Anda di halaman 1dari 7

MATERI PERTEMUAN KE 2

KD. 3.12 MEMAHAMI REGULASI BIDANG KEPROTOKOLAN

        Apa itu regulasi? Regulasi adalah suatu peraturan yang diciptakan dalam rangka
untuk mengontrol suatu organisasi untuk mendapatkan tujuan tertentu demi
terciptanya kondisi yang ideal. Regulasi dalam artian peraturan dibuat untuk
mengendalikan manusia supaya memiliki batasan tertentu di berbagai bidang

Regulasi ada banyak jenisnya tergantung dari penerapannya di berbagai bidang.


Seperti misalnya regulasi bisnis yang terkait dengan peraturan yang mengatur
mengenai aktivitas bisnis, atau regulasi pendidikan, yang mengatur sistem
pendidikan, misalnya.

Berbicara mengenai keprotokolan, Apa yang dimaksud dengan keprotokolan?


Keprotokolan adalah serangkaian aktivitas yang terkait dengan aturan tata cara
kenegaraan atau hal-hal yang bersifat resmi dan formal, terkait dengan tempat,
upacara, dan penghormatan dalam pemerintahan dan masyarakat sebagai bentuk
penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan atau kedudukannya
dalam negara, pemerintahan atau masyarakat

Jadi pengertian dari regulasi keprotokolan adalah serangkaian aturan yang terkait
dengan tata cara dalam kegiatan kenegaraan, berlangsung secara formal, yang
dilakukan oleh pejabat negara.

Pentingnya penetapan regulasi keprotokolan dalam suatu acara kenegaraan, supaya


setiap kegiatan formal yang dilakukan oleh pejabat negara seperti presiden atau
anggota DPR itu memiliki standar, sehingga tidak sembarangan dilakukan oleh orang
lain.
Nah setelah kita membahas mengenai regulasi, keprotokolan, dan regulasi
keprotokolan secara umum, tiba saatnya kita ke inti pembahasan, yaitu beberapa
jenis regulasi bidang keprotokolan yang sebaiknya sobat kósngosan tahu.
Diantaranya

Contoh Regulasi Keprotokolan


Berbagai regulasi atau peraturan yang ditetapkan untuk pelaksanaan acara
kenegaraan baik yang ada di dalam negeri maupun di luar, memiliki landasan hukum
yang jelas. Seperti dalam peraturan pemerintah yang didalamnya tertera detail
prosedur mengenai acara keprotokalan para pejabat negara dalam melakukan
kegiatan resmi kenegaraan.

Berikut adalah beberapa regulasi keprotokolan

1. Pelaksana Acara
Pelaksana acara terdiri dari Pejabat negara (sebagaimana dimaksud dalam UU No. 8
Tahun 1974 mengenai Kepegawaian dan peraturan perundang-undangan, Pejabat
pemerintahan (pejabat yang menduduki jabatan tertentu dalam pemerintahan), dan
Tokoh Masyarakat (Orang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan
dari masyarakat)

2. Tata Tempat
Tata tempat adalah prioritas yang diberikan kepada beberapa jabatan dimulai dari
pejabat negara:
a. Presiden
b. Wakil Presiden
c. Ketua Lembaga Tinggi Negara
d. Menteri Negara, Panglima Angkatan Bersenjata, Kepala Staf Angkatan dan
Kepala Kepolisian Republik Indonesia
e. Ketua Muda Mahkamah Agung, Hakim Agung pada Mahkamah Agung.
f. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pejabat Pemerintah
tertentu

Tokoh masyarakat :
a. Mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden.
b. Perintis Kebangsaan/Kemerdekaan.
c. Ketua Umum Partai Politik.
d. Pemilik Tanda Kehormatan Republik Indonesia berbentuk Bintang,.
e. Ketua Umum Organisasi Keagamaan Indonesia

3. Tata Upacara
Upacara dalam acara kenegaraan dan acara resmi dalam bentuk upacara bendera
atau bukan upacara bendera. Acara resmi diselenggarakan berdasarkan tata upacara
yang antara lain meliputi pedoman umum tata upacara dan pelaksanaan upacara

Upacara bendera untuk memperingati kemerdekaan RI harus melalui urutan kegiatan


berikut ini :
a. Pengibaran Bendera diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
b. Mengheningkan cipta.
c. Detik detik Proklamasi diiringi tembakan meriam, sirine, bedug, lonceng satu
menit.
d. Pembacaan Teks Proklamasi.
e. Pembacaan doa

Untuk urutan acara kenegaraan dimana menerima kunjungan kenegaraan Kepala


Negara atau Kepala Pemerintahan dari negara lain, dikelompokkan menjadi :
a. Acara penyambutan kedatangan tamu negara.
b. Acara pokok kunjungan.
c. Pelepasan tamu negara

Nah itu merupakan penjelasan singkat mengenai aturan keprotokolan yang


diterapkan dalam acara kenegaraan di Indonesia. Tentu saja aturan keprotokolan itu
akan berbeda dari negara lain. Jadi apabila Presiden RI mengunjungi negara Jepang
misalnya, maka Presiden RI harus mengikuti regulasi keprotokolan yang berlaku di
negara Jepang, begitu juga negara lainnya.

Kesimpulan

Setelah mengemukakan mengenai macam-macam regulasi keprotokolan, semoga


materi diatas bisa bermanfaat dan menambah wawasan teman-teman kosngosan
sekalian.

Terima kasih sudah berkunjung sebagai bentuk kontribusi kalian jangan lupa untuk
bookmart, dan juga tekan tombol share di bawah bagikan artikel ini di media sosial
kalian masing-masing
  
ATURAN PROTOKOL

1. Peraturan tentang Keprotokolan


a. UU no.8 tahun 1987 tentang protokol (sudah tidak berlaku)
b. UU no.9 tahun 2010 tentang keprotokolan
c. PP no.62 tahun 1990 tentang ketentuan keprotokolan mengenai tata tempat,
tata upacara     dan tata penghormatan
d. Perkalan no. 40 Tahun 2015 tentang keprotokolan

2. Peraturan terkait Keprotokolan


a. UU no.43 tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian
b. UU no.22 tahun 2003 tentang pemerintah daerah
c. UU no.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah
d. UU no.24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu
kebangsaan.
e. PP no.40 tahun 1958 tentang bendera kebangsaan RI
f. PP no. 43 tahun 1958 tentang penggunaan lambang negara RI
g. PP no.44 tahun 1958 tentang lagu kebnagsaan Indonesia Raya
h. PP no.21 tahun 1975 tentang sumpah atau janji PNS
i. PP no 24 tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan
anggota DPRD.
j. PP no. 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan
pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah
k. Perpres no.11 thun 1959 tentang pelantikan jabatan negeri
l. Kepres no.18 tahun 1972 tentang penggunaan pakaian ketentuan dari institusi
atau lembaga resmi.

CARILAH UNDANG – UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN KEPROTOKOLAN


MELALUI INTERNET ATAU MEDIA BUKU TERKAIT MATERI KEPROTOKOLAN
 

ATURAN DASAR PROTOKOL

Aturan Dasar Protokol I


A. Pengaturan tempat duduk
1. Yang menempati posisi paling depan adalah yang paling tinggi kedudukannya.
2. Jika meghadap meja, yang menghadap pintu keluar yang dianggap utama dan
tempat terakhir adalah yang dekat dengan pintu keluar.
3. Kanan adalah utama
4. Bila ada dua orang yang berjajar, posisi sebelah kanan adalah utama (2-1), empat
orang, urutannya menjadi 4-2-1-3, enam orang urutannya menjadi 6-4-2-1-5-3
dan seterusnya.

B. Urutan saat naik turun kendaraan


1. Pesawat, orang yang paling utama adalah orang yang paling akhir menaiki
pesawat dan menjadi orang yang turun paling awal.
2. Kapal laut, mobil atau kereta, orang yang paling utama naik dan turun terlebih
dahulu. Orang yang paling utama duduk di sebelah kanan, yang kedua yang
terpenting di paling kiri dan orang ketiga duduk disebelah tengah.

C. Urutan saat datang dan pulang


Orang yang paling utama akan tiba paling akhir dan meninggalkan tempat paling awal

D. Posisi mobil saat menjemput dan mengantarkan tamu kehormatan


Berhentilah pada saat posisi pintu kanan mobil berada di arah pintu keluar gedung.
Dengan demikian, sang tamu dapat langsung berjalan menuju gedung begit turun
dari mobil dan sebaliknya.

Aturan Dasar Protokol II


A. Menghadiri perayaan hari kemerdekaan
1. Berusahalah untuk hadir, merupakan suatu kehormatan bagi seseorang bila
menerima undangan ini. Konfirmasikan kedatangan anda pada petugas, lakukan
juga hal ini bila anda tidak datang
2. Patuhi peraturan yang tertera pada undangan
3. Hadirlah 15 menit sebelum acara dimulai idak usah mondar
4. Duduklah sesuai nomor atau deretan yang sudah ditentukan
5. Kalau anda sudah duduk tidak usah mondar mandir untuk menyapa relasi
6. Tahan diri untuk tidak menguap, ngantuk atau melirik kesana kemari.
7. Jangang ngobrol saat acara berlangsung
8. Pastikan bahwa anda cukup sehat dan kuat untuk menghadiri acara tersebut.

Aturan Dasar Protokol III

A. Diterima Pejabat Tinggi


Diterima pejabat tinggi atau audiensi mungkin belum pernah sekalipun terlintas
dibenak anda. Lakukan langkah sebagai berikut :
1. Hubungi orang yang berhubungan dan menangani masalah audiensi ini
2. Cek lagi waktu dan tempat anda akan diterima
3. Persiapkan jumlah rombongan yang akan pergi bersama anda sesuai
arahan protokol
4. Datalah nama masing-masing anggota rombongan, lengkap alamat dan
jabatan atau kedudukan mereka dalam organisasi
5. Susunlah pokok-pokok materi yang akan dibicarakan secara tertulis di atas
kertas berkop organisasi. Masukan dalam map yang bersih dan beri
amplop. Tunjukan pada pejabat yang bersangkutan.

B. Saat Audiensi
1. Datanglah setengah jam lebih awal
2. Isilah buku tamu yang disediakan
3. Bila harus memakai tanda tamu yang ditukar dengan kartu identitas,
patuhilah peraturan tersebut
4. Jangan ribut dan menarik perhatian orang lain saat menunggu
5. Dilarang keras merokok.
6. Masuklah ke ruangan dengan dipimpin ketua rombongan.
7. Ketua berdiri di dekat pejabat untuk memperkenalkan anggota.
8. Saat diajak berbicara, ketua rombongan akan berbicara terlebih dahulu
9. Ketua harus membahas inti pembicaraan dan menutupnya dengan baik
dan jangan lupa memberi kesempatan pada anggota

C. Berfoto Bersama Pejabat


Sebelum audiensi dimulai, mintalah pada petugas protokol yang mengatur
pertemuan. Bila waktu berfoto tiba, mintalah kesediaan pejabat untuk berfoto
bersama. Jangan sampai terkesan memaksa atu menodong.

D. Usai Audiensi
1. Bila ada jumpa pers, sediakan materi untuk dibagi bagikan kepada
wartawan
2. Segeralah membuat ucapan terima kasih kepada jabatan yang telah
menerima
3. Serahkan surat tersebut dua hari setelah acara audiensi selesai kepada
petugas protokol.
4. Jangan lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihka yang
membantu terlaksananya audiensi

Latihan pengetahuan 
1. Sebutkan macam-macam regulasi bidang keprotokolan yang berlaku 
2. Sebutkan tujuan adanya regulasi keprotokolan
3. Sebutkan perbedaan acara kenegaraan dengan acara resmi
4. Sebutkan perbedaan pejabat negara dengan pejabat pemerintah
5. Jelaskan singkatan dari Perkala serta sebutkan fungsi adanya Perkalan no 40
tahun 2015