0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan26 halaman

Percobaan 1 Filtrasi

Laporan praktikum filtrasi ini membahas tiga hal utama: (1) tujuan percobaan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number dan menentukan nilai number tersebut untuk dua jenis media, (2) latar belakang teori tentang filtrasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3) hasil percobaan menunjukkan nilai filterability number untuk dua jenis media berbeda.

Diunggah oleh

Ursulla Olla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan26 halaman

Percobaan 1 Filtrasi

Laporan praktikum filtrasi ini membahas tiga hal utama: (1) tujuan percobaan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number dan menentukan nilai number tersebut untuk dua jenis media, (2) latar belakang teori tentang filtrasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3) hasil percobaan menunjukkan nilai filterability number untuk dua jenis media berbeda.

Diunggah oleh

Ursulla Olla
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA I


(HKKK 535P)

PERCOBAAN 1
FILTRASI

DOSEN PEMBIMBING: CHAIRUL IRAWAN. ST., MT., Ph.D

DISUSUN OLEH
KELOMPOK XVIII

URSULLA 1610814320011
YUDHI CHRISTIAN HARYADI 1610814210025

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2018
ABSTRAK

Filtrasi adalah pemisahan partikel zat padat dari fluida dengan jalan melewatkan fluida itu
melalui suatu medium penyaring (septum), di mana suatu zat itu tertahan. Percobaan ini bertujuan
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number, menentukan filterability
number dari CaCO3 dengan media pasir silika tertahan ayakan 1000 mikron dan pasir silika
tertahan 2000 mikron dan membandingkan filterability number dari berbagai variasi jenis media
pasir silika tertahan ayakan 1000 mikron dan pasir silika tertahan 2000 mikron. Percobaan filtrasi
skala laboratorium dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman tentang filtrasi itu sendiri.
CaCO3 sebanyak 5 gram dilarutkan dalam 1000 mL air. Dalam percobaan ini menggunakan
filter media pasir silika tertahan ayakan 1000 mikron dan 2000 mikron. Operasi ini menggunakan
alat filterability apparatus dengan melewatkannya pada corong dan inlet suspension dikeringkan
dalam oven sehingga diperoleh suatu padatan.
Dari percobaan ini dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number.
Yaitu head loss, konsentrasi suspensi, konsentrasi filtrasi, kecepatan rata-rata filtrasi dan waktu
filtrasi. Nilai filterability number yang didapat dari percobaan ini adalah 0,07799 untuk pasir silika
100 mikron dan 0,03094 untuk pasir silika 2000 mikron.

Kata kunci: filterability number, filter, filtrasi, suspensi, dan media

I-i
PERCOBAAN 1
FILTRASI

1.1 PENDAHULUAN

1.1.1 Tujuan Percobaan


Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number.
2. Menentukan filterability number dari media pasir silika yang tertahan ayakan
1.000 mikron dan 2.000 mikron.
3. Membandingkan filterability number dari media pasir silika yang tertahan
ayakan 1.000 mikron dan 2.000 mikron.

1.1.2 Latar Belakang


Filtrasi merupakan proses pengolahan dengan cara mengalirkan air limbah
melalui suatu media filter yang disusun dari bahan butiran dengan diameter dan
tebal tertentu. Filtrasi merupakan metode yang paling baik dalam memisahkan
partikel pada suatu larutan suspensi (slurry). Proses filtrasi akan bekerja lebih
efisien setelah adanya partikel-partikel yang telah terkumpul pada medium
penyaringnya.
Proses filtrasi pada suatu industri meliputi ragam dari yang sederhana
sampai yang amat rumit. Filtrasi sering dilakukan dengan menggunakan suatu
buncher funnel dan cairan hisap melalui lapisan tipis dari partikel menggunakan
suatu vakum. Pada kondisi yang lebih sederhana, suspensi dituangkan ke dalam
conical funnel menggunakan kertas saring.
Aplikasi proses filtrasi pada industri yaitu pengolahan air bersih dengan
menggunakan teknologi membran. Selain itu aplikasi filtrasi juga dapat diterapkan
pada pengolahan limbah cair industri karet untuk menghilangkan COD dan BOD.
Percobaan ini penting dilakukan sebagai bekal mahasiswa di dunia kerja dan juga
agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

I-1
2.1 DASAR TEORI

Filtrasi adalah pemisahan campuran fluida solid, dimana fluida mengalir


melalui penyerapan yang menahan partikel padat dari campuran. Filter medium
atau septum adalah penyaring dengan membiarkan cairan lewat dan menahan
sebagian besar solid, dapat berupa saringan, kain, disebut filtrat. Filtrasi dapat
digolongkan menjadi filtrasi dengan driving force, filtration mechanism, by
objective, by operating cycle dan by nature of the solid (McCabe, 1993).
Filtrasi merupakan salah satu metode yang paling baik dalam memisahkan
partikel padat dari suatu larutan suspensi (slurry). Larutan suspensi ini dialirkan
melalui medium berpori atau yang menyerupai saringan dengan luas pori-pori
harus lebih besar sedikit dari ukuran partikel padat dan proses filtrasi akan mulai
bekerja efisien setelah adanya partikel-partikel yang telah berkumpul pada
medium penyaring. Dalam filtarsi, suspensi partikel padat dalam suatu fluida cair
atau gas adalah yang dipindahkan secara fisik atau mekanis dengan menggunakan
suatu medium yang berpori dengan menahan partikel pada fase pemisahan atau
cake dengan melewati filtrat jernih (Geankoplis, 1993).
Pemisahan solid dari suspensi menggunakan medium penyerap atau
saringan yang memisahkan padatan dan meloloskan liquid disebut dengan filtrasi.
Secara umum, pori-pori medium lebih besar daru suatu partikel yang akan
dipisahkan dan media filter bekerja efisien setelah cake terperangkap dalam
medium. Dalam laboratorium, filtrasi sering dilakukan menggunakan suatu
buncher funnel dan cairan dihisap melalui lapisan tipis dan pertikel menggunakan
kertas saring. Dalam industri, kesulitan ditemukan pada mechanical handling dari
banyaknya suspensi dan solid. Terbentuknya cake yang lebih tebal dan untuk
mencapai kecepatan pemisahan diperlukan tekanan tinggi dan area yang luas
(Coulson, 2002).
Fluida mengalir medium filter oleh karena adanya perbedaan tekanan yang
melintasi mediu filter oleh karena adanya perbedaan tekanan yang lebih tinggi
dari tekanan medium filter dan yang beroperasi pada tekanan atmosfer disebelah
hulu dan vakum sebelah hilir. Tekanan di atas tekanan atmosfer dapat disebabkan

I-2
oleh

I-3
I-4

gaya gravitasi yang bekerja pada suatu kolom zat cair, seperti oleh pompa atau
blower dan oleh gaya sentrifugal. Dalam filter gravitasi tidak bisa lebih halus dari
ayakan kasar. Penerapan filter gravitasi di dalam industri terbatas pada
pengeringan cairan dan kristal kasar, klasifikasi air minum dan pengolahan air
limbah (McCabe, 1993).
Medium filter adalah filter pembantu dalam penyaringan yang dapat
menahan zat padat. Dalam proses filtrasi terdapat dua macam medium filter yang
digunakan yaitu (Brown, 1990):
1. Medium filter primer, yaitu filter pembantu yang dapat berupa kran, kanvas,
kertas saring dan lain-lain.
2. Medium filter sekunder, yaitu medium filter yang sesungguhnya terbentuk
karena adanya padatan yang tertahan oleh medium primer.
Pada awal proses filtrasi yang berperan adalah filter medium, tetapi dengan
semakin bertambahnya tebal cake maka medium filter yang lebih efektif adalah
medium filter sekunder karena cake memberikan tekanan filtrasi yang besar.
Klasifikasi filter dapat dibedakan menjadi sebagai berikut
(Geankoplis, 1993):
1. Filter Klasifikasi
Filter klasifikasi disebut juga sebagai filter hamparan tebal, karena partikel-
partikel zat padat dianggap di dalam medium filter dan biasanya tidak ada
lapisan zat padat yang terlihat dari permukaan medium.
2. Filter Ampas
Filter ampas adalah untuk memisahkan zat padat yang kualitasnya besar
dalam bentuk ampas, kristal atau lumpur.
3. Filter Plate atau frame press
Filter jenis ini diatur berlapis satu lengan dengan yang lain dan didukung
sepasang jalur (rcl). Bagian plate mempunyai permukaan bergaris-garis dan
bagian tepinya lebih tebal sedikit yang harus dibuat dengan kehaiti-hatian.
Sedangkan frame yang tidak terisi bagian tengahnya dipasang disamping plate
dengan meletakkan kertas atau kain saring ditengahnya dan dirapatkan dengan
sekrup pemutar oleh tangan disebut press.
I-5

4. Filter Daun
Filter jenis ini biasanya dilakukan pada tekanan yang lebih tinggi dari filter
press serta menghemat tenaga manusia.
5. Filter Kontinyu
Dalam filter ini biasanya pada jenis tromol putar umpan filter dan ampas
bergerak dengan laju yang tetap dan steady.
Septum atau medium penyaring pada setiap filter harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut (McCabe, 1993):
1. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat
yang cukup jernih.
2. Tidak mudah terkontaminasi.
3. Harus tahan secara kimiawi dan kuat secara fisik dalam kondisi operasi.
4. Harus memungkinkan kemampuan cake dan pengeluaran cake secara total dan
bersih.
Filter dapat dibedakan berdasarkan gaya pendorongnya sebagai berikut
(Foust, 1980):
1. Gravity filters.
2. Plate and frame filters.
3. Batch filters.
4. Continous rotary vacuum filters.
Filterability bukan merupakan sifat khusus dari suspensi tetap merupakan
sifat yang saling mempengaruhi antara suspensi dan filter media. Jika salah satu
sifat dari suspensi atau filter media dijaga konstan, sebagai contoh penggunaan
filter media yang standar maka perubahan dari filterability hanya mencerminkan
perubahan suspensi. Suatu suspensi akan dianggap mudah disaring jika dapat
melewati porous media dangan cepat, menghasilkan filtrat jernih dengan sedikit
sumbatan pada filter media. Penyumbatan tersebut biasanya dinyatakan sebagai
loss of permeability, yang menunjukkan penambahan pressure drop atau
headloss. The filterability number (F), dapat dihitung berdasarkan rumus
(McCabe, 1999):
I-6

H.C ...(1.1)
F=
V . Co. t

Dimana:
H = Headloss (tekanan terukur)
C = Konsentrasi rata-rata
Co = Konsentrasi inlet suspension
V = Kapadatan rata-rata (volumetric flow rate per unit area)
t = Waktu operasi penyaringan
Proses filtrasi terjadi reaksi kimia dan fisika, sehingga banyak faktor-
faktor yang saling berkaitan yang mempengaruhi kualitas air dari filtrasi (efisiensi
dan sebagainya). Faktor-faktor tersebut adalah (Brown, 1990):
1. Debit Filtrasi
Debit yang terlalu besar akan menyebabkan filter tidak berfungsi efisien
sehingga proses filtrasi tidak dapat terjadi dengan sempurna akibat adanya
aliran air yang terlalu cepat dalam melewati rongga diantara media pasir. Hal
ini menyebabkan berkurangnya waktu kontak antata permukaan butiran media
penyaring dengan air yang akan disaring.
2. Konsentrasi Keseluruhan
Konsentasi kekeruhan sangat mempengaruhi efisiensi dan filtrasi. Konsentrasi
kekeruhan air yang sangat tinggi menyebabkan tersumbatnya lubang pori dari
media akan terjadi clogging. Jika konsentrasi kekeruhan terlalu tinggi harus
dilakukan suatu pengolahan terlebih dahulu, seperti dilakukan suatu
pengolahan terlebih dahulu, seperti dilakukan proses koagulasi dan floakulasi
serta sedimentasi.
3. Temperatur
Adanya perubahan suhu atau temperatur air yang difiltasi, menyebabkan
massa jenis, viskositas absolut dan viskositas kinematik dari air akan
mengalami perubahan. Selain itu juga akan mempengaruhi daya tarik menarik
antar partikel halus penyebab kekeruhan sehingga terjadi perbedaan dalam
ukuran besar partikel akan disaring.
I-7

4. Kedalaman Media, Ukuran dan Material


Media yang terlalu tebal biasanya mempunyai daya saring yang sangat tinggi,
tetapi membutuhkan waktu pengalihan yang cukup dan dari segi ekonomis
tidak menguntungkan. Sebalikny, media yang terlalu tipis, selain memiliki
waktu pengalihan yang pendek kemungkinan juga memiliki daya saring yang
rendah. Ukuran besar kecilnya diameter butiran media filtrasi berpengaruh
pada porositas, laju filtrasi dan kemampuan daya saring, keadaan media yang
terlalu kasar atau halus akan menimbulkan variasi dalam ukuran antar pori.
Lubang pori yang terlalu besar akan meningkatkan rate dan filtrasi, dan juga
akan disaring, begitu juga sebaliknya.
5. Tinggi Muka Air di atas Media Dan Kehilangan Tekanan
Tinggi muka air di atas media dan kehilangan tekanan tersedianya muka air
diatas media akan meningkatkan daya tekan air untuk masuk ke dalam pori.
Muka air yang tinggi akan meningkatkan laju filtrasi. Besarnya tekanan air
yang ada di dasar media dan di atas media akan berbeda saat difiltrasi.
Pasir silika (silika acid) adalah suatu material yang paling umum
ditemukan di kerak kontinen bumi, dikenal dengan rumus SiO 2 (silika dioksida).
Pasir ini memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusa. Sebagai contoh pasir
silika digunakan sebagai bahan untuk saringan filter air. Mineral ini memiliki
struktur kristal heksagonal yang terbuat dari silika trigonal terkristalisasi (silikon
dioksida, SiO2) dengan skala kekerasan mohr 7 dan tingkat densitas 2,65 g/cm 3.
Bentuk umum dari pasir silika adalah prisma segi enam yang memiliki ujung
piramida segi enam (Nusantara, 2015).
Proses filtrasi dalam industri meliputi ragam operasi mulai dari pemisahan
sederhana sampai separasi yang amat rumit. Dalam filtrasi industri, kandungan zat
padat berkisar dan hanya runutan sampai persen yang sangat tinggi kadang-
kadang umpan itu dimodifikasi dengan perlakuan pendahuluan untuk
meningkatkan laju filtasi, memanaskan umpan, rekristalasi atau dengan
menambahkan filter acid seperti selulosa, kapur giling atau tanah distoma
(McCabe, 1996).
I-8

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan saat menentukan alat dan


kondisi operasi adalah (Coulsom, 2002):
a. Properti fluida, terutama vikositas, densitas dan sifat korosif.
b. Sifat alami solid yaitu ukuran dan bentuk partikel, size distribution dan
packing.
c. Konsentrasi solid dalam suspensi.
d. Kuantitas material yang diinginkan dan nilainya.
e. Apakah produk yang diinginkan adalah solid, fluida atau keduannya.
f. Apakah perlu mencuci padatan yang disaring.
g. Apakah sangat mudah terkontaminasi oleh kontak suspensi/filtrat dengan
komponen peralatan sehingga merugikan produk.
h. Apakah umpan perlu dipanaskan.
i. Apakah beberapa bentuk pretreatment akan membantu.
Berdasarkan prinsip kerjanya, operasi filtrasi dapat dibedakan atas
(Foust, 1980):
1. Pressure Filtration, yaitu filtrasi yang digunakan dengan tekanan, contohnya
adalah plate dan filter press.
2. Gravity Filtraton, yaitu filtrasi yang dilakukan dengan bantuan gaya gravitasi,
contohnya adalah sand filter (saringan pasir).
3. Vacuum Filtration, yaitu filtrasi dimana cairan mengalir karena prinsip hampa
udara, contohnya adalah rotary drum filter.
Operasi filtrasi dapat diilustrasikan pada gambar berikut ini
(Coulson, 2002):
I-9

Gambar 1.1 Prinsip Filtrasi

Gambar 1.1 menunjukkan medium filter kondisi ini adalah kain dan lapisan solid
atau filter cake yang terbentuk sebagai pendukug. Dalam operasi cake berangsur-
angsur terbentuk di atas medium dan semakin menahan aliran. Awalnya partikel
terperangkap dalam lapisan permukaan untuk membentuk media filter
sebenarnya. Faktor utama yang menentukan kecepatan filtasi adalah:
1. Tekanan dan umpan pada sisi mediaum penyaring
2. Area permukaan saringan
3. Viskositas filtrat
4. Ketahanan filter cake
5. Ketahanan filter medium dan lapisan awal cake
Kalsium karbonat umumnya berwarna putih dan umumnya sering
dijumpai pada batu kapur, kalsit, marmer, dan batu gamping. Selain itu kalsium
karbonat juga banyak dijumpai pada skalanya berasal dari tetesan air tanah selama
ribuan bahkan jutaan tahun. Seperti namanya kalsium karbonat ini terdiri dari 2
unsur kalsium dan 1 unsur karbon-karbon dan 3 unsur oksigen. Setiap unsur
karobon terikat kuat dengan kalsium pada suatu senyawa, kalsium karbonat bila
I-10

dipanaskan akan pecah dan menjadi sebuk lemah yang lunak yang dinamakan
kalsium (CaO) (Perry, 1997).
1.3 METODOLOGI PERCOBAAN

1.3.1 Alat dan Rangkaian Alat


[Link] Alat Utama
Alat utama yang digunakan pada percobaan ini adalah W4 Filterability
apparatus.

Rangkaian alat:

Gambar 1.2 Rangkaian Alat W4 Filterability Apparatus

Keterangan:
A. Perspex column
B. Storage funnel
C. Flow control valve
D. Flowmeter
E. Manometer
F. Manometer Air release plug
G. Drain outlet tube

I-11
I-12

[Link] Alat pendukung


Alat-alat pendukung yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
– Gelas ukur 25 mL dan 1000 mL – Stopwatch – Pengaduk kaca
– Gelas beker 1000 mL – Oven – Sudip
– Cawan porselin – Neraca analitik – Ayakan
– Corong – Gelas Arloji – Desikator

1.3.2 Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah:
– Pasir silika ukuran 1000 mikron dan 2000 mikron
– CaCO3 5 gram
– Kertas saring
– Akuades

1.3.3 Prosedur Percobaan


[Link] Percobaan Pendahuluan (Preliminary)
1. Peralatan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.2 diisi dengan cairan
jernih secara reverse flow filling melalui drain outlet tube dengan bantuan
corong kecil untuk menghilangkan gelembung udara.
2. Manometer air release plug dan flow control valve dibuka saat pengisian.
3. Manometer air release plug dan flow control valve ditutup setelah mencapai
tinggi yang sama.
4. Drain outlet tube dimasukkan dalam penampungan
5. Flow control valve dibuka untuk mengecek aliran.

[Link] Persiapan Media (Preparation of Media)


1. Pasir silika yang tertahan ayakan 1000 mikron diambil untuk menyediakan
timbunan setinggi 4 cm.
2. Media dipindahkan ke dalam perspex column dan dibasahi, kemudian
Perspex column dirangkai kembali.
I-13

3. Peralatan diisi dengan cairan jernih secara reverse flow filling melalui drain
outlet tube.
4. Cairan dikosongkan sampai batas perspex column yang berisi media, flow
control valve dibuka dan drain outlet tube dimasukkan dalam penampungan.
5. Waktu dan volume pengosongan dicatat.

[Link] Persiapan Suspensi


1. CaCO3 ditimbang sebanyak 5 gram.
2. CaCO3 dilarutkan dalam 1000 mL akuades.

[Link] Test Filterability


1. Peralatan diisi dengan cairan jernih secara reverse flow filling melalui drain
outlet tube dengan bantuan corong kecil untuk menghilangkan gelembung
udara.
2. Manometer air release plug dan flow control valve dibuka saat pengisian.
3. Manometer air release plug dan flow control valve ditutup setelah mencapai
tinggi yang sama.
4. Larutan suspensi diisi ke dalam storage funnel.
5. Drain outlet tube dimasukkan dalam penampungan dan flow control valve
dibuka.
6. Headloss yang tertera pada manometer dibaca.
7. Waktu pengumpulan filtrat dan volume yang tertampung dicatat.
8. Filtrat yang tertampung disaring dengan kertas saring.
9. Endapan basah ditimbang, dikeringkan dengan menggunakan oven dan
didinginkan dengan desikator kemudian ditimbang kembali sebagai endapan
kering.
10. Lakukan cara yang sama untuk media pasir silika yang tertahan ayakan 2000
mikron.
1.4 HASIL DAN PEMBAHASAN

1.4.1 Hasil Pengamatan


Tabel 1.1 Hasil Pengamatan pada Pasir Silika 1000 mikron
Manometer Waktu
Berat Volume
Jenis Pengosongan
Suspensi Suspensi Filtrat (mm) Pengosongan Filtrat
Media (mm)
(gram) (mL) (s) (s)
h1 h2 ∆h h1 h2 ∆h
Silika
1000
5 1000 340 240 100 260 150 110 3,02 44,57
mikro
n

Tabel 1.1 (Lanjutan)


Massa Massa Endapan + Volume Volume
Massa Endapan
Jenis Kertas Kertas Saring Pengosonga Filtrasi
(gram)
Media Saring (gram) n (mL) (mL)
(gram) Basah Kering Basah Kering
Silika
1000 2,2 12,7 5,6 10,5 3,4 16,5 970
mirkon

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan pada Pasir Silika 2000 mikron


Manometer Waktu
Berat Volume
Jenis Pengosongan
Suspens Suspensi Filtrat (mm) Pengosongan Filtrat
Media (mm)
i (gram) (mL) (s) (s)
h1 h2 ∆h h1 h2 ∆h
Silika
2000
5 1000 240 210 30 254 198 56 1,78 36,04
mikro
n

I-14
I-15

Tabel 1.2 (Lanjutan)


Massa Massa Endapan + Volume Volume
Massa Endapan
Jenis Kertas Kertas Saring Pengosonga Filtrasi
(gram)
Media Saring (gram) n (mL) (mL)
(gram) Basah Kering Basah Kering
Silika
2000 2,2 13,2 6,4 11 4,2 26 980
mirkon

1.4.2 Hasil Perhitungan


Tabel 1.3 Hasil Perhitungan Proses Filtrasi pada Silika 1000 mikron
Jenis C Co V t filtrasi
H (cm) F
Media (gr/cm3) (gr/cm3) (cm/s) (s)
Silika
1000 10 3,422x10-3 0,005 2,109 41,55 0,07799
mikron

Tabel 1.4 Hasil Perhitungan Proses Filtrasi pada Silika 2000 mikron
Jenis C Co V t filtrasi
H (cm) F
Media (gr/cm3) (gr/cm3) (cm/s) (s)
Silika
2000 3 4,371x10-3 0,005 2,474 34,26 0,03094
mikron

1.4.3 Pembahasan
Filrerablitity number adalah bilangan yang tidak berdimensi yang
digunakan untuk menentukan kemampuan filtrasi suatu media filter. faktor –
faktor yang mempengaruhi filterability number yaitu headloss, konsentrasi rata–
rata filtrat, kecepatan rata–rata dan waktu operasi penyaringan. Media yang
digunakan adalah pasir kuarsa yang tertahan ayakan 1000 mikron dan 2000
mikron.
Supensi yang digunakan adalah CaCO3 yang dilarutkan dalam akuades.
Hal ini bertujuan untuk mempercepat reaksi pelepasan kalor CaCO3 yang
menghasilkan endapan dan kekeruhan. Penggunaan suspensi CaCO3 sebagai cake
dalam filtrasi. Cake yang mempengaruhi filterability number sesuai konsentrasi
dari sifat suspensi. Semakin banyak cake yang tertahan maka akan semakin jernih
filtrat dan semakin lama proses filtrsasi berjalan.
I-16

Kecepatan operasi filtrasi mempengaruhi nilai filterability number. Pada


percobaan, kecepatan filtrasi untuk silika 1000 mikron adalah 2,109 cm/s,
sedangkan untuk silika 2000 mikron adalah 2,474 cm/s. Nilai kecepatan filtrasi
silika 2000 mikron lebih besar daripada silika 1000 mikron. Hal ini karena
semakin besar ukuran partikel maka semakin besar pula kecepatan aliran suspensi
yang melewati media filter.
Headloss adalah kerugian tekanan yang terjadi pada aliran internal.
Berdasarkan percobaan ini nilai ∆H pada pasir silika 1000 mikron dan 2000
mikron adalah 10 cm dan 3 cm. Headloss pada pasir silika 1000 mikron lebih
besar daripada pasir silika 2000 mikron. Hal ini dikarenakan endapan CaCO 3
(cake) yang menyebabkan headloss pada aliran air di media pasir silika 1000
mikron lebih banyak. Pasir silika 2000 mikron memiliki ukuran lebih besar
daripada pasir silika 1000 mikron, sehingga endapan lebih sedikit tersaring pada
pasir silika 2000 mikron. Semakin besar nilai headloss maka nilai F juga akan
semakin besar sehingga pasir silika 1000 mikron memiliki daya filtrasi yang lebih
baik.
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai konsentrasi filtrat untuk media pasir
silika 1000 mikron dan 2000 mikron berturut-turut adalah 3,442x10-3 g/cm3 dan
4,371x10-3 g/cm3. Nilai konsentrasi filtrat untuk media pasir silika 2000 mikron
lebih besar daripada pasir silika 1000 mikron karena ukuran partikel pasir silika
2000 mikron lebih besar dan lebih regang, sehingga larutan suspensi lebih mudah
lolos dari media filter. Sedangkan ukuran partikel 1000 mikron lebih kecil dan
lebih cepat sehingga cake yang tertahan pada media filter lebih banyak dan
menyebabkan larutan suspensi lebih sulit lolos, sehingga filtrat yang dihasilkan
lebih jernih dan konsentrasi filtratnya lebih kecil.
Faktor lainnya adalah waktu filtrasi. Waktu filtrasi mempengaruhi
kecepatan filtrasinya. Waktu filtrasi untuk pasir silika 1000 mikron dan 2000
mikron secara berturut-turut adalah 41,55 s dan 34,26 s. Waktu filtrasi pasir silika
1000 mikron lebih besar dibandingkan pasir silika 2000 mirkon. Hal ini
dikarenakan ukuran partikel 1000 mikron lebih kecil sehingga waktu yang
diperlukan untuk melewati media akan semakin lama.
I-17

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai filterability number dari


pasir silika 1000 mikron dan 2000 mirkon secara berturut-turtut sebesar 0,07799
dan 0,03094. Nilai filterability number pada pasir silika 1000 mikron lebih besar
dibandingkan pasir silika 2000 mikron. Semakin besar nilai F maka semakin baik
pula kemampuan media filter tersebut melakukan filtrasi. Hal ini dikarenakan
ukuran partikel medianya lebih kecil dan jarak antara partikel kecil sehingga daya
saring pasir silika 1000 mikron lebih baik daripada pasir silika 2000 mikron.
1.5 PENUTUP

1.5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil pada percobaan ini adalah:
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi filterability number adalah headloss,
kecepatan rata-rata filtrasi, konsentrasi filtrat dan waktu filtrasi.
2. Nilai filterability number untuk filter media pasir silika 1000 mikron adalah
0,07799 dan untuk pasir silika 2000 mikron adalah 0,03094.
3. Berdasarkan percobaan nilai filterability number terbaik adalah pasir silika
1000 mikron. Filterability yang baik ditunjukkan dengan nilai F yang tinggi.

1.5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada percobaan ini adalah agar menggunakan
suspensi jenis seperti tepung jagung agar dapat memberikan hasil percobaan yang
bervariasi.

I-18
DAFTAR PUSTAKA

Brown, G. G. 1990. Unit Operation. John Willey and Son Inc. New York.

Coulson, Richardson J. F., J. H. Horker. 2002. Chemical Engineering Volume 2


6th Edition. Prentice-Hall. New York.

Foust, A. S. 1980. Principles of Unit Operation 2nd Edition. John Willey and Son
Inc. New York.

Geankoplis, Christie J. 1993. Transport Processes and Unit Operation 3rd Edition.
Prentice-Hall. New York.

McCabe, W. L., Smith J. C., and Harriott P. 1993 Unit Operation of Chemical
Engineering 5th Edition. McGraw-Hill. New York.

McCabe, W. L., Smith J. C and Harriott. 1999. Operasi Teknik Kimia Jilid 1.
Erlangga. Jakarta.

Nusantara, Nansino. 2015. Penggunaan Pasir Silika dalam Industri. Universitas


Padjajaran. Bandung.

Perry, R. H. 1997. Chemical Engineering Handbook 7th Edition. McBraw-Hill.


New York.

DP-I-1
LAMPIRAN PERHITUNGAN

1. Media Pasir Silika yang tertahan ayakan 1000 mikron


Diketahui:
h1 = 340 mm = 34 cm
h2 = 240 mm = 24 cm
mCaCO3 = 5 gram
ρair = 1 g/cm3
Vair = 1000 mL
mendapan kering = 3,4 gram
tfiltrasi = 44,57 s
Vpengosongan = 16,5 mL = 16,5 cm3
Vfiltrasi = 970 mL = 970 cm3
d = 3,8 cm
tpengosongan = 3,02 s
mendapan basah = 10,5 gram
Ditanya: F
Jawab:
a. Menghitung headloss (∆H)
∆H= h1-h2
= (34-24)cm = 10 cm
b. Menghitung Konsentrasi inlet suspension
m. CaCO3 5 gram
C o= = =0,005 g/ml
V air 1000 mL
c. Menentukan konsentrasi rata-rata filtrat (C)
- mair menguap= ( mendapan basah−mendapankering )
¿ ( 10,5−3,4 ) gram
¿ 7,1 gram

LP-I-1
mair menguap 7,1 gram
V air menguap = = =7,1 cm3
- ρair gram
1
cm3

LP-I-2
LP-I-2

- V filtrat =V filtrat−V pengosongan +V menguap


¿( 970−16,5+7,1)cm3
¿ 993,6 cm3
- Konsetrasi rata-rata filtrat
m endapan kering 3,4 gram −3 g
C= = 3
=3,421 x 10
V filtrat 993,6 cm cm3
- Menghitung kecepatan rata-rata (v)
Q
V=
A
V filtrat 993,6 cm3 cm3
Q= = =23,913
t filtrat 41,55 s s
Dimana tfiltrat = tfiltrasi - tpengosongan
= (44,57-3,02) s
= 41,55 s
dan,
2
π d 2 ( 3,14 )( 3,8 )
A= = =11,335 cm2
4 4
jadi,
cm3
23,913
Q s cm
v= = 2
=2,109
A 11,335 cm s
e. Menghitung filterability number
g

F=
∆ H .C
=
(
( 10 cm ) 3,422 x 10−3
cm3 )
v .C o .t
(2,109 cms )(0,005 cmg )( 41,55 s )
3

¿ 0,07799

2. Media Pasir Silika yang tertahan ayakan 2000 mikron


Diketahui:
h1 = 240 mm = 24 cm
h2 = 210 mm = 21 cm
LP-I-3

mCaCO3 = 5 gram
ρair = 1 g/cm3
Vair = 1000 mL
mendapan kering = 4,2 gram
tfiltrasi = 36,04 s
Vpengosongan = 26 mL = 26 cm3
Vfiltrasi = 980 mL = 980 cm3
d = 3,8 cm
tpengosongan = 1,78 s
mendapan basah = 11 gram
Ditanya: F
Jawab:
a. Menghitung headloss (∆H)
∆H= h1-h2
= (24-21)cm = 3 cm
b. Menghitung Konsentrasi inlet suspension
m. CaCO3 5 gram
C o= = =0,005 g/ml
V air 1000 mL
c. Menentukan konsentrasi rata-rata filtrat (C)
- mair menguap= ( mendapan basah−mendapankering )
¿ ( 11−4,2 ) gram
¿ 6,8 gram
mair menguap 6,8 gram
V air menguap = = =6,8 cm3
- ρair gram
1
cm3
- V filtrat =V filtrat−V pengosongan +V menguap
¿( 980−26+ 6,8)cm3
¿ 960,8 cm3
- Konsetrasi rata-rata filtrat
m endapan kering 4,2 gram −3 g
C= = 3
=4,371 x 10
V filtrat 960,8 cm cm3
LP-I-4

- Menghitung kecepatan rata-rata (v)


Q
V=
A
V filtrat 960,8 cm3 cm3
Q= = =28,044
t filtrat 34,26 s s
Dimana tfiltrat = tfiltrasi - tpengosongan
= (36,04-1,78) s
= 34,26 s
dan,
2
π d 2 ( 3,14 )( 3,8 )
A= = =11,335 cm2
4 4
jadi,
cm3
28,044
Q s cm
v= = 2
=2,474
A 11,335 cm s
e. Menghitung filterability number
g

F=
∆ H .C
=
(
( 3 cm ) 4,371 x 10−3
cm3 )
v .C o .t
(2,474 cms )( 0,005 cmg ) ( 34,26 s )
3

¿ 0,03094

Anda mungkin juga menyukai