LP Askep 3 - Anngun Sandia - Gout Arthritis
LP Askep 3 - Anngun Sandia - Gout Arthritis
Di susun oleh :
ASKEP KMB
RESUME KASUS
Uraian Kasus:
Pasien Ny. S, 63 tahun, datang ke poli penyakit dalam karena sering terasa pegal dan nyeri pada jari jari tangan serta
terutamanya lutut kanan dan susah berjalan, aktivitas terganggu, gerakan px terbatas. Nyeri sendi dirasakan
hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya. Px nampak lemah, lemas, pucat, meringis menahan sakit
sambil memegangi area lutut. Biasanya nyeri akan dirasakan bertambah setelah sebelumnya pasien
mengkonsumsi sayur-sayur berwarna hijau tua seperti daun singkong. Nyeri juga dirasakan bertambah apabila
cuaca sedang dingin, terasa seperti kesemutan dan kaku. Nyeri dirasakan hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu
dan semakin memberat sejak 1 minggu, skala nyeri diperoleh nilai 7, disertai bengkak ataupun kemerahan. Px
mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas, pengisian kapiler 5 detik, nadi perifer menurun, Pasien mengaku
pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi. Saat pemeriksaan diperoleh hasil kadar asam urat 7 mg/dl, TTV :
TD 130/80 mm/Hg, HR 98x/mnt, RR 24x/mnt, S : 37,5 0C, turgor kulit > 3 detik, ROM menurun dengan skala
otot 3 3, ADL 85 (ketergantungan moderat)
33
A. Data Fokus
S : (Data Subjektif Pasien)
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan membuat beliau
susah berjalan, aktivitas terganggu. Px mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas dan
mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi.
O : (Data Objektif Pasien)
- k/u nampak lemah, lemas, pucat, meringis menahan sakit sambil memegangi area lutut kanan
- pengisian kapiler 5 detik
- nadi perifer menurun
- p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
- q : seperti kesemutan
- r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
- s:7
- t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
- bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
- TTV : TD 130/80 mm/Hg
- HR 98x/mnt
- RR 24x/mnt,
- S : 37,50C
- turgor kulit > 3 detik
- ROM menurun dengan skala otot 3 3
- 33
- ADL 85 (ketergantungan moderat)
B. Hasil Pemeriksaan Penunjang Medis :
1. Laboratorium : kadar asam urat 7 mg/dl (normal 6.5 mg/dl)
2. Rontgen : nampak lutut kanan mengalami pembesaran
ASKEP KMB
3. ECG :-
4. USG :-
5. Lain-lain :-
C. Diagnosa Medis : gout arthritis
ASKEP KMB
LAPORAN PENDAHULUAN
1. Pengertian Asam Urat
Asam urat dihasilkan oleh metabolisme dalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam
darah dapat disebabkan oleh metabolisme abnormal purin, intake purin yang berlebihan, gangguan
eliminasi purin dari tubuh dan efek dari penggunaan obat tertentu yang ditandai dengan
meningkatnya kadar asam urat dalam darah (Sunita, 2015).
Nama-nama medis untuk penyakit yang disebabkan peningkatan kadar asam urat pun
tergantung fase penyakit atau keparahannya. Jika kadar asam urat tinggi di dalam darah, tetapi belum
pernah mempunyai keluhan maka disebut hiperurisemia asimptomatis. Jika terjadi serangan akut
pada sendi maka disebut penyakit gout akut atau arthritis pirai akut. Jika sesudah serangan akut
kemudian untuk sementara tidak ada keluhan lagi maka disebut penyakit gout interkritikal. Jika
penyakit ini menjadi kronis maka disebut penyakit gout kronis atau arthritis pirai kronis. Jika
penyakit itu menyebabkan timbulnya batu urat pada saluran kemih atau ginjal maka disebut batu
asam urat. Benjolan-benjolan yang mengandung kristal natrium urat berwarna putih seperti kapur
biasanya timbul di sekitar sendi pada gout kronis. Benjolan-benjolan ini disebut tofus (Kertia, 2019).
ASKEP KMB
agak lama (hari kelima), kulit di atasnya akan berwarna merah kusam dan terkelupas (deklamasi).
Gejala lainnya adalah muncul tofus di helix telinga atau pinggir sendi atau tendon. Menyentuh kulit
di atas sendi yang terserang asam urat bisa memicu rasa nyeri yang luar biasa, rasa nyeri ini akan
berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu, lalu menghilang. Kristal dapat
terbentuk di sendi perifer karena persendian tersebut lebih dingin dibandingkan persendian di bagian
tubuh lainnya, karena asam urat cenderung membeku pada suhu dingin (Junadi, 2019).
4. Pemeriksaan Laboratorium
Penyakit asam urat atau artritis pirai adalah penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam
urat atau kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Asam urat berhubungan erat
dengan gangguan metabolisme purin yang memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah lebih
dari 7,5 mg/dL. Kadar asam urat normal dalam darah untuk pria adalah 8 mg/dL, sedangkan wanita
adalah 7 mg/dL (Junadi, 2019).
Menurut DEPKES RI asam urat adalah bagian dari metabolisme purin, namun apabila tidak
berlangsung secara normal maka akan terjadi sebuah proses penumpukan kristal dari asam urat pada
persendian yang bisa mengakibatkan rasa sakit yang cukup tinggi. Sebenarnya asam urat sudah ada
pada tubuh kita dan bukan suatu penyakit, asal asam urat tersebut dalam nilai yang normal. Kadar
asam urat: Pria: 3,4 - 7,0 mg/dL dan Wanita: 2,4 - 5,7 mg/Dl.
Sedangkan kadar asam urat normal dalam darah menurut WHO adalah:
1. Pada laki-laki dewasa kadar normal asam uratnya adalah sekitar 2 - 7,5 mg/dL, sementara itu pada
wanita yang sudah dewasa adalah 2 - 6,5 mg/dL.
2. Pada laki-laki dengan usia diatas 40 tahun kadar normal asam uratnya
2 - 8,5 mg/dL, pada wanita 2 - 8 mg/dL.
3. Anak-anak yang berusia 10 - 18 tahun kadar asam uratnya 3,6 - 5,5 mg/dL, sementara itu pada anak
wanita 3,6 - 4 mg/dL Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk memonitor kadar asam urat dalam
darah dan urin. Pemeriksaan darah diperlukan untuk diagnosis asam urat, sedangkan pemeriksaan
urine untuk diagnosis batu ginjal. Kadar normal asam urat untuk pria antara 2,1 sampai 8,5 mg/dL
dan wanita 2,0 sampai 6,6 mg/dL.
Bagi mereka yang berusia lanjut, kadar tersebut sedikit lebih tinggi. Rata-rata kadar normal
asam urat adalah 3,0 sampai 7,0 mg/dL. Bila lebih dari 7,0 mg/dL maka kadar asam urat dianggap
berlebih dan dapat menyebabkan serangan asam urat. Bila lebih dari 12 mg/dL dapat menyebabkan
batu ginjal (Sustrani.dkk, 2017).
Menurut Depkes RI kadar asam urat normal pada orang dewasa pria 3,4 – 7 mg/dL,
sedangkan pada wanita 2,4 – 6 mg/dL. Kadar asam urat pada orang dewasa cenderung meningkat
dengan bertambahnya usia, berat badan, tekanan darah, konsumsi alkohol dan gangguan ginjal.
5. Penatalaksanaan
Bagi penderita asam urat bisa mengkonsumsi obat allopurinol karena allopurinol bekerja
menurunkan produksi asam urat dengan cara penghambatan kerja enzim yang memproduksinya,
yaitu xanthine oxidase. Selain bermanfaat menekan produksi asam urat, allopurinol juga memiliki
efek positif dalam melawan kolesterol jahat dalam darah. Selain itu langkah pertama untuk
mengurangi nyeri adalah dengan mengendalikan peradangan, baik dengan obat-obatan (NSAIDs)
maupun dengan mengistirahatkan sendi yang sedang meradang (Junadi, 2019).
ASKEP KMB
6. Pencegahan Asam Urat
Asam urat tidak dapat dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa dihindari, misalnya
cedera, konsumsi alkohol dan makanan kaya protein. Untuk mencegah kekambuhan, dianjurkan
minum banyak air, hindari mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya
akan protein. Banyak penderita asam urat yang memiliki kelebihan berat badan yang jika berat badan
mereka dikurangi, maka kerap kali kadar asam urat dalam darah akan kembali normal atau mendekati
normal. Beberapa penderita asam urat, terutama yang mengalami serangan berulang yang hebat,
mulai menjalani pengobatan jangka panjang ketika gejala asam urat telah menghilang dan
pengobatan dilanjutkan hingga diantara serangan. Kolkisin dosis rendah diminum setiap hari dan bisa
mencegah serangan atau mengurangi frekuensi serangan. Mengkonsumsi obat anti inflamasi non-
steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya serangan asam urat berulang. Terkadang kolkisin
dan anti inflamasi non-steroid diberikan bersamaan. Namun kombinasi kedua obat ini tidak
mencegah maupun memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan memiliki risiko
bagi penderita yang memiliki penyakit ginjal atau hati (Junadi, 2019).
ASKEP KMB
7. Pathway
Katabolisme Purin Asam Urat Dalam Sel Keluar Tidak Disekresi Melalui Urin
Penyakit Ginjal
Asam Urat Dalam Kemampuan Ekskresi Asam (Gromerulonefritis Dan Gagal
Serum Urat Terganggu / Ginjal)
Terbentuk Kristal
Monosodium Urat Dibungkus Oleh Berbagai Merangsang Netrofil
(MSU) Protein (termasuk igG) (leukosit PMN)
Terbentuk Fagolisosom
Penumpukan Dan
Pengendapan MSU
Merusak Selaput Protein Kristal
Pembentukan Thopus Respons Inflamasi
Terjadi Ikatan Hydrogen
Antara Permukaan Kristal
Dengan Membran Lisosom
Peningkatan Kerusakan
Terjadi Saat Malam Hari Jaringan
Kontraktur Sendi
Gangguan Pola Tidur
Fibrosis Dan / Atau
Kekakuan Sendi
Ankilosis Tulang
ASKEP KMB
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian adalah langkah awal dari proses keperawatan, kemudian dalam mengkaji harus
memperhatikan data dasar dari klien, untuk informasi yang diharapakan dari klien (Iqbal dkk, 2011).
Fokus pengkajian pada Lansia dengan Gout Arthritis:
1) Identitas
Meliputi nama, usia, jenis kelamin, alamat, pendidikan dan pekerjaan.
2) Keluhan Utama
Keluhan utama yang menonjol pada klien Gout Arthritis adalah nyeri dan terjadi peradangan sehingga dapat
menggangu aktivitas klien.
3) Riwayat Penyakit Sekarang
Didapatkan adanya keluhan nyeri yang terjadi di otot sendi. Sifat dari nyerinya umumnya seperti pegal/di
tusuk-tusuk/panas/di tarik-tarik dan nyeri yang dirasakan terus menerus atau pada saat bergerak, terdapat
kekakuan sendi, keluhan biasanya dirasakan sejak lama dan sampai menggangu pergerakan dan pada
Gout Arthritis Kronis didapakan benjolan atan Tofi pada sendi atau jaringan sekitar.
4) Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit apa saja yang pernah diderita oleh klien, apakah keluhan penyakit Gout Arthritis sudah diderita
sejak lama dan apakah mendapat pertolongan sebelumnya dan umumnya klien Gout Arthritis disertai
dengan Hipertensi.
5) Riwayat Penyakit Keluarga
Kaji adakah riwayat Gout Arthritis dalam keluarga.
6) Riwayat Psikososial
Kaji respon emosi klien terhadap penyakit yang diderita dan penyakit klien dalam lingkungannya. Respon
yang didapat meliputi adanya kecemasan individu dengan rentan variasi tingkat kecemasan yang berbeda
dan berhubungan erat dengan adanya sensasi nyeri, hambatan mobilitas fisik akibat respon nyeri dan
kurang pengetahuan akan program pengobatan dan perjalanan penyakit. Adanya perubahan aktivitas
fisik akibat adanya nyeri dan hambatan mobilitas fisik memberikan respon terhadap konsep diri yang
maladaptif.
7) Riwayat Nutrisi
Kaji riwayat nutisi klien apakah klien sering menkonsumsi makanan yang mengandung tinggi Purin.
8) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dari ujung rambut hingga ujung kaki
(head to toe). Pemeriksaan fisik pada daerah sendi dilakukan dengan inspeksi dan palpasi. Inspeksi yaitu
melihat dan mengamati daerah keluhan klien seperti kulit, daerah sendi, bentuknya dan posisi saat
bergerak dan saat diam. Palpasi yaitu meraba daerah nyeri pada kulit apakah terdapat kelainan seperti
benjolan dan merasakan suhu di daerah sendi dan anjurkan klien melakukan pergerakan yaitu klien
melakukan beberapa gerakan bandingkan antara kiri dan kanan serta lihat apakah gerakan tersebut aktif,
pasif atau abnormal.
ASKEP KMB
5) Gangguan integritas jaringan berhubungan dengan kelebihan cairan
(peradangan kronik akibat adanya kristal urat) (D.0129).
6) Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri pada persendian (D. 0055).
INTERVENSI KEPERAWATAN
1) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (D.0077).
Setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan
kriteria hasil :
1. Keluhan nyeri menurun
2. Meringis menurun
3. Sikap protektif menurun
4. Gelisah menurun
5. Kesulitan tidur menurun
6. Frekuensi nadi membaik
Manajemen nyeri :
Observasi
- Identifikasi lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi,kualits,intensitas nyeri
- Identifikasi skala nyeri
- Identifikasi respon nyeri non verbal
- Identifikasi factor yang memperberat dan memperingan nyeri
- Identifikasi pengetahuan dan keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh budaya terhadap respon nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi komplementer yang sudah diberikan
- Monitor efek samping penggunaan analgetic
Terapeutik
- Berikan tekhnik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS,
hipnsis,akupresure,terapi music,terapi pijat,aroma terapi, kompres hangat/dingin, terapi
bermain.)
- Control lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis.suhu ruang, pencahayaan,
kebisingan)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri dalam pemilihan strategi meredakan nyeri
Edukasi
- Jelaskan penyebab,periode dan pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
- Anjurkan menggunakan analgetic secara tepat
- Anjurkan teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri
Kolaborasi
ASKEP KMB
- Kolaborasi pemberian analgetic bila perlu.
Dukungan ambulasi
Observasi
Terapeutik
Edukasi
- ajarkan ambulasi sederhana yang harus dilakukan (mis. Berjalan dari tempat tidur ke kursi
roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi, berjalan sesuai toleransi)
Terapeutik
Sediakan lingkungan yang dingin
Longgarkan atau lepaskan pakaian
Basahi dan kipasi permukaan tubuh
Berikan cairan oral
Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih)
Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut hipotermia atau kompres dingin pada dahi, leher,
dada, abdomen,aksila)
Hindari pemberian antipiretik atau aspirin
Batasi oksigen, jika perlu
Edukasi
Anjurkan tirah baring
Kolaborasi
Kolaborasi cairan dan elektrolit intravena, jika perlu
Dukungan Tidur
Observasi.
- Identifikasi pola aktivitas dan tidur
- Identifikasi faktor pengganggu tidur ( fisik dan psikologis )
- Identifikasi makanan atau minuman yang mengganggu tidur
Terapeutik
- Modifikasi Lingkungan( mis. Pencahayaan kebisingan suhu )
- Btasi waktu tidur siang , jika perlu .
- Tetapkam jadal tidur rutin.
- Tingkatkan prosedur u ntuk meningkatkan kenyamanan
- Sesuaikan jadwal pemeberian obat atau tindakan untuk menunjang siklus tidur tejaga
Edukasi
- Anjurkan menepati waktu tidur
- Anjurkan menghindari makana n atau minuman yang mengganggu tidur
- Anjurkan pengunaan obat tdur yang tidak mengandung supresor terhadap tidur REM
ASKEP KMB
DAFTAR PUSTAKA
PPNI (2018). Standart Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil
Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
PPNI (2016). Standart Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik,
Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
PPNI (2018). Standart Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan
Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
ASKEP KMB
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
“HUTAMA ABDI HUSADA”
Ijin Pendirian Mendiknas RI Nomor : 113/D/O/2009
IDENTITAS
1. Nama : Ny. S
2. Umur : 63 th
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Agama : Islam
5. Suku / Bangsa : jawa/Indonesia
6. Bahasa : Jawa
7. Pendidikan : SD
8. Pekerjaan : IRT
9. Alamat : Campurdarat, Tulungagung
10. Alamat yg mudah dihubungi : Campurdarat, Tulungagung
11. Ditanggung oleh : Askes / Astek / Jamsostek / JPS / Sendiri/ BPJS
RIWAYAT KESEHATAN KLIEN
1. Keluhan utama / Alasan Masuk Rumah Sakit :
a. Alasan Masuk Rumah Sakit:
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan membuat
beliau susah berjalan, aktivitas terganggu. Px mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas
dan mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi.
b. Keluhan Utama:
Px mengatakan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan
2. Riwayat Penyakit Sekarang ( PQRST ) :
Pasien Ny. S, 63 tahun di bawa ke poli penyakit dalam pada tanggal 13 september 2021 pukul 07.00
dengan keluhan sering terasa pegal dan nyeri pada jari jari tangan serta terutamanya lutut kanan dan
susah berjalan, aktivitas terganggu, kemudian disarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
maka dari itu pasien dipindahkan ke ruang sedap malam untuk dilakukan perawatan. Hasil
pemeriksaan di dapatkan klien Nyeri dirasakan hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu dan semakin
ASKEP KMB
memberat sejak 1 minggu, skala nyeri diperoleh nilai 7, disertai bengkak ataupun kemerahan. Px
mengatakan sulit menggerakkan ekstermitas, pengisian kapiler 5 detik, nadi perifer menurun, Pasien
mengaku pernah diperiksa asam urat dan hasilnya tinggi. gerakan px terbatas. Nyeri sendi dirasakan
hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya. Px nampak lemah, lemas, pucat, meringis
menahan sakit sambil memegangi area lutut. hasil kadar asam urat 7 mg/dl, TTV : TD 130/80
mm/Hg, HR 98x/mnt, RR 24x/mnt, S : 37,50C, turgor kulit > 3 detik, ROM menurun dengan skala
otot 3 3, ADL 85 (ketergantungan moderat)
33
3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu.................................................................................:
Klien tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi
4. Riwayat Kesehatan Keluarga :
Keluarga tidak memiliki riwayat kesehatan penyakit kronik maupun penyakit menular
POLA AKTIFITAS SEHARI-HARI
B. Pola Eliminasi
BAB
- Warna Coklat kekuningan Belum BAB
- Bau khas feses -
- Konsistensi padat -
- Jumlah
- Frekwensi 1x/hari Belum BAB di RS
- Kesulitan BAB Tidak ada -
- Upaya mengatasi Tidak ada -
BAK
- Spontan / Catheter Spontan spontan
- Warna Kuning jernih Kuning jernih
- Bau Khas urine Khas urine
- Konsistensi Cair Cair
- Jumlah 3-5x/hari 6jm 450cc
- Frekwensi
- Kesulitan BAK Tidak ada Tidak ada
- Upaya mengatasi - Tidak ada
2. Minum
- Frekwensi Sewaktu-waktu Sewaktu-waktu
- Jenis Cair Cair
- Diit Tidak ada Tidak ada
- Pantangan - -
- Yang Disukai Teh Teh
- Yang Tdk disukai - -
- Alergi - -
- Masalah minum - -
- Upaya mengatasi - -
- Cairan IV
E. Pola Kegiatan / Aktifitas Pasien biasa bekerja di sawah Tirah baring, bedrest
Lain
F. Kebiasaan
- Merokok - -
- Alkohol - -
- Jamu, dll Ya -
ASKEP KMB
anak
KONSEP DIRI
Gambaran Diri
Klien yakin akan sembuh
Harga Diri
Klien tidak merasa rendah diri
Ideal Diri
Klien bangga dengan semua bagian anggota tubuhnya
Identitas Diri
Klien tahu bahwa dia adalah seorang perempuan
Peran
Klien sebagai ibu rumah tangga dan nenek
DATA SPIRITUAL
A. Ketaatan Beribadah :
Sholat 5waktu
B. Keyakinan terhadap sehat / sakit :
Klien yakin bahwa keadaan sehat dan sakit merupakan kehendak Allah
C. Keyakinan terhadap penyembuhan :
Klien yakin segera sembuh
PEMERIKSAAN FISIK
A. Kesan Umum / Keadaan Umum
K/U lemah, tampak meringis menahan kesakitan, GCS : 4-5-6
B. Tanda – tanda vital
Suhu Tubuh : 37,50C Nadi : 98x/mnt
Tekanan darah : 130/80 mmHG RR : 24x/mnt
Tinggi Badan : 150 cm Berat Badan : 50 kg
Pemeriksaan Kepala dan Leher
Kepala dan rambut
a. Bentuk Kepala : simetris
Ubun-ubun : datar
Kulit kepala : bersih
b. Rambut
Penyebaran dan keadaan rambut : penyebaran rambut rata, sedikit kotor
Bau : berbau
Warna : ber uban
c. Wajah
Warna Kulit : pucat
Struktur Wajah : berasa baal
ASKEP KMB
Mata
Kelengkapan dan kesimetrisan :
Lengkap, simetris kanan-kiri
b. Kelopak Mata ( Palpebra ) :
tidak ada odem palpebra
c. Konjuctiva dan sklera :
konjungtiva anemis dan sklera putih
d. Pupil :
isokor, reaksi cahaya kanan/kiri +/+
e. Kornea dan iris
normal, tidak ada tanda peradangan
f. Ketajaman penglihatan / visus:
kedua mata normal
g. Tekanan bola mata :
tidak terkaji
Hidung
a. Tulang hidung dan posisi septum nasi :
normal, simetrsi
b. Lubang Hidung :
hidung tanpak bersih
c. Cuping hidung :
tidak ada pernapasan cuping hidung,
Telinga
a. Bentuk telinga : normal, simetris kanan/kiri
Ukuran telinga : normotia (normal)
Ketenggangan telinga : tidak ada ketegangan daun telinga
b. Lubang telinga :
bersih, tidak ada serumen
c. Ketajaman pendengaran :
klien dapat mendengar detik jam tangan
Mulut dan faring
a. Keadaan bibir :
kering dan pucat
b. Keadaan gusi dan gigi :
kotor, terdapat sisa-sisa makanan
c. Keadaan lidah :
kotor tampak putih
d. Orofarings :
terdapat kesulitan menelan
Leher
ASKEP KMB
a. Posisi trakhea : normal, simetris
b. Tiroid : tidak ada pembesaran
c. Suara : normal, jelas
d. Kelenjar Lymphe : tidak ada pembengkakan
e. Vena jugularis : tidak ada terdapat bendungan vena jugularis
: …………………………………………………
f. Denyut nadi coratis : teraba keras
: …………………………………………………
Pemeriksaan Integumen ( Kulit )
a. Kebersihan : bersih
b. Kehangatan : akral hangat
c. Warna : pucat
d. Turgor : >3 detik
e. Tekstur : normal
f. Kelembaban : cukup
g. Kelainan pada kulit : tidak ada luka
ASKEP KMB
c. Auskultasi
Suara Nafas :
vesikuler
Suara Ucapan :
Normal, jelas
Suara Tambahan :
Tidak ada
Pemeriksaan Jantung
Inspeksi dan Palpasi
- Pulsasi : pulsasi tidak nampak
- Ictus cordis : teraba, ICS V Linea midclavicula sinistra
Perkusi
Batas-batas jantung :
Kanan atas : ICS II linea strenalis dektra
Kanan bawah : ICS IV linea strenalis dektra
Kiri atas : ICS II Linea strernalis sinistra
Kiri bawah : ICS V Linea midclavicula sinistra
Auskultasi
- Bunyi jantung I :
a. katup mitral berada di ICS V linea midclavicular sinistra terdengar lup
tunggal
b. Katup tikuspid berada di ICS V linea sternalis sinistra terdengar lup tunggal
- Bunyi jantung II :
a. katup tricuspid berada di ICS V linea sternalis sinistra terdengar dup tunggal
b. Katup pulmonalis ICS II linea sternalis sinistra terdengar dup tunngal
- Bunyi jantung Tambahan : tidak ada
- Bising / Murmur : tidak ada
- Frekwensi denyut jantung : 112x/mnt
Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi
- Bentuk abdomen : buncit
- Benjolan / Massa : tidak ada,
Bayangan pembuluh darah pada abdomen
Tidak ada
Auskultasi
- Peristaltik Usus : 7-10x/mnt
c. Palpasi
- Tanda nyeri tekan : tidak ada nyeri tekan
- Benjolan / massa : tidak ada
ASKEP KMB
- Tanda-tanda ascites : tidak ada
- Hepar : tidak ada pembesaran
- Lien : tidak ada nyeri tekan
- Titik Mc. Burne : tidak ada nyeri tekan
d. Perkusi
- Suara Abdomen
timpani
Pemeriksaan Ascites
Tidak ada acites
ASKEP KMB
Dapat merasakan rangsang nyeri, dapat membedakan panas dan dingin
6. Refleks :
a. Refleks Fisiologis
Fisiologis (+)
b. Refleks Patologis
patofisiologis (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Diagnosa Medis : Gout Arthritis
B. Pemeriksaan Diagnostik / Penunjang Medis :
ECG
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
USG
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
ASKEP KMB
Lain – lain :
PENATALAKSANAAN DAN TERAPI
Indometasin 3x50mg/hr
Diklofenak 2x75 mg/hr
Allopurinol 2x100 mg
Inf. RL 500 ml 20 tpm
Mahasiswa
ANALISA DATA
Nama pasien : Ny. S
Umur : 63 tahun
No. Register : ……………………………….
TTV : TD 130/80
mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C
RR : 20x/m
HR : 112x/m
S : 39 C
ASKEP KMB
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN
TANGGAL
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
MUNCUL
1 13 september 2021 Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis ditandai dengan
Tanda gejala mayor
Tanda gejala mayor
DS :
klien mengeluh nyeri pada jari-jarinya terutama lutut kanan
DO :
tampak meringis
gelisah
bersikap protektif
Tanda gejala minor
DS :-
DO :
berfokus pada diri sendiri
p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
q : seperti kesemutan
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
s:7
t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
TTV : TD 130/80 mm/Hg
HR 98x/mnt
RR 24x/mnt,
S : 37,50C
Jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteria tau
13 september 2021
3 vena
DS :
-
DO :
Pengisian kapiler 5 detik
Nadi parifer menurun
Tampak pucat
Turgor kulit > 3 detik
Tanda dan gejala minor
Ds :
Klien mengeluh nyeri pada jari jarinya serta lutut kanan
Do :
p : kadar asam urat yang tinggi membuat lutut bengkak dan kemerahan
q : seperti kesemutan
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut kanan
s:7
t : hilang timbul dan menghilang dengan sendirinya
bengkak ataupun kemerahan pada sendi lutut
Kekuatan otot menurun
3-3
3-3
ASKEP KMB
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Nama pasien : Ny. D
Umur : 63 tahun
No. Register : ……………………………….
DIAGNOSA
NO LUARAN (SLKI) INTERVENSI (SIKI)
KEPERAWATAN
1 Nyeri akut berhubungan dengan Setelah dilakukan Tindakan Manajemen nyeri :
agen cedera biologis keperawatan selama 3x24
Observasi
jam diharapkan nyeri
berkurang dengan kriteria - Identifikasi
hasil :
lokasi,karakteristik,durasi,freku
1. Keluhan nyeri
menurun ensi,kualits,intensitas nyeri
2. Meringis menurun
- Identifikasi skala nyeri
3. Sikap protektif
menurun - Identifikasi respon nyeri non
4. Gelisah menurun
verbal
5. Kesulitan tidur
menurun - Identifikasi factor yang
6. Frekuensi nadi
memperberat dan memperingan
membaik
nyeri
- Identifikasi pengetahuan dan
keyakinan tentang nyeri
- Identifikasi pengaruh budaya
terhadap respon nyeri
- Identifikasi pengaruh nyeri
pada kualitas hidup
- Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah
diberikan
- Monitor efek samping
penggunaan analgetic
Terapeutik
- Berikan tekhnik non
farmakologi untuk mengurangi
rasa nyeri (mis. TENS,
ASKEP KMB
hipnsis,akupresure,terapi
music,terapi pijat,aroma terapi,
kompres hangat/dingin, terapi
bermain.)
- Control lingkungan yang
memperberat rasa nyeri
(mis.suhu ruang, pencahayaan,
kebisingan)
- Fasilitasi istirahat dan tidur
- Pertimbangkan jenis dan
sumber nyeri dalam pemilihan
strategi meredakan nyeri
Edukasi
- Jelaskan penyebab,periode dan
pemicu nyeri
- Jelaskan strategi meredakan
nyeri
- Anjurkan memonitor nyeri
secara mandiri
- Anjurkan menggunakan
analgetic secara tepat
- Anjurkan teknik non
farmakologis untuk
mengurangi nyeri
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian analgetic
bila perlu.
ASKEP KMB
- Fasilitasi ambulasi dengan alat
bantu (mis. Tongkat, kruk)
- fasilitasi melakukan mobilitas
fisik, jika perlu
- libatkan keluarga untuk
membantu pasien dalam
meningkatkan ambulasi
Edukasi
- jelaskan tujuan dan procedure
ambulasi
- ajarkan melakukan ambulasi dini
- ajarkan ambulasi sederhana yang
harus dilakukan (mis. Berjalan
dari tempat tidur ke kursi roda,
berjalan dari tempat tidur ke
kamar mandi, berjalan sesuai
toleransi)
3 perawatan sirkulasi
jaringan parifer tidak efektif
Observasi
setelah dilakukan tindakan
berhubungan dengan
- periksa sirkulasi parifer (mis.
asuhan keperawatan selama
penurunan aliran arteria tau
Nadi parifer, edema,
3x24 jam di harapkan
vena
pengisian kapiler, warna,
keadekuatan aliran darah
suhu, ankle brachial index
meningkat dengankriteria
- identifikasi factor resiko
hasil :
gangguan sirkulasi (mis.
edema parifer
Diabetes, perokok, orang tua,
menurun
hipertensi dan kadar kolestrol
nyeri ekstremitas
tinggi)
menurun
- monitor panas, kemerahan,
kelemahan otot
nyeri atau bengkak pada
menurun
ekstremitas
turgor kulit
Terapeutik
membaik
- hindari pemasangan infus atau
pengambilan darah di area
keterbatasan perfusi
- hindari pengukuran tekanan
darah pada ekstremitas
dengan keterbatasan perfusi
- hindari penekanan dan
ASKEP KMB
pemasangan tourniquet pada
area yang cidera
- lakukan pencegahan infeksi
- lakukan perawatan kaki dan
kuku
- lakukan hidrasi
Edukasi
- anjurkan berhenti merokok
- anjurkan berolahraga rutin
- anjurkan mengecek air mandi
untuk menghindari kulit
terbakar
- anjurkan menggunakan obat
peurun tekanan darah secara
teratur, antikoagulan dan
penurun kolestrol, jika perlu
- anjurkan minum obat
pengontrol tekanan darah
secara teratur
- anjurkan menghindari
penggunaan obat penyekat
beta
- anjurkan melakukan
perawatan kulit yang tepat
(mis. Rendah lemak jenuh,
minyak ikan omega 3)
- informasikan tanda dan gejala
darurat yang harus dilaporkan
( mis. Rasa sakit yang tidak
hilang saat istirahat, luka
tidak sembuh, hilangnya rasa)
ASKEP KMB
TINDAKAN KEPERAWATAN CATATAN PERKEMBANGAN
Nama Pasien :Ny. D Umur :63 tahun . No. Register : Kasus : Gout Arthritis
DX 2 13/09/ 2021
S:
08.00 1. Mengidentifikasi adanya nyeri atau keluhan 13/09/2021
Klien mengatakan susah berjalan
14.00
fisik lainnya O:
Rentan gerak (ROM) menurun
2. Mengidentifikasi toleransi fisik melakukan
09.00 Kekuatan otot menurun
ambulasi 3-3
09.00 3-3
3. Memonitor kondisi umum selama
Sendi kaku
melakukan ambulasi Fisik lemah
Gerakan terbatas
10.00 4. Memfasilitasi ambulasi dengan alat bantu
ADL 85 (ketergantungan moderat)
Tongkat, TTV : TD 130/80 mm/Hg
5. Melibatkan keluarga untuk membantu HR 98x/mnt
11.00
pasien dalam meningkatkan ambulasi RR 24x/mnt,
Dx 3 S:
13/09/2021 Klien mengeluh nyeri pada jari jarinya
08.00 1. Memeriksa sirkulasi parifer (Nadi 13/09/2021 serta lutut kanan
14.00 O:
parifer, edema,)
Pengisian kapiler 5 detik
2. Memonitor panas, kemerahan, nyeri
ASKEP KMB
09.00 atau bengkak pada ekstremitas Nadi parifer menurun
Tampak pucat
3. Menghindari pemasangan infus atau
09.00 Turgor kulit > 3 detik
pengambilan darah di area keterbatasan p : kadar asam urat yang tinggi
perfusi membuat lutut bengkak dan
4. Menghindari pengukuran tekanan kemerahan
10.00
darah pada ekstremitas dengan keterbatasan q : seperti kesemutan
perfusi r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
5. Menghindari penekanan dan kanan
11.00
pemasangan tourniquet pada area yang cidera s:7
6. Menganjurkan berolahraga rutin t : hilang timbul dan menghilang
11.00 7. Menganjurkan mengecek air mandi dengan sendirinya
11.00 untuk menghindari kulit terbakar bengkak ataupun kemerahan pada
8. Menganjurkan melakukan perawatan sendi lutut
11.00 kulit yang tepat ( Rendah lemak jenuh, minyak Kekuatan otot menurun
3-3
ikan omega 3)
12.00 3-3
9. Menginformasikan tanda dan gejala
TTV : TD 130/80 mm/Hg
darurat yang harus dilaporkan ( Rasa sakit
HR 98x/mnt
yang tidak hilang saat istirahat )
RR 24x/mnt,
S : 37,50C
A : Masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan 1-9
ASKEP KMB
2. Mengidentifikasi skala nyeri S:
2 Dx 1 14/09/ 2021 3. Mengidentifikasi respon nyeri non verbal Klien mengeluh nyeri berkurang pada
14 /09/2021 jari-jarinya dan lutut
08.00 14.00
4. Mengidentifikasi factor yang memperberat O:
08.00
Asam urat : 6,5 mg/dL
08.00 dan memperingan nyeri
tampak meringis
5. memberikan tekhnik non farmakologi untuk gelisah
bersikap protektif
mengurangi rasa nyeri (kompres dingin)
09.00 berfokus pada diri sendiri
6. mengontrol lingkungan yang memperberat berfokus pada diri sendiri
p : kadar asam urat yang tinggi
rasa nyeri (pencahayaan, kebisingan)
membuat lutut bengkak dan
7. Memfasilitasi istirahat dan tidur kemerahan
10.00 q : seperti kesemutan
8. Menjelaskan penyebab,periode dan pemicu
r : seluruh sendi utamnya sendi lutut
10.00 nyeri kanan
s:5
9. Menganjurkan memonitor nyeri secara
10.00 t : hilang timbul dan menghilang
mandiri dengan sendirinya
bengkak ataupun kemerahan pada
11.00 10. Mengkolaborasi pemberian analgetic bila
sendi lutut
perlu (inf. RL 500 ml 20 tpm, indometasin TTV : TD 120/80 mm/Hg
3x50 mg/hr, diklofenak 2x75 mg/hr, HR 90x/mnt
11.00
allopurinol 2x100 mg) RR 20x/mnt,
S : 370C
A : Masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan 2,5,6,7,9,10
S:
Klien mengatakan susah berjalan
O:
Dx 2 14/09/ 2021 2. Mengidentifikasi toleransi fisik melakukan Rentan gerak (ROM) menurun
08.00 ambulasi 14/09/2021 Kekuatan otot menurun
ASKEP KMB
3. Memonitor kondisi umum selama 14.00 5-5
08.00 4-4
melakukan ambulasi
Sendi agak kaku
4. Memfasilitasi ambulasi dengan alat bantu Fisik lemah
Gerakan terbatas
09.00 Tongkat
TTV : TD 120/80 mm/Hg
5. Melibatkan keluarga untuk membantu HR 90x/mnt
09.00
pasien dalam meningkatkan ambulasi RR 20x/mnt,
8. Mengajarkan ambulasi sederhana yang S : 370C
09.00 harus dilakukan (Berjalan dari tempat tidur ke A : Masalah teratasi sebagian
kursi roda, berjalan dari tempat tidur ke kamar P : intervensi dilanjutkan 2,3,4,5,8
ASKEP KMB
FORMAT PENYULUHAN KESEHATAN
Topik : ………………………………..
Sasaran : ………………………………..
Ruang : ………………………...……...
TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS POKOK BAHASAN MATERI METODE AVA EVALUASI
ASKEP KMB
ASKEP KMB