Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

FOTOSINTESIS
TOPIK 1

Tugas Disusun Guna Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Praktikum Kajian


Biologi dalam Kehidupan

Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Djukri, MS

Disusun oleh :

Amalia Rahmadani (20308251001)

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN SAINS


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2021
Fotosintesis
Topik 1: Apakah cahaya dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis?

A. TUJUAN
Untuk mengetahui apakah cahaya dibutuhkan dalam proses fotosintesis
pada daun.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Beaker glass 500 ml 6. Alkohol 96%
2. Beaker glass 250 ml 7. Aquades/air
3. Pinset 8. Yod KI/Lugol
4. Alat pemanas 9. Tanaman berdaun lebar
5. Penjepit kertas 10. Kertas timah

C. PROSEDUR
1. Pada malam sebelum hari praktikum, tutuplah sebagian daun yang sehat
dengan kertas timah/aluminium foil, dan jepitlah dengan klip.
2. Setelah terdedah cahaya selama 2-3 jam, petiuklah daun tersebut, lalu
dimasukkan kedalam air mendidih selama beberapa saat (5 menit).
Kemudian pindahkan daun tersebut kedalam beker gelas yang berisi 100-
150 ml alkohol.
3. Panaskan alkohol berisi daun tersebut dalam air mendidih (dengan water
bath). Hentikan pemanasan jika daun sudah berwarna putih, kemudian
ditiriskan.
4. Tetesilah permukaan daun dengan lugol atau Yod-KI. Amatilah warna
permukaan daun tersebut. Antara bagian daun yang tertutup dengan kertas
timah/aluminium.
D. DASAR TEORI
Tumbuhan dan organisme hijau lainnya harus memerangkap energi cahaya
dari matahari untuk dapat menggunakannya. Energi tersebut kemudian harus
disimpan dalam bentuk yang dapat digunakan oleh sel. Bentuk itu adalah ATP.
Proses yang digunakan untuk membuat energi dari sinar matahari disebut
fotosintesis. Selama fotosintesis, tanaman menggunakan energi matahari untuk
membuat gula sederhana. Gula ini kemudian dibuat menjadi karbohidrat
kompleks, seperti pati. Pati ini menyimpan energi. Reaksi fotosintesis mengubah
energi cahaya menjadi energi kimia. Hal ini menyebabkan pemisahan air dan
pelepasan oksigen (Alton et al., 2008).
Kloroplas adalah bagian dari daun sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis. Kloroplas mengandung pigmen, yaitu molekul yang mmapu
mengambil panjang gelombang tertentu dari sinar matahari. Panjang gelombang
tersebut mentransfer energi. Pigmen yang paling umum dalam kloroplas adalah
klorofil. Klorofil yang dikenal sebagai pigmen hijau memberi warna pada daun.
Klorofil berada di membran tilakoid dari kloroplas (Alton et al., 2008).
Dengan adanya cahaya, bagian hijau tanaman menghasilkan senyawa
organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. Menggunakan rumus
molekuler, reaksi fotosintesis dapat disederhanakan sebagai berikut:
6CO2 + 12H2O + Cahaya matahari  C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
Glukosa di sini untuk menyederhanakan hubungan antara fotosintesis dan
respirasi, tetapi produk langsung fotosintesis sebenarnya adalah gula tiga karbon
yang dapat digunakan untuk membuat glukosa. Kedua sisi dari persamaan
terdapat air karena 12 molekul air digunakan dan 6 molekul air baru terbentuk
selama fotosintesis. Sehingga, persamaan di atas menjadi:
6CO2 + 6H2O + Cahaya matahari  C6H12O6 + 6O2
Glukosa sebagai hasil utama fotosintesis segera ditranslokasikan ke bagian tubuh
tumbuhan yang lain atau ditranslokasikan kedalam jaringan penimbun dan diubah
menjadi amilum. Bila laju fotosintesis tinggi, sebagian dari karbohidrat yang
terbentuk dalam fotosintesis ini diendapkan dalam kloroplas sebagai amilum.
Oksigen sebagai hasil sampingan fotosintesis, dilepaskan ke atmosfer sebagai gas
atau sebagian dimanfaatkan pada respirasi dalam sel dimana fotosintesis itu terjadi
(Urry et al., 2017).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan
amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang
sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus,
dimasukkan kedalam alkohol dan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan
bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah
menandakan adanya amilum (Malcolm, 1989).
Uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak
berfotosintesis. Percobaan ini berdasar pada ciri hidup yang hanya dimiliki oleh
tumbuhan hijau yaitu kemampuan dalam menggunakan karbon dioksida dari
udara untuk diubah menjadi bahan organik serta direspirasikan/dessimilasi bahan
organik dalam tubuhnya sehingga zat organik itu bisa digunakan untuk aktivitas
makhluk hidup (Malcolm, 1989).

E. DATA DAN ANALISIS DATA


Tabel: Hasil uji lugol terhadap amilum daun
Hasil uji lugol
No. Gejala pada bagian daun Gejala pada bagian daun Keterangan
yang ditutup yang tidak ditutup
1 Daun tidak berubah Daun tidak berubah Daun sirsak
warna (berwarna coklat warna (berwarna coklat
pucat) pucat)
2 Daun tidak berubah Ada berkas keunguan Daun singkong 1
warna (berwarna putih
pucat)
3 Daun tidak berubah Ada berkas keunguan Daun singkong 2
warna (berwarna putih
pucat)

F. PEMBAHASAN
Percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui apakah cahaya dibutuhkan
dalam proses fotosintesis. Percobaan yang telah dilakukan dikenal dengan
percobaan Sachs. Dalam percobaan ini menggunakan daun sirsak dan daun
singkong. Percobaan ini dimulai dengan membungkus sebagian bagian daun
dengan aluminium foil di malam hari. Tujuan daun dibungkus dengan aluminium
foil adalah agar daun yang tertutup tidak mendapatkan sinar matahari, sehingga
proses fotosintesis tidak dapat terjadi.
Keesokan harinya, daun diambil. Kemudian, direbus dengan air mendidih
agar sel-sel daun mati. Selanjutnya, dipindahkan ke dalam beaker glass yang
berisi alkohol 96% dan dipanaskan dengan metode water bath untuk melarutkan
klorofil. Setelah proses ini, warna daun singkong menjadi putih pucat dan warna
daun sirsak berwarna coklat pucat. Kemudian, daun dipindahkan ke suatu wadah
datar dan ditetesi permukaan daun seluruhnya dengan larutan lugol. Larutan lugol
ini berfungsi sebagai indikator untuk menentukan apakah pada daun terdapat
amilum ataukah tidak. Dari hasil percobaan, bagian daun sirsak baik yang tertutup
maupun tidak tertutup oleh aluminium foil tidak berubah warnanya (tetap
menunjukkan warna coklat pucat) setelah ditetesi lugol dan daun singkong 1 serta
daun singkong 2 pada bagian tertutup aluminium foil tidak berubah warnanya
setelah ditetesi lugol (berwana putih pucat), akan tetapi pada bagian tidak tertutup
oleh aluminium foil terdapat bercak keungu-unguan.
Lugol berfungsi untuk menguji kandungan amilum. Lugol akan
menunjukan warna biru apabila terdapat amilum amilase dan bersifat larut
dalam air, sedangkan akan menunjukan warna ungu sampai merah apabila
terdapat amilum amilopektin dan bersifat tidak larut dalam air. Amilum bebentuk
butiran-butiran makrosopik berdiamter antara 5-50 nm. Amilum berperan penting
untuk menyimpan kelebihan dari produk fotosintesis (glukosa) dalam jangka
waktu yang sangat lama.bahan utama yang dihasilkan dari tumbuhan ini
merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. Komponen penyusun
dari amilum adalah karbohidrat jenis amilopektin (pemberi sifat lengket) dan
amilosa (pemberi sifat keras atau pera) dengan kandungan yang berbeda-beda
(Septiani, 2019). Dengan demikian, dapat diketahui bahwa bagian daun yang tidak
tertutup oleh aluminium foil terjadi proses fotosintesis yang ditunjukkan dengan
adanya amilum. Daun yang tidak tertutup oleh aluminium foil dapat terpapar oleh
sinar matahari, sehingga proses fotosintesis dapat terjadi, sedangkan pada bagian
daun yang tertutup tidak terjadi proses fotosintesis karena pada bagian daun itu
tidak terpapar oleh sinar matahari.
Dengan adanya cahaya, bagian hijau tanaman menghasilkan senyawa
organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. Menggunakan rumus
molekuler, reaksi fotosintesis dapat disederhanakan sebagai berikut:
6CO2 + 12H2O + Cahaya matahari  C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
Glukosa di sini untuk menyederhanakan hubungan antara fotosintesis dan
respirasi, tetapi produk langsung fotosintesis sebenarnya adalah gula tiga karbon
yang dapat digunakan untuk membuat glukosa. Kedua sisi dari persamaan
terdapat air karena 12 molekul air digunakan dan 6 molekul air baru terbentuk
selama fotosintesis. Sehingga, persamaan di atas menjadi:
6CO2 + 6H2O + Cahaya matahari  C6H12O6 + 6O2
Glukosa sebagai hasil utama fotosintesis segera ditranslokasikan ke bagian tubuh
tumbuhan yang lain atau ditranslokasikan kedalam jaringan penimbun dan diubah
menjadi amilum. Bila laju fotosintesis tinggi, sebagian dari karbohidrat yang
terbentuk dalam fotosintesis ini diendapkan dalam kloroplas sebagai amilum.
Dalam percobaan kali ini juga tidak lepas dari kegagalan. Adapun
kegagalan disebabkan oleh kesalahan praktikan sebagai berikut: kesalahan dalam
menutup daun menggunakan alumunium foil (kurang rapat), kesalahan memilih
daun pada intensitas cahaya yang tidak tinggi, serta saat pemanasan klorofil belum
larut sempurna.

Tugas Pengembangan:
1. Bagaimana mekanisme transpor amilum dari daun ke bagian organ yang
lain?
Pengangkutan hasil fotosintesis (amilum) dari daun ke bagian tubuh yang
lain dilakukan melalui pembuluh kulit (pembuluh tapis) atau floem dan
membentuk aliran asimilat (Al., 2006). Translokasi asimilat merupakan
mekanisme pengangkutan hasil fotosintesis atau fotosintat dari source ke
sink, bertujuan agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh jaringan untuk
penunjang pertumbuhan atau sebagai bahan cadangan. Senyawa yang
diangkut berupa hasil fotosintesis dari daun menuju ke organ penerima
tumbuhan seperti akar, batang, dan organ reproduktif melalui pembuluh
floem (Yuliana et al., 2020).
2. Dapatkah lampu listrik menggantikan sinar matahari untuk proses
fotosintesis?
Dapat, akan tetapi lampu LED dianggap paling cocok. Di antara sistem
pencahayaan buatan, LED menunjukkan efisiensi PAR (photosynthetically
active radiations) maksimum (80-100%). LED yang memancarkan warna
biru, hijau, kuning, oranye, merah, dan merah-jauh dapat dikombinasikan
untuk memberikan fluensi tinggi (di atas sinar matahari penuh, jika
diinginkan), atau karakteristik panjang gelombang cahaya khusus, karena
spektrum cahaya pita sempitnya. Efisiensi tinggi, suhu operasi rendah dan
ukuran kecil memungkinkan LED untuk digunakan dalam pencahayaan
dan ditempatkan dekat dengan daun dalam penyinaran interlighting dan
intracanopy. Teknologi LED diperkirakan akan menggantikan lampu
fluorescent (pijar) dan lampu HID dalam sistem hortikultura (Darko et al.,
2014).

G. KESIMPULAN
Proses fotosintesis mutlak memerlukan cahaya matahari. Dengan adanya
cahaya, bagian hijau tanaman menghasilkan senyawa organik dan oksigen dari
karbon dioksida dan air. Persamaan fotosintesis adalah sebagai berikut:
6CO2 + 6H2O + Cahaya matahari  C6H12O6 + 6O2
Glukosa sebagai hasil utama fotosintesis segera ditranslokasikan ke bagian tubuh
tumbuhan yang lain atau ditranslokasikan kedalam jaringan penimbun dan diubah
menjadi amilum.

H. DAFTAR PUSTAKA
Al., S. (2006). Penyerapan Zat & Transportasi Pada Tumbuhan. FMIPA UNY.
Alton, B., Haging, W. C., Holliday, W. G., Kapicka, C. L., Lundgre, L., &
MacKenzie, A. H. (2008). Biology. McGraw Hill.
https://doi.org/10.1111/j.1365-2389.2008.01059.x
Darko, E., Heydarizadeh, P., Schoefs, B., & Sabzalian, M. R. (2014).
Photosynthesis Under Artificial Light: The Shift In Primary And Secondary
Metabolism. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological
Sciences, 369(1640). https://doi.org/10.1098/rstb.2013.0243
Malcolm, B. W. 1989. Fisiologi Tanaman. Jakarta: Bina Aksara
Septiani. (2019). Modul Praktikum Biokimia. Zahir Publishing.
Urry, L. A., Cain, M. L., Minorsky, P. V., Wasserman, S. A., & Reece, J. B.
(2017). Biology. Pearson Education.
Yuliana, S. V., Nour, S. R., Solichah, L., Ainun, N. M., & Su’udi, M. (2020).
Translokasi Asimilat pada Anggrek Akar. Jurnal Penelitian Sains, 22(1), 1–
8. https://doi.org/10.26554/jps.v22i1.553

I. LAMPIRAN
Gambar Keterangan
Saat proses water bath
untuk melarutkan
klorofil
Saat proses water bath
untuk melarutkan
klorofil

Saat perebusan untuk


mematikan sel daun
Warna daun singkong
sebelum ditetesi lugol

Daun singkong setelah


ditetesi lugol. Ada
bercak keunguan.
Daun sirsak setelah
ditetesi lugol

Terdapat bercak
berwarna ungu pada
bagian yang tidak
tertutup pada daun
singkong setelah ditetesi
lugol