Anda di halaman 1dari 13

“LEMPAR CAKRAM”

DISUSUN OLEH:

NAMA : PURNAMA ADJI

NIM : 21271084

KELAS :C

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS PENDIDIKAN MANDALIKA
MATARAM
2021

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi taufik,
hidayah, serta inayah-Nya sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana
seperti biasanya termasuk juga dengan penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas pembuatan makalah yang berjudul “Lempar Cakram” .
Dalam makalah ini, penulis membahas tentang sejarah perkembangan
olahraga lempar cakram, pengertian olahraga lempar cakram, tehnik yang digunakan
dalam olahraga lempar cakram, serta masih banyak pembahasan lainya yang disajikan
dalam bentuk makalah. Makalah ini disusun agar para pembaca bisa menambah
wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang ada mengenai lempar cakram.
Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada rekan-rekan
satu tim yang sudah membantu serta dari berbagai pihak lain yang telah membantu
penulis dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik serta tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu penyusun mengundang pembaca untuk memberikan
saran serta kritik yang dapat membangun untuk dapat memperbaiki tugas makalah
selanjutnya. Dan semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca dan
memperluas wawasan mengenai lempar cakram serta seluk beluknya. Dan tidak lupa
permohonan maaf dari penulis apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam
bentuk apapun yang terdapat dalam makalah ini.

                                                              Mataram, November 2021

                                                                                      Penyusun

ii
DAFTAR ISI

COVER.....................................................................................................................i

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI...........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................2
C. Tujuan ..........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Lempar Cakram................................................................................3
B. Pengertian Lempar Cakram...........................................................................4
C. Tehnik-Tehnik yang Digunakan Dalam Lempar Cakram.............................5
D. Sarana dan Prasarana yang Digunakan Dalam Lepar Cakram......................6
E. Peraturan Dalam Lempar Cakram.................................................................7
F. Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram.........................8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...................................................................................................9
B. Saran..............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah


Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian inegral dari
pendidikan secara keseluruhan bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,
keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalara,
stabilitasemosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan
bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang dirancang secara
sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan merupakan suatu
proses manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan yang diajarkan di sekolah yang memiliki peranan sangat penting, yaitu
memberikan kesempetan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai
pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dan
dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina
prtumbuhan fisik dan pengembangan fsikis yang lebih baik, sekaligus dapat membentuk
hidup sehat sepanjang hayat. Tanpa pendidikan jasmani maka semua kegiatan belajar tidak
akan berjalan dengan baik, karena dengan pendidikan jasmani semua orang akan mengenal
dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan
zaman.
Melalui pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan merupak media untuk
mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan
dan penalaran, penghayatan nilai-nilai sikap dan mental, serta pembiasan pola hidup sehat
yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis
yang seimbang.
Dalam dunia pendidikan olahraga ada beberapa jenis olahraga, salah satunya adalah
olahraga lempar cakram. Olahraga lempar cakram ini merupaka suatu cabang olahraga
yang untuk mengkur kekutan tangan dalam melakukan lemparan.

1
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diambil beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah perkembangan olahraga lempar cakram? 
2. Apa pengertian dari olahraga lempar cakram? 
3. Tehnik-tehnik apa saja yang digunakan dalam olahraga lempar cakram? 
4. Bagaimana bentuk dan ukuran lapangan dalam olahraga lempar cakram? 
5. Sarana dan prasarana apa saja yang digunakan dalam olahraga lempar cakram? 
6. Bagaimana peraturan dalam olahraga lempar cakram?
1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan olahraga lempar cakram. 
2. Untuk mengetahui pengetian dari olahraga lempar cakram. 
3. Untuk mengetahui tehnik-tehnik yang digunakan dalam olahraga lempara cakram. 
4. Untuk mengetahui bentuk dan ukuran lapangan yang digunakan dalam olahraga
lempar cakram. 
5. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang digunakan dalam olahraga lempar
cakram. 
6. Untuk mengetahui peraturan dalam olahraga lempar cakram.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Sejarah Lempar Cakram
Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik,
hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman
purba.
Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik
adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman
prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal. 
Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari
efisiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat
lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi
mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan
berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada
sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua.
Bangsa Belanda menyebutnya “Atletik is a moerder der sporten” yang artinya
atletik adalah induk dari semua cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah
dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik termasuk lempar cakram yang
pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000 tahun
sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh
Homeros.
Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada
suatu ketika Odysseus terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama
Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah Odysseus dibawa menghadap baginda maka
diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan serangkaian
perlombaan. Pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba
lari cepat, gulat, lompat, tinju, dan lempar cakram.

3
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan
demotrasi lempar cakram. Semula Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda
mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat menyaksikan bagaimana cara
melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa
melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin
kepada baginda, kemudian masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan
gaya termanis melempar cakram itu, cakram melucur dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai
atlet-atlet dari Phaeacia.
Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani purba telah mengenal atletik,
disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor atletik
yang kita kenal sampai sekarang ini.
2.2  Pengertian Lempar Cakram
Olahraga lempar cakram adalah salah satu nomor perlombaan lempar yang utama
dalam atletik. Namun dalam perlombaan atletik indoor, nomor lempar cakram tidak
diperlombakan. Olahraga ini telah ada sejak olimpiade kuno. Dalam perlombaan lempar
cakram, atlet berlomba melemparkan objek berbentuk cakram sejauh mungkin dengan
mengikuti peraturan yang berlaku.Dalam perlombaan atletik resmi, diberi kesempatan
melempar sebanyak tiga kali. Kemudian dari sejumlah atlet babak awal, akan dipilih
delapan atlet terbaik, yang akan diberi kesempatan tiga kalilagi. Lempar cakram
diperlombakan bagi laki-laki maupun perempuan.
Lempar cakram juga merupakan salah satu perlombaan atletik yang dapat
menimbulkan bahaya dalam perlombaan atletik tingkat professional, para atlet mampu
melemparkan cakram dengan sangat jauh, tentu saja hal ini dapat menimbulkan akibat yang
fatal jika cakram mengenai seseorang. Untuk itu, diperlukan semacam pagar khusus di
sekeliling lapangan lempar cakram. Pagar berupa jaring tersebut dipasang dengan tinggi 4
m. dari segi bentuk dan ukuran, sebenarnya lapangan lempar cakram sama persis
dengan lapangan lempar martil.
Permainan dan olahraga atletik untuk nomor lempar yakni lempar cakram sangat
menarik dan menantang bagi anak-anak terutama berkaitan dengan seberapa jauh ia mampu

4
melempar cakram itu. Anak-anak sangat senang dengan kompetesi dengan teman yang lain,
apalagi mereka selalu ingin membuktikan siapa yang mampu melempar terjauh.
Untuk dapat mendapatkan hasil lemparan yang jauh dengan teknik yang benar,
maka diperlukan latihan dasar dalam olahraga lempar cakram. Adapun teknik dasar yang
perlu dipelajari oleh seorang atlit, serta mahasiswa pada umumnya adalah sebagai berikut :
Cara awalan yang baik dan benar. 
1. Cara melemparkan cakram.
2. Cara mengukur hasil lemparan lempar cakram.
3. Peraturan keselamatan dalam melakukan lempar cakram.

2.3  Tehnik-Tehnik yang Digunakan Dalam Lempar Cakram


a.      Cara Memegang Cakram
Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri
(bagi pelempar kanan) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram,
keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir
menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.

b.      Gaya Dalam Lempar Cakram


1. Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring atau menyamping kearah sasaran, sesaat akan
memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri
(telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang,
pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah
sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas
telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.
2.    Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan
kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung
telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah
lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan

5
mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap
lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri
diayun ke belakang.
c.       Cara Melakukan Awalan Lemparan
Dengan cara melakukan awalan lempar pertama-tama dimulai dengan posisi
pelempar yang berdiri di belakang lingkaran dengan posisi punggung menghadap ke arah
sektor lemparan. Pelempar harus membuat beberapa kali ayunan cakram dengan lengan
lempar untuk membuat pertimbangan dan mengatur keseimbangan. Badan dan lengan yang
berlawanan dengan lengan lempar bergerak mengikuti gerakan lengan lempar.
Untuk tahap selanjutnya posisi badan masih berputar dan sedikit condong ke
belakang. Sampai saat ini kedua tungkai masih ditekuk dengan baik, tetapi ketika kaki kiri
membuat kontak dengan lantai tungkai kiri hampir diluruskan penuh. Sementara lutut kaki
dan pinggul meneruskan gerakan berputar ke arah lemparan dengan tepat, tariklah bagian
atas badan mengikuti perputaran ini. Pada keadaan seperti ini lengan kiri mulai dibuka ke
samping dan lengan kanan mulai mengayun berputar dengan gerakan cepat di dalam sebuah
busur yang lebar dan bergerak sedikit ke arah atas.

2.4  Sarana dan Prasarana yang Digunakan Dalam Lepar Cakram


a.      Alat
Bahan cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal. Bingkai
berbentuk lingkaran penuh dan tepat di tengah-tengah cakram ada beban yang dapat
dilepaspindahkan.
b.      Ukuran Cakram

1. Berat cakram untuk senior putra adalah 2 kg dengan diameter  219 mm


– 221 mm dan tebal 44 mm hingga 46 mm.
2. Berat cakram untuk senior putri adalah 1 kg dengan diameter 180 mm - 182
mm dan tebal 37 mm hingga 39 mm.
3. Berat cakram untuk junior pura adalah 1,25 kg dengan diameter 180 mm - 182 mm
dan tebal 37 mm - 39 mm. 

6
4. Berat cakram untuk junior putri adalah 0,75 kg dengan diameter 145 mm - 170 mm
dan tebal 25 mm hingga 35 mm.
c.      Lapangan Lempar Cakram
1. Diameter lingkaran untuk melempar adalah 2,50 meter. 
2. Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen,
aspal, dan lain-lain. Ligkaran lemparan dikelilingi dengan sangkar (pagar kawat)
untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan penonton.
3. Bentuk huruf seperti huruf C, dengan diameter 7 meter, mulut 3,3 meter. Sector
lemparan dibatasi garis yang membentuk sudut 40⁰ di pusat lingkaran. 
2.5 Peraturan Dalam Lempar Cakram
1. Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran
lempar tanpa menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan
lingkaran lempar sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah
lingkaran bagian dalam.
2. Pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi
tidak boleh menyentuh bagian atasnya.
3. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram
yang terdekat ketepi dalam balok.
4. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3
kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak
berikutnya (final).
5. Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali
langsung final.
6. Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai.
7. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya, bagian dalam terbuat dari
semen, aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian
dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi
lingkaran. Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal
besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih.

7
8. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75
cm pada kedua sisi lingkaran.

2.6 Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Lempar Cakram


1. Dapatkan putaran dengan posisi kaki yang baik.
2. Bergerak jauh ke depan tetapi masih tetap berada di dalam lingkaran  lempar.
3. Dapatkan pilinan antara tubuh bagian bawah dan bagian atas.
4. keseimbangan yang baik selama bergerak di dalam lingkaran.
5. Mendaratlah di dalam unjung telapak kaki kanan dan putarlah dengan aktif di atas
kaki ini.
 

8
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dari beberapa uraian penjelasan yang telah dikemukakan maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa dengan pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ini khususnya
dalam olahraga lempar cakram, maka peserta didik mendapatkan mempraktikan tehnik -
tehnik dasar dalam melakukan lempar cakram, mengetahui sejarah lempar cakram,
mengetahui sarana dan prasarana yang digunakan dalam olahraga lempar cakram,
mengetahui pengetian olahraga lempar cakram, bentuk dan ukuran lapangan yang
digunakan dalam olahraga lempar cakram, dan siswa atau mahasiswadapat mengetahui
peraturan yang harus ditaati dalam olahraga lempar cakram.

3.2  Saran
Saran yang dapat penusil berikan kepada pembaca semua adalah bahwasanya untuk
dapat melakukukan gerakan yang baik dan benar dalam olahraga lempar cakram, kita harus
mengenal teknik-teknik dasar dalam melakukan lempar cakram itu sendiri dan tidak lupa
melakukan latihan untuk mempermantap gerakan kita  
  
    

9
DAFTAR PUSTAKA

Engkos Kosasih. 1985. Olahraga Tehnik dan Program Latihan, Akademik Persindo


Jakarta.
http://ciniacinau.wordpress.com/lempar-cakram-sejarah-pengertianteknik-peraturan-
bermain-lapangan/
http://bayupadhoe.wordpress.com/2013/09/23/teknik-dasar-olahraga-lempar-cakram/
http://debbyrfs.blogspot.com/2013/09/peraturan-dalam-olah-raga-lempar-cakram.html

10

Anda mungkin juga menyukai