Anda di halaman 1dari 1

ART (Atraumatic Restorative Treatment)

Masalah klasik yang dihadapi pemerintah Indonesia adalah penyebaran tenaga kesehatan gigi
dan peralatan yang belum merata seperti penempatan tenaga kesehatan gigi di puskesmas
yang tidak memiliki peralatan padahal ratio tenaga kesehatan gigi dan peralatan sudah
memadai. Juga ada beberapa puskesmas yang belum ada saluran listrik, tetapi mempunyai
fasilitas pelayanan kesehatan gigi (dental unit).

Disamping itu, perilaku masyarakat terhadap kesehatan gigi masih belum mendukung, yang
dapat dilihat dengan masih banyaknya permintaan pencabutan daripada penambalan.

Agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang optimal, yang mudah
dilakukan oleh tenaga non-profesional dan tanpa disertai perlengkapan kedokteran gigi yang
relative mahal, telah dikembangkan teknik baru dalam mengatasi masalah karies gigi yaitu
penggunaan ART (Atraumatic Restorative Treatment).

Penumpatan dengan cara ART adalah suatu prosedur penumpatan sederhana yang dilakukan
dengan mengexcavir lesi karies gigi dan hanya menggunakan hand-instrument dan memakai
bahan tumpatan yang mempunyai sifat adhesive yaitu glass ionomer.

Teknik ART ini dipakai hanya untuk lesi karies satu permukaan. Pada karies dengan lesi
yang meliputi 2 permukaan atau lebih, akan menghasilkan tumpatan yang tidak terlalu kuat.
Oleh karena itu, keberhasilan tumpatan ini tergantung pada ukuran atau luasnya kavitas dan
keterampilan operatornya.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan teknik ART ini adalah;

1. Dapat dilakukan di daerah yang belum ada listrik ataupun di daerah yang sudah ada
listrik tetapi belum mempunyai fasilitas pelayanan kesehatan gigi.

2. Biaya relative murah.

3. Perlengkapan mudah dibawa-bawa.

4. Tidak menimbulkan rasa takut, karena tidak ada suara mesin bur (terutama pada anak-
anak).

5. Tidak menimbulkan rasa sakit.

© 2011 Digitized by Sekrips