Anda di halaman 1dari 16

BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Memuat keseluruhan hasil yang telah dilaksanakan dan


selanjutnya dibuat pembahasan sesuai dengan kaidah.

A. Hasil
Pada sub bab ini membahas tentang tindakan keperawatan dai
hasil studi kasus yang telah dilakukan mulai tanggal 26 – 28
Desember 2019 di UPT PSTW Jombang didapatkan hasil studi
kasus Tindakan Keperawatan Dukungan Perawatan Diri
(Berpakaian dan Berhias) dengan Masalah Keperawatan Defisit
Perawatan Diri pada Kasus Demensia.
a. Persipan Alat
Tabel 3.1 Tabel Persiapan Berpakaian

No Komponen Kasus 1 Kasus 2


1. Persiapan Alat 1) Pakaian bersih a. Pakaian bersih
2) Jilbab b. Kantong
3) Kantong plastic
plastic
2. Persiapan Posisikan klien Posisikan klien
Pasien dengan posisi dengan posisi
duduk. duduk.
3. Persiapan a. Menjaga a. Menjaga
Lingkungan privasi klien privasi klien
b. Menciptakan b. Menciptakan
lingkungan lingkungan
yang nyaman yang nyaman
4. Persiapan a. Melakukan a. Melakukan
Perawat BHSP kepada BHSP kepada
klien klien
b. Siapkan Alat b. Siapkan Alat
c. Mencuci c. Mencuci
tangan 6 tangan 6
langkah langkah
Berdasarkan data Tabel 3.1 dapat dilihat bahwa terdapat
perbedaan diantara kasus 1 dan kasus 2, perbedaan tersebut
terletak pada persiapan alat, kasus 1 alat yang digunakan adalah
pakaian bersih, jilbab dan kantong plastic sedangkan pada
kasus 2 tidak ada jilbab melainkan pakaian bersih dan kantong
plastic. Sedangkan untuk persiapa pasien, persiapan
lingkungan, dan persiapa perawat tidak ada perbedaan antara
kedua kasus.
Tabel 3.1Tabel Persiapan Berhias

No Komponen Klien 1 Klien 2


1. Persiapan alat a. Sisir a. Sisir
b. Bedak b. Sarung tangan
c. Sarung
tangan
2. Persiapan klien Posisikan klien Posisikan klien
dengan posisi dengan posisi
duduk. duduk.
3. Persiapan a. Menjaga a. Menjaga
lingkungan privasi klien privasi klien
b. Menciptakan b. Menciptakan
lingkungan lingkungan
yang nyaman yang nyaman
4. Persiapan a. Menjalin a. Menjalin
perawat BHSP pada BHSP pada
klien klien
b. Siapkan alat b. Siapkan alat
c. Cuci tangan 6 c. Cuci tangan 6
langkah langkah

Berdasarkan data table 3.2 dapat dilihat bahwa terdapat


perbedaan pada persiapa alat, kasus 1 lat yang digunakan
adalah sisir, bedak, dan sarung tangan sedangkan pada kasus 2
tidak ada bedak melaikan sisir dan sarung tangan. Sedangkan
untuk persiapan pasien, persiapan lingkungan dan persiapan
perawat tidak ada perbedaan antara kedua kasus.
b. Tindakan Keperawatan
Table 3.3 tabel pelaksanaan tindakan berpakaian

No Tahap Klien 1 Klien 2


1. Tahap a. Menjelaskan a. Menjelaskan
orientasi maksud dan maksud dan
tujuan tujuan
melakukan melakukan
tindakan tindakan
berpakaian berpakaian
kepada klien kepada klien
b. Menjelaskan b. Menjelaskan
prosedur prosedur
singkat tindakan singkat
berpakaian tindakan
kepada klien. berpakaian
c. Infotm Consent kepada klien.
kepada klien c. Infotm Consent
kepada klien
2. Tahap kerja a. Membimbing a. Membimbing
klien untuk klien untuk
mengganti baju mengganti
setiap selesai baju setiap
mandi selesai mandi
b. Meminta klien b. Meminta klien
memilih memilih
pakaian yang pakaian yang
bersih dan bersih dan
kering kering
c. Memastikan c. Memastikan
jika klien jika klien
berpakaian berpakaian
dengan benar dengan benar
d. Beri pujian d. Beri pujian
pada klien pada klien
setelah selesai. setelah selesai.
e. Catat tindakan e. Catat tindakan
yang dilakukan yang
dan hasilnya dilakukan dan
hasilnya

Tabel 3.4 Pelaksanaan Tindakan Berhias

No Tahap Klien 1 Klien 2


1. Tahap a. Menjelaskan a. Menjelaskan
Orientasi maksud dan maksud dan
tujuan tujuan
melakukan melakukan
tindakan tindakan
berpakaian berpakaian
kepada klien kepada klien
b. Menjelaskan b. Menjelaskan
prosedur singkat prosedur
tindakan singkat tindakan
berpakaian berpakaian
kepada klien. kepada klien.
c. Infotm Consent c. Infotm Consent
kepada klien kepada klien
2. Tahap a. Periksa dan a. Periksa dan
Kerja bersihkan sisir bersihkan sisir
sebelum sebelum
memulai memulai
prosedur prosedur
tindakan ini tindakan ini
untuk mencegah untuk mencegah
risiko penularan risiko penularan
kutu kepala atau kutu kepala atau
infeksi pada infeksi pada
klien klien
b. Bantu klien b. Bantu klien
keposisi nyaman keposisi
dalam ruangan nyaman dalam
dirumah yang ruangan
memiliki dirumah yang
pencahayaan memiliki
bai, jauh dari pencahayaan
area persiapan. bai, jauh dari
c. Cuci tangan area persiapan.
untuk c. Cuci tangan
mengurangi untuk
perpindahan mengurangi
mikroorganisme perpindahan
dan atur mikroorganisme
peralatan dan atur
d. Gunakan sarung peralatan
tangan d. Gunakan sarung
e. Kaji kulit kepala tangan
klien secara e. Kaji kulit
menyeluruh kepala klien
dengan jari. secara
Gerakan jari menyeluruh
sekaligus dengan jari.
dipergunakan Gerakan jari
untuk mengkaji sekaligus
derajat dipergunakan
kekusutan untuk mengkaji
rambut. derajat
f. Masase ringan kekusutan
kulit kepala rambut.
untuk f. Masase ringan
meningkatkan kulit kepala
sirkulasi darah. untuk
g. Bagi rambut meningkatkan
menjadi bagian sirkulasi darah.
menggunakan g. Bagi rambut
telunjuk jari. menjadi bagian
Pegang rambut menggunakan
dengan satu telunjuk jari.
tangan dan sisir Pegang rambut
dengan tangan dengan satu
yang lain tangan dan sisir
perbagian. Jika dengan tangan
rambut kasar yang lain
dan kusut, perbagian. Jika
perlakukan rambut kasar
seperti rambut dan kusut,
kriting buatan perlakukan
atau kriting seperti rambut
natural. Pegang kriting buatan
bagian rambut atau kriting
stabil dekat natural. Pegang
kepala dengan bagian rambut
satu tangan. stabil dekat
Sisir secara kepala dengan
perlahan untuk satu tangan.
menghilangkan Sisir secara
kekusutan perlahan untuk
sebanyak menghilangkan
mungkin. Secara kekusutan
perlahan dan sebanyak
lambat, sisir mungkin.
kekusutan dari Secara perlahan
arah kulit dan lambat, sisir
kepala. Rambut kekusutan dari
dipengang arah kulit
secara kendur. kepala. Rambut
h. Apabila rambut dipengang
sangat kusut secara kendur.
disisir dari h. Apabila rambut
bagian ujung sangat kusut
rambut dengan disisir dari
arah kulit kepala bagian ujung
(atas) kebawah rambut dengan
secara perlahan. arah kulit
Tindakan ini kepala (atas)
dilakukan untuk kebawah secara
mengurangi perlahan.
ketidak Tindakan ini
nyamanan dilakukan untuk
akibat penarikan mengurangi
kulit kepala. ketidak
i. Catat tindakan nyamanan
yang telah akibat
dilakukan dan penarikan kulit
hasilnya. kepala.
i. Catat tindakan
yang telah
dilakukan dan
hasilnya.
Berdasarkan data hasil table 3.3 dan table 3.4 pada
kasus 1 dan 2 bahwa tidak terdapat perbedaan pada tahap
orientasi dan tahap kerja antara kedua kasus.
c. Evaluasi
Tabel 3.5 Tabel Evaluasi

Tanggal Evaluasi Hasil Klien 1 Klien 2


26 a. Mampu memilih (2) (1)
Desember pakaian secara Cukup menurun menurun
2019 mandiri
(2) (1)
b. Mampu
Cukup menurun Menurun
mengenakan
pakaian
c. Mampu menyisir (2) (1)
rambut secara rapi Cukup menurun Menurun
d. Klien lebih percaya (2) (1)
diri Cukup menurun Menurun
e. Klien mampu
memijat kepala (2) (1)
Cukup menurun Menurun
sebelum menyiris
f. Klien tampak lebih (2) (1)
relexs Cukup menurun Menurun
27 a. Mampu memilih (2) (1)
Desember pakaian secara Cukup menurun menurun
2019 mandiri
(2) (1)
b. Mampu
Cukup menurun Menurun
mengenakan
pakaian
c. Mampu menyisir (2) (1)
rambut secara rapi Cukup menurun Menurun
g. Klien lebih percaya (2) (1)
diri Cukup menurun Menurun
h. Klien mampu
memijat kepala (2) (1)
Cukup menurun Menurun
sebelum menyiris
i. Klien tampak lebih (2) (1)
relexs Cukup menurun Menurun
28 a. Mampu memilih (3) (2)
Desember pakaian secara Sedang Cukup menurun
2019 mandiri
(2)
b. Mampu
(3) Cukup menurun
mengenakan Sedang
pakaian
c. Mampu menyisir (3) (2)
rambut secara rapi Sedang Cukup menurun
d. Klien lebih percaya (2)
diri (3) Cukup menurun
e. Klien mampu Sedang
memijat kepala (2)
(3) Cukup menurun
sebelum menyiris
Sedang
f. Klien tampak lebih (2)
relexs (3) Cukup menurun
Sedang

Berdasarkan data table 3.5 evaluasi hasil, terdapat hasil yang


berbeda antara klien 1 dan 2 pada hari pertama dan hari kedua . Klien 1
mampu memilih pakaian secara mandiri, mampu mengenaka pakaian,
mampu menyisir rambut secara rapi, lebih percaya diri, mampu
memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks, Cukup menurun.
Sedangkan klien 2 mampu memilih pakaian secara mandiri, mampu
mengenaka pakaian, mampu menyisir rambut secara rapi, lebih
percaya diri, mampu memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks,
menurun. Sedangkan untuk evaluasi dihari ketiga masih memiliki
perbedaan klien 1 pada klien 2, klien 1 pada evaluasi hari ke 3 sudah
memasuki poin ke 3 yaitu sedang, sedangkan klien 2 dalam dua hari
dilakukan evaluasi klien sudah memasuki poin ke 2 yaitu cukup
menurun.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Pembahasan
Bab ini akan membahas mengenai kesenjangan – kesenjangan
antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus serta opini terhadap
kasus Tindakan keperawatan dukungan perawatan diri pada lansia
dengan masalah keperawatan deficit perawatan diri pada kasus
demensia di UPT PSTW Jombang. Pada prinsipnya literature
merupakan pengalaman dari satu pengalaman yang nyata dan telah
dilakukan penelitin serta diuji kebenarannya. Namun demikian tidak
menutup kemungkinan masih ditemukan perbedaan antara teori dengan
kenyataan yang ada dalam tindakan keperawatan gerontik tersebut.
Hal ini disebabkan karena setiap individu memiliki keunikan
dan respon yang berbeda terhadap masalah yang dihadapi. Karena
itulah, penulis perlu membahas kesenjangan maupun kesesuaian antara
tinjauan kasus dengan karya tulis ini. Untuk lebih jelasnya akan
membahas masalah ini yang akan disesuaikan dengan langkah –
langkah dalam profesi keperawatan.
1. Persiapan
Dari table persiapan berpakaian 3.1 didapatkan hasil bahwa pada
persiapan alat terdapat perbedaan antara kasus 1 dan kasus 2. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada kasus 2 tidak menggunakan
jilbab. Pada fakta yang ada didalam lemari pakaian lansia tidak
ditemukan jilbab. Menurut budiana (2009) persiapan alat yang harus
ada adalah pakaian dan kantong plastic, namun pada sumber lain yang
dikeluarkan PPNI (2018) yaitu dari buku standar intervensi
keperawatan yang menyebutkan bahwa sediakan pakaian pribadi
sesuai kebutuhan.
Sedangkan tabel persiapan berhias 3.2 didapatkan hasil bahwa
pada perisiapan alat terdapat juga perbedaan antara kasus 1 dan kasus
2.hasil menunjukkan bahwa pada kasus 2 tidak mengguakan bedak
pada fakta yang ada didalam kamar lansia tidak ditemukan bedak,
maka dari itu peneliti tidak menggunakan bedak pada lansia. Menurut
Made Suarti dkk, (2009) persiapan alat yang harus dipakai adalah Sisir,
Sikat, Jepit rambut, klem, sarung tangan tidak steril, jek pengatur dan
roller, jika diperlukan, alat pengering rambut yang terbukti aman,
jaring rambut, namun pada sumber lain yang dikeluarkan PPNI (2018)
yaitu dari buku standar intervensi keperawatan yang menyebutkan
bahwa bias memfasilitasi berhias dengan menyisir rambut.
Menurut peneliti perbedaan ini tidak menimbulkan perbedaan
hasil jika klien memakai jilbab atau tidak memakai jilbab, dan
perbedaan yang satunya juga tidak menimbulkan perbedaan hasil jika
klien memakain bedak atau tidak memakai bedak. Karena yag
terpenting dalam kerberhasilan tindakan adalah klien nyaman akan saat
dilakukan tindakan berpakaian dan berhias. Pada persiapan pasie,
persiapan lingkungan, dan persiapan perawat tidak ditemukan hasil
peneliti yang berbeda antara kasus 1 dan kasus 2.
2. Tindakan keperawatan

Dari table 3.3 dan table 3.4 pelaksanaan tindakan, hasil


penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan tindakan yang dilakukan
pada klien 1 dan klien 2. Mulai dari tahap orientasi, dan tahap kerja.
Menurut Tarwoto & watonah (2009) perawatan diri sebagaian besar
mengalami deficit perawatan diri yang ditandai dengan masih
banyaknya lansia yang tida bisa menyisir rambut, memakai bedak,
memakai pakaian,melepas pakaian secara mandiri, sulit diatur serta
kurang berkonsentrasi. Kemandirian lansia dalam ADL merupakan
kemandirian seseorang dalam melakukan aktivitas sehari – hari yang
dilakukan oleh manusia secara rutin dan universal.

Ketergantungan lansia disebabkan kondisi lansia banyak


mengalami kemunduran fisik maupun psikis, peran perawat dalam
mengatasi perawatan diri pada lansia adalah dengan cara memantau
tingkat kekuatan dan toleransi aktivitas, membantu memilih pakaian
yang sudah digunakan dan dilepas, membantu dalam berpakaian,
maupun dalam berhias seperti menyisir rambut, memakai bedak
kepada klien.
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status
kesehatan, dimana individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi
menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Upaya
pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut,
kulit, kuku, kerberisihan badan serta kebersihan dalam pakaia. Dalam
upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, karena pengetahuan atau
kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang (Mubarak, 2006)

3. Evaluasi
Dari table 3.5 evaluasi hasil, hasil penelitian menunjukkan kriterian
evaluasi yang berbeda antara klien 1 dan klien 2 pada hari pertama dan
kedua. Dari data yang dievaluasi meliputi dari data yang dievaluasi
meliputi memperbaiki penampilan klien, meningkatkan harga diri
klien, merangsang sirkulasi kulit kepala, memberikan relaksasi pada
klien. Hasil pertama didapatkan bahwa memperbaiki penampilan,
meningkatkan harga diri, merangsang sirkulasi kulit kepala,
memberirelaksasi kepda klien pada klien 1 dalam katagori cukup
menurun, sedangkan klie 2 dalam katagori masih menurun.pada hari
ketiga didapatkan hasil dengan katagori yang berbeda juga pada
kriteria yang dievaluasi, dimana pada hari ke tiga pada klien 1
memasuki katagori sedang dank lien 2 memasuki katagori cukup
menuru.
Perkembangan kondisi klien 1 dan klien 2 pada hari pertama
klien menerima bantuan atau perawatan dari peneliti, klien merasakan
lebih nyaman setelah dilakukan implementasi secara keseluruhan. Pada
hari kedua dan ketiga klien memahami dalam melakukan implementasi
yang diberikan penilis, klien merasa lebih nyaman.
Evaluasi keperawatan merupakan tindakan intelektual untuk
melengkapi proses keperawatan yang menandakan keberhasilan dari
tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien. Tahap evaluasi
memungkinkan perawat untuk memonitor “kealpaan” yang terjadi
selama tahap persiapan alat, tahap tindakan keperawatan (Nursalam,
2008).
Dengan keadaan tersebut untuk penanganan masalah deficit
perawatan diri lebih lanjut kerjasama dengan pihak panti untuk tetap
menjaga kebutuhan dasar lansia (seperti, berpakaian dan berhias). Pada
evaluasi hari pertama sampai hari ketiga masalah belum teratasi
dikarenakan klien mengalami demensia terkadang pasien lupa akan
melakukan tindakan yang diberikan oleh perawat.
Menurut hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh Riska
Noviyanti (2015) bahwa rata – rata terdapat 19 lansia yang menderita
ketergantungan sedang pada deficit perawatan diri. Hal ini
menunjukkan bahwa deficit perawatan diri masih banyak dialami oleh
lansia. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pasien deficit
perawatan diri sebagian besar mengalami deficit perawatan diri yang
ditandai dengan masih banyaknya lansia yang tidak bias menyisir
rambut, memotong kuku, menyuci rambut, memakai pakaian secara
mandiri, sulit diatur serta kurang konsentrasi.
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Peneliti mempersiapkan alat sesuai dengan SOP Berpakaian dan Berhias
yaitu pakaian bersih dan kantong plastic untuk SOP berpakaian, Sisir dan
Sarung tangan untuk SOP Berhias. Pada klien 2
2. Peneliti mempersiapkan penambahan alat yang tidak terdapat dalam SOP
Berpakaian dan Berhias yaitu bedak dan jilbab pada kasus 1.
3. Peneliti mengurangi persiapa alat yang terdapat pada SOP Berhias yaitu
jepit rambut, jek pengatur atau roller, alat pengering rambut, jarring
rambut pada kasus 1 dan 2
4. Peneliti melaksanakan SOP Berpakaian dan berhias secara runtin pada
klien 1 dan klien 2 mulai berpakaian secara mandiri dan berhias secara
mandiri.
5. Peneliti menemukan keluhan mampu memilih pakaian secara mandiri,
mampu mengenaka pakaian, mampu menyisir rambut secara rapi, lebih
percaya diri, mampu memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks,
pada klien 1 dalam kategori cukup menurun di evaluasi hari pertama dan
kedua.
6. Peneliti menemukan keluhan mampu memilih pakaian secara mandiri,
mampu mengenaka pakaian, mampu menyisir rambut secara rapi, lebih
percaya diri, mampu memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks,
Cukup menurun pada klien 2 di evaluasi hari pertama dan kedua.
7. Peneliti menemukan keluhan mampu memilih pakaian secara mandiri,
mampu mengenaka pakaian, mampu menyisir rambut secara rapi, lebih
percaya diri, mampu memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks,
dalam kategori Sedang pada klien 1 di hari ketiga.
8. Peneliti menemukan keluhan mampu memilih pakaian secara mandiri,
mampu mengenaka pakaian, mampu menyisir rambut secara rapi, lebih
percaya diri, mampu memijat kepala sebelum menyisir, tampak rileks,
dalam kategori cukup menurun pada klien 2 dihari ketiga.
B. Saran
1. Bagi institusi pendidikan
Diharapkan hasil studi kasus ini bisa dimanfaatkan untuk bahan
acuan atau sebagai referensi untuk studi kasus berikutnya.
2. Bagi lahan
Diharapkan berdasarkan hasil studi kasus Berpakaian dan Berhias
diharapkan untuk menambah tenaga kesehatan khususnya perawat yang
salah satu tugas pokok fungsinya adalah untuk memberikan tindakan dan
mengontrol kesehatan pada lansia.
3. Bagi peneliti berikutnya
Diharapkan untuk peneliti berikutnya dapat mengembangkan cara
berpakaian dan berhias pada lansia dan juga dapat menambahkan
kreativitas agar lansia mau dan bersemangat berpakaian dan berhias secara
mandiri