0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7K tayangan43 halaman

LP Askep 3 - Anngun Sandia - Gout Arthritis

Pasien datang dengan keluhan nyeri dan bengkak pada jari tangan dan lutut kanan yang mengganggu aktivitas. Pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat tinggi dan bengkak serta kemerahan pada lutut. Diagnosa medis adalah gout arthritis. Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan perfusi perifer tidak efektif.

Diunggah oleh

Prila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7K tayangan43 halaman

LP Askep 3 - Anngun Sandia - Gout Arthritis

Pasien datang dengan keluhan nyeri dan bengkak pada jari tangan dan lutut kanan yang mengganggu aktivitas. Pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat tinggi dan bengkak serta kemerahan pada lutut. Diagnosa medis adalah gout arthritis. Diagnosa keperawatan meliputi nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan perfusi perifer tidak efektif.

Diunggah oleh

Prila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KASUS GOUT ARTHRITIS


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Departemen KMB II Profesi Ners
Dosen Pembimbing : Anis Murniati S. Kep. Ns., M. Biomed

Di susun oleh :

ANNGUN SANDIA SAKTI

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
“HUTAMA ABDI HUSADA”
TULUNGAGUNG
2021

ASKEP KMB
RESUME KASUS

Uraian Kasus:
Pasien Ny. S, 63 tahun, datang ke poli penyakit dalam karena sering terasa pegal dan nyeri pada jari jari tangan serta
terutamanya lutut kanan dan susah berjalan, aktivitas terganggu, gerakan px terbatas. Nyeri sendi dirasakan
hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya. Px nampak lemah, lemas, pucat, meringis menahan sakit
sambil memegangi area lutut. Biasanya nyeri akan dirasakan bertambah setelah sebelumnya pasien
mengkonsumsi sayur-sayur berwarna hijau tua seperti daun singkong. Nyeri juga dirasakan bertambah apabila
cuaca sedang dingin, terasa seperti kesemutan dan kaku. Nyeri dirasakan hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu
dan semakin memberat sejak 1 minggu, skala nyeri diperoleh nilai 7, disertai bengkak ataupun kemerahan. Px
mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas, pengisian kapiler 5 detik, nadi perifer menurun, Pasien mengaku
pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi. Saat pemeriksaan diperoleh hasil kadar asam urat 7 mg/dl, TTV :
TD 130/80 mm/Hg, HR 98x/mnt, RR 24x/mnt, S : 37,5 0C, turgor kulit > 3 detik, ROM menurun dengan skala
otot 3 3, ADL 85 (ketergantungan moderat)
33
A. Data Fokus
S : (Data Subjektif Pasien)
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan membuat beliau
susah berjalan, aktivitas terganggu. Px mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas dan
mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi.
O : (Data Objektif Pasien)
- k/u nampak lemah, lemas, pucat, meringis menahan sakit sambil memegangi area lutut kanan
- pengisian kapiler 5 detik
- nadi perifer menurun
- p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
- q : seperti kesemutan
- r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
- s:7
- t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
- bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
- TTV : TD 130/80 mm/Hg
- HR 98x/mnt
- RR 24x/mnt,
- S : 37,50C
- turgor kulit > 3 detik
- ROM menurun dengan skala otot 3 3
- 33
- ADL 85 (ketergantungan moderat)
B. Hasil Pemeriksaan Penunjang Medis :
1. Laboratorium : kadar asam urat 7 mg/dl (normal 6.5 mg/dl)
2. Rontgen : nampak lutut kanan mengalami pembesaran

ASKEP KMB
3. ECG :-
4. USG :-
5. Lain-lain :-
C. Diagnosa Medis : gout arthritis

D. Diagnosa Keperawatan Yang Muncul :


1. Prioritas 1 : Nyeri akut
2. Prioritas 2 : Gangguan mobilitas fisik
3. Prioritas 3 : Perfusi perifer tidak efektif

Mengetahui Tulungagung,14 September 2021


Pembimbing Mahasiswa

(ANIS MURNIATI, S.Kep., Ns.,M.Biomed) (ANGGUN SANDIA SAKTI)


NIDN. 88-8442-0016 NIM. A3R21004

ASKEP KMB
LAPORAN PENDAHULUAN
1. Pengertian Asam Urat
Asam urat dihasilkan oleh metabolisme dalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam
darah dapat disebabkan oleh metabolisme abnormal purin, intake purin yang berlebihan, gangguan
eliminasi purin dari tubuh dan efek dari penggunaan obat tertentu yang ditandai dengan
meningkatnya kadar asam urat dalam darah (Sunita, 2015).
Nama-nama medis untuk penyakit yang disebabkan peningkatan kadar asam urat pun
tergantung fase penyakit atau keparahannya. Jika kadar asam urat tinggi di dalam darah, tetapi belum
pernah mempunyai keluhan maka disebut hiperurisemia asimptomatis. Jika terjadi serangan akut
pada sendi maka disebut penyakit gout akut atau arthritis pirai akut. Jika sesudah serangan akut
kemudian untuk sementara tidak ada keluhan lagi maka disebut penyakit gout interkritikal. Jika
penyakit ini menjadi kronis maka disebut penyakit gout kronis atau arthritis pirai kronis. Jika
penyakit itu menyebabkan timbulnya batu urat pada saluran kemih atau ginjal maka disebut batu
asam urat. Benjolan-benjolan yang mengandung kristal natrium urat berwarna putih seperti kapur
biasanya timbul di sekitar sendi pada gout kronis. Benjolan-benjolan ini disebut tofus (Kertia, 2019).

2. Etiologi Penyakit Asam Urat (Gout)


Menurut Junadi, dkk (2019), penyebab dari asam urat adalah sebagai berikut:
a. Pembentukan asam urat berlebih (gout metabolik)
b. Gout metabolic primer: terjadi karena sintesis atau pembentukan asam urat yang berlebihan.
c. Gout metabolic sekunder: terjadi karena pembentukan asam urat berlebih karena penyakit lain,
seperti leukemia, terutama yang diobati dengan sitostatika, psoriasis, polisitemia vera dan
mielofibrosis.
d. Pengeluaran asam urat melalui ginjal kurang (gout renal).
e. Gout renal primer: terjadi karena gangguan ekskresi asam urat di tubulus ginjal yang sehat.
f. Gout renal sekunder: disebabkan oleh ginjal yang rusak, misalnya pada glomerulonefritis kronik,
kerusakan ginjal kronik (Chronic renal failure).
g. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar atau makanan yang kaya akan protein purin.
h. Stress emosional.
i. Penyakit dan sejumlah obat yang menghambat sekresi asam urat seperti salisilat dosis kecil,
hidroklorotiazid (diuretik), INH (Isoniazid), porosemid, asam keton hasil pemecahan lemak sebagai
akibat dari terlalu banyak mengkonsumsi lemak.
j. Kedinginan.
k. Usia (wanita berumur >50 tahun, laki-laki berumur 30-50 tahun)
l. Asupan senyawa purin berlebih.
m. Kegemukan atau obesitas.
n. Hipertensi.
o. Penyakit jantung.
p. Obat-obatan tertentu (terutama diuretik)
q. Gangguan fungsi ginjal

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kadar Asam Urat Dalam Darah:


a. Genetik / Riwayat Keluarga
Menurut National Institute of Health beberapa gen mengatur produksi kadar asam urat. Analisis The
ASKEP KMB
National Heart, Lung, and Blood Institute Family Studies menunjukkan bahwa ada hubungan antara
faktor keturunan dengan asam urat sekitar 40%.
b. Jenis Kelamin
Hiperurisemia lebih banyak didapatkan pada pria daripada wanita, karena kadar asam urat pada pria
lebih tinggi dibandingkan wanita. Hal ini berhubungan dengan adanya hormone estrogen yang
membantu mengeluarkan asam urat melalui urin. Pada pria tidak memiliki hormone estrogen yang
cukup tinggi sehingga asam uratnya tinggi akibat sulit untuk disekresikan melalui urin (Putra, 2016).
c. Usia
Hiperurisemia lebih sering dialami oleh pria yang berusia lebih dari 40 tahun, karena asam urat pria
cenderung meningkat dengan bertambahnya usia, sehingga pada wanita meningkatnya setelah
menopause dengan rentang 60-80 tahun (Fiska, 2016).
d. Asupan senyawa purin yang berlebihan
Bahan pangan yang tinggi kandungan purinnya dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah 0,5-
0,75 g/ml purin yang dikonsumsi. Konsumsi lemak atau minyak tinggi seperti makanan yang
dipanggang, santan, margarine atau buah-buahan yang mengandung lemak tinggi seperti durian dan
alpukat juga berpengaruh terhadap pengeluaran asam urat (Krisnatuti, 2018).
e. Obat-obatan tertentu
Obat-obatan yang dapat meningkatkan asam urat yaitu: theophylline, niacin, furosemid, cyclosporine,
ethanol, levodopa, hydrochlothiazide dan aspirin dengan dosis rendah (Moriwaki, 2016).

3. Manifestasi Klinis Asam Urat


Biasanya, serangan asam urat (gout) pertama hanya menyerang satu sendi dan berlangsung
selama beberapa hari. Kemudian, gejalanya menghilang secara bertahap, dimana sendi kembali
berfungsi dan tidak muncul gejala sampai terjadi serangan berikutnya. Namun asam urat cenderung
akan semakin memburuk, dan serangan yang tidak diobati akan berlangsung lebih lama, lebih sering
dan menyerang beberapa sendi. Hasil, sendi yang terserang bisa mengalami kerusakan permanen.
Biasanya, serangan asam urat terjadi dikaki (monoarthritis). Namun, 3-14% serangan juga bisa
terjadi di banyak sendi (polyoarthritis). Umumnya, urutan sendi yang terkena serangan 14 asam urat
(polioarthritis) berulang adalah ibu jari (podagra), sendi tarsal kaki, pergelangan kaki, sendi kaki
belakang, pergelangan tangan, lutut dan bursa olecranon pada siku (Junadi, 2019).
Selain diatas, organ yang bisa terserang asam urat adalah sendi, otot, jaringan di sekitar
sendi, telinga, kelopak mata jantung dan lain-lain. Jika kadar asam urat di dalam darah melebihi
normal maka asam urat ini akan masuk ke organ-organ tersebut sehingga menimbulkan penyakit
pada organ tersebut. Penyakit pada organ tersebut bisa disebabkan oleh asam urat secara langsung
merusak organ tersebut (contohnya penyakit nefropati urat), bisa akibat natrium urat menjadi batu
(contohnya penyakit gout akut), bisa akibat urat menjadi batu (contohnya penyakit batu urat).
Penyakit asam urat bisa menimbulkan pegal-pegal akibat kristal natrium urat sering menumpuk di
sendi dan jaringan di sekitar sendi (Kertia, 2019).
Nyeri yang hebat dirasakan oleh penderita asam urat pada satu atau beberapa sendi.
Umumnya, serangan terjadi pada malam hari. Sebelum serangan terjadi penderita tampak segar bugar
tanpa gejala atau keluhan. Pada tengah malam menjelang pagi, penderita terbangun karena
merasakan sakit yang luar biasa pada salah satu atau beberapa sendi. Sendi yang terserang asam urat
akan membengkak dan kulit di atasnya akan berwarna merah atau keunguan, kencang dan licin, serta
terasa hangat dan nyeri jika digerakkan, dan muncul benjolan pada sendi tersebut (tofus). Jika sudah

ASKEP KMB
agak lama (hari kelima), kulit di atasnya akan berwarna merah kusam dan terkelupas (deklamasi).
Gejala lainnya adalah muncul tofus di helix telinga atau pinggir sendi atau tendon. Menyentuh kulit
di atas sendi yang terserang asam urat bisa memicu rasa nyeri yang luar biasa, rasa nyeri ini akan
berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu, lalu menghilang. Kristal dapat
terbentuk di sendi perifer karena persendian tersebut lebih dingin dibandingkan persendian di bagian
tubuh lainnya, karena asam urat cenderung membeku pada suhu dingin (Junadi, 2019).

4. Pemeriksaan Laboratorium
Penyakit asam urat atau artritis pirai adalah penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam
urat atau kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Asam urat berhubungan erat
dengan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah lebih
dari 7,5 mg/dL. Kadar asam urat normal dalam darah untuk pria adalah 8 mg/dL, sedangkan wanita
adalah 7 mg/dL (Junadi, 2019).
Menurut DEPKES RI asam urat adalah bagian dari metabolisme purin, namun apabila tidak
berlangsung secara normal maka akan terjadi sebuah proses penumpukan kristal dari asam urat pada
persendian yang bisa mengakibatkan rasa sakit yang cukup tinggi. Sebenarnya asam urat sudah ada
pada tubuh kita dan bukan suatu penyakit, asal asam urat tersebut dalam nilai yang normal. Kadar
asam urat: Pria: 3,4 - 7,0 mg/dL dan Wanita: 2,4 - 5,7 mg/Dl.
Sedangkan kadar asam urat normal dalam darah menurut WHO adalah:
1. Pada laki-laki dewasa kadar normal asam uratnya adalah sekitar 2 - 7,5 mg/dL, sementara itu pada
wanita yang sudah dewasa adalah 2 - 6,5 mg/dL.
2. Pada laki-laki dengan usia diatas 40 tahun kadar normal asam uratnya
2 - 8,5 mg/dL, pada wanita 2 - 8 mg/dL.
3. Anak-anak yang berusia 10 - 18 tahun kadar asam uratnya 3,6 - 5,5 mg/dL, sementara itu pada anak
wanita 3,6 - 4 mg/dL Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk memonitor kadar asam urat dalam
darah dan urin. Pemeriksaan darah diperlukan untuk diagnosis asam urat, sedangkan pemeriksaan
urine untuk diagnosis batu ginjal. Kadar normal asam urat untuk pria antara 2,1 sampai 8,5 mg/dL
dan wanita 2,0 sampai 6,6 mg/dL.
Bagi mereka yang berusia lanjut, kadar tersebut sedikit lebih tinggi. Rata-rata kadar normal
asam urat adalah 3,0 sampai 7,0 mg/dL. Bila lebih dari 7,0 mg/dL maka kadar asam urat dianggap
berlebih dan dapat menyebabkan serangan asam urat. Bila lebih dari 12 mg/dL dapat menyebabkan
batu ginjal (Sustrani.dkk, 2017).
Menurut Depkes RI kadar asam urat normal pada orang dewasa pria 3,4 – 7 mg/dL,
sedangkan pada wanita 2,4 – 6 mg/dL. Kadar asam urat pada orang dewasa cenderung meningkat
dengan bertambahnya usia, berat badan, tekanan darah, konsumsi alkohol dan gangguan ginjal.

5. Penatalaksanaan
Bagi penderita asam urat bisa mengkonsumsi obat allopurinol karena allopurinol bekerja
menurunkan produksi asam urat dengan cara penghambatan kerja enzim yang memproduksinya,
yaitu xanthine oxidase. Selain bermanfaat menekan produksi asam urat, allopurinol juga memiliki
efek positif dalam melawan kolesterol jahat dalam darah. Selain itu langkah pertama untuk
mengurangi nyeri adalah dengan mengendalikan peradangan, baik dengan obat-obatan (NSAIDs)
maupun dengan mengistirahatkan sendi yang sedang meradang (Junadi, 2019).

ASKEP KMB
6. Pencegahan Asam Urat
Asam urat tidak dapat dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa dihindari, misalnya
cedera, konsumsi alkohol dan makanan kaya protein. Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan
minum banyak air, hindari mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya
akan protein. Banyak penderita asam urat yang memiliki kelebihan berat badan yang jika berat badan
mereka dikurangi, maka kerap kali kadar asam urat dalam darah akan kembali normal atau mendekati
normal. Beberapa penderita asam urat, terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat,
mulai menjalani pengobatan jangka panjang ketika gejala asam urat telah menghilang dan
pengobatan dilanjutkan hingga diantara serangan. Kolkisin dosis rendah diminum setiap hari dan bisa
mencegah serangan atau mengurangi frekuensi serangan. Mengkonsumsi obat anti inflamasi non-
steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya serangan asam urat berulang. Terkadang kolkisin
dan anti inflamasi non-steroid diberikan bersamaan. Namun kombinasi kedua obat ini tidak
mencegah maupun memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan memiliki risiko
bagi penderita yang memiliki penyakit ginjal atau hati (Junadi, 2019).

ASKEP KMB
7. Pathway

Diet Tinggi8.Purin Peningkatan Pemenuhan Sel Asam Urat Dalam Serum

Katabolisme Purin Asam Urat Dalam Sel Keluar Tidak Disekresi Melalui Urin

Penyakit Ginjal
Asam Urat Dalam Kemampuan Ekskresi Asam (Gromerulonefritis Dan Gagal
Serum Urat Terganggu / Ginjal)

Hipersaturasi Dalam Peningkatan Asam


Plasma Dan Garam Urat Laktat Sebagai Produksi Konsumsi Alkohol
Di Cairan Tubuh Samping Metabolisme

Terbentuk Kristal
Monosodium Urat Dibungkus Oleh Berbagai Merangsang Netrofil
(MSU) Protein (termasuk igG) (leukosit PMN)

Terjadi Fagositosis Kristal


Dijaringan Lunak
Oleh Leukosit
Dan Persendian

Terbentuk Fagolisosom
Penumpukan Dan
Pengendapan MSU
Merusak Selaput Protein Kristal
Pembentukan Thopus Respons Inflamasi
Terjadi Ikatan Hydrogen
Antara Permukaan Kristal
Dengan Membran Lisosom

Hipertermia Pembesaran Dan


Penonjolan Sendi Membran Lisosom Robek,
Terjadi Pelepasan Enzyme
Dan Oksida Radikal Ke
Sitoplasma
Nyeri Akut Deformitas Sendi

Peningkatan Kerusakan
Terjadi Saat Malam Hari Jaringan
Kontraktur Sendi
Gangguan Pola Tidur
Fibrosis Dan / Atau
Kekakuan Sendi
Ankilosis Tulang

Jaringan perifer Gangguan


tidak efektif Mobilitas Fisik

ASKEP KMB
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian adalah langkah awal dari proses keperawatan, kemudian dalam mengkaji harus
memperhatikan data dasar dari klien, untuk informasi yang diharapakan dari klien (Iqbal dkk, 2011).
Fokus pengkajian pada Lansia dengan Gout Arthritis:
1) Identitas
Meliputi nama, usia, jenis kelamin, alamat, pendidikan dan pekerjaan.
2) Keluhan Utama
Keluhan utama yang menonjol pada klien Gout Arthritis adalah nyeri dan terjadi peradangan sehingga dapat
menggangu aktivitas klien.
3) Riwayat Penyakit Sekarang
Didapatkan adanya keluhan nyeri yang terjadi di otot sendi. Sifat dari nyerinya umumnya seperti pegal/di
tusuk-tusuk/panas/di tarik-tarik dan nyeri yang dirasakan terus menerus atau pada saat bergerak, terdapat
kekakuan sendi, keluhan biasanya dirasakan sejak lama dan sampai menggangu pergerakan dan pada
Gout Arthritis Kronis didapakan benjolan atan Tofi pada sendi atau jaringan sekitar.
4) Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit apa saja yang pernah diderita oleh klien, apakah keluhan penyakit Gout Arthritis sudah diderita
sejak lama dan apakah mendapat pertolongan sebelumnya dan umumnya klien Gout Arthritis disertai
dengan Hipertensi.
5) Riwayat Penyakit Keluarga
Kaji adakah riwayat Gout Arthritis dalam keluarga.
6) Riwayat Psikososial
Kaji respon emosi klien terhadap penyakit yang diderita dan penyakit klien dalam lingkungannya. Respon
yang didapat meliputi adanya kecemasan individu dengan rentan variasi tingkat kecemasan yang berbeda
dan berhubungan erat dengan adanya sensasi nyeri, hambatan mobilitas fisik akibat respon nyeri dan
kurang pengetahuan akan program pengobatan dan perjalanan penyakit. Adanya perubahan aktivitas
fisik akibat adanya nyeri dan hambatan mobilitas fisik memberikan respon terhadap konsep diri yang
maladaptif.
7) Riwayat Nutrisi
Kaji riwayat nutisi klien apakah klien sering menkonsumsi makanan yang mengandung tinggi Purin.
8) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dari ujung rambut hingga ujung kaki
(head to toe). Pemeriksaan fisik pada daerah sendi dilakukan dengan inspeksi dan palpasi. Inspeksi yaitu
melihat dan mengamati daerah keluhan klien seperti kulit, daerah sendi, bentuknya dan posisi saat
bergerak dan saat diam. Palpasi yaitu meraba daerah nyeri pada kulit apakah terdapat kelainan seperti
benjolan dan merasakan suhu di daerah sendi dan anjurkan klien melakukan pergerakan yaitu klien
melakukan beberapa gerakan bandingkan antara kiri dan kanan serta lihat apakah gerakan tersebut aktif,
pasif atau abnormal.

DIAGNOSA YANG SERING MUNCUL


1) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (D.0077).
2) Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri persendian (D.0054).
3) Hipertemia berhubungan dengan proses penyakit (D.0130).
4) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala terkait penyakit (D.0074).

ASKEP KMB
5) Gangguan integritas jaringan berhubungan dengan kelebihan cairan
(peradangan kronik akibat adanya kristal urat) (D.0129).
6) Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri pada persendian (D. 0055).

INTERVENSI KEPERAWATAN
1) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (D.0077).
Setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan
kriteria hasil :
1. Keluhan nyeri menurun
2. Meringis menurun
3. Sikap protektif menurun
4. Gelisah menurun
5. Kesulitan tidur menurun
6. Frekuensi nadi membaik
Manajemen nyeri :
Observasi
- Identifikasi lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi,kualits,intensitas nyeri
- Identifikasi skala nyeri
- Identifikasi respon nyeri non verbal
- Identifikasi factor yang memperberat dan memperingan nyeri
- Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan
- Monitor efek samping penggunaan analgetic
Terapeutik
- Berikan tekhnik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS,
hipnsis,akupresure,terapi music,terapi pijat,aroma terapi, kompres hangat/dingin, terapi
bermain.)
- Control lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis.suhu ruang, pencahayaan,
kebisingan)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi
- Jelaskan penyebab,periode dan pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
- Anjurkan menggunakan analgetic secara tepat
- Anjurkan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri
Kolaborasi

ASKEP KMB
- Kolaborasi pemberian analgetic bila perlu.

2) Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri persendian (D.0054).


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 jam diharapkan toleransi aktivitas meningkat

dengan kriteri hasil :

 Pergerakan ekstremitas meningkat

 Kekuatan otot meningkat

 Gerakan terbatas menurun

 Kelemahan fisik menurun

Dukungan ambulasi

Observasi

- Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya

- Identifikasi toleransi fisik melakukan ambulasi

- Monitor frekwensi jantung dan tekanan darah sebelum memulai ambulasi

- Monitpr kondisi umum selama melakukan ambulasi

Terapeutik

- Fasilitasi ambulasi dengan alat bantu (mis. Tongkat, kruk)

- fasilitasi melakukan mobilitas fisik, jika perlu

- libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan ambulasi

Edukasi

- jelaskan tujuan dan procedure ambulasi

- ajarkan melakukan ambulasi dini

- ajarkan ambulasi sederhana yang harus dilakukan (mis. Berjalan dari tempat tidur ke kursi

roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi, berjalan sesuai toleransi)

3) Hipertemia berhubungan dengan proses penyakit (D.0130).


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan termoregulasi membaik
dengan kriteria hasil
 suhu kulit membaik
 takikardi menurun
 Suhu tubuh membaik
 Tekanan darah membaik
Manajemen hipertermi
Observasi
 Identifkasi penyebab hipertermi (mis. dehidrasi terpapar lingkungan panas penggunaan incubator)
ASKEP KMB
 Monitor suhu tubuh
 Monitor kadar elektrolit
 Monitor haluaran urine

Terapeutik
 Sediakan lingkungan yang dingin
 Longgarkan atau lepaskan pakaian
 Basahi dan kipasi permukaan tubuh
 Berikan cairan oral
 Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih)
 Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut hipotermia atau kompres dingin pada dahi, leher,
dada, abdomen,aksila)
 Hindari pemberian antipiretik atau aspirin
 Batasi oksigen, jika perlu

Edukasi
 Anjurkan tirah baring

Kolaborasi
 Kolaborasi cairan dan elektrolit intravena, jika perlu

4) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala terkait penyakit (D.0074).


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam di harapkan kenyamanan menngkat dengan
kriteria hasil :
 Rileks meningkat
 Keluhantidak nyaman menurun
 Gelisah menurun
 Merintih menurun
 Pola tidur membaik
Terapi relaksasi
Observasi
- Identifikasi penurunan tingkat energy, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain
yang mengganggu kemampuan kognitif
- Identifikasi tehnik relaksasi yang pernah efektif digunakan
- Identifikasi kesediaan, kemampuan, dan penggunaan teknih sebelumnya
- Periksa ketegangan otot, frekwensi nadi, tekanan darah dan suhu sebelum dan sesudah
latihan
- Monitor respon terhadap terapi relaksasi
Terapeutik
- Ciptakan lingkungan yang tenang tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu
ruangan yang nyaman, jika memungkinkan
- Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan procedure teknih relaksasi
- Gunakan pakakian longgar
ASKEP KMB
- Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama
- Gunakan relaksasi sebagai strategi penunjang dan analgetik atau tindakan medis yang
lain, jika sesuai
Edukasi
- Jelaskan tujuan, manfaat, batasan dan jenis relaksasi yang tersedia (mis. Music,
meditasi, nafas dalam, relaksasi otot progresif)
- Jelaskan secara rinci intervensi relaksasi yang dipilih
- Anjurkan mengambil posisi nyaman
- Anjurkan rileks dan merasakan sensasi relaksasi
- Anjurkan sering mengulangi atau tehnik yang dipilih
- Demonstrasikan dan latih tehnik relaksasi (mis. Nafas dalam, peregangan, atau imajinasi
terbimbing)
5) jaringan parifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteria tau vena
setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3x24 jam di harapkan keadekuatan aliran
darah meningkat dengankriteria hasil :
 edema parifer menurun
 nyeri ekstremitas menurun
 kelemahan otot menurun
 turgor kulit membaik
perawatan sirkulasi
Observasi
- periksa sirkulasi parifer (mis. Nadi parifer, edema, pengisian kapiler, warna, suhu,
ankle brachial index
- identifikasi factor resiko gangguan sirkulasi (mis. Diabetes, perokok, orang tua,
hipertensi dan kadar kolestrol tinggi)
- monitor panas, kemerahan, nyeri atau bengkak pada ekstremitas
Terapeutik
- hindari pemasangan infus atau pengambilan darah di area keterbatasan perfusi
- hindari pengukuran tekanan darah pada ekstremitas dengan keterbatasan perfusi
- hindari penekanan dan pemasangan tourniquet pada area yang cidera
- lakukan pencegahan infeksi
- lakukan perawatan kaki dan kuku
- lakukan hidrasi
Edukasi
- anjurkan berhenti merokok
- anjurkan berolahraga rutin
- anjurkan mengecek air mandi untuk menghindari kulit terbakar
- anjurkan menggunakan obat peurun tekanan darah secara teratur, antikoagulan dan
penurun kolestrol, jika perlu
ASKEP KMB
- anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur
- anjurkan menghindari penggunaan obat penyekat beta
- anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat (mis. Rendah lemak jenuh, minyak ikan
omega 3)
- informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan ( mis. Rasa sakit yang tidak
hilang saat istirahat, luka tidak sembuh, hilangnya rasa)
6) Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri pada persendian (D. 0055).
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam , keadaan pasien dalam pola tidurnya membaik
(kuantitas dan kualitas tidur baik ) dengan kriteria hasil :
 Keluhan sulit tidur Meningkat
 Keluhan tidak puas tidur Meningkat
 Keluhan pola tidur berubah Meningkat
 Keluhan Istrahat tidak cukup Meningkat

Dukungan Tidur
Observasi.
- Identifikasi pola aktivitas dan tidur
- Identifikasi faktor pengganggu tidur ( fisik dan psikologis )
- Identifikasi makanan atau minuman yang mengganggu tidur

Terapeutik
- Modifikasi Lingkungan( mis. Pencahayaan kebisingan suhu )
- Btasi waktu tidur siang , jika perlu .
- Tetapkam jadal tidur rutin.
- Tingkatkan prosedur u ntuk meningkatkan kenyamanan
- Sesuaikan jadwal pemeberian obat atau tindakan untuk menunjang siklus tidur tejaga

Edukasi
- Anjurkan menepati waktu tidur
- Anjurkan menghindari makana n atau minuman yang mengganggu tidur
- Anjurkan pengunaan obat tdur yang tidak mengandung supresor terhadap tidur REM

ASKEP KMB
DAFTAR PUSTAKA
PPNI (2018). Standart Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil
Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
PPNI (2016). Standart Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
PPNI (2018). Standart Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan
Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

ASKEP KMB
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
“HUTAMA ABDI HUSADA”
Ijin Pendirian Mendiknas RI Nomor : 113/D/O/2009

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Telp./Fax: 0355-322738


Tulungagung 66224
Alamat E-mail : akperta@gmail.com

PENGKAJIAN DATA DASAR DAN FOKUS

Pengkajian diambil tgl : 13 september 2021 Jam : 07.00


Tanggal Masuk : 13 september 2021 No. reg : 435654
Ruangan / Kelas : Sedap Malam
No. Kamar : 7
Diagnosa Medis : Gout Arthritis

IDENTITAS
1. Nama : Ny. S
2. Umur : 63 th
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Suku / Bangsa : jawa/Indonesia
6. Bahasa : Jawa
7. Pendidikan : SD
8. Pekerjaan : IRT
9. Alamat : Campurdarat, Tulungagung
10. Alamat yg mudah dihubungi : Campurdarat, Tulungagung
11. Ditanggung oleh : Askes / Astek / Jamsostek / JPS / Sendiri/ BPJS
RIWAYAT KESEHATAN KLIEN
1. Keluhan utama / Alasan Masuk Rumah Sakit :
a. Alasan Masuk Rumah Sakit:
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan membuat
beliau susah berjalan, aktivitas terganggu. Px mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas
dan mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi.
b. Keluhan Utama:
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan
2. Riwayat Penyakit Sekarang ( PQRST ) :
Pasien Ny. S, 63 tahun di bawa ke poli penyakit dalam pada tanggal 13 september 2021 pukul 07.00
dengan keluhan sering terasa pegal dan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan
susah berjalan, aktivitas terganggu, kemudian disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
maka dari itu pasien dipindahkan ke ruang sedap malam untuk dilakukan perawatan. Hasil
pemeriksaan di dapatkan klien Nyeri dirasakan hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu dan semakin

ASKEP KMB
memberat sejak 1 minggu, skala nyeri diperoleh nilai 7, disertai bengkak ataupun kemerahan. Px
mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas, pengisian kapiler 5 detik, nadi perifer menurun, Pasien
mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi. gerakan px terbatas. Nyeri sendi dirasakan
hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya. Px nampak lemah, lemas, pucat, meringis
menahan sakit sambil memegangi area lutut. hasil kadar asam urat 7 mg/dl, TTV : TD 130/80
mm/Hg, HR 98x/mnt, RR 24x/mnt, S : 37,50C, turgor kulit > 3 detik, ROM menurun dengan skala
otot 3 3, ADL 85 (ketergantungan moderat)
33
3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu.................................................................................:
Klien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi
4. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Keluarga tidak memiliki riwayat kesehatan penyakit kronik maupun penyakit menular
POLA AKTIFITAS SEHARI-HARI

SEBELUM MASUK RS DI RUMAH SAKIT

Pola Tidur / Istirahat


Waktu Tidur 8-9 jam / hari Sewaktu-waktu
………………………………… ………………….…………
Waktu Bangun jam 5 pagi sewaktu-waktu
………………………………… ……………………………
Masalah Tidur tidak ada nyeri
………………………………… ……………………………
Hal-hal yang lingkungan dan suasana tenang efek dari obat
mempermudah tidur ………………………………… ……………………………
………………………………… ……………………………
Hal-hal yang suara gaduh suasana gaduh pasien
mempermudah pasien ………………………………… lain ......................................
terbangun .......

B. Pola Eliminasi
BAB
- Warna Coklat kekuningan Belum BAB
- Bau khas feses -
- Konsistensi padat -
- Jumlah
- Frekwensi 1x/hari Belum BAB di RS
- Kesulitan BAB Tidak ada -
- Upaya mengatasi Tidak ada -

BAK
- Spontan / Catheter Spontan spontan
- Warna Kuning jernih Kuning jernih
- Bau Khas urine Khas urine
- Konsistensi Cair Cair
- Jumlah 3-5x/hari 6jm 450cc
- Frekwensi
- Kesulitan BAK Tidak ada Tidak ada
- Upaya mengatasi - Tidak ada

C. Pola Makan dan Minum


1. Makan
- Per Oral / NGT Oral Oral
- Frekwensi 3-4x/hari 3x/hari
ASKEP KMB
- Jenis Nasi, lauk pauk Nasi, lauk, pauk
- Diit Tidak ada tktp
- Pantangan Tidak ada Tinggi purin
- Yang Disukai Nasi goreng Nasi goreng
- Yang Tdk disukai - -
- Alergi Tidak ada Tidak ada
- Masalah makan Tidak ada Tidak ada
- Upaya mengatasi - Tidak ada

2. Minum
- Frekwensi Sewaktu-waktu Sewaktu-waktu
- Jenis Cair Cair
- Diit Tidak ada Tidak ada
- Pantangan - -
- Yang Disukai Teh Teh
- Yang Tdk disukai - -
- Alergi - -
- Masalah minum - -
- Upaya mengatasi - -
- Cairan IV

D. Kebersihan diri / personal


hygiene :
1. Mandi 2x/hari 1x di lap
2. Keramas 3x/minggu Belum keramas
3. Pemeliharaan gigi dan Setiap mandi 1x sehari
mulut
4. Pemeliharaan kuku Kuku bersih Kuku bersih
5. Ganti pakaian Sehabis mandi Sehabis mandi

E. Pola Kegiatan / Aktifitas Pasien biasa bekerja di sawah Tirah baring, bedrest
Lain

F. Kebiasaan
- Merokok - -
- Alkohol - -
- Jamu, dll Ya -

DATA PSIKO SOSIAL


A. Pola Komunikasi :
klien tidak ada kesulit untuk berkomunikasi
B. Orang yang paling dekat dengan klien :
anak klien
C. Rekreasi
Hobby : memasak
Penggunaan Waktu Senggang :
Menonton TV, berkumpul dengan keluarga
D. Dampak dirawat di Rumah Sakit :
Bedrest , tidak dapat beraktivitas seperti dirumah
E. Hubungan dengan orang lain / interaksi sosial :
Klien berinteraksi dengan baik
F. Keluarga yang dihubungi bila diperlukan :

ASKEP KMB
anak

KONSEP DIRI
Gambaran Diri
Klien yakin akan sembuh
Harga Diri
Klien tidak merasa rendah diri
Ideal Diri
Klien bangga dengan semua bagian anggota tubuhnya
Identitas Diri
Klien tahu bahwa dia adalah seorang perempuan
Peran
Klien sebagai ibu rumah tangga dan nenek

DATA SPIRITUAL
A. Ketaatan Beribadah :
Sholat 5waktu
B. Keyakinan terhadap sehat / sakit :
Klien yakin bahwa keadaan sehat dan sakit merupakan kehendak Allah
C. Keyakinan terhadap penyembuhan :
Klien yakin segera sembuh

PEMERIKSAAN FISIK
A. Kesan Umum / Keadaan Umum
K/U lemah, tampak meringis menahan kesakitan, GCS : 4-5-6
B. Tanda – tanda vital
Suhu Tubuh : 37,50C Nadi : 98x/mnt
Tekanan darah : 130/80 mmHG RR : 24x/mnt
Tinggi Badan : 150 cm Berat Badan : 50 kg
Pemeriksaan Kepala dan Leher
Kepala dan rambut
a. Bentuk Kepala : simetris
Ubun-ubun : datar
Kulit kepala : bersih
b. Rambut
Penyebaran dan keadaan rambut : penyebaran rambut rata, sedikit kotor
Bau : berbau
Warna : ber uban
c. Wajah
Warna Kulit : pucat
Struktur Wajah : berasa baal
ASKEP KMB
Mata
Kelengkapan dan kesimetrisan :
Lengkap, simetris kanan-kiri
b. Kelopak Mata ( Palpebra ) :
tidak ada odem palpebra
c. Konjuctiva dan sklera :
konjungtiva anemis dan sklera putih
d. Pupil :
isokor, reaksi cahaya kanan/kiri +/+
e. Kornea dan iris
normal, tidak ada tanda peradangan
f. Ketajaman penglihatan / visus:
kedua mata normal
g. Tekanan bola mata :
tidak terkaji
Hidung
a. Tulang hidung dan posisi septum nasi :
normal, simetrsi
b. Lubang Hidung :
hidung tanpak bersih
c. Cuping hidung :
tidak ada pernapasan cuping hidung,

Telinga
a. Bentuk telinga : normal, simetris kanan/kiri
Ukuran telinga : normotia (normal)
Ketenggangan telinga : tidak ada ketegangan daun telinga
b. Lubang telinga :
bersih, tidak ada serumen
c. Ketajaman pendengaran :
klien dapat mendengar detik jam tangan
Mulut dan faring
a. Keadaan bibir :
kering dan pucat
b. Keadaan gusi dan gigi :
kotor, terdapat sisa-sisa makanan
c. Keadaan lidah :
kotor tampak putih
d. Orofarings :
terdapat kesulitan menelan
Leher
ASKEP KMB
a. Posisi trakhea : normal, simetris
b. Tiroid : tidak ada pembesaran
c. Suara : normal, jelas
d. Kelenjar Lymphe : tidak ada pembengkakan
e. Vena jugularis : tidak ada terdapat bendungan vena jugularis
: …………………………………………………
f. Denyut nadi coratis : teraba keras
: …………………………………………………
Pemeriksaan Integumen ( Kulit )
a. Kebersihan : bersih
b. Kehangatan : akral hangat
c. Warna : pucat
d. Turgor : >3 detik
e. Tekstur : normal
f. Kelembaban : cukup
g. Kelainan pada kulit : tidak ada luka

Pemeriksaan payudara dan ketiak


a. Ukuran dan bentuk payudara :
normal, simeris kanan-kri
b. Warna payudara dan areola :
normal, aerola mamae kecoklatan
c. Kelainan-kelainan payudara dan puting :
tidak ada
d. Axila dan clavicula :
axila tidak pembengkakan kelenjar limfe, tidak ada krepitus pada clavicula

Pemeriksaan Thorak / dada


Inspeksi Thorak
a. Bentuk Thorak : normal chest
b. Pernafasan
Frekwensi : 24 x/menit
Irama : reguler
c. Tanda-tanda kesulitan bernafas :
tidak ada kesulitan bernafas
Pemeriksaan Paru
a. Palpasi getaran suara ( vocal fremitus ) :
getaran suara antara kiri dan kanan sama kuat, tidak ada reraksi intercosta
b. Perkusi :
sonor

ASKEP KMB
c. Auskultasi
Suara Nafas :
vesikuler
Suara Ucapan :
Normal, jelas
Suara Tambahan :
Tidak ada
Pemeriksaan Jantung
Inspeksi dan Palpasi
- Pulsasi : pulsasi tidak nampak
- Ictus cordis : teraba, ICS V Linea midclavicula sinistra
Perkusi
Batas-batas jantung :
Kanan atas : ICS II linea strenalis dektra
Kanan bawah : ICS IV linea strenalis dektra
Kiri atas : ICS II Linea strernalis sinistra
Kiri bawah : ICS V Linea midclavicula sinistra
Auskultasi
- Bunyi jantung I :
a. katup mitral berada di ICS V linea midclavicular sinistra terdengar lup
tunggal
b. Katup tikuspid berada di ICS V linea sternalis sinistra terdengar lup tunggal
- Bunyi jantung II :
a. katup tricuspid berada di ICS V linea sternalis sinistra terdengar dup tunggal
b. Katup pulmonalis ICS II linea sternalis sinistra terdengar dup tunngal
- Bunyi jantung Tambahan : tidak ada
- Bising / Murmur : tidak ada
- Frekwensi denyut jantung : 112x/mnt

Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi
- Bentuk abdomen : buncit
- Benjolan / Massa : tidak ada,
 Bayangan pembuluh darah pada abdomen
Tidak ada
Auskultasi
- Peristaltik Usus : 7-10x/mnt
c. Palpasi
- Tanda nyeri tekan : tidak ada nyeri tekan
- Benjolan / massa : tidak ada

ASKEP KMB
- Tanda-tanda ascites : tidak ada
- Hepar : tidak ada pembesaran
- Lien : tidak ada nyeri tekan
- Titik Mc. Burne : tidak ada nyeri tekan
d. Perkusi
- Suara Abdomen
timpani
 Pemeriksaan Ascites
Tidak ada acites

Pemeriksaan Kelamin dan Daerah Sekitarnya


1. Genetalia
a. Kelainan – kelainan pada genetalia eksterna dan daerah inguinal
tidak ada
2. Anus dan Perineum
a. Lubang anus :
normal
b. Kelainan – kelainan pada anus dan perineum :
tidak ada

Pemeriksaan Muskuloskeletal ( Ekstrimitas )


a. Kesimetrisan Otot :
simtris kanan kiri
b. Pemeriksaan Oedem :
Tampak bengkak dan kemerahan
c. Kekuatan Otot :
3-3
3-3
d. Kelainan – kelainan pada ekstrimitas dan kuku :
tampak bengkak pada ekstremitas
Pemeriksaan Neurologi
1. Tingkat kesadaran ( secara kuantitatif ) / GCS :
composmetis,4-5-6
2. Tanda – tanda rangsangan otak ( meningeal sign ) :
Tidak ada kaku kuduk
3. Syaraf otak( Nervus cranialis ) :
Tidak terkaji
4. Fungsi Motorik :
Tidak ada kelumpuhan, kekuatan otot menurun
5. Fungsi Sensorik :

ASKEP KMB
Dapat merasakan rangsang nyeri, dapat membedakan panas dan dingin
6. Refleks :
a. Refleks Fisiologis
Fisiologis (+)
b. Refleks Patologis
patofisiologis (-)

Pemeriksaan Status Mental


a. Kondisi Emosi / Perasaan
Kondisi pasien stabil
b. Orientasi
klien dapat berkomunikasi dengan baik
c. Proses berfikir ( ingatan, atensi, keputusan, perhitungan )
klien ingatannya masih baik dan bisa berhitung
d. Motivasi ( Kemauan )
ingin segera sembuh
e. Persepsi
pasien yakin bisa sembuh
f. Bahasa
Klien menggunakan bahasa yang baik dan sopan jika ditan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Diagnosa Medis : Gout Arthritis
B. Pemeriksaan Diagnostik / Penunjang Medis :

Laboratorium : kadar asam urat 7 mg/dl (normal 6.5 mg/dl)


Rontgen : nampak lutut kanan mengalami pembesaran

ECG
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
USG
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
ASKEP KMB
Lain – lain :
PENATALAKSANAAN DAN TERAPI
 Indometasin 3x50mg/hr
 Diklofenak 2x75 mg/hr
 Allopurinol 2x100 mg
 Inf. RL 500 ml 20 tpm

Mahasiswa

ANGGUN SANDIA SAKTI


NIM. 03

ANALISA DATA
Nama pasien : Ny. S
Umur : 63 tahun
No. Register : ……………………………….

NO KELOMPOK DATA PENYEBAB MASALAH KEPERAWATAN


1 Tanda gejala mayor asam urat dalam serum Nyeri akut
DS : tinggi
 klien mengeluh nyeri
pada jari-jarinya hipersaturasi dalam plasma
terutama lutut kanan dan garam urat di cairan
DO : tubuh
 tampak meringis
 gelisah terbentuknya kristal
 bersikap protektif monosodium urat
Tanda gejala minor
DS :- dijaringan lunak dan
DO : persendian
 berfokus pada diri
sendiri penumpukan dan
 p : kadar asam urat pengendapan monosodium
yang tinggi membuat urat
lutut bengkak dan pembentukan thopus
kemerahan
respons inflamasi
q : seperti kesemutan
r : seluruh sendi pembesaran dan penonjolan
sendi
utamnya sendi lutut
kanan nyeri akut
s:7
t : hilang timbul dan
ASKEP KMB
menghilang dengan
sendirinya
 bengkak ataupun
kemerahan pada sendi
lutut
 TTV : TD 130/80
mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
2 S : 37,50C Hambatan mobilitas fisik
asam urat dalam serum
Tanda dan gejala mayor tinggi
DS :
 Klien mengatakan
hipersaturasi dalam plasma
susah berjalan dan garam urat di cairan
DO : tubuh
 Rentan gerak (ROM)
menurun terbentuknya kristal
 Kekuatan otot
monosodium urat
menurun
3-3 dijaringan lunak dan
3-3 persendian
Tanda dan gejala minor
DS : penumpukan dan
 Klien mengatakan
pengendapan monosodium
nyeri, susah urat
beraktivitas
DO : pembentukan thopus
 Sendi kaku
 Fisik lemah
respons inflamasi
 Gerakan terbatas
 ADL 85
pembesaran dan penonjolan
(ketergantungan sendi
moderat)
 TTV : TD 130/80
deformitas sendi

mm/Hg kekakuan sendi


HR 98x/mnt
hambatan mobilitas fisik
RR 24x/mnt,
3 S : 37,50C Jaringan perifer tidak efektif

asam urat dalam serum


tinggi

hipersaturasi dalam plasma


Tanda dan gejala mayor dan garam urat di cairan
DS : tubuh
-
DO : terbentuknya kristal
 Pengisian kapiler 5 monosodium urat
detik
 Nadi parifer menurun dijaringan lunak dan
 Tampak pucat persendian
 Turgor kulit > 3 detik
Tanda dan gejala minor penumpukan dan
ASKEP KMB
Ds : pengendapan monosodium
 Klien mengeluh nyeri urat
pada jari jarinya serta
lutut kanan pembentukan thopus
Do :
 p : kadar asam urat respons inflamasi
yang tinggi membuat pembesaran dan penonjolan
lutut bengkak dan sendi
kemerahan deformitas sendi
q : seperti kesemutan
kontraktur sendi
r : seluruh sendi
utamnya sendi lutut fibrosis dan ankilosis tulang
kanan perfusi jaringantidak efektif
s:7
t : hilang timbul dan
menghilang dengan
sendirinya
 bengkak ataupun
kemerahan pada sendi
lutut
 Kekuatan otot
menurun
3-3
3-3

 TTV : TD 130/80
mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C
RR : 20x/m
HR : 112x/m
S : 39 C

ASKEP KMB
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama pasien : Ny. D


Umur : 63 tahun
No. Register : ……………………………….

TANGGAL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
MUNCUL
1 13 september 2021 Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis ditandai dengan
Tanda gejala mayor
Tanda gejala mayor
DS :
 klien mengeluh nyeri pada jari-jarinya terutama lutut kanan
DO :
 tampak meringis
 gelisah
 bersikap protektif
Tanda gejala minor
DS :-
DO :
 berfokus pada diri sendiri
 p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
q : seperti kesemutan
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
s:7
t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
 bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
 TTV : TD 130/80 mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C

Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan


2 13 september 2021
Tanda dan gejala mayor
DS :
 Klien mengatakan susah berjalan
DO :
 Rentan gerak (ROM) menurun
ASKEP KMB
 Kekuatan otot menurun
3-3
3-3
Tanda dan gejala minor
DS :
 Klien mengatakan nyeri, susah beraktivitas
DO :
 Sendi kaku
 Fisik lemah
 Gerakan terbatas
 ADL 85 (ketergantungan moderat)
 TTV : TD 130/80 mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C

Jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteria tau
13 september 2021
3 vena
DS :
-
DO :
 Pengisian kapiler 5 detik
 Nadi parifer menurun
 Tampak pucat
 Turgor kulit > 3 detik
Tanda dan gejala minor
Ds :
 Klien mengeluh nyeri pada jari jarinya serta lutut kanan
Do :
 p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
q : seperti kesemutan
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
s:7
t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
 bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
 Kekuatan otot menurun
3-3
3-3

 TTV : TD 130/80 mm/Hg


HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C

ASKEP KMB
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama pasien : Ny. D
Umur : 63 tahun
No. Register : ……………………………….
DIAGNOSA
NO LUARAN (SLKI) INTERVENSI (SIKI)
KEPERAWATAN
1 Nyeri akut berhubungan dengan Setelah dilakukan Tindakan Manajemen nyeri :
agen cedera biologis keperawatan selama 3x24
Observasi
jam diharapkan nyeri
berkurang dengan kriteria - Identifikasi
hasil :
lokasi,karakteristik,durasi,freku
1. Keluhan nyeri
menurun ensi,kualits,intensitas nyeri
2. Meringis menurun
- Identifikasi skala nyeri
3. Sikap protektif
menurun - Identifikasi respon nyeri non
4. Gelisah menurun
verbal
5. Kesulitan tidur
menurun - Identifikasi factor yang
6. Frekuensi nadi
memperberat dan memperingan
membaik
nyeri
- Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh budaya
terhadap respon nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri
pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
diberikan
- Monitor efek samping
penggunaan analgetic
Terapeutik
- Berikan tekhnik non
farmakologi untuk mengurangi
rasa nyeri (mis. TENS,
ASKEP KMB
hipnsis,akupresure,terapi
music,terapi pijat,aroma terapi,
kompres hangat/dingin, terapi
bermain.)
- Control lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
(mis.suhu ruang, pencahayaan,
kebisingan)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan
sumber nyeri dalam pemilihan
strategi meredakan nyeri
Edukasi
- Jelaskan penyebab,periode dan
pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan
nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri
secara mandiri
- Anjurkan menggunakan
analgetic secara tepat
- Anjurkan teknik non
farmakologis untuk
mengurangi nyeri
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian analgetic
bila perlu.

2 Gangguan mobilitas fisik b/d Setelah dilakukan tindakan Dukungan ambulasi


kelemahan keperawatan 2x24 jam
Observasi
diharapkan kemampuan
gerak fisik meningkat - Identifikasi adanya nyeri atau
dengan kriteri hasil :
keluhan fisik lainnya
 Pergerakan
ekstremitas - Identifikasi toleransi fisik
meningkat melakukan ambulasi
 Kekuatan otot
meningkat - Monitor frekwensi jantung dan
 Gerakan terbatas tekanan darah sebelum
menurun
 Kelemahan fisik memulai ambulasi
menurun - Monitpr kondisi umum selama
melakukan ambulasi
Terapeutik

ASKEP KMB
- Fasilitasi ambulasi dengan alat
bantu (mis. Tongkat, kruk)
- fasilitasi melakukan mobilitas
fisik, jika perlu
- libatkan keluarga untuk
membantu pasien dalam
meningkatkan ambulasi
Edukasi
- jelaskan tujuan dan procedure
ambulasi
- ajarkan melakukan ambulasi dini
- ajarkan ambulasi sederhana yang
harus dilakukan (mis. Berjalan
dari tempat tidur ke kursi roda,
berjalan dari tempat tidur ke
kamar mandi, berjalan sesuai
toleransi)

3 perawatan sirkulasi
jaringan parifer tidak efektif
Observasi
setelah dilakukan tindakan
berhubungan dengan
- periksa sirkulasi parifer (mis.
asuhan keperawatan selama
penurunan aliran arteria tau
Nadi parifer, edema,
3x24 jam di harapkan
vena
pengisian kapiler, warna,
keadekuatan aliran darah
suhu, ankle brachial index
meningkat dengankriteria
- identifikasi factor resiko
hasil :
gangguan sirkulasi (mis.
 edema parifer
Diabetes, perokok, orang tua,
menurun
hipertensi dan kadar kolestrol
 nyeri ekstremitas
tinggi)
menurun
- monitor panas, kemerahan,
 kelemahan otot
nyeri atau bengkak pada
menurun
ekstremitas
 turgor kulit
Terapeutik
membaik
- hindari pemasangan infus atau
pengambilan darah di area
keterbatasan perfusi
- hindari pengukuran tekanan
darah pada ekstremitas
dengan keterbatasan perfusi
- hindari penekanan dan

ASKEP KMB
pemasangan tourniquet pada
area yang cidera
- lakukan pencegahan infeksi
- lakukan perawatan kaki dan
kuku
- lakukan hidrasi
Edukasi
- anjurkan berhenti merokok
- anjurkan berolahraga rutin
- anjurkan mengecek air mandi
untuk menghindari kulit
terbakar
- anjurkan menggunakan obat
peurun tekanan darah secara
teratur, antikoagulan dan
penurun kolestrol, jika perlu
- anjurkan minum obat
pengontrol tekanan darah
secara teratur
- anjurkan menghindari
penggunaan obat penyekat
beta
- anjurkan melakukan
perawatan kulit yang tepat
(mis. Rendah lemak jenuh,
minyak ikan omega 3)
- informasikan tanda dan gejala
darurat yang harus dilaporkan
( mis. Rasa sakit yang tidak
hilang saat istirahat, luka
tidak sembuh, hilangnya rasa)

ASKEP KMB
TINDAKAN KEPERAWATAN CATATAN PERKEMBANGAN

Nama Pasien :Ny. D Umur :63 tahun . No. Register : Kasus : Gout Arthritis

TANGGAL/ TANDA TANGGAL/ TANDA


NO NO. DX IMPLEMENTASI EVALUASI
JAM TANGAN JAM TANGAN
1 DX 1 13/09/ 2021 13/09/2021 S:
08.00 14.00  Klien mengeluh nyeri pada jari-jarinya
1.Mengidentifikasilokasi,karakteristik,durasi,
terutama lutut sebelah kanan
frekuensi,kualits,intensitas nyeri O:
 Asam urat : 7 mg/dL
09.00 2. Mengidentifikasi skala nyeri
 tampak meringis
09.00 3. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal  gelisah
 bersikap protektif
4. Mengidentifikasi factor yang memperberat
10.00  berfokus pada diri sendiri
dan memperingan nyeri  berfokus pada diri sendiri
11.00  p : kadar asam urat yang tinggi
5. memberikan tekhnik non farmakologi untuk
membuat lutut bengkak dan
mengurangi rasa nyeri (kompres dingin) kemerahan
q : seperti kesemutan
6. mengontrol lingkungan yang memperberat
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
11.00 rasa nyeri (pencahayaan, kebisingan) kanan
s:7
7. Memfasilitasi istirahat dan tidur
t : hilang timbul dan menghilang
11.00 8. Menjelaskan penyebab,periode dan pemicu dengan sendirinya
11.00  bengkak ataupun kemerahan pada
nyeri
sendi lutut
9. Menganjurkan memonitor nyeri secara  TTV : TD 130/80 mm/Hg
HR 98x/mnt
11.00 mandiri RR 24x/mnt,
10. Mengkolaborasi pemberian analgetic bila S : 37,50C
12.00 A : Masalah belum teratasi
perlu. (inf. RL 500 ml 20 tpm, indometasin P : intervensi dilanjutkan 2-10
3x50 mg/hr, diklofenak 2x75 mg/hr,
ASKEP KMB
allopurinol 2x100 mg)

DX 2 13/09/ 2021
S:
08.00 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan 13/09/2021
 Klien mengatakan susah berjalan
14.00
fisik lainnya O:
 Rentan gerak (ROM) menurun
2. Mengidentifikasi toleransi fisik melakukan
09.00  Kekuatan otot menurun
ambulasi 3-3
09.00 3-3
3. Memonitor kondisi umum selama
 Sendi kaku
melakukan ambulasi  Fisik lemah
 Gerakan terbatas
10.00 4. Memfasilitasi ambulasi dengan alat bantu
 ADL 85 (ketergantungan moderat)
Tongkat,  TTV : TD 130/80 mm/Hg
5. Melibatkan keluarga untuk membantu HR 98x/mnt
11.00
pasien dalam meningkatkan ambulasi RR 24x/mnt,

11.00 6. Menjelaskan tujuan dan procedure ambulasi S : 37,50C

7. Mengajarkan melakukan ambulasi dini A : Masalah belum teratasi


11.00 P : intervensi dilanjutkan 2,3,4,5,6,,7,8
8. Mengajarkan ambulasi sederhana yang
11.00
harus dilakukan (Berjalan dari tempat tidur ke
kursi roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar
mandi, berjalan sesuai toleransi)

Dx 3 S:
13/09/2021  Klien mengeluh nyeri pada jari jarinya
08.00 1. Memeriksa sirkulasi parifer (Nadi 13/09/2021 serta lutut kanan
14.00 O:
parifer, edema,)
 Pengisian kapiler 5 detik
2. Memonitor panas, kemerahan, nyeri
ASKEP KMB
09.00 atau bengkak pada ekstremitas  Nadi parifer menurun
 Tampak pucat
3. Menghindari pemasangan infus atau
09.00  Turgor kulit > 3 detik
pengambilan darah di area keterbatasan  p : kadar asam urat yang tinggi
perfusi membuat lutut bengkak dan
4. Menghindari pengukuran tekanan kemerahan
10.00
darah pada ekstremitas dengan keterbatasan q : seperti kesemutan
perfusi r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
5. Menghindari penekanan dan kanan
11.00
pemasangan tourniquet pada area yang cidera s:7
6. Menganjurkan berolahraga rutin t : hilang timbul dan menghilang
11.00 7. Menganjurkan mengecek air mandi dengan sendirinya
11.00 untuk menghindari kulit terbakar  bengkak ataupun kemerahan pada
8. Menganjurkan melakukan perawatan sendi lutut
11.00 kulit yang tepat ( Rendah lemak jenuh, minyak  Kekuatan otot menurun
3-3
ikan omega 3)
12.00 3-3
9. Menginformasikan tanda dan gejala
 TTV : TD 130/80 mm/Hg
darurat yang harus dilaporkan ( Rasa sakit
HR 98x/mnt
yang tidak hilang saat istirahat )
RR 24x/mnt,
S : 37,50C
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan 1-9

ASKEP KMB
2. Mengidentifikasi skala nyeri S:
2 Dx 1 14/09/ 2021 3. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal  Klien mengeluh nyeri berkurang pada
14 /09/2021 jari-jarinya dan lutut
08.00 14.00
4. Mengidentifikasi factor yang memperberat O:
08.00
 Asam urat : 6,5 mg/dL
08.00 dan memperingan nyeri
 tampak meringis
5. memberikan tekhnik non farmakologi untuk  gelisah
 bersikap protektif
mengurangi rasa nyeri (kompres dingin)
09.00  berfokus pada diri sendiri
6. mengontrol lingkungan yang memperberat  berfokus pada diri sendiri
 p : kadar asam urat yang tinggi
rasa nyeri (pencahayaan, kebisingan)
membuat lutut bengkak dan
7. Memfasilitasi istirahat dan tidur kemerahan
10.00 q : seperti kesemutan
8. Menjelaskan penyebab,periode dan pemicu
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
10.00 nyeri kanan
s:5
9. Menganjurkan memonitor nyeri secara
10.00 t : hilang timbul dan menghilang
mandiri dengan sendirinya
 bengkak ataupun kemerahan pada
11.00 10. Mengkolaborasi pemberian analgetic bila
sendi lutut
perlu (inf. RL 500 ml 20 tpm, indometasin  TTV : TD 120/80 mm/Hg
3x50 mg/hr, diklofenak 2x75 mg/hr, HR 90x/mnt
11.00
allopurinol 2x100 mg) RR 20x/mnt,
S : 370C
A : Masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan 2,5,6,7,9,10

S:
 Klien mengatakan susah berjalan
O:
Dx 2 14/09/ 2021 2. Mengidentifikasi toleransi fisik melakukan  Rentan gerak (ROM) menurun
08.00 ambulasi 14/09/2021  Kekuatan otot menurun
ASKEP KMB
3. Memonitor kondisi umum selama 14.00 5-5
08.00 4-4
melakukan ambulasi
 Sendi agak kaku
4. Memfasilitasi ambulasi dengan alat bantu  Fisik lemah
 Gerakan terbatas
09.00 Tongkat
 TTV : TD 120/80 mm/Hg
5. Melibatkan keluarga untuk membantu HR 90x/mnt
09.00
pasien dalam meningkatkan ambulasi RR 20x/mnt,
8. Mengajarkan ambulasi sederhana yang S : 370C
09.00 harus dilakukan (Berjalan dari tempat tidur ke A : Masalah teratasi sebagian
kursi roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar P : intervensi dilanjutkan 2,3,4,5,8

mandi, berjalan sesuai toleransi)

Dx 3 1. Memeriksa sirkulasi parifer (Nadi S:


14/09/2021  Klien mengeluh masih nyeri pada
parifer, edema,) lututnya
08.00 2. Memonitor panas, kemerahan, nyeri 14/09/2021 O:
14.00  Pengisian kapiler 5 detik
atau bengkak pada ekstremitas  Nadi parifer menurun
3. Menghindari pemasangan infus atau  Tampak pucat berkurang
08.00
 Turgor kulit > 3 detik
pengambilan darah di area keterbatasan  p : kadar asam urat yang tinggi
08.30
perfusi membuat lutut bengkak dan
4. Menghindari pengukuran tekanan kemerahan
darah pada ekstremitas dengan keterbatasan q : seperti kesemutan
10.00
perfusi r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
5. Menghindari penekanan dan kanan
pemasangan tourniquet pada area yang cidera s:5
10.00 6. Menganjurkan berolahraga rutin
ASKEP KMB
7. Menganjurkan mengecek air mandi t : hilang timbul dan menghilang
10.00 untuk menghindari kulit terbakar dengan sendirinya
8. Menganjurkan melakukan perawatan  bengkak ataupun kemerahan pada
10.00
kulit yang tepat ( Rendah lemak jenuh, minyak sendi lutut berkurang
ikan omega 3)  Kekuatan otot menurun
5-5
9. Menginformasikan tanda dan gejala
11.00 4-4
darurat yang harus dilaporkan ( Rasa sakit
 TTV : TD 120/80 mm/Hg
yang tidak hilang saat istirahat )
11.00 HR 90x/mnt
RR 20x/mnt,
S : 370C
A : Masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan 3-9

2. Mengidentifikasi skala nyeri S:


 Klien sudah tidak mengeluh nyeri lagi
5. memberikan tekhnik non farmakologi untuk O:
3. Dx 1
mengurangi rasa nyeri ( kompres dingin)  Asam urat : 5 mg/dL
 Tidak tampak meringis
15/06/2021 6. mengontrol lingkungan yang memperberat 15/09/2021  Tidak gelisah
08.00 14.00  Tidak bersikap protektif
rasa nyeri (pencahayaan, kebisingan)
 Tidak berfokus pada diri sendiri
09.00 7. Memfasilitasi istirahat dan tidur  p : kadar asam urat yang tinggi
9. Menganjurkan memonitor nyeri secara membuat lutut bengkak dan
kemerahan
mandiri q : seperti kesemutan
10. Mengkolaborasi pemberian analgetic bila r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
kanan
09.00 perlu (inf. RL 500 ml 20 tpm, indometasin s:2
10.00 3x50 mg/hr, diklofenak 2x75 mg/hr, t : hilang timbul dan menghilang
ASKEP KMB
allopurinol 2x100 mg) dengan sendirinya
 tidak bengkak ataupun kemerahan
11.00 pada sendi lutut
 TTV : TD 120/80 mm/Hg
HR 90x/mnt
RR 20x/mnt,
S : 370C
A : Masalah teratasi
P : intervensi dihentikan

2. Mengidentifikasi toleransi fisik melakukan


ambulasi S:
 Klien mengatakan sudah bisa berjalan
3. Memonitor kondisi umum selama
Dx 2 O:
melakukan ambulasi  Rentan gerak (ROM) meningkat
15/09/ 2021  Kekuatan otot menurun
08.00 4. Memfasilitasi ambulasi dengan alat bantu 15/09/2021 5-5
Tongkat 14.00
5-5
08.00  Sendi tidak kaku
5. Melibatkan keluarga untuk membantu
 Fisik membaik
pasien dalam meningkatkan ambulasi  Gerakan bebas
 TTV : TD 120/80 mm/Hg
09.00 8. Mengajarkan ambulasi sederhana yang
HR 90x/mnt
harus dilakukan (Berjalan dari tempat tidur ke
09.00 RR 20x/mnt,
kursi roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar
S : 370C
mandi, berjalan sesuai toleransi)
A : Masalah teratasi
09.00 P : intervensi dihentikan

3. Menghindari pemasangan infus atau S:


 Klien mengatakan sudah tidak nyeri
pengambilan darah di area keterbatasan
ASKEP KMB
perfusi lagi
Dx 3 O:
4. Menghindari pengukuran tekanan
 Pengisian kapiler < 3 detik
darah pada ekstremitas dengan keterbatasan  Nadi parifer meningkat
15/09/2021 15/09/2021
 Tampak pucat berkurang
08.00 perfusi 14.00
 Turgor kulit < 3 detik
5. Menghindari penekanan dan  p : kadar asam urat yang tinggi
pemasangan tourniquet pada area yang cidera membuat lutut bengkak dan
08.00 6. Menganjurkan berolahraga rutin kemerahan
7. Menganjurkan mengecek air mandi q : seperti kesemutan
untuk menghindari kulit terbakar r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
08.30
8. Menganjurkan melakukan perawatan kanan
kulit yang tepat ( Rendah lemak jenuh, minyak s:2
10.00 ikan omega 3) t : hilang timbul dan menghilang
10.00
9. Menginformasikan tanda dan gejala dengan sendirinya
darurat yang harus dilaporkan ( Rasa sakit  bengkak ataupun kemerahan pada
11.00 yang tidak hilang saat istirahat ) sendi lutut berkurang
 Kekuatan otot menurun
5-5
5-5
11.00
 TTV : TD 120/80 mm/Hg
HR 90x/mnt
RR 20x/mnt,
S : 370C
A : Masalah teratasi
P : intervensi dihentikan

ASKEP KMB
FORMAT PENYULUHAN KESEHATAN

Topik : ………………………………..
Sasaran : ………………………………..
Ruang : ………………………...……...

TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS POKOK BAHASAN MATERI METODE AVA EVALUASI

ASKEP KMB
ASKEP KMB

Anda mungkin juga menyukai