Modul Kuliah
Keperawatan Jiwa
TERAPI AKTIVITAS
KELOMPOK
Sri Endriyani, S.Kep,
Ns, M.Kep
PRODI D III KEPERAWATAN
PALEMBANG
0
POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, dan nikmat- Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan modul bahan ajar Keperawatan Jiwa ini. Semoga
bahan ajar ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman
bagi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran di Prodi DIII Keperawatan
Palembang.
Harapan saya semoga bahan ajar ini dapat membantu menambah pengetahuan dan
wawasan bagi para mahasiswa. Kritik dan Saran yang membangun sangat saya harapkan
guna memperbaiki bentuk maupun isi bahan ajar ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik.
Modul Bahan ajar ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman dan ilmu
yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
khususnya mahasiswa untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan bahan ajar ini.
1
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................, 1
D a f t ar I s i . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Pendahuluan ............................................................. 3
Terapi Aktivitas Kelompok
Tujuan............................................................... 4
Indikator........................................................... 4
Ur a i a n M a t e r i . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
RangkuMan ...................................................... 18
Latihan ........................................................... 19
D a f t ar P u s t a k a . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 3
2
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
PENDAHULUAN
Deskripsi Singkat, Relevansi, Tujuan, dan Petunjuk Belajar
DESKRIPSI SINGKAT
Modul ini memberikan informasi dan kemampuan kepada mahasiswa untuk
memahami terapi aktivitas kelompok berbasis teori dan aplikasi yang akan
dijadikan acuan bagi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran mata kuliah
keperawatan jiwa dan menjadi panduan saat melakukan praktik di rumah sakit.
RELEVANSI
Materi dalam modul ini berkaitan dengan materi pada mata kuliah
psikologi dan komunikasi terpeutik dalam asuhan keperawatan. Materi
terapi aktivitas kelompok merupakan dasar untuk memahami materi asuhan
keperawatan jiwa di rumah sakit jiwa.
PETUNJUK BELAJAR
Pada modul ini mahasiswa akan mempelajari terapi aktivitas kelompok dengan
cara :
1. Mempelajari dan memahami pengertian terapi aktivitas kelompok
2. Memahami struktur dan ciri-ciri kelompok
3. Mempelajari dan memahami tujuan dan fungsi kelompok
4. Mempelajari dan memahami komponen dan perkembangan kelompok
3
5. mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis terapi aktivitas kelopok
6. Mempelajari dan memahami proses terapi aktivitas kelompok
7. Melakukan latihan soal
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini mahasiswa diharapkan mampu memahami
terapi aktivitas kelompok dengan :
1. Mempelajari dan memahami pengertian terapi aktivitas kelompok
2. Memahami struktur dan ciri-ciri kelompok
3. Mempelajari dan memahami tujuan dan fungsi kelompok
4. Mempelajari dan memahami komponen dan perkembangan kelompok
5. mengidentifikasi dan menjelaskan jenis-jenis terapi aktivitas kelopok
6. Mempelajari dan memahami proses terapi aktivitas kelompok
INDIKATOR PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran mahasiswa mampu :
1. Memahami dan menjelaskan pengertian terapi aktivitas kelompok
2. Memahami dan menjelaskan struktur dan ciri-ciri kelompok
3. Memahami dan menjelaskan tujuan dan fungsi kelompok
4. Memahami dan menjelaskan komponen dan perkembangan kelompok
5. Menjelaskan jenis-jenis terapi aktivitas kelopok
6. Menjelaskan proses terapi aktivitas kelompok
7. Menjawab tes formatif
4
URAIAN MATERI
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
Manusia sebagai mahkluk sosial yang hidup berkelompok dimana satu
dengan yang lainnya saling behubungan untuk memenuhi kebutuhan sosial.
Kebutuhan sosial yang dimaksud antara lain : rasa menjadi milik orang lain atau
keluarga, kebutuhan pengakuan orang lain, kebutuhan penghargaan orang lain
dan kebutuhan pernyataan diri. Secara alamiah individu selalu berada dalam
kelompok, sebagai contoh individu berada dalam satu keluarga. Dengan demikian
pada dasarnya individu memerlukan hubungan timbal balik, hal ini bisa
dilakukan melalui kelompok.
Penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan
dampak positif dalam upaya pencegahan, pengobatan atau terapi serta pemulihan
kesehatan seseorang. Meningkatnya penggunaan kelompok terapeutik, modalitas
merupakan bagian dan memberikan hasil yang positif terhadap perubahan
perilaku pasien atau klien, dan meningkatkan perilaku adaptif dan mengurangi
perilaku maladaptif. Terapi aktifitas kelompok sering digunakan dalam praktek
kesehatan jiwa, bahkan dewasa ini terapi aktifitas kelompok merupakan hal yang
penting dari ketrampilan terapeutik dalam keperawatan.
Pasien dengan gangguan jiwa mengalami perubahan perilaku di mana
perilaku pasien bersifat maladaptive, tidak umum, aneh, tidak lazim, dan
menimbulkan distress dan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-
hari. Terapi menggunakan aktivitas dalam kelompok ini disebut sebagai Terapi
Aktivitas Kelompok. Dengan demikian terapi aktivitas kelompok sebagai bagian
dari terapi kelompok sangat penting diterapkan dalam penanganan pasien
gangguan jiwa di masyarakat.
5
A. Pengertian Terapi Aktivitas Kelompok
a. Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan
yang lain, saling bergantung dan memiliki norma yang sama (Stuart &
Laraia, 2001).
b. Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu jenis terapi kelompok di mana
sekelompok pasien (5-12 orang) bersama-sama melakukan aktivitas tertentu
untuk mengubah perilaku maladaptive menjadi perilaku yang adaptif.
Individu dalam kelompok saling saling mempengaruhi dan bertukar
informasi melalui komunikasi. Dinamika dalam kelompok bahkan dapat
memfasilitasi perubahan perilaku anggota kelompoknya sehingga apabila
kelompok ini didisain secara sistematis dapat menjadi sarana perubahan perilaku
maladaptive menajdi perilaku adaptif atau bisa difungsikan sebagai terapi.
Anggota kelompok mungkin datang dari berbagai latar belakang yang
harus ditangani sesuai dengan keadaannya, seperti agresif, ketakuttan, kebencian,
berkompetitif, memiliki kesamaan, memiliki ketidaksamaan. Kesukaan dan
ketertarikan yang sama (Yalom, 1995 dalam Stuart & Laraia, 2001).
B. Struktur Kelompok
Struktur kelompok terdiri dari:
1. Pimpinan Kelompok (leader). Leader memimpin jalannya kelompok seperti
tahapan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan terapi.
2. Anggota Kelompok. Anggota kelompok adalah pasien-pasien sesuai dengan
indikasi TAK yang telah ditentukan. Jumlah anggota dalam TAK minimal 5
orang dan maksimal 12 orang.
6
C. Ciri-Ciri Utama Kelompok
1. Mempunyai tujuan bersama.
2. Hubungan dalam suatu kelompok harus memberikan pengaruh kepada tiap
anggotanya. Tingkat pengaruh dapat berbeda.
3. Dalam kelompok selalu ada perbedaan tingkat atau status, karena akan selalu ada
pemimpin dan pengikutnya.
4. Mempunyai sistem nilai dan norma bersama.
D. Tujuan dan Fungsi Kelompok
1. Tujuan
Membantu anggota berhubungan dengan orang lain serta mengubah perilaku
yang destruktif dan maladaptif menjadi konstruktif dan adaptif.
2. Fungsi
Tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lainnya untuk
menemukan cara menyelesaikan masalah
E. Komponen Kelompok
1. Struktur Kelompok
o Adanya batasan, komunikasi, proses pengambilan keputusan, dan hubungan
otoritas dalam kelompok.
o Gunanya untuk menjaga stabilitas dan membantu pengaturan pola perilaku
dan interaksi.
2. Besar kelompok
o Menurut Stuart & Laraia : 7 sampai 10 orang
o Menurut Lancester : 10 sampai 12 orang
o Menurut Rawlins, Williams and Beck : 5 sampai 10 orang.
3. Lamanya Sesi
o Waktu optimal untuk satu sesi dengan fungsi kelompok yang rendah adalah
20-40 menit.
7
o Waktu optimal untuk satu sesi dengan fungsi kelompok yang tinggi adalah
60-120 menit
F. Perkembangan Kelompok
Pemimpin kelompok akan mengembangkan kelompok dalam 4 fase yaitu :
1. Fase Prakelompok
o Menetapkan tujuan kelompok
o Proposal atau panduan pelaksanaan kegiatan, meliputi : kriteria anggota
kelompok. uraian proses seleksi anggota kelompok, uraian struktur kelompok
; tempat sesi, waktu sesi, jumlah anggota, jumlah sesi, perilaku anggota yang
diharapkan, dan perilaku pemimpin, proses evaluasi. alat dan sumber yang
dibutuhkan
2. Fase Awal kelompok , terdiri dari :
o Tahap Orientasi
o Tahap Konflik
o Tahap Kohesif
3. Fase Kerja kelompok
o Kelompok menjadi stabil dan realistis.
o Pemimpin mengarahkan ke pencapaian tujuan.
o Anggota jadi menyadari produktivitas dan kemampuan disertai dengan munculnya
percaya diri dan kemandirian.
4. Fase Terminasi
o Dapat terjadi karena anggota atau pemimpin keluar dari kelompok
o Evaluasi : pencapaian kelompok dan individu
o Terminasi yang sukses ditandai dg perasaan puas dan pengalaman kelompok
yg diterapkan dlm kehidupan sehari-hari.
o Perlu dokumentasi ttg kegiatan dan perilaku klien yg harus dilatih di luar
sesi.
8
G. Jenis Terapi Aktivitas Kelompok
Ada 4 jenis TAK yang sudah dikembangkan yaitu:
1. TAK Sosialisasi
2. TAK Orientasi Realita
3. TAK Stimulasi Sensori
4. TAK Stimulasi Persepsi
1. TAK Sosialisasi
TAK sosialisasi adalah TAK dengan aktivitas belajar tahapan komunikasi
dengan orang lain untuk meningkatkan kemampuan dalam berhubungan social.
TAK sosialisasi adalah TAK yang diindikasikan untuk pasien yang
mengalami gangguan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain (Isolasi Sosial
atau Kerusakan Interaksi Sosial). Tujuan TAK ini adalah agar pasien mampu
bersosialisasi dengan orang lain dan meningkatkan keterampilan berinteraksi.
TAK sosialisasi diindikasikan untuk pasien:
1. Isolasi Sosial
2. Kerusakan Interaksi Sosial
3. Harga diri rendah
Tujuan TAK sosialisasi adalah:
a. Pasien mampu memperkenalkan diri
b. Pasien mampu berkenalan dengan anggota kelompok
c. Pasien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok
d. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan topik pembicaraan
e. Pasien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada
orang lain
f. Pasien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
9
g. Pasien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegaiatan TAK
sosialisasi yang telah dilakukan
TAK sosialisasi terdiri dari 7 sesi meliputi:
a. Sesi I : Memperkenalkan diri
b. Sesi II : Berkenalan dengan anggota kelompok
c. Sesi III: Bercakap-cakap dengan anggota
d. Sesi IV: Menyampaikan topik pembicaraan
e. Sesi V : Menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan
orang lain
f. Sesi VI: Bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
g. Sesi VII : Menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan
kelompok yang telah dilakukan
2. TAK Stimulasi Persepsi
TAK stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai
stimulus dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan
dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi
atau alternatif penyelesaian masalah.
TAK stimulasi persepsi adalah TAK yang menstimulasi pasien untuk
mengolah pikiran sesuai dengan stimulasi yang diberikan (berpersepsi). TAK
jenis ini diindikasikan untuk pasien yang mengalami koping yang tidak efektif
dalam bentuk terjadinya harga diri rendah, halusinasi, perilaku
kekerasan,ansietas, defisit perawatan diri dan sebaginya. Bentuk kegiatannya
adalah diskusi dan latihan bersama keterampilan koping untuk mengatasi
masalah masing-masing.
Tujuan TAK stimulasi persepsi:
a. Pasien dapat mempersepsikan stimulus yang dipaparkan kepadanya
dengan tepat
10
b. Pasien dapat menyelesaikan masalah yang timbul dari stimulus yang
dialami.
Indikasi TAK stimulasi persepsi:
a. Pasien dengan risiko perilaku kekerasan
b. Pasien dengan halusinasi
c. Pasien dengan harga diri rendah
d. Pasien dengan isolasi sosial
TAK stimulasi persepsi terdiri dari 4 jenis meliputi:
a. TAK Stimulasi Persepsi Umum:
1) Sesi I: Menonton TV
2) Sesi II: Membaca majalah/Koran
3) Sesi III: Melihat gambar
b. TAK Stimulasi persepsi mengontrol perilaku kekerasan:
1) Sesi I: Mengenal perilaku kekerasan
2) Sesi II: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan fisik
3) Sesi III: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan interaksi
social asertif
4) Sesi IV: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan patuh minum
obat
5) Sesi V: Mencegah perilaku kekerasan dengan kegiatan ibadah
c. TAK Stimulasi persepsi mengontrol halusinasi:
1) Sesi I: Mengenal halusinasi
2) Sesi II: Mengontrol halusinasi: menghardik halusinasi
3) Sesi III: Mengontrol halusinasi: melakukan kegiatan
4) Sesi IV: Mengontrol halusinasi: bercakap-cakap
5) Sesi V: Mengontrol halusinasi: minum obat teratur
d. TAK Stimulasi persepsi harga diri rendah:
11
1) Sesi I: Mengidentifikasi aspek positif
2) Sesi II: Melatih kemampuan dan aspek positif
3. TAK Stimulasi Sensori
TAK stimulasi sensori adalah TAK dengan fokus memberikan stimulasi
kepada pasien agar memberikan respon yang adekuat. TAK stimulasi sensori
adalah TAK dengan focus memberikan stimulasi kepada pasien agar tingkat
sensitivitas alam perasaan pasien meningkat. Ini diindikasikan untuk pasien
yang mengalami kesulitan mengekspresikan perasaan (afek datar atau tumpul).
Bentuk kegiatannya adalah dengan memberikan stimulasi kepada pasien baik
stimulasi suara (musik) atau visual (gambar), atau gabungan suara dan gambar
(Video, TV).
TAK stimulasi sensori diindikasikan untuk pasien:
a. Isolasi sosial
b. Harga diri rendah
c. Kurang komunikasi verbal
Tujuan TAK stimulasi sensori meliputi:
a. Pasien mampu berespon terhadap suara yang didengar
b. Pasien berespon terhadap gambar yang dilihat
c. Pasien berespon terhadap gambar yang dilihat
d. Pasien mengekspresikan perasaan melalui gambar
Bentuk terapi aktivitas kelompok terdiri dari tiga macam yaitu stimulasi suara,
stimulasi gambar atau gabungan. Dalam terapi aktivitas kelompok di
masyarakat ada 3 sesi yang bisa diterapkan meliputi:
a. Sesi I: Stimulasi sensori; musik
b. Sesi II: Menggambar
12
c. Sesi III: menonton TV/Video
4. TAK Orientasi Realita
TAK orientasi realita adalah TAK dengan kegiatan utama upaya untuk
mengorientasikan keadaan nyata kepada pasien, yaitu orientasi pada diri sendiri,
orang lain, lingkungan/tempat, dan waktu.
TAK orientasi realita adalah TAK dengan kegiatan utama mengenal lingkungan
secara realistis. Kegiatannya meliputi pengenalan waktu, tempat, dan orang di
sekitar lingkungan pasien. Tujuannya adalah mengembalikan daya nilai realita
pasien dan diindikasikan untuk pasien yang mengalami gangguan orientasi
realita.
Tujuan TAK orientasi realita:
a. Pasien mengenal tempat ia berada
b. Pasien mengenal waktu
c. Pasien mengenal diri sendiri dan orang lain
Indikasi TAK stimulasi sensori adalah pasien yang:
a. Gangguan orientasi realita: orang, tempat, waktu, misalnya pada psikotik
b. Pasien demensia
Bentuk kegiatan TAK orientasi realita adalah pengenalan orang, tempat, dan
waktu yang dikerjakan dalam kelompok. Tahapannya meliputi:
a. Sesi I: Pengenalan orang
b. Sesi II: Pengenalan tempat
13
c. Sesi III: Pengenalan waktu
H. Proses Terapi Aktivitas Kelompok
TAK terdiri dari 4 tahapan meliputi:
1. Tahap Persiapan.
Dalam tahap persiapan dilakukan:
a. Identifikasi pasien yang akan dilibatkan dalam TAK. Pasien yang akan
dilibatkan dalam TAK adalah pasien yang:
1) sehat fisik,
2) sudah kooperatif
3) berkomunikasi dengan baik
4) tidak dalam pengaruh obat yang mengganggu kemampuan
konsentrasi pasien
b. Penetapan jenis TAK. Jenis TAK ditentukan oleh masalah keperawatan
yang dialami oleh pasien. Berikut ini pedoman jenis TAK yang bisa
dilaksanakan:
1) Pasien Perilaku Kekerasan: TAK Sosialisasi, dilanjutkan dengan
TAK SP Mengontrol PK
2) Pasien halusinasi: TAK sosialisasi dilanjutkan TAK SP mengontrol
halusinasi
3) Pasien Isolasi social: TAK sosialisasi
4) Pasien Harga Diri Rendah: TAK sosialisasi dilanjutkan TAK SP
Meningkatkan Harga Diri
5) Pasien Defisit Perawatan Diri: TAK sosialisasi (fase 4 topik yang
dibicarakan tentang topik perawatn diri).
14
6) Pasien Waham: TAK sosialisasi dilanjutkan dengan TAK SP
meningkatkan Harga Diri
7) Pasien Demensia: TAK Orientasi Realita dilanjutkan dengan TAK
sosialisasi
8) Pasien Depresi: TAK sosialisasi dilanjutkan dengan Tak
meningkatkan Harga Diri
c. Persiapan alat dan bahan. Untuk masing-masing jenis TAK diperlukan
peralatan yang berbeda-beda. Misalnya bola tennis dapat diganti dengan
bola plastik. Kaset lagu dapat disesuaikan dengan kaset yang ada dan
sesuai dengan daerah setempat.
d. Tentukan tempat. Tempat yang dipilih adalah cukup luas, nyaman dan
aman
e. Penetapan waktu pelaksanaan. Untuk menentukan waktu pelaksanaan
perawat harus membuat kesepakatan dengan semua pasien. Pilih waktu
yang disepakati oleh sebagian besar pasien.
2. Tahap Orientasi. Tahapan ini dilakukan sesudah pasien berkumpul di tempat
dilaksanakan TAK. Kegiatan dalam orientasi meliputi:
a. Mengucapkan salam
b. Memvalidasi perasaan pasien/keluarga
c. Menjelaskan tujuan TAK
d. Menyepakati aturan main TAK
3. Tahap Kerja. Dalam tahapan ini leader memimpin pasien untuk melakukan aktivitas
TAK untuk mencapai tujuan. Misalnya untuk TAK sosialisasi fase satu mengajak
pasien memperkenalkan jati diri secara bergantian sampai semua pasien
melakukannya.
4. Tahap Terminasi. Tahap ini dilakukan untuk mengakhiri TAK. Kegiatan terminasi
meliputi:
a. Evaluasi perasaan pasien
15
b. Memberikan pujian
c. Memberikan tindak lanjut kegiatan
d. Menyepakati kegiatan TAK berikutnya
I. Evaluasi Terapi Aktivitas Kelompok
1. Evaluasi Kemampuan Pasien
Evaluasi kegiatan TAK dilakukan dengan mengamati perilaku pasien selama
TAK dilaksanakan. Apakah pasien menunjukkan perilaku seperti yang telah
direncanakan atau tidak. Caranya adalah dengan mengisi table evaluasi pada
masing-masing jenis TAK
2. Evaluasi Kemampuan Perawat, menggunakan format di bawah ini
Nama Perawat : ………………………
Ruangan Praktek : ………………………
Jenis TAK : ………………………
Hari, tgl : ………………………
Skor
No Kriteria Evaluasi 4 3 2 1
A Fase Orientasi
1 Mengucapkan salam terapeutik
2 Mengevaluasi/memvalidasi kondisi pasien
3 Membuat kontrak topik, waktu, tempat TAK
4 Menjelaskan aturan main TAK
B Fase Kerja
1 Urutan kegiatan sesuai dengan pedoman
2 Mengarahkan peserta untuk mengikuti kegiatan
sesuai rencana
3 Mengatasi masalah-masalah yang timbul dengan
16
pendekatan terapeutik
4 Menggunakan teknik komunikasi terapeutik
5 Memberikan reinforcement positif pada pasien
C Fase Terminasi
1 Mengevaluasi kesan dan pencapaian peserta
TAK
2 Menyampaikan tindak lanjut untuk pasien
3 Membuat kontrak TAK berikutnya (topik,
waktu, tempat
Total Skor
……………, ………… 20..
Penilai
(…………………………….)
3. Evaluasi Terapi Aktivitas Kelompok
Evaluasi kegiatan TAK dilakukan dengan mengamati perilaku pasien/keluarga
selama TAK dilaksanakan. Apakah pasien atau keluarga menunjukkan perilaku
seperti yang telah direncanakan atau tidak. Caranya adalah dengan mengisi table
evaluasi pada masing-masing jenis TAK
17
RANGKUMAN
1. Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu jenis terapi kelompok di
mana sekelompok pasien (5-12 orang) bersama-sama melakukan
aktivitas tertentu untuk mengubah perilaku maladaptive menjadi
perilaku yang adaptif.
2. Ciri - ciri utama kelompok : Mempunyai tujuan bersama, memberikan
pengaruh kepada tiap anggotanya, ada perbedaan tingkat atau status,
mempunyai sistem nilai dan norma bersama.
3. Tujuan kelompok adalah membantu anggota berhubungan dengan
orang lain serta mengubah perilaku yang destruktif dan maladaptif
menjadi konstruktif dan adaptif.
4. Besar kelompok 5-12 orang, lamanya Sesi 20 – 120 menit.
5. Ada 4 jenis TAK yang sudah dikembangkan yaitu:
a. TAK Sosialisasi
b. TAK Orientasi Realita
c. TAK Stimulasi Sensori
d. TAK Stimulasi Persepsi
6. TAK terdiri dari 4 tahapan meliputi:
a. Tahap Persiapan.
18
b. Tahap orientasi
c. Tahap kerja
d. Tahap termnasi
A.
B.
C. DAFTAR PUSTAKA
Friedman, Marlyn M. 1998. Praktik Keperawatan Keluarga: Teori, Pengkajian,
Diagnosa,
Keliat, B.A. dan Akemat. 2005. Keperawatan Jiwa: Terapi Akitivitas Kelompok.
Jakarta: EGC.
Made Winarta. 2012. Terapi Okupasi.
Muhaj, K. 2009. Terapi Okupasi dan Rehabilitasi.
Riyadi, S. dan Purwanto, T. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Graha
Ilmu.
Yosef, Iyus. 2007. Keperawatan Jiwa. Bandung: PT Refika Aditama.
19