0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
466 tayangan12 halaman

Proses Stock Preparation Kertas

Proses stock preparation merupakan awal pembuatan kertas dimana bahan box diolah menjadi bubur pulp melalui beberapa tahap seperti penguraian, pembersihan, penggilingan, pencampuran, dan pengkondisian sebelum dikirim ke mesin pembentuk kertas. Beberapa komponen utama stock preparation antara lain hidra, pompa, immpuri, HDC, drum screen, dan valve.

Diunggah oleh

Nugroho Mulyo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
466 tayangan12 halaman

Proses Stock Preparation Kertas

Proses stock preparation merupakan awal pembuatan kertas dimana bahan box diolah menjadi bubur pulp melalui beberapa tahap seperti penguraian, pembersihan, penggilingan, pencampuran, dan pengkondisian sebelum dikirim ke mesin pembentuk kertas. Beberapa komponen utama stock preparation antara lain hidra, pompa, immpuri, HDC, drum screen, dan valve.

Diunggah oleh

Nugroho Mulyo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STOCK PREPARATION

Proses pembuatan kertas pada dasarnya memiliki dua tahap yaitu, Stock Preparation
(Penyediaan Stock) dan Paper Mill / Machine (Pembentukan Lembaran). Pada Stock
Preparation terdapat banyak pengaturan aliran proses.

Stock Preparation merupakan awal proses pembuatan kertas dimana bahan-bahan serat
box diproses menjadi buburan pulp yang siap dibuat menjadi lembaran kertas. Tahapan proses
dalam Stock Preparation meliputi : penguraian lembaran box, pembersihan, penggilingan,
pencampuran, dan pengkondisian sebelum dikirim ke Head Box. Stock Preparation dimulai dari
Pulper / Hidra hingga Head Box. Gambar di bawah ini adalah tumpukan kardus / box yang akan
diproses menjadi buburan pulp.

Gambar 1. Box Siap Diolah

Adapun komponen – komponen Stock Preparation antara lain :

1. Hidra / Pulper
Proses pertama pada stock preparation yaitu penguraian lembaran pulp menggunkan Hidra.
Hidra adalah tempat penguraian dari padatan pulp menjadi buburan pulp (stock). Pulp dapat
terurai akibat adanya gesekan antara serat pulp dengan agitator hidra, serat pulp dengan dinding
hidra, dan serat pulp dengan serat pulp lainnya. Setelah proses penguraian, pulp yang telah
menjadi buburan kemudian dikirim ke bak penampungan chest.
Pada stock preparation terdiri dari 2 buah Hidra. Pada Hidra 2, sampah akan tertinggal pada
drum hidra, sehingga perlu banyak mengurasnya. Pada hidra 1, terdapat drump screen yang
digunakan untuk memisahkan sampah dari buburan, kemudian sampah dari bak hidra dialirkan
ke tempat pembuangan sehingga tidak terlalu banyak saat dikuras.
Adapun dibawah ini gambar untuk Hidra 1 dan Hidra 2 :

Gambar 2. Hidra Pengurai Kertas

Untuk membantu mengoperasikan Hidra dan perangkat lainnya seperti pump, impury,
conveyor dibutuhkan tombol-tombol agar operator menjadi mudah dalam pengoperasian. Pada
panel terdapat beberapa tombol dalam fungsi berbeda-beda, diantaranya untuk menghidupkan
dan menghentikan Hidra, menghidupkan dan menghentikan pump, menghidupkan dan
mematikan immpury, menjalankan dan menghentikan conveyor.
Gambar 3. Tombol – tombol Hidra

2. Immpury
Kertas yang sudah dimasak pada Hidra akan menjadi buburan dan menyisakan sampah.
Kemudian buburan dan sampah tersebut mengalir menuju sampah. Disinilah Immpury
berfungsi membagi jalur aliran bubur ke chest 1 dan sampah ke dump screen. Di dalam
immpury terdapat dua lubang, lubang yang bawah menghubungkan ke hidra, sedangkan 2
lubang yang atas,satu terhubung oleh dump screen dan satunya menghubungkan dengan
pengencer.
Gambar 4. Immpury

Pada saat valve diposisi tertutup, maka campuran bubur dan sampah tidak akan masuk ke
dalam immpury, otomotis tidak ada aliran bubur yang ke chest 1. Kemudian tuas pengencer
WW2 ditarik ke bawah, yang mengakibatkan air masuk ke lubang immpury. Fungsi air
pengencer disini untuk membantu dorongan sampah ke dump screen. Setelah itu off kan
tombol pompa, sampah akan keluar menuju dump screen. Setelah melihat sampah yang
keluar dump screen berakhir, kemudian kembalikan valve ke posisi terbuka dan ON kan
tombol pompa dan tombol immpury yang ON dari awal . Inilah langkah Pushing sampai
kembali ke langkah Tarik .

3. Valve Hydra

Pada hubungan Hidra menuju Immpury terdapat valve yang berfungsi membuka dan
menutup saluran. Untuk membuka dan menutup Valve dibutuhkan tenaga angin, dan
dilengkapi tuas untuk memudahkan operator untuk mengoperasikannya.
Gambar 5. Valve

3. Pump
Fungsi sebuah pompa pada stock preparation adalah menghisap buburan dan sampah pada
tabung hidra dan mengalirkan menuju ke Immpury.
Pada stock preparation, pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal, yang digunakan
secara langsung untuk menarik stock pulp menuju bak chest 1. Pada chest 1 dipastikan yang
keluar adalah buburan murni yang tidak bercampur dengan sampah.
Dengan ini Pompa adalah kunci buburan bisa masuk ke dalam Bak Chest 1.

Gambar 6. Rangkaian Pompa


4. HDC (High Density Cleaner)
Dari pompa immpury , akan dialirkan menuju HDC (High Density Cleaner) untuk
memisahkan kotoran dari stock buburan. HDC membersihkan stock dengan gaya sentrifugal
yaitu gaya melingkar yang menjauhi titik pusat. Bahan yang memiliki berat jenis yang lebih
besar seperti kawat, pasir, dan lain-lain akan terdorong ke bawah (reject), sedangkan buburan
pulp akan keluar melalui outlet pada bagian atas. Dari HDC buburan pulp yang bersih
kemudian dialirkan menuju ke tempat penampungan Chest 1. Pada saat Posisi “TARIK”,
Jangan sampai katup HDC bagian bawah terbuka karena bisa mengakibatkan banjir di area
kerja.

Gambar 7. High Density Cleaner (HDC)


5. Drum Screen
Fungsi Drum Sreen adalah sebagai jalan lewatnya sampah dari immpuri. Dari Drum
Screen sampah keluar menuju tempat pembuangan. Setelah sampah berada pada drump
screen maka dorong tuasnya agar air keluar dengan maksud sisa bubur terpisah dari sampah
sehingga pada tempat buangan murni sampah dari buburan. Perlu kita amati pada saat pushing
sampah harus keluar melalui dump screen.Jika tidak akan menyebabkan gangguan pada
tarikan. Jika perlu setelah tuas WW2 terbuka lebar sementara valve hidra tertutup dan pompa
posisi Off, tarik On Pompa lagi agar sampah dalam immpuri keluar banyak.

Gambar 8. Drump Screen

6. Valve Chest 3 ke Chest 1


Valve ini digunakan untuk mengalirkan buburan kertas dari bak chest 3 menuju chest 1
agar memungkinkan bubur pada chest 3 tidak tumpah.. Pada rangkaian valve ini digunakan
tenaga angin untuk penunjang tugas dalam membuka dan menutup saluran. Valve
dilengkapi dua lubang, bagian atas dan bawah. Jika tuas valve di dorong pada posisi 4 maka
aliran angin akan mengalir menuju lubang bawah sehingga mampu mendorong piston
kedalam sehingga aliran bubur pada pipa chest 3 akan mengalir menuju chest 1
Prinsip kerjanya bila tekanan fluida lebih besar maka akan mampu mendorong piston,
sebaliknya apabila tekanan fluida lebih kecil maka akan terdorong oleh piston.
Gambar 9. Valve Pipa Chest 3 ke Chest 1

7. Tombol Pompa 2

Jika tombol tersebut ditekan, maka buburan mengalir dari chest 2 menuju turbo separator
menuju ke thickner menuju ke chest 4. Lampu menyala menandakan pompa bekerja, dan
sebaliknya jika mati maka dipastikan pompa tidak bekerja. Jika Chest 4 penuh, maka tombol
dibawahnya harus ditekan untuk mematikan pompa 2 karena penuhnya chest 4 berasal dari
kiriman dari chest 2.

8. Indikator Level Chest 4, 5A, 6

Bila lampu menyala menandakan keadaan chest penuh. Sebelah paling kiri adalah level
chest 4, yang tengah Level chest 5A yang berisi air. Dan yang paling kanan adalah level chest
6 yang bertanda lampu merah. Bila chest 4 penuh yang harus dilakukan adalah mematikan /
menekan tombol off pompa 2, kemudian tarik pompa 4.
Bila chest 5b penuh maka tarik pompa 5b agar mampu mengalir ke bak WW2 dengan
memperhatikan level Bak WW2.
Bila Chest 6 penuh atau menyala merah maka matikan pompa 5b dan apabila lampu mati
isi bak chest 6 dengan menarik buburan dengan menghidupkan pompa 5b yaitu menekan
tombolnya.

Langkah – langkah Memasak menggunakan Hidra 2


1. Buka valve aliran air chest 3
2. ON kan saklar pompa UPL
3. ON kan saklar WW2
4. Buka Valve WW2
5. Isikan air pada tangki hidra setengah bagian
6. Putar tombol ON Hidra 2
7. Buka / dorong Posisi katup
8. Panggil driver loader untuk mengisi box pada hidra 2
9. Tarik / Hidupkan Pompa dengan melihat kondisi CHEST 1
10. Matikan pompa untuk menaikkan air jika volume air kurang
11. Memasak dengan acuan kekentalan CRC 3,20

Langkah memasak Hidra 1 dan Hidra 2 setelah Proses Nguras Hidra 1


1. Dari Hidra 2 Naik tangga berjalan ke atas
2. Buka Valve chest 3 air keluar sambil diamati ketinggiannya. Jika sekiranya susdah
terlihat dari atas bisa ditutup
3. Pastikan chest 2 sudah narik chest 1
4. Hidupkan pisau hidra 1
5. Buka valve chest 3 menuju hidra 1
6. Jalankan Conveyor agar marga masuk ke hidra 1
7. Tarik bubur menuju ke chest 1
8. Conveyor masih terus jalan sampai marga habis, agar pada saat manggil sopir
Loader bisa mengisa Hidra 1 dan Hidra 2
9. Kekentalan harus Sesuai standard

Gambar 8. Kekentalan Bubur pada CRC

Langkah Pengosongan Buburan


Pada akhir dari pekerjaan dilakukan proses pengurasan sampah, sebelum itu buburan
harus terpisah dari sampah. Tutup valve chest 3, sampai ketinggian buburan pada hidra 2
berada pada level bawah. Setelah itu jika buburan yang keluar pada chest 1 sudah encer,
Tutup valve ww2. Matikan pompa karena air sisa buburan masih belum sepenuhnya habis .
Putar slector pada posisi off, kemudian putar ON dimaksudkan baling-baling/ immpeler
mampu menggerakkan sampah yang menutupi lubang hisap. Lakukan berkali-kali samapi air
buburan habis.

CARA KERJA “TARIK & PASSING” HIDRA 1 :


Pada Hidra 1, saat posisi TARIK pompa dihidupkan, maka buburan akan masuk pada bak
chest 1 dengan cara tekan tombol ON imppury, setelah itu tekan ON tombol pompa. Dorong
Valve agar saluran pada pompa terbuka.
Saat posisi PUSHING, Immpury tetap ON, pompa tetap ON. Hanya saja valve posisi
tertutup, tuas pengencer / WW2 buka pelan-pelan sampai tuas dalam posisi vertikal.
Kemudian dengan melihat pada Bak chest 1 sampai buburan akhir yang keluar, setelah itu
hanya air saja keluar menandakan proses PUSHING boleh diakhiri. Jangan sampai yang
keluar dari dump screen masih bercampur dengan buburan.
Setelah posisi PUSHING selesai kembali ke posisi “TARIK”. Dorong valve agar terbuka
kemudian ON kan Pompa.

Gangguan – gangguan yang dialami pada Stock Preparation :


1. Pada Dump Screen keluar bubur akibat valve terlalu cepat ditutup / OFF, sehingga air
pengencer pada immpury kurang bisa memisahkan sampah dari bubur yang seharuskan
dihisap oleh pompa.
2. Immpury tidak fungsi, harus dibongkar untuk mengeluarkan sampah didalamnya.
3. Immpury berbunyi tidak normal akibat terlambat untuk memPUSSHING sampah,
solusinya pencet tombol OFF kemudian ON lagi.
4. Buburan tumpah keluar dari bak hidra akibat motor hidra tidak berputar sementara air
WW2 tetap mengalir.
5. Banjir akibat valve HDC terbuka.
6. Bak Hidra 2 tumpah akibat Pompa UPL ON terus.
7. Masakan terlalu encer, kekentalan di bawah 3,20.
8. Bak Hidra 2 tumpah akibat pengisian air chest 3 berlebihan, saat hidra diisi box oleh
Loader posisi belum TARIK. Seharusnya Buka tutup valve chest 3 lebih diperhatikan.
Agar tidak banjir, maka tutup sementara valve, kemudian buka lagi pada saat posisi
TARIK.
9. HDC keluar buburan, langkah yang diambil stop pompa hidra 2 kemudian pukul valve
agar rapat
10. Immpury bunyi berdengung menandakan sampah pada immpury terlalu banyak harus di
PASSING.
11. Conveyor tidak bisa jalan pada saat sudah menekan Tombol. Langkah yang harus diambil
yaitu reset pada posisi off agar angkatan pertama menjadi ringan
12. Posisi keranjang penguras tidak pas, Keranjang harus menempati posisi sebelah selatan
atau sebelah utara.

Anda mungkin juga menyukai