KIMIA MEDISINAL 2
OLEH :
NAMA : ROSNILA
NIM : F201901018
KELAS : C1
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI SI FARMASI
UNIVERSITAS MANDALA WALUYA
KENDARI
2021
1. Membuat rangkuman untuk materi kuliah hubungan struktur, sifat fisika
berdasarkan ionisasi obat aktif dalam bentuk tidak terionisasi dan bentuk ion,
pembentukan khelat, potensial redoks, dan aktifitas permukaan
a) sifat fisika berdasarkan ionisasi obat aktif dalam bentuk tidak terionisasi dan
bentuk ion yaitu :
Obat yang Aktif dalam Bentuk Tidak Terionisasi Sebagian besar obat yang
bersifat asam atau basa lemah, bentuk tidak terionisasi dapat memberikan efek
biologis. Hal ini dimungkinkan bila kerja obat terjadi di membran sel atau di
dalam sel. Contoh Fenobarbital
Obat yang Aktif dalam Bentuk Ion beberapa senyawa obat menunjukkan
aktivitas biologis yang makin meningkat bila derajat ionisasinya meningkat.
Seperti yang diketahui dalam bentuk ion senyawa obat umumnya sulit
menembus membran biologis, sehingga di duga senyawa obat dengan tipe ini
memberikan efek biologisnya di luar sel. Contoh obat yang aktif dalam bentuk
ion antara lain adalah turunan akridin dan turunan amonium kuartener
b) Pembentukan khelat
Kelat adalah senyawa yang dihasilkan oleh kombinasi senyawa yang mengandung
gugus elektron donor dengan ion logam membentuk suatu struktur cincin. Sebagai
contoh adalah pembentukan kelat antara etilendiamin tetraasetat (EDTA) dengan ion
Ca++
Ligan adalah senyawa yang dapat membentuk struktur cincin dengan ion logam
karena mengandung atom yang bersifat elektorn donor, seperti N, S dan O.
Contoh Ligan :
Dimerkapol
Penisilamin
Oksin
Pembentukan Kelat feri-oksin
Bentuk kelat oksin dengan ion logam Fe+++
isoniazid, tiasetazon dan etambutol
Tetrasiklin
c) Potensial redoks
Potensial redoks adalah ukuran kuantitatif kecenderungan senyawa untuk
memberi dan menerima elektron. Reaksi redoks adalah perpindahan elektron dari satu
atom ke atom lain. Contoh: Riboflavin
d) Aktifitas permukaan
adalah suatu senyawa yang karena orientasi dan pengaturan molekul pada
permukaan larutan, dapat menurunkan tegangan permukaan. Struktur surfaktan terdiri
dari dua bagian yang berbeda, yaitu bagian yang bersifat hidrofilik atau polar dan
bagian lipofilik atau nonpolar, sehingga dikatakan surfaktan bersifat ampifilik.
Berdasarkan sifat gugus yang dikandungnya, surfaktan dibagi menjadi empat
kelompok, yaitu:
- Surfaktan anionic
- Surfaktan kationik
- Surfaktan non ionic
- Surfaktan amfoteri
2. Contoh obat yang berstruktur spesifik dan obat bersturktur non spesifik yaitu :
a) Obat berstruktur spesifik adalah obat-obat yang memberikan aktifitas biologis akibat
adanya ikatan ikatan obat reseptor atau akseptor spesifik. Aktivitas biologisnya
dihasilkan dari struktur kimia yang mengadaptasikan dirinya kedalam struktur
reseptor dalam bentuk tiga dimensi dalam organisme dan membentuk kompleks.
Karakteristik obat berstruktur spesifik yaitu:
Efektif pada kadar rendah
Modifikasi sedikit dalam struktur kimianya akan menghasilkan perubahan
dalam aktifitas biologisnya
Melibatkan kesetimbangan kadar obat dalam biofasa dan fasa eksternal
Pada keadaan kesetimbangan, aktivitas biologisnya maksimal
Melibatkan ikatan-ikatan kimia yang lebih kuat dibandingkan pada senyawa
yang berstruktur non-spesifik.
Contoh obat spesifik ; Atropin dan Salbutamol
b) Obat berstruktur Non-spesifik adalah obat yang bekerja secara langsung tidak
tergantung struktur kimia. Mempunyai struktur kimia bervariasi, tidak berinteraksi
dengan struktur kimia spesifik.
Ciri-ciri obat berstruktur Non-spesifik yaitu:
Obat tidak bereaksi dengan reseptor spesifik
Kerja biologisnya berlangsung dengan aktifitas termodinamika
Bekerja dengan dosis yang relatif besar
Menimbulkan efek yang mirip walaupun strukturnya berbeda
Kerjanya hampir tidak berubah pada modifikasi struktur
Contoh obat Non-spesifik yaitu:
Anastesika umum
Hipnotika tertentu
Bakterisida tertentu
Antiseptik
Anti jamur