0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
707 tayangan5 halaman

Injection Molding Rumus

Diunggah oleh

Hard Case
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
707 tayangan5 halaman

Injection Molding Rumus

Diunggah oleh

Hard Case
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
ILMU MANUFAKTUR Kapasitas Mesin & Parameter Injeksi Sebelum desain dilakukan, sangatlah penting untuk mengetahui atau merencanakan jenis mesin injeksi dan kapasitas mesin yang akan digunakan sebagai dasar menentukan dimensi cetakan. Paramet r mesin yang seringkali diperlukan dalam proses perancangan diantaranya adalah 1 PN Aanrw Pada yang Jarak minimal dan maksimal bukaan mesin untuk merancang ketinggian mould (Mould high) Jarak poros mesin (tie bar) untuk menentukan lebar mould yang dapat dipasang pada meja mesin Diameter lubang standard untuk dudukan ring penepat pada mould Kemampuan maksimum gaya clamping mesin Radius pada ujung nozzle . Sistem ejektor mesin Jarak lubang dan dimensi baut pengikat pada meja mesin Parameter injeksi standar yang dimiliki mesin dasarnya ketepatan pengaturan parameter injeksi akan menentukan kualitas produk dihasilkan, baik dari ketepatan dimensi, berat produk dan bentuk produk secara keseluruhan. Umumnya parameter injeksi tersebut dapat diatur mesin berdasarkan trial yang dilakukan, akan tetapi ada beberapa parameter tertentu yang harus dicapai terutama yang berhubungan dengan spesifikasi material plastik. Parameter injeksi yang berpengaruh diantaranya POWERED BY * Injection pressure Clamping pressure Injection speed Cooling time Holding time Temperatur Injeksi Temperatur injeksi adalah temperatur injeksi adalah temperatur leleh plastik saat di injeksikan kedalam cetakan melalui nozzle. Penentuannya ditentukan menurut zona temperatur pemanas pada barrel dan nozzle yang disesuaikan menurut spesifikasi jenis material yang telah ditetapkan industri pengolah material plastik Temperatur Leleh | Temperatur Dinding | TemperaturSentak Masa | Masa Material . - S Get (‘o) Keviti (°C) Rate-reta (°C) Jenis_|_Jenis ABS, 200-270, 50-80 60-100 ‘oes | 103 | 105 HOPE 200-300, 40-60) 60-100 0078 | 082 | 0,95 LOPE 170-245 20-60 50-90) oos7 | 079 | 0,92 PAS 225-275 60.95 70-110 0089 | 405 | 113 PAGO 260-300 60-50 0-140 9089 | 405 | Lia PTC 230-270 30-90 80-140 0.089 [105 | Lat PC 270-320 85-120 0-140 aaa [aaa | 120 Pinna 180-260, 10-80 70-110 ova | aaa | 118 POM 190-230, 40-120 50-150 0.059 [1430 | Lar pe 200-300, 20-100 60-100 0067 | 083 | 0,90 Ps 160-280, 10-80 69-100 9.085 | 101 | 105 PVC keras 150-280, 20-70 60-100 0073 [135 | 1.40 PVC lunak. 120-190 20.55 60-100 oo72 [323 | 128 SAN 200-270, 40-80) 60-110 0.085 | 105 | 108 Pada umumnya temperatur metarial plastik yang terjadi saat injeksi lebih rendah 10-20 derajat celcius dari temperatur pada nozzle mesin injeksi, Cavity Filling Time Filling time adalah waktu yang diperlukan untuk mengisi rongga cetak. Pada umumnya waktu ini diatur dari mesin injeksi saat trial untuk mendapatkan hasil produk yang optimal. Lamanya waktu injeksi berpengaruh terhadap cycle time pencetakan. Secara teoritis, waktu injeksi dapat dihitung dari persamaan berikut POWERED BY te — Ca t waktu injeksi (detik) Vv volume pengisian (cm?) Ca = kapasitas alir mesin (cm?/detik) Injection Pressure Injection pressure adalah besarnya tekana yang diperlukan untuk menginjeksikan cairan plastik kedalam cetakan. Besarnya tekanan maksimal ditentukan berdasarkan spesifikasi tiap_ jenis material plastik. Besarnya injection pressure material yang dibutuhkan untuk mengisi rongga cetak, sangat berpengaruh terhadap besarnya gaya cekarn mesin yang dibutuhkan untuk menahan kedua bagian mould pada saat pengisian dan pemadatan produk. Tekanan permukaan yang terjadi pada daerah parting line disebabkan oleh besarnya tekanan yang dibutuhkan saat pembentukan produk dalam rongga, yang besarnya proporsional terhadap luas proyeksi rongga isian, Pengaruh yang ditimbulkan dari tekanan yang terlalu besar pada daerah bukaan dapat mengakibatkan kebocoran dan menimbulkan flashing di sekeliling produk Clamping Force Clamping force adalah gaya yang dibutuhkan mesin untuk menahan kedua bagian cetakan agar tidak membuka pada saat pembentukan. Besarnya gaya pembentukan yang terjadi sangat dipengaruhi tekanan spesifik material, tebal dinding produk dan proyeksi isiian (produk + tunner + sprue + gate) dan posisi gate terhadap sisi terjauh aliran yang dicapai dalam pembentukan produk. Besarnya dapat dihitung dari persamaan berikut Tekanan isi spesifik: Psf = Fs x Lp (kg/cm?) Psf = Tekanan isi spesifik (kg/cm3) Fs = Faktor tebal dinding (kg/crn2) Lp = Panjang aliran dari gate sampai titik terjauh (cm) Gaya cekam cetak Fe = Psf x Aproj (ka.f) Fe = Gaya pembentukan (kg.f) Aproj = Luas proyeksi isian (cm2) Besarnya gaya cekam mesin (Fm = clamping force) harus lebih besar dari gaya cekam cetak (Fm > Fe) POWERED BY Injection speed adalah kecepatan alir material yang dibutuhkan untuk mengalirkan material kedalam rongga cetak. Besarnya sangat dipengaruhi putaran ulir transportir dan dibatasi oleh kapasitas alir mesin / injection rate mesin serta diameter ozzle mesin Ca wo 2 A v= kecepatan alir material (cm/detik) Ca = kapasitas alir mesin (cm?/detik) A = penampang nozzle (cm?) Waktu Pendinginan Waktu pendinginan adalah waktu yang diperlukan untuk mendinginkan produk setelah pengisian. Lamanya waktu pendinginan dihitung mulai dari solidifikasi sampai waktu membuka tk tw teu- _ waktu pendinginan produk waktu pendinginan waktu pemadatan Holding Time Holding time adalah waktu yang dibutuhkan untuk membentuk secar keseluruhan rongga cetak setelah terisi penuh, sampai tekana akhir selesai dilakukan membentuk produk. Lamanya waktu pemadatan akan berpengaruh terhadap shrinkage dan berat produk. Umumnya waktu pemadatan diatur dimesin berdasarkan penampilan produk optimal yang dihasilkan. Pemadatan yang terjadi dalam rongga cetak, terbentuk karena adanya tekanan tambahan (holding pressure] setelah pengisian. Penekanan saat pemadatan dilakukan secara bertahap, umumnya terdiri dari 4 tahap dengan perbedaan tekanan tiap tahap sebesar 5-10 bar. POWERED BY Feed hopper Heaters, 7 oe /— Stationary platen / /— Movable platon nda or serena / Feccrcaingseew / wad / J We1085 (4) Cumping — oe Nozzle \ etorand gears Newotum forscomromtion ve@ Co TE ER eA POWERED BY

Anda mungkin juga menyukai