Anda di halaman 1dari 38

Diskusi Refleksi

Kasus

Mata Kuliah Manajemen Keperawatan


Fakultas Keperawatan Universitas Andalas
Reflection

…reflection in the context of learning is a


generic term for those intellectual and affective
activities in which individuals engage to explore
their experiences in order to lead to new
understandings and appreciations.
(Boud, 1985)
What is Reflective Practice?
‘… looking back on an experience and
making sense of it to identify what to do in
the future.’

(Drew and Bingham, 2001 p221)

‘…do something, think about what you did,


come to conclusions about what you did
and plan to try again.’

(Kolb 1984)
Proses pembelajaran dengan jalan
merefleksikan kasus yang pernah ditangani
dan dianggap menarik/menyentuh perasaan
perawat, yang sesuai dengan kompetensi
untuk mempelajari berbagai aspek yang terkait
dalam pemberian asuhan keperawatan misalnya
aspek bio, psiko, sosial, spritual, cultural,
ekonomi, etika, kebijakan pemerintah, sistem
kesehatan, perundangan dan lain sebagainya
Mengapa seorang seorang profesional
perlu menjadi reflective practitioners?
• Untuk mengembangkan profesionalism secara
terus menerus
• Mempertahankan kualitas
▫ Merefleksikan apa yang salah dan mengapa
terjadi = improvement
▫ Merefleksikan apa yang baik dan mengapa itu
terjadi = good practice
TUJUAN

 Menimbulkan kesadaran mahasiswa


Untuk mengembangkan profesionalisme
Perawat
 Meningkatkan aktualisasi diri mahasiswa
 Membangkitkan motivasi untuk belajar
 Memberikan pengalaman dalam
menangani kasus menjadi pembelajaran
yang bermakna
Proses
Mahasiswa memilih kasus yang
menarik dan sesuai dengan KKNI
(level 7)

Mahasiswa melakukan dan


menuliskan refleksinya sesuai dengan
format refleksi kasus

Mahasiswa bertemu dengan


pembimbing klinik untuk pembimbingan
dan penilaian refleksi kasus
DESKRIPSI:
Deskripsi

F
kejadian

ACTION
PLAN: PERASAAN:

O Seandainya ke
depan terjadi
lagi, apa yang
akan dilakukan
Perasaan saat
menghadapi
kasus tersebut

R
M KESIMPULAN: EVALUASI:
Sesi positif dan
Kesimpulan dari

A
negatif dari
kasus tersebut kasus

ANALISIS:
Mengapa

T
menarik?
Mengapa bisa
terjadi?
Bagaimana
hubungannya
dengan
kompetensi?

(Gibbs, 1988)
DISKRIPSI
KEJADIAN
 Menjelaskan secara rinci, apa yang terjadi ?
Termasuk : di mana anda berada, siapa lagi yang
ada di sana, mengapa anda berada di sana, apa
yang anda lakukan, apa yang orang lain lakukan,
apa konteks ini, apa yang terjadi, apa hasilnya.
 Peserta didik menggambarkan atau
mendiskripsikan kasus yang dipilih/ diperoleh.
 Peserta didik dminta untuk menuliskan hal-hal
yang menurut peserta didik menarik/
mencemaskan/ kontroversi/ hal yang ingin
diketahui lebih lanjut.
Deskripsi
• Seorang PNS suspek tumor ganas. Disarankan
di operasi, karena visus masih ada. Pasien
marah. Diminta kontrol tetapi tidak kontrol.
• 2 tahun datang lagi dgn tumor yang sudah
terlalu besar.
• Dikirim ke Jakarta, pulang, meninggal
PERASAAN SAAT MENGHADAPI
KASUS TSB
 Apakah peserta didik memiliki emosi terkait
dengan kasus tersebut?.
 Cobalah untuk mengingat dan
mengeksplorasi apa yang terjadi di dalam
pikiran anda, Termasuk : bagaimana anda
merasa ketika kejadian ini terjadi, apa yang
anda pikirkan saat itu, bagaimana perasaan
anda, bagaimana perasaan orang lain,
bagaimana perasaan anda dari apa yang
terjadi, apa yang anda pikirkan
tentang hal itu sekarang
Perasaan
• Memahami mengapa pasien marah, tetapi
sebagai dokter tahu akibatnya, sehingga sangat
menyayangkan
• Saat 2 tahun datang lagi, menyesal karena
tidak menuruti saran
EVALUASI
 Melakukan evaluasi terkait dengan kasus
yang dipilih, apakah termasuk dalam
pengalaman yang baik atau buruk?.
 Cobalah untuk mengevaluasi atau
membuat keputusan tentang apa yang
telah terjadi.
▪ Pertimbangkan apa yang baik tentang
pengalaman dan apa yang buruk tentang
pengalaman
Evaluasi
• Positif: penjelasan ttg perjalanan penyakit
sudah cukup adekuat
• Negatif: Pasien tidak mau menerima keadaan
tersebut
ANALISIS
 Melakukan analisis, apakah yang dapat
dipelajari berkaitan dengan kasus tersebut?.
 “Apa analisis anda dalam situasi ini?
Bawalah ide-ide dari luar pengalaman untuk
membantu Anda.” Apa yang sebenarnya
terjadi?”
 “Apakah pengalaman orang yang berbeda
akan sama atau berbeda ?
 Pada tahap ini kita dapat membandingkan
situasi ini dengan teori yang ada.
Analisa
• Mungkin dengan satu mata yang tidak ada
maka secara kosmetik terganggu padahal dia
PNS aktif
SIMPULAN
 Apakah ada tindakan yang telah dilakukan
yang berbeda?
 Apa yang bisa disimpulkan, dalam
pengertian umum, dari pengalaman dan
analisis yang telah dilakukan?
 Apa yang bisa disimpulkan tentang sendiri
yang spesifik, unik, situasi pribadi atau cara
kerja?
 Peserta didik dimohon untuk menuliskan
simpulan hasil analis didasarkan referensi
yang digunakan.
Kesimpulan & tindak
lanjut
• Seorang dokter harus memberikan penjelasan
lebih bila prognosisnya kurang baik
• Bila perlu dengan buku dan gambar gambar
TINDAK LANJUT
▪ Peserta didik diminta untuk berpendapat
apabila terjadi kasus serupa, apa yang
akan dikerjakan?
▪ Langkah-langkah apa yang akan anda
ambil atas dasar apa yang telah anda
pelajari?.
▪ Peserta didik diminta untuk menuliskan
rencananya apabila mendapatkan kasus
yang serupa dengan kasus yang
Bisa dimodifikasi
LEMBAR PENILAIAN REFLEKSI KASUS

Nama / NIM :
Tempat rotasi :
Refleksi ke :
Minggu ke :

Komponen yang dinilai Insufficient Sufficient


(tuliskan area yang insufficient
dan masukan untuk
mengembangkan)
Identifikasi kasus
Analisis kasus
Kesimpulan dan tindak lanjut
Profesional Behaviour

Intruktur klinik

_________________
Kesimpulan: Refleksi kasus diterima/ditolak/perlu perbaikan (pilih salah satu)
9,21 – 10 : Sangat Istimewa (A)
8,61 – 9,20 : Istimewa (A/B)
8,00 – 8,60 : Bagus (B)
< 8,00 : Tidak lulus

Bila ditolak/perlu perbaikan, tuliskan penugasan untuk memperbaikinya :

Hasil penugasan: sufficient/insufficient


LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN
DRK
Memilih/Menetapkan Kasus Yang Akan
Didiskusikan
 Topik–topik bahasan yang ditetapkan untuk didiskusikan dalam DRK
antara
lain:
Pengalaman pribadi perawat yang aktual dan menarik dalam menangani
kasus/pasien dan isu-isu strategis.
Pengalaman yang masih relevan untuk dibahas dan akan memberikan
informasi berharga untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Proses diskusi ini akan memberikan ruang dan waktu bagi setiap
peserta untuk merefleksikan pengalaman, pengetahuan serta
kemampuannya, dan mengarahkan maupun meningkatkan
pemahaman mahasiswa terhadap standar yang akan memacu
mereka untuk melakukan kinerja yang bermutu tinggi.
Menyusun Jadwal Kegiatan
 Jadwal kegiatan DRK adalah daftar kegiatan yang harus dilaksanakan
dalam kurun waktu yang telah ditetapkan dan disepakati.
• Kegiatan DRK dilakukan minimal satu kali dalam satu bulan
dan sebaiknya jadwal disusun untuk kegiatan satu tahun. Dengan
demikian para peserta yang telah ditetapkan akan mempunyai waktu
yang cukup untuk mempersiapkannya.
 Setiap bulan ditetapkan dua orang yang bertugas sebagai penyaji dan
fasilitator/moderator selebihnya sebagai peserta demikian seterusnya,
sehingga seluruh anggota kelompok akan mempunyai kesempatan yang
sama berperan sebagai penyaji, fasilitator/moderator maupun sebagai
peserta.
 Peserta dalam satu kelompok diupayakan antara 5 – 8 orang.
Waktu Pelaksanaan
 Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan
tersebut minimal 60
 menit, dengan perincian sebagai berikut:
 • Pembukaan : 5 menit
 • Penyajian : 15 menit
 • Tanya jawab : 30 menit
 • Penutup/rangkuman : 10 menit
Peran Masing-Masing Personal Dalam
DRK
 Dalam Diskusi Refleksi Kasus (DRK) ditetapkan suatu aturan
main yang
harus dipatuhi oleh semua peserta agar diskusi tersebut dapat
terlaksana dengan tertib.
Ada 3 peran yang telah disepakati dan dipahami dalam
pelaksanaan DRK yaitu:
 1. Peran penyaji
 2. Peran peserta
 3. Peran fasilitator/moderator
 Menyiapkan kasus klinis yang pernah dialami atau
pernah terlibat didalamnya yang merupakan kasus
menarik baik kasus yang lalu maupun kasus-kasus
saat ini.
 Selain kasus klinis dapat pula dipilih kasus
manajemen dan pengalaman keberhasilan dalam
pelayanan.
• Menjelaskan kasus yang sudah disiapkan. Alokasi
waktu 10 – 20 menit.
• Menyimak pertanyaan yang disampaikan.
• Memberikan jawaban sesuai dengan pengetahuan dan
pengalaman nyata yang telah dilakukan dan merujuk
pada standar yang relevan atau SOP yang berlaku.
• Mencatat hal-hal penting selama proses DRK.

Peran penyaji
 Mengikuti kegiatan sampai selesai diakhiri dengan
mengisi daftar hadir.
 Memberikan perhatian penuh selama kegiatan.
 Mempunyai hak untuk mengajukan
pertanyaan/pernyataan, minimal satu pertanyaan
dengan alokasi waktu keseluruhan 20-30 menit:
 Dalam mengajukan pertanyaan agar merujuk pada
standar dan Tidak dibenarkan untuk mengajukan
pertanyaan/pernyataan yang sifatnya menyalahkan
atau memojokkan.
 Tidak dibenarkan untuk mendominasi pertanyaan.
 Pertanyaaan berupa klarifikasi dan tidak bersifat
menggurui

Peran peserta
 Mempersiapkan ruangan diskusi dengan mengatur posisi tempat
duduk dalam bentuk lingkaran sehingga peserta dapat saling
bertatap muka dengan leluasa.
 Membuka pertemuan:
- Mengucapkan selamat datang.
- Menyampaikan tujuan pertemuan.
- Membuat komitmen bersama dengan seluruh anggota diskusi
tentang lamanya waktu diskusi (kontrak waktu).
- Menyampaikan tata tertib diskusi.
 Mempersilahkan penyaji untuk menyampaikan kasusnya selama
10 – 20 menit.
 Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan
pertanyaan secara bergilir selama 30 menit.
 Mengatur lalu lintas pertanyaan–pertanyaan yang diajukan oleh
peserta dan klarifkasi bila ada yang tidak jelas.

Peran fasilitator/moderator
 Merangkum hasil diskusi.
• Melakukan refleksi terhadap proses diskusi dengan
meminta peserta untuk menyampaikan pendapat dan
komentarnya tentang diskusi tersebut.
• Membuat kesimpulan hasil refleksi dan menyampaikan
isu-isu yang muncul.
• Meminta kesepakatan untuk rencana pertemuan
berikutnya.
• Menutup pertemuan dengan memberikan penghargaan
kepada seluruh peserta dan berjabat tangan.
• Membuat laporan hasil diskusi sesuai format dan
menyimpan laporan
 DRK pada arsip yang telah ditentukan bersama.

Peran fasilitator/moderator
 Setelah melakukan kegiatan, langkah berikutnya adalah
menyusun laporan DRK. Agar kegiatan DRK dapat
diketahui dan dibaca oleh pimpinan, anggota kelompok
maupun teman sejawat lainnya maka kegiatan tersebut
 harus dicatat/didokumentasikan sebagai laporan. Bentuk
laporan dikemas dengan menggunakan suatu format yang
antara lain berisikan:
• Nama peserta yang hadir
• Tanggal, tempat dan waktu pelaksanaan
• Isu-isu atau masalah yang muncul selama diskusi
Rencana tindak lanjut berdasarkan masalah
• Lampiran laporan menyertakan daftar hadir yang
ditandatangani oleh
 semua peserta.

Penulisan Laporan
CONTOH LAPORAN
• Boud D, Keogh R & Walker I (1985) Reflection: Turning
Experience into Learning. London : Kogan Page

• Gibbs, G. 1988. Learning by Doing: A Guide to Teaching


and Learning Methods. Oxford: Oxford Further
Education Unit