Anda di halaman 1dari 8

POAC RUANG ANGGREK RSU SEHAT MEDIKA

Disusun Untuk Memenuhi UAS


Mata Kuliah : Manajemen Operasi
Dosen : Dr. Albert Hindarta, M.Ph

Oleh :
KELOMPOK 3
FAHRUL HARDIYANTO
INNA APRIANI CHARDINA (208020082)
MULYASTOWO ARYU BIMO
SRI RAHAYU DEWI
YANUAR HALIM

MAGISTER MANAJEMEN RUMAH SAKIT


UNIVERSITAS PASUNDAN
2021
Gambaran Umum :

RSU Sehat Medika (RSSM) adalah sebuah RSU berkapasitas 100 TT, berlokasi di kota Kemuning,
cukup dikenal oleh masyarakat sekitarnya, dan target market umumnya menengah bawah, dan
menjadi provider BPJS. Kota Kemuning berpenduduk 1 juta jiwa, merupakan kota pelajar dan
kota wisata, dengan biaya hidup yang relatif terjangkau.

RSSM saat ini mempunyai BOR sekitar 70%, dengan jumlah karyawan 200 orang, dan kondisi
keuangan: masih ada surplus sedikit. RSPM mempunyai 4 ruangan: Kamboja, Melati, Anggrek
dan Dahlia. Kepala ruang Anggrek baru diganti pejabat baru, nama ibu Mawar. Kapasitas ruang
Anggrek (bagian anak): 20 bed, dengan jumlah perawat 18 orang. BOR Ruang Anggrek saat ini
50% (lebih kecil dari BOR RS). Ibu Mawar yang kreatif dan sudah mendapat pelatihan POAC,
berencana meningkatkan BOR dalam 6 bulan kedepan menjadi 75% kali lipat

Pertanyaan :

Perencanaan Operasional, untuk ruang Anggrek di RSU Sehat Medika, yang baru mempunyai
kepala ruang yang baru (bu Mawar ). Ibu Mawar ingin meningkatkan BOR ruang Anggrek dari
50 % saat ini menjadi 75 % dalam waktu 6 bulan.

POAC Ruang Anggrek RSU Sehat Medika :

A. Planning (Perencanaan)
Perencanaan memusatkan perhatian pada masa yang akan datang. Kepala Ruangan harus
mempersiapkan ruangannya dalam menghadapi hal-hal yang akan datang baik sudah
diramalkan maupun tidak terduga sebelumnya. Perencanaan memprediksikan apa yang harus
dicapai atau dilakukan dimasa datang dan bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan.
Atau dapat ditegaskan fungsi  perencanaan mencakup  aktifitas-aktifitas manajerial  yang
menentukan sasaran dan alat yang tepat untuk mencapai sasaran tersebut.
Segi penting pada perencanaan diantaranya :
a. Dukungan direksi 
b. Jenis perencanaan
c. Persiapan forecasting
d. Tujuan, target dan standar
e. Peningkatan operasional
f. Koordinasi
g. Persiapan sumber daya
Secara topikal rencana sederhana yang dapat dilakukan oleh Ns. Mawar setelah melakukan
pengkajian di ruangan yang dipimpin :
a. Perencanaan jangka pendek, misalnya :
1. Mengubah strategi pemasaran dengan memanfaatkan internet/ kemajuan teknologi
digital dengan sarana promosi yang kreatif
2. Mengidentifikasi kebutuhan ruangan baik sarana prasarana ataupun SDM
(Renovasi kamar agar lebih menarik, performa SDM, dll)
3. Meningkatkan peran DPJP untuk meningkatkan BOR ruangan melalui pertemuan
dengan direktur
4. Mengevaluasi kinerja staf di ruangan anggrek, periode evaluasi mingguan dan
bulanan
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf melalui Diklat dan Pelatihan
6. Membuat seluruh staf ruang anggrek memiliki komitmen dan loyalitas untuk
memberikan pelayanan yang bermutu bagi pasien,
b. Perencanaan jangka menengah
1. Pembuatan ruang/kamar baru
2. Pembuatan trails pada jendela kamar di ruangan
3. Pengadaan alat resusitasi atau sarana dan prasarana lainnya
4. Membuat atau melengkapi SPO (Standar Operasional Prosedur)
c. Perencanaan jangka Panjang
1. Perluasan ruangan
2. Penggadaan alat-alat Kesehatan/Kedokteran, meubelair, dll

Perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang ini oleh perencanaan tergantung pada sifat
sasaran/target yang dilakukan dalam waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.
B. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan
menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat-alat, keuangan dan fasilitas.
Pengorganisasian suatu rumah sakit atau dalam hal ini ruangan (Ruang Anggrek) berdasarkan
analisis SWOT sebagai berikut :
Uraian Strength Weakness Opportunity Threat
   Anggaran  Untung/rugi  kredibilitas  Inflasi/deviasi
A. Keuangan  Dukungan/Backup  Gaji, motivasi untuk atasi
(Finance) Direksi atau inflasi
manajemen  Peraturan pengendalian
 Asset ruangan pengadaan
B. Ruangan/Fasilitas  Lokasi strategis  Pembelian alat harus  Belum ada rumah  Di tahun-tahun
 Fasilitas cukup melalui peraturan sakit yang mendatang akan
modern dan  BOR rendah memiliki banyak rumah
lengkap pelayanan anak sakit bermunculan
sebaik dan di kota kemuning
selengkap di RSSM dengan fasilitas
yang cukup baik

C. Marketing  RSSM memiliki  Strategi pemasaran belum  Tarif bersaing  Di tahun-tahun


pelayanan ruangan berbasis mendatang akan
anak yang lengkap Internet/menggunakan banyak rumah
dan biaya kemajuan teknologi digital sakit bermunculan
terjangkau di masyarakat yang sudah di kota kemuning
masyarakat familiar digunakan untuk dengan fasilitas
menengah ke memudahkan dalam yang cukup baik
bawah komunikasi secara
interaktif

D. Sumber Daya  Dokter spesialis full  Tidak mudah mencari  Kompensasi, gaji,  Motivasi kerja di
Manusia time, stand by 24 tenaga dokter yang bonus/insentif rumah sakit untuk
jam berkualitas untuk tenaga medis, dokter lebih baik
peremajaan keperawatan dan
 Jumlah tenaga masih administrasi lebih
dirasa kurang besar dari rumah
 Motivasi kerja masih sulit sakit lain sehingga
karena peraturan tidak pindah ke
rumah sakit lain
Uraian Kegiatan ja feb ma apr mei jun Penanggung
n r i Jawab
  Pembuatan, pengajuan, persetujuan V Ns Mawar
Keuangan dan Bidang
RKA (rencana kerja & anggaran) untuk
(Finance)
Keperawatan
pemenuhan kebutuhan di ruangan
Ruangan/Fasilitas Pemenuhan kebutuhan peralatan V V V Ns Mawar

medis, umum spt pengembangan dan Bidang


Keperawatan
ruangan, penyediaan tempat tidur,
dan Sarana
instalasi oksigen, disain ruangan
Prasarana
(wallpaper/gordyn/vitrage/layout)

Marketing Mengubah strategi pemasaran V Ns Mawar dan


Bidang
dengan memanfaatkan internet/
Keperawatan
kemajuan teknologi digital dengan
dan Humas
sarana promosi yang kreatif

Sumber Daya Menyusun sistem motivasi, reward V Ns. Mawar


Manusia dan Ketua
and punishment yang jelas
Tim

Meningkatkan Peran serta DPJP dalam V Ns Mawar dan

meningkatkan jumlah pasien melalui Bidang


Keperawatan
pertemuan dengan direktur
dan Direktur
Diklat Ns Mawar dan

Pemberian diklat yang berbasis KSA Bidang


(Knowledge Skill Attitude) & Service Keperawatan
Excellence
dan Diklat

Tentukan uraian jabatan tiap SDM V Ns Mawar dan

Meliputi uraian tugas, wewenang, Bidang


tanggung jawab, persyaratan jabatan, Keperawatan
kredensial, dan rekredensial apa yang
boleh/tidak boleh dilakukan sesuai
kewenangan klinis dan kompetensi
yang dipunyai.

Perhitungan hak kesejahteraan V Ns Mawar dan

karyawan Bidang
Keperawatan
Evaluasi kegiatan V
Lakukan evaluasi kegiatan maksimal
setiap triwulan. Kecuali jika ada crash
action yang harus dilakukan terkait
kondisi terkini. Termasuk perubahan
jadwal kegiatan apakah maju dari yang
sudah direncanakan atau sebaliknya.

C. Actuating

Actuating merupakan salah satu tahap terpenting dalam fungsi manajemen. Karena
disinilah pentingnya bagaimana mengarahkan/menggerakkan semua sumber daya yang
ada dan mengimplementasikan perencanaan yang sudah dibuat berjalan sesuai yang
diharapkan. Secara garis besar kegiatan Actuating yang harus dilakukan adalah :
a. Communicating ; harus mau berganti peran sebagai pemberi pesan dan penerima pesan
sesuai situasi kondisi yang terjadi. Saat berbicara dengan lawan bicara, kenali mereka.
Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik dan tidak menginterupsi atau
mendominasi percakapan. Jika diperlukan sikap tegas ataupun sikap lembut, lakukan.
Hanya dapat tercipta dengan baik, jika kita paham bagaimana bersikap sebagaimana
orang lain ingin diperlakukan (Bila Orang Itu Saya). Pada aspek komunikasi ini, selalu
berusaha untuk mengulangi beberapa poin penting yang telah disepakati (confirm and
reconfirm), sehingga diakhir percakapan mendapatkan kesimpulan yang baik dan
sesuai.
b. Supervising ; selalu berlaku adil kepada setiap staf. Lakukan briefing yang tidak melulu
sama persis untuk tiap staf. Dan usahakan untuk selalu berganti peran sebagai
orangtua/guru/komandan saat memberikan dan mengevaluasi tugas yang telah
diberikan. Apakah sesuai target atau tidak. Jika sesuai, berikan pujian dan bila
memungkinkan berikan hadiah kecil. Namun jika tidak, jangan mengambil alih tugas staf
atau memberikannya kepada staf lainnya. Reviu kembali dan minta staf untuk
mengulanginya hingga ia mengerti apa yang harus dilakukan. Ingat, setiap staf belum
tentu mempunyai kompentensi yang sama dalam melakukan sesuatu hal. Satu hal
terpenting lainnya adalah jangan permalukan staf didepan umum. Jika ada hal yang
tidak sesuai, lakukan poin a (communicating) dengan baik.
c. Motivating ; memotivasi staf hanya dapat dilakukan jika kita antusias dan bergairah
(tidak loyo/tidak bersemangat), serta proaktif bukan reaktif. Harus dapat membedakan
mana staf yang dapat dimotivasi secara ekstrinsik (iming-iming insentif/bonus) dan staf
yang dapat dimotivasi secara intrinsik (tanpa diminta sudah bergerak karena sudah
termotivasi dari dirinya sendiri). Terlepas dari tipe staf ekstriksik maupun intrinsik,
sebagai atasan kita harus tahu tombol mana yang harus kita pencet untuk tiap staf agar
mau dan mampu melaksanakan apa yang kita arahkan sesuai dengan tujuan yang sudah
disepakati/akan dicapai.

Langkah-langkah membangun motivasi kerja dalam rangka upaya mencapai sasaran


organisasi adalah :

1. Memastikan dukungan pimpinan dan direksi terhadap rencana yang sudah


dibuat
2. Berkoordinasi dengan bagian keperawatan dan pelayanan medik serta
penunjang medik memdiskusikan semua rencana diatas
3. Bekerja sama dengan bagian marketing dan humas untuk memasarkan ruang
anggrek dengan lebih kreatif dan menarik
4. Berkoordinasi dengan bagian IT untuk mengoptimalkan SIMRS khususnya ruang
anggrek, Seperti layanan ketersediaan kamar, pemilihan dokter, pendaftaran
rawat inap online
5. Mengajukan ke pimpinan dan bagian keuangan RBA yang sudah dibuat.
6. Medelegasikan beberapa tugas kepada staf yang berpotensi / yang dapat
dipercaya dan kompeten
d. Leading ; arahkan dan pengaruhi staf kita untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Gunakan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk masing-masing staf dan masing-masing
kondisi. Atau kombinasikan gaya primer dan sekunder sesuai Myer Briggs. Dan yang
terpenting adalah tidak boleh ada tingkatan dan jarak dalam berkomunikasi atasan-
bawahan. Sehingga tercipta komunikasi efektif dan bawahan mau mengikuti kita
sebagai atasan (followership).
D. Controling (Pengendalian)
Pengendalian/pengawasan (controling), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat
tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang-orangnya, cara dan waktunya tepat.
Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki. Komponen pengendalian
yang harus diperhatikan adalah:
1. Adanya standar penilaian
2. Adanya standar prosedur
3. Sistem informasi
4. Evaluasi dan deviasi yang terjadi
5. Tindakan koreksi
Bentuk kegiatan pengendalian yang dapat dilakukan oleh Ns. Mawar :
 
1. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria, norma, instruksi dan
prosedur lain.
2. Melaksanakan pengamatan (monitoring), evaluasi dan laporan, guna mendapatkan
gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan jalannya pelaksanaan dari rencana
meliputi melakukan rapat singkat setiap hari sebelum memulai bekerja, evaluasi target
harian staf, evaluasi mingguan terhadap kinerja ruang anggrek, evaluasi bulanan apakah
ada peningkatan BOR sesuai yang direncanakan
3. Melakukan kunjungan staf guna mengidentifikasi cara-cara pelaksanaan dalam rangka
pencapaian tujuan, membuat laporan kinerja bulanan dan mengevaluasi nya ( apakah ada
peningkatan jumlah pasien dll)
4. Melakukan supervisi, sebagai evaluasi tingkat kepatuhan SPO, memastikan semua Indikator
kinerja unit mencapai target, mengevaluasi Indikator yang tidak mencapai target,
menindaklanjuti keluhan/ komplen pasien sebagai bahan evaluasi kinerja ruang
anggrek,melakukan Investigasi dan penelusuran langsung bersama tim mutu untuk setiap
insiden yang terjadi.

Anda mungkin juga menyukai