0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
839 tayangan5 halaman

Tugas Quality Control Fix

Tugas kelompok CPOB membahas tentang Quality Control (QC) yang meliputi definisi, tugas, tanggung jawab, dan persyaratan pendidikan QC. QC bertugas mengawasi kualitas produk melalui inspeksi bahan baku, proses produksi, dan produk jadi untuk memenuhi standar mutu. Tanggung jawab QC mencakup pemantauan, pengujian, dan dokumentasi untuk memastikan produk sesuai standar. Pendidikan dasar untuk QC adalah diploma,
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
839 tayangan5 halaman

Tugas Quality Control Fix

Tugas kelompok CPOB membahas tentang Quality Control (QC) yang meliputi definisi, tugas, tanggung jawab, dan persyaratan pendidikan QC. QC bertugas mengawasi kualitas produk melalui inspeksi bahan baku, proses produksi, dan produk jadi untuk memenuhi standar mutu. Tanggung jawab QC mencakup pemantauan, pengujian, dan dokumentasi untuk memastikan produk sesuai standar. Pendidikan dasar untuk QC adalah diploma,
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KELOMPOK CPOB

Nama Kelompok :

- Intan Tri Astuti (17010113)


- Kristian Juny (17010031)
- Mutia Nurfika Ayu (17010134)
- Nida Ulfitria (17010142)
- Veronika Apricanti Purba (17010172)

Mata Kuliah : CPOB

Dosen pengampu : Sofyan Ramani, M.Farm, Apt

TUGAS QUALITY CONTROL

A. Definisi Quality Control (QC)


Quality control (pengendali mutu) banyak diperlukan atau dibutuhkan di
berbagai sektor industri, dari manufaktur mobil sampai produksi pangan. Tergantung
dari sektor industri dimana Quality control tersebut bekerja, tugas umum mereka
memeriksa secara visual, bantuan teknologi modern atau menguji produk secara
manual sebelum, selama atau setelah proses produksi. Quality control juga
bertanggung jawab dalam menjalankan dan memantau peralatan inspeksi, serta
merekam dan menganalisis data kualitas suatu produksi
. Lebih detailnya Quality control bertugas meneliti produk dan selama proses
produksi baik sebelum, selama dan setelah proses produksi untuk memperoleh standar
kualitas yang diperlukan. Tugas quality control mencakup monitoring, uji-tes dan
memeriksa semua proses produksi yang terlibat dalam produksi suatu produk.
Memastikan semua standar kualitas dipenuhi oleh setiap komponen dari produk atau
layanan yang disediakan oleh perusahaan.
B. Tugas Quality Control (QC)
Tugas quality control secara spesifik bervariasi, tergantung pada industri di
mana mereka bekerja. Tidak peduli pada sektor industri dimana mereka bekerja tujuan
utama mereka adalah pengendalian kualitas, menguji produk sesuai standar spesifikasi
pabrik atau perusahaan.
Quality control memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak produk
yang yang akan dipasarkan. Ketika mereka menemukan cacat pada hasil produksi
mereka berwenang dan dapat mengirimkan produk yang cacat kembali untuk
perbaikan. Inti dari tugas mereka adalah menguji, memeriksa, meneliti, menganalisi
kualitas produk sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar perusahaan
dan layak diedarkan di pasaran.

Pengawasan Mutu merupakan bagian yang esensial dari Cara Pembuatan Obat
yang Baik untuk memberikan kepastian bahwa produk secara konsisten mempunyai
mutu yang sesuai dengan tujuan pemakaiannya. Keterlibatan dan komitmen semua
pihak yang berkepentingan pada semua tahap merupakan keharusan untuk mencapai
sasaran mutu mulai dari awal pembuatan sampai kepada distribusi produk jadi.

Pengawasan Mutu mencakup pengambilan sampel, spesifikasi, pengujian serta


termasuk pengaturan, dokumentasi dan prosedur pelulusan yang memastikan bahwa
semua pengujian yang relevan telah dilakukan, dan bahan tidak diluluskan untuk
dipakai atau produk diluluskan untuk dijual, sampai mutunya telah dibuktikan
memenuhi persyaratan.

Pengawasan Mutu tidak terbatas pada kegiatan laboratorium, tapi juga harus
terlibat dalam semua keputusan yang terkait dengan mutu produk.
Ketidaktergantungan Pengawasan Mutu dari Produksi dianggap hal yang fundamental
agar Pengawasan Mutu dapat melakukan kegiatan dengan memuaskan.

Bagian Pengawasan mutu dipimpin oleh seorang Asisten Manajer yang


membawahi enam supervisor, yaitu: Spv. Pemeriksaan Bahan Baku, Spv.
Pemeriksaan Bahan Pengemas, Pemeriksaan Produk Antara dan Ruahan, Pemeriksaan
Mikrobiologi dan Limbah, Pemeriksaan Produk Jadi, Pengawasan Proses Produksi.
1.  Pemeriksaan bahan baku

Supervisor pemeriksaan bahan baku mengawasi kegiatan sampling,


pengambilan sampel diambil dari atas, tengah, bawah wadah bahan baku, kemudian
dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya bagian pengawasan mutu memberikan Hasil
Pemeriksaan Laboratorium (HPL). Jika HPL menyatakan bahwa bahan baku
diluluskan maka diberi label hijau dan jika ditolak diberi label merah.

2.  Pemeriksaan bahan pengemas

Pemeriksaan bahan pengemas yang akan masuk gudang juga dilakukan


berdasarkan surat permohonan pemeriksaan dari bagian penyimpanan bahan kemas.

3. Pemeriksaan produk antara dan produk ruahan

Setiap unit proses produksi dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh QC


berdasarkan surat permohonan periksa laboratorium akan sampling produk antara atau
ruahan dari KIP. Pemeriksaan yang dilakukan pada produk antara dan produk ruahan,
meliputi:
a. Masa cetak granul, diperiksa Loss On Drying (LOD), sifat alir, bobot jenis.
b. Tablet inti dan tablet salut, diperiksa visual, keseragaman bentuk dan ukuran,
waktu hancur, kekerasan, keragaman bobot, kesragaman kandungan, waktu
hancur kerenggasan, uji disolusi dan penetapan kadar.
c. Cairan, diperiksa visual, pH, viskositas, keseragaman volume, volume cairan
terpindahkan, bobot jenis, penetapan kadar.
d. Kapsul, diperiksa Loss on Drying (LOD), keragaman bobot dan keseragaman
kandungan
e. Krim, diperiksa pH, homogenitas dan stabilitas krim
f. Sirup kering, diperiksa Loss On Drying
g. Injeksi, diperiksa uji sterilisasi, pH, jumlah partikel, kejernihan dan
keseragaman volume.
4. Pemeriksaan mikrobiologi dan limbah

Pengawasan mutu (QC) juga memeriksa mikrobiologi pada bahan baku


antibiotik dengan uji potensi antibiotik, dan untuk bahan non antibiotik, meliputi uji
kontaminasi penicillin pada air produksi setiap satu minggu sekali, pada udara ruang
produksi setiap satu bulan sekali dan uji sterilitas. Pengawasan mutu juga memeriksa
limbah dengan uji pH, suhu, Total Solid Suspended (TSS), kandungan ammonia
(NH3), PO4, Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand
(COD).

5.  Pemeriksaan Produk Jadi

Setelah menjadi produk jadi, produk tetap dilakukan pemeriksaan


laboratorium untuk memastikan kembali mutu produk. Pemeriksaan meliputi visual,
keseragaman kandungan, keseragaman volume dan penetapan kadar.

6.   Pengawasan proses produksi

Sebelum melakukan proses produksi, QC harus memeriksa terlebih dahulu


hasil produksi awal untuk memastikan alat menghasilkan produk yang sesuai
spesifikasi. Contohnya, QC memeriksa ketebalan, diameter, dan kekerasan tablet saat
awal dicetak. Setelah lulus pemeriksaan, QC memutuskan proses produksi boleh
berjalan. Jika belum memenuhi syarat, QC akan menolak proses produksi sampai
setting alat menghasilkan produk yang sesuai spesifikasi.

C. Tanggung jawab Quality Control (QC)

1. Memantau perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.


2. Bertanggung jawab untuk memantau, menganalisis, meneliti, menguji suatu
produk.
3. Memverifikasi kualitas produk
4. Quality Control bertanggung jawab memonitor setiap proses yang terlibat dalam
produksi produk.
5. Memastikan kualitas barang produksi sesuai standar.
6. Merekomendasikan pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.
7. Bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada
produk dari sebuah perusahaan.
8. Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya
untuk referensi di masa mendatang.

D. Persyaratan pendidikan Quality Control (QC)


Persyaratan pendidikan untuk Quality control tergantung pada sektor industri
di mana mereka bekerja. Secara umum untuk menjadi staf quality control dibutuhkan
ijazah dari perguruan tinggi, politeknik yang sejajar dengan Diploma. Sedang untuk
jabatan lebiah tinggi seperti manager kualitas produk mungkin membutuhkan ijazah
lebih tinggi seperti sarjana maupun pascasarjana, begitu juga dengan quality produk
yang lebih kompleks mungkin memerlukan pendidikan lanjutan dalam kontrol
kualitas atau pelatihan khusus dalam bidang industri.

Anda mungkin juga menyukai