Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MANDIRI

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS


ANTENATAL DI RBPM WIRAHAYU PANJANG

Disusun Oleh:
ADEK YUNITA SARI (2214901001)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNGKARANG PRODI
PROFESI NERS TANJUNGKARANG
TAHUN AKADEMIK 2022/2023
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii

A. Definisi .................................................................................................................... 1
B. Etiologi .................................................................................................................... 1
C. Tanda dan Gejala..................................................................................................... 2
D. Patofisiologi ............................................................................................................ 5
E. Pathway ................................................................................................................... 7
F. Pemeriksaan Penunjang .......................................................................................... 8
G. Penatalaksanaan ...................................................................................................... 8
H. Asuhan Keperawatan .............................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 19

ii
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL

A. Definisi
Antenatal Care atau pemeriksaan kehamilan merupakan pelayanan kesehatan
oleh tenaga professional untuk ibu selama masa kehamilannya yang dilaksanakan
sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan. Kunjungan antenatal
dianjurkan sebagi berikut 1 kali pada triwulan I, 1 kali pada triwulan II dan
minimal 2 kali pada triwulan III (Kemenkes RI 2016)..
Antenatal Care atau pelayanan antenatal yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan yang terlatih dan professional dapat mencegah dan mendeteksi
komplikasi pada janin dan ibu hamil lebih awal sehingga tidak terjadi hal yang
tidak diinginkan kemudian hari (Syukrianti, 2014).
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) Antenatal Care merupakan
pengawasan wanita hamil secara teratur dan bertujuan untuk mendeteksi dini
terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat
menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Idealnya bila
tiap wanita hamil mau memeriksakan kehamilannya, bertujuan untuk
mendetekasi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada
kehamilan tersebut dapat segera diketahui dan diatasi sebelum berpengaruh
tidak baik terhadap kehamilan tersebut (Kemenkes RI, 2014)
B. Etiologi
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek :
1. Ovum
Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang terdiri dari suatu
nukleus yang terapung – apung dalam vitelus dilingkari oleh zona pellusida
dan kromoson radiata.
2. Spermatoza
Spermatozoa adalah berbentuk seperti terdiri dari kepala berbentuk lonjong
agak gepeng berisi inti leher yang menghubungkan kepala dengan bagian
tengah dan ekor yang dapat bergerak.
3. Konsepsi
Konsepsi adalah peristiwa penyatuan antara sperma dan ovum di tuba fallopi.
4. Nidasi

1
4. Nidasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam
endometrium.
5. Plasenta
Plasenta adalah alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk
pertukaran zat antara ibu anaknya dan sebaliknya.
C. Tanda dan Gejala
Menurut Marjati dkk (2012) tanda dan gejala antenatal dibagi dalam:
1. Tanda dan Gejala Kemungkinan Kehamilan
a. Amenore (terlambat datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan
Folikel de Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala ini sangat penting
karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi selama kehamilan
dan perlu diketahui hari pertama haid terakhir untuk menentukan
tuanya kehamilan dan tafsiran persalinan.
b. Mual muntah
Umumnya terjadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada pagi
hari. Progesteron dan esterogen mempengaruhi pengeluaran asam
lambung yang berlebihan sehingga menimbulkan mual muntah.
c. Ngidam
Menginginkan makanan / minuman tertentu, sering terjadi pada bulan-
bulan pertama kehamilan tetapi menghilang sering tuanya kehamilan.
d. Sinkop atau pingsan
Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia
susunan saraf dan menimbulkan sinkope / pingsan dan akan menghilang
setelah umur kehamilan lebih dari 16 minggu.
e. Payudara tegang
Pengaruh esterogen, progesteron dan somatomamotropin menimbulkan
deposit lemak, air dan garam pada payudara menyebabkan rasa sakit
terutama pada kehamilan pertama.

2
f. Anoreksia nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu makan) tapi
setelah itu nafsu makan muncul lagi.
g. Sering kencing
Hal ini sering terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama
kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan
kedua umumnya keluhan ini hilang karena uterus yang membesar
keluar rogga panggul.
h. Konstipasi / obstipasi
Hal ini terjadi karena tonus otot menurun disebabkan oleh pengaruh
hormon esterogen.
i. Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi pada kehamilan.
j. Pigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
1) Pipi: Cloasma Gravidarum
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior
menyebabkan pigmentasi yang berlebihan pada kulit.
2) Perut: strie livide dan strie albican, linea alba makin menghitam,
payudara hiperpigmentasi areola mamae.
3) Varises atau penampakan pembuluh vena
Karena pengaruh esterogen dan progesteron terjadi penampakan
pembuluh darah vena. Terutama bagi mereka yang mempunyai
bakat. Penampakan pembuluh darah itu terjadi disekitar genitalia
eksterna, kaki dan betis serta payudara.
2. Tanda Kemungkinan (Probability Sign)
a. Pembesaran perut
Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan keempat
kehamilan.
b. Tanda hegar
Tanda hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya isthmus uterus.

3
c. Tanda goodel
Pelunakan serviks.
d. Tanda chadwiks
Perubahan warna menjadi keungunan pada vulva dan mukosa vagina
termasuk juga porsio dan serviks.
e. Tanda piskacek
Pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum
berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut
berkembang lebih dulu.
f. Kontraksi braxton hicks
Peregangan sel-sel otot uterus, akibat meningkatnya actomycin di
dalam otot uterus kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri,
biasanya timbul pada kehamilan 8 minggu.
g. Teraba ballotement
Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergerak
dalam cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa.
h. Pemeriksa tes biologis kehamilan (planotest) positif
Pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya HCG yang diproduksi
oleh sinsitotrofoblas sel selama kehamilan. Hormon ini disekresi di
peredaran darah ibu (pada plasma darah) dan diekskresi pada urin ibu.
3. Tanda Pasti (Positive Sign)
a. Gerakan janin dalam rahim
Gerakan janin ini harus dapat diraba dengan jelas oleh pemeriksa.
Gerakan ini baru dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20
minggu.
b. Denyut jantung janin
Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunkan alat fetal
(elektrocardiograf) misalnya doppler.
c. Bagian-bagian janin
Bagian besar janin (kepala dan bokong) serta bagian kecil janin (lengan
dan kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan lebih tua
(trimester akhir).

4
d. Kerangka janin
Kerangka janin dapat dapat dilihat dengan foto rontgen maupun
USG.

D. Patofisologi
Proses kehamilan menurut Hamilton, Persis Mary (2012) yaitu:
1. Fertilisasi
Yaitu bertemunya sel telur dan sel sperma. Tempat bertemunya didaerah
ampulla tuba. Sebelum keduanya bertemu maka terjadi 3 fase yaitu:
a. Tahap penembusan korona radiata
Dari 200-300 juta hanya 300-500 yang sampai di tuba fallopi yang bisa
menembus korona radiata karena sudah megalami proses kapisitasi.
b. Penembusan zona pellusida
Spermatozoa lain ternyata menempel di zona pellusida tetapi hanya
satu yang terlihat ampu menembus oosit.
c. Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma
Setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai
kromosom diploid (44 autosom dan 2 gonosom) dan terbentuk jenis
kelamin baru (XX untuk wanita dan XY untuk laki-laki).
2. Pembelahan
Setelah itu zigot akan membelah menjadi tingkat 2 sel (30 jam), 4 sel, 8 sel,
sampai dengan 16 sel disebut blastomer (3 hari) dan membentuk sebuah
gumpalan bersusun longgar. Setelah 3 hari sel-sel tersebut akan
memperoleh membelah membentuk morula (4 hari). Saat morula masuk
rongga rahim, cairan mulai menembus zona pellusida masuk ke dalam
ruang antar sel yang ada di massa sel dalam. Berangsur-angsur ruang antar
sel menyatu dan akhirnya terbentuklah sebuah rongga/blastokel sehingga
disebut blastokista (4-5 hari). Sel bagian dalam disebut embrioblas dan sel
diluar disebut trofoblas. Zona pellusida akhirnya menghilang sehingga
trofoblas bisa masuk endometrium dan siap berimplantasi (5-6 hari) dalam
bentuk blastokista tingkat lanjut.

5
3. Nidasi / Implantasi
Yaitu penanaman sel telur yang sudah dibuahi (pada stadium blastokista)
ke dalam dinding uterus pada awal kehamilan. Biasanya terjadi pada pars
superior korpus uteri bagian anterior/posterior. Pada saat implantasi selaput
lendir rahim sedang berada pada fase sekretonik (2-3 hari setelah ovulasi).
Pada saat ini, kelenjar rahim dan pembuluh nadi menjadi berkelok-kelok
jaringan ini mengandung banyak cairan (Marjati dkk, 2012).
4. Pertumbuhan dan perkembangan embrio
a. Masa pre embrionic
Berlangsung selama 2 minggu sesudah terjadinya fertilisasi terjadi
proses pembelahan sampai dengan nidasi.
b. Masa embrionic
Berlangsung sejak 2-6 minggu.
c. Masa fetat
Berlangsung sejak 2 minggu ke 8 sampai dengan bayi baru lahir.
Minggu ke 12 panjang janin kira-kira 9 cm, berat 14 gram, sirkulasi
tubuh berfungsi. Minggu ke 16 panjang janin 16 cm, berat 20 gram,
kulit transparan, rambut mulai tumbuh. Minggu ke 20 kepala tegak
separuh panjang badan, wajah nyata, telinga, pada tempatnya kelopak
mata, alis, kuku sempurna. Minggu ke 24 kulit keriput, lanugo menjadi
gelap dengan vernix meningkat. Minggu ke 28 mata terbuka, alis dan
bulu mata berkembang dengan baik, rambut menutupi kelapa, deposit
lembak subkutan, testis turun ke skrotum. Minggu ke 32 lanugo
berkurang, tubuh bulat, testis turun. Minggu ke 36 lanugo sebagian
besar terkelupas, kulit tertutup, vernikx kareosa. Minggu ke 40 osifikasi
tulang tengkorak masih belum sempurna, tetapi keadaan ini
memudahkan fetus melalui jalan lahir (Marjati dkk, 2012).

6
Pathway
Fertilisasi Konsepsi Monella Nidasi

Trodubilla, Posika
Ansietas
Ansietas
Embriogesis

Kurang
Oronogesis pengetahuan

Perubahan Perubahan pada Perubahan


fisiologis ibu hamil psikologis

Sistem urinaria
Sistem integumen
OIT

Uterus membesar
Progesteron Esterogen
Esterogen
& Hc6
Tekanan pada
Hiperpigmentasi vesicula urinaria
Penurunan
Peningkatan
kekuatan
asam
otot
lambung Strie gravidarum Meningkat
frekuensi BAK

Peristaltik Mual, Gangguan


GangguanCitra
citra
menurun muntah, Tubuh
tubuh Gangguan
Gangguan
anoreksia Eliminasi
eliminasiUrine
urin

Distensi
gastrointestinal

Konstipasi
Konstipasi

(Marjati dkk 2010 & SDKI 2017)

7
E. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
Wanita hamil diperiksa urinnya untuk mengetahui kadar protein glukosanya,
diperiksa darah untuk mengetahui faktor rhesus, golongan darah, Hb dan
penyakit rubella.
2. Pemeriksaan Rontgen
Dilakukan pada kehamilan yang sudah agak lanjut karena sebelum bulan ke
IV rangka janin belum tampak. Pemeriksaan rontgen dilakukan pada kondisi-
kondisi:
a. Diperlukan tanda pasti hamil.
b. Letak anak tidak dapat ditentukan dengan jelas dengan palpasi.
c. Mencari sebab dari hidraamnion.
d. Untuk menentukan kelainan anak.
3. Pemeriksaan USG
Kegunaannya:
a. Diagnosis dan konfirmasi awal kehamilan.
b. Penentuan umur gestasi dan penafsiran ukuran fetal.
c. Mengetahui posisi plasenta.
d. Mengetahui adanya IUFD.
e. Mengetahui pergerakan janin dan detak jantung janin.
(Marjati dkk 2012)
F. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan medis
a. Berikan tablet Fe pada ibu hamil.
b. Berikan vaksin TT pada ibu hamil.
c. Vitamin untuk ibu hamil.
d. Asam Tranexamat untuk menghentikan perdarahan.
2. Penatalaksanaan keperawatan
a. Nausea
1) Makan porsi kecil tapi sering bahkan setiap 2 jam.
2) Makan biskuit kering sebelum beranjak dari tempat tidur dipagi hari.
3) Tingkatkan istirahat.

8
4) Hindari sikat gigi setelah makan.
b. Peningkatan frekuensi berkemih pada TM I dan TM II
1) Kosongkan kandung kemih saat terasa dorongan ingin kemih
2) Banyak minum di siang hari
3) Kurangi minum di malam hari.
c. Sakit punggung atas dan bawah
1) Isitirahat cukup, menggunakan penyokongan abdomen eksternal.
d. Edema dependen
1) Hindari menggunakan pakaian ketat
2) Elevasi kaki setiap hari
e. Nyeri ulu hati
1) Distraksi / nafas dalam
2) Hindari makanan berlemak, pedas, yang dapat mengganggu
pencernaan.
f. Kesemutan jari-jari
1) Menjelaskan penyebab kesemutan
2) Berbaring rileks
G. ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL
PENGKAJIAN
1. Pengkajian ibu hamil
a. Identitas
1) Nama suami dan istri
Agar dalam melakukan komunikasi dengan pasien keluarga dapat
terjalin komunikasi dengan baik.
2) Usia
Penyulit dalam kehamilan remaja lebih tinggi dibanding umur 20
sampai 30 tahun.
3) Alamat
Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan / informasi bila
diperlukan. Bila keadaan mendesak, dengan diketahuinya alamat
tersebut bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan
lingkungannya.

9
4) Pekerjaan
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan
terhadap permasalahan kesehatan pasien.
5) Agama
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap
kebiasaan kesehatan pasien / klien.
6) Pendidikan
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya tingkat
pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
7) Status perkawinan
Ditanyakan kepada ibu atau calon ibu, untuk mengetahui
kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap masalah
kesehatan, bila diperlukan ditanyakan tentang keberapa kalinya.
8) Lama Perkawinan
Kalau orang hamil sudah lama menikah, nilai anak tentu besar sekali
dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan (anak mahal)
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien/klien datang
mencari pertolongan.
b. Riwayat keluhan utama
P: Provokasi / palatif (penyebab)
Q: Quality / bagaimana gejala dirasakan
R: Region / dimana gejala dirasakan
S: Skala keadaan / seberapa parah yang dialami pasien
T: Time / sejak kapan keluhan terjadi dan sampai kapan
c. Riwayat kesehatan sekarang
Yang perlu dikaji: sejak kapan ibu merasakan pergerakan anak, umur
kehamilan, ANC berapa kali, dimana imunisasi TT didapatkan, teraphie
yang didapatkan, penyuluhan yang didapatkan, bila mulai didapatkan
gerakan anak,kalau kehamilan masih muda adalah mual, muntah, sakit

10
kepala, perdarahan. Kalau kehamilan tua adalah bengkak di kaki /
muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang dan lain-lain.
d. Riwayat kesehatan dahulu
1) Riwayat kesehatan klien
Menarche pada usia berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid berapa
hari, lama haid, warna darah haid, HPHT kapan, terdapat sakit waktu
haid atau tidak.
2) Riwayat kehamilan, persalinan dan nipas yang lalu
Hamil dan persalinan berapa kali, anak hidup atau mati, usia, sehat atau
tidak, penolong siapa, nifas normal atau tidak.
3) Riwayat pemakaian alat kontrasepsi
Perlu dicatat bagi ibu yang mengikuti atau pernah mengikuti KB. Hal
ini penting diketahui apakah kehamilan sekarang direncanakan atau
tidak.
4) Riwayat kesehatan keluarga
Penyakit keturunan dalam keluarga, anak kembar atau penyakit menular
yang dapat mempengaruhi persalinan.
3. Pemeriksaan fisik dan pengkajian fungsional
a. Inspeksi
1) Muka: adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau
merah adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah, gigi.
2) Leher: apakah vena terbendung dileher, apakah ada pembesaran
kelenjar gondok dan limpe.
3) Dada: bentuk payudara, pigmentasi puting susu dan gelanggang susu,
keadaan puting susu, adakah kolostrum.
4) Abdomen gastrointestinal tract: bentuk abdomen, warna, adakah luka
bekas operasi apendeksitis, terbagi 9 regio hipokondria kanan
(pembesaran hepar), epigastrik (gastritis), hipokondria kiri
(pembesaran lien), lumbal kanan dan kiri (ginjal), umbilikus, iliaka
kanan (apendiksitis), hipokondria, iliaka kiri (scibala).

11
5) Abdomen obstetrik: perut membesar ke depan atau ke samping,
keadaan pucat, pigmentasi linia alba, nampakkah gerakan anak atau
kontraksi uterus, adakah strie gravidarum atau bekas luka.
6) Vulva: keadaan perineum, carilah varises, tanda chadwick, condyloma
akuminata, flour albus.
7) Anggota bawah: cari varises, oedema, luka, cicatrix pada lipat paha,
CRT kembali ≤ 1 detik untuk mengetahui kemungkinan dehidrasi.
b. Palpasi
1) Tujuan:
a) Menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan usia
kehamilan.
b) Menentukan letaknya anak dalam rahim
2) Menentukan usia kehamilan menurut Mc.Donald
Umur kehamilan dalam bulan di ukur dari panjang antara simfisis
pubis dan puncak fundus uteri dalam sentimeter dibagi 3 ½ cm.
3) Menentukan usia kehamilan menurut perhitungan TFU secara
internasional
a) Kurang dari 12 minggu – belum dapat diraba di atas simpisis.
b) 12 minggu – 1-2 jari di atas sisfisis.
c) 16 minggu – pertengahan antara sisfisis dan pusat
d) 24 minggu – setinggi pusat
e) 28 minggu – 3 jari diatas pusat
f) 32 minggu – pertengahan antara pusat dan px
g) 36 minggu – 3 jari dibawah px
h) 40 minggu – pertengahan px dan pusat (3 jari diatas pusat)
4) Menurut leopold
a) Leopold I
• Kaki penderita di bengkokan pada lutut dan lipatan paha
• Pemeriksa berdiri sebelah kakan penderita dan melihat ke arah
muka penderita.
• Rahim dibawa ke tengah

12
• Tingginya fundus uteri ditentukan dan bagian apa dari anak
yang terdapat dalam fundus
b) Leopold II
• Keadaan tangan pindah ke samping
• Tentukan dimama punggung janin.
• Kadang-kadang di samping terdapat kepala/bokong ialah letak
lintang.
c) Leopold III
• Dipergunakan satu tangan saja.
• Bagian bawah di tentukan antara ibu jari dan jari lainya
• Cobalah apakah bagian bawah masih dapat digoyangkan.
d) Leopold IV
Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam pintu
atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah. Jika kita
rapatkan ke dua tangan pada permukaan dari bagian terbawah dari
kepala yang masih teraba diluar:
• Convergent yaitu sebagian kecil dari kepala turun ke rongga
panggul
• Sejajar yaitu separuh dari kepala masuk ke dalam rongga
panggul
• Divergent yaitu sebagian besar dari kepala masuk kedalam
rongga panggul
c. Auskultasi
1) DJJ terdengar dimana, frekwensi, irama, dengan cara 5 detik
berselang, 30 menit dikalikan 2/dihitung selama 1 menit penuh.
2) Kalau bunyi jantung janin kurang dari 120/menit atau lebih dari
160/menit atau tidak teratur, maka anak dalam keadaan asphyxia
(kekurangan O2).

13
DIAGNOSA
1. Konstipasi berhubungan dengan ketidakcukupan asupan serat dan peningkatan
hormone progesterone.
2. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan penurunan kapasitas kandung
kemih.
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh
4. Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi.

14
INTERVENSI
Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi (SIKI)
Keperawatan (SLKI)
Konstipasi Setelah dilakukan tindakan Manajemen konstipasi
berhubungan dengan selama 3x24 jam diharapkan 1. Monitor tanda dan
ketidakcukupan masalah konstipasi dapat gejala konstipasi
asupan serat dan teratasi dengan kriteria hasil: 2. Monitor bising usus
peningkatan 1. Keluhan defekasi lama dan 3. Dorong pasien
hormone sulit menurun meningkatakan
progesterone 2. Tidak mengejan saat BAB asupan cairan
3. Mengidentifikasi indikator 4. Anjurkan pasien
untuk mencegah konstipasi untuk diet tinggi
4. Bebas dari serat
ketidaknyamanan dan 5. Kolaborasi
konstipasi pemberian laksatif
Gangguan eliminasi Setelah dilakukan tindakan Perawatan retensi urin
urine berhubungan selama 3x24 jam diharapkan 1. Pantau penggunaan
dengan penurunan masalah gangguan eliminasi obat dengan sifat
kapasitas kandung urine dapat teratasi dengan antikolinergik
kemih kriteria hasil: 2. Monitor efek dari
1. Desakan berkemih obat
menurun 3. Pantau asupan dan
2. Tidak ada distensi keluaran
kandung kemih 4. Anjurkan pasien
3. Tidak ada spasme bladder untuk merekam
4. Balance cairan seimbang output urine

15
Gangguan citra Setelah dilakukan tindakan Promosi citra tubuh
tubuh berhubungan selama 3x24 jam diharapkan 1. Kaji secara verbal
dengan perubahan masalah gangguan citra tubuh dan non verbal
fungsi tubuh dapat teratasi dengan kriteria respon klien
hasil: terhadap tubuhnya
1. Perasaan positif tentang 2. Monitor frekuensi
perubahan tubuh mengkritik dirinya
2. Mampu mengidentifikasi 3. Jelaskan tentang
kekuatan personal pengibatan,
3. Mendiskripsikan secara perawatan,
faktual perubahan fungsi kemajuan dan
tubuh prognosis penyakit
4. Mempertahankan interaksi kepada keluaga
social
Ansietas Setelah dilakukan tindakan Anxiety reduction
berhubungan dengan selama 3x24 jam diharapkan 1. Gunakan
kurang terpapar masalah kecemasan dapat pendekatan yang
informasi teratasi dengan kriteria hasil: menenangkan
1. Mampu meminta bantuan 2. Temani pasien
orang lain untuk memberikan
2. Dukungan emosi keamanan dan
mengurangi rasa
takut
3. Dengarkan dengan
penuh perhatian
4. Bantu pasien
mengenal situasi
yang menimbulkan
kecemasan
5. Instruksikan pasien
menggunakan
teknik relaksasi

16
6. Kolaborasi
pemberian obat
untuk mengurangi
kecemasan

17
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G.M. et.al. 2013. Nursing Intervention Classification Fifth Edition.


Missouri: Elsevier Mosby.
Departemen Kesehatan RI. 2016. Pedoman Kesehatan Ibu Bersalin
Hamilton, Persis Mary. 2012. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas Edisi 6. Jakarta:
EGC.
Herdman, T.H & Kamitsuru, S. 2015. NANDA International Nursing Diagnosis:
Definition and Classification, 2015-2017. Oxford: Wiley Blackwell.
Manuaba. 2010. Buku Ajar Patologi Obstetri untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta:
EGC.
Marjati, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan Komunitas. Jakarta: EGC.
Moorhead, S. et al. 2013. Nursing Outcomes Classification Fifth Edition. Missouri:
Elsevier Mosby.
PPNI. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indikator
Diagnostik, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan
Keperawatan, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.
PPNI. 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil
Keperawatan, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.
Syukrianti. 2014. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal
Care (ANC) di Desa Muara Mahat Wilayah Kerja Puskesmas Tapung 1 Tahun
2014

18

Anda mungkin juga menyukai