Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH

DISUSUN OLEH :
SILVY WAHYU FRADINI
A1C117023

DOSEN PENGAMPU
Drs. Abu Bakar, M.Pd

NAMA ASDOS
HUDIA UMAMI FAISAL (A1C116017)
MAYA RISKITA (A1C116028)
MUTIA SAFITRI (A1C116043)
RINI ANGGI ARISTA (A1C116018)
SHABRINA NUR HAFIZAH (A1C116037)
ZELVI ARYANI (RSA1C116001)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020
VII. DATA PENGAMATAN

7.1 Reaksi Dengan Air

No. Perlakuan Pengamatan


1. 100 ml air biasa + Kalsium Bereaksi, ada gelembung gas H2, Ca larut,
setelah beberapa menit warna larutan
berwarna putih dan gelembung gas
semakin banyak.
2 100 ml air biasa + Magnesium Tidak bereaksi, tidak ada gelembung gas.
3 100 ml air panas + Magnesium Bereaksi, ada gelembung gas H2,
magnesium larut.

7.2 Sifat Asam-basa

No. Perlakuan Pengamatan


1. 0,01 gr Mg(OH)2 + Air + 2 tetes Terbentuk endapan putih, diuji dengan
indikator PP indicator universal dihasilkan pH larutan 8

2 0,01 gr Ca(OH)2 + air + 2 tetes Terbentuk endapan putih yang lebih sedikit
indikator pp dibandingkan Mg, pH larutan 10

7.3 Hidrolisis Klorida

No. Perlakuan Pengamatan


1. BaCl2 di panaskan Tidak melebur
2 MgCl2 di panaskan Meleleh
3 CaCl2 di panaskan Meleleh seluruhnya

7.4 Kestabilan Termal Garam Karbonat

No. Perlakuan Pengamatan


1. MgCO3 dipanaskan, gas dialirkan Bereaksi dengan air lemon, menyebabkan
ke air lemon banyak timbulnya gelembung gas dan air
lemonnya mendidih. Reaksinya cepat pada
detik ke 27
2 CaCO3 dipanaskan, gas dialirkan ke Lambat bereaksi dengan air lemon,
air lemon menyebabkan timbulnya gelembung gas
tetapi hanya sedikit, reaksinya terjadi pada
detik ke 80.
3 SrCO3 dipanaskan, gas dialirkan ke Lebih lambat bereaksi dengan air lemon,
air lemon menyebabkan timbulnya gelembung gas
lebih sedikit, reaksinya terjadi pada detik
ke 120.
4. BaCO3 dipanaskan, gas dialirkan ke Paling lambat bereaksi dengan air lemon,
air lemon menyebabkan timbulnya gelembung gas
paling sedikit, reaksinya terjadi diatas 120
detik.

7.5 Kelarutan Beberapa Senyawa Unsur Alkali

No. Perlakuan Pengamatan


1. a. Ion Ca2+
 Warna larutan kecokelatan, terdapat
 CaSO4 + CO3
endapan cokelat

 Larutan bening, terdapat


 CaSO4 + SO4
endapan putih

 Larutan keruh, terdapat sedikit


 CaSO4 + KOH
endapan

2. b. Mg2+
 Larutan keruh, dan terdapat
 MgO + CO3
endapan cokelat

 Larutan bening dan terdapat


 MgO + SO4
endapan putih

 MgO + KOH  Larutan bening dan terdapat sedikit


endapan

c. Ba2+
 Larutan keruh dan terbentuk
 Ba(NO3)2 + SO
endapan putih
 Larutan bening dan terbentuk
 Ba(NO3)2 + KOH
endapan putih

 Ba(NO3)2 + CO3  Larutan kecokelatan, sedikit


terbentuk endapan melayang

VIII. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan tentang unsur-unsur alkali tanah.
Yang mana tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui sifat-sifat unsur alkali tanah baik
itu sifat fisika maupun sifat kimianya. Untuk mengetahui sifat-sifat tersebut maka kami
melakukan beberapa uji pada unsur-unsur golongan alkali tanah yaitu ada uji kelarutan dalam air
biasa dan air panas, uji untuk mengetahui sifat asam dan basa, uji hidrolisis klorida, uji
kestabilan garam karbonat dan uji kelarutan beberapa unsure alkali.
Adapun unsure-unsur yang termasuk dalam golongan alkali tanah yaitu Berilim (Be),
Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Logam
alkali tanah banyak tersebar di air aut dan mineral. Berilium terdapat di mineral beril;
magnesium terdapat di mineral magnesit, dolomit, asbestos; kalsium terdapat pada dolomit dan
gips; stronsium terdapat di mineral sebesit; barium terdapat di barit; dan radium terdapat pada
pitchblende. Hasil yang didapatkan pada percobaan ini yaitu:

8.1 Reaksi Dengan Air


Berdasarkan video yang saya lihat, bahwa pada percobaan reaksi dengan air ini dilakukan
dua perlakuan pada dua unsur alkali tanah yang berbeda yaitu pada unsur kalsium dan
magnesium hasil yang didapatkan yaitu untuk perlakuan pertama ketika unsur kalsium
direaksikan dengan air hasilnya itu kalsium bereaksi dengan air yang ditandai dengan adanya
gelembung-gelembung dalam larutan tersebut dan setelah beberapa menit warna larutan berubah
menjadi putih yang berarti menandakan bahwa kalsium larut dalam air dan semakin lama
gelembung-gelembungnya semakin banyak . gelembung-gelembung tersebut merupakan gas H2
yang dihasilkan dari reaksi kalsium dengan air. Adapun persamaan reaksi kalsium dengan air
yaitu:
Ca + 2H2O → Ca(OH)2 + H2
Untuk perlakuan kedua yaitu reaksi magnesium ketika dilarutkan dalam air. Di video
yang saya lihat bahwa pada unsur magnesium ini dilakukan dengan dua kali yaitu dengan
melarutkan nya dengan air biasa seperti unsur kalsium diatas dan dengan melarutkannya dalam
air panas. Yang mana hasil yang didapatkan ketika magnesium dilarutkan dalam air biasa dan air
panas hasilnya itu berbeda. Katika magnesium dilarutkan dalam air biasa didapatkan hasil bahwa
magnesium tidak bereaksi dengan air biasa dan tidak ada gelembung-gelembung gas yang
dihasilkan dalam larutan tersebut. Sedangkan untuk hasil yang didapatkan ketika magnesium
dilarutkan dalam air panas yaiut terlihat bahwa magnesium larut dalam air panas dan terdapat
gelembung-gelembung gas didalam larutannya yang merupakan gas hidrogen. Adapun
persamaan reaksi antara magnesium dengan air yaitu:
Mg + 2H2O → Mg(OH)2 + H2
Jadi dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa magnesium dan kalsium pada
dasarnya larut dalam air. Akan tetapi unsur magnesium itu larut pada air panas dan sukar larut
dalam air biasa sedangkan kalsium itu larut dalam air biasa. Untuk unsur alkali tanah yang lain
semuanya larut dalam air biasa kecuali berilium yang sama sekali tidak larut dalam air baik air
panas maupun air dingin. Tingkat kelarutan alkali tanah didalam air dalam satu golongan dari
atas ke bawah kelarutannya semakin meningkat. Jadi urutannya Mg<Ca<Sr<Ba<Ra. Hal ini
menunjukan bahwa logam Ca lebih reaktif.

8.2 Sifat Asam-basa


Pada percobaan ini diuji sifat asam dan basa dari beberapa unsur alkali yaitu unsur
magnesium dan kalsium. Yang mana kemudian masing-masing unsur ini dilarutkan dalam air
dan ditambahkan indikator pp untuk menguji sifat keasaman dan kebasaan dari unsur tersebut
serta ditentukan pH nya dengan kertas indikator universal. Hasil yang didapat ketika magnesium
dilarutkan dalam air hasilnya itu terdapat endapan putih dan ketika diuji dengan kertas indikator
universal didapatkan pH nya yaitu 8. Kemudian ketika kalsium dilarutkan dalam air juga
hasilnya terbentuk endapan putih akan tetapi endapan putihnya lebih sedikit dari pada endapan
putih ketika magnesium dilarutkan. Untuh pH yang didapatkan ketika dicek dengan kertas
indikator universal didapat pH larutan kalsium yaitu 10. Persamaan reaksi ketika magnesium dan
kalsium dilarutkan dalam air yaitu:
MgO + H2O → Mg(OH)2
Mg(OH)2 + H2O → Mg2+ + 4OH- + H2
Ca(OH)2 → Ca2+ + 2OH
Ca(OH)2 + H2O → Ca2+ + 4OH- + H2
Dari percobaan yang telah dilakukan terlihat bahwa magnesium dan kalsium sama-sama bersifat
basa. Yang mana pada percobaan tersebut juga terdapat endapan putih, dimana endapan ini
terbentuk karena MgO sukar larut dlaam air atau kelarutannya kecil. Jika hasilnya dibandingkan
dengan literature maka hasilnya ini sesuai dengan literatur, yang mana menurut literature
semakin besar-besar jari-jari ataom unsur alkali maka semakin besar pula nomor atomnya dan
sifat kebasaan nya juga semakin kuat. Sebagai mana antara unsur magnesium dan kalsiun jika
dilihat dari nomor atom dan jari-jarinya lebih besar nomor atom dan jari-jari dari kalsium dari
pada magnesium. Oleh karena itu pH kebasaan nya juga akan lebih besar sebagaimana yang
didapatkan dalam percobaan bahwa pH dari unsur kalsium yang didapatkan yaitu 10 sedangkan
magnesium pHnya hanya 8. Menurut literatur urutan pH seharusnya Mg(OH)2 <MgO <Ca(OH)2
<Ba(OH)2.

8.3 Hidrolisis Klorida


Percobaan ini dilakukan yaitu untuk mengetahui kekuatan hidrolisis klorida dari beberapa
unsure alkali. Yang mana untuk mengetahui beberapa kekuatan hidrolisis klorida dari unsur
alkali yaitu dilakukan dengan cara memanaskan klorida hidrat dan memeriksa gas hidrogen
klorida (HCl) yang dihasilkan. Dalam percobaan ini unsur yang diuji kekuatan hidrolisis klorida
nya yitu unsure magnesium, kalsium dan barium. Yang mana masing-masing unsure tersebut
dipanaskan. Persamaan reaksi ketika magnesium, kalsium dan barium dipanaskan yaitu:
MgCl2(s) + 2H2O → Mg(OH)2(aq) + 2HCl(l)
CaCl2(s) + 2H2O → Ca(OH)2(aq) + 2HCl(l)
BaCl2 (s) + 2H2O → Ba(OH)2 + 2 HCl(l)
Hasil yang didapatkan ketika masing-masing unsur klorida hidrat alkali tanah dipanaskan
yaitu untuk unsur barium klorida ketika dipanaskan hasilnya itu kristalnya tidak melebur,
kemudian ketika magnesium klorida hasilnya itu kristalnya menjadi meleleh sebagian sedangkan
ketika kalsium klorida dipanaskan hasilnya itu Kristal nya meleleh seluruhnya dengan cepat.
Dari percobaan ini juga dihasilkan gas klorida kecuali pada unsur barium klorida karena pada
barium klorida itu dipanaskan tidak bereaksi. Gas klorida yang dihasilkan ini sangat berbahaya
oleh karena itu akan lebih baik jika dilakukan di ruangan terbuka sehingga gas nya tidak terhirup
langsung.

8.4 Kestabilan Termal Garam Karbonat


Pada percobaan ini dilakukan pemanasan dari beberapa garam karbonat dari unsur alakali
tanah. Adapun garam karbonat yang diuji kestabilan termalnya yaitu magnesium karbonat,
kalsium karbonat, barium karbonat dan stronsium karbonat. Hasil yang didapatkan masing-
masing unsur ini ketika dipanaskan berbeda-beda. Kemudian ketika masing-masing garam
karbonat ini dipanaskan untuk mengetahui ada tidak nya gas yang keluar maka dihubungkan lah
tabung reaksi saat dipanaskan tersebut dengan selang kedalam gelas kimia yang berisi air lemon.
Hasil yang didapatkan ketika magnesium karbonat dipanaskan dan dihubungkan dengan
selang kedalam air lemon yaitu terlihat bahwa magnesium karbonat bereaksi dengan air lemon
yang menyebabkan timbulnya banayak gelembung gas dan airnya lemonnya menjadi mendidih.
Reaksinya ini terjadi cepat yaitu pada deti ke-27. Kemudian untuk hasil yang didapat kan pada
kalsium karbonat yaitu reaksinya lambat dan gelembung gas yang dihasilkan dalam air lemon
pun sedikit reaksinya ini terjadi pada detik ke-80. Pada stronsium karbonat juga reaksi nya
lambat bahkan lebih lambat dari pada kalsium karbonat yang mana reaksinya ini terjadi pada
menit ke-120 meskipun lama tetapi juga didapatkan gelembung gas yang sedikit dalam air
lemonnya. Untuk hasil yang terakhir yaitu pada barium karbonat hasilnya itu reaksinya paling
lambat dibandingkan dengan garam karbonat sebelumnya dan juga gelembung gas yang
dihasilkan pun juga paling sedikit dibandingkan garam karbonat yang lainnya. Persamaan reaksi
dari masing-masing garam karbonat dari unsur alkali tanah ketika dipanaskan yaitu:
MgCO3 → MgO + CO2
CaCO3 → CaO + CO2
SrCO3→ SrO + CO2
BaCO3 → BaO + CO2
Jadi jika diurutkan kestabilan termal garam karbonat dari unsur alkali tanah berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan ini yaitu BaCO3˃SrCO3˃CaCO3˃MgCO3. Maksudnya ini yaitu
barium karbonat memiliki kestabilan termal yang lebih besar dibandingan dengan stronsium
karbonat, kasium karbonat dan barium karbonat. Begitu juga untuk unsure stronsium karbonat,
stronsium karbonat ini juga memiliki kestabilan termal yang lebih besar dari kalsium karbonat
dan magnesium karbonat tetapi kestabilan termalnya lebih kecil jika dibandingkan dengan
barium karbonat. Sedangkan kestabilan termal garam karbonat yang paling kecil yaitu pada
garam magnesium karbonat. Hal ini disebabkan karena waktu yang dibutuhkan pada proses
pemanasan barium karbonat ini lebih lama dibandingkan unsur garam karbonat lainnya. Maka
dari itu karna waktu yang dibutuhkan lama untuk memanaskan garam barium karbonat ini lah
artinya dia paling stabil sehingga ketika dipengaruhi dengan cara dipanaskan saja diperlukan
waktu yang lama.

8.5 Kelarutan Beberapa Senyawa Unsur Alkali


Pada percobaan ini unsur alkali yang kami gunakan untuk menguji kelarutan nya yaitu
kalsium, magnesium dan barium. Kelarutan unsur alkali ini kami uji dalam larutan KOH,
MnCO3, dan PbSO4. Hasil yang didapatkan ketika masing-masing unsur alkali tanah tersebut
diuji dalam larutan diatas yaitu pada unsur Kalsium ketika dilarutkan dalam MnCO3 hasilnya
yaitu warna larutan menjadi kecoklatan dan terdapat endapan coklat, kemudian ketika dilarutkan
dalam PbSO4 larutan nya bening dan terdapat endapan putih , yang terakhir ketika dilarutkan
dalam KOH hasilnya itu larutan menjadi keruh dan terdapat sedikit endapan. Persamaan reaksi
ketika unsur Kalsium direaksikan dengan tiga larutan yang berbeda yaitu:
Ca2+ + SO42- → CaSO4
Ca2+ + CO32- → CaCO3+
Ca2+ + KOH → Ca(OH)2 + 2K+
Untuk hasil yang didapatkan ketika unsur Magnesium dilarutkan dalam MnCO3 hasilnya
yaitu warna larutan menjadi keruh dan terdapat endapan coklat, kemudian ketika dilarutkan
dalam PbSO4 larutan nya bening dan terdapat endapan putih , yang terakhir ketika dilarutkan
dalam KOH hasilnya itu larutan menjadi bening dan terdapat sedikit endapan. Persamaan reaksi
ketika unsure Magnesium direaksikan dengan tiga larutan yang berbeda yaitu:
Mg2+ + CO32- → MgCO3
Mg2+ + SO42- → MgSO4
Mg2+ + KOH → Mg(OH)2 + 2K+
Untuk hasil yang didapatkan ketika unsur Barium dilarutkan dalam MnCO3 hasilnya
yaitu warna larutan menjadi kecoklatan dan terdapat endapan yang melayang, kemudian ketika
dilarutkan dalam PbSO4 larutan nya keruh dan terdapat endapan putih , yang terakhir ketika
dilarutkan dalam KOH hasilnya itu larutan menjadi bening dan terdapat endapan putih.
Persamaan reaksi ketika unsur Barium direaksikan dengan tiga larutan yang berbeda yaitu:
Ba2+ + CO32- → BaCO3
Ba2+ + SO42- → BaSO4
Ba2+ + KOH → Ba(OH)2 + 2K+
Berdasarkan literatur seharusnya tingkat kelarutan saat penambahan KOH adalah Ba2+
yang larut sekali dilanjutkan Ca2+ larut dan Mg2+ sukar larut. Hal yang menyebabkan perbedaan
ini dapat difaktori oleh suhu ruangan, tempat percobaan,. Umumnya senyawa alkali tanah sukar
larut (mengendap) dengan nilai Qsp > Ksp maka larutan akan mengendap. Berdasarkan literatur
seharusnya pada saat penambahan SO42- menghasilkan yang paling larut adalah Mg2+ > Ca2+ >
Ba2+, namun ada perbedaan dengan hasil praktikum ini dapat disebabkan oleh faktor suhu
ruangan, Dimana jika dilihat dari besar hasil nilai Ksp suatu larutan maka kelarutannya makin
besar. Harga Ksp seyawa sulfat alkali tanah semakin kecil dari atas kebawah berarti sukar larut.
Berdasarkan literatur pada umumnya senyawa karbonat alkali tanah sukar larut. Harga Ksp
terbesar dimiliki Mg2+ dalam ion karbonat sehingga kelarutan cukup besar, semakin kebawah
Ksp makin kecil, berarti semakin sukar larut. Urutannya seharusnya Mg2+ > Ca2+ > Ba2+.
Perbedaan ini dikarenakan faktor temperature.

IX. PERTANYAAN PASCA


1. Tulislah semua persamaan reaksi yang terjadi dari percobaan diatas?
- Mg + 2H2O → Mg(OH)2 + H2
- Ca + 2H2O → Ca(OH)2 + H2
- MgO + H2O→ Mg(OH)2
- Mg(OH)2 + H2O→ Mg2+ + 4OH- + H2
- Ca(OH)2 + H2O→ Ca2+ + 4OH- + H2
- Ba(OH)2 + H2O→ Ba2+ + 4OH- + H2
- MgCO3→ MgO + CO2
- CaCO3→ CaO + CO2
- BaCO3→ BaO + CO2
- Ca2+ + NaOH → Ca(OH)2 + 2Na+
- Ba2+ + NaOH → Ba(OH)2 + 2Na+
- Mg2+ + NaOH → Mg(OH)2 + 2Na+
- Ca2+ + SO42- → CaSO4
- Ba2+ + SO42- → BaSO4
- Mg2+ + SO42- → MgSO4
- Ca2+ + CO32- → CaCO3
- Ba2+ + CO32- → BaCO3
- Mg2+ + CO32- → MgCO3
2. Jelaskan hubungan antara pelarutan suatu zat dengan energy fisis dan energi hidrasi yang
dimiliki oleh suatu zat?
Suatu senyawa ion larut dalam air jika energi hidrasi lebih besar dari pada energi fisis.
Energi fisis semua ion garam sulfat alkali tanah hampir sama besar. Ion sulfat sangat
besar sehingga meskipun ukuran kation semakin besar tidak memberikan perbedaan
energi fisis yang berarti. Perbedaan kelarutan sulfat tergantung pada energi fisis.

3. Urutkan kecendrungan kelarutan dari Hidroksida, Sulfat, dan Karbonat dari unsur alkali
tanah dari kecil ke yang besar?
- Hidroksida
Be˂Mg˂Ca˂Sr˂Ba˂Ra
- Sulfat dan Karbonat
Ra˂Ba˂Sr˂Ca˂Mg˂Be

4. Mengapa terdapat perbedaan antara kecendrungan hidroksida dengan sulfat dan karbonat,
jelaskan jawaban saudara?
Karena adanya perbedaan KSP antar senyawa yang digunakan. Yang mana pada
hidroksida semakin kecil harga KSP maka semakin sukar zat melarut dan semakin mudah
pula zat mengendap. Sedangkan pada sulfat dan karbonat merupakan kebalikan dari
hidroksida.

5. Urutkan kestabilan termal dari garam unsur alkali, dan jelaskan kenapa urutan tersebut?
BaCO3˃SrCO3˃CaCO3˃MgCO3˃BeCO3
karena waktu yang dibutuhkan untuk proses pemanasan BaCO3 lebih lama jika
dibandingkan dengan unsure lainnya.

X. KESIMPULAN
1. Usur-unsur logam alkali tanah sangat reaktif. Kereaktifan logam alkali tanah diperngaruhi
oleh jari- jari atom dan energi ionisasinya. Semakin besar jari-jari atom, kekuatan ikatan
akan semakin lemah sehingga energi ionisasinya semakin kecil. Semakin kecil energi
ionisasinya, akan semakin mudah melepaskan elektronnya sehingga semakin mudah
mengalami reaksi. Semakin besar nomor atom, logam alkali tanah akan semakin reaktif
dan semakin besar kestabilan thermalnya.
2. Magnesium membentuk kation divalen Mg2+. Oksida, hidroksida, karbonat, dan
posfatnya tidak larut namun garam-garam lainnya larut dengan rasa pahit dan
higroskopis. Logam magnesium dan logam kalsium merupakan logam yang
menyebabkan air menjadi sadah.
3. Kekuatan hidrolisis garam klorida alkali tanah dapat diperkirakan dengan memanaskan
garam klorida hidrat tersebut kemudian memeriksa hidrogen klorida yang terbentuk.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Harefa, N., 2019, Efektivitas Tawas Hasil Olahan Limbah Aluminium TerhadapPenyerapan
Logam Alkali Tanah dengan Metode Gravimetri, Jurnal EduMatSains, Vol.4, No.1,
Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.
Rusmanta, Y., 2018, Pengaruh Perladangan Tradisional Terhadap Ketersediaan Unsur -Unsur
Hara (Na, K, Ca, Dan Mg) dalam Tanah di Kampung Wananuk Distrik Yalengga
Kabupaten Jayawijaya, Jurnal Kimia, Vol.2, No.1, Jayapura: Universitas Cendrawasih.
Sisca, v., 2018, Aplikasi Katalis Padat Dalam Produksi Biodiesel, Jurnal Zarah, Vol.6, No.1,
Padang: UNAND.
Sunarya, Y., 2013, Kimia Dasar 2, Bandung : Yrama Widya.
Supriyadi, S., 2014, Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro,
Jakarta : PT. Kalman Media Pusaka.
Tim Penuntun Kimia Anorganik, 2020, Penuntun Praktikum Kimia Anorganik, Jambi:
Universitas Jambi.

XII. LAMPIRAN

Hasil reaksi Ca dengan air Reaksi Mg dengan air Reaksi antara MgCO3 yang
dipanaskan denga air kapur
Reaksi antara MgCO3 yang Reaksi antara CaCo3 yang
dipanaskan denga air kapur dipanaskan denga air kapur