Anda di halaman 1dari 19

BANGUN RUANG SISI DATAR

MAKALAH

Disusun dan di ajukan guna memenuhi tugas terstruktur :

Mata kuliah : Kapita Selekta Matematika I

Dosen pengampu : Sofri Rizki Amalia, M. Pd

Oleh :

A’IZUL ISTIQOMAH (40317009)

MILLENIA ELOK FATIMAH (40317010)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS PERADABAN BUMIAYU

2018
Kata Pengantar

Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena dengan rahmat
dan hidayah-Nya, kami dapat menulis makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
tanpa ada hambatan yang berarti. Shalawat serta salamnya semoga tercurahkan kepada Nabi
Muhammad SAW, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan juga kepada kita semua selaku
umatnya yang insya Allah selalu mengikuti ajaran sunahnya.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, dan jauh
dari sempurna, itu di karenakan keterbatasan yang kami miliki, karena kami masih tahap belajar.
Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar
makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. Akhirnya kepada ALLAH lah penulis pasrahkan
semua,karena kebenaran hanyalah milik-Nya.

      Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca
sekalian Terutama untuk kelas kami tercinta.

Bumiayu, 26 Mei 2018

Kelompok 2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................


DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah....................................................................................
B.     Rumusan Masalah.............................................................................................
C.     Tujuan................................................................................................................
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Bangun Ruang.................................................................................
B. Unsur-unsur Dalam Bangun Ruang...................................................................
C.     Pengertian Kubus, Balok, Prisma dan Limas....................................................
D. Jaring-jaring Kubus dan Balok..........................................................................
BAB III : PENUTUP
A. KESIMPULAN....................................................................................................
B. SARAN................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Bangun ruang merupakan salah satu komponen matematika yang perlu dipelajari untuk
menetapkan konsep keruangan. Maka dalam pelajaran Matematika perlu diberikan topik
pembelajaran ini kepada semua peserta didik sejak berada di jenjang sekolah dasar untuk
membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif,
serta kemampuan bekerjasama.

matematika digunakan tidak hanya di lingkungan pendidikan saja tetapi dalam


kehidupan sehari-hari pun matematika tetap dibutuhkan. Seperti proses jual-beli hingga profesi.
Dalam keseharian kita tidak akan bisa dilepaskan dari matematika terutama dalam matematika
bangun ruang. Dimanapun kita berdiri pasti melihat bangun ruang seperti bentuk rumah atau
kampus, kotak pensil, dan lain-lain. Bangun ruang yang kita lihat memiliki cirri-ciri yang khusus
agar kita bisa membedakan antara bangun ruang yang satu dengan bangun ruang yang lain.
Seperti halnya kubus dan balok, jika kita tidak mengetahui cirri dari bangun ruang tersebut kita
akan keliru. Maka dari itu kita sebaiknya mengetahui ciri-ciri atau unsure-unsur yang terdapat
dalam bangun ruang tersebut.

Dalam makalah ini akan menjelaskan mengenai cirri-ciri, unsure-unsur hingga jaring-
jaring pada bangun ruang tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan bangun ruang ?
2. Bangun apa saja yang termasuk dalam bangun ruang sisi datar ?
3. Bagaimana jaring-jaring kubus ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian bangun ruang.
2. Untuk mengetahui bangun-bangun yang termasuk dalam bangun ruang sisi datar.
3. Untuk mengetahui jaring-jaring pada kubus.
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BANGUN RUANG

Bangun ruang adalah bangun matematika yang mempunyai isi atau Volume.


Bangun ruang sering juga disebut bangun 3 dimensi karena memiliki 3 komponen utama
sebagai berikut. Bangun ruang adalah bangun matematika yang memiliki isi atau volume.
Bisa juga disebut bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada
seluruh permukaan bangun tersebut.

Pada setiap bangun ruang tersebut mempunyai rumusan dalam menghitung luas
maupun isi atau volumenya. Macam-macam bangun ruang ialah prisma, balok, kubus,
limas, tabung, kerucut dan bola.

B. UNSUR-UNSUR DALAM BANGUN RUANG


1.      Sisi
Adalah sekat yang membatasi bagian dalam dan bagian luar suatu bangun.
2.      Rusuk

Adalah pertemuan antara dua buah sisi atau perpotongan dua bidang sisi.

3.      Titik Sudut
Adalah perpotongan tiga bidang sisi atau perpotongan tiga rusuk atau lebih.

4.      Diagonal sisi/bidang

Adalah dua buah titik sudut yang berhadapan pada sebuah sisi/garis yang
menghubungkan dua buah titik sudut yang tidak berurutan letaknya dan terletak
pada sebuah sisi.

5.      Diagonal ruang

Adalah dua buah titik sudut yang berhadapan pada sebuah bangun ruang/garis
yang menghubungkan dua buah titik sudut yang tidak beraturan letaknya dalam
sebuah bangun ruang.

C. PENGERTIAN KUBUS, BALOK, PRISMA, LIMAS, TABUNG DAN BOLA


1. KUBUS
Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang
berbentuk bujur sangkar. Kubus memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Kubus juga
disebut bidang enam beraturan, selain itu juga merupakan bentuk khusus dalam prisma
segiempat.
Bangun kubus mempunyai ketentuan :

o Terdapat 6 (enam) buah sisi yang berbentuk persegi dengan masing-masing luasnya
sama
o Terdapat 12 (dua belas) rusuk dengan panjang yang sama
o Semua sudut bernilai 90 derajat atau siku-siku
o Rumus Volume Kubus = rusuk x rusuk x rusuk (rusuk pangkat 3)
o Rumus Keliling Kubus = 12 x rusuk
o Rumus Luas Permukaan Kubus = 6 x rusuk x rusuk
o Luas salah satu sisi = rusuk x rusuk.

2. BALOK
Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang, dimana setiap
sisi persegi panjang berimpit dengan tepat satu sisi persegi panjang yang lain dan persegi
panjang yang sehadap adalah kongruen.

Bangun balok mempunyai ketentuan :

 Rumus Volume Balok = p x l x t (sebenarnya sama dengan kubus, hanya saja kubus
memiliki semua rusuk yang sama panjang).
 Luas Permukaan Balok = 2 x {(pxl) + (pxt) + (lxt)}
 Keliling Balok = 4 x (p + l + t)
Diagonal Ruang = Akar dari (p kuadrat + l kuadrat + t kuadraSebelum kita
lebih jauh mempelajari prisma, alangkah baiknya jika kita mengenal lebih dekat
pengertian Prisma. Prisma merupakan bangun Ruang yang mempunyai sepasang
sisi sejajar dan diapit oleh sisi sisi yang terbentuk dari garis garis sejajar.
3. PRISMA
Prisma adalah bangun ruang yang memiliki bidang alas dan bidang atas yang
sejajar dan kongruen (sama), lalu sisi lainnya berbentuk jajargenjang/persegi panjang
yang tegak lurus ataupun tidak tegak lurus terhadap bidang alas dan bidang atasnya.
Sifat-sifat prisma secara umum, adalah sebagai berikut :

1)      Prisma memiliki bentuk alas dan atap yang kongruen

2)      Setiap sisi bagian samping prisma berbentuk persegi panjang

3)      Prisma memiliki rusuk tegak

4)      Setiap diagonal bidang pada sisi yang sama memiliki ukuran yang sama.

Prisma Berdasarkan Bentuk Alasnya :

 Prisma Segitiga

 Berikut penjelasan rincinya :

1.  Rusuk : AB, BC, CA, BE, AD, CF, DE, EF, dan FD
2. Diagonal sisi : AE, BD, CD, AF, BF, EC
3. Sisi : ABED, CBEF, CAFD, ABC, dan DEF.

 Prisma segi empat

 
Berikut rincian Limas PQRS.TUVX :

1. Rusuk : PQ, QR, RS, SP, PT, SX, QU, RV, TU, UV, VX, dan TX
2. Sisi : PSQR, QRVU, PQUT, SRVX, PSXT, dan TUVX
3. Diagonal sisi : PU, QT, PR, QS, RU, VQ, RX, VS, XP, ST, UX, VT
4. Diagonal Ruang : PV, SU, RT, QX
5. Bidang diagonal : PSVU, RQTX, RVPT, dan XSQU.
 Prisma segi lima

Unsur Unsur Prisma segi-n :

1. Sisi : n+2
2. Rusuk : 3n
3. Diagunal sisi : n(n-1)
4. Diagonal ruang : n(n-3)
5. Titik sudut : 2n
6. Volume Prisma : La X t
7. Luas Permukaan Prisma : (2.La)+(t.Ka)
8. Panjang Kerangka : (2.Ka)  + (n.t)

4. LIMAS
Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sebuah segi-n dan beberapa segitiga yang
alasnya berimpit dengan segi-n tersebut dan bertemu pada satu titik di luar bidang alas.
 Limas segitiga

Sifat bangun ruang limas segitiga


1. Memiliki alas yang berbentuk segitiga
2. Terdapat tiga buah sisi yang bentuknya segitiga
3. Terbentuk dari enam buah rusuk
4. Mempunyai tiga rusuk yang sama persis ukurannya.
5. Mempunyai titik puncak atas.
6. Rumus:
7. Rumus luas limas segitiga = jumlah luas keempat sisinya

8. Rumus volume limas segitiga yaitu v = 1/3 x {1/2 x panjang x lebar } x tinggi

 Limas Segiempat
1. Sifat-sifat yang menjadi cirikhas dari limas segiempat adalah:
2. bentuk alasnya berupa segiempat
3. mempunyai empat buah sisi yang bentuknya segitiga
4. ada empat buah rusuk yang ukurannya sama persis.
5. mampunyai titik puncak atas
6. RUMUS:
7. Volume = 1/3 luas alas tinggi sisi
8. Luas = luas alas + jumlah luas sisi tegak
5. BOLA
Sifat-sifat yang menjadi cirikhas dari bola adalah:
1. hanya memiliki satu buah sisi
2. tidak mempunyai titik sudut
3. hanya mempunyai sebuah sisi lengkung yang tertutup
4. RUMUS:
5. Luas Bola = 4 x π x jari-jari x jari-jari, atau
6. 4 x π x r2
7. Volume Bola = 4/3 x π x jari-jari x jari-jari x jari-jari
8. π  = 3,14 atau 22/7

6. TABUNG

Sifat-sifatTabung :

1. Mempunyai 3 bidang sisi : alas, tutup dan selimut (sisi tegak)

2. Bidang alas dan tutup berupa lingkaran

3. Sisi tegak berupa bidang lengkung yang dinamakan selimut tabung

4. Mempunyai 2 rusuk : rusuk alas dan tutup

5. Tinggi tabung: jarak titik pusat alas dan titik pusat tutup

6. Jari-jari lingkaran alas dan tutup besarnya sama


Luas alas = luas tutup = luas lingkaran = πr2

Luas selimut tabung = 2πrt

Luas permukaan tabung = 2 x luas alas + luas selimut

= 2 πr2 + 2πrt

= 2πr(r + t)

Volume tabung = luas alas x tinggi

= πr2t

D. JARING-JARING KUBUS, BALOK, TABUNG


1. JARING-JARING KUBUS
Sebuah kubus apabila kita coba memotong berdasarkan rusuk-rusuknya dan
merentangkan di tiap sisinya akan menghasilkan sebuah jaring-jaring kubus

2. JARING-JARING BALOK
Sama halnya dengan kubus, sebuah balok apabila kita coba potong berdasrakan
rusuk-rusuknya dan merentangkan ditiap sisinya akan menghasilkan sebuah jaring-jaring
balok.
4. JARING-JARING TABUNG
Pada bangun ruang tabung pun demikian, cara membuat jaring-jaring tabung bisa
dilakukan dengan cara membuka sisi-sisi tabung kemudian merebahkannya.
Untuk lebih jelasnya tentang jaring-jaring tabung silahkan kamu perhatikan gambar
dibawah ini!
SOAL-SOAL LATIHAN

1. Sebuah balok ABCD.EFGH memiliki luas sisi ABCD = 600 cm2, luas sisi ABFE =
300 cm2. Luas ADHE = 200 cm2. Panjang seluruh rusuk balok adalah...
Pembahasan:
Perhatikan gambar balok berikut:

Luas ABCD = 600


Luas ABFE = 300
Luas ADHE = 200

Luas ABCD = p x l
600              = p x l

Luas ABFE = p x t

luas ADHE = l x t
jadi, p = panjang = 30 cm
l = lebar = 20 cm
t = tinggi = 10 cm
Panjang seluruh rusuk balok = (4 x panjang) + (4 x lebar) + (4 x tinggi)
                                                = (4 x 30) + (4 x 20) + (4 x 10)
                                                = 120 + 80 + 40
                                                = 240
2. Luas alas suatu prisma yang berbentuk persegi adalah 36 cm2. Jika tinggi prisma
20 cm, luas seluruh sisi prisma adalah

Pembahasan:
Luas alas berbentuk persegi = 36 cm2, jadi panjang sisinya = √36 = 6 cm
Tinggi prisma = 20 cm
Luas permukaan seluruh prisma = 2xLuas alas + (keliling alas x tinggi)
                                                      = 2 x 36 + (4 x 6 x 20)
                                                      = 72 + 480
                                                      = 552

3. Sebuah prisma segi empat berukuran 15 cm x 15 cm x 10 cm, terbuat dari baja. Prisma
tersebut setiap rusuknya diberi kerangka terbuat dari kawat dan setiap sisi dicat. Harga
baja tiap 1 cm2 adalah Rp800,00; setiap 4 cm kawat harganya Rp1.300,00; dan setiap 10
cm2 membutuhkan cat seharga Rp1.600,00. Biaya untuk membuat prisma segi empat
tersebut adalah

Biaya kawat     = (panjang rusuk prisma : 4) x biaya per 4 cm


    = (4 ( 15 + 15 + 10) : 4) x biaya per 4 cm
    = (4 (40) : 4) x Rp1.300,00
    = 40 x Rp1.300,00
    = Rp52.000,00
Biaya baja    = luas permukaan prisma x biaya per cm2
    = (2((p x l) + (p x t) + (l x t)) x biaya per cm2
    = (2((15 x 15) + (15 x 10) + (15 x 10)) x Rp800,00
    = 2(225 + 150 + 150) x Rp800,00
    = 2(525) x Rp800,00
    = 1.050 x Rp800,00
    = Rp840.000,00
Biaya pengecatan = (luas permukaan prisma : 10) x biaya per 10 cm2
    =  ((2((15 x 15) + (15 x 10) + (15 x 10): 10) x Rp1.600,00
    = 2((225 + 150 + 150) : 10) x Rp1.600,00
    = 2((525) : 10) x Rp1.600,00
    = (1.050 : 10) x Rp1.600,00
    = 105 x Rp1.600,00
    = Rp168.000,00
Total biaya = biaya kawat + biaya baja + biaya cat
    = Rp52.000,00 + Rp840.000,00 + Rp168.000,00
    = Rp1.060.000,00
4. Sebuah aula berbentuk balok dengan ukuran panjang 6 meter, lebar  10 meter
dan tinggi 5 meter. Dinding bagian dalamnya akan dicat dengan biaya Rp.
40.000,00 per meter persegi. Biaya total pengecatan aula tersebut adalah

Pembahasan:
Luas permukaan bagian dalam aula yang berbentuk balok.
P= panjang ; l = lebar dan t = tinggi
2(p x t ) + 2(l x t) = 2 ( 6 x 5) + 2 ( 10 x 5) = 60 + 100 = 160 m 2
Total biaya pengecatan = 160 m2 x Rp. 40.000,00/ m2 = Rp.  6.400.000,00
5.  Anita ingin membuat kerangka limas persegi dengan panjang rusuk alas 30 cm
dan panjang rusuk tegaknya 24 cm. Jika Anita memiliki kawat sepanjang 10
meter, maka kerangka limas yang dapat dibuat paling banyak adalah

Jawab :
Panjang kerangka limas persegi = (4 x p.rusuk alas) + (4 x p.rusuk tegak)
Panjang kerangka limas persegi = (4 x 30 cm) + (4 x 24 cm) = 216 cm
10 meter = 1.000 cm
Kerangka limas yang dapat dibuat = 1000 cm : 216 cm = 4,63
Jadi kerangka limas yang dapat dibuat dengan panjang kawat 10 meter adalah 4
buat limas dan masih ada sisa kawat
6. Dimiliki sebuah bola besi berada di dalam tabung plastik terbuka di bagian atasnya seperti
nampak pada gambar berikut. 

Tabung tersebut kemudian di isi dengan air sampai penuh. Jika diameter serta tinggi
tabung sama dengan diameter dari bola yaitu 60 cm, tentukanlah volume air yang sudah
tertampung oleh tabung! 
Volume air yang dapat diampung tabung sama dengan volume tabung di kurangi dengan volume
bola yang berada di dalamnya. 
dengan rtabung = 30 cm, rbola = 30 cm dan ttabung = 60 cm 

V tabung = πr2 t 
V tabung = 3,14 x 30 x 30 x 60
V tabung = 169 560 cm3

V bola = 4/3 π r3 


V bola = 4/3 x 3,14 x 30 x 30 x 30
V bola = 113 040 cm3

V air = V tabung − V bola


V air = 169 560 − 113 040 = 56 520 cm3
7.  Sebuah kolam renang milik keluarga ikhsan yang berbentuk balok memiliki panjang sisi  12
m, 6 m, dan 10 m. Jika dalam 1 jam dapat memenuhi 72 m. Berapa jam waktu yang diperlukan
untuk memenuhi kolam renang milik keluarga ikhsan tersebut…

Pembahasan :
Jika panjang sisi sisi kolam tersebut adalah 12 m, 6 m, dan 10 m. Dan dalam 1 jam dapat
memenuhi 60 m3.
Maka   V = p x l x t
V = 12 x 6 x 10
V = 720 m3.
720 : 60 = 12 jam.
8.  Sebuah gedung bertingkat milik perusahaan keluara melvin memiliki 5 kubah berbentuk limas
segitiga dengan 2 ukuran yang berbeda. 3 kubah utama memiliki ukuran 8 m, 10 m, dan 12 m.
Dan 2 kubah lainnya berukuran 4 m, 6 m, dan 10 m. Volume dari kelima kubah tersebut adalah…

Pembahasan :
Kubah pertama 
V = 1/3 x p x l x t
V = 1/3 x 8 x 10 x 12
V = 320 cm3.
Karena jumlahnya ada 3 maka dikalikan dengan 3 menjadi 960 cm3.
Kubah kedua
            V = 1/3 x p x l x t
            V = 1/3 x 4 x 6 x 10
            V = 80 cm3
Karena jumlahnya 2 maka dikalikan dengan 2 menjadi 160 cm3.Jadi 960 cm3 + 160 cm3
= 1120 cm3.
9. Sebuah kotak kosong berbentuk prisma dengan alas berukuran 12 dm x 10 dm dan tinggi 20 u-
batu kecil berbentuk kubus dengan panjang rusuk adalah 2 dm. Hitung berapa banyak batu kecil
dalam kotak tersebut?

Penyelesaian

Banyak batu kecil= vprisma : Vkubus

Vprisma      = luas alas x tinggi

                 = (12 x 10) x 20

                 = 2400 dm3

Vkubus = 23

                  =8

V prisma  : V kubus

2400/8     = 300 batu kecil


10.  Sebuah kaleng berbentuk prisma persegi panjang dengan alas berukuran  6 cm x 5 cm dan
tinggi 12 cm berisi air penuh. Jika separuhnya dikeluarkan dari kaleng, kemudian dimasukan air
yang baru 60 cm3, tentukan tinggi air sekarang pada kaleng?

Penyelesaian

Volume prisma  = Lalas x tinggi

                         =( 6 x 5) x 12

                         = 360 cm3, jika separuhnya dikeluarkan berarti 360:2 = 180 cm3.

Volume air yang baru = Lalas x Tinggi

180 + 60 = (6x5) x t

240 = 30t

T = 240/30

= 8 cm

11. Sebuah tabung memiliki ukuran jari-jari 14 cm dan tinggi 28 cm. Tabung tersebut berisi
air setinggi 3/4 bagian

Andi memasukkan 6 buah bola besi yang masing-masing memiliki jari-jari 7 cm


hingga sebagian air tumpah dari tabung. Volume air yang tumpah dari dalam tabung
sebanyak….

Volume air yang tumpah dari tabung akan sama dengan jumlah volume 6 buah bola
dan air yang ada dalam tabung dikurangi dengan volume tabung.

V tumpah = 6 x Vbola + 3/4 Vtabung – Vtabung


= 6Vbola – 1/4 Vtabung

Sehingga:
12. Sebuah rumah dome memiliki ukuran seperti pada gambar berikut!

Jika jari-jari lingkaran dalam rumah 3,5 m dan tinggi dinding 3 m, tentukan volume
udara dalam rumah tersebut!

Bangunan rumah terdiri dari bentuk tabung dan setengah bola.


Tabung: r = 3,5 m, t = 3 m
Belahan bola: r = 3,5 m
Volume
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Kesimpulan dari isi makalah yaitu :

Bangun datar merupakan bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar,
yang dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Jenis bangun datar bermacam-macam, antara lain
persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, layang-layang, belah ketupat, dan
lingkaran.Bangun ruang adalah bangun matematika yang mempunyai isi ataupun volume.

Bagian-bagian bangun ruang :

1.      Sisi:  bidang pada bangun ruang yang membatasi antara bangun ruang dengan
ruangan di sekitarnya.

2.      Rusuk:  pertemuan dua sis yang berupa ruas garis pada bangun ruang.

3.      Titik sudut: titik hasil pertemuan rusuk yang berjumlah tiga atau lebih.

Jenis-jenis bangun ruang yang umum dikenal adalah:

1.      Balok

2.      Kubus

3.      Prisma

4.      Limas

5.      Kerucut

6.      Tabung dan

7.      Bola

B. SARAN

Sebagai calon pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami secara benar materi
yang akan diajarkan pada peserta didik. Materi bangun ruang ini dpat dipraktekan dengan
membuat bangun kubus ataupun balok menggunakan alat sederhana yang akan membuat peserta
didik memahami materi yang kita sampaikan.
DAFTAR PUSTAKA

1. http://anggihombing.blogspot.co.id/2015/01/bangun-ruang-sisi-datar-dan-lengkung.html

2. http://www.miftahsyarifuddin.com/2015/03/materi-matematika-kelas-viii-semester.html

3. https://rumushitung.com/2016/01/14/bangun-ruang-sisi-datar-smp-kelas-8/

Anda mungkin juga menyukai