Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEPERAWATAN ANTE NATAL CARE PADA NY.

N
DENGAN MASALAH ANEMIA DI KELURAHAN PENARAGA
WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANAE KOTA BIMA

Disusun

Oleh:
Nurrahmani, S. Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MATARAM
2022
LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN ANTE NATAL CARE PADA NY. N

DENGAN MASALAH ANEMIA DI KELURAHAN PENARAGA


WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENANAE KOTA BIMA

TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI PEMBIMBING AKADEMIK


Telah disetujui pada :
Hari :
Tanggal :

DISUSUN OLEH:
NURRAHMANI S.KEP

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Ns. Dina Fithriana, M. Kep Ns. Suci Kurniaty, S.Kep

PROGRAM STUDI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MATARAM
2022
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Antenatal
Antenatal Care merupakan suatu pelayanan yang diberikan oleh
perawat kepada wanita selam hamil, misalnya dengan pemantauan
kesehatan secara fisik, psikologis, termasuk pertumbuhan dan
perkembangan janin serta mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran
supaya ibu siap menghadapi peran baru sebgai orang tua (Wagiyo &
Putrono, 2016). Menurut Wignjosastro (2012) antenatal care (ANC)
merupakan pengawasan wanita hamil secara teratur dan tertentu dengan
tujuan menyiapkan fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak
dalam kehamilan, persalinan dan nifas. Sedangkan menurut Depkes RI
(2012) mengatakan pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan
oleh tenaga kesehatan terlatih untuk ibu selama masa kehamilannya,
dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan
dalam Standar pelayanan kebidanan.
Berdasarakan pengertian diatasa dapat disimpulkan bahwa
antenatal care adalah perawatan kehamilan yang merupakan pelayanan
kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilannya sesuai
dengan standar pelayanan antenatal care yang sudah ditetapkan.

B. Tanda dan Gejala Antenatal


Menurut Marjati dkk, (2010) tanda dan gejala antenatal dibagi dalam :
1. Tanda dan Gejala Presumtif Kehamilan
a. Amenore (terlambat datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya pembentukan
Folikel de Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala ini sangat penting
karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi selama
kehamilan, dan perlu diketahui hari pertama haid terakhir untuk
menentukan tuanya kehamilan dan tafsiran persalinan.
b. Mual muntah
Umumnya terjadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada
pagi hari. Progesteron dan esterogen mempengaruhi pengeluaran
asam lambung yang berlebihan sehingga menimbulkan mual
muntah.
c. Ngidam
Menginginkan makanan/minuman tertentu, sering terjadi pada
bulan-bulan pertama kehamilan tetapi menghilang sering tuanya
kehamilan.
d. Sinkop atau pingsan
Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia
susunan saraf dan menimbulkan sinkope/pingsan dan akan
menghilang setelah umur kehamilan lebih dari 16 minggu.
e. Payudara tegang
Pengaruh esterogen, progesteron dan somatomamotropin
menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara
menyebabkan rasa sakit terutama pada kehamilan pertama.
f. Anoreksia nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu makan),
tapi setelah itu nafsu makan muncul lagi.
g. Sering kencing
Hal ini sering terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan
pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar.
Pada trieulan kedua umumnya keluhan ini hilang karena uterus
yang membesar keluar rogga panggul.
h. Konstipasi/obstipasi
Hal ini terjadi karena tonus otot menurun disebabkan oleh
pengaruh hormon esterogen.
i. Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi pada kehamilan.
j. Pigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
1) Pipi : Cloasma Gravidarum
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis anterior
menyebabkan pigmentasi yang berlebihan pada kulit.
2) Perut : strie livide dan strie albican, linea alba makin
menghitam, payudara hiperpigmentasi areola mamae.
3) Varises atau penampakan pembuluh vena
Karena pengaruh esterogen dan progesteron terjadi
penampakan pembuluh darah vena. Terutama bagi mereka
yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu
terjadi disekitar genitalia eksterna, kaki dan betis serta
payudara.

2. Tanda Kemungkinan (Probability Sign)


a. Pembesaran perut
Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan
keempat kehamilan.
b. Tanda hegar
Tanda hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya istimus uterus.
c. Tanda goodel
Pelunakan serviks.
d. Tanda chadwiks
Perubahan warna menjadi keungunan pada vulva dan mukosa
vagina termasuk juga porsio dan serviks.
e. Tanda piskacek
Pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum
berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah
tersebut berkembang lebih dulu.
f. Kontraksi baxton hicks
Peregangan sel-sel otot uterus, akibat meningkatnya actomycin di
dalam otot uterus kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri,
biasanya timbul pada kehamilan 8 minggu.
g. Teraba ballotement
Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergerak
dalam cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa.
h. Pemeriksa tes biologis kehamilan (planotest) positif
Pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya Hc6 yang
diproduksi oleh sinsitotrofoblas sel selama kehamilan. Ormon ini
disekresi di peredaran darah Ibu (pada plasma darah) dan
diekskresi pada urine Ibu.
3. Tanda Pasti (Positive Sign)
a. Gerakan janin dalam Rahim
b. Gerakan janin ini harus dapat diraba dengan jelas oleh pemeriksa.
Gerakan ini baru dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20
minggu.
c. Denyut jantung janin
Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunkan alat fetal
(elektrocardiograf) misalnya doppler.
d. Bagian-bagian janin
Bagian besar janin (kepala dan bokong) serta bagian kecil janin
(lengan dan kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan
lebih tua (trimester akhir).
e. Kerangka janin
Kerangka janin dapat dapat dilihat dengan foto rontgen maupun
USG

C. Perubahan dan Adaptasi Fisiologis Pada Masa Kehamilan


1. Uterus
Uterus bertambah besar semula 30 gram menjadi 1000 gram,
pembesaran ini dikarenakan hipertropi oleh otot-otot rahim.
2. Vagina
a. Elastisitas vagina bertambah
b. Getah dalam vagina biasanya bertambah, reaksi asam Ph 3,5-6.
c. Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna selaput
lendirnya berwarna kebiru-biruan (tanda chadwick).
3. Ovarium
Ovulasi terhenti, masih dapat corpus luteum gravidatatis sampai
terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan
progesteron.
4. Kulit terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola normal, papila
normal dan linea alba.
5. Dinding perut
Pembesaran dinding rahim menimbulkan peregangan dan
menyebabkan perobekan selaput elastis di bawah kulit sehingga timbul
strie gravidarum.
6. Payudara
Biasanya membesar dalam kehamilan, disebabkan hipertropi dari
aveoli putting susu biasanya membesar dan berwarna lebih tua. Aerola
mamae melebar dan lebih tua warnanya.
7. Sistem respirasi
Wanita hamil terkadang mengeluh sering sesak nafas yang sering
ditemukan pada kehamilan 3 minggu keatas, hal ini disebabkan oleh
usus yang tertekan ke arah diafragma akibat pembesaran rahim.
Kapasitas pasru meningkat sedikit selama kehamilan sehingga Ibu
akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25%.
8. Sistem urinaria
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih tertekan oleh
uterus yang membesar dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk
pertumbuhan janin dan persiapan pemberian ASI.

D. Patofisiologi dan Pathway


Proses Kehamilan menurut Hamilton, Persis Mary (2012) yaitu:
1. Fertilisasi
Yaitu bertemunya sel teliur dan sel sperma. Tempat bertemunya
didaerah ampulla tuba. Sebelum keduanya bertemu, maka terjadi 3
fase yaitu:
a. Tahap penembusan korona radiata
Dari 200-300 juta hanya 300-500 yang sampai di tuba fallopi yang
bisa menembus korona radiata karena sudah megalami proses
kapisitasi.
b. Penembusan zona pellusida
Spermatozoa lain ternyata menempel di zona pellusida, tetapi
hanya satu yang terlihat ampu menembus oosit.
c. Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma
Setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai
kromososm diploid (44 autosom dan 2 gonosom) dan terbentuk
jenis kelamin baru (XX untuk wanita dan XY untuk laki-laki).
2. Pembelahan
Setelah itu zigot akan membelah menjadi tingkat 2 sel (30 jam), 4 sel,
8 sel, sampai dengan 16 sel disebut blastomer (3 hari) dan membentuk
sebuah gumpalan bersusun longgar. Setelah 3 hari sel-sel tersebut
akan memperoleh membelah membentuk morula (4 hari). Saat morula
masuk rongga rahim, cairan mulai menembus zona pellusida masuk ke
dalam ruang antar sel yang ada di massa sel dalam. Berangsur-angsur
ruang antar sel menyatu dan akhirnya terbentuklah sebuah
rongga/blastokel sehingga disebut blastokista (4-5 hari). Sel bagian
dalam disebut embrioblas dan sel diluar disebut trofoblas. Zona
pellusida akhirnya menghilang sehingga trofoblas bisa masuk
endometrium dan siap berimplantasi (5-6 hari) dalam bentuk
blastokista tingkat lanjut.
3. Nidasi / Implantasi
Yaitu penanaman sel telur yang sudah dibuahi (pada stadium
blastokista) ke dalam dinding uterus pada awal kehamilan. Biasanya
terjadi pada pars superior korpus uteri bagian anterior/posterior. Pada
saat implantasi selaput lendir rahim sedang berada pada fase
sekretonik (2-3 hari setelah ovulasi). Pada saat ini, kelenjar rahimdan
pembuluh nadi menjadi berkelok-kelok jaringan ini mengandung
banyak cairan (Marjati dkk, 2010).
4. Pertumbuhan dan perkembangan embrio
a. Masa pre embrionic
Berlangsung selama 2 minggu sesudah terjadinya fertilisasi terjadi
proses pembelahan sampai dengan nidasi.
b. Masa embrionic
Berlangsung sejak 2-6 minggu.
c. Masa fetat
Berlangsung sejak 2 minggu ke 8 sampai dengan bayi baru lahir.
Minggu ke 12 panjang janin kira-kira 9 cm, berat 14 gram, sirkulasi
tubuh berfungsi. Minggu ke 16 panjang janin 16 cm, berat 20 gram,
kulit transparan, rambut mulai tumbuh. Minggu ke 20 kepala tegak
separuh PB, wajah nyata, telinga, pada tempatnya kelopak mata, alis,
kuku sempurna. Minggu ke 24 kulit keriput, lanugo menjadi gelap
dengan vernix meningkat. Minggu ke 28 mata terbuka, alis dan bulu
mata berkembang dengan baik, rambut menutupi kelapa, deposit
lembak subkutan, testis turun ke skrotum. Minggu ke 32 lanugo
berkurang, tubuh bulat, testis turun. Minggu ke 36 lanugo sebagian
besar terkelupas, kulit tertutup, vernikx kareosa. Minggu ke 40
osifikasi tulang tengkorak masih belum sempurna, tetapi keadaan ini
memudahkan fetus melalui jalan lahir (Marjati dkk, 2010).
Pathway

Fertilisasi Konsepsi Monella Nidasi

Trodubilla, Posika

Ansietas
Embriogesis

Kurang
Oronogesis pengetahuan

Perubahan Perubahan pada Perubahan


fisiologis ibu hamil psikologis

Sistem urinaria
Sistem integumen
OIT

Uterus membesar
Progesteron Esterogen
Esterogen
& Hc6
Tekanan pada
Hiperpigmentasi vesicula urinaria
Penurunan Peningkatan
kekuatan asam
otot lambung Strie gravidarum Meningkat
frekuensi BAK

Peristaltik Mual, Gangguan citra


menururn muntah, tubuh Gangguan
anoreksia eliminasi urin

Distensi
gastrointest Ketidakseimbangan Resiko
inal nutrisi kurang dari kekurangan
kebutuhan volume
cairan

Konstipasi

(Marjati dkk, 2010 & SDKI, 2017)


E. Komplikasi Kehamilan
1. Hipertensi
Hipertensi karena kehamilan yaitu : tekanan darah yang lebih tinggi
dari 140/90 mmHg yang disebabkan karena kehamilan itu sendiri,
memiliki potensi yang menyebabkan gangguan serius pada kehamilan.
Biasanya terjadi pada usia kehamilan memasuki 20 minggu.
2. Pre eklamsia
Pre-eklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi,
proteinuria, dan oedema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini
umumnya terjadi dalam triwulan ke 3 pada kehamilan, tetapi dapat
terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa.
3. Perdarahan
Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah
kehamilan 28 minggu. Biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya
daripada perdarahan kehamilan sebelum 28 minggu. Jika perdarahan
terjadi di tempat yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan atau
fasilitas pelayanan kesehatan tersebut tidak mampu melakukan
tindakan yang diperlukan, maka umumnya kematian maternal akan
terjadi.
4. Kelainan letak (lintang dan sungsang)
a. Letak lintang
Letak lintang adalah keadaan sumbu memanjang janin kira-kira
tegak lurus dengan sumbu memanjang tubuh ibu.Letak lintang
adalah suatu keadaan di mana janin melintang di dalam uterus
dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada
sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi
dari pada kepala janin, sedangkan bahu berada pada pintu atas
panggul.
b. Letak sungsang
Letak sungsang merupakan kelainan letak janin di dalam rahim
pada kehamilan tua (hamil 8-9 bulan), dengan kepala di atas dan
bokong atau kaki di bawah. Bayi letak sungsang lebih sukar lahir,
karena kepala lahir terakhir.
5. Hidramnion
Yaitu kehamilan dengan jumlah air ketuban lebih dari 2 liter. Keadaan
ini mulai tampak pada trimester III, dapat terjadi secara perlahan-lahan
atau sangat cepat. Pada kehamilan normal, jumlah air ketuban ½
sampai 1 liter. Karena rahim sangat besar akan menekan pada organ
tubuh sekitarnya.
6. Ketuban pecah dini
Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum
persalinan. Bila ketuban pecah dini terjadi sebelum usia kehamilan 37
minggu maka disebut ketuban pecah dini pada kehamilan premature
(Hamilton, Persis Mary., 2012)

F. Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan


1. Penatalaksanaan medis
a. Berikan tablet Fe pada ibu hamil.
b. Berikan vaksin TT pada ibu hamil.
c. Vitamin untuk ibu hamil.
d. Meterhin untuk menghentikan perdarahan.
2. Penatalaksanaan keperawatan
a. Nausea
1) Makan porsi kecil tapi sering bahkan setiap 2 jam
2) Makan biskuit kering sebelum beranjak dari tempat tidur dipagi
hari.
3) Tingkatkan istirahat.
4) Hindari sikat gigi setelah makan.
b. Peningkatan frekuensi berkemih pada TM I dan TM II
1) Kosongkan kandung kemih saat terasa dorongan ingin kemih
2) Banyak minum di siang hari
3) Kurangi minum di malam hari.
c. Sakit punggung atas dan bawah
1) Isitirahat cukup, menggunakan penyokongan abdomen
eksternal.
d. Edema dependen
1) Hindari menggunakan pakaian ketat
2) Elevasi kaki setiap hari
e. Nyeri ulu hati
1) Distraksi / nafas dalam
2) Hindari makanan berlemak, pedas, yang dapat mengganggu
pencernaan.
f. Kesemutan jari-jari
1) Menjelaskan penyebab kesemutan
2) Berbaring rileks

G. Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil


1. Pengkajian ibu hamil
a. Identitas
1) Nama suami dan istri
Agar dalam melakukan komunikasi dengan pasien keluarga
dapat terjalin komunikasi dengan baik.
2) Usia
Penyulit dalam kehamilan remaja lebih tinggi dibanding umur
20 sampai 30 tahun.
3) Alamat
Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan / informasi
bila diperlukan. Bila keadaan mendesak, dengan diketahuinya
alamat tersebut bidan dapat mengetahui tempat tinggal
pasien/klien dan lingkungannya.
4) Pekerjaan
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh
pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien.
5) Agama
Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya
terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien.
6) Pendidikan
Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya tingkat
pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
7) Status perkawinan
Ditanyakan kepada ibu atau calon ibu, untuk mengetahui
kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap masalah
kesehatan, bila diperlukan ditanyakan tentang keberapa
kalinya.
8) Lama Perkawinan
Kalau orang hamil sudah lama menikah, nilai anak tentu besar
sekali dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan (anak
mahal)
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong
pasien/klien datang mencari pertolongan.
b. Riwayat keluhan utama
P: Provokasi / palatif (penyebab)
Q: Quality / bagaimana gejala dirasakan
R: Region / dimana gejala dirasakan
S: Skala keadaan / seberapa parah yang dialami pasien
T: Time / sejak kapan keluhan terjadi dan sampai kapan
c. Riwayat kesehatan sekarang
Yang perlu dikaji: sejak kapan ibu merasakan pergerakan anak,
umur kehamilan, ANC berapa kali, dimana imunisasi TT
didapatkan, teraphie yang didapatkan, penyuluhan yang
didapatkan, bila mulai didapatkan gerakan anak, kalau kehamilan
masih muda adalah mual, muntah, sakit kepala, perdarahan, kalau
kehamilan tua adalah bengkak di kaki/muka, sakit kepala,
perdarahan, sakit pinggang dan lain-lain.
d. Riwayat kesehatan dahulu
1) Riwayat kesehatan klien
Menarche pada usia berapa, haid teratur atau tidak, siklus haid
berapa hari, lama haid, warna darah haid, HPHT kapan,
terdapat sakit waktu haid atau tidak.
2) Riwayat kehamilan, persalinan dan nipas yang lalu
Hamil dan persalinan berapa kali, anak hidup atau mati, usia,
sehat atau tidak, penolong siapa, nifas normal atau tidak.
3) Riwayat pemakaian alat kontrasepsi
Perlu dicatat bagi ibu yang mengikuti atau pernah mengikuti
KB. Hal ini penting diketahui apakah kehamilan sekarang
direncanakan atau tidak.

4) Riwayat kesehatan keluarga


Penyakit keturunan dalam keluarga, anak kembar atau penyakit
menular yang dapat mempengaruhi persalinan.
3. Pemeriksaan fisik dan pengkajian fungsional
a. Inspeksi
1) Muka: adakah cloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat
atau merah adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan
lidah, gigi.
2) Leher: apakah vena terbendung dileher, apakah ada
pembesaran kelenjar gondok dan limpe.
3) Dada: bentuk payudara, pigmentasi puting susu dan gelanggang
susu, keadaan puting susu, adakah kolostrum.
4) Abdomen GIT: bentuk abdomen, warna, adakah luka bekas
operasi apendeksitis, terbagi 9 regio hipokondria kanan
(pembesaran hepar), epigastrik (gastritis), hipokondria kiri
(pembesaran lien), lumbal kanan dan kiri (ginjal), umbilikus,
iliaka kanan (apendiksitis), hipokondria, iliaka kiri (scibala).
5) Abdomen obstetrik: perut membesar ke depan atau ke samping,
keadaan pucat, pigmentasi linia alba, nampakkah gerakan anak
atau kontraksi uterus, adakah strie gravidarum atau bekas luka.
6) Vulva: keadaan perineum, carilah varises, tanda chadwick,
condyloma akuminata, flour albus.
7) Anggota bawah: cari varises, oedema, luka, cicatrix pada lipat
paha, CRT kembali ≤ 1 detik untuk mengetahui kemungkinan
dehidrasi.
b. Palpasi
1) Tujuan:
a) Menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan
usia kehamilan.
b) Menentukan letaknya anak dalam rahim
2) Menentukan usia kehamilan menurut Mc.Donald
Umur kehamilan dalam bulan di ukur dari panjang antara
simfisis pubis dan puncak fundus uteri dalam sentimeter dibagi
3 ½ cm.
3) Menentukan usia kehamilan menurut perhitungan TFU secara
internasional
a) Kurang dari 12 minggu – belum dapat diraba di atas
simpisis.
b) 12 minggu – 1-2 jari di atas sisfisis.
c) 16 minggu – pertengahan antara sisfisis dan pusat
d) 24 minggu – setinggi pusat
e) 28 minggu – 3 jari diatas pusat
f) 32 minggu – pertengahan antara pusat dan px
g) 36 minggu – 3 jari dibawah px
h) 40 minggu – pertengahan px dan pusat (3 jari diatas pusat)
4) Menurut leopold
a) Leopold I
i. Kaki penderita di bengkokan pada lutut dan lipatan
paha
ii. Pemeriksa berdiri sebelah kakan penderita dan
melihat ke arah muka penderita.
iii. Rahim dibawa ke tengah
iv. Tingginya fundus uteri ditentukan dan bagian apa
dari anak yang terdapat dalam fundus
b) Leopold II
i. Keadaan tangan pindah ke samping
ii. Tentukan dimama punggung janin.
iii. Kadang-kadang di samping terdapat kepala/bokong
ialah letak lintang.
c) Leopold III
i. Dipergunakan satu tangan saja.
ii. Bagian bawah di tentukan antara ibu jari dan jari
lainya
iii. Cobalah apakah bagian bawah masih dapat
digoyangkan.
d) Leopold IV
Ditentukan apakah bagian bawah sudah masuk ke dalam
pintu atas panggul dan berapa masuknya bagian bawah.Jika
kita rapatkan ke dua tangan pada permukaan dari bagian
terbawah dari kepala yang masih teraba diluar :
i. Convergent yaitu sebagian kecil dari kepala turun
ke rongga panggul
ii. Sejajar yaitu separuh dari kepala masuk ke dalam
rongga panggul
iii. Divergent yaitu sebagian besar dari kepala masuk
kedalam rongga panggul
c. Auskultasi
1) DJJ terdengar dimana, frekwensi, irama, dengan cara 5 detik
berselang, 30 menit dikalikan 2/dihitung selama 1 menit penuh.
2) Kalau bunyi jantung janin kurang dari 120/menit atau lebih dari
160/menit atau tidak teratur, maka anak dalam keadaan
asphyxial (kekurangan O2).

H. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan kurang terpapar informasi
2. Konstipasi berhubungan dengan ketidakcukupan asupan serat
3. Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan penurunan kapasitas
kandung kemih
4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan fungsi tubuh
5. Resiko ketidakseimbangan cairan
6. Risiko defisit nutrisi
Intervensi Keperawatan
Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi (SIKI)
Keperawatan (SLKI)
Konstipasi Eliminasi fekal ( L.04033) Manajemen konstipasi
berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan (I.04155)
kelemahan otot selama 2x24 jam diharapkan 1. Monitor tanda dan
abdomen (D.0049) masalah konstipasi dapat gejala konstipasi
teratasi dengan kriteria hasil: 2. Monitor bising usus
1. Keluhan defekasi lama dan 3. Dorong pasien
sulit menurun meningkatakan
2. Tidak mengejan saat BAB asupan cairan
3. Mengidentifikasi indikator 4. Anjurkan pasien
untuk mencegah konstipasi untuk diet tinggi
4. Bebas dari serat
ketidaknyamanan dan 5. Kolaborasi
konstipasi pemberian laksatif
Gangguan eliminasi Eliminasi Urin (L.04034) Perawatan retensi urin
urine berhubungan Setelah dilakukan tindakan (I.04165)
dengan penurunan selama 2x24 jam diharapkan 1. Pantau penggunaan
kapasitas kandung masalah gangguan eliminasi obat dengan sifat
kemih (D.0040) urine dapat teratasi dengan antikolinergik
kriteria hasil: 2. Monitor efek dari
1. Desakan berkemih obat
menurun 3. Pantau asupan dan
2. Tidak ada distensi keluaran
kandung kemih 4. Anjurkan pasien
3. Tidak ada spasme bladder untuk merekam
4. Balance cairan seimbang output urine

Ansietas Dukungan Sosial (L.13113) Anxiety reduction


berhubungan dengan 1. Kriteria Hasil : 1. Gunakan
kurang terpapar pendekatan yang
informasi (D.0080) menenangkan
2. Temani pasien
untuk memberikan
keamanan dan
mengurangi rasa
takut
3. Dengarkan dengan
penuh perhatian
4. Bantu pasien
mengenal situasi
yang menimbulkan
kecemasan
5. Instruksikan pasien
menggunakan
teknik relaksasi
6. Kolaborasi
pemberian obat
untuk mengurangi
kecemasan
Gangguan citra Citra tubuh (L.09067) Promosi citra tubuh
tubuh berhubungan Setelah dilakukan tindakan (I.09305)
dengan perubahan selama 2x24 jam diharapkan 1. Kaji secara verbal
fungsi tubuh masalah gangguan citra tubuh dan non verbal
(D.0083) dapat teratasi dengan kriteria respon klien
hasil: terhadap tubuhnya
1. Perasaan positif tentang 2. Monitor frekuensi
perubahan tubuh mengkritik dirinya
2. Mampu mengidentifikasi 3. Jelaskan tentang
kekuatan personal pengibatan,
3. Mendiskripsikan secara perawatan,
faktual perubahan fungsi kemajuan dan
tubuh prognosis penyakit
4. Mempertahankan interaksi kepada keluaga
social
Resiko Keseimbangan cairan Manajemn cairan
ketidakseimbangan (L.03020) (I.03098)
cairan (D.0036) Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor status
kepeawatan selama 2x24 jam hidrasi
diharapkan masalah resiko 2. Monitor vital sign
kekurangan volume cairan 3. Monitor masukan
dapat teratasi dengan kriteria makanan/cairan
hasil: 4. Dorong masukan
1. Mempertahankan urine oral
output 5. Pertahankan intake
2. Tekanan darah, nadi, suhu dan output
dalam batas normal 6. Kolaborasi
3. Tidak ada tanda-tanda pemberian cairan IV
dehidrasi
4. Elastisitas kulit baik,
mukosa lembab.
Risiko defisit nutrisi Status Nutrisi (L.03030) Manajemen nutrisi
(D.0032) Setelah dilakukan tindakan (I.03110)
keperawatan selama 2x24 jam 1. Kaji adanya alergi
Diharapkan masalah makanan
ketidaksimbangan nutrisi 2. Kaji kemampuan
kurang dari kebutuhan dapat pasien untuk
teratasi dengan kriteria hasil: mendapatkan nutrisi
1. Adanya peningkatan nafsu yang dibutuhkan
makan 3. Monitor jumlah
2. Frekuensi makan teratur nutrisi dan
3. Mampu makan/minum kandungan kalori
sesuai dengan tujuan 4. Berikan informasi
kesehatan tentang kebutuhan
4. Asupan nutrisi yang tepat nutrisi
5. Anjurkan pasien
meningkatkan
protein dan vitamin
6. Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan jumlah
kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan
7. Evaluasi
Diagnosa Kepeawatan Evaluasi
Defisit nutrisi berhubungan dengan
S = klien mengatakan mengetahui
ketidakmampuan mencerna
kebutuhan nutrisinya
makanan O = tidak terdapat tanda-tanda
malnutrisi
A = masalah ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan
teratasai
P = Pertahankan intervensi
Konstipasi berhubungan dengan S = klien mengatakan BAB lancar
kelemahan otot abdomen dan teratur
Klien mengatakan feses lunak
O = klien tampak lebih rileks
A = masalah konstipasi teratasi
P = Pertahankan intervensi
Gangguan eliminasi urine S = klien mengatakan susah buang
berhubungan dengan penurunan air kecil.
kapasitas kandung kemih Klien mengatakan nyeri saat
berkemih.
O = tidak terdapat ISK, balance
cairan seimbang
A = masalah gangguan eliminasi
urin dapat teratasi
P = Perhankan intervensi

Ansietas berhubungan dengan S = klien mengatakan sudah lebih


kurang terpapar informasi tenang
O = klien tampak rileks, TTV
dalam rentang normal
A = masalah ansietas teratasi
P = Pertahankan intervensi
Gangguan citra tubuh berhubungan S = klien mampu mendiskripsikan
dengan perubahan fungsi tubuh perubahan tubuhnya
O = klien tampak percaya diri,
mampu berinteraksi sosial
A = masalah gangguan citra diri
teratasi
P = Pertahankan intervensi
Resiko ketidakseimbangan cairan S = Klien mengatakan sering
merasa kehausan.
O = TTV dalam rentang normal,
turgor kulit baik, mukosa lembab,
tidak terdapat tanda-tanda dehidrasi
A = masalah resiko kekurangan
volume cairan teratasi
P = Pertahankan intervensi
FORMAT PENGKAJIAN ANTE NATAL CARE
UNIT KEPERAWATAN MATERNITAS

Nama Mahasiswa : Nurillah, S.Kep


Tgl. Pengkajian : 27 Juni 2022
A. Biodata Klien
Nama : Ny. A
Umur : 28 Tahun
Alamat : Kelurahan Penaraga Rt 007
Pekerjaan : IRT
Suku/Bangsa : Bima/Indonesia
Agama : Islam
Nama Suami : Fadlin
Umur Suami : 44 tahun
Pendidikan Suami : S1
Pekerjaan Suami : Wiraswasta
Lama Pernikahan : 7 Tahun

B. Riwayat Penyakit Sekarang


1. Keluhan Utama : Pusing Kunang-kunang
2. Alasan masuk rumah sakit : klien masuk puskesmas dengan keluhan
pusing kunang-kunang disertai perasaan mual

C. Riwayat Penyakit Dahulu


Ny. N mengatakan sebelumnya tidak pernah mengeluh apapun dan tidak
pernah mempunyai riwayat kurang darah sebelumnya, hanya saja pernah
mengalami kecelakan 3 tahun yang lalu yang menyebabkan gigi depannya
jatuh.

D. Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga Ny. N mengatakan tidaka ada anggota keluarga yang menderita
penyakit kurang darah sebelumnya dan tidak menderita penyakit keturunan
seperti hipertensi, dan DM.

E. Genogram

? ? 55

30 28 20
Keterangan:

: Laki-laki

: Perempuan

: Garis Keturunan

: Garis Perkawinan

: Garis Serumah

: Meninggal

? : Tidak diketahui

: Klien

F. Riwayat Obstetri Yang Lalu


G: 3 P: 2 A: 0
Jumlah anak: 2
Anak ke 1 : lahir tahun 2014 dengan bantuan bidan secara normal
Anak ke 2 : lahir tahun 2016 dengan bantuan bidan secara normal

G. Pengkajian Data dasar Klien


No. Pengkajian Sebelum Hamil Saat Hamil
1 Aktifitas dan Istirahat Sebelum hamil tidak Saat hamil
Tidur malam ada kendala pada mengalami
Tidur siang masalah pola perubahan dari pola
dll istrahat/tidur istrahat tidur, susah
untuk miring kanan
dan kiri.
2 Integritas Ego Sebelum hamil tidak Saat hamil emosi
Perencanaan Kehamilan ada masalah dari segi klien tidak stabil
Peranan klien tentang kehamilan keuangan, serta dari kadang sering
Status hubungan dengan pasangan segi emosional selalu marah-marah
Masalah keuangan dalam keluarga stabil. kepada suaminya.
Status emosional
3 Nutrisi Sebelum hamil pola Saat hamil kadang
Pola makan makan, minum tidak mual, tapi nafsu
Pola minum ada kendala, nafsu makan masih baik.
Makanan/Masukan Terakhir makan baik. Tidak Tidak ada
Riwayat Mual Muntah ada makanan gangguan menelan
Nafsu Makan pantangan, tidak ada dan BB naik
Makan yang dipantang alergi makanan. drastic.
Alergi pada makanan tertentu
Masalah mengunyah dan menelan
Berat badan
Bentuk tubuh
Turgor kulit
Membran mukosa mulut
Kondisi gigi / gusi
4 Eliminasi Sebelum hamil tidak Saat hamil ada
Frekuensi Defekasi ada masalah disaat keluhan saat BAB
Frekuensi Berkemih BAB dan BAK. karena ada wasir
dan BAK lancer.
5 Sirkulasi dan Pernapasan Sebelum hamil tidak Saat hamil sering
Tekanan Darah ada keluhan dengan pusing kalau terlalu
Riwayat Peningkatan TD TD, Varises, Pusing, banyak berdiri dan
Riwayat Penyakit Jantung dan kesulitan banyak bekerja.
Edema / Varises bernapas. Dan TD turun.
Pusing

Kesulitan bernafas selama hamil


6 Hygiene Sebelum hamil Saat hamil
Kebersihan tubuh kebersihan diri selalu kebersihan diri
Kebersihan gigi dan mulut klien perhatikan, dan klien sama dengan
Keadaan kulit penampilan selalu sebelum kondisi
Kebiasaan mandi rapi. hamil. Tetap rapi.
Cara berpakaian/Berpenampilan
Vulva Hygiene
7 Keamanan dan Keselamatan Sebelum hamil tidak Saat hamil juga
Pergerakan ada kendala pada tidak ada kendala
Penglihatan pergerakkan, terkait pergerakkan,
Pendengaran penglihatan dan penglihatan dan
pendengaran pendengaran.
8 Seksualitas Sebelum hamil pola Saat hamil tidak
Perubahan pola menstruasi menstruasi lancar. ada perubahan pada
Perubahan respon seksual Dan tidak ada alat reproduksinya.
Terjadi perubahan alat reproduksi kendala.
9 Intoleransi Sosial Sebelum hamil Saat hamilpun,
Status pernikahan memang sudah tinggal tinggal di rumah
Tinggal serumah dengan sendiridan punya sendiri bersama
Komunikasi Verbal rumah sendiri. suami dan anak-
Orang terdekat anaknya.

H. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : klien dalam kondisi baik
Kesadaran : klien dalam keadaan kesadaran penuh (composmentis)
Tekanan darah : 100/70 mmHg/dl
Nadi : 80 x/m
RR : 24 x/m
Suhu : 36 oC
Berat badan : 65 kg
Tinggi Badan : 165 cm
LILA : 23,5 cm

Rambut : rambut hitam dan ikal, tidak ada ketombe


Cloasma Gravidarum : tidak ada cloasma Gravidarum pada muka klien
Dada : dada simestris, tidak ada kelainan
Perut : tidak ada kelainan pada perut klien
Ekstremitas atas : tidak ada kelainan pada ektremitas atas
Ekstremitas bawah : tidak ada kelainan pada ektremitas bawah
Palpasi
Leopold I : TFU pertengahan pusar dan px, teraba bundar,
keras, tidak rata, tidak melenting kemungkinan
bokong janin.
Leopold II : pada perut klien sebelah kanan teraba panjang dan
keras seperti papan kemingkinan punggung janin dan
bagian kiri perut klien teraba tonjolan-tonjolan kecil
kemungkinan ektremitas janin.
Leopold III : pada perut klien bagian bawah teraba bulat, keras,
dan masih bisa digoyangkan, kepala janin belum
masuk PAP.
Leopold IV : pada bagian bawah perut klien teraba bulat,
melenting dan belum masuk PAP.

I. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium selama Kehamilan.


Hb : 10,6 mg/dl
Sipilis : Negatif (-)
HIV : Negatif (-)
HbsAg : Negatif (-)
USG :
ANALISA DATA
NO. DATA ETIOLOGI MASALAH PARAF
(SIGN/SYMTOM)
1 DS: Penurunan Resiko Nurrahmani
1. Klien mengatakan kadar HB Pendarahan
sering merasa
pusing, apabila
terlalu lama berdiri.
2. Klien mengatakan
cepat lelah saat
melakukan aktivitas
seperti mencuci,
memasak, dan
membersihkan
rumah.

DO:
1. HB: 10,6 gr/dl
2. Klien tampak pucat
3. Konjungtiva anemis
4. TD: 100/70
mmHg/dl
S: 36 oC
N: 80 x/m
P: 24 x/m

2 DS: Kelemahan Intoleransi Nurrahmani


1. Klien mengeluh lelah Aktivitas
2. Klien mengatakan
merasa tidak nyaman
setelah beraktivitas
3. Klien mengatakan
merasa lemah
DO:
1. HB: 10,6 gr/dl
2. Klien tampak pucat
3. Konjungtiva anemis
4. TD: 100/70
mmHg/dl
S: 36 oC
N: 80 x/m
P: 24 x/m
3 DS: Perubahan Ansietas Nurrahmani
1. Klien mengatakan Status
takut apabila Kesehatan
janinnya besar.
2. Klien mengatakan
mengurangi makan
supaya berat
badanny tidak naik
DO:
1. Klien nampak takut
dan cemas dengan
perubahan pada
janinnya.
2. Klien juga banyak
bertanya tentang
kondisi janinnya.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko pendarahan berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
3. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan

PERENCANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN

No.
TUJUAN INTERVENSI RASIONAL PARAF
Dx
1 Setelah dilakukan 1. Monitor tanda dan 1. Sebagai peringatan Mani
tindakan keperawatan, gejala pendarahan. awal klien dan
klien mampu 2. Lindungi pasien dari sehingga bisa
mengatasi resiko trauma yang dapat dilakukannya
kehilangan darah menyebabkan tindakan
dengan kriteria hasil: pendarahan. keperawatan untuk
 Tidak ada darah 3. Hindari mengangkat mengatasi masalah
yang terlihat benda berat. tersebut.
 Tidak ada 4. Instruksikan klien 2. Dengan menghindari
pendarahan untuk meningkatkan factor pencetus
pervaginam makanan yang kaya seperti trauma, maka
 Tidak ada vitamin K 12. dapat menghindari
penurunan 5. Instruksikan klien dan factor resiko.
tekanan darah keluarga untuk 3. Dengan mengindari
sistolik memonitor tanda-tanda kebiasaan
 Tidak ada pendarahan dan mengangkat beban
penurunan mengambil tindakan berat, dapat
tekanan darah yang tepat apabila mengurangi
diastolic terjadi pendarahan pendarahan pada
 Tidaka ada (misalnya melaporkan klien.
kehilangan panas kepada perawat) 4. Banyak
tubuh. mengkonsumsi
 Tidak ada vitamin K 12
penurunan HB berfungsi dalam
 Tidak ada proses pembekuan
penurunan HT. darah sehingga
pendarahan bisa
dihindari.
5. Dengan memberikan
penkes kepada
keluarga dapat
mempermjudah
dalam penanganan
kasus di rumah.
2 Setelah dilakukan 1. Identifikasi gangguan 1. Untuk mengetahui Mani
tindakan keperawatan, fungsi tubuh yang fungsi tubuh mana
aktivitas klien mengakibatkan yang menyebabkan
meningkat dengan kelelahan. kelelahan
kriteria hasil: 2. Monitor kelelahan fisik 2. Untuk mengetahui
 Tidak terjadi dan emosional penyebab terjadinya
kelelahan. 3. Lakukan latihan kelelahan pada
 Tidak ada rentang gerak pasif dan klien
kelemahan. aktif 3. Membantu klien
 Tekanan darah 4. Anjurkan tirah baring dalam melatih
meningkat 5. Kolaborasi dengan ahli kekuatan ototnya
gizi tentang cara yang sering
meningkatkan asupan mengalami
makanan kelelahan
4. Dengan melakukan
tirah baring dapat
membantun klien
dalam
mengumpulkan
energi yang hilang.
5. Dengan
mengkonsumsi
makanan yang
banyak mengadung
kalori maka akan
membantu klien
dalam pemenuhan
energinya.
3 Setelah dilakukan 1. Gunakan pendekatan 1. Dengan melakukan Mani
tindakan keperawatan, yang menenangkan tehnik pendekatan
klien menunjukkan 2. Temani pasien untuk yang menenangkan
memberikan keamanan
tanda-tanda vital bisa membantu
dan mengurangi rasa
dalam rentang normal takut klien mengurangi
dengan kriteria hasil: 3. Dengarkan dengan kecemasannya.
 Tekanan darah penuh perhatian 2. Dengan lebih
sistolik dalam 4. Bantu pasien mengenal banyak
rentang normal situasi yang menghabiskan
 Tekanan darah menimbulkan waktu dengan klien,
kecemasan
diastolic dalam berbicara lepas bisa
5. Instruksikan pasien
rentang normal. menggunakan teknik mengurangi
 Perasaan cemas relaksasi kecemasan pada
dan gelisah hilang. klien.
3. Klien akan merasa
dihargai ketika kita
bisa menjadi
pendengar yang
baik.
4. Dengan mengenal
situasi yang
menimbulkan
kecemasan lebih
awal, maka
membantu klien
untuk menghindari
pencetus
kecemasan.
5. Dengan melakukan
teknik relaksasi
yang rutin, maka
bisa mengurangi
kecemasan pada
klien.
IMPLEMENTASI
No.Dx HARI / JAM IMPLEMENTASI PARAF
TGL
1 Senin/27 10.00 1. Monitor tanda dan gejala Mani
Juni 2022 pendarahan.
2. Lindungi pasien dari trauma
yang dapat menyebabkan
pendarahan.
3. Hindari mengangkat benda
berat.
4. Instruksikan klien untuk
meningkatkan makanan yang
kaya vitamin K 12.
5. Instruksikan klien dan keluarga
untuk memonitor tanda-tanda
pendarahan dan mengambil
tindakan yang tepat apabila
terjadi pendarahan (misalnya
melaporkan kepada perawat)
2 Selasa/28 10.00 1. Identifikasi gangguan fungsi Mani
Juni2022 tubuh yang mengakibatkan
kelelahan.
2. Monitor kelelahan fisik dan
emosional
3. Lakukan latihan rentang gerak
pasif dan aktif
4. Anjurkan tirah baring
5. Kolaborasi dengan ahli gizi
tentang cara meningkatkan
asupan makanan.
3 Rabu/29 10.00 1. Gunakan pendekatan yang Mani
Juni 2022 menenangkan
2. Temani pasien untuk
memberikan keamanan dan
mengurangi rasa takut
3. Dengarkan dengan penuh
perhatian
4. Bantu pasien mengenal situasi
yang menimbulkan kecemasan
5. Instruksikan pasien
menggunakan teknik relaksasi

EVALUASI

NO. Dx HARI/TGL JAM EVALUASI PARAF

1 Senin/ 27 Juni 10.00 S: klien mengatakan selalu Mani


2022 pusing saat berdiri terlalu
lama.
O: TD: 100/70 mmHg/dl
HB: 10,06 mg/dl
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi
2 Selasa/ 28 Juni 10.00 S: Klien mengatakan cepat Mani
2022 lelah saat melakukan
aktivitas seperti mencuci,
memasak dan
membersihkan rumah.
O: TD: 10/70 mmHg/dl
HB: 10,06 mg/dl
Konjungtiva anemis
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan intervensi

3 Rabu/29 Juni 10.00 S: Klien mengatakan takut Mani


2022 apabila janinnya besar.
O: Klien tampak takut dan
cemas dengan
kehamilannya.
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan Intervensi

NO. Dx HARI/TGL JAM EVALUASI PARAF

1 Kamis/ 30 Juni 10.00 S: klien mengatakan Mani


2022 pusingnya banyak
berkurang.
O: TD: 120/80 mmHg/dl
HB: 14 mg/dl
A: Masalah teratasi.
P: Pertahankan Intervensi
2 Jum’at/ 01 Juli 10.00 S: Klien mengatakan sudah Mani
2022 tidak mudah lelah lagi.
O: TD: 120/80 mmHg/dl
HB: 14 mg/dl
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan Intervensi

3 Sabtu/02 Juli 10.00 S: Klien mengatakan Mani


2022 sudah tidak cemas lagi
dengan kondisinya yang
sekarang.
O: klien tampak tenang
A: Masalah teratasi
P: Pertahankan Intervensi
Lampiran
Dokumentasi Bersama Ny. A, Klien ANC di kelurahan Penaraga Kota Bima
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G.M. et.al. 2013. Nursing Intervention Classification Fifth Edition.


Missouri: Elsevier Mosby.

Hadi, RA. 2011. Kupas Tuntas Kehamilan dan Melahirkan. Ungaran : Vivo
Publisher.

Hamilton, Persis Mary. 2012. Dasar-dasar Keperawatan Maternitas Edisi 6.


Jakarta : EGC.

Herdman, T.H & Kamitsuru, S. 2015. NANDA International Nursing Diagnosis :


Definition and Classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell.

Manuaba. 2010. Buku Ajar Patologi Obstetri untuk Mahasiswa Kebidanan.


Jakarta : EGC.
Marjati, dkk. 2010. Ilmu Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.

Moorhead, S. et al. 2013. Nursing Outcomes Classification Fifth Edition.


Missouri: Elsevier Mosby.

PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indikator


Diagnostik, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2016). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan


Keperawatan, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.

PPNI (2016). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria


Hasil Keperawatan, Edisi 1, Jakarta: DPP PPNI.

Anda mungkin juga menyukai