0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan5 halaman

Pengaruh Yoga pada Dismenore Remaja

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas latar belakang masalah dismenore pada remaja putri. 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan skala dismenore pada remaja putri di SMA X. 3. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang penurunan skala dismenore.

Diunggah oleh

Zakiul Fikri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
222 tayangan5 halaman

Pengaruh Yoga pada Dismenore Remaja

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas latar belakang masalah dismenore pada remaja putri. 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan skala dismenore pada remaja putri di SMA X. 3. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan tentang penurunan skala dismenore.

Diunggah oleh

Zakiul Fikri
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa yang penuh perubahan. Tahap pertama pertanda
kedewasaan atau pubertas pada anak perempuan yaitu mengalami menstruasi atau haid.
Menstruasi atau yang lebih dikenal dengan istilah haid merupakan peluruhan dinding
rahim yang terdiri atas darah dan jaringan tubuh. Setiap perempuan memiliki
pengalaman menstruasi yang berbeda-beda. Sebagian perempuan mendapatkan
menstruasi tanpa adanya keluhan, tapi tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan
menstruasi disertai dengan keluhan, sehingga mengakibatkan rasa ketidak nyamanan
dalam melaksanakan suatu kegiatan, keluhan pada saat menstruasi salah satunya berupa
desmenore yang terjadi pada saat menstruasi atau setelah menstruasi (Fatmawati et al.,
2016).

Masa remaja adalah suatu proses transisi dari masa anak-anak menuju tahap
dewasa yang ditandai dengan berubahnya perkembangantubuh yang cepat. Masa remaja
berhubungan dengan suatu fenomena fisik yang berhubungan dengan pubertas. Dimana
pubertas merupakan suatu bagian penting dari masa remaja yang lebih menekankan
proses biologis yang mengarah pada kemampuan reproduksi. Pada saat ini perempuan
akan mengalami ovulasi dan menstruasi yang terkadang juga disertai nyeri haid
(dismenore). Kondisi ini dapat bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang
tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan sedih atau gembira
yang berlebihan.(Anurogo & Wulandari, 2011,hlm 31).

Berdasarkan data dalam World Health Organization (WHO) angka kejadian


dismenore di dunia sangat besar yaitu lebih dari 50% wanita usia produktif di setiap
negara mengalami nyeri haid. Di Amerika Serikat angka persentasenya sekitar 90% dan
10-15% mengalami dismenore berat yang mengakibatkan mereka tidak dapat
melakukan aktivitas apapun. Studi longitudinal dari Swedia melaporkan dismenore pada
72% wanita yang berusia kurang dari 19 tahun dan 67% wanita yang berusia 24 tahun.
Sebuah penelitian di India menyatakan bahwa kesadaran wanita terhadap dysmenore
sangat rendah, hanya sekitar 34,34% dari 99 responden mencari tempat pelayanan
kesehatan untuk mengatasiketidaknyamanan dysmenorrhea (Jurnal Occupation and
Environmental (Medicine, 2008).

Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89%


dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenore menyebabkan 14% dari
remaja sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari
(Calis,2011). Di Sumatera Barat angka kejadian dismenore mencapai 57,3% dari
mereka yang mengeluh nyeri, 9% nyeri berat, 39% nyeri sedang dan 52% nyeri ringan.
Kejadian ini menyebabkan 12% remaja sering tidak masuk sekolah (Putra, 2014).

Dismenore merupakan nyeri di bagian bawah perut yang terjadi pada waktu
menjelang atau selama menstruasi. Gejala dismnore dapat disertai dengan rasa mual,
muntah, diare dan kram.( Hidayati et al., 2016). Nyeri pada saat menstruasi mempunyai
penyebab yang berbeda tergantung pada jenisnya. Nyeri yang terjadi pada dismenore
disebabkan oleh suatu proses fisiologis yang normal, nyeri tersebut disebabkan oleh
peningkatan jumlah hormon prostaglandin (hormon yangmembuat uterus berkontraksi
saat menstruasi dan melahirkan). Hormon prostaglandin dapat menyebabkan terjadinya
vasokonstriksi (pengecilanpembuluh darah) dinding rahim yang pada akhirnya
menyebabkan kontraksiotot dinding rahim dan kemudian menimbulkan rasa nyeri.

Dalam kasus ini, dismenore disebabkan oleh berkurangnya aliran darah pada
endometriumdikarenakan kontraksi rahim yang sangat kuat. Saat uterus
berkontraksiterlalu kuat, pembuluh darah akan tertekan. Oleh karena itu, suplai
oksigenke jaringan otot rahim akan berkurang. Selain masalah fisiologis
tersebut,beberapa hal yang juga bisa mengakibatkan rasa nyeri pada
kasusdysmenorrhoea primer diantaranya adalah kurangnya latihan (olahraga),terjadinya
stres, merokok, konsumsi alkohol, obesitas, dan menstruasi awal(menarche) di usia
muda (di bawah 11 tahun).Gangguan ini tidak boleh didiamkan karena dapat berdampak
serius. Dampak yang terjadi jika nyerihaid (dysmenorrhea) tidak ditangani adalah
gangguan aktifitas hidup sehari-hari, gelisah, depresi, Retrograd menstruasi (menstruasi
yang bergerak mundur), infertilitas (kemandulan),ektopik pecah, dan kista pecah. yang
umumnya terjadi padaperempuan saat menstruasi adalah darah menstruasi yang sangat
banyak (menorrhagia) dan timbul rasa sakit saat menstruasi (dysmenorrhea) (B.Pribakti,
2012, hal. 56).

Beberapa upaya dilakukan oleh remaja untuk mengurangi rasanyeri yang


dirasakan saat menstruasi seperti mengkonsumsi minuman herbal (jamu), istirahat,
kompres hangat, bahkan beberapa diantara remaja juga mengkonsumsi obat agar
mereka tetap bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Upaya penanganan untuk mengurangi
dismenore adalah dengan pemberian terapi farmakologi seperti obat analgetik,
terapihormonal terapi dengan obat non steroid antiprostaglandin dan dilatasi kanalis
servikanalis Pengaruh nonfarmakologis juga diperlukan untuk mengurangi dysmenore,
salah satunya dengan menggunakan teknik relaksasi, olahraga dan yoga (Asmadi,
2008).

Senam yoga adalah sebuah aktivitas dimana seseorang memusatkan seluruh


pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan yang
berarti mengendalikan, mengatur, dan berkonsentrasi, yang berfungsi menyelaraskan
tubuh, kirikan, dan jiwa kita, selain itu, senam yoga dapat melancarkan aliran oksigen
didalam tubuh sehingga tubuhpun menjadi lebih sehat(Larasati et al .,2015).

Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnikrelaksasi, pernafasan,


dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan,keseimbangan dan mengurangi rasa
nyeri. Beberapa gerakan yoga mampumengubah pola penerimaan rasa sakit ke fase
yang lebih menenangkan yaituPose Upavishta Konasana, Buddha Kosana, Janu
Shirsasana, SuptaBaddha Konasana, Mudhasana (Pujiastuti & Shindu, 2014).

Survei Nasional yang dilaksanakan baru –baru ini kepada yogi (peyoga) yang
dilakukan di University of Maryland Nursing School, dari peserta tanpa memandang
ras, jenis kelamin atau pendididkan, peserta setuju bahkan sangat setuju bahwa yoga
dapat membantu meningkatkan hubungan interpersina (67%), kebahagiaan (86,5%),
energy (84,5%), kualitas tidur (68,5%), dan berat badan (57,3%) (Larasati et al., 2015).
Berdasarkan data diatas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul skripsi
tentang Pengaruh Senam Yoga terhadap Penurunan Skala Dismenore remaja putri
sekolah X.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada penelitian
ini yaitu “ Apakah ada pengaruh senam yoga terhadap penurunan skala disminore pada
remaja putri Disekolah X ?

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan dismenore pada
remaja putri Di Sekolah X
2. Tujuan Khusus
1) Mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan skala dismenore
pre intervensi senam yoga pada remaja putri di Sekolah X
2) Mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan skala dismenore
post intervensi senam yoga pada remaja putri di Sekolah X

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
a. Bagi Peneliti
Mengetahui seberapa besar pengaruh senam yoga terhadap
penurunan skala dismenore dan mengembangkan konsep-konsep
penelitian serta mengaplikasikan ilmu hasil study yang telah diperoleh
selama kuliah.
b. Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai penambahan referensi
bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang pengurangan skala
(Dismenore)
2. Manfaat Praktis
1) Bagi Institusi
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dengan
memperbanyak membaca referensi tentang penurunan skala dismenore
dan dijadikan bahan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya.

E. Ruang Lingkup
Jenis penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan
skala dismenore pada remaja putri di sekolah X. Jenis penelitian quasy experimental
dengan rancangan two group pretest-posttest. Variabel independen (Senam Yoga) dan
variabel dependen (Skala dismenore pada remaja putri). Populasi pada penelitian ini
adalah remaja putri di sekolah X dengan teknik pengambilan sample purposive
sampling. Penelitian akan dilaksanakan bulan Januari- Agustus 2020. Penelitian
menggunakan uji statistik wilcoxon.

Anda mungkin juga menyukai