0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
651 tayangan66 halaman

Berita Acara Sidang PT Moon Stone Group

Berita acara sidang lanjutan 1 menyatakan bahwa sidang dilanjutkan untuk mendengarkan jawaban Penuntut Umum atas nota keberatan yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa PT Moon Stone Group beserta direkturnya Priska Yustitaloka terkait dakwaan korupsi.

Diunggah oleh

RatnaS
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
651 tayangan66 halaman

Berita Acara Sidang PT Moon Stone Group

Berita acara sidang lanjutan 1 menyatakan bahwa sidang dilanjutkan untuk mendengarkan jawaban Penuntut Umum atas nota keberatan yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa PT Moon Stone Group beserta direkturnya Priska Yustitaloka terkait dakwaan korupsi.

Diunggah oleh

RatnaS
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BERITA ACARA SIDANG

Nomor 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps.

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar Kelas I A yang memeriksa dan mengadili perkara
pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 19 Mei 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :

Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali


Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

SUSUNAN PERSIDANGAN :
- DISKALA KAMALA, S.H., M.H. Sebagai Hakim Ketua
- WAYAN RAJA KANANDRA, S.H., M.H. Sebagai Hakim Anggota I
- MADE RAWLES, S.H., M.H. Sebagai Hakim Anggota II
- I NYOMAN KAMELIA, S.H. Sebagai Panitera
- NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. Sebagai Panitera Pengganti
Ketua Majelis Hakim mengingat kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekomunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 3 (tiga) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Setelah Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam
keadaan bebas, Terdakwa atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim menerangkan bahwa ia
adalah :
Terdakwa
1. Nama : PT MOON STONE GROUP
2. Nomor Dan Tanggal Akta Pendirian : Akta Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober
Korporasi 2002 yang dibuat oleh Mauriza Asyifa, S.H.,
M.Kn, disahkan dengan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor : AHU-
0091221.AH20.10.TAHUN 2002
3. Nomor Dan Tanggal Akta Pendirian : Akta Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober
Korporasi Pada Saat Peristiwa 2002 yang dibuat oleh Mauriza Asyifa, S.H.,
Pidana M.Kn, disahkan dengan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor : AHU-
0091221.AH20.10.TAHUN 2002
4. Tempat Kedudukan : Jalan Teuku Umar No.1, Dauh Puri Klod,
Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Jenis / Bidang Usaha : Industri Pariwisata Khususnya Bisnis
Perhotelan Dan Resort
7. NPWP : 03.026.562.3-805.000

Yang diwakili oleh Pengendali Koperasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa,
yaitu :
1. Nama Lengkap : PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M.
2. Tempat Lahir : Denpasar
3. Umur / Tanggal Lahir : 40 Tahun / 16 April 1982
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Tempat Tinggal : Jl. Tukad Baru Timur No. 2 Rt/ Rw 02/09,
Pemongan, Kec. Denpasar Selatan Kota.
Denpasar, Bali
7. Agama : Hindu
8. Pekerjaan : Direktur Utama PT MOON STONE GROUP

Terdakwa ditangkap tanggal 26 Januari 2022;


Terdakwa telah ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara Kelas II B oleh :
1. Penyidik sejak tanggal 26 Januari 2022 s/d tanggal 14 Februari 2022;
2. Perpanjangan Penuntut Umum sejak tanggal 14 Februari s/d tanggal 26 Maret 2022;
3. Penuntut Umum sejak tanggal 25 Maret 2022 s/d 14 April 2022;
4. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Denpasar sejak tanggal 14 April 2022 s/d
tanggal 14 Mei 2022;
Berdasarkan pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Terdakwa menyatakan bahwa ia
berada dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti persidangan;
Berdasarkan Pasal 56 KUHAP, Ketua Majelis Hakim menjelaskan kepada Terdakwa,
bahwa atas dakwaan dengan ancaman hukum diatas 5 (lima) tahun, Terdakwa wajib
didampingi oleh Penasihat Hukum. Kemudian Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada
Terdakwa apakah ia sudah mempunyai Penasihat Hukum. Atas pertanyaan Ketua Majelis
Hakim, Terdakwa menyatakan bahwa ia akan didampingi oleh Penasihat Hukumnya yang
bernama DIAZ GITA, S.H., M.H., RATU DEVI, S.H., M.H., dan INTAN YULIA, S.H., M.H. Lalu
Penasihat Hukum yang mendampingi Terdakwa dipersilahkan maju untuk memperlihatkan
kartu advokat, surat kuasa khusus Terdakwa. Penasihat Hukum beserta Terdakwa
dipersilahkan maju untuk ikut memeriksa;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingkatkan Terdakwa agar memperhatikan
segala sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, kemudian Terdakwa menerangkan telah
menerima Salinan dakwaan dari Penuntut Umum;
Selanjutnya atas perintah Ketua Majelis Hakim, kemudian Penuntut Umum
membacakan Surat Dakwaan yang selengkapnya sebagaimana tertanggal 19 Mei 2022 atas
perkara pidana dengan Nomor Register Perkara : PDM-431/DNPSR/05/2022 (terlampir);
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Terdakwa menerangkan bahwa ia telah mengerti
akan Dakwaan tersebut dan Penasihat Hukum akan mengajukan keberatan. Kemudian Ketua
Majelis Hakim menanyakan kepada Penasihat Hukum apakah akan membacakan
keberatannya terhadap Dakwaan Penuntut Umum;
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan bahwa
ia telah siap dengan tanggapannya;
Kemudian atas perintah Ketua Majelis Hakim , Penasihat Hukum Terdakwa
membacakan Tanggapan atas Surat Dakwaan Penuntut Umum yang selengkapnya
sebagaimana tertulis dalam tanggapan tertanggal 19 Mei 2022 (terlampir);
Selanjutnya setelah mendengarkan tanggapan dari Penasihat Hukum Terdakwa atas
keberatan terhadap dakwaan Penuntut Umum, Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada
Penuntut Umum untuk memberikan tanggapan atas eksepsi dari Penasihat Hukum Terdakwa;
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menyatakan bahwa ia
membutuhkan waktu selama 7 (tujuh) hari untuk Menyusun replik;
Kemudian Ketua Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa persidangan akan
ditunda selama 7 (tujuh) hari dan akan dilanjutkan pada hari Kamis, 26 Mei 2022 Pukul 09.00
WITA, dengan acara pembacaan jawaban Penuntut Umum atas Nota Keberatan Penasihat
Hukum dan jadwal akan dimasuka ke dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditandatangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 19 Mei 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 1

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 26 Mei 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah pembacaan jawaban Penuntut
Umum atas Nota Keberatan Penasihat Hukum Terdakwa;
Kemudian atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum membacakan jawaban
atas Nota Keberatan Penasihat Hukum yang selengkapnya sebagaimana tertulis dalam
repliknya tertanggal 26 Mei 2022 (terlampir);
Selanjutnya setelah mendengarkan jawaban Penuntut Umum atas Nota Keberatan
Penasihat Hukum, Ketua Majelis Hakim menjatuhkan Putusan Sela.
Karena keberatan Penasihat Hukum atas Dakwaan Penuntut Umum yang pada intinya
berkaitan dengan kompetensi relatif, maka Majelis Hakim akan mempertimbangkan keberatan
Penasihat Hukum bersama dengan putusan akhir dengan perintah agar Penuntut Umum
melanjutkan pemeriksaan perkara Nomor:125/Pid.Sus/2022/PN.Dps dan menangguhkan biaya
perkara sampai dengan putusan akhir;
Kemudian Ketua Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa persidangan
ditunda selama 7 (tujuh) hari dan akan dilanjutkan pada hari Kamis, 02 Juni 2022 Pukul 09.00
WITA dengan acara Pemeriksaan Saksi dari Penuntut Umum dan jadwal akan dimasukan ke
dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 26 Mei 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 2

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 02 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Saksi dari Penuntut Umum;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk memanggil
Saksi untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-satu yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : PUTRI ANGGANA , S.H
Tempat Lahir : Bengkulu
Umum / Tanggal Lahir : 35 Tahun / 12 April 1987
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Anggota Polri
Pendidikan : S1 Ilmu Hukum
Alamat : Jl. Pahlawan No. 67, Delod Peken, Kec. Tabanan, Kab.
Tabanan, Bali
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan tidak kenal dan tidak
memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Apa pekerjaan Sdri. Saksi dan sudah berapa lama Sdri. Saksi bekerja?
1. Saya bekerja sebagai Penyidik di Reserse Unit Narkoba Polda Bali sudah 15 tahun;

2. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apa tupoksi Sdri. Saksi dalam bidang tersebut?
1. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) bertugas melaksanakan pembinaan fungsi
penyelidikan, penyidikan, pengawasan penyidikan tindak pidana penyalahgunaan dan
peredaran  gelap  Narkoba  berikut  prekursornya,  serta pembinaan dan penyuluhan
dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba.
Satresnarkoba menyelenggarakan fungsi:
A. Penyelidikan  dan  penyidikan  tindak  pidana  penyalahgunaan  dan peredaran
gelap Narkoba, dan prekursor;
B. Pembinaan dan penyuluhan dalam rangka pencegahan dan rehabilitasi korban
penyalahgunaan Narkoba;
C. Pengawasan terhadap pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana
penyalahgunan Narkoba yang dilakukan oleh unit reskrim Polsek dan
Satresnarkoba Polres; dan
D. Penganalisisan kasus beserta penanganannya, serta mengkaji efektivitas
pelaksanaan tugas Satresnarkoba.

2. Bagaimana proses para penyidik dalam mengungkap kasus ini?


2. Sejak tahun 2020 saya sudah melakukan investigasi karena mencurigai pergerakan
Kapal Pesiar berbendera asing di Pelabuhan Benoa yaitu Kapal Pesiar Dream Angel.
Setelah melakukan beberapa tahap dalam penyelidikan hingga akhirnya tahun 2022
saya mendapat informasi dari informan bahwa Kapal Pesiar Dream Angel ini akan
berlayar menuju Pelabuhan Benoa untuk mengirimkan barang. Pada tanggal 05
Januari 2022 sekitar pukul 01.30 WITA di Pulau Benoa saya menghentikan Kapal
Pesiar berbendera Arab Saudi yaitu Kapal Pesiar Dream Angel lalu saya pun
memeriksanya secara menyeluruh kapal tersebut;

3. Apakah Sdri. Saksi mengetahui mengapa Kapal Dream Angel ini mengirimkan bahan-
bahan tersebut ke Pulau Benoa?
3. Ya, jadi bahan-bahan yang diimpor dari Arab Saudi melalui Kapal Pesiar Dream
Angel ini merupakan produk kerja sama antara Parent Company milik Ali Al Uraidy
dengan Terdakwa PT MOON STONE GROUP. Setelah melakukan investigasi,
pengimporan ini sudah pernah terjadi pada tahun 2018 yang merupakan hasil dari
kontrak yang telah mereka sepakati di tahun 2017 mengenai pengiriman serbuk daun
zaitun Yaman dari Arab Saudi. Ketika seluruh box yang berisikan serbuk daun zaitun
Yaman tersebut telah tiba di Pulau Benoa Bali lalu akan diperintahkan oleh Duti
Yunita selaku General Manager Mejinong Hotels and Resort dan juga adik dari Priska
Yustitaloka Personil Pengendali Terdakwa PT MOON STONE GROUP untuk diangkut
oleh kapal lokal Segara Kencana ke Pulau Batumejinong menuju tempat Mejinong
Hotels and Resort yaitu anak perusahaan dari Terdakwa PT MOON STONE GROUP.
Serbuk daun zaitun Yaman yang diduga narkotika ini merupakan bahan untuk
minuman khas dari Mejinong Hotels and Resort yaitu minuman loloh jinong;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apa yang Sdri. Saksi temukan dalam kapal tersebut?
1. Hasil dari pemeriksaan menyeluruh atas kapal berbendera Arab Saudi tersebut Saksi
menemukan banyak bahan mentah diduga mengandung prekursor narkotika serta 50
(lima puluh) box yang berisi serbuk-serbuk dengan label minyak zaitun;

2. Apa hasil dari pemeriksaan barang bukti yang ditemukan di Kapal Dream Angel?
2. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut menurut Berita Acara Analisis
Laboratorium Kriminalistik dari Laboratorium Forensik Polda Bali serbuk dan zaitun
Yaman yang diproduksi di atas Kapal Pesiar Dream Angel tersebut telah dicampurkan
dengan beberapa zat salah satunya Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan
sintetis dari Chatinone Narkotika Golongan I dan positif mengandung Ephedrine serta
positif mengandung paracetamol dan caffeine;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-satu selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-dua ke muka persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-dua yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : SYAHRUL KAMIL
Tempat Lahir : Madinah
Umum / Tanggal Lahir : 35 Tahun / 01 Maret 1987
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Arab Saudi
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alamat : Al Thumama Road, Qurtubah, Riyadh 11263, Arab
Saudi
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa namun
tidak memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan bagaimana bisa Sdra. Saksi kenal dengan Terdakwa?
1. Saya kenal dengan Terdakwa karena saya ditugaskan oleh bos saya Ali Al Uraidy
untuk melakukan impor Serbuk Daun zaitun Yaman menuju PT Moon Stone Group
yang berada di Indonesia;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdra. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdra. Saksi?
2. Saya bekerja di D&A Corporation sebagai Awak Kapal Dream Angel sejak tahun
2017 tugas pokok saya yaitu melakukan perawatan kapal secara rutin, memelihara
semua alat keselamatan, menjaga kebersihan bagian dalam kapal, memuat dan
membongkar muatan, membantu penumpang saat dibutuhkan, membuat rute peta
pelayaran, memastikan perjalanan sesuai dengan rute dan membantu penumpang
bila dibutuhkan. Selain itu, saya ditunjuk khusus oleh Ali Al Uraidy untuk memproduksi
serbuk daun zaitun Yaman selama perjalanan menuju ke Indonesia di Kapal Dream
Angel;

3. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;
Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman?
1. Proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman yaitu pertama saya mengeringkan Daun
zaitun Yaman menggunakan food dehydrator, kedua setelah Daun zaitun Yaman
kering kemudian dilakukan proses pengubahan menjadi serbuk dengan
menggunakan alat disk mill. Lalu, proses selanjutnya dilakukan oleh teman saya
Jihan Shafira untuk mencampurkan serbuk daun zaitun Yaman dengan zat Alpha-
Propilaminopentiofenon yang juga mengandung epedhrine. Selain itu juga, dicampur
dengan paracetamol dan caffeine yang masing-masing berfungsi sebagai analgestic
dan xanthine stimulant. Bahan-bahan mentah tersebut kemudian dicampurkan
dengan menggunakan double cone mixer;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan berapa jumlah Serbuk Daun zaitun Yaman setiap kali
melakukan produksi?
2. Saya setiap kali memproduksi Serbuk Daun zaitun Yaman menghabiskan sekitar 500
kg Daun zaitun Yaman yang sudah menjadi serbuk, epedhrine menghabiskan 200 kg,
paracetamol mengabiskan 100 kg,dan caffeine menghabiskakn 100 kg, yang menjadi
1 (satu) ton Serbuk Daun zaitun Yaman untuk siap didistribusikan;

3. Berapa jumlah Serbuk Daun zaitun Yaman yang di kirimkan kepada PT Moon Stone
Group?
3. Pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman kepada PT Moon Stone Group Sebanyak 1
(satu) ton yang dimasukan kedalam 50 (lima puluh) box yang setiap berat boxnya
20kg;

4. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan kemana saja pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman?
4. Saya tidak mengetahui penyebaran kemana saja Serbuk Daun zaitun Yaman, saya
hanya mengetahui bahwa untuk pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman di Indonesia
hanya di PT Moon Stone Group;

5. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan sudah berapa kali pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman
dari Arab Saudi kepada PT Moon Stone Group?
5. Saya sudah mengirim Serbuk Daun zaitun Yaman sebanyak 5 kali sejak tahun 2018.
Pengiriman pertama Kapal Pesiar Dream Angel tiba di Pelabuhan Benoa tanggal 05
Februari 2018, Kedua tanggal 05 Oktober 2018, Ketiga tanggal 05 Juni 2019,
Keempat tanggal 05 Februari 2020 dan Kelima tanggal 05 Februari 2022 yang
terjadinya penangkapan oleh Penyidik. Pengiriman tahun 2020-2021 sempat terhenti
karena Pandemi Covid-19 adanya pelarangan masuknya kapal dari luar indonesia;

6. Apakah Sdra. Saksi mendapatkan upah selain dari gaji tetap yang diberikan oleh Ali Al
Uraidy dan dibayarkannya melalui apa?
6. Iya, saya mendapatkan upah diluar dari gaji yang diberikan oleh Ali Al Uraidy. Jadi
saya mendapatkan upah untuk memproduksi Serbuk Daun zaitun Yaman sebesar
7.000 (Tujuh Ribu) Riyal yang dibayarkan via transfer;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdra. Saksi mengetahui bahwa apa yang diperintahkan oleh Ali Al Uraidy
merupakan Narkotika Golongan I?
1. Saya tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan Ali itu merupakan Narkotika;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan berapa lama proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman?
2. Saya membutuhkan waktu selama 25 hari untuk proses produksi Serbuk Daun zaitun
Yaman;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-dua selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-tiga kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-tiga yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : JIHAN SHAFIRA


Tempat Lahir : Madinah
Umum / Tanggal Lahir : 30 Tahun / 21 Januari 1992
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Arab Saudi
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alamat : Northern Ring Rd, Al Murooj District, Olaya Street,
Riyadh 11491, Arab Saudi
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa namun
tidak memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan bagaimana bisa Sdri. Saksi kenal dengan Terdakwa?
1. Saya kenal dengan Terdakwa karena saya ditugaskan oleh bos saya Ali Al Uraidy
untuk melakukan impor Serbuk Daun zaitun Yaman menuju PT Moon Stone Group
yang berada di Indonesia;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdri. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdri. Saksi?
2. Saya bekerja di D&A Corporation sebagai Awak Kapal Dream Angel sejak tahun
2016 tugas pokok saya yaitu memelihara semua alat keselamatan, menjaga
kebersihan bagian dalam kapal, membantu penumpang saat dibutuhkan, memastikan
perjalanan sesuai dengan rute dan membantu menyediakan makanan bagi
penumpang. Selain itu, saya ditunjuk khusus oleh Ali Al Uraidy untuk memproduksi
serbuk daun zaitun Yaman selama perjalanan menuju ke Indonesia di Kapal Dream
Angel;

3. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman?
1. Proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman yaitu pertama dilakukan oleh rekan saya
Syahrul Kamil untuk mengeringkan Daun zaitun Yaman menggunakan food
dehydrator, kedua setelah Daun zaitun Yaman kering kemudian dilakukan proses
pengubahan menjadi serbuk dengan menggunakan alat disk mill. Lalu, proses
selanjutnya dilakukan oleh saya untuk mencampurkan serbuk daun zaitun Yaman
dengan zat Alpha-Propilaminopentiofenon yang juga mengandung epedhrine. Selain
itu juga, dicampur dengan paracetamol dan caffeine yang masing-masing berfungsi
sebagai analgestic dan xanthine stimulant. Bahan-bahan mentah tersebut kemudian
dicampurkan dengan menggunakan double cone mixer;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan berapa jumlah Serbuk Daun zaitun Yaman setiap kali
melakukan produksi?
2. Saya setiap kali memproduksi Serbuk Daun zaitun Yaman menghabiskan sekitar 500
kg Daun zaitun Yaman yang sudah menjadi serbuk, epedhrine menghabiskan 200 kg,
paracetamol mengabiskan 100 kg,dan caffeine menghabiskakn 100 kg, yang menjadi
1 (satu) ton Serbuk Daun zaitun Yaman untuk siap didistribusikan;

3. Apakah dalam hal memproduksi Serbuk Daun zaitun Yaman yang berjumlah hampir 1
(satu) Ton tersebut dilakukan hanya berdua oleh Sdri. Saksi dengan rekan Sdri. Saksi
bernama Syahrul Kamil?
3. Iya, saya melakukannya hanya berdua dengan rekan saya Syahrul Kamil. Karena
kami dibantu dengan alat-alat yang modern sehingga mempermudahkan kita untuk
melakukan pekerjaan produksi tersebut. Dengan menggunkan alat alat seperti food
dehydrator, disk mill, dan double cone mixer;

4. Berapa jumlah Serbuk Daun zaitun Yaman yang di kirimkan kepada PT Moon Stone
Group?
4. Pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman kepada PT Moon Stone Group Sebanyak 1
(satu) ton yang dimasukan kedalam 50 (lima puluh) box yang setiap berat boxnya
20kg;

5. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan kemana saja pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman?
5. Saya tidak mengetahui penyebaran kemana saja Serbuk Daun zaitun Yaman, saya
hanya mengetahui bahwa untuk pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman di Indonesia
hanya di PT Moon Stone Group;

6. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan sudah berapa kali pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman
dari Arab Saudi kepada PT Moon Stone Group?
6. Saya sudah mengirim Serbuk Daun zaitun Yaman sebanyak 5 kali sejak tahun 2018.
Pengiriman pertama Kapal Pesiar Dream Angel tiba di Pelabuhan Benoa tanggal 05
Februari 2018, Kedua tanggal 05 Oktober 2018, Ketiga tanggal 05 Juni 2019,
Keempat tanggal 05 Februari 2020 dan Kelima tanggal 05 Februari 2022 yang
terjadinya penangkapan oleh Penyidik. Pengiriman tahun 2020-2021 sempat terhenti
karena Pandemi Covid-19 adanya pelarangan masuknya kapal dari luar indonesia;

7. Apakah Sdri. Saksi mendapatkan upah selain dari gaji tetap yang diberikan oleh Ali Al
Uraidy dan dibayarkannya melalui apa?
7. Iya, saya mendapatkan upah diluar dari gaji yang diberikan oleh Ali Al Uraidy. Jadi
saya mendapatkan upah untuk memproduksi Serbuk Daun zaitun Yaman sebesar
7.000 (Tujuh Ribu) Riyal yang dibayarkan via transfer;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui bahwa apa yang diperintahkan oleh Ali Al Uraidy
merupakan Narkotika Golongan I?
1. Saya tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan Ali itu merupakan Narkotika;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan berapa lama proses produksi Serbuk Daun zaitun Yaman?
2. Saya membutuhkan waktu selama 25 hari untuk proses produksi Serbuk Daun zaitun
Yaman;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;
2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah mendengar 3 (tiga) Saksi memberikan kesaksiannya, Ketua Majelis Hakim


bermusyawarah untuk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan melanjutkan
persidangan pada hari Kamis, 09 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara persidangan
Saksi dari Penuntut Umum dan jadwal akan dimasukan ke dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangan oleh
Keetua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 02 Juni 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 3

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 09 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Saksi dari Penuntut Umum;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk memanggil
Saksi untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-satu yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : KETUT SATRYA WARDANA, S.Kel
Tempat Lahir : Denpasar
Umum / Tanggal Lahir : 42 Tahun / 07 Januari 1980
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Petugas Pelabuhan
Pendidikan : S1 Kelautan
Alamat : Jl. Pelabuhan Benoa, Pedungan, Kec. Denpasar
Selatan, Kota Denpasar, Bali
Agama : Hindu

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa namun
tidak memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Apa pekerjaan Sdra. Saksi apa tugas pokok pekerjaan Sdra. Saksi?
1. Saya bekerja di Pelabuhan Benoa sejak tahun 2008. Saya bekerja sebagai petugas
pelabuhan di bagian bea dan cukai yang mana tugas saya yaitu untuk melaksanakan
pengawasan dan pelayanan dibidang kepabeanan dan cukai, pemberian perijinan
dan fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai, pelaksanaan intelijen, patroli,
penindakan, dan penyidikan dibidang kepabeanan dan cukai;

2. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan bagaimana bisa Sdra. Saksi kenal dengan Terdakwa?
1. Pada tahun 2017 Duti Yunita menghubungi saya via telpon. Duti meminta bantuan
kepada saya untuk mengawasi proses pendistribusian Serbuk Daun Zaitu Yaman
yang diimpor langsung dari Arab dengan menggunkan Kapal Dream Angel yang
kemudian akan diangkut menggunakan Kapal Segara Kencana yang akan di
distribusikan ke Mejinong Hotels and Resort;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan bagaimana proses pendistribusian Serbuk Daun zaitun
Yaman dari Kapal Dream Angel menuju Mejinong Hotels and Resort?
2. Pendistribusian tersebut dilakukan setiap 8 bulan sekali, setiap kali Kapal Dream
Angel datang menuju Pelabuhan Benoa saya meloloskan muatan yang diangkut oleh
Kapal Dream Angel. Setelah itu, saya meminta bantuan kepada para buruh yang
berada di sekitar pelabuhan untuk mengangkut box-box yang berisi Serbuk Daun
Zaitu Yaman menuju Kapal Segara Kencana untuk didistribusikan kepada Mejinong
Hotels and Resort;

3. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan sudah berapa kali pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman
dari Arab Saudi kepada PT Moon Stone Group?
3. Saya sudah mengirim Serbuk Daun zaitun Yaman sebanyak 5 kali sejak tahun 2018.
Pengiriman pertama Kapal Pesiar Dream Angel tiba di Pelabuhan Benoa tanggal 05
Februari 2018, Kedua tanggal 05 Oktober 2018, Ketiga tanggal 05 Juni 2019,
Keempat tanggal 05 Februari 2020 dan Kelima tanggal 05 Februari 2022 yang
terjadinya penangkapan oleh Penyidik. Pengiriman tahun 2020-2021 sempat terhenti
karena Pandemi Covid-19 adanya pelarangan masuknya kapal dari luar Indonesia;

4. Apakah Sdra. Saksi mengetahui berapa banyak Serbuk Daun zaitun Yaman yang
diangkut oleh Kapal Pesiar Dream Angel?
4. Iya, saya mengetahui bahwa pendistribusian Serbuk Daun zaitun Yaman kepada
Mejinong Hotels and Resort setiap pengiriman sekitar 1 (satu) ton;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdra. Saksi mengetahui bahwa Kapal Pesiar Dream Angel mengangkut Narkotika
Golongan I Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone?
1. Saya tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan Ali itu merupakan Narkotika;

2. Apa keuntungan yang Sdra. Saksi dapatkan dengan membantu Duti Yunita?
2. Saya mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta
Rupiah) setiap 1 (satu) kali pendistribusian yang dibayarkan oleh Duti dengan
menggunakan akun rekening milik Duti Yunita via transfer;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;
2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-satu selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-dua kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-dua yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : YANA, S.Tra


Tempat Lahir : Surabaya
Umum / Tanggal Lahir : 37 Tahun / 15 Juni 1985
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Nahkoda
Pendidikan : S1 Transportasi Laut
Alamat : Jl. Banjar Watas No 11, Tanglad, Kec. Nusa Penida,
Kab. Klungkung, Bali
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
merupakan karyawan PT MOON STONE GROUP namun tidak memiliki hubungan keluarga
sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdra. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdra. Saksi?
1. Saya bekerja di PT Moon Stone Group sebagai nahkoda Kapal Segara Kencana
sejak tahun 2010 tugas pokok saya yaitu memimpin diatas kapal dan bertanggung
jawab penuh atas keselamatan kapal dan barang muatan selama proses pelayaran
dari pelabuhan pemuatan sampai di pelabuhan tujuan;

2. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan apa saja barang muatan yang diangkut oleh Kapal Sagara
Kencana?
1. Kapal Segara Kencana digunakan untuk mengangkut barang-barang keperluan
Mejinong Hotels and Resort. Namun pada tahun 2018 saya ditugaskan oleh Priska
Yustitaloka untuk mengangkut box-box Serbuk Zaitun Yaman Yaman yang
pengambilannya di Pelabuhan Benoa;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan dari mana box-box yang Sdra. Saksi angkut dari Pelabuhan
Benoa?
2. Box-box Serbuk Daun zaitun Yaman berasal dari perusahaan yang bekerja sama
dengan PT Moon Stone Group, yang berasal dari Arab yang di kirimkan ke Indonesia
dengan menggunakan Kapal Dream Angel;

3. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan bagaimana proses pendistribusian Serbuk Daun zaitun
Yaman hingga tiba di Mejinong Hotels and Resort?
3. Pendistribusian tersebut dilakukan setiap 8 bulan menggunakan Kapal Dream Angel
yang datang menuju Pelabuhan Benoa. Setelah itu, para buruh yang diperintahkan
oleh Ketut Satrya Wardana selaku petugas Pelabuhan Benoa mengangkut box-box
yang berisi Serbuk Daun zaitun Yaman menuju Kapal Segara Kencana untuk
didistribusikan kepada Mejinong Hotels and Resort;

4. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan sudah berapa kali pengiriman Serbuk Daun zaitun Yaman
dari Arab Saudi kepada PT Moon Stone Group?
4. Saya sudah mengangkut serbuk daun zaitun Yaman sebanyak 4 kali sejak tahun
2018. Pengiriman pertama Kapal Pesiar Dream Angel tiba di Pelabuhan Benoa
tanggal 05 Februari 2018, Kedua tanggal 05 Oktober 2018, Ketiga tanggal 05 Juni
2019, Keempat tanggal 05 Februari 2020. Pengiriman tahun 2020-2021 sempat
terhenti karena Pandemi Covid-19 adanya pelarangan masuknya kapal dari luar
indonesia. Seharusnya pada tanggal 05 Februari 2022 saya mengangkut Serbuk
Daun zaitun Yaman namun pada tanggal tersebut terjadinya penangkapan oleh
Penyidik;

5. Apakah Sdra. Saksi mendapatkan upah selain dari gaji tetap yang diberikan oleh
Terdakwa dan dibayarkannya melalui apa?
5. Iya, saya mendapatkan upah diluar dari gaji yang diberikan oleh Terdakwa. Jadi saya
mendapatkan upah setiap kali pengangkutan Serbuk Daun Zaitu Yaman sebesar Rp.
20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) yang dibayarkan via transfer;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdra. Saksi mengetahui bahwa Kapal Dream Angel tersebut mengimpor
Narkotika golongan I?
1. Saya tidak mengetahui bahwa apa yang diperintahkan Ali itu merupakan Narkotika;

2. Apakah Sdra. Saksi mengetahui berapa banyak serbuk daun zaitun Yaman yang diangkut
oleh Kapal Pesiar Dream Angel?
2. Iya saya mengetahui bahwa pendistribusian Serbuk Daun zaitun Yaman kepada
Mejinong Hotels and Resort setiap pengiriman sekitar 1 (satu) ton;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-dua selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-tiga kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-dua yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : DUTI YUNITA, S.M


Tempat Lahir : Denpasar
Umum / Tanggal Lahir : 35 Tahun / 27 Desember 1987
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : General Manager Mejinong Hotels and Resort
Pendidikan : S1 Manajemen
Alamat : Jl. Dangin Indah No.4, Pemongan, Kec. Denpasar
Selatan,Kota Denpasar, Bali
Agama : Hindu

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
perusahaan tersebut menaungi Mejinong Hotels and Resort yang dipegang oleh Saksi dan
Saksi mengenal Priska Yustitaloka selaku pengendali korporasi dan Direktur Utama PT MOON
STONE GROUP serta Priska Yustitaloka merupakan kakak kandung Saksi;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdri. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdri. Saksi?
1. Saya bekerja sebagai General Manager di Mejinong Hotels and Resort yang
merupakan salah satu usaha dari MOON STONE GROUP. Tupoksi saya, satu
menetapkan kebijakan perusahaan dengan menentukan rencana dan tujuan
perusahaan baik jangka panjang maupun jangka pendek, kedua bertanggung jawab
ke dalam dan ke luar perusahaan, ketiga menjadi perantara dalam
mengkomunikasikan ide, gagasan, dan strategi antara pimpinan dan staf;

2. Sejak kapan Sdri. Saksi menjadi General Manager di Mejinong Hotels and Resort?
2. Saya menjadi General Manager sejak didirikannya Mejinong Hotels and Resort yaitu
pada tanggal 26 September 2010;

3. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan Mejinong Hotels and Resort ini bergerak dibidang apa dan
pelayanan apa saja yang diberikan kepada konsumen?
1. Mejinong Hotels and Resort ini begerak dibidang pelayanan penginapan dan
penyajian makanan serta minuman yang sangat terkanal yang bernama Loloh
Jinong;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa bahan utama dari minuman tersebut dan berasal dari
mana bahan utama tersebut?
2. Loloh jinong berbahan dasar dari teh Arab, sebelum ada larangan dari pemerintah
pada tanggal 09 Januari 2017 terkait penanaman teh Arab. Setelah adanya
larangan penanaman teh Arab kami menggati bahan dasar minuman Loloh Jinong
dengan serbuk daun zaitun Yaman yang langsung diimpor dari Arab;

3. Apakah Moon Stone Group atau Mejinong Hotels and Resort dalam hal melakukan
pengolahan minuman Loloh Jinong bekerjasama dengan pihak lain?
3. Iya pada tanggal 18 Desember 2010 saya bersama kakak saya Priska yang
mewakili PT MOON STONE GROUP melakukan kerjasama dengan Ali Al Uraidy
selaku direktur utama D&A Corporation tujuan dari kerjasama ini pihak Moon Stone
Group ingin memperkerjakan tenaga ahli dari D&A Corporation sebagai mixologist
di Mejinong Hotels and Resort selama 10 tahun;

4. Setelah adanya larangan dari pemerintah mengenai penanaman teh arab, apa yang
Sdri. Saksi lakukan?
4. Saya langsung koordinasi dengan kakak saya Priska, kemudian pada tanggal 09
Februari 2017 kakak saya Priska mengadakan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa) dengan saya, Made Suiyobi selaku Direktur Pemasaran Moon
Stone Group, dan Albertus Hutagalung selaku Legal Officer Moon Stone Group di
kantornya untuk membahas permasalahan pelarangan penanaman teh arab. Pada
tanggal 28 Maret 2017 Saya dan kakak saya Priska melakukan pertemuan di Arab
Saudi dengan Ali Al Uraidy untuk memutuskan kontrak kerjasama terhadap
mixologist. Namun saat itu Moon Stone Group hatus membayar denda ganti rugi
sebesar Rp.85.000.000.000 (Delapan Lima Miliar Rupiah);

5. Apakah Sdri. Saksi menyetujui pembayaran ganti rugi tersebut?


5. Saya tidak menyetujui mengenai pembayaran ganti rugi tersebut karena itu bukan
nominal yang kecil dan tidak hanya pihak D&A Corporation yang mengalami
kerugian tetapi pihak saya juga mengalami kerugian. Namun pihak Ali menawarkan
pilihan untuk tetap mejalani kerja sama dengan memberi bantuan penggantian
bahan utama teh arab dengan serbuk daun zaitun ;

6. Apakah Sdri. Saksi menyetujui atas tawaran Ali Al Uraidy tersebut?


6. Saya tidak langsung menyetujui tawaran Ali tersebut. Pada tanggal 01 April 2017
kakak saya Priska segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) yang dihadiri oleh saya, Gede Dimas Widhi Kusuma selaku Wakil
Direktur Utama, Komang Anggie Utami selaku Direktur Operasional, Ni Wayan Ari
Anggreni selaku Direktur Keuangan, dan Ida Ayu Kade Diah selaku Direktur
Personalia. Dalam berita acara RUPSLB tertanggal 01 April 2017, kakak Priska
Yustitaloka menyatakan penggantian bahan dasar loloh jinong. Peserta RUPSLB
menyepakati usulan yang diajukan oleh Priska Yustitaloka. Pada tanggal 03 April
2017 Priska dan Ali menandatangai perjanjian kerja sama tersebut;

7. Apa isi perjanjian kerjasama antara Moon Stone Group dengan D&A Corporation?
7. Isi perjanjian tersebut intinya pergantian bahan utama minuman loloh jinong yang
semula teh arab menjadi serbuk daun zaitun Yaman dan proses penanaman,
produksi, sampai pengiriman serbuk daun zaitun Yaman akan diurusi oleh pihak Ali
Al Uraidy;

8. Sejak kapan pihak Ali Al Uraidy mulai melakukan pengirimanan?


8. Ali Al Uraidy mulai mengirimkan serbuk daun zaitun pada tanggal 25 Januari 2018.
Perjalanan kapal tersebut berlangsung selama 25 (dua puluh lima) hari menuju
Pelabuhan Benoa dan akan kembali ke Indonesia setiap 8 (delapan) bulan sekali;

9. Berapa jumlah serbuk daun zaitun Yaman setiap kali pengiriman?


9. Sekitar 1 (satu) ton setiap kali pengiriman untuk persedian 8 (delapan) bulan
kedepan;

10. Bagaimana proses pengiriman serbuk daun zaitu Yaman sehingga bisa tiba di
Indonesia?
10 Pengiriman dilakukan setiap 8 (delapan) bulan sekali. Pengiriman tersebut
. dilakukan melalui jalur laut menggunakan Kapal Pesiar Dream Angel. Perjalanan
tersebut berlangsung selama 25 hari. Dihari ke-25 Kapal tersebut akan tiba di
Pelabuhan Benoa. Kemuadian serbuk daun zaitun yaman tersebut diangkut menuju
Kapal Segara Kencana agar di bawa menuju ke Mejinong Hotels and Resort;

11. Siapa yang mengurusi pendistribusian dipelabuhan hingga serbuk daun zaitun Yaman
tiba di Mejinong Hotels and Resorts?
11 Saya meminta bantuan kepada Ketut Satrya Wardana selaku petugas pelabuhan
. untuk mengurusi pendistribusian box-box biasanya sekitar 50 (lima puluh) box yang
harus dipindahkan dari Kapal Dream Angel ke Kapal Segara Kencana dan segala
urusan di pelabuhan;

12. Berapa pendapatan yang diperoleh oleh Mejinong Hotels and Resort setiap bulannya?
12 Pendapatan Mejinong Hotels and Resort sekitar 400 (empat ratus) milyar rupiah;
.
13. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan 400 M itu pendapatan dari mana saja?
13 Iya pendapat tersebut di peroleh dari penjualan minuman loloh jinong yang setiap
. bulannya diperkirakan menghabiskan sekitar 2.100 botol / perharinya dimana 1
botol itu dibandrol dengan harga 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) belum dari
penghasilan hotel / penginapan;

14. Berapa harga serbuk daun zaitun Yaman yang harus di bayar kepada Ali Al Uraidy dan
dibayarkan kapan dan menggunakan apa?
14 Saya akan membayar sekita 75 M / 1 ton serbuk daun zaitun Yaman atau setiap kali
. pengiriman saya harus membayar 75 M kepada Ali. Terkait urusan bayar kepada
pihak Alinya itu menjadi urusan Direktur Keuangan Moon Stone Group;

15. Apakah segala pendapatan yang diperoleh oleh Mejinong Hotels and Resort itu masuk
ke dalam uang kas Mejinong Hotels and Resort atau di kelola oleh PT Moon Stone
Group?
15 Pendapatan Mejinong Hotels and Resort tersebut diserahkan dan dikelola langsung
. oleh PT Moon Stone Group setiap bulannya yang disetorkan via transfer dengan
menggunkan rekening milik Mejinong Hotels and Resort dengan nomor rekening
7420113729 yang diserahkan kepada PT Moon Stone Group dengan nomor
rekening 7892106789;

16. Saat Mejinong Hotels and Resort memperoleh keuntungan yang besar, apa yang Sdri.
Saksi lakukan?
16 Kakak saya Priska Yustitaloka melakukan investasi melalui pembelian saham
. sebesar 16% dari sebuah perusahaan di negara Hongkong bernama Mojiza
Property Holding Ltd. yang bergerak di bidang furniture. Sedangkan saya
memberikan trickle down effect ekonomi bagi masyarakat Desa Sakti, Nusa Penida.
Yang bekerja sama dengan Perbekel Desa Sakti yaitu Gusti Ayu Trisna Claudia
untuk mempekerjakan warganya;

17. Berdasarkan keterangan ahli dari PPATK Priska melakukan investasi di Hongkong
mengapa transaksi pembelian saham tersebut masuk kepada rekening Sdri. Saksi?
17 Iya, karena memang itu perusahaan baru milik saya yang bergerak dibidang
. Furniture. Kakak saya Priska melakukan pembelian saham diperusahaan saya
tersebut karena bisnis, terutama dibidang furniture dan properti itu merupakan suatu
bisnis yang mejanjikan;

18. Sejak kapan perusahaan Mojiza Property Holding Ltd. Ini di didirikan dan mengapa
memilih negara Hongkong untuk mendirikannya?
18 Perusahaan ini berdiri sejak tanggal 01 Juni 2018, saya memilih Hongkong karena
. tingkat minat penduduknya terhadap furniture itu sangat tinggi;

19. Apa yang Sdri. Saksi lakukan Bersama Priska di Singapura?


19 Saya dan kakak saya sedang berlibur dan sedang mencari bisnis baru lagi;
.

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui bahwa serbuk Daun zaitun Yaman mengandung
Narkotika Golongan I yang bernama Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan
sintetis dari Chatinone?
1. Iya, saya mengetahui bahwa serbuk Daun zaitun Yaman itu terdapat campuran
Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintetis dari Chatinone, saya sempat
mempertanyakan kepada Ali terkait pencampuran bahan tersebut namun pihak ahli
mengatakan bahwa campuran Alpha-Propilaminopentiofenon tersebut tidak ada
peraturan yang mengaturnya jadi tidak apa apa. Makanya saya menyetujuinya;
2. Dari mana Sdri. Saksi mengetahui Chatinone itu termasuk kedalam narkotika golongan ke
I?
2. Iya saya mengetahuinya karena sebelumnya Loloh Jinong berbahan dasar Teh Arab
dan itu dilarang pemerintah karena mengandung Chatinone Narkotika Golongan I;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah mendengar 3 (tiga) Saksi memberikan kesaksiannya. Ketua Majelis Hakim


bermusyawarah untuk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan melanjutkan
persidangan pada hari Kamis, 16 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara pemeriksaan
Saksi dari Penuntut Umum dan jadwal akan dimasukan ke dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 09 Juni 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 4

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 16 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Saksi dari Penuntut Umum;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk memanggil
Saksi untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-satu yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : ASHROFI’AH NISSA
Tempat Lahir : Bahah
Umum / Tanggal Lahir : 32 Tahun / 25 Maret 1990
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Arab Saudi
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Alamat : Kingdom Tower, Al Olaya Street Opposite To The,
Riyadh 11565, Arab Saudi
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
merupakan salah satu karyawan Hotels and Resort namun tidak memiliki hubungan keluarga
sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan bagaimana bisa Sdri. Saksi kenal dengan Terdakwa?
1. Saya kenal dengan Terdakwa karena saya ditugaskan oleh bos saya Ali Al Uraidy
sebagai tenaga ahli untuk bekerja di PT Moon Stone Group yang berada di Indonesia;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdri. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdri. Saksi?
2. Saya bekerja di PT Moon Stone Group sebagai mixologist sejak tahun 2010 tugas
pokok saya yaitu,menciptakan kreasi minuman, membuat resep resep baru dan
mengajarkan kepada karyawan lain untuk membuat minuman tersebut;

3. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait kreasi minuman yang pernah Sdri. Saksi buat untuk
Terdakwa?
1. Iya saya itu sangat handal membuat kreasi minuman yang berbahan dasar teh,
untuk PT Moon Stone Group ini saya membuat kreasi minuman yang berbahan
dasarnya itu Teh Arab yang memiliki cita rasa yang sangat enak dan membuat
orang lain ingin terus mengkonsumsinya, saya berinama kreasi minuman saya ini
“Loloh Jinong”. Minuman ini saat launching sangat meledak di pasaran dan
membuat saya sebagai mixologist kewalahan. Namun pada tahun 2017 pemerintah
Indonesia melarang dengan adanya Teh Arab ini , padahal di Arab teh ini
legendaris;

2. Setelah adanya pelarangan The Arab di Indonesia, apakah Sdri. Saksi kembali ke Arab
Saudi?
2. Saya sempat mempertanyakan akan hal itu, apa saya di kembalikan atau tidak.
Padahal saya bekerja belum sesuai dengan kontrak pekerjaan saya tapi ternyata
saya tidak dikembalikan ke negara asal saya karena pihak PT Moon Stone Group
dan D&A Corporation sepertinya memiliki Kerjasama yang baru;

3. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan seharusnya Sdri. Saksi bekerja dengan pihak PT Moon
Stone Group berapa lama?
3. Saya dalam kontrak kerja seharusnya bekerja dengan PT Moon Stone Group
selama 10 tahun sejak tahun 2010 sampai dengan 2020, namun pada tahun 2017
saya terancam akan di kembalikan ke negara saya namun hal tersebut tidak jadi;

4. Apakah dari pihak PT Moon Stone Group ada pembicaraan mengenai pemutusan
kontrak pekerjaan Sdri. Saksi?
4. Pihak PT Moon Stone Group tidak membicarakan pemutusan kontrak kerja saya,
namun saya hanya mengetahui dari Tjokorda bahwa saya akan tetap bekerja di PT
Moon Stone Group dan akan di lakukannya kontrak kerja yang baru;

5. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan mengenai kontak kerja Sdri. Saksi yang baru dengan pihak
PT Moon Stone Group?
5. Iya pada kontrak kerja yang baru ini saya tetap di tugaskan menjadi mixologist
namun bedanya semula saya harus membuat resep baru dengan bahan Teh Arab
sedangkan kontrak yang baru ini saya hanya meracik saja dengan resep yang
sudah ada dengan bahan utamanya Serbuk Daun Zaitun Yaman;

6. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait komposisi minuman Loloh Jinong tersebut?
6. Komposisi minuman Loloh Jinong terdiri dari Serbuk Daun Zaitu Yaman yang
sudah siap saji, selain itu saya menambahkan air, perasa, dan gula sebagai
pelengkapnya;

7. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan cara pembuatan minuman Loloh Jinong tersebut?
7. Pembuatan minuman Loloh Jinong cukup praktis yaitu dengan menyiapkan gelas
ukuran yang besar dengan memasukkan Serbuk Daun Zaitun Yaman sebanyak 2
(dua) gram, lalu campurkan gula, perasa, dan air secukupnya. Setelah itu diaduk
dengan merata dan masukan kedalam botol yang berukuran 600 ml;

8. Apakah Sdri. Saksi mengetahui bahwa serbuk Daun zaitun Yaman mengandung
Narkotika Golongan I yang bernama Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan
sintetis dari Chatinone?
8. Saya tidak mengetahui bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung narkotika
golongan I Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone;

9. Apakah Sdri. Saksi mengetahui proses pendistribusian Serbuk Daun Zaitun Yaman
tersebut?
9. Saya tidak mengetahui karena itu bukan tugas saya;

10. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait penjualan minuman Loloh Jinong tersebut dan di
pasarkan kemana saja?
10 Minuman loloh jinong tersebut dijual dalam bentuk minuman siap saji dengan
. menggunakan botol berukuran 600 ml dengan harga jualnya Rp 500.000 (Lima
Ratus Ribu) per botol. Minuman Loloh Jinong setiap harinya menghabiskan
sebanyak 2.100 botol (Dua Ribu Seratus) yang hanya dipasarkan di Mejinong
Hotels and Resort;

11. Berapa gaji yang Sdri. Saksi dapatkan?


11 Saya mendaptkan gaji sebesar 6.500 Riyal yang di bayarkan secara transfer;
.

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui komposisi dari serbuk daun zaitun Yaman?
1. Saya tidak mengetahui mengenai komposisi dari Serbuk Daun Zaitun Yaman, yang
saya tahu Serbuk Daun Zaitun Yaman bahan utamanya yaitu Daun Zaitun Yaman
yang dikeringkan dan sepertinya ada bahan yang dicampurkan soalnya saya
mengetahui betul rasa dari pada Daun Zaitun Yaman yang memiliki rasa yang sama
seperti teh Arab;

2. Apakah Sdri. Saksi mengetahui dari mana berasalnya Serbuk Daun Zaitun Yaman
tersebut?
2. Iya saya mengetahuinya bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman tersebut diimpor dari
Arab, karena pada kontrak kerja saya sudah di jelaskan terkait asal usul Serbuk Daun
Zaitun Yaman;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-satu selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-dua kemuka persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-dua yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : TJOKORDA DEWI, S.Pd


Tempat Lahir : Denpasar
Umum / Tanggal Lahir : 32 Tahun / 19 Januari 1990
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Executive Chef
Pendidikan : S1 Pendidikan Tata Boga
Alamat : Jl. Supiori 31 Dusun Sebelanga. Desa Dauh Putri
Kauh, Kec. Denpasar Barat
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
merupakan salah satu karyawan Hotels and Resort yaittu Mejinong Hotels and Resort namun
tidak memiliki hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdri. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdri. Saksi?
1. Saya bekerja sebagai Executive Chef di Mejinong Hotels and Resort sejak tahun
2010. Tugas pokok saya yaitu membuat menu untuk dijual oleh waiter atau staff food
and beverage product. Membuat anggaran tahunan untuk mempersiapkan bahan-
bahan makanan yang akan dijual, Mengatur & mengawasi seluruh tugas-tugas
kitchen, khususnya dalam proses pengadaan dan pengolahan makanan sesuai
dengan standart yang telah ditetapkan;

2. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan makanan atau produk apa yang menjadi ciri khas dari
Mejinong Hotels and Resort?
2. Mejinong Hotels and Resort ini terkenal dengan minuman yang bernama Loloh
Jinong;

3. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait minuman Loloh Jinong yang menjadi ciri khas dari
Mejinong Hotels and Resort?
1. Minuman Loloh Jinong ini bahan utamanya yaitu Serbuk Daun Zaitun Yaman, yang
memiliki cita rasa yang enak dan membuat orang-orang yang mecobanya
ketagihan;

2. Apakah dalam hal pembuatan minuman Loloh Jinong tersebut Sdri. Saksi yang
membuatnya?
2. Tidak yang meracik minuman tersebut oleh mixologist yang sengaja di datangkan
dari Arab, tapi karena banyaknya pesanan saya juga ikut membantu;

3. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait komposisi minuman Loloh Jinong tersebut?
3. Komposisi minuman Loloh Jinong terdiri dari Serbuk Daun Zaitu Yaman yang
sudah siap saji, selain itu saya menambahkan air, perasa, dan gula sebagai
pelengkapnya;
4. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan cara pembuatan minuman Loloh Jinong tersebut?
4. Pembuatan minuman Loloh Jinong cukup praktis yaitu dengan menyiapkan gelas
ukuran yang besar dengan memasukkan Serbuk Daun Zaitun Yaman sebanyak 2
(dua) gram, lalu campurkan gula, perasa, dan air secukupnya. Setelah itu diaduk
dengan merata dan masukan kedalam botol yang berukuran 600 ml;

5. Apakah Sdri. Saksi mengetahui komposisi dari serbuk daun zaitun Yaman?
5. Saya tidak mengetahui mengenai komposisi dari Serbuk Daun Zaitun Yaman,
karena Duti tidak pernah menjelaskan apa-apa terkait komposisinya;

6. Berapa jumlah Serbuk Daun Zaitun Yaman yang Sdri. Saksi terima saat pendistribusian
tersebut dan disimpan dimana?
6. Setiap kali pendistribusian saya menerima sebanyak 1 (satu) ton yang kemudian
saya simpan di gudang belakang milik Mejinong Hotels and Resort;

7. Berapa lama jangka waktu untuk menghabiskan 1 (satu) Ton Serbuk Daun Zaitun Yaman
di Mejinong Hotels and Resort?
7. Iya biasanya 1 (satu) ton Serbuk Daun Zaitun Yaman memerlukan waktu sekitar 7
sampai 8 bulan untuk menghabisinya. Namun pada saat Covid-19 terjadi
penurunan penjualan sehingga terdapat sisa Serbuk Daun Zaitun Yaman yang
terancam dibuang;

8. Siapa yang menghubungi pihak dari Arab untuk mengirim Serbuk Daun Zaitun Yaman?
8. Biasanya saya melakukan pelaporan kepada Duti, namun setiap 8 bulan sekali
selalu ada pendistribusian Serbuk Daun Zaitun Yaman;

9. Sudah berapa kali pendistribusian dilakukan ke Mejiong Hotels and Resort?


9. Serbuk Daun Zaitun Yaman sudah didistribusikan sebanyak 4 kali sejak tahun 2018
sampai 2020. Yaitu pada tanggal 05 Februari 2018, Kedua tanggal 05 Oktober
2018, Ketiga tanggal 05 Juni 2019, Keempat tanggal 05 Febuari 2020. Pengiriman
tahun 2020-2021 sempat terhenti karena Pandemi Covid-19 adanya pelarangan
masuknya kapal dari luar indonesia. Seharusnya ada pendistribusian ke 5 kali pada
tanggal 05 Januari 2022, namun hal itu diketahui oleh penyedik dan dilakukan
penangkapan;

10. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan terkait penjualan minuman Loloh Jinong tersebut dan di
pasarkan kemana saja?
10 Minuman loloh jinong tersebut dijual dalam bentuk minuman siap saji dengan
. menggunakan botol berukuran 600 ml dengan harga jualnya Rp 500.000 (Lima
Ratus Ribu) per botol. Minuman Loloh Jinong setiap harinya menghabiskan
sebanyak 2.100 botol (Dua Ribu Seratus) yang hanya dipasarkan di Mejinong
Hotels and Resort;

11. Berapa gaji yang Sdri. Saksi dapatkan dan dibayarkan melalui apa?
11 Saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah).
. Yang dibayarkan secara tunai;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung
Narkotika golongan I Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari
chatinone?
1. Saya tidak mengetahui bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung narkotika
golongan I Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone;

2. Apakah Sdri. Saksi mengetahui dari mana berasal Serbuk Daun Zaitun Yaman tersebut?
2. Iya saya mengetahuinya bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman tersebut diimpor dari
Arab, karena pada saat pendistribusian dari kapal Segara Kencana yang dibawa oleh
Yana, penerima serbuk Daun Zaitun Yaman itu saya sendiri;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi ke-dua selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan


kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-tiga kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Saksi ke-tiga yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : NI WAYAN ARI ANGGRENI, S.E


Tempat Lahir : Surabaya
Umum / Tanggal Lahir : 38 Tahun / 21 Maret 1984
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Direktur Keuangan
Pendidikan : S1 Ekonomi
Alamat : Jl. Mahendradatta Selatan No. 12, Padangsambian,
Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
merupakan Direktur Keuangan PT Moon Stone Group namun tidak memiliki hubungan keluarga
sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa tugas pokok pekerjaan Sdri. Saksi?
1. Saya menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT MOON STONE GROUP sejak tahun
2002 bertugas dan memiliki fungsi yaitu bertanggung jawab terhadap
kinerja keuangan sebuah perusahaan, bertanggung jawab membuat laporan
keuangan perusahaan, Menyusun strategi dan emningkatkan pertumbuhan keuangan
perusahaan, meminimalisir resiko keuangan yang mungkin merugikan perushaan, dll

2. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui pergantian bahan pada Loloh Jinong?
1. Ya, saya mengetahuinya. Pada tanggal 01 April 2017, Priska Yustitaloka
mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa bersama jajaran direksi
PT MOON STONE GROUP termasuk saya juga mengikuti rapatnya. Dalam rapat
tersebut membahas pergantian bahan dasar Loloh Jinong karena saat itu Teh Arab
yang awalnya menjadi bahan utamanya dilarang oleh Pemerintah karena
mengandung Chatinone Narkotika Golongan I, maka akan diganti dengan serbuk
daun zaitun Yaman dari Arab Saudi yang cita rasanya sama dengan teh Arab. Atas
penjelasan yang diberikan, kami peserta RUPSLB menyepakati usulan Priska
Yustitaloka tersebut;

2. Apa tindak lanjut yang dilakukan oleh Terdakwa setelah melakukan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa tersebut?
2. PT MOON STONE GRUP melakukan perjanjian kerja sama dengan D&A
Corporation mengenai penggunaan serbuk daun zaitun Yaman;

3. Apa peran Sdri. Saksi dalam kerja sama antar Terdakwa dengan D&A Corporation
tersebut?
3. Tidak ada peran khusus, saya hanya mengurus pembayaran untuk jual beli serbuk
daun zaitun Yaman kepada D&A Corporation atas perintah Priska Yustitaloka;

4. Berapa yang dibayarkan untuk penggunaan serbuk daun zaitun Yaman tersebut?
4. Sesuai dengan kontrak perjanjian kerja sama, PT MOON STONE GROUP harus
membayar Rp75.000.000.000,00 (tujuh puluh lima miliar rupiah) untuk setiap
pengiriman yang dilakukan setiap 8 (delapan) bulan sekali;

5. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan bagaimana system pembayarannya?


5. Setiap kali pengiriman pembayarannya dilakukan dengan dicicil sebanyak 8
(delapan) kali dengan menggunakan rekening atas nama PT MOON STONE
GROUP kepada D&A Corporation dengan system lalu lintas giro yang per bulannya
kami membayar sebesar Rp9.375.000.000,00 (sembilan miliar tiga ratus tujuh puluh
lima miliar rupiah);

6. Sudah berapa kali Terdakwa melakukan transfer kepada D&A Corporation?


6. Pengiriman serbuk daun zaitun Yaman sudah dilakukan sebanyak 5 (lima) kali.
Terdakwa menyicil 32 (tiga puluh dua) kali untuk 4 (empat) kali pengiriman yang
sudah dilakukan dan sekali untuk pengiriman yang kelima kali. Jadi total
pembayaran yang dilakukan sebanyak 33 (tiga puluh tiga) kali dengan total nilai
sebesar Rp309.375.000.000,00 (tiga ratus sembilan miliar tiga ratus tujuh puluh
lima juta rupiah) terhitung sejak tanggal 15 Januari 2018 hingga 15 Desember 2021
untuk pembayaran serbuk daun zaitun Yaman kepada D&A Corporation;

7. Berapa besar keuntungan yang disetorkan kepada Terdakwa dari penjualan Loloh Jinong
yang dijual oleh Mejinong Hotels and Resort?
7. Hasil penjualan Loloh Jinong di Mejinong Hotels and Resort dengan bahan serbuk
daun zaitun Yaman dalam 8 (delapan) bulan mendapat sebesar
Rp250.000.000.000,00 (dua ratus lima puluh miliar rupiah) dengan menjual 500.000
(lima ratus ribu) botol seharga Rp500.000,00/botol (lima ratus ribu rupiah per botol)
dan mendapat keuntungan bersih sebesar Rp175.000.000.000,00 (seratus tujuh
puluh lima miliar rupiah);

8. Berdasarkan keterangan Ahli Audit bahwa Terdakwa pernah melakukan investasi bisa
saudara jelaskan mengenai hal tersebut?
8. Jadi uang setoran dari hasil penjualan Loloh Jinong oleh Priska Yustitaloka dengan
menggunakan rekening atas nama PT MOON STONE GROUP diinvestasikan
dengan cara membeli saham sebesar 16% (enam belas persen) sejumlah
Rp200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah) dari sebuah perusahaan di
Hongkong bernama Mojiza Property Holding.Ltd;

9. Perusahaan apa Mojiza Property Holding.Ltd itu?


9. Yang saya ketahui perusahaan Mojiza Property Holding.Ltd ini adalah perusahaan
yang bergerak di bidang furniture milik Duti Yunita;
10. Bagaimana sistem pembayaran investasi kepada Mojiza Property Holding.Ltd?
10 Pembayarannya melalui aplikasi Saxo Markets. PT MOON STONE GROUP dengan
. melakukan transfer sebanyak 4 (empat) kali yaitu pada tanggal 15 Maret 2019, 30
Maret 2019, 15 April 2019 dan 30 April 2019 kepada Saxo Markets untuk membeli
saham di Mojiza Property Holding.Ltd dengan sekali pembayarannya sebesar
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah);

11. Apakah dari hasil investasi tersebut Terdakwa mendapatkan keuntungan?


11 Ya, PT MOON STONE GROUP mendapat keuntungan pada tahun 2020 sebesar
. 14% (empat belas persen) sejumlah Rp228.000.000.000,00 (dua ratus dua puluh
delapan miliar rupiah) dan tahun 2021 9% (sembilan persen)
Rp248.520.000.000,00 (dua ratus empat puluh delapan miliar lima ratus dua puluh
juta rupiah);

12. Berapa total kekayaan PT MOON STONE GROUP sampai saat ini?
12 Total kekayaan milik Terdakwa sampai saat ini sejumlah Rp335.000.000.000,00
. (tiga ratus tiga puluh lima miliar rupiah);

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdri. Saksi mengetahui tindak pidana mengimpor narkotika dan tindak pencucian
uang yang dilakukan oleh Terdakwa?
1. Ya, saya mengetahuinya;

2. Apakah Sdri. Saksi mengetahui digunakan untuk apa hasil keuntungan dari penjualan
Loloh Jinong tersebut?
2. Pendapatan PT MOON STONE GROUP dari Loloh Jinong dan juga dari hotel dan
resort digunakan untuk membayar gaji karyawan, pengembangan perusahaan;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah mendengar 3 (tiga) Saksi memberikan kesaksiannya. Ketua Majelis Hakim


bermusyawarah untuk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan melanjutkan
persidangan pada hari Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara pemeriksaan Ahli
dari Penuntut Umum dan jadwal akan dimasukan ke dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.
Denpasar, 16 Juni 2022
PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.

BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 5

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 23 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Ahli dari Penuntut Umum;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk memanggil Ahli
untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Ahli ke-satu yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : Dr. ZIHAN ANASTASYA, Sp.F
Tempat Lahir : Surabaya
Umum / Tanggal Lahir : 43 Tahun / 09 Mei 1979
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Analis
Pendidikan : Sp-1 Forensik
Alamat : Jl. Gatot Subroto Barat Rt 03/Rw 05, Tonja, Kec.
Denpasar Utara, Kota. Denpasar, Bali
Agama : Islam
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Ahli menerangkan tidak kenal dan tidak memiliki
hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Ahli mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Ahli untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Ahli;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah Sdri. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdri. Saksi?
1. Ya, saya bekerja sebagai Ahli Laboratorium Forensik di Laboratorium Nasional Garuda Wijaya
sejak tahun 2008 sebagai analis laboratorium Forensik;

2. Apakah Sdri. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Dapatkah Sdri. Saksi jelaskan apa itu Alpha-Propilaminopentiofenon, Ephedrine,
Paracetamol dan Caffeine?
1. Alpha-Propilaminopentiofenon atau yang dikenal sebagai 1-Fenil-2-(propilamino)-1-
pentanona adalah turunan atau devirat dari senyawa cathinone atau juga dikenal
sebagai sintetis dari cathinone. Di Indonesia sendiri cathinone atau katinona
termasuk ke dalam narkotika golongan I. Ephedrine adalah stimulan sistem saraf
pusat. Di Indonesia, Ephedrine biasanya digunakan sebagai dekongestan
dan bronkodilator. Paracetamol atau acetaminophen adalah obat analgesik non-
opiat yang berfungsi untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Nyeri yang
dapat diatasi dengan paracetamol adalah nyeri ringan sampai sedang. Paracetamol
memiliki efek menghambat pembentukan prostaglandin, namun kerjanya dalam
menghambat enzim siklooksigenase belum terlalu jelas. Nama kimia paracetamol
adalah acetaminophen dan N-(4-hydroxyphenyl)acetamide. Caffeine atau kafein,
ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja
sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina merupakan
obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir
rasa kantuk secara sementara. Kafein memiliki efek stimulan yang mempengaruhi
sistem saraf pusat. Kafein juga bisa digunakan dalam pengobatan henti napas
(apnea) pada bayi baru lahir (neonatal apnea). Kondisi ini sering ditemukan pada
bayi prematur;

2. Dapatkah Sdri. Ahli jelaskan lebih rinci tentang chatinone?


2. Secara medis, katinon memiliki nama asli cathinone (Katinona) yang struktur kimia
dan efek mirip amfetamin, yang memilki efek samping yang berbahaya. Zat katinon
ini dapat dibuat sintetis yang kekuatannya sekian kali lipat dibandingkan dengan
yang alami, zat katinon yang sintetis ini menjadi disalahgunakan dan dimasukkan
dalam kelompok psikotropika. Katinon sintetis berbentuk serbuk kristal putih atau
kecoklatan yang dikemas didalam kapsul dan dapat dibentuk tablet / pil sebagai
pengganti pil ekstasi. Katinon termasuk sebagai golongan I Konvensi PBB untuk Zat
– zat Psikotropika Tahun 1971. Cathinone yang terdapat dalam Khat dimasukkan
sebagai golongan III, sedangkan cathinone sintetis yaitu amfepramone dan
pyrovalerone dimasukkan sebagai golongan IV konvensi itu. Menurut National
Institute on Drug Abuse, pada Juli 2012, cathinone sintetis, yaitu pyrovalerone dan
mephedrone, dinyatakan sebagai zat ilegal. Di Indonesia, katinon masuk sebagai
narkotika golongan I dalam Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika. Cathinone merupakan zat stimulan untuk sistem saraf pusat yang banyak
digunakan sebagai club drug atau party drug. Zat tersebut akan membuat orang
senang menjadi lebih senang, karena zat tersebut meransang ujung – ujung saraf.
Katinon ini memiliki kecenderungan menjadi candu karena efek zat ini meransang
saraf pusat. Zat katinon ini memiliki efek yang membuat orang menjadi
bersemangat, tidak mengantuk, euforia (rasa senang yang berlebihan), lebih
percaya diri dan sexual drive-nya meningkat. Efek ini berlansung selama 4 – 6 jam.
Setelah efek zat katinon ini hilang, maka si pengguna akan kembali normal, lebih
ngantuk, lebih lemas, dan depresi. Dalam situs National Institute on Drug Abuse,
dilaporkan bahwa efek cathinone mirip amfetamin dan kokain. Zat itu meransang
peningkatan kadar neurotransmitter dopamin yang menyebabkan timbul rasa
gembira dan lebih bertenaga, serta meningkatkan kadar norepinefrin yang
menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Cathinone dapat
menimbulkan halusinasi, akibat peningkatan kadar serotonin.

3. Apakah Sdri. Saksi bisa menjelaskan bagaimana dengan turunan dari zat chatinone itu
sendiri seperti Alpha-Propilaminopentiofenon?
3. Katinon Sintetis mulai muncul di pasaran narkoba Eropa pada medio tahun 2000. Derivatif
atau senyawa turunan cathinone (katinon) tersebut antara lain methcathinone, amfepramone,
pyrovalerone, mephedrone, methylone, dan banyak bermunculan sintetis katinon lain yang
baru seperti Alpha-Propilaminopentiofenon ini namun pada dasarnya cara kerja dan efek
sampingnya sama dengan jenis turunan katinon yang sudah ada dan diobservasi selama ini .
Farmakologinya, katinon-katinon sintentis menunjukkan reaksi sebagai perangsang sistem
saraf pusat seperti pada fenethylamine. EMCDDA mencatat bahwa berdasarkan observasi
atas pasien yang diduga keracunan mephedrone, terlihat bahwa senyawa turunan katinon ini
menunjukkan efek simpatomimetik mirip dengan senyawa turunan amfetamin.
Paling banyak beredar dalam periode sampai tahun 2010 adalah mephedrone dan
methylone. Senyawa turunan katinon ini diklaim memiliki efek serupa dengan kokain,
amfetamin atau methylene-dioxy-meth-amphetamine (MDMA) biasa disebut XTC, ecstasy,
alias inex. Mephedrone dan methylone umumnya dijumpai dalam bentuk serbuk kristal putih
atau coklat. Kadang-kadang dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul. Sebagian pengguna
menikmati serbuk ini dengan cara dihirup melalui hidung. Karena sifatnya yang larut dalam
air, sebagian pengguna lainnya juga memakai cara suntik. Alpha-Propilaminopentiofenon ini
berbentuk serbuk dan dapat menimbulkan efek yang sama dengan methylone walaupun
dicampur dengan minuman lain

4. Lalu bagaimana dengan Ephedrine, Paracetamol dan Caffeine. Apakah ada efek samping jika
digunakan secara bersamaan?
4. Pada dasarnya ketiga zat tersebut berkerja pada system syaraf pusat yang biasanya
menimbulkan efek menenangkan, meredakan nyeri, dapat juga merangsang rasa senang,
namun dalam penggunaan secara bersamaan dengan dosis yang tidak dianjurkan, pasti
dapat menimbulkan efek samping yang dapat disalahgunakan sebagai alternative obat anti
depresan.

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana hasil pemeriksaan yang Sdri. Saksi terhadap serbuk daun zaitun yaman yang
ditemukan pada penggeledahan terhadap kapal pesiar Dream Angel?
1. Pada tanggal 17 Januari 2022 saya melakukan pemeriksaan terhadap serbuk daun
zaitun yaman. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang saya lakukan, serbuk daun zaitun
yaman mengadung senyawa kimia Alpha-Propilaminopentiofenon, Ephedrine,
Paracetamol dan Caffeine.

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdri. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdri. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdri. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Ahli ke-satu selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan kepada
Penuntut Umum untuk menghadapkan Saksi ke-dua ke muka persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Ahli ke-dua yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : RAYYANZA MALIK AHMAD, S.Ak., M.E
Tempat Lahir : Banda Aceh
Umum / Tanggal Lahir : 50 Tahun / 15 Januari 1972
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Pegawai BUMD
Pendidikan : S3 Ekonomi Bisnis
Alamat : Jl. Sanitasi No. 09, Sidakarya, Denpasar Selatan,
Denpasar, Bali
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Ahli menerangkan tidak kenal dan tidak memiliki
hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Ahli mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Ahli untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Ahli;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Ahli jelaskan mengenai riwayat hidup dan pekerjaan Sdra. Ahli?
1. Saya lulus Sarjana Strata 1 pada Tahun 1994 di Fakultas Akuntansi Universitas
Gajah Duduk di Jakarta, dan Lulus Program S-2 tahun 1996 di Magister Ekonomi
Universitas Lapis Legit di Yogyakarta. Saya bekerja sebagai analis transaksi
keuangan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sejak tahun 2009;

2. Apakah Sdra. Ahli bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Apa yang dapat Sdra. Ahli jelaskan mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang?
1. Secara umum, tindakan pencucian uang bertujuan untuk memperkaya diri dengan
menyamarkan asal usul uang tersebut berasal. Di dalam UU Nomor 8 tahun 2010
Pasal 1 Angka 1 dijelaskan bahwa “Pencucian uang adalah segala perbuatan yang
memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam UU ini”. Yang
dijelaskan lebih lanjut pada pasal 2 ayat (1) dan (2) uu no.8 tahun 2010: (1) hasil
tindak pidana adalah harta kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana : korupsi,
penyuapan, narkoba, psikotropika, penyeleundupan tenaga kerja, penyelundupan
migran, di bidang perbankan, di bidang pasar modal, di bidang perasuransian,
kepabean, cukai, perdagangan orang, perdagangan senjata gelap, terorisme,
penculikan, pencurian, penggelapan, penipuan, pemalsuan uang, perjudian,
prostitusi, di bidang perpajakan, di bidang kehutanan, di bidang lingkungan hidup, di
bidang kelautan dan perikanan, atau tindak pidana lain yang diancam dengan
pidana penjara 4 tahun atau lebih yang dilakukan di wilayah NKRI atau di luar
wilayah NKRI dan tindak pidana tersebut juga merupakan tindak pidana menurut
hukum Indonesia;

2. Bagaimana dan darimana kecurigaan terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang yang
dilakukan oleh PT MOON STONE GROUP ini berasal?
2. Kecurigaan ini berasal dari penyidikan yang dilakukan atas tindak pidana narkotika
yang terkait dengan PT MOON STONE GROUP tersebut, lalu dalam penyidikan
tersebut ditemukan adanya transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh PT MOON
STONE GROUP ke rekening sebuah offshore company di negara Hongkong yaitu
Mojiza Property Holding.Ltd yang dimiliki oleh Duti Yunita yang merupakan adik dari
Priska Yustitaloka Personil Pengendali PT MOON STONE GROUP. Hal ini wajar
terjadi ketika suatu tindak pidana terutama biasanya terkait tindak pidana korupsi,
narkotika, maupun kasus penipuan dan penggelapan dana biasanya penyidikan
akan dilanjutkan kepada audit keuangan yang dilakukan oleh PPATK untuk
menelusuri aliran dana terkait tindak pidana tersebut;

3. Apakah Tindak Pidana Pencucian Uang termasuk ke dalam kejahatan yang berdiri
sendiri dalam kasus ini?
3. TPPU (Money Laundry) sebagai suatu kejahatan mempunyai ciri khas yaitu bahwa
kejahatan ini merupakan kejahatan ganda bukan tunggal. bentuk kegiatan
pencucian uang ditandai dengan bentuk pencucian uang sebagai kejahatan yang
bersifat follow up crime (kejahatan lanjutan), sedangkan kejahatan asalnya disebut
sebagai predicate offense/core crime atau sebagai unlawful activity yaitu kejahatan
asal yang menghasilkan uang yang kemudian dilakukan proses pencucian. Di
dalam kasus ini, TPPU yang dilakukan dicurigai merupakan follow up crime atau
kejahatan lanjutan dari kejahatan asalnya yaitu terkait peredaran Narkotika;

4. Dapatkah Sdra. Ahli jelaskan mengenai rincian transaksi yang dilakukan oleh PT MOON
STONE GROUP kepada pihak-pihak terkait yang Sdra. Ahli sebutkan tadi?
4. Terkait transaksi PT MOON STONE GROUP dengan D&A Corporation ini
merupakan jual beli serbuk daun zaitun Yaman yang diimpor dari perusahaan D&A
Corporation. Jumlah pembayaran tersebut untuk sekali pengirimannya sebesar
Rp75.000.000.000,00 (tujuh puluh lima miliar rupiah). Pembayaran dilakukan
dengan menyicil setiap bulannya sebesar Rp9.375.000.000,00 (Sembilan miliar tiga
ratus tujuh puluh lima juta rupiah) dan hal tersebut sudah dilakukan sebanyak 33
(tiga puluh tiga) kali pembayaran dengan menggunakan rekening Bank BCA
dengan nomor rekening 7892106789 atas nama Terdakwa PT MOON STONE
GROUP kepada rekening National Bank of Abu Dhabi (NBAD) dengan nomor
rekening 7682901865 atas nama D&A Corporation. Total untuk 33 (tiga puluh tiga)
kali pembayaran tersebut sebesar Rp309.375.000.000,00 (tiga ratus sembilan miliar
tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah) terhitung sejak tanggal 15 Januari 2018
hingga 15 Desember 2021 untuk pembayaran serbuk daun zaitun Yaman kepada
D&A Corporation. Lalu untuk penjualan Loloh Jinong yang berbahan dasar dari
serbuk daun zaitun Yaman yang dibeli dari D&A Corporation tersebut, PT MOON
STONE GROUP dalam 8 (delapan) bulannya mendapatkan keuntungan sebesar
Rp250.000.000.000,00 (dua ratus lima puluh miliar rupiah) dari hasil penjualan
500.000 (lima ratus ribu) botol seharga Rp500.000,00/botol (lima ratus ribu rupiah
per botol) dan keuntungan bersihnya (netto) ditaksir sebesar Rp175.000.000.000,00
(seratus tujuh puluh lima miliar rupiah). Lalu, keuntungan hasil penjualan Loloh
Jinong tersebut oleh Mejinong Hotels and Resort disetorkan kepada PT MOON
STONE GROUP. Setelah itu, hasil penjualan Loloh Jinong tersebut oleh Priska
Yustitaloka, S.M., M.M dengan menggunakan rekening Bank BCA nomor
5691074389 atas nama PT MOON STONE GROUP diinvestasikan dengan cara
membeli saham sebesar 16% (enam belas persen) sejumlah
Rp200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah) dari sebuah perusahaan di
Hongkong bernama Mojiza Property Holding.Ltd yang pembayarannya dilakukan
melalui aplikasi Saxo Markets. PT MOON STONE GROUP melakukan transfer
sebanyak 4 (empat) kali masing-masing sekali pembayarannya sebesar
Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiaj) yaitu pada tanggal 15 Maret 2019,
30 Maret 2019, 15 April 2019 dan 30 April 2019 kepada Saxo Bank untuk membeli
saham di Mojiza Property Holding.Ltd milik Duti Yunita;

5. Dapatkah Sdra. Ahli jelaskan lebih lanjut mengenai transfer atau layering?
5. Layering adalah memisahkan hasil tindak pidana dari sumbernya yaitu tindak
pidananya melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan
atau menyamarkan asal-usul dana. Dalam kegiatan ini terdapat proses pemindahan
dana dari beberapa rekening atau lokasi tertentu sebagai hasil placement ke tempat
lain melalui serangkaian transaksi yang kompleks dan didesain untuk menyamarkan
dan menghilangkan jejak sumber dana. Bentuk kegiatan nya diantaranya dengan:
transfer dana dari satu bank ke bank lain dan atau antar wilayah/negara.
Penggunaan simpanan tunai tunai sebagai agunan untuk mendukung transaksi
yang sah. dan memindahkan uang tunai lintas batas negara melalui jaringan
kegiatan usaha yang sah maupun shell company. Mojiza Property Holding ini kami
curigai sebagai perusahaan cangkang atau shell company dalam upaya layering
terkait hasil dari tindak pidana narkotika yang sedang disidik;

6. Mengapa Sdra. Ahli dapat berpendapat demikian?


6. Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang, tidak serta merta segala bentuk transaksi
keuangan yang besar dapat dicurigai sebagai tindak pencucian uang. Namun kami
mengamati profil, karakteristik dan kebiasaan pola transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terkait. Transaksi – transaksi yang menyimpang dari profil, karakteristik
dan pola kebiasaan perusahaan terkait inilah yang kami curigai sebagai transaksi
dalam upaya untuk menyamarkan asal kekayaan. Dengan berbagai macam modus
operandi sebagai upaya dalam menyamarkan asal usul kekayaan, tipe transaksi
dengan shell company seperti ini kami dapati sebagai pola yang umum dalam
tindak pidana pencucian uang;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apa yang Sdra. Ahli temukan dalam hasil audit terhadap PT MOON STONE GROUP
tersebut?
1. Berdasarkan permintaan penyidik, saya melakukan audit terhadap asal atau sumber
kekayaan Mejinong Hotels and Resort serta perusahaan yang terafiliasi dengannya
yaitu rekening perusahaan PT MOON STONE GROUP lalu saya menemukan
beberapa transaksi diantaranya yaitu dengan D&A Corporation yang merupakan
perusahaan partner dalam kasus narkotika yg sedang disidik, lalu antara perusahaan
Mejinong Hotels and Resort dengan PT MOON STONE GROUP sebagai perusahaan
induknya. Serta antara PT MOON STONE GROUP dengan Mojiza Property
Holding.Ltd yang merupakan offshore company di Hongkong yang merupakan milik
Duti Yunita;

2. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai transaksi antara PT MOON STONE GROUP
dengan Mojiza Property Holding.Ltd milik Duti Yunita yang Sdra. Ahli maksud
sebelumnya?
2. Menurut hasil pengamatan saya, transaksi-transaksi ini sangat kuat dicurigai sebagai
upaya transfer atau layering yang biasanya merupakan tahapan kedua dalam
pencucian uang. Terutamanya karena pemilik offshore company ini adalah Duti
Yunita yang merupakan adik dari Priska Yustitaloka Personil Pengendali PT MOON
STONE GROUP;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;
2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Ahli ke-dua selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan kepada
Penuntut Umum untuk menghadapkan Ahli ke-tiga kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Ahli ke-tiga yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : DR. FANNY EVAH, S.H., M.H


Tempat Lahir : Yogyakarta
Umum / Tanggal Lahir : 51 Tahun / 08 Agustus 1971
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Dosen
Pendidikan : S3 Ilmu Hukum Pidana
Alamat : Jl. Dam Peraupan No. 12, Peguyangan Kaja, Kec.
Denpasar Utara, Kota Denpasar
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Ahli menerangkan tidak kenal dan tidak memiliki
hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Ahli mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Ahli untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Ahli;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Ahli jelaskan mengenai riwayat hidup dan pekerjaan Sdra. Ahli?
1. Saya lahir di Yogyakarta, pada tanggal 08 Agustus 1971, agama saya islam,
pekerjaan dosen Perguruan Tinggi Swasta yang bernama Doa Ibu, saya mengajar
prodi ilmu hukum dengan mengajar mata kuliah Hukum Pidana, saya menjadi dosen
kurang lebih 20 tahun, selain menjadi dosen terkadang saya juga dipanggil sebagai
ahli untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang saya miliki;

2. Apakah Sdra. Ahli bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai tindak pidana yang dilakukan lebih dari satu
locus delicti dan bagaimana cara menentukan yurisdiksi pengadilan mana yang bisa
mengadilinya?
1. Bahwa, Moeljatno menjelaskan para ahli dalam menentukan manakah yang
menjadi tempat terjadinya pidana berbeda pendapat, sehingga menimbulkan dua
aliran, yaitu:
1. Aliran yang menentukan “di satu tempat”, yaitu tempat dimana terdakwa
melakukan perbuatan tersebut,
2. Aliran yang menentukan “di beberapa tempat”, yaitu mungkin tempat
perbuatan dan mungkin di tempat akibat.
Moeljatno dalam bukunya menjelaskan bahwa aliran pertama dipelopori oleh
Pompe dan Langemeyer yang mengatakan bahwa tempat kejahatan bukan
ditentukan oleh tempat akibat dari perbuatan, melainkan ditentukan berdasarkan
dimana terdakwa berbuat. Mengenai pandangan ini diperluas dengan tempat
dimana alat yang dipergunakan oleh terdakwa berbuat, jika terdakwa menggunakan
alat.Aliran yang kedua dianut oleh Simon, Van Hammel, Joker dan Bemelen yang
menyatakan bahwa tempat perbuatan itu boleh dipilih antara tempat dimana
perbuatan dimulai terdakwa sampai dengan perbuatan itu selesai dengan timbulnya
akibat. Di samping itu, Moeljatno menyatakan bahwa perbuatan terdiri atas
kelakuan dan akibat, sehingga boleh memilih tempat perbuatan/kelakuan atau
memilih tempat akibat;

2. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai kapal asing yang melakukan perbuatan
pidana di Indonesia apakah dapat diberlakukannya hukum positif Indonesia?
2. Di Indonesia dikenal dengan asas teritorial atau asas wilayah, berdasarkan asas ini
perundang-undangan pidana suatu negara berlaku untuk setiap subjek hukum yang
melakukan tindak pidana di wilayah negara yang bersangkutan. Di Indonesia, asas
teritorial diatur dalam Pasal 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi:
“Ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia diterapkan bagi setiap
orang yang melakukan sesuatu tindak pidana di Indonesia”
Selain dalam Pasal 2 KUHP, asas teritorial juga ditemukan dalam Pasal 3 KUHP,
yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1976. Pasal 3 tersebut
berbunyi:
“Ketentuan pidana dalam perundang-undangan Indonesia berlaku bagi setiap orang
yang di luar wilayah Indonesia melakukan tindak pidana di dalam kendaraan air
atau pesawat udara Indonesia”;

3. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai temuan jenis Narkotika baru apakah jenis
Narkotika baru ini dapat disamakan dengan Narkotika yang sudah ada dalam proses
hukumnya?
3. Narkotika jenis baru ini disebut New Psychoactive Substances narkoba yang telah
didesain untuk menyerupai narkoba yang telah ada seperti kanabis, kokain, ekstasi,
dan Lysergic Acid Diethylamide (LSD). NPS juga disebut sebagai jenis-jenis
narkotika yang tidak tercantum dalam Single Convention on Narcotics Drugs tahun
1961 atau Single Convention on Psychotropics Substances tahun 1971 oleh United
Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Jenis-jenis narkoba ini dibuat untuk
mengembangkan zat-zat kimia yang baru untuk menggantikan bahan-bahan yang
dilarang. Upaya tersebut menunjukkan bahwa struktur kimiawi dari narkoba terus
berubah untuk lepas dari ancaman hukum;

4. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai Narkotika baru seperti Alpha-


Propilaminopentiofenon yang merupakan zat sintetis dari cathinone?
4. Sebenarnya tidak hanya Alpha-Propilaminopentiofenonyang belum tercantum
dalam Undang-Undang masih banyak Narkotika diluar sana yang masih beredar
dan belum diatur dalam Undang-Undang. Namun secara logika Alpha-
Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari Chatinon memang belum
diatur, namun Chatinon ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2009 dalam lampiran Narkotika Golongan I. Menurut saya karena begitu banyaknya
kasus penemuan Narkotika jenis baru ini maka pendapat saya agar pelaku tidak
lepas begitu saja maka bisa dikaitkan dengan induk dari pada turunan Narkotika
tersebut;

5. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai ketentuan pidananya apakah Narkotika jenis
baru ini masih dapat dilakukan pemidanaan?
5. Sebetulnya Narkotika jenis baru ini terdapat dua aliran yang berpendapat pendapat
pertama yaitu ahli yang tidak menyetujui adanya pemidanaan bagi pelaku jenis
Narkotika yang baru karena melanggar asas legalitas dan aliran yang kedua yaitu
pendapat ahli yang menyetujui pemidanaan jenis Narkotika baru dengan
pandangan asalkan ada kaitannya dengan induk dari keturunan Narkotika tersebut;

6. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli apakah korporasi dalam hal ini Terdakwa dapat dimintai
pertanggungjawaban?
6. Berdasarkan pasal 130 UU Narkotika, korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban
pidananya. Dalam kasus ini, tentu saja Terdakwa PT Moon Stone Group dapat
dimiintai pertanggung jawaban sebagai korporasi dengan pembuktian secara
legalitas bahwa PT Moon Stone Group merupakan suatu bentuk badan usaha yang
legal secara hukum positif di Indonesia dan dapat disebut sebagai badan hukum;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli Apa pertimbangan mengenai 2 (dua) aliran yang
memaknai asas legalitas dengan jenis Narkotika yang baru?
1. Saya tidak sependapat dengan ahli yang memaknai asas legalitas seperti itu, terlalu
tekstual dan menafikan aspirasi masyarakat atau the living law. Saya berpendapat
jenis narkotika baru dalam hal ini Alpha-Propilaminopentiofenon sudah diatur dan
termasuk golongan narkotika yang dimaksud dalam Undang-Undang Narkotika. Hal
ini sudah jelas terlampir dalam Undang-Undang Narkotika yang menyebutkan bahwa
segala jenis turunan narkotika sebelumnya adalah termasuk narkotika juga. Oleh
karena itu Alpha-Propilaminopentiofenon sebagai zat jenis baru merupakan Narkotika
juga. Karena itu apabila Undang-Undang Narkotika diterapkan secara kaku, maka
bisa saja narkotika jenis baru tidak dapat diancam dengan Undang-Undang
narkotika. Kalau berpegang pada aliran ini, maka Indonesia akan diserbu jenis
narkotika baru yang mengerikan dan membahayakan;

2. Apa pertimbangan Sdra. Ahli tidak setuju dengan pandangan ahli yang memaknai asas
legalistas seperti itu?
2. Karena saya berlandasan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang
Kesehatan, Pasal 102 ayat (1) perihal penggunaan sediaan farmasi. Penggunaan
sediaan farmasi yang berupa narkotika hanya dapat dilakukan berdasarkan resep
dokter atau dokter gigi dan dilarang untuk disalahgunakan. Menurut saya, dengan
adanya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan menjelaskan
bahwa narkotika dalam jenis dan bentuk apapun bukanlah obat-obatan yang dapat
dikonsumsi secara umum, melainkan harus menggunakan resep dari dokter dan tidak
bisa disalahgunakan;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Ahli ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Ahli sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Ahli merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Ahli ke-tiga selesai, Ketua Majelis Hakim memerintahkan kepada
Penuntut Umum untuk menghadapkan Ahli ke-empat kemuka persidangan;

Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Ahli ke-empat yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :

Nama Lengkap : dr. MADE DWITYA, Sp.JT


Tempat Lahir : Klungkung
Umum / Tanggal Lahir : 42 Tahun / 23 Juni 1980
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Dokter
Pendidikan : S2 Dokter Spesisalis Jantung dan Pembuluh Darah
Alamat : Desa Sanjar Nyuh, Kec. Nusapenida, Kab. Klungkung,
Bali
Agama : Hindu
Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Ahli menerangkan tidak kenal dan tidak memiliki
hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Ahli mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Ahli untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Ahli;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Ahli jelaskan mengenai pekerjaan Sdra. Ahli?
1. Saya bekerja sebagai dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Internasional Blossom
di Bali sejak tahun 2011;

2. Apakah Sdra. Ahli bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Ahli jelaskan mengenai Tindak pidana yang dilaporkan adalah perkara
NARKOTIKA DAN TPPU?
1. Pada tanggal 5 Januari 2022 Penyidik Polda Bali melakukan penggeledahan secara
menyeluruh terhadap kapal pesiar Dream Angel dengan hasil penelusuran
didapatkan 50 (lima puluh) box yang masing-masing box berisi 20 (dua puluh) kg
Serbuk Daun Zaitun yaman yang berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik
dengan No. LAB : 1316 / NNF / 2022 tanggal 17 Januari 2022, Serbuk Daun Zaitun
yaman tersebut mengandung senyawa alpha-propilaminopeniofenon yang diduga
merupakan narkotika golongan I. Serbuk Daun Zaitun yaman tersebut berasal dari
perusahaan D&A Corporation asal Saudi Arabia yang dikirimkan dari pelabuhan
Islam Jeddah menuju pelabuhan Benoa Bali, sebagai objek kerjasama antara D&A
Corporation dan PT MOON STONE GROUP untuk digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan minuman loloh jinong produk minuman yang di jual di Mejinong Hotels
and Resort anak perusahaan PT MOON STONE GROUP. Atas penjualan minuman
loloh jinong yang diduga mengandung narkotika golongan I, PT MOON STONE
GROUP mendapatkan keuntungan yang diinvestasikan sebesar
Rp200.000.000.000 (dua ratus miliar rupiah) pada perusahaan Mojiza Property
Holding di Hongkong;

2. Dari kronologi yang telah Sdra. Ahli jelaskan, bagaimana hasil pemeriksaan autopsi yang
saudara lakukan terhadap mendiang Luh Surini?
2. Pada tanggal 15 April 2020 saya melakukan autopsi terhadap mendiang Luh Surini
atas permintaan wali yaitu Ayu Leli Wedandi atas saran dari saya sendiri karena
adanya kejanggalan dalam kematian mendiang.
Pada autopsi tersebut, saya menemukan sebagai hasil dari analisis postmortem
darah, cairan bola mata, hati, ginjal, dan otak, konsentrasi tinggi dari Alpha-
Propilaminopentiofenon di organ-organ tersebut. Berdasarkan keadaan kematian
yang diketahui dalam kombinasi dengan data analitik yang diperoleh, keracunan
fatal oleh Alpha-Propilaminopentiofenon dari kelompok cathinone;

3. Dapatkah Sdra. Ahli jelaskan apakah mungkin kandungan Alpha-Propilaminopentiofenon


didapatkan dari bahan alami atau kandungan dari makanan dan minuman yang
dikonsumsi ?
3. Senyawa cathinone atau katinona memang secara alami terdapat dalam tumbuhan
Khat dalam konsentrasi yang kecil. Namun secara gugusan kimia, struktur senyawa
Alpha-Propilaminopentiofenon berbeda dengan struktur senyawa katinona yang
secara alami terdapat dalam tumbuhan Khat. Alpha-Propilaminopentiofenon
strukturnya sudah di modifikasi sehingga struktur gugusan belakangnya sudah
berubah. Dan senyawa dengan struktur semacam ini terdapat dalam katinon
sintetis, sudah bukan sesuatu yang alami. Jadi, kemungkinan kandungan tersebut
didapat dari konsumsi secara lansung ataupun dicampur dengan bahan makanan
atau minuman yang lainnya .
Wali mendiang, Ayu Leli Wedani menjelaskan ketika saya bertanya tentang apa
yang mendiang konsumsi secara panjang sebelum kematiannya. Dan saudara Ayu
menjelaskan bahwa ia memberikan minuman Loloh Jinong yang ia bawa dari
tempat kerjanya Mejinong Hotel & Resort dalam jangka yang lumayan panjang dan
rutin;

4. Apakah Sdra. Ahli mengetahui efek semenjak mendiang Luh Surini mengkonsumsi
minuman Loloh Jinong tersebut?
4. Saya menanyakan hal ini kepada saudara Ayu Leli Wedani sebagai prosedur
perawatan, dan memang beliau menjelaskan bahwa mendiang Luh Surini menjadi
lebih tenang dan ada efek mengurangi rasa sakit semenjak mengkonsumsi
minuman tersebut. Namun setelah sekitar 2 minggu mendiang mengkonsumsi
minuman ini kondisi penyakit beliau memburuk dan kemudian meninggal dunia;

5. Apakah Sdra. Ahli mengetahui riwayat penyakit mendiang Luh Surini, dan apakah
menurut saudara minuman Loloh Jinong ini memperburuk kondisi penyakitnya hingga
mengakibatkan kematian mendiang?
5. Saya mengetahui bahwa beliau mengidap Kardiomiopati dan tekanan darah tinggi.
Kardiomiopati adalah kondisi dimana jantung mengalami peradangan dan otot
jantung melemah. Ditambah dengan kondisi tekanan darah tinggi beliau tentunya
akan sangat berbahaya ketika beliau mendapatkan stimulant pada system syaraf
pusat atau sesuatu yang memicu adrenaline ataupun mendapat stimulant yang
memberikan efek penenang karena stimulant ini memperburuk kondisi otot
jantungnya dan juga memicu naiknya tekanan darah.
Menurut saya dari hasil autopsi bahwa terdapat konsentrasi yang tinggi dari
senyawabeliau mengalami gagal jantung dan meninggal Alpha-
Propilaminopentiofenon sangat memperburuk kondisi penyakit beliau. Maka dari itu
saya menyatakan bahwa keracunan fatal oleh Alpha-Propilaminopentiofenon
menyebabkan komplikasi yang membuat beliau meninggal;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah sebagai berikut :
1. Dapatkah Sdra. Ahli jelaskan penyebab kematian dari mendiang Luh Surini?
1. Penyebab kematiannya adalah Komplikasi organ yang menyebabkan Gagal Jantung,
pemicu dari komplikasi tersebut saya yakini akibat keracunan fatal oleh Alpha-
Propilaminopentiofenon dari kelompok cathinone;

2. Apakah Sdra. Ahli mengetahui atau mengalami tentang kasus yang serupa akibat dari
keracunan fatal oleh Alpha-Propilaminopentiofenon?
2. Saya mengetahui bahwa ini adalah kasus selanjutnya setelah kasus pertama
keracunan fatal dengan senyawa psikoaktif baru Alpha-Propilaminopentiofenon di
Amerika Serikat pada tahun 2018;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Ahli ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Ahli sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Ahli merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;
Setelah mendengar 4 (empat) Ahli memberikan keterangannya. Ketua Majelis Hakim
bermusyawarah untuk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan melanjutkan
persidangan pada hari Kamis, 30 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara pemeriksaan
Saksi dan Ahli dari Penasihat Hukum dan jadwal akan dimasukan ke dalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 23 Juni 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 6

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 30 Juni 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Saksi dan Ahli dari Penasihat Hukum;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penasihat Hukum untuk memanggil
Saksi untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum menghadapkan Saksi yang atas
pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : ALBERTUS HUTAGALUNG, SH., MH.
Tempat Lahir : Jakarta
Umum / Tanggal Lahir : 40 Tahun / 21 Februari 1982
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Legal Officer
Pendidikan : S2 Ilmu Hukum
Alamat : Jl. Gn. Semeru No. 13, Pemecutan, Kec. Denpasar
Barat, Kota Denpasar, Bali
Agama : Kepercayaan

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Saksi menerangkan mengenal Terdakwa karena
merupakan salah satu karyawan PT Moon Stone Group namun tidak memiliki hubungan
keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Saksi mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Saksi untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Saksi;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan apa pekerjaan Sdra. Saksi dan apa tugas pokok pekerjaan
Sdra. Saksi?
1. Saya bekerja di PT Moon Stone Group sebagai Legal Officer sejak tahun 2003, tugas
pokok saya menjadi Legal Officer yaitu memberikan nasihat hukum, mengelola
semua dokumen legal seperti kontrak kerja, perjanjian partnership, melakukan riset,
dan mengidentifikasi risiko;

2. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Sdra. Saksi yang membuat perjanjian partnership di PT Mejinong Hotels and
Resort?
1. Iya saya yang membuat perjanjian partnership yang dilakukan oleh PT Moon Stone
Group;

2. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan PT Moon Stone Group ini bekerja sama dengan siapa
saja?
2. PT Moon Stone Group bekerja sama dengan beberapa perusahan besar seperti
D&A Corporation, dan bekerjasama dengan agen travel di bidang cruise Tourism
diantaranya yaitu Flying Dutchmen Cruise Line (FDCL), Sponge Cruise Line (SCL),
dan Patrick Cruise Line (PCL);

3. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan terkait kontrak kerjasama yang dilakukan oleh pihak PT
Moon Stone Group dengan D&A Corporation?
3. Jadi pada tanggal 18 Desember 2010 PT Moon Stone Group melakukan kerja sama
dengan Ali Al Uraidy selaku direktur utama D&A Corporation. Tujuan dari kerjasama
ini adalah pihak PT Moon Stone Group ingin memperkerjakan tenaga ahli dari D&A
Corporation sebagai mixologist di Mejinong Hotels and Resort selama 10 tahun.
Namun pada tahun 2017 pemerintah mengeluarkan larangan terhadap penanaman
Teh Arab karena mengandung zat chatinone yang merupakan Narkotika golongan I;

4. Apa yang Sdra. Saksi lakukan sebagai Legal Officer di PT Moon Stone Group terhadap
permasalahan yang terjadi pada saat itu?
4. Saya menyarankan kepada PT Moon Stone Group yang di wakili oleh Priska untuk
melakukan pertemuan yang pada saat itu dihadiri Duti selaku general manger,
Made Suiyobi selaku direktur pemasaran, dan saya selaku legal officer untuk
membahas mengenai pelarangan tersebut. Pada rapat tersebut saya menjelaskan
bahwa mau tidak mau pihak PT Moon Stone Group harus melakukan pembatalan
kontrak kerjasama dengan D&A Corporation dengan resiko pihak PT Moon Stone
Group harus membayar ganti rugi kepada pihak D&A Corporation;

5. Mengapa pihak PT Moon Stone Group harus membayar ganti rugi kepada pihak D&A
Corporation?
5. Iya karena dalam kontrak yang dibuat oleh D&A Corporation dan PT Moon Stone
Group terdapat poin yang berisi apabila salah satu pihak melakukan pembatalan
atau melakukan wanprestasi dengan alasan apapun maka harus membayar
kerugian yang diderita oleh pihak yang dirugikan;

6. Bagaimana cara Sdra. Saksi menyatukan 2 (dua) peraturan yang berlaku di 2 (dua)
tempat yang berbeda?
6. Saya dan legal officer D&A Corporation untuk membuat kontrak kerjasama tersebut
menganut asas kebebasan berkontrak (freedom of contract) yaitu semua perjanjian
yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang
membuatnya. Jadi apabila salah satu pihak melakukan pelanggaran maka kontak
perjanjian tersebut yang menjadi dasar hukumnya;
7. Apakah PT Moon Stone Group yang diwakili oleh Priska menyetujui atas usulan yang
diberikan oleh Sdra. Saksi?
7. Iya PT Moon Stone Group menyetujui usulan saya, kemudian pada tanggal 28
Maret 2017 PT Moon Stone Group yang diwakili oleh Priska, Duti, dan saya
melakukan pertemuan dengan Ali Al Uraidy di D&A Corporation yang beralamat di
Thabir Al Adel Mecca 24244 8705 Thabir, Al Adel, Mecca 24244, Arab Saudi untuk
membahas pengehentian kontrak kerja sama, namun pihak Ali menyampaikan
bahwa pihak PT Moon Stone Group harus membayar ganti rugi sebesar Rp
85.000.000.000 (Delapan Puluh Lima Miliar Rupiah) kepada pihak D&A
Corporation;

8. Apa yang Sdra. Saksi lakukan terhadap permintaan yang meminta ganti rugi sebesar Rp
85.000.000.000 (Delapan Puluh Lima Miliar Rupiah)?
8. Saya pada saat itu cukup kaget ternyata nominal ganti rugi yang harus dibayarkan
sangat besar, maka dari itu saya melakukan negosiasi dengan pihak D&A
Corporation, sampai akhirnya pihak Ali menawarkan pergantian bahan utama
minuman Loloh Jinong yang semula Teh Arab menjadi Serbuk Daun Zaitun Yaman
yang langsung diimpor dari Arab. Jadi dalam kontrak kerja sama yang baru ini,
pihak Ali menawarkan produk Serbuk Daun Zaitun Yaman dan bertanggung jawab
dalam proses penanaman, produksi, hingga pengiriman melalui jalur laut menuju
Pelabuhan Benoa;

9. Apakah Sdra. Saksi juga yang membuat kontrak kerjasama yang baru antara pihak PT
Moon Stone Group dan D&A Corporation?
9. Iya saya yang membuat kontrak kerjasama tersebut yang di saksikan dan di tanda
tangani oleh PT Moon Stone Group yang di wakili oleh Priska dan Duti serta pihak
D&A Corporation yang di wakili oleh Ali Al Uraidy dan Muhamad Al Zahval;

10. Apakah dalam kontrak tersebut menjelaskan mengenai komposisi dari serbuk daun
Zaitun Yaman?
10 Iya tentu saja dalam kontrak tersebut dituliskan bahwa serbuk daun Zaitun Yaman
. mengandung Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari
chatinone;

11. Apakah Sdra. Saksi tidak mengetahui bahwa Alpha-Propilaminopentiofenon yang


merupakan sintesis dari chatinon yang merupakan Narkotika Golongan I?
11 Alpha-Propilaminopentiofenon memang sintesis dari chatinon namun belum ada
. pernyataan dari pemerintah ataupun undang-undang yang mengaturnya yang
menyatakan Alpha-Propilaminopentiofenon merupakan Narkotika Golongan I;

12. Apa yang menjadi alasan Sdra. Saksi tetap melanjutkan kontrak kerjasama yang baru
ini?
12 Alasan saya mengapa kontrak ini di lanjutkan karena tidak ada peraturan dan tidak
. ada satu pun larangan mengenai pemanfaatan Alpha-Propilaminopentiofenon. Jadi
saya beranggapan bahwa pergantian bahan utama Loloh Jinong dengan
menggunakan serbuk daun zaitu yaman tidak akan menjadi masalah karena tidak
diatur dalam lampiran Narkotika golongan I dan tidak ada satu pun undang-undang
yang mengaturnya. Bisa di lihat dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009
Tentang Narkotika dalam lampiran tidak terdapat zat yang bernama Alpha-
Propilaminopentiofenon dalam lampiran Narkotika Golongan I. Namun jika memang
Alpha-Propilaminopentiofenon tergolong Narkotika Golongan I maka harus ada
bukti secara tulisan dalam undang-undang yang menyatakan Alpha-
Propilaminopentiofenon merupakan Narkotika Golongan I karena pada dasarnya
seseorang tidak dapat di pidana jika aturan pidana dalam perundang-undangan
yang telah ada sebelum perbuatan tersebut dilakukan;

13. Bagaimana dengan zat mentah yang merupakan prekusor untuk pembuatan Alpha-
Propilaminopentiofenon yang di temukan dalam Kapal Pesiar Dream Angel?
13 Saya tidak mengetahui berkaitan dengan zat mentah atau prekusor yang di
. temukan di dalam Kapal Pesiar Dream Angel karena dalam kontrak kerjasama yang
di lakukan oleh pihak PT Moon Stone Group hanya Serbuk Daun Zaitun yang sudah
jadi, bisa dilihat dari kontrak kerjasama antara pihak PT Moon Stone Group dan
D&A Corporation bahwa tidak dituliskan zat mentah atau semacamnya bagian
dalam kontrak kerjasama tersebut;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan berapa lama kontrak kerjasama yang baru tersebut akan di
lakukan dan sudah berapa lama kontrak baru tersebut di lakukan?
1. Untuk kontak kerjasama ini dilakukan selama 10 (sepuluh) tahun sejak tahun 2017
yang di mulai penanda tangan kontrak kerjasama dan pada tahun 2018 kontrak
tersebut mulai di lakukan. Kontrak kerjasama tersebut telah dilaksanakan selma
kurang lebih 4 tahun;

2. Apakah dalam hal kontrak kerjasam yang baru ini di setujui dan di bicarakan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)?
2. Iya tentu saja kontak kerjasama yang baru ini telah di sepakati serta di setuju pada
saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB);

3. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan berapa banyak serbuk daun zaitun yaman yang akan di
kirim oleh pihak D&A Corporation kepada pihak PT Moon Stone Group?
3. Pengiriman serbuk daun zaitun yaman sekitar 1 (satu) ton yang dikirimkan setiap 8
(delapan) bulan sekali;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksti
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Ahli ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Ahli sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Ahli merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah Pemeriksaan Saksi dari Penasihat Hukum selesai, Ketua Majelis Hakim
memerintahkan kepada Penasihat Hukum untuk menghadapkan Ahli ke muka persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum menghadapkan Ahli yang atas
pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
Nama Lengkap : NAZMA SYADIKA, SH., MH.
Tempat Lahir : Bandung
Umum / Tanggal Lahir : 50 Tahun / 03 Maret 1972
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
Pendidikan : S2 Ilmu Hukum
Alamat : Jl. Tukad Balian RT 010/RW 003, Renon, Kec.
Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Bali
Agama : Islam

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Ahli menerangkan tidak kenal dan tidak memiliki
hubungan keluarga sedarah atau semenda;
Selanjutnya Ahli mengucapkan sumpah menurut kepercayaan untuk memberikan
keterangan yang benar tidak lain dari pada yang sebenarnya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan kepada Ahli untuk memberikan
keterangan apa-apa yang dilihat, didengar serta yang dialami sendiri oleh Ahli;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Ahli adalah
sebagai berikut :
1. Bisakah Sdra. Saksi jelaskan mengenai Riwayat hidup dan pekerjaan?
1. Saya lahir di Bandung, pada tanggal 03 Maret 1972, agama Islam, pekerjaan
Pegawai Negeri Sipil kementrian Hukum dan HAM kantor diwilayah Bali. Selain
menjadi PNS saya juga selalu di mintai untuk menjadi ahli dalam persidangan dan
konsultan hukum.

2. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
2. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai temuan jenis narkotika baru apakah jenis
narkotika baru ini dapat disamakan dengan Narkotika yang sudah ada dalam proses
hukumnya?
1. Menurut pendapat saya yang disebut dengan Narkotika itu sesuai dengan Pasal 1
ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mendefinisikan Narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan
sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini. Jadi yang disebut dengan
narkotika itu harus terlampir dalam Undang-Undang Narkotika;

2. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai zat pembuat Narkotika atau Prekusor?
2. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 1 ayat [2] Prekursor
Narkotika adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan
dalam pembuatan Narkotika yang dibedakan dalam tabel sebagaimana terlampir
dalam Undang-Undang ini;

3. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai Narkotika baru seperti Alpha-


Propilaminopentiofenon yang merupakan zat sintetis dari cathinone?
3. Menurut saya Narkotika sejinis Alpha-Propilaminopentiofenon ini merupakan
Narkotika yang baru dan saya lihat dalam lampiran Undang-Undang Nomor 35
Tahun 2009 tentang Narkotika dan di dalam Undang Nomor 36 Tahun 2009
kesehatan tidak satu pun Undang Undang yang mengaturnya maka Alpha-
Propilaminopentiofenon bisa jadi bukan Narkotika, kenapa saya mengatakan
demikian karena Alpha-Propilaminopentiofenon kita tidak mengetahuinya apakah
termasuk kedalam narkotika golongan I,II,III atau malah masuk kedalam jenis
Prekusor karena jika tidak diatur dalam Undang-Undang ini dapat menyebabkan
banyak penafsiran;

4. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai Alpha-Propilaminopentiofenon yang setelah


dilakukan pemeriksan ternyata sintesis dari chatinone yang mana chatinone ini telah
diatur dalam Undang-Undang?
4. Menurut saya apabila memang benar Alpha-Propilaminopentiofenon merupakan
turunan dari chatinone, saya berpendapat bahwa di dalam Undang-Undang Nomor
35 Tahun 2009 tidak ada penjelasan bahwa turunan Narkotika padat di pidana.
Tidak ada satu pun pasal dalam undang-undang tersebut yang menjelaskan hal
demikian;

5. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli mengenai ketentuan pidananya apakah Narkotika jenis
baru ini masih dapat dilakukan pemidanaan?
5. Saya berpendapat dengan dilakukannya pemidanaan terhadap Terdakwa ini
melanggar salah satu asas hukum pidana, yakni asas legalitas yang terdapat dalam
Pasal 1 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi:
“Suatu perbuatan hanya merupakan tindak pidana, jika ini ditentukan lebih
dulu dalam suatu ketentuan perundang-undangan.”
Dalam bahasa latin, ada pepatah yang sama maksudnya dengan Pasal 1
ayat (1) KUHP yaitu, “Nullum delictum, nulla puna sine praevia lege punali”
(tiada kejahatan, tiada hukuman pidana tanpa undang-undang hukum
pidana terlebih dahulu).
Saya berpendapat jelas bahwa proses hukum terhadap terdakwa tidak dapat
dilanjutkan karena Alpha-Propilaminopentiofenon sebagai sintetis katinona atau
cathinone tidak terdapat dalam lampiran UU Narkotika. Artinya, teesangka tidak
bisa dituntut secara pidana karena tidak ada dasar hukum terhadap status zat
Alpha-Propilaminopentiofenon sintetis katinona atau cathinone yang tidak terdapat
dalam UU Narkotika tersebut.
menurut Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H. dalam bukunya yang berjudul Asas-
Asas Hukum Pidana di Indonesia menjelaskan bahwa dalam bahasa latin dengan
Pasal 1 ayat (1) KUHP yaitu, “Nullum delictum, nulla puna sine praevia lege punali”
(tiada kejahatan, tiada hukuman pidana tanpa undang-undang hukum pidana
terlebih dahulu). Jadi apabila pemidanaan ini di lanjutkan maka ini sangat
bertentangan dengan asas legalitas dan HAM;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Dapatkah Sdra. Ahli jelaskan mengenai pemidaan yang dilakukan ini bertentangan
dengan asas legalitas dan HAM?
1. Iya jelas bahwa hukuman atau pidana yang dijatuhkan adalah menyangkut tentang
perbuatan-perbuatan apa yang telah diancam pidana, haruslah terlebih dahulu telah
tercantum dalam undang-undang tindak pidana, jika tidak ada undang-undang yang
mengatur maka tidak dapat dijatuhkan hukuman. menurut Francis Bacon telah
memperkenalkan adagium “moneat lex,priusquam feriat” artinya undang undang
harus memeberikan peringatan terlebih dahulu sebelum merealisasikan ancaman
yang terkandung didalamnya. Dengan demikian asas legalitas mengendaki bahwa
ketentuan yang memuat perbuatan yang dilarang harus dituliskan terlebih dahulu.
Jika tidak ada satu pun aturan yang mengaturnya maka untuk apa ada undang-
undang sebagai pemberi peringatan kepada masyarakat;

2. Bagaimana pendapat Sdra. Ahli tentang Terdakwa dalam hal Korporasi ini?
2. Korporasi merupakan subjek hukum artinya korporasi baik sebagai badan hukum
maupun bukan badan hukum dianggap mampu melakukan tindak pidana dan dapat
dipertanggung jawabkan dalam hukum pidananya. Beda hal nya dengan subejk
hukumnya manusia, dalam korporasi tidak dikenakan hukuman penjara pada
korporasi ini dikenakan pidana denda atau pidana tambahan seperti penuttupan
usaha, ganti rugi dan lain lain.
Menurut saya terdapat dalam hal ini korporasi tidak dapat di jatuhi hukuman pidana
karena tidak ada satupun undang-undang yang mengatur tentang perbuatan
terdakwa dalam hal ini tindak pidana narkotika jenis Alpha-Propilaminopentiofenon;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksti
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Ahli ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Ahli sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Ahli merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;
Setelah mendengar Saksi dan Ahli memberikan kesaksian dan keterangannya. Ketua
Majelis Hakim bermusyawarah untuk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan
melanjutkan persidangan pada hari Kamis, 07 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara
pemeriksaan Terdakwa dan jadwal akan dimasukan kedalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 30 Juni 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 7

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 07 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah mendengarkan keterangan
Terdakwa;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memerintahkan Penuntut Umum untuk memanggil
Terdakwa untuk diperiksa di persidangan;
Atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menghadapkan Terdakwa yang
atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengaku bernama :
1. Nama : PT MOON STONE GROUP
2. Nomor Dan Tanggal Akta Pendirian : Akta Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober
Korporasi 2002 yang dibuat oleh Mauriza Asyifa, S.H.,
M.Kn, disahkan dengan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor : AHU-
0091221.AH20.10.TAHUN 2002
3. Nomor Dan Tanggal Akta Pendirian : Akta Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober
Korporasi Pada Saat Peristiwa 2002 yang dibuat oleh Mauriza Asyifa, S.H.,
Pidana M.Kn, disahkan dengan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor : AHU-
0091221.AH20.10.TAHUN 2002
4. Tempat Kedudukan : Jalan Teuku Umar No.1, Dauh Puri Klod,
Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Jenis / Bidang Usaha : Industri Pariwisata Khususnya Bisnis
Perhotelan Dan Resort
7. NPWP : 03.026.562.3-805.000
Yang diwakili oleh Pengendali Koperasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa,
yaitu :
1. Nama Lengkap : PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M.
2. Tempat Lahir : Denpasar
3. Umur / Tanggal Lahir : 40 Tahun / 16 April 1982
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Tempat Tinggal : Jl. Tukad Baru Timur No. 2 Rt/ Rw 02/09,
Pemongan, Kec. Denpasar Selatan Kota.
Denpasar, Bali
7. Agama : Hindu
8. Pekerjaan : Direktur Utama PT MOON STONE GROUP

Atas pertanyan Ketua Majelis Hakim, Terdakwa menerangkan dalam keadaan sehat
jasmani maupun rohani;

Atas pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Terdakwa selama hidupnya tidak pernah terjerat
tindak pidana apapun;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Terdakwa
adalah sebagai berikut :

1. Apakah Saudari mengerti mengapa Saudari ditangkap dan saat ini dilakukan pemeriksaan
dalam perkara apa? Bisa Saudari jelaskan terkait hal itu?
1. Iya saya mengerti, saya ditangkap dan dilakukan pemeriksaan karena saya telah
mengimpor Narkotika;

2. Apakah Saudari akan menggunakan hak Saudari untuk didampingi oleh Penasihat Hukum?
2. Ya, dalam perkara ini saya didampingi oleh Penasihat Hukum saya, dari Kantor Hukum
Shafana Law yang beralmat di Jl. Cokroaminoto No. 12, Ubung, Kec. Denpasar Utara,
Kota Denpasar, Bali;

3. Bisakah Saudari jelaskan mengenai riwayat singkat hidup dan pekerjaan Saudari?
3. Ya. Saya lahir di Denpasar Selatan tanggal 16 April 1982 dari pasangan ayah bernama
Denanda Harjuna dan ibu bernama Yeli Nayla, saya SD tamat tahun 1995, SMP tahun
1998, SMA tahu 2001, S1 saya tamat tahun 2005, dan S2 pada tahun 2007, saya
tinggal di Jl. Tukad Baru Timur No. 2, Pemongan, Kec. Denpasar Selatan Kota.
Denpasar, Bali. Saya bekerja sebagai direktur utama dan pengendali saham di PT
Moon Stone Group. Sejak tahun 2008 sampai saat ini yang mana PT Moon Stone
Group merupakan perusahaan yang diwariskan kepada saya oleh ayah saya. Saya
sudah berkeluarga memiliki suami bernama Senja William, serta miliki seorang anak
yang bernama Jasita Wiwid William;

4. Apa tugas pokok Saudari selama menjadi direktur utama di PT Moon Stone Group?
4. Tugas saya sebagai direktur utama dan pengendali saham di PT Moon Stone Group
yaitu menyusun strategi dan mengarahkan bisnis PT Moon Stone Group agar lebih
maju, mengorganisir visi dan misi perusahaan, memimpin rapat penting dan
mengambil keputusan berkaitan dengan kepentingan perusahaan;

3. Apakah Sdra. Saksi bersedia untuk memberikan keterangan dalam perkara ini?
3. Ya, saya bersedia;

Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penuntut
Umum untuk memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi sebagai berikut :
1. Siapa saja nama orang-orang yang memiki saham di PT Moon Stone Group dan berapa
besaran persentase setiap orang tersebut?
1. Orang-orang yang memiliki saham di PT Moon Stone Group yaitu saya sendiri
memiliki 65% saham di PT Moon Stone Group, selain saya ada Duti Yunita yang
memiliki saham sebesar 20% yang menjabat sebagai general manager di Mejinong
Hotels and Resort dan Gede Dimas Widhi Kusuma memiliki saham sebesar 15%
yang menjabat sebagai wakil direktur utama;

2. Apakah Saudari bersedia menjelaskan mengenai PT Moon Stone Group yang Saudari
kelola?
2. Perusahan saya ini didirikan pada tanggal 06 Oktober 2002 sesuai dengan Akta
Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober 2002 yang dibuat oleh Mauriza Asyifa,
S.H., M.Kn, disahkan dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor : AHU-0091221.AH20.10.TAHUN 2002. Yang terletak di
Jl. Teuku Umar No. 1 Dauh Puri, Klod, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali.
Perusahaan saya ini bergerak di bidang Industri Pariwisata khususnya bisnis
perhotelan dan resort;

3. Bisakah Saudari jelaskan mengenai bisnis yang dilakukan oleh PT Moon Stone Group
terkait Hotel dan Resort?
3. PT Moon Stone Group ini memiliki anak perusahaan yang bernama “Mejinong
Hotels and Resort” yang terletak di Desa Sakti, Kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung.
Mejinong ini menyediakan fasilitas penginapan, restoran, spa, hiburan, banquet
room, dan lain-lain;

4. Bisakah Saudari jelaskan mengenai anak perusahan dari PT Moon Stone Group yang
bernama Mejinong Hotels and Resort ini?
4. Mejinong Hotels and Resort ini didirikan pada tanggal 24 September 2010 dengan
memanfaatkan 11,3 % dari pulau seluas 200 hektar yang dibeli oleh mendiang ayah
saya Denanda Harjuna. Saya memberikan Mejinong Hotels and Resort ini untuk
adik saya yang bernama Duti Yunita selaku General Manager;

5. Apa maksud dan tujuan Saudari mendirikan Mejinong Hotels and Resort di pulau
tersebut?
5. Iya saya mendirikan Mejinong Hotels and Resort ini tidak lebih untuk
mengembangkan bisnis peninggalan ayah saya, membantu ekonomi masyarakat
sekitar dengan membuka lowongan pekerjaan, dan memanfaatkan pulau yang ada.
Selain itu, pulau tersebut memiliki keindahan yang menakjubkan dan lokasi yang
mudah diakses sehingga saya berpikir untuk membangun hotels dan resort
dikawasan tersebut. Dan dugaan saya pun benar, setelah launching Mejinong
Hotels and Resort ini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.
Bahkan Mejinong Hotels and Resort sangat berkembang pesat dan menjadi
penyumbang penghasilan pendapatan terbesar dibandingkan anak perusahan
lainnya;

6. Bisakah Saudari jelaskan mengapa Mejinong Hotels and Resort bisa menjadi
penyumbang penghasilan pendapatan terbesar di PT Moon Stone Group dibandingkan
anak perusahaan lainnya?
6. Iya karena fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis, pelayanan yang ramah,
serta Mejinong Hotels and Resort ini mempunyai minuman khas yang bernama
“Loloh Jinong” sehingga para wisatawan selalu ingin berkunjung lagi dan lagi;

7. Bisakah Saudari jelaskan terkait minuman Loloh Jinong yang menjadi ciri khas dari
Mejinong Hotels and Resort tersebut?
7. Loloh Jinong merupakan minuman yang awalnya berbahan dasar dari Teh Arab
yang ditanam dan diolah langsung, namun pada tahun 2017 pemerintah
mengeluarkan larangan terhadap penanaman Teh Arab karena mengandung zat
chatinone yang merupakan Narkotika golongan I. Karena ada pelarangan tersebut
maka bahan dasar minuman loloh jinong diganti menjadi Serbuk Daun Zaitun
Yaman;

8. Bisakah Saudari jelaskan terkait penanaman dan mengolah Teh Arab dilakukan oleh
pihak dari PT Moon Stone Group atau dari Mejinong Hotel and Resort itu sendiri atau di
kelola oleh pihak lain?
8. Terkait penanaman dan pengolahan di lakukan oleh pihak PT Moon Stone Group
yang langsung mendatangkan tenaga ahli dari Arab. Jadi pada tanggal 18
Desember 2010 PT Moon Stone Group melakukan kerja sama dengan Ali Al Uraidy
selaku direktur utama D&A Corporation. Tujuan dari kerjasama ini adalah pihak PT
Moon Stone Group ingin memperkerjakan tenaga ahli dari D&A Corporation sebagai
mixologist di Mejinong Hotels and Resort selama 10 tahun;

9. Bisakah Saudari jelaskan bagaimana mengenai pelarangan Teh Arab di Indonesia yang
mengakibatkan pergantian bahan dasar minuman Loloh Jinong dan bagaimana
keberlanjutan kontrak kerjasama antara PT Moon Stone Gruop dengan D&A
Corporationi?
9. Karena adanya larangan mengenai teh arab, maka saya selaku direktur utama PT
Moon Stone Gruop mengadakan pertemuan pada tanggal 09 Februari 2017 yang
dihadiri pada saat itu Duti selaku general manger, Made Suiyobi selaku direktur
pemasaran, dan Albertus Hutagalung selaku legal officer untuk membahas
mengenai pelarangan tersebut. Kemudian pada tanggal 28 Maret 2017 saya dan
Duti melakukan pertemuan dengan Ali Al Uraidy di PT D&A Corporation yang
beralamat di Thabir Al Adel Mecca 24244 8705 Thabir, Al Adel, Mecca 24244, Arab
Saudi untuk membahas pengehentian kontrak kerja sama, namun pihak Ali
menyampaikan bahwa pihak PT MOON STONE GROUP harus membayar ganti
rugi sebesar Rp 85.000.000.000 (Delapan Puluh Lima Miliar Rupiah) kepada pihak
D&A Corporation. Namun pihak Ali menawarkan pilihan lain;

10. Bisakah Saudari jelaskan tawaran apa saja yang diberikan oleh Ali Al Uraidy?
10 Iya, pihak Ali menawarkan pergantian bahan utama minuman Loloh Jinong yang
. semula Teh Arab menjadi Serbuk Daun Zaitun Yaman yang langsung diimpor dari
Arab. Jadi dalam kontrak kerja sama yang baru ini, pihak Ali menawarkan produk
Serbuk Daun Zaitun Yaman dan bertanggung jawab dalam proses penanaman,
produksi, hingga pengiriman melalui jalur laut menuju Pelabuhan Benoa;

11. Apakah Saudari membayar ganti rugi mengenai pembatalan kontrak kerjasama tersebut
dan mengapa ganti rugi yang harus dibayarkan sangat besar?
11 Tidak karena uang PT Moon Stone Gruop pada saat itu nominalnya tidak sebanyak
. itu dan pihak saya pun sama mengalami kerugian. Kenapa pihak Ali meminta ganti
rugi sebesar itu karena pihak PT Moon Stone Gruop dengan D&A Corporation
masih memiliki kontrak kerjasama selama 3 tahun yang nominal kerjasamanya pun
hampir Rp 70.000.000.000 (Tujuh Puluh Miliar Rupiah) maka akan ada
pertambahan nominal yang diberikan oleh pihak Ali, apalagi salah satunya
membatalkan maka harus membayar ganti rugi yang diderita salah satu pihak;

12. Apa yang Saudari lakukan terkait penawaran yang diberikan oleh pihak Ali dan
permintaan ganti rugi dengan nominal yang sangat besar?
12 Sepulangnya PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska dari Arab pada
. tanggal 01 April 2017 PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska melakukan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang di hadiri oleh Gede
Dimas selaku wakil direktur utama, Komang Anggie Utami selaku direktur
Operasional, Ni Wayan Ari Anggreni selaku direktur keuangan, Ida Ayu Kade selaku
direktur utama personalia dan Duti selaku general manger Mejinong Hotels and
Resort untuk membahas pergantian bahan dasar minuman Loloh Jinong yang
semula Teh Arab menjadi Serbuk Daun Zaitun Yaman yang langsung diimpor oleh
Ali dari Arab. PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska juga menjelaskan
mengenai biaya ganti rugi yang diminta oleh pihak Ali yang berjumlah Rp
85.000.000.000 (Delapan Puluh Lima Miliar Rupiah);

13. Apakah pergantian bahan utama minuman Loloh Jinong ini atas persetujuan pada saat
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atau kehendak diri sendiri?
13 Iya tentu saja pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT
. Moon Stone group yang diwakili oleh PT Moon Stone group yang diwakili oleh
Priska menjelaskan mengenai pergantian bahan utama minuman Loloh Jinong
dengan Serbuk Daun Zaitun Yaman atau membayar ganti rugi kepada pihak Ali,
maka hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hampir
semuanya menyetujuinya atas usulan tersebut. Jadi tidak mungkin PT Moon Stone
group yang diwakili oleh Priska melakukannya tanpa persetujuan pemegang saham
lainnya;

14. Apa yang Saudari lakukan seletelah mendapat persetujuan pergantian bahan utama
pembuatan minuman Loloh Jinong yang semula Teh Arab menjadi Serbuk Daun Zaitun
Yaman?
14 Pada tanggal 03 April 2017 PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska
. menandatangani kontrak kerjasama yang baru dengan pihak Ali. Pada tanggal 12
Januari 2018 kontra mulai dilaksanakan, karena harus melalui beberapa tahap
penanaman Daun Zaitun Yaman di Arab maka pengirman bisa dilaksakan setiap 8
bulan sekali;

15. Apakah pihak Ali menjelaskan mengenai Serbuk Daun Zaitun Yaman yang berbahan
dasar apa dan apakah ada bahan campuran pada Serbuk Daun Zaitun Yaman?
15 Pihak Ali tidak menjelaskan terkait pencampuran pada Serbuk Daun Zaitun Yaman.
. pihak Ali menjelaskan bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung Alpha-
Propilaminopentiofenon;

16. Apakah Saudari mengetahui bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung Narkotika
golongan I Alpha-Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone?
16 Ya, PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska mengetahuinya karena pihak Ali
. sudah menjelaskan pada saat penawaran pergantian bahan utama Loloh Jinong
dengan menggunakan Serbuk Daun Zaitun Yaman mengandung Alpha-
Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone;

17. Apakah pihak Saudari melakukan uji lab mengenai bahan campuran untuk membuat
serbuk daun zaiitun Yaman?
17 Tidak, karena PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska sudah mempercayai
. kepada pihak Ali;

18. Apakah Saudari menjelaskan bahwa Serbuk Daun Zaitun Yaman mangandung Alpha-
Propilaminopentiofenon yang merupakan sintesis dari chatinone pada saat Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)?
18 Pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Moon Stone
. group yang diwakili oleh Priska menjelaskan mengenai pergantian bahan utama
dengan Serbuk Daun Zaitun Yaman mangandung Alpha-Propilaminopentiofenon
saja yang memiliki cita rasa yang sama seperti Teh Arab;

19. Apa alasan Saudari menyetujui pergantian bahan utama Loloh Jinong dengan Serbuk
Daun Zaitun Yaman yang sudah di ketahui mengandung sintesis chatinone Narkotika
Golongan I?
19 Karena pihak Ali menjelaskan bahwa tidak ada peraturan dan tidak ada satu pun
. larangan mengenai pemanfaatan Alpha-Propilaminopentiofenon. Jadi PT Moon
Stone group yang diwakili oleh Priska beranggapan bahwa pergantian bahan utama
Loloh Jinong dengan menggunakan serbuk daun zaitu yaman tidak akan menjadi
masalah karena tidak diatur dalam lampiran Narkotika golongan I dan tidak ada satu
pun undang-undang yang mengaturnya;

20. Bisakah Saudari jelaskan terkait proses produksi Serbuk Daun Zaitun Yaman?
20 Pihak Ali menjelasakan bahwa produksi Serbuk Daun Zaitun Yaman dilakukan di
. atas Kapal Pesiar Dream Angel yang dilakukan oleh awak kapal selama proses
perjalanan menuju Indonesia sekitar 25 (dua puluh lima) hari dan akan kembali ke
Indonesia 8 (delapan) bulan sekali;

21. Bisakah Saudari jelaskaan mengenai proses pendistribusian atau pengiriman Serbuk
Daun Zaitun Yaman dari Arab hingga tiba di Indonesia?
21 Pada tangga 12 Januari 2018 kontrak mulai berjalan, perjalan kapal Pesiar Dream
. Angel tersebut berlangsung selama 25 hari dan akan kembali ke Indonesia setiap 8
bulan sekali. Pada tanggal 05 Januari 2018 Kapal Pesiar Dream Angel tiba di
Pelabuhan Benoa, terkait pengaturan di Pelabuhan Benoa hingga tiba di Mejinong
itu sudah diatur oleh Duti dengan meminta bantuan kepada Ketut Satrya Wardana
selaku petugas pelabuhan Benoa untuk meloloskan Kapal Pesiar Dream Angel,
yang kemudian box-box berisi Serbuk Daun Zaitun Yaman yang berada di dalam
Kapal Pesiar Dream Angel dipindahkan menuju Kapal Segara Kencana untuk
didistribusikan ke Mejinong Hotels and Resort;

22. Bisakah Saudari jelaskan setelah Serbuk Daun Zaitun Yaman berada di Mejinong Hotels
and Resort, apa yang selanjutnya dilakukan?
22 Ketika Serbuk Daun Zaitun Yaman tiba langsung diolah dan disimpan di ruangan
. khusus oleh Tjokorda Dewi selaku Executive chef. Untuk bagian pengolahan dan
penyajian kepada konsumen langsung di ataur oleh Tjokorda Dewi;

23. Bisakah Saudari jelaskan berapa kali pengiriman tersebut dilakukan dan berapa jumlah
setiap kali pengiriman tersebut dilakukan?
23 Pengiriman sudah dilakukan sebanyak 5 kali sejak tahun 2018. Pengiriman pertama
. Kapal Pesiar Dream Angel tiba di Pelabuhan Benoa tanggal 05 Januari 2018,
Kedua tanggal 05 September 2018, Ketiga tanggal 06 Mei 2019, Keempat tanggal
05 Januari 2022, dan Kelima tanggal 05 Januari 2022 saat tertangkap oleh
Penyidik. Pengiriman tahun 2020-2021 sempat terhenti karena Pandemi Covid-19
adanya pelarangan masuknya kapal dari luar indonesia. Setiap pengiriman Serbuk
Daun Zaitun Yaman sebanyak 1(satu) ton;

24. Bisakah Saudari jelaskan terkait berapa harga atau pembayaran yang dilakukan setiap
kali pengiriman dan pembayaran tersebut dilakukan melalui apa?
24 Setiap kali pengiriman tersebut PT Moon Stone Group harus membayar sekitar Rp
. 75.000.000.000 (Tujuh Puluh Lima Miliar Rupiah), yang dibayarkan
secara menyicil dengan membayar setiap bulannya selama 8 bulan. Yang di
bayarkan melalui sistem lalu lintas giro yang perbulannya membayar
Rp9.375.000.000,00 (sembilan miliar tiga ratus tujuh puluh lima miliar rupiah);

25. Bisakah Saudari jelaskan terkait penjualan minuman Loloh Jinong tersebut dan di
pasarkan kemana saja?
25 Minuman loloh jinong tersebut dijual dalam bentuk minuman siap saji dengan
. menggunakan botol berukuran 600 ml dengan harga jualnya Rp 500.000 (Lima
Ratus Ribu) per botol. Minuman Loloh Jinong setiap harinya menghabiskan
sebanyak 2.100 botol (Dua Ribu Seratus) yang hanya dipasarkan di Mejinong Hotel
and Resort?

26. Bagaimana pembagian keuntungan dari hasil penjualan minuman Loloh Jinong tersebut
Bagaimana pembagian keuntungan dari hasil penjualan minuman Loloh Jinong tersebut?
26 Mejinong Hotels and Resort memperoleh pendapatan sejumlah Rp250.000.000.000
. (Dua Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah) dengan keuntungan dari minuman loloh
jinong sebesar Rp175.000.000.000 (Seratus Tujuh Puluh Lima Miliar Rupiah) setiap
8 (delapan) bulan;

27. Apakah segala pendapatan yang diperoleh oleh Mejinong Hotels and Resort itu masuk
ke dalam uang kas Mejinong Hotels and Resort atau di kelola oleh PT Moon Stone
Group?
27 Pendapatan Mejinong Hotels and Resort tersebut diserahkan dan dikelola langsung
. oleh PT Moon Stone Group setiap bulannya yang disetorkan via transfer dengan
menggunkan rekening milik Mejinong Hotels and Resort dengan nomor rekening
7420113729 yang diserahkan kepada PT Moon Stone Group dengan nomor
rekening 7892106789;

28. Bisakah Saudari jelaskan hasil pendapatan PT Moon Stone Group yang sangat besar
tersebut, uangnya dipergunakan untuk apa saja?
28 Pendapatan PT Moon Stone Group digunakan untuk membayar gaji karyawan,
. pengembangan Perusahaan, dan sebagian di gunakan untuk investasi;

29. Bisakah Saudari jelaskan investasi apa yang dilakukan oleh PT Moon Stone Group?
29 PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska menginvestasikan uang PT Moon
. Stone Group sejak tahun 2019 ke perusahaan Duti Yunita di Hongkong yang
bernama Mojiza Property Holding Ltd yang bergerak di bidang Furniture;

30. Bisakah Saudari jelaskan berapa jumlah uang PT Moon Stone Group yang di
investasikan di Mojiza Property Holding dan dibayarkan melalui apa?
30 PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska menginvestasikan sebanyak 4
. (empat) kali yaitu pada tanggal 15 Maret 2019, 30 Maret 2019, 15 April 2019 dan 30
April 2019 dengan sekali pembayarannya sebesar Rp50.000.000.000,00 (lima
puluh miliar rupiah). Yang di bayarkan melalui teller Bank BCA Cabang Denpasar
Barat;

31. Apakah PT Moon Stone Group mendapatkan keuntungan dari investasi Mojiza Property
Holding Ltd?
31 Ya, PT Moon Stone Group mendapat keuntungan pada tahun 2020 sebesar 14%
. (empat belas persen) sejumlah Rp228.000.000.000,00 (dua ratus dua puluh
delapan miliar rupiah) dan tahun 2021 9% (sembilan persen)
Rp248.520.000.000,00 (dua ratus empat puluh delapan miliar lima ratus dua puluh
juta rupiah);

32. Mengapa Saudari melakukan investasi kepada perusahan Mojiza Property Holding Ltd?
32 PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska menginvestasikan uang PT Moon
. Stone Group untuk menyimpan uang dan membantu mengembangkan bisnis Duti.
Yang PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska lakukan itu murni untuk bisnis
perusahan atau business judgement rule bukan untuk kepentingan pribadi dan
keuntungannya pun masuk ke dalam rekening perusahaan bukan ke dalam
rekening pribadi Priska;

33. Mengapa saat dilakukannya penangkapan Saudari tidak ada di Indonesia?


33 Iya karena PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska sedang di Singapura;
.

34. Apa yang Saudari lakukan di Singapura?


34 Iya PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska sedang melakukan kunjungan
. terhadap perusahan Mojiza Property Holding Ltd, selain itu saya sedang berlibur
dan memikirkan bisnis baru apa yang akan saya lakukan untuk kemajuan PT
MOON STONE GROUP;

35. Sejak kapan Saudari berada di Singapura?


35 Saya berada di singapura sejak liburan akhir tahun 2021;
.

36. Bersama siapa Saudari di Singapura?


36 Saya di Singapura bersama Duti Yunita;
.

37. Bagaimana pendapat Saudari tentang usaha yang Saudari lakukan mengenai
mengimpor Narkotika apakah Saudari menyesal?
37 Iya saya merasa bersalah dan menyesal, ternyata Alpha-Propilaminopentiofenon
. adalah Narkotika yang dilarang oleh pemerintah;

38. Apakah Saudari dalam perkara ini akan menghadiri saksi yang menguntungkan bagi
Saudari?
38 Saya akan serahkan kepada penasihat hukum saya nanti
.
Selanjutnya atas kesempatan yang diberikan oleh Ketua Majelis Hakim, Penasihat
Hukum memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi adalah sebagai berikut :
1. Apakah Saudari mengetahui bahwa Alpha-Propilaminopentiofenon menimbulkan efek bagi
yang mengkonsumsinya?
1. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai efek samping dari konsumen PT Moon Stone
group yang diwakili oleh Priska;

2. Apakah Saudari mengetahui bahwa dari minuman Loloh Jinong ini mengakibatkan nenek
yang bernama Luh Surini meninggal dunia?
2. PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska tidak mengetahui terkait kematian
yang terjadi kepada nenek yang bernama Luh Surini karena tidak ada laporan
kepada PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska. Mungkin ada oknum yang
ingin menjatuhkan usaha PT Moon Stone group yang diwakili oleh Priska sehingga
dengan membuat berita berita yang tidak jelas;

Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberikan pertanyaan dan dijawab oleh Saksi
sebagai berikut :
1. Apakah keterangan Sdra. Saksi ini sudah benar, apakah ada keterangan lain yang ingin
Sdra. Saksi sampaikan?
1. Ya, keterangan yang saya sampaikan benar dan tidak ada keterangan lain;

2. Dalam memberikan keterangan ini, apakah Sdra. Saksi merasa ditekan atau dipengaruhi
oleh pihak lain?
2. Tidak, sama sekali;

Setelah mendengar Terdakwa memberikan keterangannya, Ketua Majelis Hakim


bermusyawarah untutk menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari dan melanjutkan
persidangan pada hari Kamis, 14 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA dengan acara Pembacaan
Tuntutan dari Penuntut Umum dan jadwal akan dimasukan kedalam SIPP;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang
dan memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan Kembali Terdakwa pada
persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim menutup
persidangan ini;
Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Ketua Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 07 Juli 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 8

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 14 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah untuk mendengarkan Tuntutan
Hukum Penuntut Umum;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penuntut Umum apakah sudah
siap dengan tuntutan pidananya. Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum
menyatakan siap membacakan tuntutan pidana;
Kemudian atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum membacakan
tuntutannya yang selengkapnya sebagaimana tertulis dalam tuntutan tertanggal 14 Juli 2022
atas perkara pidana dengan Nomor Register Perkara : PDM-491/DNPSR/07/2022 (terlampir);
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penasihat Hukum Terdakwa
apakah sudah siap dengan pembelaannya. Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim,
Penasihat Hukum menyatakan belum siap dengan pembelaannya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa persidangan akan
ditunda selama 7 (tujuh) hari dan akan dilanjutkan pada hari Kamis, 21 Juli 2022 Pukul 09.00
WITA dengan acara pembacaan pembelaan Terdakwa (Pledoi) dan jadwal akan dimasukan
kedalam SIPP;
Setelah Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang,
Ketua Majelis Hakim memerintah kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan kembali
Terdakwa pada persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim
menutup persidangan ini;

Demikianlah Berita Acara persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Hakim Ketua dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 14 Juli 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 9

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 21 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah untuk mendengarkan
Pembelaan dari Terdakwa dan Penasihat Hukumnya;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penasihat Hukum apakah sudah
siap dengan pembelaannya. Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum
menyatakan siap membacakan Pembelaan Terdakwa (Pledoi);
Kemudian atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum membacakan
Pembelaan atas tuntutan Penuntut Umum yang selengkapnya sebagaimana tertulis dalam
tanggapan tertanggal 21 Juli 2022 (terlampir);
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penuntut Umum mengenai
jawabannya terhadap tanggapan dari Penasihat Hukum. Atas pertanyaan dari Ketua Majelis
Hakim, Penuntut Umum menyatakan belum siap dengan tanggapannya;
Kemudian Ketua Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa persidangan akan
ditunda selama 7 (tujuh) hari dan akan dilanjutkan pada hari Kamis, 28 Juli 2022 Pukul 09.00
WITA dengan acara pembacaan pembelaan Terdakwa (Pledoi) dan jadwal akan dimasukan
kedalam SIPP;
Setelah Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang,
Ketua Majelis Hakim memerintah kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan kembali
Terdakwa pada persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim
menutup persidangan ini;

Demikianlah Berita Acara persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Hakim Ketua dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 21 Juli 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 10

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 28 Juli 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah untuk mendengarkan
Tanggapan dari Penuntut Umum;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penuntut Umum apakah sudah
siap dengan tanggapannya. Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum
menyatakan siap membacakan Tanggapan Penuntut Umum (Replik) secara tertulis tertanggal
28 Juli 2022 (terlampir);
Kemudian atas perintah Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum membacakan jawaban
terhadap tanggapan dari Penasihat Hukum;
Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Penuntut Umum menyatakan tetap pada
Tuntutan dan jawabannya;
Atas pertanyaan dari Ketua Majelis Hakim, Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan
tetap pada Nota Pembelaannya;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Penuntut Umum menyatakan
tetap pada Tuntutan dan jawabannya;
Ketua Majelis Hakim bertanya Kembali kepada Penuntut Umum, Penasihat Hukum dan
kepada Terdakwa apakah Pemeriksaan ini sudah cukup, dan para pihakpun sepakat bahwa
pemeriksaan dalam persidangan ini dirasa cukup;
Kemudian Ketua Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa persidangan akan
ditunda selama 7 (hari) dan akan dilanjutkan pada hari Kamis, 04 Agustus 2022 Pukul 2022
WITA, dengan acara pembacaan Putusan Akhir dan jadwal akan dimasukan kedalam SIPP;
Setelah Ketua Majelis Hakim mengumumkan Penetapan pengunduran hari sidang,
Ketua Majelis Hakim memerintah kepada Penuntut Umum untuk menghadapkan kembali
Terdakwa pada persidangan yang telah ditetapkan di atas, kemudian Ketua Majelis Hakim
menutup persidangan ini;

Demikianlah Berita Acara persidangan ini dibuat dan kemudian ditanda tangani oleh
Hakim Ketua dan Panitera Pengganti yang bersangkutan.

Denpasar, 28 Juli 2022


PANITERA PENGGANTI HAKIM KETUA

NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H. DISKALA KAMALA, S.H., M.H.


BERITA ACARA
SIDANG LANJUTAN 11

Sidang Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara pidana
khusus dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan
dalam Ruang Sidang Chandra yang telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari
Kamis, 04 Agustus 2022 Pukul 09.00 WITA, dalam perkara Terdakwa :
Terdakwa : PT MOON STONE GROUP yang diwakili oleh Pengendali
Korporasi, bertindak untuk dan atas nama terdakwa yaitu
PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;

Terdakwa tetap ditahan;


Susunan sidang sama seperti sidang yang lalu;
Ketua Majelis Hakim mengingatkan kepada seluruh peserta sidang agar mematikan alat
telekumunikasi dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu selama persidangan
berlangsung. Setelah memastikan seluruh anggota Majelis Hakim, Panitera Pengganti dan
Penuntut Umum siap memulai persidangan, Ketua Majelis Hakim membuka sidang dan
menyatakan sidang Perkara Nomor : 125/Pid.Sus/2022/Pn.Dps dibuka dan terbuka untuk
umum dengan ketukan palu sebanyak 1 (satu) kali;
Lalu diperintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadapkan Terdakwa ke
dalam ruang persidangan. Terdakwa dibawa masuk ke ruang persidangan dalam keadaan
bebas;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim menanyakan kepada Terdakwa tentang
kesehatannya, yang dijawab oleh Terdakwa bahwa dia saat ini dalam keadaan sehat dan siap
untuk mengikuti jalannya persidangan;
Kemudian Ketua Majelis Hakim memperingatkan Terdakwa agar memperhatikan segala
sesuatu yang terjadi dipersidangan;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim memberitahukan bahwa sesuai dengan Berita Acara
Persidangan yang lalu, bahwa acara persidangan hari ini adalah pembacaan Putusan Akhir
oleh Ketua Majelis Hakim;
Selanjutnya Ketua Majelis Hakim membacakan Putusannya yang amarnya berbunyi
sebagai berikut :

I. DALAM EKSEPSI :

Menolak eksepsi Terdakwa PT MOON STONE GROUP untuk seluruhnya.

II. DALAM POKOK PERKARA:


1. Menyatakan Terdakwa PT MOON STONE GROUP terbukti secara sah dan
meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana tanpa hak atau melawan hukum
mengimpor narkotika golongan I bukan tanaman yang beratna melebihi 5 (lima) gram
dan Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dakwaan Kesatu Primair dan
Keempat;
2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa PT MOON STONE GROUP oleh karena itu
dengan pidana berupa pencabutan izin usaha dan pidana denda sejumlah:
a. Dalam perkara tindak pidana narkotika sejumlah Rp10.000.000.000,00
(sepuluh miliar rupiah); dan
b. Dalam perkara tindak pidana pencucian uang sejumlah Rp75.000.000.000,00
(tujuh puluh lima miliar rupiah)
Dengan ketentuan apabila Terdakwa PT MOON STONE GROUP tidak membayar
uang denda tersebut paling lambat 1 (satu) bulan setelah putusan mempunyai
kekuatan hukum tetap, maka harta benda PT MOON STONE GROUP disita oleh
Jaksa dan dilelang untuk membayar uang denda tersebut.
3. Menetapkan barang bukti berupa :
1. 1 (satu) box serbuk daun zaitun yaman dengan berat 20 kg;
2. 50 (lima puluh) buah botol Loloh Jinong kosong;
3. 50 (Lima Puluh) box masing-masing beratnya 20kg (dua puluh kilogram) berisi
serbuk daun zaitun Yaman berwarna hijau dengan label daun zaitun;
Dimusnahkan
4. 1 (satu) buah Flashdisk merek HP 256 GB berisikan data-data berkas milik
Mejinong Hotels and Resort;
5. 5 (lima) unit komputer merk LG berwarna hitam ram 16 GB SSD Ied 40 inch
milik Mejinong Hotels and Resort;
6. 1 (satu) unit kendaraan merek Mitsubitsi Colt L300 Pick up Flatbed, type body
pick up, jenis bahan bakar solar, tahun peluncuran 2019, Nomor rangka
MCL388936AF0654023, Nomor mesin: 347632CL982402, warna black
metalic, nomor registrasi DK 5152 MA, atas nama Duti Yunita, berikut STNK
asli dan kunci kontak kendaraan (mobil operasional Mejinong Hotels and
Resort);
7. 1 (satu) Bundel Pembukuan keuangan Mejinong Hotels and Resort;
8. Asli 1 (satu) Bundel Buku tabungan Bank BCA, nomor rekening
7420113729 ,atas Mejinong Hotels and Resort;
9. 1 (satu) Bundel Rekening koran Bank BCA, nomor rekening 7420113729,
atas nama Mejinong Hotels and Resort;
10. 1 (satu) Buah kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) MEJINONG HOTEL &
RESORT Nomor : 83.871.811.6.901.001;
11. 1 (satu) Bundel Akta Pendirian Nomor 11 tanggal 06 Oktober 2002 yang
dibuat oleh Mauriza Asyifa, S.H., M.Kn;
12. 1 (satu) Bundel Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PT
MOON STONE GROUP;
13. 1 (satu) bundel Sertifikat Hak Milik Nomor Nomor 4325/Denpasar Surat Ukur
Nomor 560/2002 luas 1000 M yang terletak di Jalan Tengku Umar Nomor 1,
Dauh Puri Klod, Denpasar Barat atas nama PRISKA YUSTITALOKA;
14. 1 (satu) Bundel Sertifikat Hak Milik Nomor 0039/Klungkung Surat Ukur Nomor
005863/Klungkung/2008 seluas 88 hektar yang terletak di Desa Sakti Kec.
Nusa Penida Kab. Klungkung atas nama PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M
15. 1 (satu) bundel Surat Tanda Usaha PT MOON STONE GROUP Nomor
665.8/0126/Diparda tanggal 20 Agustus 2020;
16. 1 (satu) Bundel Akta Pengesahann PT Moon Stone Group, Nomor: AHU-
0091221.AH.20.10.TAHUN 2002 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia tanggal 06 Oktober 2002;
17. 1 (satu) surat Ket Domisili Perusahaan PT Moon Stone Group;
18. 1 (satu) Surat Perjanjian Kerja Sama PT. Moon Stone Group dengan D&A
Corporation tanggal 03 April 2017;
19. 1 (satu) unit kendaraan merek Toyota, Model Toyota Hilux, Varian Toyota
Hilux S Cab 2.5L M/T Diesel, type body pick up, jenis bahan bakar Diesel,
tahun peluncuran 2017, Nomor rangka THD365436AD098123, Nomor mesin:
342573SC854612, warna Dark Grey Mica Metallic, nomor registrasi DK 1010
MF, atas nama pemilik PT. MOON STONE GROUP, berikut STNK asli dan
kunci kontak kendaraan;
20. 1 (satu) bundel berita acara RUPSLB pada tanggal 01 April 2017
21. 1 (satu) unit kapal segara kencana milik PT MOON STONE GROUP, beserta
surat keterangan kepemilikan kapal;
22. Asli 1 (satu) Bundel Buku tabungan Bank BCA, nomor rekening 7892106789,
atas nama PT Moon Stone Group;
23. 1 (satu) Buah kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Moon Stone Group
Nomor : 03.026.562.3-805.000;
24. Asli 1 (satu) Bundel Buku tabungan Bank BCA, nomor rekening 0064743245,
atas nama PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;
25. 1 (satu) buah kartu BCA Nomor 8766 1255 7654 1821 a.n. Priska Yustikaloka;
26. 1 (satu) Bundel Rekening koran Bank BCA, nomor rekening 0064743245,
atas nama PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;
27. 1 (satu) buah kartu HSBC Nomor 4966 0400 8888 8888 a.n. Priska
Yustikaloka;
28. 1 (satu) unit laptop merek Apple Macbook Air MJVM2-BNIB ram 16 GB warna
putih milik PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M;
29. 1 (satu) unit handphone merek Iphone 12 Pro Max 256 GB warna hitam milik
PRISKA;
30. 1 (satu) unit kendaraan mobil merek Honda, Model Honda Civic, Varian Civic
1.5 L Turbo, type body Sedan, Segmen C, Jenis Bahan Bakar Fue, Tahun
Peluncuran 2019, Nomor Rangka MHL368006AJ000129, Nomor Mesin :
924873U0854312, warna Platinum White Pearl, Tahun Registrasi 2019,
Nomor Registrasi : DK 5551 NA, atas nama pemilik PRISKA, berikut STNK
asli dan kunci kontak kendaraan;
31. 1 (satu) unit kendaraan mobil merek Lexus, Model Lexus LX, Varian Lexus LX
570 Sport, type body Sports Utility Vehicle (SUV), Segmen Mobil Mewah,
Jenis Bahan Bakar Fuel, Tahun Peluncuran 2019, Nomor Rangka
EVL366506NA000123, Nomor Mesin : 924873ND875435, warna Pearl Crystal
White, Tahun Registrasi 2019, Nomor Registrasi : DK 1203 ML, atas nama
pemilik PRISKA, berikut STNK asli dan kunci kontak kendaraan;
32. 1 (satu) unit kendaraan motor merek Vespa, Model Vespa Primavera 150 I-
Get, varian Vespa Primavera 150 I-Get ABS, Kategori Scooter, Tahun
peluncuran 2020, Jenis Mesin 4-Step, SOHC,eSP, Liquid Cooling, Nomor
mesin 1IYF684395, Nomor Registrasi DK 1405 MF, Warna Green Relax, atas
nama pemilik PRISKA berikut STNK asli dan kunci kontak kendaraan;
33. 1 (satu) lembar surat keputusan tentang pengangkatan PRISKA sebagai
Direktur Utama PT MOON STONE GROUP , nomor :
001/SK/RUPS-MSG/I/2008 tanggal 22 Januari 2008;
34. 1 (satu) buah KTP Nomor 5171015604820008 a.n Priska Yustitaloka;
35. 1 (satu) Buah kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Priska Yustitaloka
Nomor : 73.981.311.8.501.876;
36. 1 (satu) Bundel portofolio investasi PRISKA YUSTITALOKA;
37. 1 (satu) Bundel Akta Testamen Nomor 08 tanggal 03 Februari 2008 dibuat
oleh Notaris Mauriza Asyifa, S.H., M.H;
38. 1 (satu) buah kartu BCA Nomor 8766 5632 7659 1221 a.n. Duti Yunita;
39. Asli 1 (satu) Bundel Buku tabungan Bank BCA, nomor rekening 0890943157,
atas nama Duti Yunita;
40. 1 (satu) unit laptop merek Apple Macbook Pro Retina MF839 ram 16 GB
warna hitam milik DUTI YUNITA;
41. 1 (satu) unit handphone merek Iphone 12 PRO MAX 256 GB warna hitam
milik DUTI YUNITA;
42. 1 (satu) unit kendaraan mobil merek Mitsubishi, Model Mitsubishi Xpander,
Varian Mitsubishi Xpander Sport M/T, type body MPV, Segmen C, Jenis
Bahan Bakar Fuel, Tahun Peluncuran 2019, Nomor Rangka
PSL312506PS001523, Nomor Mesin : 971873RN811435, warna Quartz
White Pearl, Tahun Registrasi 2019, Nomor Registrasi : DK 0345 NA, atas
nama pemilik DUTI YUNITA, berikut STNK asli dan kunci kontak kendaraan;
43. 1 (satu) unit kendaraan motor merek Yamaha, Model Yamaha NMAX, varian
Yamaha NMAX ABS, Kategori Scooter, Tahun peluncuran 2018, Jenis Mesin
4-Stroke, SOHC, Nomor mesin 1DWY714325, Nomor Registrasi DK 1111
MK, Warna White, atas nama pemilik DUTI, berikut STNK asli dan kunci
kontak kendaraan;
44. 1 (satu) lembar surat keputusan tentang pengangkatan DUTI YUNITA sebagai
General Manager Mejinong Hotels and resort, nomor : 003/SK/RUPSLB-
MSG/IX/2010 tanggal 24 Septeber 2010;
45. 1 (satu) unit kapal pesiar dream angel;
46. 1 (satu) handphone merk samsung Galaxy A21s milik Syahrul Kamil;
47. 1 (satu) handphone Iphone xs black 64GB milik Jihan Shafira;
48. 1 (satu) buah KTP atas nama Jihan Shafira;
49. 1 (satu) buah KTP atas nama Syahrul Kamil;
50. 1 (satu) mesin food dehydrator pengering daun zaitun yaman;
51. 1 (satu) mesin penggilingan disk mill;
52. 1 (satu) mesin double cone mixer;
Seluruhnya dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan
dalam perkara atas nama Terdakwa PRISKA YUSTITALOKA, S.M., M.M,
DUTI YUNITA, S.M, SYAHRUL KAMIL, dan JIHAN SHAFIRA
4. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp5.000,00
(lima ribu rupiah).

Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan


Negeri Denpasar pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2022 oleh Kami DISKALA KAMALA, S.H.,
M.H sebagai Hakim Ketua, WAYAN RAJA KANANDRA, S.H., M.H dan MADE RAWLES, S.H.,
M.H, masing-masing sebagai Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk
umum pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2022 oleh Hakim Ketua dengan didampingi Hakim
Anggota tersebut, dibantu NYOMAN DELIS CANTIKA, S.H, Panitera Pengganti pada
Pengadilan Negeri Denpasar, serta dihadiri oleh SHINTA NOVELIA, S.H., M.H, NISCAYA
NABILA, S.H., M.H, dan EMIA MAULIDYA, S.H., M.H masing-masing sebagai Penuntut Umum
dan Terdakwa didampingi Penasihat Hukumnya.

Anda mungkin juga menyukai