Anda di halaman 1dari 10

UNIVERSITAS INDONESIA

LEADERSHIP AND ORGANIZATION BEHAVIOR


(STUDY CASE : Martha Rinaldi:Should She Stay or Should She Go?)

GROUP TASK

GROUP E CLASS – H17:

Amanda Sri Lestari P. 1706996884


Eka Destika Sandakila 1706088441
Immanuel Desmon Purba 1706088706
Mira Widiarani 1706997615

FAKULTAS EKONOMI & BISNIS


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
JAKARTA
SEPTEMBER 2017
Case Overview:
Martha Rinaldi: Should She Stay or Should She Go?
Martha Rinaldi, seoranglulusan MBA muda, sebelumnya pernah bekerja internship di Deep Dive Pizza,
disela menyelesaikan studinya, disana dia mendapatkan pengalaman yang sangat baik dengan kondisi
kerja yang menyenangkan dan mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari rekan kerja dan atasannya
berkat kinerjanya yang baik, sehingga sampai pada waktu perpisahan, atasannya meminta dia untuk
kembali bergabung apabila telah menyelesaikan studinya. Setelah lulus, Martha memilih bekerja di
perusahaan yang lebih establish dan ternama yaitu perusahaan Potomac Water, yang bergerak di bidang
produk minuman kesehatan. Martha memutuskan pilihannya berdasarkan harapan dia bias lebih
berkembang dalam bidang marketing apabila bekerja di perusahaan yang lebih besar dan mempunyai
reputasi yang baik tersebut. Terlebih ketika wawancara dengan Group Product Manager Potomac Water
– Doug Berman, Martha sangat terkesan karena keramahannya dan ketika berbincang dengan para
karyawannya pada suatu kesempatan, para karyawannya terlihat happy bekerja disana. Terhadap
keputusannya tersebut, atasannya dulu sewaktu di Deep Dive Pizza merasa kecewa, dan masih berharap
apabila suatu waktu Martha dapat bergabung di Deep Dive Pizza kembali.

Hari pertama Martha bekerja, terasa ada yang membuat dia janggal, cubicle yang mirip fish bowl,
transparan dengan duduk berkelompok sekitar 4-5 orang terlihat begitu tidak nyaman, terlebih situasi
yang sangat sunyi, tidak seperti pengalamanya di Deep Dive Pizza yang begitu harmonis. Rekan kerjanya,
Jamie Voughan terlihat begitu kaku, mereka mempunyai atasan yaitu Natalie Follet, yang sedang bekerja
paruh waktu dari rumah dengan alasan pribadinya, jadi sementara mereka berkomunikasi melalui email.

Seiring waktu, Follet telah kembali bekerja di kantor. Martha merasa bahwa Voughan, memanfaatkan
bantuannya untuk hal-hal yang biasa Voughan kerjakan sendiri seperti mengcopy berkas misalnya.
Pernah suatu waktu Martha diminta membuat storyboard dan power point dalam waktu yang
bersamaan, hal ini membuat Martha merasa diperlakukan tidak adil, karena dengan beban
pekerjaannya yang berat ditambah harus membantu pekerjaan Voughan yang medesak. Ditengah
kekecewaannya, Martha masih bersedia membantu Voughan, namun yang menambah kekecewaannya
yaitu sikap Follet, atasannya yang seolah tidak memperdulikan beban kerja yang bertambah dan
menekannya bahwa apabila Jamie meminta bantuan harap dia segera menyelesaikannya, karena
mungkin itu berguna bagi kebaikannya. Martha sempat mempertahankan argumennya di depan Follet
bahwa, walaupun Jamie lebih senior di tempatnya bukan berarti dia bisa sewenang-wenang
terhadapnya. Jamie memang sempat meminta maaf akan kejadian tersebut namun tetap hal itu
menggangu Martha. Ketika Martha berinisiatif untuk menemuai Follet di ruangannya untuk
mendiskusikan mengenai pekerjaannya, Follet berkata bahwa dia harus berbicara dengan Jamie terlebih
dahulu, banyak membaca dan membiasakannya, seolah Martha tidak dipercaya untuk mengemukakan
gagasannya tanpa melalui Jamie, belakangan diketahui bahwa rumor yang berdear Follet dan Jamie
terlibat affair.

Ketika Martha menunjukkan performance-nya yang berhasil membuat suatu proyek analisa data ROI
dengan baik, yang diakui oleh Vice President Marketing - Bautista, Follet bahkan kurang memberikan
apresiasi terhadapnya, seperti tidak mengakui potensi kerja Martha.

Dalam memberikan evaluasi kinerja untuk Martha, Follet pun hamper melewatkannya, dan akhirnya
evaluasi dapat dilakukan setelah Martha menghadapnya langsung, hasilnya dapat diterima Martha
bahwa Follet mengakui plusnya bahwa Martha mampu bekerja dalam tim dan dinilai selalu membantu
rekan kerjanya bahkan dari divisi lain, dan minusnya Martha dinilai kurang memberikan inisiatif dalam
rapat misalnya. Terhadap hal itu Martha menerima masukan Follet.

Sampai suatu waktu Martha dan Jamie beradu mulut. Martha mengatakan bahwa Jamie sangat tidak
bisa untuk bersikap menyenangkan, Jamie pun membalas bahwa Martha adalah sama seperti MBA lain
yang terkesan arogan. Jamie berteriak sehingga didengar rekan kerja yang lain. Martha mengeluhkan
sikap Jamie bahwa dia tidak tahu apa alasan Jamie dibalik sikapnya yang seperti itu.

Jamie terkenal mempunyai reputasi yang sulit, beberapa kolega Martha sempat complain akan sikap
Jamie terhadap Martha kepada Follet, namun Follet tetap membela Jamie bahwa dia adalah orang yang
baik hanya ada kesalahpahaman saja. Martha mengakui bahwa mau tidak mau dia harus berhadapan
dengan Jamie setiap hari dan dia memikirkan bagaimana cara agar dia nyaman bekerja dengannya.
Lalu, dia mulai membicarakan masalah tersebut dengan Jamie , Jamie meminta maaf dan diketahui
bahwa Jamie merasa frustasi karena dirinya belum mendapat giliran untuk dipromosikan. Setelah
kejadian tersebut banyak yang mendukung Martha, namun intinya ada pada manajemen Follet yang
harusnya bisa menyelesaikan masalah interpersonal diantara bawahannya yaitu Martha dan Jamie.

Jelas bahwa Follet tidak bisa diharapkan berubah dengan cepat atas perlakuannya terhadap Martha.
Mungkin juga Martha tidak bisa berkembang dalam hal marketing dibawah manajemen Follet. Martha
bisa saja meminta langsung kepada Bautista (Vice President Marketing) apakah dia bisa dipindahkan
untuk bekerja dengan divisi lain? Tapi itu akan menjadi langkah yang frontal. Dirinya mungkin akan dicap
sebagai karyawan yang sulit jika dia mengajukan permintaan itu. Dan disisi lain selalu ada tawaran dari
Deep Dive Pizza untuk kembali ke pekerjaan dengan gaji lebih baik dengan lebih banyak tanggung jawab.
Meski CEO sangat kecewa karena telah menolak tawaran pertamanya, seorang teman di Deep Dive
mengatakan bahwa Martha masih memiliki reputasi bagus di sana.

Identifikasi Masalah:

1. Kegalauan Martha atas keputusan yang diambilnya untuk memilih bekerja di Perusahaan Potomac
Water yang lebih besar namun dengan rekan kerja yang kurang menyenangkan, gaji yang lebih kecil,
dan kesempatan untuk mengembangkan diri yang terbatas dibanding dengan tawaran bekerja di
Deep Dive Pizza dengan rekan kerja yang menyenangkan dengan gaji yang lebih besar namun
perusahaannya belum sebesar Potomac Water, yang suatu saat bisa saja tidak bisa bertahan dengan
kondisi ekonomi yang ada.
2. Bagaimana mengatasi konflik interpersonal antara Martha dengan rekan kerjanya, Jamie.
3. Manajemen Follet yang perlu perbaikan.
4. Keputusan yang harus diambil Martha selanjutnya apabila ingin tetap bertahan di Potomac Water

Decision Making (Pengambilan Keputusan)

Pengambilan keputusan melibatkan identifikasi terhadap suatu masalah dan kemudian memilih dari
sejumlah alternatif. Jadi pertama, kita harus memikirkan berbagai tanggapan atau tindakan yang akan
kita ambil untuk mengatasi masalah atau memperbaiki prosesnya. Maka kita harus memilih yang terbaik
berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Model Pengambilan Keputusan:


1. Model Rasional
Beberapalangkah yang diambil:
Langkah 1: Identifikasi masalahnya. Pada tahap ini, kita harus membedakan fakta dari
pendapat;Data objektif harus dianggap bukan persepsi. Selain itu, kita harus menentukan
penyebabnya dengan membedakan gejala dari penyebab masalah.
Langkah 2: Menghasilkan solusi alternatif dengan mencocokkan solusi dengan sasaran,
mendapatkan solusi dari semua orang yang terlibat, membangun gagasan orang lain, menentukan
solusi jangka pendek dan jangka panjang, dan menunda alternatif evaluasi.
Langkah 3: Pilih solusi. Pada tahap ini, penting untuk mengevaluasi efek utama dan efek samping:
Langkah 4: Melaksanakan dan menindaklanjuti solusinya. Poin yang perlu diingat pada tahap ini
adalah menerapkan pada waktu yang tepat dan dalam urutan yang tepat, memberikan kesempatan
umpan balik, memberikan penerimaan, membangun sistem pemantauan yang sedang berlangsung,
dan mengevaluasi berdasarkan seberapa baik masalahnya terpecahkan.

2. Model Non Rasional.


Model pengambilan keputusan nonrasional didasarkan pada premis bahwa pengambilan keputusan
itutidak rasional. Model ini mengasumsikan bahwa:
 Pengambilan keputusan tidak pasti
 Tidak semua informasi tersedia atau diketahui
 Membuat keputusan yang optimal sulit dilakukan
 Dua model nonrasional meliputi: Model Normatif Simon dan Garbage Can Model

Garbage Can Model didasarkan pada premis bahwa pengambilan keputusan bisasajaceroboh dan
serampangan dan keputusan itu dibuat sebagai hasil interaksi antara: Masalah, solusi, peserta, dan
peluang pilihan. Dengan kata lain, solusi dan masalah sering dicocokkan secara kebetulan dan bukan
melalui proses langkah demi langkah.

Implikasi dari Garbage Can Model:


 Keputusan sering dibuat karena adanya kesempatan yang menjanjikan
 Motif politik sering memperngaruhi proses pengambilan keputusan
 jumlah masalah semakinbanyakdan waktu yang terbatas, menyebabkanhanyasedikit masalah
bisa dipecahkan
 Masalah penting lebih mungkin dipecahkan daripada yang tidak penting.

Related in Case

Martha memutuskan untuk memilih bekerja di Potomac Water dengan alasan:

1. Perusahaan lebih besar dengan reputasi yang baik dan bisa diprediksi akan tetap bertahan di
kondisi ekonomi mendatang karena tanggapan konsumen yang porsitif tentang brand minuman
kesehatan yang akan semakin meningkat kedepannya;
2. Berniat mengembangkan diri dalam hal marketing mengingat perusahaanya yang bonafit.
3. Kesan yang ditampilkan pada sesi wawancara dengan perusahaan Potomac Watre meberikan
kesan yang baik, Martha optimis bahwa keputusannya memang tepat.
4. Ternyata kenyataannya tidak seperti yang dia harapkan, terutama dia mendapatkan rekan kerja
yang tidak menyenangkan dan atasannya yang kurang mensupport potensi kerja dan
memperlakukakannya tidak adil.

Dalam hal ini Martha bisa mengambil keputusan dengan dasar rasional, yaitu dengan mengidentifikasi
masalah yang terjadi yaitu kondisi rekan kerja dan atasan yang kurang mendukung, Martha bisa memilih
alternatif solusi yaitu:

1. Dengan mencairkan suasana dengan rekan kerjanya dan itu tidak terlalu berhasil baik karena
sulit untuk merubah keadaan apabila atasannya tidak mendukung;
2. Dengan membicarakan bertiga antara rekan kerjanya, Jamie dan juga atasannya Follet, Martha
bisa menceritakan atas kondisinya secara jujur dan terbuka, untuk disepakati hal-hal apa yang
bisa dilakukan untuk perbaikan bersama;
3. Apabila itu tetap belum berhasil Martha bisa saja langsung menghadap Group Product Manager
Potomac Water – Doug Berman yang dulu pernah mewawancarainya, menceritakan kondisi
yang terjadi (dalam hal ini Martha didukung oleh koleganya yang lain) dan meminta alternatif
pemecahan masalah kepadanya, namun hal ini tentu saja paling beresiko terhadap reputasi
Martha.
4. Martha berhenti bekerja di Potomac Water dan kembali menerima tawaran bekerja di Deep
Dive Pizza.

Decision Making Biases

Ketersediaan heuristik (proses berfikir seseorang dalam memecahkan permasalahan untuk mengambil
suatu keputusan) adalah kecenderungan pengambil keputusan untuk mendasarkan keputusan pada
informasi yang tersedia di memori. Jadi kejadian yang terjadi yang menonjol atau baru-baru ini secara
tidak proporsional mempengaruhi keputusan. The representativeness heuristic terjadi ketika orang
membandingkan kejadian atau situasi saat ini dengan situasi sebelumnya yang mereka ketahui. Jika
situasi ini tidak benar-benar sebanding atau jika pembuat keputusan pengetahuan tentang mereka tidak
akurat,hal itu dapat menyebabkan keputusan yang tidak akurat.

 Bias confirmation terjadi ketika orang melakukan pra-penilaian terhadap situasi dan kemudian
mencari informasi yang mengkonfirmasi keputusan atau kepercayaan mereka.
 Bias anchoring mempengaruhi pengambilan keputusan orang-orang dengan pengaruh informasi
awal, kesan, data, umpan balik atau stereotip yang memberi akhir keputusan atau keputusan
selanjutnya.
 Bias over confident - cenderung terlalu percaya diri tentang perkiraan atau prakiraan
 Hindsight bias- pengetahuan tentang suatu hasil mempengaruhi keyakinan kita tentang
kemungkinan bahwa kita bisa memperkirakan hasilnya lebih awal
 Bias framing - kecenderungan untuk mempertimbangkan risiko tentang keuntungan secara berbeda
dari risiko kerugian
 Escalation of commitmen bias - kecenderungan untuk tetap pada tindakan yang tidak efektif apabila
kemungkinan situasi buruk tidak dapat dicegah
Related in Case

Berikut beberapa Bias yang mungkin terjadi terhadap bebrapa alternatif keputusan yang diambil
Martha

Keputusan
menghadap
mencairkan
membicarakan Group Product
suasana dengan berhenti bekerja
Bias bertiga Manager
rekan kerjanya
Potomac Water

Bias confirmation Sudah jelas bahwa Kemungkinan akan Perlu informasi Belum tentu informasi
perlakuan Jamie gaya yang akurat yang dia terima dari
terhadapnya kepemimpinan apakah masalah rekan kerjanya di Deep
membuatnya tidak Follet yang tidak yang dia hadapi Dive pizza itu akurat
nyaman menghendaki adalah suatu hal
apabila Martha yang umum
menghadapnya didskusikan
langsung terlebih dengan Manager
bertiga dengan diatasnya
Jamie

Bias anchoring Jamie bisa Follet akan Manager bisa Pengalamannya yang lalu
beralasan bahwa mengangaap menganggaop yang sangat berkesan
perlakuannya bahwa cara Martha bahwa Martha baik di Deep Dive Pizza
terhadap Martha tidak umum adalah pribadi belum tentu akan begitu
karena perspektif sebagai pegawai yang sulit untuk selanjutnya ketika dia
stereotipenya yang terbilang baru beradaptasi mulai bekerja lagi saat ini
terhadap Martha untuk melakukan
yang memandang hal itu
MBA sebagai orang
yang arogan dan
“know it all”
Hindsight bias Mungkin nanti akan Kemungkinan hasil Keputusan yang Tantangan di Deep Dive
berubah semakin yang tidak baik diambilnya Pizza mungkin akan
baik tanpa perlu akan pilihan ini belum tentu berbeda dengan
Martha melakukan menguntungkan pengalaman sebelumnya
hal itu Martha dan Martha harus siap
Bias over confident Apakah perlu Follet dan Jamie Manager tidak Kesan pertama untuk
melakukan hal itu kemungkinan memandang hal Martha di Deep Dive
apabila Jamie tidak memandang ini itu sebagai Pizza memang baik,
memandang itu bukan suatu masalah dan tetapi setelah
sebagai suatu masalah yang perlu harusnya Martha penolakannya terhadap
masalah yang dibicarakan bisa tawaran bekerja setelah
menggangu Martha mengatasinya lulus bukan tidak
mungkin akan
mempengaruhi penilaian
lain terhadap Martha
Bias framing Martha Tidak akan Melihat Harapan Martha untuk
melakukannya berpengaruh keuntungan dan mendapatkan
untuk perbaikan banyak akan situasi kerugian limgkungan kerja yang
hubungan dengan yang sekarang terhadap kondusif lebih berarti
Jamie dan keputusan ini dari pada kestabilan
menciptakan situasi apakah sudah ekonomi dan masa
kerja yang lebih benar-benar depan perusahaan secara
kondusif tepat umum
Escalation of Martha sebaiknya Hubungannya Hubungan Dengan berhenti bekerja
commitmen bias tidak melakukan dengan Jamie dan dengan Follet di Potomac Water belum
hal itu karena takut Follet akan beresiko lebih tentu masalah yang sama
akan berpengaruh memburuk buruk sedangkan akan terjadi Deep Dive
lebih buruk keadaannya Pizza dengan rekan kerja
terhadap belum pasti bisa yang baru (berbeda
hubungannya berubah dengan pengalaman
dengan Jamie sebelumnya)

Dinamika Pengambilan Keputusan dan Pengambilan Keputusan kelompok

Pengambilan keputusan merupakan sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif
yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Dalam
pengambilan keputusan, terdaoat 4 proses, yaitu :

1. Identifikasi masalah
2. Membuat solusi alternatif
3. Mengevaluasi alternatif dan memilih solusi
4. Mengimplementasi dan mengevaluasi solusi

Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Kelompok adalah
himpunan, kumpulan, atau jumlah orang yang dianggap ada hubungannya satu sama lain atau disatukan
oleh ikatan atau kepentingan bersama. Dengan kata lain, Pengambilan Keputusan Kelompok adalah
pengambilan keputusan yang mengikutsertakan kelompok didalamnya, dimana para kelompok diberikan
kebebasan untuk membagikan pengetahuannya atau analisanya terhadap suatu alternative.

Kelebihan dan kelemahan pengambilan keputusan dalam kelompok

KELEBIHAN

1. Dalam pengembangan tujuan , kelompok memberikan jumlah pengetahuan yang lebih besar
2. Dalam pengembangan alternative, usaha-usaha individual anggota kelompok dapat
memungkinkan pencarian lebih luas dalam berbagai bidang fungsional organisasi
3. Dalam penilaian alternative, kelompok memounyai kerangka pandangan yang lebih besar
4. Dalam pemilihan alternative, kelompok lebih dapat menerima resiko dibanding pembuat
keputusan individual
5. Karena berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, para anggota kelompok secara
individual lebih termotivasi untuk melaksanakan keputusan
6. Kreativitas yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu dengan berbagai pandangan
yang berbeda-beda
KELEMAHAN

1. Implementasi keputusan apakah dibuat oleh kelompok atau tidak harus diselesaikan oleh para
menejer secara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung jawab, keputusan-
keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak seorangpun merasa bertanggung
jawab dan saling melempar tanggung jawab
2. Berdasarkan perhitungan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi, keputusan
kelompok sangat memakan biaya
3. Pembuatan keputusan kelompok adallah tidak efisien bila keputusan dibuat dengan cepat
4. Keputusan kelompok dalam berbagai kasu, dapat merupakan hasil kompromi atau bukan
sepenuhnya keputusan kelompok
5. Bila atasan terlibat, atau bila seseorang mempunyai kepribadian yang dominan, keputusan yang
dibuat kelompok dalam kenyataannya bukan keputusan yang dibuat oleh kelompok

Related In case:

Langkah pertama adalah mengidentifikasi masalah yang di hadapi, kemudian membuat solusi alternatif
dari permasalahan tersebut. Dimana terdapat dua alternatif yang dapat di pilih oleh Martha.
Mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan yang dari kedua alternatif tersebut.

 Alternatif pertama, memutuskan untuk bertahan di Potomac.

Kelebihan :

1. Perusahaan yang lebih besar dibandingkan Deep Dive Pizza


2. Lebih stabil dan dapat bertahan

Kelemahan :

1. Permasalahan pribadi antara Martha dan Jamie


2. Manajemen yang tidak bisa menjadi mediator untuk menyelesaikan permasalahan anakbuahnya
3. Gaji cenderung lebih kecil di bandingkan Deep Dive Pizza
4. Kesempatan mengembangkan diri lebih terbatas

Solusi :

Martha harus dapat menyelesaikan masalah pribadinya dengan Jamie, serta memberi saran dan
masukan untuk perbaikan bagi Manajemen perusahaan tersebut

 Alternatif ke dua, memutuskan pindah ke Deep Dive Pizza:

Kelebihan :

1. Gaji lebih besar


2. Rekan kerja yang menyenangkan
3. Kesempatan mengembangkan diri yang lebih luas

Kekurangan

1. Bukan merupakan perusahaan besar apabila di bandingkan Potomac


2. Perusahaan tidak stabil
3. Kemungkinan tidak bisa bertahan dalam kondisi perekonomian saat ini

Solusi:

Karena rekan kerja yang lebih menyenangkan, akan lebih mudah untuk bekerjasama dalam tim
untuk memajukan perusahaan, Selain itu kesempatan mengembangkan diri lebih luas, terlebih lagi
untuk status Martha yang sudah meraih gelar MBA. Tentunya Martha berpotensi untuk berada
dalam posisi cukup tinggi sehingga membawa perusahaan untuk berkembang menjadi perusahaan
yang lebih besar, dan juga stabil.

Dari solusi yang di tawarkan dari kedua alternatif, Martha dapat memilih. Mana yang terbaik
diantara kedua alternatif tersebut. Dan kemudian mengimplemetasi solusi.

Conflict

Konflik adalah kejadian dalam sebuah organisasi setiap kali sebuah tindakan oleh satu pihak dianggap
sebagai campur tangan terhadap tujuan, kebutuhan, atau tindakan pihak lain. Konflik dapat menjadi
positif bila berfokus pada pemecahan masalah secara konstruktif dan menghasilkan peningkatan
produktivitas organisasi.

Hal – hal yang dapat menyebabkan konflik adalah sebagai berikut :

 Incompatible personalities or value systems : Contoh pada jenis konflik adalah perbedaan
kepribadian, gaya pengambilan keputusan dan harapan yang berbeda di mana pada kondisi
tersebut semua orang merasakan kepentingannya beresiko.
 Role ambiguity/ overload : Contohnya, saat terlalu banyak yang dapat dilakukan dapat
menyebabkan sesuatu tidak selesai, yang akan mengakibatkan konflik kepada semua yang
bergantung pada hasil dari tugas tersebut.
 Interdependent tasks : Konflik yang terjadi karena ada relasi/hubungan antar
departement/individual, di mana menyebabkan impact atar personal/divisi.
 Competition for limited resources : Contohnya konflik yang disebabkan oleh personal seseorang
atau masalah keuangan.

Tidak semua akhir dari konflik bersifat negatif untuk personal dan organisasi. Ada positive values yang
dapat dihasilkan dari sebuah konflik. Apa yang menjadi harapan dari setiap konflik yang terjadi di
organisasi adalah :

 Agreement : Hal ini sangat diharapkan, dikarenakan setiap konflik yang belum terselesaikan
dapat menjadi resiko masalah di kemudian hari. Oleh karena itu, cara terbaik untuk
menyelesaikan konflik adalah menggunakan perjanjian yang disepakati kedua belah pihak dan
juga menguntungkan kedua belah pihak.
 Stronger Relationships : Hal ini adalah outcomes yang bisa didapat ketika sebuah konflik
diselesaikan dengan baik. Dari hal tersbebut, akan tercipta hubungan yang lebih baik dan kuat di
kemudian hari.
 Learning : Hal yang bisa didapatkan dari konflik yang diselesaikan dengan baik adalah adanya
pelajaran bagi personal maupun organisasi, di mana kita bisa belajar untuk memperbaiki diri dan
berkembang menjadi lebih baik.

Related in Case

Pada case Martha ini terlihat terjadi konflik interpersonal di mana pada kasus ini Martha dan Jamie yang
berada pada satu divisi yang sama mempunyai konflik personal dalam pekerjaan sehari sehari. Pada
kasus ini kita bisa melihat problem findings di mana :

1. Martha merasa performance sudah sangat baik di divisi Marketing, namun kurang dihargai oleh
manager (Follet)
2. Martha merasa dimanfaatkan oleh Jamie dalam pekerjaan. Banyak beban pekerjaan
dilimpahkan langsung kepada Martha.

Di sini terlihat adanya incompatible personalities & overload perkejaan yang dirasakan oleh Martha.
Dalam pekerjaan sehari – hari di awal Jamie sering memberikan pekerjaan yang sepele dan terlihat lebih
memerintah kepada Martha. Dalam hal in Martha masih dapat mengerjakan pekerjaan yang disuruh
Jamie, namun lama kelamaan dia merasa overload dan seperti memanfaatkan posisinya sebagai junior
dan pegawai baru. Hal ini menyebabkan konflik yang terjadi antara Martha & Jamie.

Di sini terlihat sikap yang tidak meyenangkan juga dari Jamie kepada Martha, sehingga menyebabkan
adanya kekesalan yang dirasakan secara personal dari Martha kepada Jamie. Hal ini menimbulkan
perseteruan antara Martha dan Jamie, di mana Jamie juga merasakan konflik personal kepada Martha.

Solution

Pada case ini, Martha sudah bersikap dengan benar di awal di mana dia berusaha untuk menyelesaikan
konflik dengan cara komunikasi secara langsung kepada Jamie. Hal ini dibutuhkan agar antar subject bisa
mendengar masalah yang dihadapi dan mencari solusi bersama. Hal ini terbukti menghasilkan result
yang baik, di mana Jamie lama kelamaan bersikap lebih baik kepada Martha, dan dia terbuka juga
dengan masalah yang dia hadapi di mana dia bersikap tidak baik kepada Martha.

Hal yang perlu diperhatikan juga kepada Follet sebagai pemimpin pada divisi tersebut. Pada case ini,
Follet seperti berat sebelah terhadap Jamie, di mana terdapat issue di mana mereka terlibat hubungan
dalam divisi tersebut. Seharusnya sebagai pemimpin, Follet bisa melakukan mediasi terhadap kedua
belah pihak yang sedang berkonflik. Di mana baiknya dia mendengarkan apa yang menjadi concern
kedua belah pihak mengapa sampai terjadi konflik. Setelah itu Follet bisa memberikan suggestion
berupa agreement antar kedua belah pihak yang memberikan impact yang baik juga bagi kedua belah
pihak.

Selain itu, Follet juga seharusnya bisa lebih professional terhadap pekerjaan, di mana dia seharusnya
bisa membedakan masalah personal dengan pekerjaan. Di mana dalam case ini, meskipun mereka
terlibat dalam hubungan, Follet sebagai pemimpin harus lebih tegas jika ada member divisinya yang
tidak baik dalam pekerjaan ataupun menjadi penengah dalam permasalahaan internal divisi.