Anda di halaman 1dari 10

TUGAS TEORI AKUNTANSI

LAPORAN POSISI KEUANGAN DAN ARUS KAS

Kelompok :
Zainal Rusdi (20181220041)
Lailatus Sadiyah (20181220132)
Melly Dia Nur Afida (20181220103)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
2021
A. Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan adalah laporan yang terkait posisi keuangan perusahaan dan
bersifat sistematis. Laporan ini berlaku untuk berbagai jenis perusahaan, baik perusahaan
jasa, dagang, maupun manufaktur.

Secara singkat, laporan posisi keuangan dapat diartikan sebagai ringkasan dari kondisi aset,
liabilitas, serta ekuitas sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam suatu kondisi tertentu,
statements of financial position juga sering disebut dengan neraca atau balance sheet.

Informasi-informasi yang dicantumkan di dalam neraca dikenal dengan sebutan akun. Tiap-
tiap akun akan diurutkan berdasarkan likuiditasnya. Jadi, nomor urut awal akan
menunjukkan berbagai kelompok akun yang paling likuid, lalu disusul dengan tingkat
likuiditas yang lebih rendah, berurut sampai yang paling tidak likuid.

B. Elemen Laporan Posisi Keungan:

Elemen laporan posisi keungan:

1. Aktiva (Asset)

Adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh
perusahaan. Dan manfaat ekonomi masa depan yang cukup pasti, yang diperoleh
atau dikuasai oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa
lampau. Definisi aktiva ini berlaku bagi perusahaan bisnis dan perusahaan
nonbisnis.

2. Kewajiban (Liability)

Merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya
perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.

3. Ekuitas (Equity)
Adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.
Atau selisih antara aktiva organisasi tersebut dan kewajibannya.

4. Pendapatan (Revenue)

Adalah aliran masuk atau peningkatan aktiva lain sebuah entitas atau penyelesaian
kewajibannya (atau suatu kombinasi keduanya) dari pengiriman atau pembuatan
barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan kegitan utama atau
sentral yang masih berlangsung dari entitas tersebut.

Pendapatan merupakan aliran masuk kas (atau yang ekuivalen) yang sesungguhnya
telah terjadi atau yang diharapkan akan terjadi. Pelbagai aktiva yang meningkat
karena pendapatan meliputi antara lain: kas, klaim kepada pelanggan, barang atau
jasa lain yang diterima, ataupun nilai produk yang meningkat karena produksi.

5. Biaya (Expense)

Adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk
arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada
penanam modal.

6. Laba (Gain) dan Rugi (Loss)

Laba adalah kenaikan dalam ekuitas (aktiva neto) dari transaksi-transaksi tambahan
atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lainnya atau kejadian-kejadian
serta keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang berasal dari
pendapatan atau investasi oleh pemilik.

Rugi adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva neto) dari transaksi-transaksi


tambahan atau insidental sutu entitas dan dari semua transaksi lainnya dan kejadian
serta keadaan-keadaan lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut, kecuali yang
berasal dari biaya atau distribusi kepada pemilik.
Rugi terletak pada sumbernya. Pendapatan berasal dari kegiatan utama, sedangkan
untung dari kegiatan insidental. Kegiatan insidental misalnya pelepasan mesin
produksi. Jika harga jual mesin produksi yang dilepas melebihi nilai bukunya, maka
selisihnya merupakan untung yang menyebabkan kenaikan dalam ekuitas.

Biaya timbul dari kegiatan utama, sedangkan rugi berasal dari kegiatan insidental.
Jika harga jual mesin produksi yang dilepas lebih rendah dari pada nilai bukunya,
maka selisihnya adalah rugi yang menyebabkan penurunan dalam ekuitas.

Financial Accounting Standards Board (FASB) secara tegas menyatakan bahwa


untung (rugi) bukanlah kenaikan (penurunan) ekuitas yang berasal dari pendapatan
(biaya) dan investasi oleh pemilik (distribusi kepada pemilik). Elemen untung
ataupun rugi terdapat pada organisasi bisnis dan nonbisnis.

C. Laporan Neraca

Seperti namanya neraca atau balance sheet merupakan salah satu jenis laporan keuangan
yang menunjukkan posisi dan informasi keuangan sebuah perusahaan. Dalam laporan
neraca, Anda akan melihat informasi tentang aset, kewajiban dan modal perusahaan secara
lengkap dan rinci. Dengan kata lain, elemen dalam laporan neraca hanya tiga akun tersebut
yang telah disebutkan.

Laporan neraca sangat penting bagi perusahaan agar bisa merencanakan proyek kedepan.
Untuk menyusun laporan neraca perusahaan, terdapat beberapa komponen neraca yang
perlu disiapkan yaitu jumlah aktiva baik berupa harta atau aset, kewajiban berupa hutang,
dan ekuitas atau modal perusahaan.

Dalam neraca juga terdapat 3 unsur yaitu aset, liabilitas (liability), dan ekuitas. Untuk
membuat neraca, dapat menggunakan pedoman persamaan dasar Akuntansi yaitu: Aset =
Kewajiban + Modal. Aset untuk sisi aktiva sementara kewajiban dan modal untuk sisi
pasiva.
D. Mengevaluasi posisi keuangan perusahaan

1. Evaluasi Kinerja Perusahaan Melalui Laporan Keuangan Laba Rugi

Hal pertama yang dapat Anda lakukan dengan melihat laporan keuangan laba rugi.
Caranya dengan melihat informasi pada laporan laba rugi seperti jumlah laba/rugi,
detail pendapatan, dan banyaknya beban. Lalu, hitung dan lakukan analisa rasio
keuangan seperti profitabilitas, efisiensi, ROI (return of investment), laba per
lembar saham dan lainnya.

2. Monitor Perubahan Modal dengan Laporan Keuangan Perubahan Modal

Hal kedua yang Anda lakukan adalah melihat laporan perubahan modal yang dibuat,
yaitu laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai perubahan modal
yang diakibatkan atas kegiatan operasional perusahaan pada suatu periode. Laporan
perubahan modal disini sangat berhubungan dengan laporan keuangan laba rugi.
Jika perusahaan Anda mendapatkan laba maka modal perusahaan akan bertambah,
sebaliknya jika perusahaan mengalami kerugian maka modal perusahaan juga
berkurang.

3. Ketahui Fleksibilitas, Likuiditas, dan Solvabilitas Melalui Laporan Keuangan


Neraca

Hal ketiga yang Anda lakukan dengan melihat laporan keuangan neraca dalam
melakukan evaluasi bisnis melalui laporan keuangan. Laporan neraca ini terdiri dari
aktiva, utang, dan modal sehingga ia dapat menunjukan posisi keuangan perusahaan
pada periode tertentu, serta menganalisis fleksibilitas, likuiditas, dan solvabilitas
perusahaan.

4. Prediksi Kas di Masa Depan dengan Laporan Keuangan Arus Kas

Hal keempat yang Anda lakukan melihat laporan keuangan arus kas. Laporan
keuangan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi mengenai
penerimaan dan pengeluaran kas yang ada di perusahaan pada suatu periode, agar
Anda dapat memprediksi kas perusahaan di masa depan. Caranya dengan
memeriksa hubungan antar pos, seperti pos penjualan dan arus kas bersih dari
kegiatan operasional, atau cara lainnya misal memeriksa arus kas bersih dari
aktivitas operasional serta kenaikan atau penurunan kas. Sehingga selanjutnya Anda
dapat membuat prediksi yang lebih baik untuk jumlah, waktu, dan ketidakpastian
arus kas di masa depan.

E. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian
dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan. Dalam arti sempit laporan
arus kas artinya sebuah laporan keuangan yang menyajikan arus kas masuk dan kas keluar
dari sebuah perusahaan. Laporan arus kas juga menyediakan informasi yang berguna
tentang pola pinjaman perusahaan, pembayaran kembali, investasi oleh pemilik dan
deviden. Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat oleh perusahaan
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan tahun 1994 (PSAK No.2).

Tujuan dari laporan arus kas ini adalah untuk memberikan informasi mengenai sumber,
penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama satu periode akuntansi. Informasi ini
disajikan untuk pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan di masa yang akan
datang. Di samping itu, laporan arus kas juga menyajikan laporan historis. Informasi
historis yang diberikan mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan
melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan kas berdasarkan aktivitas operasional,
akitivitas pendanaan dan aktivitas investasi selama satu periode akuntansi.

Menurut PSAK No. 2, Kas terdiri dari atas saldo kas, rekening giro, aset setara kas, dan
investasi yang sangat mudah diuangkan tanpa mengalami resiko perubahan harga yang
signifikan. Contohnya: cash on hand and bank, treasury bills, commercial paper, money
market fund, dan lainnya. Sedangkan, setara kas adalah aktiva yang dimiliki untuk
memenuhi komitmen kas jangka pendek bukan untuk dimaksudkan ke dalam investasi atau
tujuan lain.
Laporan arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan
memberikan penjelasan tentang alasan perubahan tersebut dengan menunjukkan dari mana
sumber penerimaan kas dan untuk apa penggunaannya. Laporan arus kas berguna sebagai
dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan yang setara
dengan kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Jadi,
dengan demikian komponen utama laporan arus kas adalah sumber-sumber penerimaan kas
dan penggunaan-penggunaan kas.

F. Usulan Format Laporan Arus Kas

Dalam melakukan penyusunan arus kas terdapat dua metode di dalamnya yaitu metode
langsung atau yang disebut direct cash flow dan metode tidak langsung atau indirect cash
flow. Perbedaan dari kedua metode ini memang terlihat dari cara penyusunannya. Pada
metode langsung penyusunannya dilakukan sesuai dengan buku kas/bank. Penggunaannya
kamu harus melaporkan berbagai kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari kegiatan
operasional dari perusahaan. Lalu, selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan
pembiayaan.

Sedangkan metode tidak langsung penyusunannya dilakukan sesuai dengan laporan laba
rugi dan neraca. Melalui metode ini, baik itu laba/rugi harus sesuai dengan cara mengoreksi
pengaruh dari transaksi bukan dengan kas.

Langkah awal saat akan membuat cash flow adalah memastikan bahwa sudah memiliki dua
sumber data yang digunakan yaitu:

 Laporan rugi laba periode berjalan


 Neraca periode yang sedang berjalan dengan neraca periode tahun sebelumnya

G. Analisis Keuangan dari Informasi Akuntansi

Secara umum laporan keuangan berisikan catatan keuangan sebuah perusahaan. Laporan
keuangan mengandung informasi keuntungan dan kerugian yang dialami dalam rentang
waktu tertentu. Dengan menganalisis laporan keuangan kita bisa mengevaluasi kinerja
sebuah perusahaan.

Analisis laporan keuangan bertujuan untuk memeriksa laporan keuangan sebuah


perusahaan. Dengan teknik dan metode tertentu, kita bisa menggali beragam informasi
yang dibutuhkan. Laporan keuangan bisa juga berfungsi sebagai variabel dalam
pertimbangan operasional, rencana investasi, dan mitigasi risiko bisnis.

Jenis Analisis Laporan Keuangan

Ada dua jenis analisis laporan keuangan yang umum digunakan, yaitu analisis horizonal
dan vertikal dan analisis rasio. Penggunaan analisis ini bergantung pada informasi apa yang
akan dicari. Berikut penjabaran lebih lengkap perihal keduanya.

1. Analisis Horizontal dan Vertikal

Analisis horizontal, juga dikenal sebagai analisis tren, dilakukan dengan cara
membandingkan laporan keuangan saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
Analisis ini kerap dinyatakan dalam bentuk persentase dan tergolong dinamis
karena bergerak dari tahun ke tahun.

Contoh analisis horizontal adalah seperti ini:

Di dapatkan informasi laba perusahaan pada dua tahun terakhir, yaitu 200 juta
(2018) dan 100 juta (2017). Jadi ada peningkatan laba sebesar 100% yang tentu
merupakan sebuah keberhasilan luar biasa. Namun ternyata keadaan ini juga
diimbangi oleh peningkatan beban utang jangka panjang sebesar 250 juta. Dari sini,
mitigasi risiko bisnis bisa dipetakan lebih jauh.

Sedangkan analisis vertikal dilakukan dengan cara membandingkan hubungan


antara pos satu dengan yang lainnya dalam laporan keuangan tunggal. Analisis ini
bersifat statis atau tetap karena hanya menggunakan laporan keuangan di satu
periode.
Analisis vertikal dilakukan dengan membandingkan nilai aset lancar, aset tetap, dan
aset tidak berwujud dalam hubungannya dengan aset total secara keseluruhan.

2. Analisis Rasio

Analisis rasio digunakan untuk mengetahui hubungan dari setiap akun tertentu yang
terdapat di dalam laporan keuangan. Untuk melakukannya, perlu perbandingan nilai
antara dua kuantitas. Tidak seperti analisis horizontal dan vertikal yang lebih
naratif, dunia bisnis mengenal 15 macam analisis rasio.

Dari 15 macam analisis tersebut, ada empat analisis rasio yang paling sering
digunakan.

o Pertama, rasio profitabilitas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui


apakah perusahaan mencetak keuntungan.
o Kedua, rasio likuiditas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah
perusahaan bisa melunasi utang jangka pendek dengan memakai aset lancar.
o Ketiga, rasio efisiensi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa
efektif perusahaan memanfaatkan aset untuk menghasilkan pendapatan.
o Terahir rasio solvabilitas. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah
perusahaan bisa melunasi semua utangnya.
DAFTAR PUSTAKA

a. https://majoo.id/solusi/detail/laporan-posisi-keuangan#:~:text=Laporan%20posisi
%20keuangan%20adalah%20laporan,keuangan%20perusahaan%20dan%20bersifat
%20sistematis.&text=Secara%20singkat%2C%20laporan%20posisi%20keuangan,ekuitas
%20sebuah%20bisnis%20atau%20perusahaan.

b. https://www.cergasilmu.com/2021/06/elemen-laporan-posisi-keuangan.html?m=1

c. https://www.jurnal.id/id/blog/format-laporan-keuangan/#Laporan_Neraca

d. https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/keuangan/4-tahap-evaluasi-bisnis-melalui-
laporan-keuangan-di-tengah-tahun

e https://id.m.wikipedia.org/wiki/Laporan_arus_kas

f https://www.akseleran.co.id/blog/contoh-laporan-arus-kas/

g https://hrdspot.com/blog/mengenal-analisis-laporan-keuangan/