TUGAS INDIVIDU MATERNITAS II
ASUHAN KEPERAWATAN
PELVIC IMPLENTORY DEVISEASE (PID)
DI SUSUN OLEH :
Lilis Karlina Hale
201901014
PROGRAM STUDI S1 NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIDYA NUSANTARA PALU
2019
1. Definisi PID (Pelvic Inflammatory Disease)
Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah suatu kumpulan radang pada saluran
genital bagian atas oleh berbagai organisme, yang dapat menyerang endometrium, tuba
fallopi, ovarium maupun miometrium secara perkontinuitatum maupun secara hematogen
ataupun sebagai akibat hubungan seksual. (widyastuti, rahmawati, & purnamaningrum,
2009)
A. Pengkajian
1. Data Subyektif
a. Biodata :
Umur : biasanyaa terjadi pada usia produktif yaitu pada usia dibawah 16
tahun
Pekerjaan : sering terjadi pada wanita yang berganti-ganti pasangan (PSK)
b. Keluhan Utama Demam, mual muntah, perdarahan menstruasi yang tidak teratur,
kram karena menstruasi, nyeri BAK, nyeri saat hubungan, sakit pada perut bagian
bawah, lelah, nyeri punggung bagian bawah, nafsu makan berkurang
c. Riwayat penyakit sekarang, Metroragia, Menoragia.Menderita penyakit kelamin,
keputihan, menggunakan alat kontrasepsi spiral
d. Riwayat penyakit dahulu : KET, Abortus Septikus, Endometriosis.Pernah
menderita penyakit kelamin, abortus, pernah kuret, aktivitas seksual pada masa
remaja, berganti-ganti pasangan seksual, pernah mengunakan AKDR.
e. Riwayat Kesehatan Keluarga
f. Riwayat menstruasi: Perdarahan menstruasi yang tidak teratur, Disminore, Fluor
albus.
g. Riwayat obstetric dan KB: Pernah abortus, kuretase, keguguran,Pernah atau
sedang menggunakan AKDR
h. Riwayat menstruasi :Kaji menarche, siklus haid, jumlah darah yang keluar,
dismenorea,dan HPHT.
i. Riwayat Ginekologi: Kaji keluhan yang pernah dirasakan berkaitan dengan organ
reproduksi, berapa lama keluhan ibu rasakan, ada tidaknya upaya yang dilakukan
untuk mengatasi keluhan itu. Seperti menanyakan apakah ibu pernah mengalami
keputihan yang berbau dan gatal, operasi yang dialami.
j. Riwayat kesehatan: Kaji penyakit-penyakit yang pernah diderita ibu, suami, dan
keluarga baik dari ibu maupun suami seperti : penyakit jantung, hipertensi, DM,
TBC, asma dll. Kaji apakah ibu pernah kontak dengan penderita HIV/AIDS,
TBC, hepatitis.
2. Pemeriksaan fisik
a. Suhu tinggi disertai takikardia
b. Nyeri suprasimfasis terasa lebih menonjol daripada nyeri di kuadran atas
abdomen. Rasa nyeri biasanya bilateral. Bila terasa nyeri hanya uniteral, diagnosis
radang panggul akan sulit dirtegakkan.
c. Bila sudah terjadi iritasi peritoneum, maka akan terjadi reburn tenderness”, nyeri
tekan dan kekakuan otot sebelah bawah.
d. Tergantung dari berat dan lamanya peradangan, radang panggul dapat pula
disertai gejala ileus paralitik.
e. Dapat disetai Manoragia, Metroragia.
f. Nyeri tekan dan nyeri goyang genitalia eksterna ( unilateral dan bilateral)
g. Daerah adneksa teraba kaku
h. Teraba massa dengan fluktuasi
3. Data Obyektif
a. Pemeriksaan Kepala dan Wajah
b. Pemeriksaan pada leher
c. Pemeriksaan Dada dan Payudara
d. Pemeriksaan Abdomen
e. Pemeriksaan Anogenital
f. Pemeriksaan Genitalia
4. Pemeriksaan penunjang
1. Periksa darah lengkap : Hb, Ht, dan jenisnya, LED.
2. Urinalisis
3. Tes kehamilan
4. USG panggul
B. Diagnosa Keperawatan
a. Hipertermia b/d efek langsung dari sirkulasi endotoksin pada hipotalamus,perubahan
pada reagulasi temperatur.
b. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan sepsis akibat infeksi.
c. Disfungsi seksual b/d perubahan kesehatan seksual
d. Perubahan kenyamanan b/d infeksi pada pelvis.
e. Resiko terhadap infeksi (sepsis) b/d kontaak dengan mikroorganisme
C. Intervensi
Dx.Keperawatan Tujuan NOC NIC
Hipertermi b/d Setelah Thermoregulation Fever Treatment
efek langsung dilakukan 1. monitor suhu
sirkulasi tindakan a. Suhu kulit turu (5) minimal setiap 2 jam
keperawatan b. Perubahan warna 2. monitor warna dan
selama 1x24 kulit (5) suhu kulit
jam c. Radang (4) 3. monitor
diharapkan d. Dehidrasi (4) TD,N,RR,dan tingkat
suhu pasien e. Denyut nadi radial (4) kesadaran
akan turun d.Melaporkan 4. monitor intake dan
atau normal ketidaknyamanan output
panas(5) 5. berikan pengobatan
untuk mengatasi demam
6. tingkatkan sirkulasi
udara
7. kompres pasien pada
lipat paha dan aksila
8. kolaborasi
pemberian cairan
intravena dan anti piretik
Nyeri akut b/d Setelah Pain Control Pain
proses infeks dilakukan Management
asuhan a. Mengenali
keperawatan serangan nyeri (5) 1. observasi
selama 2x24 b. reaksi nonverbal
jam Menggambarkan dari
diharapkan sebab akibat (5) ketidaknymanan
nyeri a. Gunakan 2. lakukan
menurun tindakan pengkajian nyeri
pencegahan (5) secara
c. Gunakan non komprehensif
analgesik (5) 3. gunakan
a. Laporkan teknik
perubahan nyeri komunikasi
(5) terapeutik
d. Laporkan 4. kaji yg
pengonntrolan nyeri (5) mempengaruhi
nyeri
5. ajarkan
teknik non
farmakologi
6. tingkatkan
istirahat
7. kontrol
lingkungan yg
dapat
mempengaruhi
nyeri
8. pilih dan
lakukan
penanganan nyeri
9. kolaborasi dg dokter
jika ada keluhan
Gangguan rasa Setelah Anxiety Level Anxiety
nyaman b/d TIK dilakukan Reduction
meningkat asuhan a. Kegelisahan
keperawatan (5) 1. Gunakan
selama 1x24 b. Kelelahan (5) pendekatan yang
jam di c. Kesulitan (5) menenangkan
harapkan d. Kecemasan 2. Jelaskan
verbal (5) semua prosedur
e. Gangguan dan apa yang
tidur (5) dirasakan selama
f. Pusing (4) prosedur
3. Temani
pasien untuk
memberikan
keamanan dan
mengurangi takut
4. Identifikasi
tingkat
kecemasan
5. Bantu pasin
mengenali situasi
yg menimbulkan
kecemasan
6. Instruksikan
pasien
menggunakan
teknik relaksasi
7. Kolaorasi obat
untuk mengurangi
kecemasan
Disfungsi seksual Setelah Sexuality Pattern, Sexuality
b/d kesehatan dilakukan Ineffektif counseling
seksual asuhan Kriteria hasil: 1. membangun
keperawatan a. Mengetahui hubungan
selama 2x24 masalah terapeutik
jam reproduksi 2. memberikan
diharapkan b. kontrol resiko informasi tentang
penyakit mmenular fungsi seksual
3. diskusikan
efek dari
perubahan
seksualitas pada
orang lain yang
signifikan
4. diskusikan tingkat
pengetahuan pasien
tentang seksualitas pada
umumnya
Resiko infeksi Setelah a. Immune Infecction
(sepsis) b/d dilakukan status Control (Kontrol
hubugan dengan asuhan b. Knowledge: Infeksi)
mikroorganisme keperawatan infection control 1. Cuci tangan
selama 2x24 Kriteria hasil : setiap sebelum
jam 1. Klien bebas dan sesudah
diharapkan dari tanda dan tindakan
gejala infeksi keperawatan
2. Jumlah 2. Gunakan
leukosit dalam baju, sarung
batas normal tangan sebagai
3. Menunjukkan alat pelindung
perilaku hidup sehat 3. Barikan
terapi antibiotik
bila perlu
Infection
Protection
4. Tingkatklan
intake nutrisi
5. Monitor
hitung granulosit,
WBC
6. Ajarkan cara
menghindari infeksi
D. Implementasi
Implementasi sesuai dengan rencana tindakan keperawatan
E. Evaluasi Keperawatan
1. Klien dapat meningkatkan kesehatan di buktikan dengan bertambahnya kemampuan
dan pemahaman klien dalam berperilaku hidup bersih dan sehat.
2. klien mengatakan nyeri berkurang atau hilang.
3. Klien memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dalam menigkatkan kemampuannya
dalam memelihara kesehatan