ekologi Tanaman. Rajawali
Press: Jakarta
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. PT. Bumi
Aksara : Jakarta.