Anda di halaman 1dari 23

iii

iv
v
vi
J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN n-


HEKSANA BATANG TURI PUTIH (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) DENGAN
METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl)

Jamilatur Rohmah1*, Ida Agustini Saidi2, Chylen Setiyo Rini1, Devi Arvindani Masyitha3,
Dewi Nurdiah Ramadhani3, Hesti Putri Wulandari3
1
Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
2
Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
3
Mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo
*
email: jamilaturrohmah@umsida.ac.id

Received 03 April 2020


Accepted 28 May 2020

Abstrak
Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) merupakan jenis tanaman yang tersebar luas di wilayah
Indonesia dan termasuk dalam famili Fabaceae serta memiliki potensi sebagai antioksidan
alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol,
etil asetat, dan n-heksana dari batang turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.). Penentuan
aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometer
UV-Vis. Tanaman turi yang digunakan berasal dari Mojosari, Mojokerto. Simplisia daun turi
dimaserasi dengan berbagai pelarut organik seperti etanol, etil asetat, dan n-heksana selama
24 jam. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji fitokimia, KLT dan aktivitas antioksidan.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana
batang turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) memiliki aktivitas antioksidan (IC50) yang
termasuk ke dalam aktivitas antioksidan yang sangat kuat terhadap radikal DPPH dengan nilai
IC50 masing-masing ekstrak yaitu ekstrak etanol sebesar 24,30 ppm , ekstrak etil asetat
sebesar 26,98 ppm, dan n-heksana sebesar 25,33 ppm. Sehingga tanaman turi putih (batang)
dapat menjadi salah satu sumber zat bioaktif antioksidan alami untuk mencegah terjadinya
penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

Kata kunci: antioksidan, batang Sesbania grandiflora (L.) Pers., DPPH, variasi pelarut.

Abstract
Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) is a type of plant that is widespread in Indonesian
territory and belongs to the Fabaceae family and has potential as a natural antioxidant. The
purpose of this study was to determine the antioxidant activity of ethanol, ethyl acetate, and n-
hexane extracts from white turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) stems. Determination of
antioxidant activity was carried out by the DPPH method using a UV-Vis spectrophotometer.
The turi plants used originated from Mojosari, Mojokerto. Simplisia turi leaves macerated on
ethanol, ethyl acetate, and n-hexane solvents for 24 hours. The extraction results are then
subjected to phytochemical tests, TLC and antioxidant activity. The results obtained showed
that ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extract white turi stem (Sesbania grandiflora (L.)
Pers.) have antioxidant activity (IC50) which is included in the very strong antioxidant activity
against DPPH radicals with IC50 values respectively of each extract was ethanol extract at
24.30 ppm, ethyl acetate extract at 26.98 ppm, and n-hexane at 25.33 ppm. So that the white

Online ISSN: 2528-0422 67


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

turi plant (stems) can be one source of natural antioxidant bioactive substances to prevent
disease caused by free radicals.

Keywords: antioxidant activity, Sesbania grandiflora (L.) Pers. stems, DPPH, various
extraction solvents.

Pendahuluan
Radikal bebas merupakan salah satu berbagai produk kosmetik, obat, makanan
penyebab penyakit yang menyerang sel maupun minuman, dapat memberikan efek
tubuh manusia. Radikal bebas terdapat toksik dan karsinogenik pada tubuh
dalam tubuh manusia sebagai hasil manusia (Chen et al., 1996; Ukieyanna,
samping dari proses pembentukan energi. 2012). Hasil penelitian menunjukkan
Radikal bebas dalam jumlah sedikit bahwa BHT dan BHA jika digunakan dan
dibutuhkan tubuh untuk membantu sel dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama
darah putih membunuh kuman. Apabila dapat menyebabkan tumor dan kerusakan
terlalu banyak, mereka mampu menyerang hati pada hewan uji (Andarwulan et al.,
sel-sel tubuh yang sehat, menyebabkan 1996). Sehingga dengan adanya efek
mereka kehilangan atruktur dan fungsinya. samping tersebut perlu dilakukan usaha
Sel dapat berfungsi buruk atau mati jika ini untuk mencari antioksidan alami yang
terjadi (Ames et al., 1993; Kunwar and berasal dari tumbuhan salah satunya yaitu
Priyadarsini, 2011). Oleh karena itu dari tumbuhan turi putih (Sesbania
diperlukan senyawa antioksidan yang grandiflora (L.) Pers.).
dapat menyumbangkan satu atau lebih Tumbuhan turi (Sesbania grandiflora
elektron pada radikal bebas sehingga (L.) Pers.) adalah tanaman jenis pepohonan
radikal bebas dapat diredam/ditangkal. yang banyak dijumpai di daerah pedesaan
Antioksidan merupakan zat yang dapat yang merupakan tanaman dalam famili
menetralkan radikal bebas, atau suatu Fabaceae. Tanaman ini seluruh bagiannya
bahan yang berfungsi mencegah sistem bermanfaat bagi manusia. Selama ini
biologi tubuh dari efek yang merugikan pemanfaatan tanaman turi oleh masyarakat
yang timbul dari proses ataupun reaksi masih terbatas, masyarakat kebanyakan
yang menyebabkan oksidasi yang hanya memanfaatkan pada bagian
berlebihan (Ames et al., 1993; Almey et bunganya saja yaitu untuk dikonsumsi
al., 2010). sebagai lalapan. Akan tetapi, bagian daun
Terdapat dua macam antioksidan dan batang dari tanaman turi ini kurang
menurut jenisnya, yaitu antioksidan alami termanfaatkan (Azwar, 2010). Menurut
dan sintetik (Meenakshi et al., 2009). Jenis Makalalag et al., (2011) daun turi putih
antioksidan yang diperoleh dari hasil mengandung senyawa saponin dan tanin
ekstraksi bahan alam yang berpotensi yang berkhasiat sebagai antioksidan
menangkap radikal bebas disebut dengan (Sukandar dan Rizki, 2013). Penggunaan
antioksidan alami. Sedangkan antioksidan ekstrak batang turi pada penelitian ini
yang berasal dari hasil sintesis secara sebagai sumber antioksidan alami karena
kimia disebut dengan antioksidan sintetik. lebih aman dan hampir tidak terdapat efek
Penggunaan antioksidan sintetik seperti negatif dari bahan tersebut yang dapat
BHT (butylated hydroxytoluene), asam mengganggu kesehatan manusia (Isfahlan
benzoat, BHA (butylated hydroxyanisole), et al., 2010).
dan TBHQ (tert-butylhydroquinone) pada Penelitian Fitriansyah, et.al. (2017)

Online ISSN: 2528-0422 68


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan, etil antioksidan IC50 masing-masing sebesar


asetat, dan etanol daun Sesbania sesban (L. 56,5707 ppm dan 54,2608 ppm yang
Merr) memiliki aktivitas antioksidan IC50 termasuk ke dalam antioksidan kuat
1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) < terhadap radikal DPPH. Aktivitas
50 g/ml dan dapat diklasifikasikan antioksidan tidak berbeda secara signifikan
sebagai antioksidan yang sangat kuat. antara ekstrak aseton daun dan batang turi
Ekstrak etanol Sesbania sesban memiliki putih (Sesbania grandiflora). Tetapi
kandungan fenolik total tertinggi (5,18 g berbeda signifikan dibandingkan dengan
GAE (Gallic Acid Equivalent)/100 g) dan aktivitas antioksidan asam askorbat yang
kadar flavonoid total tertinggi (4,56 g QE masuk dalam kategori sangat kuat. Oleh
(Quercetin Equivalent)/100 g), sedangkan karena itu diperlukan penelitian
total kadar karotenoid tertinggi (4,56 g BE selanjutnya dengan menggunakan pelarut
(Berat Ekivalen)/100 g) pada ekstrak n- ekstraksi lainnya dengan tingkat kepolaran
heksana. Total kandungan fenolik dalam yang berbeda yaitu pelarut etanol, etil
ekstrak daun Sesbania sesban memiliki asetat, dan n-heksana. Karena pelarut
korelasi yang signifikan dan negatif dengan polaritas yang berbeda dapat
dengan aktivitas pembersihan IC50 DPPH mempengaruhi jenis dan jumlah senyawa
mereka. Tanaman Sesbania sesban (L. metabolit sekunder. Sehingga dengan
Merr) yang digunakan diperoleh dari penggunaan pelarut yang berbeda dapat
Ujung Berung, Bandung. diketahui pelarut yang mampu menarik
Penelitian sebelumnya yang senyawa metabolit sekunder yang memiliki
dilakukan oleh Rohmah, Rachmawati, dan aktivitas antioksidan yang paling tinggi
Nisak (2018) menyebutkan bahwa ekstrak dengan harga EC50 atau IC50 yang paling
aseton daun dan batang turi putih rendah.
(Sesbania grandiflora) memiliki aktivitas
picrylhydrazyl (DPPH), DMSO, asam
Metode askorbat, kloroform, pereaksi Mayer
Alat dan Bahan (HgCl2, aquadest), pereaksi Dragendrorff
Alat-alat yang digunakan yaitu (KI, aquadest, bismut subnitrat, asam
penggiling, ayakan, nampan, rotary asetat glasial), pereaksi Wagner (I2, KI,
vacuum evaporator (Buchi), bejana aquadest), ammonia, H2SO4, serbuk Mg,
kromatografi, plat KLT SIL G/UV254, pipa HCl pekat, butanol, CH3COOH glasial,
kapiler, penggaris, lampu UV 254 dan 366 HCl 2N, FeCl3 10%, NaCl 10%, NH4OH
nm, selotip, pensil, gunting, neraca pekat, Na2CO3 2%, SbCl3, MeOH, CHCl3.
analitik, spektrofotometer UV-Vis VWR Reagen yang digunakan adalah reagen p.a
1600PC, kertas saring, dan alat-alat gelas.
 kecuali disebutkan lain.
Bahan-bahan yang digunakan dalam
penelitian ini antara lain: batang turi putih Prosedur Identifikasi Tanaman
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) yang Tanaman turi yang akan digunakan
didapat dari kota Mojosari Mojokerto, diidentifikasi terlebih dahulu di Lembaga
etanol (teknis), etil asetat (teknis), n- Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Balai
heksana (teknis), 1,1-Diphenyl-2- Konservasi
Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, tumbuhan turi putih dari bagian akar
Pasuruan, Jawa Timur untuk mengetahui hingga bunga.
taksonominya. Pengidentifikasian bahan
baku ini dilakukan dengan mengirim 1) Pembuatan Simplisia

Online ISSN: 2528-0422 69


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Sampel yang digunakan dalam


penelitian ini adalah batang turi putih b) Alkaloid
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) yang Masing-masing sebanyak 1 mL
segar dan utuh yang diperoleh dari ekstrak ditambahkan kloroform dan NH3.
Mojosari, Mojokerto sebanyak 11,2 kg. Lalu dipanaskan di atas penangas air.
Batang turi kemudian dicuci bersih dalam Ditambahkan 1 tetes H2SO4 pada masing-
air mengalir dan dikeringkan di bawah masing tabung reaksi. Tabung pertama
sinar matahari tidak langsung. Batang ditambahkan pereaksi Mayer. Tabung
kering selanjutnya ditimbang dan kedua ditambah pereaksi Wagner.
dihaluskan lalu diayak sehingga diperoleh Sedangkan tabung ketiga ditambahkan
serbuk batang turi (serbuk simplisia) pereaksi Dragendroff.
(Ngibad, 2013). Serbuk batang turi
kemudian ditimbang dan disimpan dalam c) Flavonoid
wadah tertutup. 
 Masing-masing sebanyak 1 ml
ekstrak ditambahkan ke dalam 3 ml etanol
2) Ekstraksi Maserasi 70% kemudian dikocok, dipanaskan dan
Serbuk batang turi putih ditimbang dikocok kembali. Lalu disaring dan
sebanyak @800 gram lalu ditambahkan diambil filtratnya. Filtrat ditambahkan
dengan pelarut etanol sebanyak 1600 ml serbuk Mg sebanyak 0,1 gram dan 3 tetes
(1:2) dan diaduk menggunakan batang HCl pekat.
pengaduk. Kemudian dimaserasi selama 24
jam. Hasil maserasi lalu disaring dan d) Saponin
didapatkan filtrat hasil perendaman. Masing-masing sebanyak 1 ml
Residu dilakukan remaserasi sampai ekstrak ditambah 10 ml aquades dan
diperoleh hasil ekstrak yang berwarna agak didihkan dalam penangas air. Kemudian
jernih. Selanjutnya filtrat dipekatkan campuran tersebut dikocok dan dibiarkan
menggunakan rotary vacuum evaporator 15 menit.
hingga diperoleh ekstrak pekat dan
pelarutnya kembali (Ningdyah, et al., e) Steroid
2015). Prosedur di atas diulangi dengan Sampel 1 ml masing-masing
pelarut yang berbeda yaitu pelarut etil ditambahkan 3 ml etanol 70% (v/v) dan 2
asetat dan n-heksana. Kemudian masing- ml H2SO4 pekat dan CH3COOH.
masing ekstrak pekat dilakukan uji
fitokimia dan uji KLT serta uji analisis f) Triterpenoid (Uji Liebermann-
penangkal radikal bebas. Burchard)
Ekstrak maserasi sebanyak 1 ml
3) Uji Kualitatif Fitokimia masing-masing ditambahkan 2 ml
Uji Kualitatif Fitokimia dilakukan kloroform dan 3 ml H2SO4 pekat.
dengan mengacu pada Kristanti, dkk.
(2006): g) Fenolik
a) Tanin (Pereaksi FeCl3) Sebanyak 1 ml sampel
Ekstrak batang turi putih pada ditambahkan NaCl 1% (b/v) dan gelatin
berbagai pelarut masing-masing sebanyak 10% (b/v).
1 ml dan dipanaskan selama beberapa
menit. Kemudian ditambahkan FeCl3 1% 4) Uji KLT
beberapa tetes. Uji pendahuluan analisis

Online ISSN: 2528-0422 70


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

antioksidan ekstrak batang turi putih pada b) Penentuan Kurva Standar



berbagai pelarut ekstraksi dengan metode Pembuatan larutan untuk kurva
kromatografi lapis tipis (KLT) dilakukan standar yaitu dengan menimbang 0,01
untuk mendapatkan nilai Rf. Fase diam gram Kristal DPPH yang diencerkan
yang digunakan pada metode ini adalah dengan metanol pada labu ukur 100 ml
silika gel F24 dengan ukuran 60 mesh dan sehingga diperoleh kadar 100 ppm.
fase gerak yang digunakan untuk Selanjutnya dibuat variasi konsentrasi dari
mengelusi yaitu etil asetat dan etanol larutan stok (5, 10, 15, 20, dan 25 ppm).
dengan perbandingan 1:4. Sejumlah kecil
ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan c) Analisis Antioksidan dengan Metode
batang turi putih ditotolkan pada fase DPPH dengan Spektrofotometer UV-
diam, kemudian dielusikan dalam chamber Vis

kromatografi. Selanjutnya plat KLT Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-
diamati berkas nodanya di bawah lampu heksan batang turi putih masing-masing
UV pada panjang gelombang 254 dan 366 sebanyak 0,01 gram diencerkan dengan
nm. Noda yang dihasilkan lalu ditandai metanol pada labu ukur 100 ml.
dan dihitung nilai Rf-nya (retardation Selanjutnya dibuat variasi konsentrasi dari
factor) (Sa’adah, 2010). larutan stok sampel (5, 10, 15, 20, dan 25
ppm). Pembuatan larutan DPPH dilakukan
5) Uji Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil menggunakan cara yaitu menimbang 0,004
Asetat, dan n-Heksana Batang Turi gram kristal DPPH dalam labu ukur 100
Putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) ml. Selanjutnya 3 ml sampel dengan
dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl- masing-masing variasi konsentrasi yang
2-picrylhydrazyl) berbeda ditambahkan 3 ml larutan DPPH
Aktivitas antioksidan ekstrak 0,004%, proses inkubasi dilakukan selama
etanol, etil asetat, dan n-heksana batang 30 menit pada suhu ruang. Kemudian
turi putih dilakukan menggunakan metode membaca absorbansinya dengan alat
DPPH menurut Ningdyah, dkk (2015) spektrofotometri UV-Vis pada panjang
dengan sedikit modifikasi: gelombang 517 nm. Kemudian membuat
larutan pembanding menggunakan asam
a) Penentuan Panjang Gelombang askorbat (variasi konsentrasi 5, 10, 15, 20,
Maksimum
 dan 25 ppm). Pembacaan nilai absorbansi
Larutan DPPH 0,01% (b/v) asam askorbat dilakukan sama seperti
dimasukkan ke dalam kuvet. Selanjutnya pembacaan nilai absorbansi untuk sampel.
dibaca nilai absorbansinya dengan panjang Setiap pengukuran dilakukan pengulangan
gelombang 511-517 nm. Panjang sebanyak 5 kali. Analisis antioksidandapat
gelombang maksimum memiliki nilai diketahui dari hasil data absoransi dengan
absorbansi tertinggi. cara menghitung dengan rumus sebagai
berikut (Sayuti & Yenrina, 2015):

Absorban blanko−Absorban sampel


Daya antioksidan = x 100 % (1)
Absorban blanko

untuk menghambat atau meredam 50%


Selanjutnya dihitung regresi dari kurva jumlah radikal bebas.
tersebut sehingga dapat dihitung nilai IC50
(Inhibitory Concentration) = konsentrasi

Online ISSN: 2528-0422 71


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Hasil dan Pembahasan bawah sinar matahari tidak langsung


a. Identifikasi Tanaman dengan maksud agar senyawa aktif pada
Identifikasi bahan baku batang turi batang turi tidak rusak karena panas.
putih dilakukan di Lembaga Ilmu Tujuan dari proses pengeringan ini adalah
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Balai untuk menghilangkan kadar air sehingga
Konservasi Tumbuhan Kebun Raya sampel tidak mengalami kerusakan dan
Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur. penurunan mutu walaupun disimpan dalam
Pengidentifikasian bahan baku ini waktu yang lama (Prasetyo & Inoriah,
dilakukan dengan mengirim tumbuhan turi 2013). Tahapan terakhir dari pembuatan
putih dari bagian akar hingga bunga. simplisia yaitu tahap penghalusan bahan.
Tujuan identifikasi bahan baku daun turi Pada tahap ini, batang turi yang sudah
putih yaitu mengetahui dan memastikan dikeringkan dihaluskan dengan cara
kebenaran bahan baku yang digunakan, digiling sehingga diperoleh bahan dalam
yaitu merupakan tanaman turi putih bentuk serbuk. Tujuan dari tahap ini yaitu
dengan nama latin Sesbania grandiflora untuk memperkecil ukuran bahan sehingga
(L.) Pers. akan memperluas permukaan bahan yang
akan berinteraksi dengan pelarut dan
b. Pembuatan Simplisia mempermudah komponen bioaktif yang
Pembuatan simplisia dilakukan terkandung larut dalam simplisia
dalam tiga tahap yaitu tahap sortasi basah, (Cahyanine, Estiasih & Nisa, 2008).
pencucian, pengeringan, dan penghalusan Simplisia serbuk batang turi putih yang
bahan (Prasetyo & Inorah, 2013). Sortasi diperoleh berwarna coklat muda serta
basah merupakan tahapan pencucian bahan aroma batang turi putih yang khas masih
dengan memisahkan bahan dari kotoran melekat pada simplisia batang turi putih.
(Depkes RI, 1985). Pencucian merupakan Berikut ini merupakan hasil berat sampel
tahapan membersihkan batang turi putih batang turi putih (Sesbania grandiflora
dari kotoran yang menempel dengan (L.) Pers.) yang digunakan dalam
menggunakan air yang mengalir. Tahap penelitian ini:
pengeringan batang turi putih dilakukan di

Tabel 1. Hasil simplisia batang turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
Parameter (gram)
Jenis Sampel
Berat basah Berat kering Berat serbuk
Batang turi putih 11200 5700 2400

Berdasarkan pada Tabel 1 menjadi media tumbuhnya mikroba/jamur


didapatkan hasil berat basah, berat kering, sehingga simplisia tidak akan mudah
dan berat serbuk batang turi. Pada batang membusuk (Mabruroh, et al., 2015).
kering mengalami penyusutan sebesar
50,89% (b/b) dari batang basah. c. Ekstraksi Maserasi
Penyusutan ini disebabkan oleh Tujuan ekstraksi menggunakan
menguapnya kadar air yang ada pada pelarut dengan polaritas yang berbeda
sampel (batang basah) pada saat proses yaitu untuk memperoleh jenis dan jumlah
pengeringan. Menguapnya kadar air saat senyawa metabolit sekunder dan
proses pengeringan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat antioksidan pada
menjaga kualitas simplisia agar tidak masing-masing ekstrak yang sesuai dengan

Online ISSN: 2528-0422 72


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

kelarutannya sehingga dapat digunakan aktif yang terkandung didalamnya berbeda


sebagai rujukan untuk mengetahui potensi pula (Ames, et al., 1993). Dari proses
bioaktivitas tertinggi suatu senyawa, ekstraksi maserasi diperoleh hasil
karena dimungkinkan pada pelarut yang rendemen simplisia batang turi putih
berbeda potensi bioaktivitas dan senyawa seperti yang tertera pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil ekstrak pekat daun turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) pada berbagai pelarut
ekstraksi

Hasil Ekstrak
Sampel Parameter
Etanol Etil Asetat n-Heksana
Batang Serbuk simplisia 800 gram 800 gram 800 gram
turi Ekstrak pekat 4,165 gram 9,872 gram 5,618 gram
putih Rendemen 0,520 % 1,234 % 0,702%

Berdasarkan pada Tabel 2 di atas, d. Uji Kualitatif Fitokimia


hasil rendemen ekstrak yang paling besar Uji fitokimia yang dilakukan pada
yaitu pada ekstrak etil asetat. Hal ini ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana
menunjukkan bahwa kandungan senyawa batang turi putih (Sesbania grandiflora
dalam batang turi putih cenderung larut (L.) Pers.) meliputi uji alkaloid, flavonoid,
pada pelarut etil asetat. Perbedaan nilai tanin, saponin, steroid, triterpenoid, dan
rendemen tersebut diduga disebabkan oleh fenolik. Hasil uji fitokimia ekstrak batang
sifat pelarut dalam melarutkan senyawa turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
metabolit sekunder yang berbeda (Depkes, dapat dilihat pada Tabel 3:
2000).

Tabel 3. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana batang turi putih
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
Kesimpulan (+) / (-)
Uji Fitokimia Pereaksi
Etanol Etil Asetat n-Heksana
Alkaloid Mayer + + +
Wagner + + +
Dragendorf + + -
Flavonoid Mg + HCl pekat + etanol + - +
Saponin - + + +
Steroid Libermann-Burchard - + +
Triterpenoid Kloroform+H2SO4 pekat + + +
Fenolik NaCl 10% + Gelatin 1% + - -
Tanin FeCl3 1% + + -

Berdasarkan hasil uji fitokimia Sedangkan pada ekstrak etil asetat batang
(Tabel 3) pada ekstrak etanol batang turi turi putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) mengandung senyawa alkaloid, saponin,
mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, dan tanin. Dan pada
saponin, triterpenoid, fenolik, dan tanin. ekstrak n-heksan batang turi putih

Online ISSN: 2528-0422 73


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) Uji KLT pada penelitian ini, fase
mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, diam yang digunakan yaitu plat GF254.
saponin, steroid, dan triterpenoid. Sedangkan fase gerak yang digunakan
Berbedanya kandungan senyawa metabolit yaitu eluen etanol:etil asetat (4:1) yang
sekunder ini dikarenakan adanya merupakan eluen terbaik dibandingkan
perbedaan kepolaran pelarut ekstraksi yang dengan n-heksan:etil asetat (4:1),
digunakan. Selain itu, senyawa yang sama metanol:etil asetat:n-heksan (8:3:1), karena
ataupun kelompok senyawa yang sama tidak didapatkan warna noda yang
dimungkinkan untuk disintesis atau terbentuk. Maka, dengan menggunakan
ditimbun pada organ yang berbeda. Kadar eluen etanol:etil asetat (4:1) dihasilkan
senyawa metabolit sekunder yang berbeda noda pada plat. Hasil uji Kromatografi
akan mempengaruhi analisis antioksidan Lapis Tipis (KLT) pada ekstrak batang turi
(Del Bano et al., 2003). putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
ditunjukkan pada Gambar 1 dan Tabel 4.
e. Uji KLT

(a) (b) (c)


Gambar 1. Hasil uji KLT, (a) ekstrak etanol, (b) etil asetat, dan (c) n-heksana batang turi
putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)

Tabel 4. Hasil uji KLT ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana batang turi putih
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.)

Ekstrak Nomor Noda Nilai Rf


1 0,51
Etanol 2 0,66
3 0,80
1 0,66
2 0,77
Etil Asetat
3 0,82
4 0,91
1 0,49
2 0,58
n-Heksana
3 0,69
4 0,67

Online ISSN: 2528-0422 74


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

5 0,69
6 0,79

Berdasarkan hasil pada Tabel 4 dan 0,69 (noda 3) yang diduga senyawa
Gambar 1, diperoleh warna noda yang triterpenoid, flavonoid, dan steroid.
berbeda. Hal ini disebabkan karena dalam Sedangkan pada nilai Rf 0,67 (noda 4);
satu tanaman dapat mengandung jenis 0,69 (noda 5); dan 0,79 (noda 6) yang
senyawa yang bermacam-macam diduga senyawa steroid dan saponin.
meskipun dalam satu golongan senyawa Menurut penelitian Khasanah (2015)
yang sama (Pokorni, et al., 2001). Hasil bahwa identifikasi kandungan senyawa
uji kromatografi lapis tipis di atas, untuk dengan nilai Rf berturut-turut 0,325; 0,45;
ekstrak etanol batang turi putih diperoleh 0,55; serta 0,95 menunjukkan positif
tiga noda. Noda pertama didapatkan nilai adanya senyawa terpenoid. Peneliti lainnya
Rf 0,51 yang diduga adalah senyawa oleh Marliana et al. (2005) yang
triterpenoid. Hal ini diperkuat oleh Setiadi menyebutkan bahwa dengan nilai Rf 0,54
(2014) yang menyatakan nilai Rf dan 0,92 merupakan positif adanya
triterpenoid berada pada Rf 0,31 dan 0,51. kandungan senyawa flavonoid serta nilai
Pada noda kedua dan ketiga diperoleh nilai Rf 0,79 dan 0,84 yang merupakan positif
Rf 0,66 dan 0,80 yang diduga adalah adanya kandungan senyawa saponin.
senyawa tanin. Hal ini didukung oleh Sedangkan nilai Rf pada penelitian Ilyas et
Mukholifah (2014) bahwa nilai Rf tanin al. (2015) dengan nilai Rf masing-masing
berada pada Rf 0,68; 0,81; dan 0,96. Serta 0,2; 0,6; dan 0,8 menunjukkan bahwa
oleh oleh Nursidika, Saptarini & Rafiqua senyawa tersebut merupakan salah satu
(2014) menyatakan bahwa nilai Rf tanin senyawa golongan steroid.
yaitu berada pada Rf 0,6.
Pada ekstrak etil asetat batang turi f. Uji AntioksidanEkstrak Daun Turi
diperoleh empat noda. Noda pertama Putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.)
memiliki nilai Rf 0,66; noda kedua Rf dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-
0,77; noda ketiga Rf 0,82; dan noda 2-picrylhydrazyl)
keempat Rf 0,91. Menurut penelitian
Mukholifah (2014), nilai Rf 0,66 dan 0,82 1) Penentuan Panjang Gelombang
menunjukkan bahwa terdapat senyawa Maksimum
tanin pada ektrak batang turi. Sedangkan Pengujian daya antioksidan diawali
pada nilai Rf 0,77 diduga mengandung dengan penentuan panjang gelombang
senyawa alkaloid. Pada noda 4 hasil maksimum. Penggunaan panjang
mengacu pada senyawa triterpenoid gelombang maksimum bertujuan untuk
dengan nilai Rf 0,91. Hal tersebut memaksimalkan kepekaan pengukuran
didukung dengan penelitian Maulana sampel (Gandjar & Rohman, 2007).
(2018) yang menyebutkan bahwa terdapat Penentuan panjang gelombang maksimum
senyawa alkaloid dengan nilai Rf sebesar suatu senyawa dapat berbeda berdasarkan
0,7; 0,76; 0,74 dan juga terdapat senyawa kondisi dan alat yang berbeda. Pada
triterpenoid dengan nilai Rf sebesar 0,91; pengukuran penangkal radikal bebas,
0,92; dan 0,95. panjang gelombang maksimum berada
Sedangkan pada ekstrak n-heksana antara 514-519 nm dengan
batang turi diperoleh enam noda. Nilai Rf spektrofotometer UV-Vis (VWR-1600PC)
berurutan 0,49 (noda 1); 0,58 (noda 2); dan (Rohmah, Rachmawati, dan Nisak, 2018).

Online ISSN: 2528-0422 75


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Pada penelitian ini, dilakukan penentuan penentuan panjang gelombang maksimum


panjang gelombang maksimum antara 514- (Gambar 2):
519 nm. Berikut merupakan hasil

0,848
0,8475
0,847 0,847 0,8472
0,8465
0,846
Absorbansi 0,8455
0,845

0,844

0,843

0,842 0,842

0,841
513 514 515 516 517 518 519 520
Panjang Gelombang (nm)

Gambar 2. Penentuan panjang gelombang maksimum

Berdasarkan kurva penentuan pycrylhydrazyl) konsentrasi 100 ppm.


panjang gelombang maksimum pada Kemudian, larutan induk divariasikan
Gambar 1, didapatkan panjang gelombang dalam berbagai variasi yaitu 5, 10, 15, 20,
maksimum yaitu pada 516 nm. Hal ini dan 25 ppm. Hasil kurva standar yang
didukung oleh penelitian Nasution et al diperoleh ditunjukkan pada Gambar 2.
(2015), bahwa panjang gelombang yang Berdasarkan pada Gambar 3,
diukur pada rentang 400-800 nm diperoleh persamaan regresi linier (y) =
menunjukkan panjang gelombang 0,0249x + 0,0489 dengan nilai R2 =
maksimum daya antioksidan pada panjang 0,9742. Nilai R2 bertujuan mengetahui
gelombang 516 nm. Maka, pada penelitian linieritas suatu kurva. Semakin linier kurva
ini pengukuran aktivitas antioksidan yang terbentuk maka nilai R2 akan
ekstrak daun turi putih (Sesbania mendekati nilai 1 (Sukindro, 2011). Nilai
grandiflora (L.) Pers.) pada berbagai R2 diartikan sebagai nilai koefisien
pelarut diukur pada panjang gelombang determinasi yaitu angka yang
516 nm. menunjukkan kemampuan variabel
independen dalam menerangkan variabel
2) Pembuatan Kurva Standar dependen. Nilai yang mendekati nilai 1
Pembuatan kurva standar bertujuan menunjukkan variabel-variabel independen
sebagai kalibrasi alat yang digunakan. hampir semua memberikan informasi yang
Pembuatan kurva standar yang dilakukan dibutuhkan untuk memprediksi variabel
yaitu membuat larutan induk DPPH (1,1-2- dependen (Ghozali, 2012).

Online ISSN: 2528-0422 76


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

0,8000

Absorbansi(ƛ 516 nm)


0,6000

0,4000 y = 0,0249x + 0,0489


R² = 0,9743
0,2000

-
0 5 10 15 20 25 30
Konsentrasi (ppm)

Gambar 3. Penentuan kurva standar

3) Uji Antioksidan dengan Metode DPPH antioksidan dengan metode DPPH yaitu
Penentuan aktivitas antioksidan DPPH bereaksi dengan senyawa
ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana antioksidan untuk memberikan atom
batang turi putih pada penelitian ini hidrogen, maka warna ungu dari larutan
dilakukan menggunakan metode DPPH. akan berubah menjadi warna kuning
Metode DPPH merupakan metode yang terang. Reaksi antioksidandengan metode
mudah, murah, dinilai memiliki tingkat DPPH digambarkan sebagai berikut
keakuratan tinggi, dan praktis (Molyneux, (Gambar 4):
2004). Reaksi yang terjadi pada pengujian

Gambar 4. Reduksi radikal DPPH dengan antioksidan (Mani, et.al., 2011)

Serapan warna violet diukur pada nilai IC50 < 10 maka dinyatakan memiliki
panjang gelombang 517 nm (Widyastuti, daya antioksidan yang sangat kuat.
2010). Setelah mengetahui absorbansi dari Berdasarkan hasil (Gambar 5) absorbansi
daya antioksidandari ekstrak etanol, etil ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana
asetat, dan n-heksana batang turi putih batang turi putih (Sesbania grandiflora
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.), maka (L.) Pers.) dengan larutan pembanding
dapat diketahui nilai IC50. Nilai IC50 asam askorbat menunjukkan semakin
merupakan nilai yang menyatakan tinggi konsentrasi ekstrak batang turi putih
konsentrasi yang dibutuhkan oleh ekstrak dan asam askorbat, maka nilai absorbansi
untuk meredam 50% dari radikal bebas yang diperoleh semakin kecil. Hal ini
(DPPH) (Tristantini et al., 2016). Apabila disebabkan karena semakin tinggi

Online ISSN: 2528-0422 77


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

konsentrasi ekstrak dan asam askorbat (Susanti & Kusbandari, 2016). Selanjutnya
maka maka semakin banyak kandungan dari hasil absorbansi yang diperoleh,
senyawa metabolit sekunder pada larutan dihitung prosentase daya antioksidan
untuk menangkap radikal bebas (DPPH) ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana
sehingga warna ungu dari larutan DPPH batang turi putih (Sesbania grandiflora
semakin berkurang. Hal ini menyebabkan (L.) Pers.) dengan asam askorbat yang
serapan yang terjadi mengalami penurunan dapat dilihat pada Gambar 6.

0,600
Serapan DPPH pada λ 516

0,500
0,400
etanol
0,300
etil asetat
nm

0,200
n-heksana
0,100
asam askorbat
0,000
5 10 15 20 25
Konsentrasi (ppm)

Gambar 5. Grafik absorbansi ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana batang turi putih
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) terhadap DPPH pada λ 516 nm

100
% Inhibisi rata-rata

80
60 etanol
40 etil asetat

20 n-heksana

0 asam askorbat
5 10 15 20 25
Konsentrasi (ppm)

Gambar 6. Grafik prosentase inhibisi ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana batang turi
putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) terhadap DPPH

Berdasarkan hasil % inhibisi kandungan senyawa metabolit pada ekstrak


antioksidan pada Gambar 6, didapatkan sehingga senyawa metabolit tersebut dapat
hasil semakin tinggi konsentrasi ekstrak mendonorkan atom H pada radikal bebas
batang turi putih dan asam askorbat DPPH dan membentuk ikatan DPPH-H
semakin tinggi pula persentase inhibisinya. yang lebih stabil (Sayuti & Yenrina, 2015).
Hal tersebut terjadi karena semakin tinggi Semakin banyak ikatan stabil DPPH-H,
konsentrasi maka semakin banyak pula maka semakin menurun intensitas warna

Online ISSN: 2528-0422 78


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

serapan (Mabruroh, 2015). Apabila lebih stabil karena memiliki 2 atom


intensitas warna serapan menurun, maka hidrogen. Sehingga semakin banyak ikatan
absorbansi akan rendah sehingga persen DPPH-H yang terbentuk, larutan akan
daya antioksidan semakin tinggi (Sayuti & berubah menjadi warna kuning dan
Yenrina, 2015). Hal tersebut dapat absorbansi asam askorbat menjadi rendah
ditunjukkan pada reaksi DPPH dengan (Gambar 7). Apabila absorbansi semakin
senyawa antioksidan pada Gambar 3. Hal rendah, maka persentase
ini terjadi pula dengan asam askorbat, antioksidansemakin besar (Mabruroh,
dimana asam askorbat merupakan 2015). Berikut merupakan reaksi ekstrak
antioksidan sekunder yang mempunyai dan asam askorbat dalam meredam radikal
kemampuan menangkap radikal bebas bebas (DPPH):

Gambar 7. Reaksi asam askorbat dengan DPPH (radikal bebas) (Mani, et.al., 2011)

Asam askorbat atau vitamin C senyawa pereduksi yang baik dan dapat
mempunyai aktivitas antioksidan yang menghambat reaksi oksidasi dengan baik.
sangat kuat. Hal tersebut dikarenakan sifat Senyawa tanin akan mendonorkan atom H
asam askorbat yang lebih stabil. Struktur sebagai peredam radikal bebas DPPH,
asam askorbat yang lebih stabil dapat sehingga terjadi penstabilan radikal
mendonorkan dua atom hidrogen kepada senyawa tanin. Kestabilan struktur tanin
radikal bebas DPPH dan akan membentuk juga dapat disebabkan oleh kedudukan
radikal L-askorbil yang stabil (Gambar 6) gugus hidroksi pada posisi orto, yakni
(Mani, et al., 2011). Tanin mempunyai gugus -OH yang terikat pada atom C
daya antioksidan yang cukup kuat karena nomor 3 dan nomor 4 dalam cincin B.
dipengaruhi oleh kestabilan strukturnya. Struktur orthohidroksil meningkatkan
Senyawa tanin termasuk ke dalam senyawa aktifitas antioksidatif senyawa tanin
golongan flavonoid yang merupakan (Hermawan and Setyawan, 2003).

30 26,98 25,33
24,30
Aktivitas Antioksidan

25
20
(IC50)

15
10 4,93
5
0
etanol etil asetat n-heksana asam
askorbat

Gambar 8. Grafik nilai IC50 masing-masing zat uji


Online ISSN: 2528-0422 79
J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Hasil aktivitas antioksidan dengan daun dan batang turi putih (Sesbania
metode DPPH terlihat pada Gambar 8, grandiflora) memiliki daya antioksidan
menunjukkan bahwa ketiga ekstrak batang dengan nilai IC50 sebesar 56,5707 ppm
turi putih memiliki aktivitas antioksidan dan 54,2608 ppm.. Perbedaan nilai IC50
yang masuk ke dalam kategori sangat kuat. tersebut dapat dipengaruhi banyaknya
Namun jika dibandingkan pada ketiga kandungan senyawa metabolit sekunder
ekstrak, ekstrak etanol memiliki kekuatan pada tumbuhan turi dan tingkat kepolaran
aktivitas antioksidan yang paling tinggi pelarut yang digunakan. Namun demikian,
dibandingkan ekstrak n-heksana dan etil kandungan senyawa metabolit sekunder
asetat batang turi putih. Dengan urutan pada tumbuhan turi juga dipengaruhi oleh
kekuatan aktivitas antioksidansebagai keadaan lingkungan sekitar tempat
berikut: ekstrak etanol > ekstrak n-heksana tumbuhnya pohon seperti kesuburan tanah,
> ekstrak etil asetat batang turi putih. Hal kelembaban, suhu, sinar matahari, dan
ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa ancaman di sekitar tumbuhan tersebut
aktif yang terekstrak pada masing-masing tumbuh.
pelarut. Dimana pada ekstrak etanol batang Nilai IC50 ketiga ekstrak batang turi
turi putih pada uji fitokimia mengandung putih jika dibandingkan dengan nilai IC50
senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, asam askorbat, ketiga ekstrak memiliki
triterpenoid, fenolik, dan tanin. Sedangkan aktivitas antioksidan yang lebih lemah. Hal
pada ekstrak etil asetat batang turi putih tersebut terjadi karena asam askorbat
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) memiliki sifat stabil dan dapat
mengandung senyawa alkaloid, saponin, mendonorkan dua atom hidrogen pada
steroid, triterpenoid, dan tanin. Dan pada radikal bebas yang nantinya akan
ekstrak n-heksan batang turi putih membentuk L-askorbil stabil akibatnya
(Sesbania grandiflora (L.) Pers.) aktivitas antioksidanasam askorbat lebih
mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, kuat dibandingkan dengan ketiga ekstrak
saponin, steroid, dan triterpenoid.. batang turi putih (Fitriansyah et al., 2017).
Perbedaan kandungan senyawa aktif ini
turut mempengaruhi aktivitas antioksidan Kesimpulan
tiap ekstrak. Dari berbagai senyawa yang Ekstrak etanol, etil asetat, dan n-
terkandung tersebut diduga menyebabkan heksana batang turi putih (Sesbania
adanya sinergisme, sehingga dapat grandiflora (L.) Pers.) memiliki aktivitas
membuat antioksidan pada ekstrak batang antioksidan yang masuk ke dalam kategori
turi putih stabil. Senyawa bioaktif yang sangat kuat dengan nilai IC50 masing-
terdapat pada ekstrak batang turi dengan masing ekstrak yaitu: ekstrak etanol daun
pelarut etanol lebih berperan aktif sebagai sebesar 24,30 ppm, ekstrak etil asetat
antioksidan dalam menangkal radikal sebesar 26,98 ppm, dan n-heksana sebesar
bebas DPPH. Berarti senyawa bioaktif 25,33 ppm. Ekstrak yang memiliki
yang berperan sebagai penghambat radikal aktivitas antioksidan yang paling tinggi
bebas dari ekstrak batang turi dapat yaitu pada ekstrak etanol batang turi putih
terekstrak baik jika menggunakan pelarut dengan kategori aktivitas yang sangat kuat.
etanol. Hal tersebut dapat didukung dari Sehingga tanaman turi putih (batang) dapat
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh menjadi salah satu sumber zat bioaktif
Rohmah, Rachmawati, dan Nisak (2018) antioksidan alami untuk mencegah
menunjukkan bahwa pada ekstrak aseton terjadinya penyakit yang disebabkan oleh

Online ISSN: 2528-0422 80


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

radikal bebas. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang


telah mendanai penelitian ini serta kepada
Ucapan Terima Kasih pihak-pihak yang membantu pelaksanaan
Terima kasih disampaikan kepada penelitian.

Daftar Pustaka
Ames, B.N., Shigenaga, M.K., Hagen, Chen, HM., Koji, M., Fumio, Y., Kiyoshi
T.M., 1993. Oxidants, antioxidants, N. 1996. Antioxidant activity of
and the degenerative diseases of designed peptides based on the
aging. Proc. Natl. Acad. Sci. 90: antioxidative peptide isolated from
7915-7922. Retrieved from digest of a soybean protein, J. Agric.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/836 Food Chem. 44: 2619-2623.
7443/ doi.org/10.1021/jf950833m
Almey, A., Khan, A.J., Zahir S., Suleiman Del Bano, M.J., Lorente, J., Castillo, J.,
M., Aisyah Rahim K., 2010. Total Garcia, O. B., Del Rio, J. A., Ortuno,
phenolic content and primary A., Quirin, K. W., and Gerard, D.
antioxidan activity of methanolic and 2003. Phenolic diterpenes, flavones,
ethanolic extract of aromatic plants’ and rosmarinic acid distribution
leaves. International Food Research during the development of leaves,
Journal. 17 : 1077-88. Retrieved flowers, stems, and roots of
from Rosmarinus officinalis, Antioxidant
http://ifrj.upm.edu.my/17%20%2804 Activity, Journal of Agricultural and
%29%202010/%2828%29%20IFRJ- Food Chemistry, Vol. 51 (15) :
2010- 4247−4253.
035%20Kamarul%5B1%5D.pdf doi.org/10.1021/jf0300745
Andarwulan, N., H. Wijaya, dan D.T. Departemen Kesehatan RI. 1985.
Cahyono. 1996. Aktivitas Farmakope Indonesia. Jakarta:
antioksidan dari daun sirih (Piper Ditjen POM.
betle L). Teknologi dan Industri Departemen Kesehatan RI. 2000.
Pangan. Hal 29-30. Retrieved from parameter standar umum ekstrak
https://repository.ipb.ac.id/handle/12 tumbuhan obat. Cetakan Pertama, 3-
3456789/55567 11, 17-19, Dikjen POM, Direktorat
Cahyanine, M. Estiasih, Teti. dan Nisa, Pengawasan Obat Tradisional.
Khoirun, F. 2008. High-tocopherol Fitriansyah, S.N., I. Fidrianny, K. Ruslan.
fraction from rice bran (Oryza 2017. Correlation of total phenolic,
sativa) prepared by low-temperature flavonoid and carotenoid content of
solvent crystallization. Jurnal Sesbania sesban (L. Merr) leaves
Teknologi Pertanian, 5(3), pp.165- extract with DPPH scavenging
72. Retrieved from activities. Int. J. Pharmacogn.
https://pdfs.semanticscholar.org/7db9 Phytochem. Res. 9(1): 89-94.
/08e8e60a7d2f10c55f85c255412a34 doi: 10.25258/ijpapr.v9i1.8046
d87b76.pdf?_ga=2.266633293.2140 Gandjar, I. G. dan Rohman, A. 2007.
261529.1597904048- Kimia farmasi analisis. Yogyakarta:
1404393480.1597904048 Pustaka Pelajar.

Online ISSN: 2528-0422 81


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Ghozali, I. 2009. Aplikasi Multivariate Leach. Chimica et Natura Acta, 3


dengan Program SPSS. Semarang: (3). doi.org/10.24198/cna.v3.n3.9220
BP UNDIP Isfahlan, A.J., Mahmoodzadeh, A.,
Gowry, S. S., & Vasantha, K. 2010. Hassanzadeh, A., Heidari, R., Jamei,
Phytochemical screening and R. 2010. Antioxidant and radical
antibacterial activity of Syzygium activities of phenolic extracts from
cumini (L.) (Myrtaceae) leaves iranian almond (Prunus amygdalus)
extracts. International Journal of hulls and shells. Turkish Journal of
PharmTech Research, 1569-1573. Biology, 34(2):165-173.
Retrieved from doi.org/10.3906/biy-0807-21
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net Khasanah, L.U., Anandito, R.B.K., Utami,
/31144347/PT_95__1569- R., Kusumaningrum, P., dan
1573_.pdf?1366320240=&response- Waningsih,M. 2014. Reduksi sisa
content- pelarut etanol oleoresin kayu mania
disposition=inline%3B+filename%3 (Cinnamomum burmannii). Jurnal
DPhytochemical_screening_and_anti Teknologi Industri Pertanian. Vol.
bacteria.pdf&Expires=1597908967& 24(1), 53-60. Retrieved from
Signature=ONktZvZubkXauBiq0foe https://journal.ipb.ac.id/index.php/jur
KXNp~Vo2ufnFW~aOexjZee3jJ3C naltin/article/view/8089
RdvHqEuDW6v~Oa2xgyRxdL6aDj Kristanti, A.N., Nanik, S.S., Mulyadi, T.,
zIH0rJLnppplCK1LpZpDsOcZzP90 dan Bambang, K. 2006. Buku ajar
C6DJqmQhpSvs58cVV1pNVw4KE fitokimia. Surabaya: Universitas
13C0ycO2- Airlangga.

J3xod9aGblaoSP6M1Z9c2GpbdqEF Kunwar, A., and Priyadarsini K.I. 2011.
MExK-7vl1nvNhh5re7J7vr0f4- Free radicals, oxidatives stress and
lr1pwhIkX7ENWYIKkThMSoq7Rw importance of antioxidants in human
QorLBwClI-Eq5Fpcl-rxqOb- health. J.Med Allied Sci., 1(2): 53-60.
rlhm9mKLuNAt9d9RClaPa7cIhy04 Retrieved from
4zOdjpGRmjisO9kq0ORXRIHjJy5w https://www.bibliomed.org/mnsfullte
z4daB75jQ6jIzHFDO7KgBYPJtvvA xt/154/154-
zjBlAl4HbW8L0u25uXQ__&Key- 1449484220.pdf?1597906195
Pair- Kwen, Y.T.S. 2011. Daya antioksidan
Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA ekstrak etanol bunga turi merah
Hernawan, U.E., Setyawan, A.D. 2003. (Sesbania grandiflora) secara in
Review: ellagitanin, biosintesis, vitro. Skripsi. Surabaya: Fakultas
isolasi, dan aktivitas biologi. Farmasi. Universitas Katolik Widya
Biofarmasi, 1(1): 25-38. Retrieved Mandala Surabaya. Retrieved from
from http://repository.wima.ac.id/437/
https://core.ac.uk/download/pdf/1234 Mabruroh, A.I., 2015. Uji aktivitas
5761.pdf antioksidan ekstrak tanin dari daun
Ilyas, A., Iin, N., dan Irmayanti. 2015. rumput bambu (Lophatherum gracile
Senyawa golongan steroid dari Brongn) dan identifikasinya. Skripsi.
ekstrak n-heksana kulit batang kayu Malang: Fakultas Sains dan
bitti (Vitex Cofassus) dan uji Teknologi, Universitas Islam Negeri
toksisitas terhadap Artemia salina Maulana Malik Ibrahim Malang.

Online ISSN: 2528-0422 82


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Retrieved from http://etheses.uin- http://www.thaiscience.info/Journals/


malang.ac.id/3229/ Article/SONG/10462423.pdf
Makalalag, W. I., Wullur, A., dan wiyono, Mukholifah. 2014. Identifikasi tanin dan
W., 2013. Uji ekstrak daun binahong penentuan eluen terbaik dari ekstrak
(Anredera cordifolia Steen.) etanol 70% daun pepaya (Carica
terhadap kadar gula darah pada tikus papaya) dengan metode
putih jantan galur Wistar (Rattus kromatografi lapis tipis, Jurnal
norvegicus) yang Diinduksi Sukrosa. Biologi, Malang, Universitas Islam
Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi. Negeri Maulana Malik Ibrahim
2:28-34. Malang. Retrieved from
doi.org/10.35799/pha.2.2013.883 https://www.academia.edu/17031884
Mani, R.P., Awanish, P., Shambaditya, G., /Identifiasi_Senyawa_Tanin_dan_Pe
Poonam, T., Kumudhavalli, V., nentuan_Eluen_Terbaik_dari_Eksrak
Pratap, S.S., 2011, Phytochemical _Etanol_70_Daun_Pepaya_Carica_p
screening and in-vitro evaluation of apaya_dengan_Metode_Kromatograf
antioxidant activity and antimicrobial i_Lapis_Tipis
activity of the leaves of Sesbania Nasution, P. A., Batubara. R., dan
sesban (L.) Merr. Free Rad. Antiox. Surjanto. 2015. Tingkat kekuatan
1, 3. doi.org/10.5530/ax.2011.3.9 antioksidan dan kesukaan
Marjoni, R. 2016. Dasar-Dasar Fitokimia, masyarakat terhadap teh daun gaharu
Jakarta: Trans Info Media, Hlm 1-38. (Aquailaria malaccensis Lamk)
Marliana, S. D. 2005. Skrining fitokimia berdasarkan pohon induksi dan non-
dan analisis kromatografi lapis tipis induksi. Jurnal Pertanian. Sumatera
komponen kimia buah labu siam Utara. Program Studi Kehutanan
(Sechum edule Jacq. Swartz.) dalam Fakultas Pertanian Universitas
ekstrak etanol. Biofarmasi. Vol 3 (1): Sumatera Utara. Retrieved from
26-31. ISSN: 1693-2242. Retrieved https://media.neliti.com/media/public
from eprints.uns.ac.id/id/eprint/843 ations/158327-ID-tingkat-kekuatan-
Meenakshi, S., D. M. Gnanambigai, S. T. antioksidan-dan-kesukaa.pdf
Mozhi, M. Arumugam and T. Ningdyah, A. W, Alimuddin, A.H,
Balasubramanian. 2009. Total Jayuska, A. 2015. Uji toksisitas
flavonoid and in vitro antioxidant dengan metode BSLT (Brine Shrip
activity of two seaweed of Lethality Test) terhadap hasil
Rameshwaram Coast. Global fraksinasi ekstrak kulit buah Tampoi
Journal of Pharmacology, 3 (2) : 59- (Baccaurea marcocarpa). Jurnal
62. Retrieved from Kimia Khatulistiwa. Vol.4(1).
http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/d Retrieved from
ownload?doi=10.1.1.321.4225&rep= http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jk
rep1&type=pdf kmipa/article/view/11732
Molyneux, P., 2004. The use of the stable Nursidika, P., Saptarini, O., Rafiqua, N.
free radical diphenylpicrylhydrazyl 2014. Aktivitas antimikroba fraksi
(DPPH) for estimating antioxidant ekstrak etanol buah Pinang (Areca
activity. Songklanakarin J. Sci. catechu L) pada bakteri Methicillin
Technol. 26(2) : 211-219. Retrieved Resistant Staphylococcus aureus.
from MKB. Vol.46 No.2.
doi.org/10.15395/mkb.v46n2.280

Online ISSN: 2528-0422 83


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

Pokorni, J., Yanishlieva, N., and Gordon, Setiadi, A.D. 2014. Uji toksisitas dan
M. (2001). Food practical identifikasi awal golongan senyawa
applications, New York: CRC Press. aktif ekstrak metanol dan n-heksana
Prasetyo dan Inoriah, E. 2013. teripang pasir (Holothuria scarba)
Pengelolaan budidaya tanaman kering pantai Sekotong Lombok
obat-obatan (bahan simplisia). Barat. Skripsi. Jurusan Kimia.
Bengkulu: Badan Penerbitan Fakultas sains dan Teknologi.
Fakultas Pertanian UNIB. Universitas Islam Negeri Maulana
Rohmah, J., Rachmawati, N.R., Nisak, S. Malik Ibrahim Malang. Retrieved
2018. Perbandingan daya antioksidan from http://etheses.uin-
ekstrak aseton daun dan batang turi malang.ac.id/8244/
putih (Sesbania Grandiflora) dengan Sukandar, D., Rizki, A.E. 2013.
metode DPPH Karakterisasi senyawa aktif
(diphenylpycrylhydrazyl). Prosiding antioksidan dan antibakteri ekstrak
Seminar Nasional Hasil Riset dan etanol buah namnam (Cynometra
Pengabdian (SNHRP-I). 665-675. cauliflora L.). Jurnal Valensi. 3(1):
Retrieved from 34-38. ISSN: 1978-8193.
eprints.umsida.ac.id/id/eprint/5927 doi.org/10.15408/jkv.v3i1.327
Rosahdi, T.D., Susanti, Y., & Suhendar, D. Sukindro. 2011. Analisis kadar fosfor
2015. Uji aktivitas daya antioksidan dalam kacang hijau dengan metode
biopigmen pada fraksi aseton dari spektrofotometri UV-Vis di Pasar
mikroalga chlorella vulgaris. Jurnal Pekanbaru. Skripsi. UIN Sultan
UINSGD, Vol. IX, hh. 1-16. Syarif Kasim Riau, Pekanbaru.
Retrieved from Retrieved from repository.uin-
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php suska.ac.id/id/eprint/1331
/istek/article/view/167 Kusbandari, A., Susanti, H. 2017.
Tristantini, D., Ismawati, A., Pradana, B. Kandungan beta karoten dan
T., & Gabriel, J. 2016. Pengujian aktivitas penangkapan radikal bebas
aktivitas antioksidan menggunakan terhadap DPPH (1,1-difenil 2-
metode DPPH pada daun Tanjung pikrilhidrazil) ekstrak buah blewah
(Mimusops elengi L). Universitas (Cucumis melo var. Cantalupensis L)
Indonesia, 2. Retrieved from secara spektrofotometri UV-
http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/k VISIBEL. Jurnal Farmasi Sains dan
ejuangan/article/view/1547 Komunitas, Vol.14 No.1 Mei 2017,
Sa’adah, L., Hayati, E.K., dan Fasyah, G. hlm. 37-42. Retrieved from https://e-
2010. Fraksinasi dan identifikasi journal.usd.ac.id/index.php/JFSK/arti
senyawa tanin pada daun blimbing cle/view/562
wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Ukieyanna, E., 2012. Aktivitas
Kimia. Vol. 4, No.2: 192-200. antioksidan, kadar fenolik, dan
Retrieved from flavonoid total tumbuhan Suruhan
https://ojs.unud.ac.id/index.php/jche (Peperomia pellucida L. Kunth).
m/article/view/2804/1993 Skripsi. Fakultas Matematika dan
Sayuti, K. dan Yenrina, R., 2015. Ilmu Pengetahuan Alam Institut
Antioksidan alami dan sintetik. Pertanian Bogor, Jawa Barat.
Universitas Andalas. Padang. Retrieved from
https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitst

Online ISSN: 2528-0422 84


J.Rohmah, et al. Jurnal Kimia Riset, Volume 5 No. 1, Juni 2020 67 - 85

ream/123456789/58960/1/G12euk.pd Bogor: Departemen Kimia Fakultas


f Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Widyastuti, N. 2010. Pengukuran aktivitas Alam Institut Pertanian Bogor.
antioksidan dengan metode Retrieved from
CUPRAC, DPPH, dan FRAP serta repository.ipb.ac.id/handle/12345678
korelasinya dengan fenol dan 9/26745
flavonoid pada enam tanaman.

Online ISSN: 2528-0422 85