Tata Cara Menulis Puisi
Sudah paham teori-teori tentang puisi? Kita lanjutkan ke tata cara menulis puisi.
1. Ide merupakan ruh dalam dunia kepenulisan, termasuk puisi. Kita harus peka dan
menggali informasi sebanyak-banyaknya dari mana saja untuk mendapatkan ide.
2. Kita menyaring segenap informasi atau ide yang kita dapatkan lalu mulai kita
menentukan ide yang mana yang layak atau mampu kita tuliskan.
3. Langkah yang sangat penting dalam menulis puisi yaitu melakukan. Tulis saja puisi
sesukanya.
4. Setelah usai menulis, alangkah bijak bila kita mengoreksi atau merevisi tulisan kita.
Di sinilah kita mulai mengganti diksi-diksi yang kurang baik dengan diksi-diksi yang
baik dan tepat, sehingga lebih memperindah puisi kita.
Langkah-langkah Menulis Puisi
1. Menentukan ide. Seperti sudah kita bahas, ide merupakan ruh dalam dunia
kepenulisan, termasuk menulis puisi. Maka hal pertama yang harus dilakukan dalam
menulis puisi adalah mencari ide.
2. Memasukkan imajinasi. Imajinasi yang baik akan menghasilkan puisi yang baik pula.
Imajinasi identik dengan pencitraan alat indera kita.
3. Tema yang tepat. Laksana ide, tema juga merupakan ruh dalam menulis puisi. Maka,
menentukan tema yang tepat sebelum menulis puisi adalah hal yang mutlak.
4. Buat judul yang menarik. Tidak bisa dipungkiri bila judul sangat memengaruhi minat
baca. Semakin menarik judul, maka minat pembaca untuk membaca karya (puisi) kita
semakin besar.
5. Menggunakan kata-kata indah. Hakikatnya puisi adalah rangkaian kata-kata yang
indah. Maka, menulis puisi harus menggunakan kata-kata yang indah. Caranya?
Perbanyak membaca, perbanyak kosakata. Dan yang paling penting, perbanyak
berlatih.
6. Buat lirik yang menarik. Bila sekilas memandang, puisi hampir mirip dengan syair.
Lirik yang menarik akan menghasilkan suasana puisi yang menenangkan hati.
7. Perwajahan atau topografi. Perwajahan dalam puisi tidak berbentuk paragraf, seperti
prosa. Perwajahan dalam puisi berbentuk bait. Yang mana bait-bait itu mengandung
makna dari penulisnya sendiri.
8. Gunakan majas. Sangat penting bagi kita untuk pandai-pandai menggunakan majas
dalam menulis puisi. Penggunaan majas akan lebih memperindah puisi kita.
Yang Harus Diperhatikan dalam Menulis Puisi
Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam menulis puisi.
1. Persamaan konsonan.
2. Persamaan vokal.
3. Persamaan bunyi pada awal larik.
4. Persamaan bunyi pada tengah larik.
5. Persamaan bunyi pada akhir larik.
Mengubah Puisi menjadi Prosa
Mengubah puisi menjadi prosa? Bisakah? Bisa. Dan ini sudah terjadi. Dalam dunia sastra
perubahan puisi menjadi prosa atau bentuk sastra lain dinamakan parafrase. Atau lebih
mudah dengan sebutan memprosakan puisi.
Ada dua metode parafrase puisi, yaitu:
1. Parafrase terikat, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan
sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami. Seluruh
kata dalam puisi masih tetap digunakan dalam parafrase tersebut.
2. Parafrase bebas, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-
kata yang terdapat dalam puisi dapat digunakan, dapat pula tidak digunakan. Setelah
kita membaca puisi tersebut kita menafsirkan secara keseluruhan, kemudian
menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri.
Tips Menulis Puisi
Berikut kita sajikan tips menulis puisi.
1. Memilih tema yang diminati. Sebelum menulis, pilihlah tema yang paling diminati.
Karena dengan meminati tema itu, kita akan lebih menikmati menulis puisi.
2. Memilih diksi yang tepat. Puisi adalah rangkaian kalimat yang indah, maka harus
dipilih kata-kata yang indah.
3. Membangun suasana. Maksudnya, kita membuat suasana yang akan kita tuangkan
dalam bentuk puisi. Semakin baik suasana yang kita bangun, maka semakin baik pula
puisi yang dilahirkan.
4. Baper (bawa perasaan). Puisi hakikatnya adalah ungkapan perasaan. Maka, salah satu
hal penting dalam menulis puisi adalah membawa perasaan dalam menulisnya.
Demikian sekilas pandang tentang puisi. Langkah yang bijak untuk dilakukan selanjutnya
adalah mengaplikasikannya. Siap???
Langkah membuat puisi:
1. menentukan tema.
2. menentukan pilihan kata / diksi.
3. memperhatikan gaya bahasa atau majas yang digunakan.
4. memperhatikan enjabemen.
5. memperhatikan estetika.
6. menentukan makna yang terkandung dalam puisi tersebut. semoga membantu..
cara membuat puisi yang baik dan benar? Yuk, kita pelajari.
1. Tentukan Tema dan Judul
Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi
agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin
pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah
selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita
menentukan temanya, yaitu kesetiaan.
2. Menentukan Kata Kunci
Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah
menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut. Jika kamu
telah menemukan tema, misalnya tadi kesetiaan, maka selanjutnya adalah
menemukan kata kunci yang berkaitan dengan keabadian tersebut. Apabila sudah
dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal
mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci
digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan
menjadi satu bait.
3. Menggunakan Gaya Bahasa
Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa.
Salah satunya adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas
metafora misalnya.
4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin
Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang
indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi
satu puisi yang utuh dan bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah
artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah.
Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang
padat.
Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:
Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu
Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir
Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan
3. Memilih kata yang indah
emilihan diksi yang tepat dapat memperindah karya yang sedang kita
buat.
Cara yang paling mudah adalah dengan menggabungkan dua kata
berbeda untuk menghasilkan sebuah kata baru. Sebagai contohnya,
jika kita akan membuat diksi dari kata mata, maka kita bisa
menciptakan kata-kata baru yang indah. Misalnya jika kita
sandingkan kata mata dengan langit, akan menjadi mata langit. Mata
dengan semesta akan menjadi mata semesta. Mata dengan hati
menjadi mata hati. Mata dengan rindu menjadi mata rindu, dan masih
banyak lagi.
Jika kita bisa menempatkan diksi yang indah dalam puisi atau prosa
kita, maka karya sastra kita akan menjadi lebih indah. Tapi, hati-hati.
Jangan sampai puisi kita berisi diksi yang indah dari awal hingga
akhir tulisan. Bukannya menjadi lebih indah, tapi malah bisa-bisa
kehilangan ruh puisi yang akan kita bentuk sebenarnya.
Menggunakan kalimat analogi pun sering melibatkan diksi anti mainstream di
dalamnya untuk menunjang kelihaian tulisan. Sebagai contoh :
“Senyumnya menghangatkan diri, layaknya kilau mentari, kala pagi hari”.
Salah satu cara memunculkan dan memilih diksi anti mainstream adalah
penggunaan majas. Metafora, personifikasi, alegori, ironi, hiperbola, dan lain-
lain. Dalam kalimat bermajas, terdapat diksi yang dimanfaatkan sebagai benang
merah, penyampai rasa sang penulis dalam tulisannya. Sebagai contoh :
“Perasaannya sejernih embun pagi, namun sepekat legam malam ini”.
CARA MEMBUAT DIKSI PUISI YANG BAIK
Halimi Zuhdy
1. Memilih bentuk tulisan
Penulis memilih bentuk tulisan yang akan ditulis, akan menulis puisi atau cerita, jika ingin
menulis puisi maka memilih uslub/diksi lebih selektif, karena ada keterkaitan antara kata,
makna, bunyi (musikalitas) dan lainnya. Sedangkan kalau cerita lebih sederhana dan tidak
memerlukan keserasian dalam kata.
2. Memilih kata yang tepat
Dalam pemilihan kata, penulis dituntut untuk memiliki kemampuan kreatifitas, intuisi dan
imajinasi serta pengalaman dan pengetahuan. Misalkan ingin mengatakan “aku mencintaimu”
dirubah dengan “aku ingin mencium bunga yang ada di telapak kakimu”. Dari yang
sederhana berubah menjadi bahasa yang penuh imajinatif dan tidak biasa. Ini diperlukan
keselektifan dalam memlih kata disesuaikan dengan keinginan penulis. Atau
kata cinta disandingkan dengan ombak, padamu orang keduan disandingkan
dengan pantai, pasir, karang, dan lainnya.
3. Perenungan
Setelah mendapatkan beberapa kata yang akan disandingkan dengan kata yang asli, atau
pengganti kata atau kalimat yang lebih cocok dengan imajinasi, rima, dan makna yang
dimaksud,. Maka direnungkan kembali, apakah ia memiliki sugesti yang kuat yang mampu
memberikan pengaruh pada pembaca, dan menjadi bahasa yang tidak biasa, dan memiliki
imajinasi yang tinggi. Dalam memilih kata-kata yang akan ditulis hendaknya disesuaikan
dengan Nada dan perasaan.
4. Merasakan
Pada setiap kata, frasa, bahkan larik diusahana penyair benar-benar hadir dan merasakan
setiap ungkapan yang akan ditorehkan, tidak hanya sekedar lipstick dan pemanis saja. Ia
mampu dirasakan sendiri, dan bahkan mampu membangkitkan rasa pembaca, kata-kata yang
dipilih bernas, telak, sekaligus enak didengar dan membekas dalam benak pembaca.
Merasakan berbeda dengan merenungan, merasakan berarti bagaimana setiap kata mampu
menembus hati dan membangkitkan emosi pembaca, dan sangat dekat dengan pembaca, baik
dari pemilihan tema, gaya bahasa, bunyi, dan lainnya. Hal itu bisa dirasakan apabila penulis
sendiri merasakan, baik lewat pengalaman, pergolakan pemikiran, atau hasil internalisasi
idiom orang lain dan sesuai dengan tema penulis. Dan merasakan ini terkait sekali dengan
imajinasim Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan
merasakan seperti apa yang dialami penyair.
5. Menyusun
Setelah memilih kata atau kalimat dengan sebaik mungkin yang sudah terkait dengan makna,
keselarasan bunyi, dan urutan kata. Maka kemudian penulis mencoba untuk menyusun setiap
kata menjadi kalimat, dan kalimat menjadi lirik, dan dari lirik satu dengan lirik yang lain ada
kepaduan dengan tema, walau mengandung imajinasi yang berbeda, tapi tidak jauh dari tema
dan amanah dalam puisi tersebut. Perhatikan kembali puisi-puisi di atas, bagaimana seorang
penyair memilih kata yang tepat.