Anda di halaman 1dari 6

Willy Wijaya

19/447181/SV/16875 Overview – Sistem Informasi Keuangan Pemerintahan

1. Sistem informasi sering dikaitkan dengan penggunaan teknologi informasi dan perangkat
pemroses informasi digital, menurut Anda, bagaimana keterkaitan sistem informasi keuangan
pemerintahan yang fokus mempelajari siklus perputaran informasi dengan perkembangan
teknologi informasi saat ini?
Sistem informasi yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah dalam memberikan
perputaran informasi yang cepat dan tepat sudah seiring dengan perkembangannya teknologi.
Fokus pemerintah tersebut bisa kemudian difokuskan pada tujuan jangka panjang informasi,
sehingga informasi yang diberikan dapat dikembangkan menjadi alat prediksi/analisis seperti
memperkirakan kondisi finansial kedepannya, menjadi alat dalam mengelolah perencanaan
dan penganggaran, dan juga menjadi alat untuk mengevaluasi kinerja entitas pemerintah.

2. Di atas telah disebutkan 5 manfaat mempelajari perputaran informasi dalam keuangan


pemerintahan. Buatlah penjelasan dari kelima poin tersebut menurut pandangan Anda!
a. Mengetahui asal sumber informasi dan tujuan informasi
Dengan adanya siklus perputaran informasi, pengguna informasi dapat mengetahui
darimana data diolah dan bagaimana data tersebut menghasilkan informasi yang
relevan. Pengguna informasi juga dapat mengetahui sebenarnya apa tujuan dari
pengolahan data tersebut dan bagaimana informasi yang diolah bermanfaat bagi
penggunanya.

b. Mengetahui aliran informasi secara keseluruhan


Aliran informasi dari tahap pembentukan data awal hingga akhirnya menghasilkan
informasi dapat diketahui oleh pengguna informasi dengan adanya siklus perputaran
tersebut. Hal ini karena siklus yang ada selalu melacak tahapan-tahapan data mentah
hingga menjadi suatu informasi.

c. Membantu dalam merumuskan kebijakan strategis untuk pemangku kepentingan


Perputaran informasi yang ada menyebabkan pemangku kepentingan bisa selalu
mendapatkan informasi terbaru yang relevan dengan kondisi sekitar dan
menggunakannya sebagai alat untuk merumuskan kebijakan sesuai dengan kondisi
lapangan.
d. Mengetahui celah-celah potensi kecurangan dan kesalahan pada siklus keuangan
pemerintahan
Siklus perputaran informasi mencegah besarnya pelung pengolah data dalam
melakukan rekayrasa. Hal ini tentunya menyebabkan berkurangnya potensi fraud
dalam pengolahan informasi di siklus keuangan.

e. Mampu memberikan arahan perbaikan akan adanya celah potensi kecurangan dan
kesalahan tersebut
Informasi yang terus menerus berputar pada siklusnya menyebabkan pemerintah
dapat mengetahuin kekurangan-kekurangan yang ada bahkan untuk hal sekecilpun
yang mana kemudian bisa digunakan untuk melakukan perbaikan yang ada untuk
menghindari peluang fraud yang mungkin timbul kedepannya.

3. Dari kelima siklus yang telah disebutkan di atas, berikan penjelasan singkat untuk masing-
masing siklus, dan sebutkan entitas-entitas yang berkaitan dengan masing-masing siklus
tersebut!
a. Siklus APBN
Siklus APBN dimulai dari perancangan dan penganggaran APBN yang kemudian
ditetapkan oleh DPR. Setelah ditetapkan, maka setiap K/L menjalankan program-
program yang telah disusun. Pelaksanaan penggunaan APBN, harus dicatat dan
dilaporkan kepada Kementerian Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara (BUN).
Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN pun dilakukan oleh Badan Pemeriksaan
Keuangan demi melihat penggunaan anggaran oleh K/L apakah telah mengikuti dan
sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dan mencari setiap kemungkinan fraud
yang ada pada pelaksanaan APBN oleh K/L.

b. Siklus APBD
Siklus APBD dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
pertanggungjawaban, hingga kemudian pemeriksaan. Secara garis besar, siklus akan
dimulai dari adanya pelaksanaan Musrenbang Desa, Kecamatan, hingga
Kabupaten/Kota dari Januari-Maret. Kemudian hal ini akan dilanjutkan dengan
penetapan SKPD yang kemudian dibahas dan disepakati Kebijakan Umum Anggaran
antara KDH dengan DPRD. Pembahasan dan kesepakat berikutnya yakni terkait
Prioritas dan Plafon Pengguna Anggaran oleh KDH dengan DPRD untuk kemudia
selama Juli-September disusun RKA-SKPD & RAPBD. Selama Oktober-November,
Pembahasan dan persetujuan rancangan APBD dengan DPRD dilakukan yang
kemudian pada Desember akan dievaluasi sebelum melakukan penetapan. Ketika
evaluasi sudah dilakukan, penetapan Perda APBD dan Penyusunan DPA SKPD akan
dilaksanakan.

c. Siklus Pengadaan Barang dan Jasa


Pengadaan Barang dan Jasa merupakan kegiatan pengadaan oleh K/L yang
menggunakan dana APBN dan diproses sejak identifikasi kebutuhan, sampai dengan
serah terima hasil pekerjaan. Terdapat dua jenis pengadaan, yakni pengadaan barang
dan jasa melalui swakelola dan melalui penyedia. Pengadaan barang dan jasa melalui
swakelola dan penyedia memiliki pihak pelaksana yang sama, yaitu PA/KPA, PPK,
ULP/Pejabat Pengadaan, dan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Satu-satunya
yang membedakan di antara kedua jenis tersebut yakni bahwa pengadaan barang dan
jasa melalui penyedia memiliki tim pengadaan sebagai pihak pelaksanaan.

d. Siklus Pembayaran LS
Pembayaran Langsung merupakan pembayaran yang dilakukan langsung kepada
Bendahara Pengeluaran/penerima hak lainnya atas dasar perjanjian kerja, surat
keputusan, surat tugas atau surat perintah kerja lainnya melalui penerbitan Surat
Perintah Membayar Langsung. Pembayaran LS ditujukan kepada penyedi barang/jasa
atas dasar perjanjian/kontrak dan Bendahara Pengeluaran/pihak lainnya untuk
keperluan belanja pegawai non gaji induk, pembayaran honorarium, dan perjalanan
dinas atas dasar surat keputusan.

e. Siklus Pembayaran UP
Siklus pembayaran Uang Persediaan (UP) didasarkan pada Surat Perintah Bayar
(SPBy) yang diterbitkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pembayaran kepada 1
penerima maksimal Rp50 juta terkecuali untuk biaya honor dan perjalanan dinas.
Pembayaran UP yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran terbagi menjadi 2, yakni
pembayaran pada pihak ketiga dan pembayaran uang muka. Pembayaran UP tersebut
dapat dilakukan secara tunai ataupun tranfer dari rekening Bendahara Pengeluran ke
Rekening Penerima.
4. Sebutkan jenis-jenis sistem informasi berbasis teknologi yang sudah diterapkan di Indonesia
sebanyak yang kalian ketahui serta jelaskan apa yang Anda ketahui terkait sistem tersebut!
1. E-Learning
E-Learning menjadi sistem informasi yang terus menerus berkembang terkhususnya
di masa pandemi yang mana seluruh kegiatan siswa/mahasiswa dilaksanakan secara
daring. Pengajar dan pelajar mampu mengakses sistem ini untuk terus terhubung
dalam menempuh pendidikan jarak jauh. Fitur yang unik juga memudahkan
penggunanya sehingga mampu memberikan kualitas pendidikan yang baik atau
bahkan lebih baik.

2. E-Banking
E-Banking merupakan sistem informasi yang memudahkan penggunanya melakukan
akses terhadap aset keuangannya. Pengguna mampu melakukan cek saldo, transfer,
pembayaran, dan segala bentuk transaksi digital lainnya sehingga tidak perlu
mendatangi Bank untuk dapat melaksanakan transaksi keuangan yang dibutuhkan.
Hal ini tentu saja memudahkan seluruh jenis kegiatan transaksi sehingga sistem
informasi ini diharapkan untuk terus dikembangkan dan dapat memberikan fitur unik
lainnya.

3. Supply Chain Management


Supply chain management adalah suatu sistem yang melakukan pendekatan dalam
mencapai pengintegrasian antar data yang efisien dari supplier, manufaktur,
distributor, retailer, dan customer. Hal ini mampu membuat barang yang diproduksi
ke dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan tempat yang tepat dengan
tujuan mencapai biaya dari sistem secara keseluruhan yang minimum dan juga
mencapai tingkat pelayanan yang diinginkan.

4. Conference Meeting
Conference Meeting menjadi sistem informasi yang sangat berguna dalam menunjang
seluruh kegiatan operasional/pendidikan di kala pandemi. Pekerjaan, pendidikan,
hiburan, dan segala jenis aktivitas yang biasanya dilakukan di luar, sekarang sudah
bisa dilakukan melalui conference meeting. Sistem ini menjadi suatu media yang
paling disarankan selama pandemi yang mana memungkinkan penggunanya untuk
tetap produktif walau adanya keterbatasan kontak fisik di publik.

5. Sebutkan dan jelaskan gambaran informasi yang berkualitas menurut Romney!


Romney menyatakan bahwa informasi yang berkualitas setidaknya memiliki karakteristik
sebagai berikut.
a. Relevan
Informasi dikatakan relevan ketika informasi tersebut dapat mengurangi
ketidakpastian, meningkatkan pengambilan keputusan, atau memperbaiki ekspektasi
sebelumnya.

b. Reliabel
Informasi dapat dikatakan reliabel apabila informasi tersebut dapat bebas dari bias
serta menyajikan kejadian atau aktivitas secara akurat.

c. Lengkap
Informasi dapat dikatakan lengkap ketika informasi tersebut tidak menghilangkan
aspek penting dari suatu kejadian yang ada.

d. Dapat Dipahami
Informasi yang berkualitas adalah informasi yang disajikan dengan format yang dapat
dimengerti dan jelas sehingga pengguna dapat memahami informasi tersebut.

e. Dapat Diverifikasi
Ketika informasi tersebut dapat menghasilkan informasi yang sama dari data yang
sama oleh dua orang atau lebih yang independen.

f. Dapat Diakses
Informasi yang berkualitas adalah informasi yang tersedia untuk pengguna ketika
mereka membutuhkannya dengan format yang dapat diakses.

g. Tepat Waktu
Informasi dikatakan tepat waktu ketika informasi tersebut dapat dihasilkan dan
diberikan pada waktu yang tepat bagi pengambil keputusan.
6. Menurut Anda, bagaimana perbedaan sistem informasi keuangan perusahaan swasta dengan
keuangan pemerintahan di Indonesia?
Perbedaan pada sistem informasi keuangan perusahaan swasta dan pemerintah cukup terlihat
jelas. Perbedaan paling mendasar dapat dilihat dari penggunaan standar keuangan yang
berbeda sehingga menghasilkan sistem yang menyesuaikan dengan standar yang berlaku.
Standar keuangan yang digunakan pemerintah berdasarkan pada Standar Akuntansi
Pemerintahan yang menghasilkan jenis laporan yang lebih rumit. Pada swasta, umumnya
menggunakan Standar Akuntansi Keuangan dan menghasilkan 4 jenis laporan keuangan dan
tidak sekompleks pada keuangan pemerintahan.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari penggunaan laporan yang mana pemerintah harus
mampu membuat hasil dari sistem informasi keuangan diakses oleh seluruh kalangan
masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah. Berbeda dengan swasta, pihak
perusahaan tidak perlu memberikan hasil sistem informasi keuangan kepada seluruh kalangan
masyarakat namun hanya kepada pihak-pihak yang terkait dan membutuhkan.