50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan3 halaman

Panduan Tes Klasikal Psikologi

Tes klasikal umum digunakan di bidang Psikologi Industri dan Organisasi karena efisiensi. Untuk menjaga ketertiban tes klasikal, diperlukan pengawas untuk setiap 25 peserta tes. Tes kelompok melibatkan sekelompok peserta tes pada waktu yang sama menggunakan tes seperti SPM atau APM. Administrasi tes meliputi persiapan, pelaksanaan, penyekoran, dan proses selanjutnya untuk melaporkan hasil tes

Diunggah oleh

Urfa Rufaidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
4K tayangan3 halaman

Panduan Tes Klasikal Psikologi

Tes klasikal umum digunakan di bidang Psikologi Industri dan Organisasi karena efisiensi. Untuk menjaga ketertiban tes klasikal, diperlukan pengawas untuk setiap 25 peserta tes. Tes kelompok melibatkan sekelompok peserta tes pada waktu yang sama menggunakan tes seperti SPM atau APM. Administrasi tes meliputi persiapan, pelaksanaan, penyekoran, dan proses selanjutnya untuk melaporkan hasil tes

Diunggah oleh

Urfa Rufaidah
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tes Klasikal : Pemberian tes dilakukan pada kelompok dan aspek yang dimaksudkan untuk

diukur sama. Tes klasikal umum digunakan di bidang Psikologi Industri dan Organisasi atas
pertimbangan efisiensi. Untuk menjaga ketertiban penyelenggaraan tes secara klasikal,
diperlukan seorang pengawas untuk setiap 25 testee. Pengawas ini bertugas membagikan dan
mengumpulkan kembali tes dan jawabannya, dan menjaga agar jangan sampai testee mulai dulu
dari yang lain atau bila ada tes yang lain selain tes skala dan grafik, testee jangan sampai
mengerjakan tes yang lain baik yang sudah atau yang belum diinstruksikan.

Tes kelompok (Group test), maksudnya adalah pada suatu waktu tertentu tester menghadapi
sekelompok testee, contohnya adalah tes inteligensi SPM (Standart Progressive Matrices), tes
inteligensi APM (Advance Progressive Matrices), tes Kraepelin, dan lain-lain.

Administrasi Tes

Administrasi tes adalah urutan penyelenggaraan atau melaksanakan pengetesan dari awal sampai
akhir dengan laporan tertulis secara lengkap. Dalam laporan ini sudah termasuk interpretasi dan
kesimpulan hasil pengetesan, bahkan disertai rekomendasinya.
Administrasi tes pada tes kelompok/klasikal :
a. Persiapan
1. Menetapkan jumlah subjek yang mau dites
2. Menyiapkan ruangan dan perlengkapan yang diperlukan dalam pengetesan
3. Menyiapkan buku tes dengan segala perlengkapannya
b. Pelaksanaan
1. Subjek disuruh masuk ruang tes dan duduk di kursi yang telah disiapkan
2. Tester mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada subjek untuk mengikuti tes
3. Asisten membagi lembar jawaban dan subjek tulis identitas
4. Identitas telah terisi lalu buku soal dibagikan kepada subjek dalam keadaan tertutup (tidak
boleh dibuka)
5. Buku telah diterima, buka halaman pertama. Asisten mengawasi subjek.
6. Tester membacakan petunjuk tes dengan jelas hingga selesai. Lalu tanyakan, apakah sudah
jelas? Apakah ada yang ingin ditanyakan?
7. Setelah semua jelas, subjek mengerjakan soal-soal tsb. Stopwatch berjalan.
8. Waktu sudah habis, berikan instruksi ‘Stop’.
9. Asisten mengumpulkan lembar jawaban dan buku soal.
10. Satu subtes selesai, istirahat bbrp menit. Teruskan tes berikutnya.
11. Jika buku tes terdiri dari bbrp subtes, harus dikerjakan secara berurutan. Lembar jawaban
sudah diberikan sebelumnya.
12. Jika subjek terdiri dari beberapa kelompok, pekerjaan tes perlu dikelompokkan (dipisah-
pisah)
c. Skoring
1. Siapkan kunci jawaban
2. Hasil skoring ditulis di baris tertentu yang telah ada di lembar jawaban.
3. Seluruh hasil penyekoran dimasukkan dalam daftar skor menurut kelompoknya masing-
masing
4. Jika ada yang ragu-ragu, perlu dikoreksi ulang
5. Setelah selesai, diproses tahap selanjutnya.
Fudyartanta, K. 2017. Pengantar Psikodiagnostik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nuraeni. 2012. Tes Psikologi : Tes Intelegensi dan Tes Bakat. Yogyakarta: UM Puwrokerto
Press.

Anda mungkin juga menyukai