Anda di halaman 1dari 28

LATAR BELAKANG KERJA PRAKTEK

Kerja praktek ini merupakan salah satu kesempatan mahasiswa untuk melihat,
mengenal secara langsung segala peralatan yang digunakan dalam dunia industri
sehingga pada kerja praktek ini mahasiswa diharapkan mampu menerapkan serta
mengkombinasikan ilmu - ilmu yang di peroleh di perkuliahan dengan yang diperoleh
di lapangan.
TUJUAN KERJA PRAKTEK

Adapun tujuan dari kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
Agar mahasiswa dapat mengenal permasalahan yang dihadapi oleh suatu
perusahaan, industri atau bengkel-bengkel dan dengan kemampuan menganalisa
serta mensitesisa, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja terutama yang
berhubungan dengan prosedur penyelesaian permasalahan.
Mengasah pola berpikir yang wajar, logis, rasional serta berketerampilan dan luwes
dalam memahami dan menghadapi masalah di tempat pekerjaan.

TUJUAN KERJA PRAKTEK

Memotivasi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam permasalahan pembangunan,
seperti kegiatan perancangan, pelaksanaan, pembuatan, penggunaan, pengolahan
dan pengawasan yang berhubungan dengan konstruksi, produksi, pembangkit
tenaga dan manajemen perusahaan yang terkait dengan permesinan industri
secara umum.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengetahui lebih spesifik
permasalahan industri atau perusahaan yang terkait dengan operasi dan ilmu
permesinan, sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan untuk mengambil judul
kajian tugas akhir.

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Produk
PT Toba Pulp Lestari Tbk perusahaan industri yang memproduksi pulp. Dengan
Kapasitas produksi 180.000 ton / tahun dengan toleransi 30% atau 240.000 ton / tahun,
hasil produksi dijual di pasar domestik dan luar negeri (ekspor).
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Map of the Minister of Forestry Decree No. 58/MENHUT-II/2011 Covering An Area of 188.055
Ha
Region
PROSES PRODUKSI
Pemilihan Jenis Kayu
Pada dasarnya semua bahan baku (kayu)
mengandung selulosa dapat digunakan menjadi
bahan baku atau bahan dasar dalam pembuatan
pulp, semakin tinggi kadar selulosanya, maka
semakin baik pula mutu dari pulp ynag dihasilkan.
Eucalyptus dan Acasia Mangium merupakan jenis
pohon yang mengandung selulosa dan saat ini
dimanfaatkan oleh PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
untuk menghasilkan pulp.
Persiapan Kayu
Wood Preparation Unit adalah langkah awal dalam
proses pembuatan pulp, dimana meliputi proses
penyediaan kayu yang berasal dari berbagai HTI,
dan kemudian dibawa ke lokasi pabrik dengan
menggunakan truk-truk pengangkut kayu.
Gelondongan kayu tersebut kemudian
ditumpukkan di Wood Storage.
Pembuburan Kayu (Pulping)
Pembuburan pulp dengan proses kraft menggunakan larutan putih (White Liquor), yaitu
larutan campuran Sodium Hidroksida dan Sodium Sulfida yang secara selektif akan
melarutkan lignin dan membuatnya lebih larut dalam cairan pengolah. Setelah 2 4 jam,
campuran antara pulp, sisa zat kimia dan limbah kayu dikeluarkan dari digester.
Penyaringan dan Pencucian (Screening and Washing)
Screening dilakukan penyaringan bubur pulp untuk memisahkan bubur pulp dari
kotoran-kotoran yang tidak larut dalam air.
Pencucian pulp secara efisien sangat penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan
maksimal zat kimia dalam proses pulping dan mengurangi jumlah limbah organik yang
terbawa oleh pulp dalam proses pemutihan. Pencucian pulp dilakukan mengikuti
masing-masing proses untuk menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp.
Hasil samping berupa black liquor, debu, lignin dan pemutih dihilangkan setelah tiap
tahapan proses selesai.
Proses Pemutihan (Bleaching)
Merupakan lanjutan proses pemasakan yang
dimaksudkan untuk memperbaiki brightness
(keputihan) dan kemurnian bubur pulp. Hal ini
dilakukan dengan menghilangkan dan
melunturkan bahan pewarna yang tersisa pada
bubur pulp. Bleaching dilakukan dalam beberapa
tahap dengan tujuan menghilangkan lignin tanpa
merusak selulosa.
Pembentukan Lembaran Pulp (Paper Making)
Pulp yang telah diputihkan selanjutnya dikirim ke unit pulp machine dengan proses kerja
sebagai berikut:
Screening (Penyaringan)
Screening, merupakan tahap penyaringan dan membentuk serat yang lebih homogen
tanpa ada pengotor yang halus maupu kasar.
Dewatering (Pengurangan Kadar Air)
Dewatering, merupakan tahap pengurangan kadar air yang terdiri dari dua tahap
yaitu DWP (Double Wire Press) dan HDP (Heavy Duty Press).
Pembentukan Lembaran Pulp (Paper Making)
Drying (Pengeringan)
Drying, merupakan tahap pengeringan lembaran pulp dengan menggunakan steam
atau uap panas. Proses pengeringan pulp dengan menggunakan udara panas yang di
hembuskan ke permukaan bagian atas dan bawah pulp.
Pulp Cutting dan Bale Handling
Pulp Cutting dan Bale Handling merupakan tahap akhir proses pulp machine, disini
dilakukan pemotongan dan pengemasan.
Penyimpanan (Warehouse) dan Distribusi
Setelah pulp dijadikan dalam satu unit (8 bale), kemudian diangkat dengan
menggunakan forklift untuk disimpan di gedung produksi (warehouse) untuk siap
dipasarkan.
PROSES PRODUKSI BAHAN BANTU (WHITE LIQUOR)
Latar Belakang

White Liquor sangat penting dalam proses produksi pulp di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.
Proses produksi White Liquor ini terdapat pada Chemical Plant pada bagian Recaust
dan Lime Kiln. White Liquor diperoleh dengan cara mereaksikan lindi hijau (Green
Liquor) dengan kapur (Lime) yang berasal dari Lime Kiln. Dalam proses produksi pulp,
White Liquor berperan sangat penting sebagai cairan pemasak pada digester.
Kandungan Natrium Sulfida (Na
2
S) didalam White Liquor sangatlah penting karena
dapat mengurangi kekurangan selulosa, mempercepat hilangnya lignin serta
memperbaiki kualitas dari pulp. Oleh karena itu proses pembuatan White Liquor sangat
menarik untuk dibahas karena White Liquor merupakan bahan yang sangat penting
untuk mendukung berjalannya proses produksi pulp di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Selain
itu juga untuk menambah wawasan kami tentang proses proses yang dilakukan untuk
memproduksi White Liquor.
PROSES PRODUKSI BAHAN BANTU (WHITE LIQUOR)
Tujuan

Adapun tujuan dari tugas khusus adalah sebagai berikut :
Memahami pengertian dari recausticizing.
Mengenal dan memahami tahap tahap yang dilakukan pada proses Recausticizing.
Mengenal dan mengetahui proses kalsinasi di Lime Kiln.
Mengetahui fungsi White Liquor didalam proses produksi pulp.
PROSES PRODUKSI BAHAN BANTU (WHITE LIQUOR)

Slaker
Causticizers
White
Liquor
Clarifier
Mixing
Tank
LMW
Lime
Mud
Storage
Dreg
Filter
Green
Liquor
Storage
Green
Liquor
Clarifier
White
Liquor
Clarifier
Eco
Filter
White
Liquor
Storage
Digester
LMDF
Lime
Kiln
Hot
Lime
Silo
Slaker
PROSES PRODUKSI BAHAN BANTU (WHITE LIQUOR)

Operasi penyaringan ini
menghasilkan mud dengan
solid yang lebih tinggi. Lapisan
mud yang menempel pada
pada precoat filter secara
periodik diambil dengan
memakai alat yang disebut
doctor blade yang bekerja
secara otomatis. Proses
pengeringan pada drum filter itu
dimugkinkan karena adanya
tekanan vacuum dalam drum
filter.
Lime Mud Dewatering

Lime Kiln

Tujuan dari proses lime kiln adalah
membakar lumpur kapur/lime mud
(CaCO
3
) dari reaksi causticizing, untuk
memperoleh kembali kapur/lime (CaO)
yang selanjutnya digunakan kembali pada
proses causticizing. Kapur yang diperoleh
kembali ini dapat menghemat biaya
sekitar 50% dibandingkan bila tidak
digunakan.
Green Liquor Clarification

Proses pemurnian green liquor ini
diperlukan untuk memisahkan partikel-
partikel dreg yang halus. Dreg yang
terikut ke slaker akan memperlambat
pengendapan lime mud dan
berdampak negatif terhadap
konsentrasi under flow dan juga dapat
memperlambat proses pemurnian
white liquor.
Slaker

Lime, CaO bereaksi dengan air untuk
membentuk kalsium hidroksida,
Ca(OH)
2
, dan secara
berkesinambungan bereaksi dengan
sodium carbonate, Na
2
CO
3
, yang ada
dalam green liquor untuk membentuk
sodium hidroksida, NaOH, dan calcium
carbonate, CaCO
3
.
Dregs Filter

Aliran bagian bawah / under flow dari
clarifier kira-kira 90% green liquor dan hanya
8% - 10% dreg. Pencucian dreg dilakukan
pada dreg precoat filter, lime mud dipakai
sebagai precoat, dreg akan menempel pada
precoat dan dipisahkan dengan cara
mengikis permukaan lime mud precoat yang
telah ditempeli dreg.
White Liquor Clarifier

Proses pemisahan padatan dan cairan
terdiri dari dua proses yaitu sedimentasi dan
proses filtrasi. Proses sedimentasi yaitu
mengendapkan mud kebawah dimana rake
dengan kecepatan putaran yang lambat
akan mengarahkan mud ke tengah cone
yang selanjutnya akan dipompakan keluar
untuk pengolahan lanjut. Filtrasi adalah
proses untuk memisahkan padatan dari
cairannya dengan menggunakan medium
penyaring.
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diperoleh pada kegiatan Kerja Praktek di PT. Toba Pulp Lestari,
Tbk, adalah sebagai berikut :
1. Recausticizing adalah proses mereaksikan Green Liquor dengan kapur untuk
menghasilkan White Liquor. Pada proses recausticizing terjadi reaksi antara green
liquor yang mengandung natrium karbonat (Na
2
CO
3
) dengan sejumlah kapur / lime
(CaO) untuk menghasilkan natrium hidroksida (NaOH) yang merupakan kandungan
utama pada White Liquor.
2. Ada empat proses yang berlangsung di recausticizing antara lain :
Penjernihan Green Liquor.
Dreg washing.
Slaking and Recausticizing.
White Liquor preparation.
KESIMPULAN

3. Proses kalsinasi di lime kiln dilakukan dengan membakar lumpur kapur / lime mud
(CaCO3) yang dihasilkan pada proses recausticizing dengan menggunakan rotary
kiln (tungku berputar dengan panjang 79 m dan kemiringan sebesar 1,46
o
yang
dilengkapi dengan burner).
4. Fungsi dari White Liquor dalam proses produksi pulp adalah untuk membantu proses
pemasakan serpihan kayu di Digester menjadi bubur pulp dan dapat melarutkan
senyawa senyawa lain selain selulosa, mempercepat hilangnya lignin serta
memperbaiki kualitas dari pulp.