Anda di halaman 1dari 3

Nama : Diptya Dwi Nugrahani

NIM : 19/446879/SV/16598
Kelas : ASP 52

Praktikum Manajemen Keuangan Organisasi Publik


Analisis Belanja Modal Pada Kabupaten Purbalingga Tahun 2019

Berdasarkan KUA-PPAS Kabupaten Purbalingga tahun 2019 dijelaskan bahwa belanja


langsung Tahun Anggaran 2019 diproyeksikan sebesar Rp798.743.500.000. Plafon anggaran
belanja langsung tersebut selanjutnya didistribusikan untuk membiayai seluruh urusan yang
menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten. Secara garis besar, Belanja Langsung Tahun
Anggaran 2019 tersebut difokuskan pada tujuh prioritas pembangunan sesuai RPJMD yaitu :

1. Pemenuhan Kebutuhan Pokok Manusia


2. Peningkatan Kualitas Manusia
3. Peningkatan Daya Saing Ekonomi
4. Pengurangan Kesenjangan Wilayah
5. Pelestarian Lingkungan Hidup
6. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
7. Stabilitas Ketentraman dan Ketertiban Umum

Salah satu komponen belanja langsung yaitu belanja modal. Belanja Modal adalah
pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih
dari satu periode akuntansi. Belanja Modal terdiri dari Belanja Modal Tanah, Belanja Modal
Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan
Jaringan, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya.
Rincian realisasi Belanja Modal Tahun 2019 dapat disajikan sebagai berikut:

2019 2018
Uraian
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (Rp)
BM Tanah 3.783.088.000 2.050.826.204 24.530.952.847
BM Peralatan dan Mesin 75.382.828.000 49.772.239.568 46.418.682.290
BM Gedung dan Bangunan 137.215.091.000 123.387.881.139 72.857.579.750
BM Jalan, Irigasi, dan Jaringan 83.437.541.000 75.366.234.024 114.660.777.832
BM Aset Tetap Lainnya 12.242.263.000 11.559.600.357 12.060.611.687
Jumlah 312.060.811.000 262.136.781.292 270.528.604.406

Analisis

Realisasi Belanja Modal tahun 2019 sebesar Rp262.136.781.292,00 atau hanya 84,00%
dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp312.060.811.000,00. Belanja Modal tersebut
memberikan kontribusi sebesar 15,41% dari total Belanja Daerah tahun 2019. Jika dibandingkan
dengan realisasi tahun 2018, realisasi Belanja Modal tahun 2019 mengalami penurunan yang
cukup besar yaitu Rp8.391.823.114,00 atau turun 3,10%.

Penurunan realisasi Belanja Modal tahun 2019 yang cukup besar tersebut terjadi antara
lain karena realisasi Belanja Modal Tanah serta Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan
mengalami penurunan cukup besar yaitu masing-masing turun Rp22.480.126.643,00 atau turun
91,64% dan Rp39.293.568.808,00 atau turun 34,27%.

Dari total realisasi Belanja Modal tahun 2019, Belanja Modal Gedung Bangunan menjadi
kontributor terbesar terhadap total realisasi Belanja Modal tahun 2019, dengan rasio 47,07%.
Sedangkan rasio terkecil adalah Belanja Modal Tanah yaitu hanya sebesar 0,78%.

Evaluasi

Penurunan realisasi yang terjadi pada belanja modal Kabupaten Purbalingga tahun 2019
mempunyai banyak faktor yang mempengaruhinya. Khususnya pada tahun 2019 sedang terjadi
pandemi covid-19 sehingga pemerintah melakukan re-focusing anggaran dengan mengurangi
anggaran pada belanja lain untuk difokuskan pada penanggulangan pandem covid-19. Selain itu,
bisa jadi pemerintah tidak mempunyai banyak pembangunan jangka panjang sehingga dana
belanja modal menurun. Untuk meningkatkan penerimaan belanja modal, pemerintah seharusnya
memaksimalkan penerimaan dengan kegiatan infrastruktur jangka panjang yang terstruktur dan
terencana.

Referensi,

Pemerintah Kabupaten Purbalingga. 2016. RPJMD KAB. PURBALINGGA 2016- 2021. Diakses
pada 1 November 2021 di https://dinkes.purbalinggakab.go.id/rpjmdkab-purbalingga-2016-
2021/
Pemerintah Kabupaten Purbalingga. 2019. KUA-PPAS Purbalingga Tahun 2019. Diakses pada 1
November 2021 di
https://drive.google.com/file/d/1tNsJMNeFsYFXKN_d77Kx0ZKUE6pP8uwX/v iew
Pemerintah Kabupaten Purbalingga. 2019. LKPD Purbalingga Tahun 2019. Diakses pada 1
November 2021 di https://ppid.purbalinggakab.go.id/lkpd-tahun-2019/