Anda di halaman 1dari 37

KURIKULUM PENDIDIKAN KESETARAAN

PROGRAM PAKET C SETARA SMA


PKBM PEMUDA PELOPOR

PUSAT KEGIATAN BELAJAR


MASYARAKAT “PKBM PEMUDA PELOPOR”
NPSN : P99600644
Jl. Siliwangi Gg. Kopi RT 05/02, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi
e-mail : pkbm.pemudapeloporkotasukabumi@gmail.com
Telp/HP : 0857 2326 2812
DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………………………………………………. i


Kata Pengantar ………………………………………………………………. ii
Daftar Isi ………………………………………………………………. iii

BAB. I PENDAHULUAN ................................... 1


1.1 Latar Belakang ................................... 1
1.2 Landasan hukum ................................... 2
1.3 Tujuan Pendidikan Menengah ................................... 3
1.4 Visi, misi dan tujuan PKBM Pemuda Pelop ................................... 3
1.5 Pengertian ................................... 3

BAB.II KURIKULUM PKBM Pemuda Pelopor ...................................


2.1 Struktur Kurikulum ................................... 4
2.2.Struktur dan muatan kurikulum ................................... 5
2.2.1 Kurikulum ................................... 5
2.2.2 Proses pembelajaran ................................... 5
2.2.3 Metode pembelajaran ................................... 6
2.2.4 Pembelajaran dengan modul ................................... 7
2.2.5 Pendidik dan tenaga kependidikan ................................... 7
2.2.6 Peserta didik ................................... 8
2.2.7 Struktur program kurikulum ................................... 8
2.2.8 Muatan kurikulum ................................... 8
2.2.9 Ketuntasan belajar ................................... 8
2.2.10 Kreteria kelulusan dan kenaikan ................................... 9
kelas
2.3 Kalender Pendidikan ................................... 11
2.4 Silabus ................................... 11
BAB.III PENUTUP ................................... 12
LAMPIRAN ................................... 13
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Program Paket C adalah program Pendidikan 12 Tahun pada pendidikan nonformal
yang dapat diikuti oleh peserta didik yang ingin menyelesaikan pendidikan setara
SMA/MA lulusan Paket C berhak mendapat ijazah dan diakui setara SMA/MA kurikulum
Paket C dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral
untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap , kreatif , mandiri
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung
pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan
potensi , perkembangan kebutuhan , dan kepentingan peserta didik serta tuntutan
lingkungan, penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh
pemerintah untuk menjamin pencapain pendidikan nasional. Penyusunan KTSP
berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.
Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yag ada di
daerah dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis
maupun non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang
dilandasi oleh iman dan taqwa. PKBM Pemuda Pelopor terletak di Desa Sumber Baru
Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah yang berjarak kurang lebih 19.5
Km dari kota Kabupaten. Lembaga pendidikan tersebut berdiri tahun 2010. Saat ini jumlah
warga belajar Paket C berjumlah 30 peserta didik. PKBM ini memiliki 1 ruang kelas.
Tingkat kehidupan masyarakat sekitar pada umumnya menengah ke bawah , dengan mata
pencaharian bertani dan berladang. Masyarakat lingkungan sangat berpotensi dalam
bidang Pertanian dan Perdagangan , Keagamaan dan Olahraga.

1.2 LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang


Sistem Pendidikan Naisonal dan PeraturanPemerintah Repubilk Indonesia Nomor 19
Tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Setandar Nasional Pendidikan mengamanatkan
kurikulm pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan
pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan
yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu,
Penyusunan

1
2. KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU
20/2003 dan PP 19/2005.

3. Panduan yang disusun BSNP terdiri dari atas dua bagian.Pertama, Panduan Umum
yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat di terapkan pada
satuan pendidikan dengan mengacu pada standar Kompetensi dan Kompetensi dasar
yang terdapat dalam SI dan SKL temasuk dalam ketentuan umum adalah adalah
penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta perinsip dan
langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP.Kedua, model KTSP
sebagaisalah satu contoh hasil ahir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI
dan SKL dengan berpedoman pada panduan Umum yang di kembangkan BSNP.
Sebagai model KTSP.

4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional.Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat
(19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal
36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).

5. Peraturan Pemerintah Repubilk Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar


Nasional Pendidikan.
Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13),
(14), (15) : Pasal 5 ayat (1), (2): Pasal 6 ayat (6): Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6),
(7), (8) : Pasal 8 ayat (1), (2), (3): Pasal 10 ayat (1), (2), (3): Pasal 11 ayat (1), (2), (3),
(4): Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4): Pasal 14 ayat (1), (2), (3): Pasal 16 ayat (1), (2), (3),
(4), (5): Pasal 17 ayat (1), (2): Pasal 18 ayat (1), (2), (3): Pasal 20.

6. Standar Isi
SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi
lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah :
kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang
pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun
2006.

7. Standar Kompetensi Lulusan


SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan
dan ketrampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No.23 Tahun
2006.

1.3 TUJUAN PENDIDIKAN MENENGAH

2
Tujuan pendidikan menengah adalah meletakan dasar kecerdasan pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.

1.4 VISI MISI DAN TUJUAN PKBM Pemuda


Pelopor Visi :
Terwujidnya Pelayanan Pendidikan Masyarakat Dalam Upaya Menciptakan Masyarakat
Yang Berkhualitas dan Dapat Menciptakan Lapangan Kerja Baru dan Mandiri

Misi :
Meningkatkan Keterampilan Masyarakat, Memotivasi Masyarakat dan Menyadarkan
Pentingnya Pendidikan Serta Mengembangkan Potensi Daerah Untuk Program Unggulan
Bagi PKBM Pemuda Pelopor dan Pemerintah

Tujuan PKBM Pemuda Pelopor


1. Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi
Masyarakat/Warga Belajar
2. Mengarahkan Masyarakat/Warga Belajar Dalam Upaya Mengembangkan Potensi
Diri/Keterampilan Demi Terciptanya Suatu Lapangan Kerja atau Usaha Yang
Mandiri Bagi Masyarakat/ Warga Belajar.

1.5 PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di
masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan
pendidikan,struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan,
dan silabus.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

3
BAB II
KURIKULUM PAKET C

2.1 Struktur Kurikulum


Struktur Kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran harus ditempuh
oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.Kedalaman muatan kurikulum pada setiap
mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus
dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar.Kompetensi yang dimaksud terdiri atas
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar isi dan
standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan
bagian integral dari struktur kurikulum Paket C.
Struktur Kurikulum Paket C meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam
satu jenjang pendidikan selama tiga ( 3 ) tahun mulai kelas X sampai kelas XII dan terdiri
atas sejumlah mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan Paket C PKBM Pemuda
Pelopor meliputi :
Struktur Kurikulum Paket C (Program IPS)
Bobot Satuan Kredit Kompetensi (SKK)
Mata Pelajaran Tingkatan 5 / Tingkatan 6 /
Derajat Mahir Derajat Mahir 2 Jumlah
1 Setara Kelas Setara Kelas XI-
X XII
1. Pendidikan Agama 2 4 6
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 4 6
3. Bahasa Indonesia 4 8 12
4. Bahasa Inggris 4 8 12
5. Matematika 4 8 12
6. Sejarah 1 3 4
7.. Geografi 1 7 8
8. Ekonomi 2 8 10
9. Sosiologi 2 8 10
10. Seni Budaya 2 4 6
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga 2 4 6
dan Kesehatan
12. Keterampilan Fungsional*) 4*) 8*) 12*)
**) **) **)
13. Muatan Lokal 2 4 6**)
14. Pengembangan Kepribadian 2 4 6
Profesional
Jumlah 40 82 122
Keterangan:
*)
Pilihan mata pelajaran
**)
Substansinya dapat menjadi bagian dari mata pelajaran yang ada, baik mata pelajaran wajib
maupun pilihan. SKK untuk subtansi muatan lokal termasuk ke dalam SKK mata pelajaran
yang dimuati.

4
2.2 Struktur Dan Muatan Kurikulum

2.2.1 Kurikulum
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PKBM Pemuda Pelopordisusun secara induktif,
terpadu dan berbasis keckapan hidup, serta sesuai dengan kontek lokal dan global.
Penysusunan struktur kurikulum mengacu pada standar nasional Pendidikan dan
karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan peserta didik. Muatan
kurikulum PKBM Pemuda Pelopormengacu pada standar nasional pendidikan yang
meliputi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
Kedalaman muatan kurikulum disajikan per tingkat pencapain kompetensi, muatan
kurikulum disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global
serta memperhatikan karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan peserta
didik. Pengaturan beban belajar diatur dengan menggunakan dua sistem jam belajar
a. Pertemuan sistem tatap muka (Reguler) , dan
b. Sistem Satuan Kredit Kesetaraan (SKK),
Kedua model pengaturan beban belajar dilakukan agar lebih cocok dengan ciri
pendidikan kesetaraan yang menekankan program pembelajaran secara mandiri dan
moduler, serta dapat dipilh sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan peserta didik.

2.2.2 Proses Pembelajaran


Proses pembelajaran PKBM Pemuda Pelopormenggunakan pendekatan induktif, terpadu,
parsipatif (andragogis) , konstruktif, dan lingkungan.
1 Induktif : adalah pendekatan yang membangun pengetahuan melalui
kejadian atau fenomena empirik dengan menekankan pada belajar
pada pengalaman langsung.
2 Terpadu : adalah suatu pendekatan yang menumbuhkan pengakuan bahwa
setiap peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif
mencari , menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara
holistik dan otentik (depdikbud, 1996;3). Pembelajaran ini
merupakan model yang mencoba memadukan beberapa pokok
bahasan (Beane ;615).

3 Konstruktif : adalah pendekatan yang menumbuhkan pengakuan bahwa setiap


peserta didik mempunyai pandangan sendiri terhadap “dunia” dan
alam sekitarnya berdasarkan pengalaman individu dalam menghadapi
dan menyelesaikan situasi yang tidak tentu. Pembelajaran konstruktif
dilaksanakan melalui pandangan individual peserta didik untuk
membangun makana
4 Partisipatif : adalah pendekatan yang membantu menumbuhkan kerjasama dalam
andragogis menemukan dan menggunakan hasil temuannya yang berkaitan
dengan lingkungan sosial, situasi pendidikan yang dapat merangsang

5
pertumbuhan dan kesehatan individu maupun masyarakat
5 Berbasis : adalah pendekatan yang meningkatkan relevansi dan kebermanfaatan
Lingkungan pembelajaran bagi peserta didik sesuai potensi dan kebutuhan lokal

2.2.3 Metode Pembelajaran


Dengan tetap memperhatikan aspek psikologi dan sosial kelompok masyarakat yang
berbeda-beda, dan berdasarkan pendekatan –pendekatan tersebut di atas secara garis besar
proses pembelajaran dilakukan melalui beberapa metode berikut:
a. Metode Kooperatif; menggalakan peserta didik yang mempunyai berbagai kebolehan
berinteraksi dan bekerja sama untuk menguasai sesuatu konsep atau kerampilan bukan
saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk rekan-rekan yang lain, serta memotivasi
semua peserta didik
b. Metode Interaktif ; suatu kaidah yang melibatkan interaksi antara tutor dan peserta
didik , atau peserta didik dengan lingkungannya
c. Metode Eksperimen; proses pembelajaran dengan menjalankan kajian atau
penyiasatan tentang suatu fenomena yang berlaku dalam alam sekitar .
d. Tutorial ;tenaga kependidikan menerangkan elajaran secara interaktif
dengan membuka peluang kepada peserta didik untuk bertanya.
e. Diskusi;tenaga kependidikan menugaskan peserta didik untuk mendiskusikan, isu
tertentu yang berkaitan dengan tema pelajaran dan dalam waktu yang sama tenaga
kependidikan membimbing dan memberikan kata putus.
f. Penugasan ;tenaga kependidikan memberikan tugas kepada peserta didik, baik secara
individual maupun kelompok , tugas –tugas berkaitan dengan pelajaran
g. Praktek;tenaga kependidikan menerangkan dan memberikan contoh tentang cara-cara
membuat keterampilan tertentu kemudian diikuti dan diterapkan peserta didik.
h. Belajar mandiri; proses belajar di luar jam pelajaran formal di mana peserta didik
mempelajari pelajaran atau mempraktekan suatu keterampilan dengan bantuan kawan
ataupun orang lain
i. Demonstrasi;proses belajar dengan mengunakan peragaan
j. Observasi;proses belajar dengan memperhatikan dan menganalisa objek pembelajaran
k. Simulasi;proses belajar dengan bermain peran atau menggunakan alat peraga /bukan
alat sesungguhnya
l. Studi kasus;proses belajar untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
Selain mengunakan metode-metode di atas, untuk sasaran yang beragam diperlukan
juga beberapa metode yang lebih sesuai yang lebih realistik (berdasarkan pengalaman
di lapangan) , kemitraan , interaktif , eksploratif (terhadap potensi) , pemberian sangsi,
dan metode-metode lain yang dapat memberikan suasana kondusif secara psikologis ,
dan yang dapat memberi motivasi

2.2.4 Pembelajaran Dengan Modul

6
Pembelajaran dengan modul adalah satu pendekatan pembelajaran madiri yang
berfokuskan penguasaan kompetensi dari bahan kajian yang dipelajari peserta didik
dengan waktu tertentu sesuai dengan potensi dan kondisinya. Fungsi pembelajaran modul
adalah untuk memastikan semua peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan
dalam suatu materi ajar sebelum pindah ke materi ajar selanjutnya melalui pembelajaran
mandiri. Sementara tujuan pembelajaran modul adalah untuk mengurangi keragaman
kecepatan belajar dari peserta didik agar mencapai suatu tingkat pencapaian kompetensi
tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah disusun secara sistematis dan
terstruktur pembelajarn modul bermanfaat untuk:
1. Meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap muka secara teratur
karena kondisi geografis , sosial ekonomi, dan situasi masyarakat.
2. Menentukan dan menetapkan waktu belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan belajar peserta didik.
3. Secara tegas mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik secara bertahap melalui
kriteria yang telah ditetapkan dalam modul.
4. Mengetahui kelemahan dan kompetensi yang belum dicapai peserta didik berdasarkan
kriteria yang ditetapkan dalam modul sehingga tutor dapat memutuskan dan
membantu peserta didik untuk memperbaiki belajarnya dan melakukan pengulangan.

2.2.5 Pendidik dan Tenaga Kependidikan


1. Pendidik pada PKBM Pemuda Pelopor memiliki :
a. Kompetensi profesional yang berupa penguasaan materi pembelajaran, pedagogik
dan andragogik (mengelola pembelajaran nonformal) dan pengalaman mengajar
dalam bidang pendidikan nonformal.
b. Memiliki kompetensi personal yang berupa kepribadian yang menjadi teladan,
berakhlak mulia , sabar dan disiplin.
c. Memiliki kompetensi sosial dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif.

2. Kualifikasi Akademik
Syarat kualifikasi akademik yang dimiliki pendidik PKBM Pemuda Pelopor adalah
sebagai berikut
a. Pedidikan rata-rata S 1/ Diploma IV
b. Guru SD/MI untuk paket A, guru SMP/MTs untuk paket B, guru SMA/MA/SMK
untuk paket C
c. Tenaga lapangan Dikmas untuk latar belakang jurusan pendidikan yang sesuai
dengan mata pelajaran.
d. Narasumber teknis (NST), PKBM Pemuda Peloporberencana mendatangkan
instruktur khusus seni manik-manik berkordinasi dangan kasi Dikmas dan Penilik
Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah

2.2.6 Peserta Didik

7
1. Peserta didik Paket C Setara SMA/MA/SMK adalah warga masyarakat yang :
a. Lulus Paket B/SMP/MTs
b. Belum menempuh pendidikan SMA/MA/SMK dengan prioritas kelompok usia 18
tahun keatas
c. Putus SMA/MA/SMK
d. Tidak menempuh sekolah formal setara SMA/MA/ SMK karena pilihan sendiri,
e. Kebanyakan tidak dapat bersekolah karena berbagai faktor (potensi, waktu,
geografi, ekonomi , sosial, dan hukum dan keyakinan) yang terbesar umumnya
drop out karena terjadi konflik.

2. Penerimaan Warga Belajar


PKBM Pemuda Pelopormenerima warga belajar dengan cara :
a. Verifikasi hasil pendidikan terakhir yang diperoleh (dibuktikan dengan raport dan/
atau ijazah).
b. Seleksi melalui wawancara atau tes tertulis yang dilakukan oleh tutor atau petugas
yang ditunjuk oleh penyelenggara.
c. Apabila syarat pertama dapat dibuktikan secar sah, maka peserta didik dapat
langsung ditempatkan.
d. Tes penerimaan digunakan untuk menentukan kelas sesuai dengan kemampuan
yang tidak dapat dibuktikan syarat pada (a) dan (b).

2.2.7 Struktur Program Kurikulum


Penyusunan struktur kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan dan
memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global serta memperhatikan
karakteristik daerah , ciri khas pendidikan Kesetaraan , dan peserta didik .

2.2.8 Muatan Kurikulum


Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan PKBM Pemuda Pelopordisusun dengan
memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun global serta memperhatikan
karakteristik daerah, ciri khas pendidikan Kesetaraan,dan peserta didik. Serta mengacu
pada standar nasional pendidikan yang meliputi lima kelompok mata pelajaran , yaitu;
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

2.2.9 Ketuntasan Belajar


Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi
menengah berkisar antara 0 – 100%. Kriteria ketuntasan untuk masing kompetensi dasar
minimal 65% dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta
8
kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggeraan pembelajaran. Peningkatan
kriteria ketuntasan belajar dilakukan secara terus menerus untuk mencapai kriteria
ketuntasan ideal. Kriteria seiap mata pelajaran ditetapkan secara berbeda-beda, akan tetapi
harus lebih atau sama dengan kriteria minimal.

2.2.10 Kriteria Kelulusan dan kenaikan Kelas


1) Sesuai dengan ketentuan PP. 19/2005 Pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus
dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah :
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia , kelompok kewarganegaraan
dan kepribadian , kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata
pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c. Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah
Mengikuti ujian seluruh mata pelajaran yang diujikan memiliki rata-rata nilai
6,00. Berkepribadian dan berakhlak mulia, kehadiran 75 %, kecuali sakit dengan
keterangan dokter /surat dari Orang tua warga belajar.
2) Kriteria kenaikan kelas
a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun
b. Warga belajar dinyatakan naik kelas apabila yang bersangkutan telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, kompetensi Dasar (KD) , dan
Standar Kometensi (SK) pada semua mata pelajaran . 1 jam pembelajaran untuk
setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan
peserta didik dalam mencapai kompetensi . Alokasi waktu untuk praktik , dua
jam kegiatan praktuk di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam
praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
3) Kegiatan kecakapan Hidup yang diselenggarakan di PKBM Pemuda Pelopor desa
Sumber Baru Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah meliputi :
a. Kecakapan pribadi : kesadaran bahwa pada diri seseorang memiliki kelebihan dan
kekurangan , contoh ;
- Menghormati diri sendiri
- Menghormati orang yang lebih tua
- Mendisiplinkan diri dalam pergaulan yang berbeda etnis
- Memilih teman yang baik dari semua etnis
b. Kecakapan sosial : kesadaran bahwa seseorang merupakan bagian dari makhluk
sosial, contoh :
- Mampu berkomunikasi dengan orang lain berbagai etnis lain
- Menghargai pendpat orang lain dari berbagai etnis lain

9
- Dapat bersosialisasi dengan berbagai etnis, agama mampu bekerja sama dengan
berbagai etnis.
c. Kecakapan akademik ; kesadaran bahwa seseorang memliki kecakapan akademik,
contoh :
- Mampu bersaing dibidang akademik secara optimal.
- Mampu meningkatkan prestasi

10
KALENDER PENDIDIKAN
PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C PKBM Pemuda
Pelopor TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019

2.3 Penetapan Kalender Pendidikan


Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program Kesetaraan di PKBM
Pemuda Pelopor menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan
pembelajaran selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran,
minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu
belajar di Paket B PKBM Pemuda Pelopor mengacu kepada Standar Isi dan
disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik Kelompok belajar, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
Kalender pendidikan Paket B yang ditetapkan oleh PKBM Pemuda Pelopor meliputi
sebagai berikut :
- Permulaan tahun pelajaran 2018 adalah bulan Juli 2019.
- Hari libur Kejar ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional,
dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan,
Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara
pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
- Waktu libur yaitu libur antara satuan waktu pencapaian kompetensi (libur
semester), libur akhir tahun pelajaran, hari libur nasional.

2.4 Silabus
Silabus Paket C ini terdiri dari standar komptensi dan kompetensi dasar setiap mata
pelajaran. Dari Silabus ini setiap mata pelajaran dikembangkan oleh Tutor-Tutor mata
pelajaran sejenis. Silabus tersebut memuat standar kompetensi, Kompetensi dasar, materi
pokok, kegiatan pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar
( silabus terlampir )

11
LAMPIRAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Kelas / Semester : X/I
Standar Kompetensi :
Mendengarkan : 1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara
langsung /tidak langsung

Kompetensi Dasar : 1.1 Menanggapi siaran atau informasi dari media


elektronik (berita dan nonberita)

Indikator Keberhasilan : 1. Menuliskan isi siaran radio/ televisi da-lam beberapa


kalimat dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.
2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis
secara runtut dan jelas
3.Mengajukan pertanyaan/ tanggapan
berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui,
menolak, menambahkan pendapat
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (1 Pertemuan)
Tujuan Pembelajaran :
Warga belajar dapat:
1. Menuliskan isi siaran radio/ televisi dengan topik tertentu da-lam beberapa kalimat
dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.
2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas.
3. Mengajukan pertanyaan/ tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui,
menolak, menambahkan pendapat.
4. Menanggapi berita dengan menggunakan alasan dan bahasa yang rasional dan logis.
Materi Pokok/Pembelajaran : Siaran (langsung) dari radio/ televisi, teks yang
dibacakan, atau rekaman berita/ nonberita
 Pokok-pokok isi berita
 penangapan isi berita

13
SILABUS

Nama Lembaga : PKBM Pemuda Pelopor


Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Kelas/ Program : I / Paket C Setara SMA
Semester I
Standar Kompetensi : 1. Memahami Siaran Atau Cerita yang Disampaikan Secara langsung/tidak Langsung

Alokasi waktu Sumber


Kegiatan
Kompetensi Dasar Indikator Materi pokok Penilaian (menit) Belajar /
pembelajaran
TM TR M Alat
1. menuliskan isi Siaran (langsung)  Mendengarkan berita Jenis Tagihan: - - 2 Modul
1.1 menanggapi siaran siaran radi televise dari radio/ tentang  tugas individu Radio
atau informasi dari dalam beberapa televisi, bencana alam ( Misal:  tugas kelompok Televisi
media elektronik kalimat dengan teks yang Gunung Merapi  ulangan Rekaman
(berita dan non berita) urutan yang runtut dibacakan, Yogyakarta, Bentuk Instrumen: Kaset
dan mudah atau rekaman gempa dan tsunami  performansi
dipahami. berita/ Acaeh)*  format
2. menyampaikan nonberita  Menuliskan isi berita pengamatan
secara lisan isi  Pokok-pokok isi dalam beberapa kalimat  uraian bebas
berita yang telah berita  Menyampaikan secara  pilihan ganda
ditulis secara runtut  Menanggapi lisan isi berita  isian singkat
dan jelas. isi Berita  Mendiskusikan isi
3. mengajukan berita yang Disampaikan
pertanyaan/
tanggapan

1
berdasarkan

1
informasi yang
didengar
(menyetujui,
menolak,
menabhakan  Teks berita,
1.2 mendidentifikasi pertanyaan) artikel, 2 - Modul
unsure sastra 1. mencatat masalah dari buku yang berisi 1. Mencari artikel, atau buku Jenis Tagihan:
(intrinsic dan berbagai sumber. informasi aktual tentang lingkungan daerah  praktik
ektrinsik) suatu 2. menanggapi masalah (misalnya, (misalnya, AIDS/HIV, SARS,  tugas kelompok
cerita yang dalam artikel berita, AIDS/HIV, SARS, atau bencana alam yang terkait Bentuk Instrumen:
disampaikan artikel dan buku. bencana alam) dengan daerah setempat)*  format
secara langsung/ 3. mangajukan saran dan  Masalah dalam  Membaca berita, artikel pengamatan
pemecahan masalah yang berita atau
melalui rekaman
disampaikan .  Daftar kata sulit buku.
4. mendaftar kata-kata sulit dan maknanya  Mengidentifikasi masalah
dalam teks bacaan dan dalam artikel
membahasnya.

1
RRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

Mata Pelajaran : Ekonomi


Kelas /Semester :X Paket C / l

Standar Kompetensi : 1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan


kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi

Kompetensi Dasar : 1.1 Mengidentifikasi kebutuhan manusia.

Indikator Keberhasilan : 1. Mendeskripsikan pengertian kebutuhan.


` 2. Mendeskripsikan jenis-jenis kebutuhan.
3. Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan.
4. Mengidentifikasi pengertian benda pemuas kebutuhan.
5. Mendeskripsikan macam-macam benda pemuas kebutuhan.
6. Mendeskripsikan kegunaan benda pemuas kebutuhan.

Alokasi Waktu : 1 x 45 menit(TM)

Tujuan Pembelajaran :
a) Warga Belajar dapat mendeskripsikan pengertian kebutuhan.
b) Warga Belajar dapat mendeskripsikan jenis-jenis kebutuhan.
c) Warga Belajar dapat mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi kebutuhan.
d) Warga Belajar dapat mengidentifikasi pengertian benda pemuas kebutuhan.
e) Warga Belajar dapat mendeskripsikan macam-macam benda pemuas kebutuhan.
f) Warga Belajar dapat mendeskripsikan kegunaan benda pemuas kebutuhan.

Materi Pokok Pembelajaran: Kebutuhan manusia


No. Langkah kegiatan pembelajaran Waktu Metode Alat Bantu
(menit) pembelajar Pembelajaran
an
1 A.Kegiatan Awal :
a. Apersepsi 5 Diskusi Buku teks,
Tutor mengingatkan dan mengembangkan pengetahuan Warga Belajar kelompok proyektor,
tentang kebutuhan Warga Belajar sendiri dan pengertian kebutuhan spidol
pada umumnya. Kemudian Tutor mempersilakan Warga Belajar
memasuki ruang audio visual untuk melihat tayangan yang
berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan atau melakukan
kunjungan ke pasar di daerah sekitar. Selama kegiatan tersebut, Tutor
menghimbau Warga Belajar untuk mencatat hal-hal yang penting.

b. Motivasi 5
Pemenuhan kebutuhan adalah salah satu kegiatan ekonomi yang
sangat mendasar. Pada pemenuhan kebutuhan, terlihat sikap
seseorang dalam perencanaan perjalanan hidupnya.

17
SILABUS

Nama Sekolah : PKBM Pemuda Pelopor


Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Program : X/Paket C
Semester 1
Kompetensi : 1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan, dan sistem ekonomi.
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

Alokasi Waktu
(menit) Sumber/
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Bahan/ Alat
TM TR M
Mengidentifikasi Pengertian kebutuhan Mencari informasi tentang Mendeskripsikan Jenis 1 2 3 Modul
kebutuhan manusia Macam-macam pengertian kebutuhan manusia pengertian kebutuhan. tagihan: Ekonomi dan
kebutuhan melalui berbagai macam sumber. Mendeskripsikan jenis- kuis dan sumber lain
Hal-hal yang Mengidentifikasi bermacam- jenis kebutuhan. pertanyaan yang relevan
mempengaruhi macam kebutuhan manusia di Mengidentifikasi hal-hal lisan
kebutuhan daerah setempat. yang memengaruhi melalui Uji
Pengertian benda Mendiskusikan kebutuhan kebutuhan. Penguasaan
pemuas kebutuhan manusia di daerah setempat Mengidentifikasi Materi,
Macam-macam benda yang paling dominan. pengertian benda pemuas tugas
pemuas kebutuhan Mengklasifikasi jenis kebutuhan kebutuhan. individu
Kegunaan benda berdasarkan tingkatannya. Mendeskripsikan macam- dan
pemuas kebutuhan macam benda pemuas kelompok
kebutuhan. (diskusi).
Mendeskripsikan Bentuk
kegunaan benda pemuas tagihan:
kebutuhan. pilihan
ganda,
uraian

1
obyektif,
Menggali informasi tentang uraian
kelangkaan. bebas, skala
Mendeskripsikan Pengertian kelangkaan Mendiskusikan faktor penyebab Mendeskripsikan sikap
berbagai sumber Penyebab kelangkaan kelangkaan di daerah setempat pengertian kelangkaan.
ekonomi yang langka Penentuan alokasi dan sekitarnya. Mengidentifikasi faktor- 2 2 2
dan kebutuhan sumber daya ekonomi Mengidentifikasi berbagai faktor penyebab
manusia yang tidak Sikap rasional dalam sumber ekonomi yang langka kelangkaan.
terbatas memenuhi kebutuhan dan kebutuhan manusia yang Mengidentifikasi
tidak terbatas melalui studi pengalokasian sumber
pustaka di daerah setempat dan daya yang mendatangkan
sekitarnya. manfaat bagi rakyat
Bersikap rasional dalam banyak.
menyikapi berbagai pilihan Bersikap rasional dalam
kebutuhan. menyikapi berbagai
pilihan.

Mengidentifikasi barang-barang
Mengidentifikasi apa, bagaimana cara
masalah pokok Barang apa yang akan memproduksi, dan untuk siapa Mendeskripsikan barang
ekonomi, yaitu diproduksi dan memproduksi melalui diskusi apa yang diproduksi.
tentang apa, berapa jumlahnya. kelompok dan studi Mendeskripsikan 2 1 3
bagaimana dan untuk Bagaimana cara kepustakaan. bagaimana cara
siapa barang memproduksi barang. memproduksi barang.
diproduksi Untuk siapa barang Mendeskripsikan untuk
tersebut diproduksi. siapa barang diproduksi.

Mengidentifikasi Mengkaji referensi tentang Membedakan biaya


hilangnya permasalahan ekonomi untuk sehari-hari dengan biaya
kesempatan pada Pengertian biaya sehari- menemukan konsep biaya peluang
tenaga kerja bila hari dan biaya peluang peluang. Menggambar kurva

2
melakukan produksi Kurva kemungkinan Bertanya jawab tentang kemungkinan produksi 1 1 4
di bidang lain. produksi perbedaan biaya sehari-hari dan
biaya peluang.
Mendiskusikan contoh-contoh
biaya peluang.
Menggambar kurva
kemungkinan produksi.

Mengidentifikasi
sistem ekonomi untuk Mengkaji referensi tentang Mendeskripsikan
memecahkan masalah Pengertian sistem sistem ekonomi. pengertian sistem
ekonomi. ekonomi Mengidentifikasi sistem ekonomi.
Sistem ekonomi ekonomi yang ada dan cara Mendeskripsikan ciri-ciri,
tradisional memecahkan masalah ekonomi kebaikan dan keburukan - 2 4
Sistem ekonomi pasar melalui diskusi kelompok dan sistem ekonomi
Sistem ekonomi studi kepustakaan. tradisional.
komando Mendeskripsikan ciri-ciri,
Sistem ekonomi kebaikan dan keburukan
campuran sistem ekonomi pasar.
Mendeskripsikan ciri-ciri,
kebaikan dan keburukan
sistem ekonomi komando.
Mendeskripsikan ciri-ciri,
kebaikan dan keburukan
sistem ekonomi
campuran.

2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris


Kelas / Semester : X/I
Standar Kompetensi : 1. Mendengarkan : Memahami makna dalam percakapan
transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari
5. Berbicara : Mengungkapkan makna dalam percakapan
transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar : 1.1 Merespon makna yang terdapat dalam percakapan
transaksional (to get things done) dan interpersonal
(bersosialisasi) resmi dan
tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana
secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan
sehari-
hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan,
bertemu/berpisah, menyetujui ajakan/tawaran/ undangan,
menerima janji, dan
membatalkan janji
5.1. Mengungkapkan makna yang terdapat dalam percakapan
transaksional (to get things done) dan interpersonal
(bersosialisasi)
resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan
sederhana secara akurat, lancar dan berterima dalam
konteks kehidupan sehari- hari dan melibatkan tindak tutur:
berkenalan, bertemu/berpisah, menyetujui
ajakan/tawaran/ undangan, menerima janji, dan
membatalkan janji
Indikator Keberhasilan : 1. Mengidentifikasi makna tindak tutur berkenalan
2. Merespon tindak tutur berkenalan
3. Menggunakan tindak tutut berkenalan
4. Mengidentifikasi makna tindak tutur bertemu/berpisah
5. Merespon makna tindak tutur bertemu/berpisah

2
6. Menggunakan makna tindak tutur bertemu/berpisah
7. Mengidentifikasi makna tindak tutur menyetujui
tawaran/undangan/ ajakan
8. Merespon makna tindak tutur menyetujui
tawaran/undangan/ ajakan
9. Menggunakan makna tindak tutur menyetujui
tawaran/undangan/ ajakan

Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit (1 Pertemuan)


Tujuan Pembelajaran : 1. Peserta didik dapat mengidentifikasi makna tindak tutur
berkenalan
2. Peserta didik dapat merespon tindak tutur berkenalan
3. Peserta didik dapat menggunakan tindak tutut berkenalan
4. Peserta didik dapat mengidentifikasi makna tindak tutur
bertemu/berpisah
5. Peserta didik dapat merespon makna tindak tutur
bertemu/berpisah
6. Peserta didik dapat menggunakan makna tindak tutur
bertemu/berpisah
7. Peserta didik dapat mengidentifikasi makna tindak tutur
menyetujui tawaran/undangan/ ajakan
8. Peserta didik dapat merespon makna tindak tutur menyetujui
tawaran/undangan/ ajakan
9. Peserta didik dapat menggunakan makna tindak tutur
menyetujui tawaran/undangan/ ajakan

Materi Pokok/Pembelajaran : 1. berkenalan


Mis. A : Hi, hot day, isn’t it ?
B : Yeah, really
2. bertemu/berpisah
mis. A : Where have you been ?
B : I’ve been to Bali for some months.
A: Pleased to meet you!
2
B: Pleased to meet you too!

3. menyetujui ajakan/tawaran/ undangan


mis. A: Come to my party.
B: Thanks for the invitation

N Waktu Metode Alat Bantu


Langkah Kegiatan Pembelajaran
o (menit) Pembelajaran Pembelajaran

1 A. Kegiatan Awal 5’ Ceramah,


1. Mengucapkan salam
2. Mengabsen Peserta didik
3. Memotivasi Peserta didik

2 B. Kegiatan Inti
1. Peserta didik mendengarkan guru membacakan 3’ Ceramah
dialogue tentang perkenalan
2. Peserta didik mencatat ekspresi berkenalan 3’
3. Peserta didik mempraktekkan ekspresi berkenalan ke
depan kelas (minimal 2 performans) 5’
4. Peserta didik mendengarkan guru membacakan 3’
dialogue tentang bertemu dan berpisah
3’ Kamus
5. Peserta didik mencatat ekspresi bertemu dan berpisah
6. Peserta didik mempraktekkan ekspresi bertemu dan 10’ Inggris –
berpisah ke depan kelas (minimal 2 performans) Indonesi
7. Peserta didik mendengarkan guru membacakan 3’
Indonesia -
dialogue tentang menyetujui
tawaran/undangan/ajakan 3’ Inggris
8. Peserta didik mencatat ekspresi menyetujui 10’
tawaran/undangan/ajakan
9. Peserta didik mempraktekkan ekspresi menyetujui 30’
tawaran/undangan/ajakan ke depan kelas (minimal 2
performans)
10. Peserta didik membuat dialogue yang berisi ekspresi
berkenalan, bertemu, berpisah, menyetujui tawaran,
undangan, dan ajakan.
3 C. Kegiatan Penutup 12’
Siswa menampilkan dialogue yang mereka buat.

D. Sumber Belajar

2
SILABUS BAHASA INGGRIS
Nama Sekolah : PKBM GEMA KOTA TASIKMALAYA
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas X
Semester 1
Standar Kompetensi : Mendengarkan : Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari
Berbicara : Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari- hari.
Alokasi Waktu (Menit) Sumber/ Bahan/
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
TM TR M Alat
1 Merespon makna yang terdapat
dalam percakapan transaksional (to berkenalan, bertemu/berpisah Mendengarkan percakapan Mengidentifikasi makna tindak Quiz (2 X 45’)
get things done) dan interpersonal A: Pleased to meet you! interpersonal/transaksional tutur berkenalan Ulangan Modul Bahasa
(bersosialisasi) resmi dan tak resmi : Pleased to meet you too! melalui tape secara klasikal Merespon tindak tutur berkenalan tertulis
Inggris Program
yang menggunakan ragam bahasa menyetujui ajakan/tawaran/ Mendiskusikan berbagai tindak Mengidentifikasi makna tindak Tugas
lisan sederhana secara akurat, lancar undangan tutur lain yang dapat digunakan tutur menyetujui Belajar Paket C
dan berterima dalam konteks A: Come to my party. dalam percakapan yang tawaran/undangan/ ajakan Setara SMA
kehidupan sehari-hari dan hanks for the invitation didengar secara berpasangan. Merespon tindak tutur
Pengarang : Susi
melibatkan tindak tutur: berkenalan, menerima janji Mendiskusikan respon yang menyetujui tawaran/undangan/
bertemu/berpisah, menyetujui A: I’ll get you the book. diberikan terhadap tindak tutur ajakan Mustikasari, M.Pd
ajakan/tawaran/ undangan, B: It’s very kind of you. yang didengar secara Mengidentifikasi makna tindak Penerbit : Arya
menerima janji, dan membatalkan membatalkan janji berkelompok tutur menerima janji Duta
janji A: I’m sorry I can’t make it. Bermain peran secara Merespon tindak tutur menerima
: That’s OK. We’ll do it some other berpasangan janji
time. Mengidentifikasi makna tindak
tutur membatalkan janji
Mengungkapkan makna dalam Merespon tindak tutur
percakapan transaksional (to get membatalkan janji
things done) dan interpersonal
(bersosialisasi) resmi dan tak resmi Melakukan tourist hunting dan Menggunakan tindak tutur
secara akurat, lancar dan berterima merekam percakapannya* berkenalan
dengan menggunakan ragam bahasa Melakukan percakapan Performans
lisan sederhana dalam konteks interpersonal
kehidupan sehari-hari dan
melibatkan tindak tutur: berkenalan,
bertemu/berpisah

26
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas / Semester : X/I
Standar Kompetensi : : 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat,
akar, dan logaritma
Kompetensi dasar : 1.1 Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma.
Indikator : Menyederhanakan bentuk suatu bilangan berpangkat.
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit
Pertemuan Ke : I
Materi pokok : Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma.
- Sifat - sifat bila-ngan berpangkat dengan pangkat bulat positif, pangkat
bulat negatif, dan nol.

Waktu Metode Alat Bantu


No Langkah Kegiatan Pembelajaran
(menit) Pembelajaran Pembelajan

1 A. Kegiatan Awal 10 menit Tatap Muka Alat:


1. Mengucapkan Salam - Spidol
2. Mengabsen Siswa
- White board
3. Motivasi siswa
- Penghapus

2 B. Kegiatan inti 70 Menit


 Memberikan contoh bentuk perkalian berulang.
 Menyimak pemahaman dan pendeskripsian tentang bilangan berpangkat, bilangan
pokok (basis), dan pangkat (eksponen).
 Menyimpulkan atau mendefinisikan sifat- sifat bilangan berpangkat dengan pangkat
bulat positif, negatif, dan nol.
 Menentukan hasil operasi aljabar pada bentuk pangkat dengan mengaplikasikan
rumus - rumus bentuk pangkat.
 Menyederhanakan bentuk bilangan berpangkat.

3 C. Kegiatan penutup
 Tutor bersama peserta didik membuat Rangkuman 10 Menit

D. Sumber Belajar : Buku Matematika Paket C Kelas X, karangan Sunardi, dkk.


Penerbit Bumi Aksara
E. Penilaian :
 Teknik : Tugas Individu
 Bentuk Instrumen : Uraian Singkat
 Contoh Instrumen
Sederhanakan
a. x7 : x2
b. 5x2 y4  4x5 y
22 x2 y2

27
SILABUS MATEMATIKA

Nama Sekolah : PKBM GEMA


Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas / Program : X / Paket C Setaram SMA
Semester : I

Sandar Kompetensi: 1. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma

Penilaian Alokasi dan


Kegiatan
Kompetensi Dasar Materi Ajar Kegiatan Pembelajaran Indikator Bentuk Sumber /Bahan/ Alat
Teknik Instrumen Contoh Instrumen TM TT MD

Menggunakan aturan Bentuk Pangkat, Akar, Memberikan contoh bentuk Menyederhanakan Tugas Uraian Sederhanakanlah. 2 Sumber:
pangkat, akar, dan dan Logaritma. perkalian berulang. bentuk suatu bilangan individu. singkat. Buku Matematika
a. x7 : x2
logaritma. berpangkat. Paket C Kelas 1,
Sifat - sifat bila-ngan Menyimak pemahaman dan 5x2 y4  4x5 y karangan Endar
b.
berpangkat dengan pendeskripsian tentang 22 x2 y2 Sucipto, dkk) hal. 4-
pangkat bulat positif, bilangan berpangkat, bilangan 8.dan 9-13
pangkat bulat negatif, pokok (basis), dan pangkat Penerbit Lubuk Agung.
dan nol. (eksponen). Buku referensi lain.

Menyimpulkan atau t:
mendefinisikan sifat- sifat pidol
bilangan berpangkat dengan - White board
pangkat bulat positif, negatif, - Penghapus
dan nol.

Menentukan hasil operasi


aljabar pada bentuk pangkat
dengan mengaplikasikan rumus
- rumus bentuk pangkat.

29
RENCANA PERENCANAAN PEMBELAJARAN
(RPP 1)

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas / Semester :X/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami hakekat Bangsa dan NKRI

KOMPETENSI
1.1Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara. ( Tatap Muka )
DASAR : Mendeskripsikan hakikat negara dan bentuk-bentuk kenegaraan ( Tatap Muka )
Menjelaskan Pengertian , Fungsi dan Tujuan NKRI. ( Tutorial )
Menunjukan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
( Tugas Mandiri )

Indikator
Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Keberhasilan :
Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuk-nya bangsa.
Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuk-nya Negara. Menganalisis
pengertian Negara.
Mendeskripsikan asal mula terjadinya negara.
Menguraikan pentingnya pengakuan oleh negara lain bagi suatu negara.
Membandingkan bentuk-bentuk kenegaraan.
Menguraikan pengertian dan fungsi negara.
Membandingkan berbagai teori tentang fungsi dan tujuan Negara.
Mendeskripsikan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mendeskripsikan makna semangat kebangsaan.
Menguraikan macam-macam perwujudan nasionalisme dalam kehidupan.
Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan.
Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia

Alokasi Waktu : 360 Menit ( 6 Pertemuan)


Tujuan Siswa dapat Mengkaji berbagai literatur tentang kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Pembelajaran : Siswa dapat mendiskusikan hasil kajian literatur Pengertian dan unsur terbentuk-nya bangsa, Pengertian Negara dan Unsur-
unsur terbentuknya negara
Siswa dapat mengkaji informasi dari berbagai sumber tentang pengertian, asal mula terjadinya Negara
Siswa dapat mendiskusikan hasil kajian literatur pentingnya pengakuan suatu negara dari negara lain dan bentuk-bentuk
kenegaraan
Siswa dapat mengkaji dari berbagai buku sumber tentang pengertian, fungsi negara secara universal
Siswa dapat mendiskusikan hasil kajian literatur teori tentang fungsi dan tujuan negara serta tujuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia
Siswa dapat mengkaji dari literatur tentang semangat kebangsaan dan patriotisme dan nasionalisme Indonesia, macam-
macam perwujudan nasionalisme
Siswa dapat mendiskusikan hasil kajian literatur tentang pengertian nasionalisme serta menunjukkan bersikap positif
terhadap nasionalisme dan patriotisme Indonesia

30
SILABUS DAN PENILAIAN
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas X
Semester 1
Standar Kompetensi :1. Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Alokasi waktu : 8 X 45 Menit
Materi KEGIATAN ALOKASI SUMBER BELAJAR
KOMPETENSI DASAR Pembelajaran PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN WAKTU
Mendeskripsikan hakikat bangsa dan
unsur-unsur terbentuknya negara Bangsa dan negara Mengkaji berbagai Mendeskripsikan kedudukan manusia Non tes: (3 x 45) Buku Kewarganegaraan
manusia sebagai literatur tentang sebagai makhluk individu dan Performance tes 20 Menit Esis Kelas X, karangan
mahkluk individu kedudukan manusia makhluk sosial ( Tatap Muka ) (tugas kelompok/ Dra. Retno Listyarti
dan mahkluk sosial sebagai makhluk individu individu)
dan makhluk sosial. Tes tertulis (Uraian, Darji Darmo-diharjo
Pengertian dan unsur pilihan ganda, (1990), Pendidiikan
terbentuknya bangsa Menguraikan pengertian bangsa dan lainnya) Pancasila di Perguruan
unsur terbentuknya bangsa Presentasi 55 Menit Tinggi, Malang: Penerbit
Pengertian Negara Mendiskusikan hasil kajian IKIP Malang
dan Unsur-unsur literatur Pengertian dan Menganalisis pengertian negara dan
terbentuknya negara unsur terbentuknya unsur terbentuknya Negara Budiyanto (1999), Tata
Rakyat bangsa, Pengertian negara untuk SMA,
Wilayah Negara dan Unsur-unsur Jakarta Penerbit
Pemerintah yang terbentuknya negara 60 Menit Erlangga
berdaulat
Pengakuan dari
negara lain

32

Anda mungkin juga menyukai