0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Makalah Akhlak Terpuji

Makalah ini membahas tentang akhlak terpuji. Pengertian akhlak terpuji adalah tingkah laku yang baik yang merupakan tanda keimanan seseorang, seperti cinta kepada Allah, taat, sabar, jujur, dan lainnya. Makalah ini juga membedakan antara akhlak terpuji dan tercela, serta menjelaskan pentingnya menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

egi adha juniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Makalah Akhlak Terpuji

Makalah ini membahas tentang akhlak terpuji. Pengertian akhlak terpuji adalah tingkah laku yang baik yang merupakan tanda keimanan seseorang, seperti cinta kepada Allah, taat, sabar, jujur, dan lainnya. Makalah ini juga membedakan antara akhlak terpuji dan tercela, serta menjelaskan pentingnya menerapkan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

egi adha juniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

AKHLAK TERPUJI
Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Bapak Ujang Saepudin M, Pd.

Disusun Oleh :
Muhammad Yusup 22411017
Allika Maharsyahsura 22411022

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


LATANSA MASHIRO
Jln. Soekarno Hatta Pasirjati, Cijoropasir, Rangkasbitung
Lebak, Banten 42317
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan yang berjudul “Akhlak Terpuji”

Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama
Islam semester 1 pada bidang studi Pendidikan Matematika. Selain itu, penyusunan makalah
ini bertujuan menambah wawasan kepada pembaca tentang Ketahanan dan Geostrategi
Negara Kesatuan Republik Indonesia.

       Tak lupa, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada Bapak Ujang Saepudin M,
Pd. selaku pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi La Tansa
Mashiro. Penulis sadar dalam pembuatan serta penyusunannya masih banyak terdapat
kekurangan. Oleh karena itu penulis memohon kritik dan saran guna penulisan makalah yang
lebih baik lagi untuk kedepannya.

            Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta semua yang telah
membantu dalam penyusunannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Rangkasbitung, 28 November 2022

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................................

Daftar Isi...................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.................................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................................

1.3 Tujuan ...............................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akhlak..............................................................................................................

2.2 Pengertian Akhlak Terpuji.................................................................................................

2.3 Penerapan Akhlak Terpuji Dalam Kehidupan ...................................................................


BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................

3.2 Saran
BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Berbicara mengenai akhlak, maka pengertian akhlak itu sendiri secara etimologi berasal
dari kata khalaqa yang berarti menciptakan, membuat atau menjadikan. Akhlak adalah kata
yang berbentuk mufrad, jamaknya khuluqun, yang berarti perangai, tabiat, adat atau khulqun
yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Sehingga Akhlak secara etimologi berarti suatu sistem
perilaku yang dibuat oleh manusia. Sedangkan secara terminologis akhlak mempunyai arti
ilmu yang menentukan batas antara baik dan buruk, antara yang terbaik dan tercela, tentang
perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. Dan dalam kamus besar Bahasa Indonesia,
kata akhlak diartikan sebagai kelakuan, tabiat, tingkah laku.
Kemudian menurut Sjarkawi, akhlak diartikan sama dengan budi pekerti, yang pada
dasarnya akhlak mengajarkan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan
Tuhannya, sekaligus bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan sesama manusia.
Perlakuan hubungan tersebut dilakukan dengan mengikuti petunjuk dan pedoman yang
terdapat dalam ajaran agama Islam.
Ibnu Maskawih seperti yang telah dikutip oleh Beni Ahmad Soebani dan Abdul Hamid
mengatakan bahwa akhlak adalah sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya
untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.5 Dengan kata
lain akhlak adalah tindakan manusia yang dilakukan dengan spontan tanpa ada pemikiran
sebelumnya.
Dengan demikian yang dimaksud dengan akhlak ialah perilaku seseorang yang dilakukan
secara spontan, berkaitan dengan bagaimana ia berhubungan dengan Allah maupun sesama
manusia.

1.2Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari akhlak terpuji ?
2. Apa saja yang termasuk akhlak terpuji ?
3. Bagaimana penerapannya dalam kehidupan ?
1.3Tujuan
1. Bentuk penyelesaian tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam
2. Menjelaskan akhlak terpuji dan macam macam akhlak terpuji
3. Meengetahui penerapan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Akhlak


Akhlak menurut bahasa yaitu berasal dari bahasa arab (‫ )اخالق‬jamak dari kata ‫ خلق‬yang
berarti tingkah laku, perangai atau tabiat.

Sedangkan menurut istilah akhlak didefenisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut:

1. Menurut Al-Ghazali, segala sifat yang tertanam dalam hati yang menimbulkan
kegiatan-kegiatan dengan ringan dan mudah tanpa memerlukan pemikiran tanpa
pertimbangan.
2. Menurut Ibnu Maskawaih, akhlah adalah perilaku jiwa seseorang yang mendorong
untuk melakukan kegiatan-kegiatan tanpa melalui pertimbangan (sebelumnya).

Akhlak terbagi menjadi dua, yaitu akhlak terpuji dan akhlak tercela. Dikatakan akhlak
terpuji menurut Pembagian akhlak yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah menurut
sudut pandang Islam, baik dari segi sifat maupun dari segi objeknya. Dari segi sifatnya,
akhlak dikelompokkan menjadi dua, yaitu pertama, akhlak yang baik, atau disebut juga
akhlak mahmudah (terpuji) atau akhlak al-karimah; dan kedua, akhlak yang buruk atau
akhlak madzmumah.

Jadi menurut saya ilmu akhlak ialah ilmu yang berusaha untuk mengenal tingkah laku
manusia kemudian memberi hukum/nilai kepada perbuatan itu bahwa ia baik atau buruk
sesuai dengan norma-norma akhlak dan tata susila.

2.2 Pengertian Akhlak Terpuji


Akhlak terpuji adalah tingkah laku terpuji yang merupakan tanda keimanan
seseorang. Akhlak terpuji dilahirkan dari sifat-sifat yang terpuji pula. Akhlak terpuji disebut
juga akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah, artinya segala macam perilaku atau
perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut ajaran Islam penentuan baik dan buruk harus didasarkan pada petunjuk al-
qur’an da al-hadis. Diantara istilah yang mengacu kepada yang baik misalnya al-Hasanah,
Thayyibah, Khairah, Karimah, Mahmudah, Azizah dan al-Birr.

Keutamaan akhlak terpuji disebutkan dalam hadist salah satunya adalah hadis yang
diriwayatkan oleh Abu dzar dari Nabi Muhammad saw, yang artinya:

“ wahai abu dzar! ‘maukah aku tunjukan dua hal yang sangat ringan dipunggung,
tetapi sagat berat ditimbangan (pada hari kiamat kelak?)’, Abu dzar menjawab, ‘hendaklah
kamu melakukan akhlak terpuji dan banyak diam. Demi Allah yang tanganku berada
digenggamannya, tidak ada makhluk lain yang dapat bersolek dengan dua hal tersebut”
(H.R Al-baihaqi)

Sifat terpuji yang dimaksud adalah, antara lain: cinta kepada Allah, cinta kepda rasul,
taat beribadah, senantiasa mengharap ridha Allah, tawadhu, taat dan patuh kepada Rasulullah,
bersyukur atas segala nikmat Allah, bersabar atas segala musibah dan cobaan, ikhlas karena
Allah, jujur, menepati janji, qana’ah, khusyu dalam beribadah kepada Allah, mampu
mengendalikan diri, silaturrahim, menghargai orang lain, menghormati orang lain, sopan
santun, suka bermusyawarah, suka menolong kaum yang lemah, rajin belajar dan bekerja,
hidup bersih, menyayangi binatang, dan menjaga kelestarian alam.

Akhlak tercela adalah tingkah laku yang tercela atau perbuatan jahat yang merusak
iman seseorang dan menjatuhkan martabat manusia. Sifat yang termasuk akhlak tercela
adalah segala sifat yang bertentangan dengan akhlak terpuji, antara lain: kufur, syirik,
munafik, fasik, murtad, takabbur, riya, dengki, bohong, menghasut, kikil, bakhil, boros,
dendam, khianat, tamak, fitnah, qati’urrahim, ujub, mengadu domba, sombong, putus asa,
kotor, mencemari lingkungan, dan merusak alam. Demikianlah antara lain macam-macam
akhlak terpuji dan tercela. Akhlak terpuji memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang
lain, sedangkan akhlak tercela merugikan diri sendiri dan orang lain. Allah berfirman dalam
surat At-Tin ayat 4-6.

٥ َ‫ مُثَ َر َد ۡد َٰوهُ َأ ۡس َف َل َٰس ِفلِيه‬٤ ٖ‫وسهَ يِف ٓي َأ ۡح َس ِه تَ ۡقىِيم‬ ‫ۡ ۡ ِإ‬


َٰ ‫لََق ۡد َخلَقىَا ٱل‬
ِ ‫ِإاَل ٱلَ ِذيه ءامىىاْ وع ِملُىاْ ٱلّصٰلِ ٰح‬
٦ ٖ‫ت َفلَ ُهمۡ َأ ۡجٌز َغ ۡي ُز مَم مۡ ىُىن‬ َ َ َ َ َُ َ َ
Artinya :

4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala
yang tiada putus-putusnya

Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan umat manusia mengalami


perubahan yang sangat pesat. Perubahan ini tidak hanya berdampak positif pada ranah
kehidupan sosial, budaya, etika dan estetika, namun juga berdampak negatif pula dalam
setiap kehidupan dengan beragam bentuk. Dari cara berpakaian, tutur kata bahkan tidak
sedikit generasi muda yang melakukan pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Hal ini
menjadi tanggung jawab bersama, demi tercapainya derajat umat manusia yang mulia disisi
Allah.

Berbagai macam hiburan yang menggoda iman adalah salah satu dari berbagai
macam dampak yang ditimbulkan dari budaya-budaya barat yang masuk di Indonesia. Cara
pandang dan proses meniru terhadap budaya barat yang tidak selektif inilah yang menjadi
perhatian bersama sehingga menjaga generasi muda agar terhindar dari kemerosotan akhlak
terpuji mereka. Dikarenakan tidak semua perubahan itu berdampak baik, namun untuk
menjadi baik diperlukan yang namanya perubahan.
Senada dengan hal itu untuk membentengi generasi muda terjerumus dalam
kemerosotan akhlak terpuji, maka diperlukan berbagai macam strategi. Strategi disini
nantinya diharapkan akan mampu memantapkan akhlak terpuji generasi muda agar tidak
mudah terpengaruh dan lebih selektif dalam menerima perubahan-perubahan di zaman
modern ini.

Berbagai macam strategi tersebut dapat diterapkan dalam dunia pendidikan,


khususnya pendidikan agama Islam. Karena hal itu sesuai dengan tujuan pendidikan agama
Islam sendiri yakni membentuk manusia yang berbakti kepada Allah SWT dengan sebenar-
benarnya bakti, atau dengan kata lain untuk membentuk manusia yang bertakwa, berbudi
luhur, serta memahami, meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran agama yang bisa disebut
juga terbentuknya kepribadian muslim.

Dunia pendidikan disini dapat diartikan sekolah, dimana sekolah yang merupakan
salah satu lingkungan pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan jiwa
siswa atau remaja, seharusnya mampu mendidik kepandaian dan ketrampilan sesuai dengan
minat atau bakat siswa, sekolah juga harus berupaya mengadakan pembinaan yang bersifat
positif bagi siswanya. Dalam dunia pendidikan guru sangat berperan penting dalam proses
peningkatan akhlak terpuji siswa.

Setiap guru agama hendaknya menyadari, bahwa pendidikan agama bukanlah sekedar
mengajarkan pengetahuan agama dan melatih anak dalam melaksanakan ibadah. Akan tetapi,
pendidikan agama jauh lebih luas dari pada itu, pertama-tama pendidikan agama bertujuan
untuk membentuk kepribadian anak, sesuai dengan ajaran agamanya, yang itu jauh lebih
penting dari pada menghafal dalil-dalil dan hukum agama. Guru agama memang tidak
sekedar di tuntut memiliki kemampuan berdiri di muka kelas, melainkan juga mampu
memainkan peran komunikator dalam menciptakan suasana keagamaan individu-individu
maupun kelompok di lingkungan siswa.

Guru agama akan dihadapkan pada keragaman pengetahuan, pengalaman, dan


persepsi keagamaan terhadap siswa serta lingkungan sekolah terutama kolega sesama
pendidik. Sebagaimana diketahui bahwa siswa dalam satu kelas maupun satu lingkungan
sekolah sudah tentu mempunyai keragaman, artinya kondisi yang satu dengan yang lain
belum tentu sama. memungkinkan para siswa mengikuti proses belajar dengan tenang dan
bergairah. Psikologi pembelajaran PAI penting dipelajari oleh setiap calon guru pendidikan
agama Islam karena dengan mempelajari psikologi pembelajaran PAI, guru akan memperoleh
bantuan yang sangat berharga dalam mengemban tugasnya sebagai pendidik.

Guru agama (guru pendidikan agama Islam) berkewajiban menyediakan lingkungan


pendidikan di sekolah atau madrasah untuk memberi kesempatan bagi pengembangan potensi
siswa agar mencapai titik maksimal. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tidak
hanya memberi pedoman tentang berbagai teori belajar dan mengajar, sistem persekolahan,
masalah-masalah psikologis siswa, tetapi dimulai dari studi tentang perkembangan dan
pertumbuhan siswa.

Macam-macam Akhlak Terpuji

Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) iini banyak macamnya, diantaranya adalah husnuzzan,
gigih, berinisiatif, rela berkorban, tata krama terhadap mahluk Allah, adil, ridho, amal shaleh,
sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana, percaya diri, dan masih banyak lagi.
1. Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking. Lawan dari
kata ini adalah su;uzzan yang artinya berprasangka buruk atau negative thinking.
2. Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak yakni percaya akan
hasil positif dalam segala usaha.
3. Berinisiatif adalah perilaku terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsa
melakukan kegiatan yang positif serta menghindarkan sikap terburu-buru bertindak
kedalam situasi sulit, bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah,
dan selalu menggunakan nalar Ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna
kepentingan masyarakat.
4. Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau
demi seseorang.
5. Tata krama terhadap semua mahluk Allah SWT ini sangat dianjurkan kepada
mahluk Allah karena ini adalah salah satu anjuran kepada kaumnya.
6. Adil dalam Bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-‘adl dan al’idl.
Al-‘adl adalah keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu arau rasio, sedangkan
al-;idl adalah keadilan yang dapat diukur secara fisik dan dapat dirasakan oleh
pancaindera seperti hitungan atau timbangan.
7. Ridho adalah suka, rela, dan senang.
8. Sabar adalah tahan terhadap setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan
sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepad Allah SWT.
9. Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau
menunggu hasil dari suatu pekerjaan.
10. Qona’ah adalah merasa cukup denga napa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari
sifat ketidakpuasan atau kekurangan.
11. Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan dengan cara
hati-hati dan penuh kearifan terhadap suatu masalah yang terjadi.
12. Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang dalam
melakukan suatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan baik itu kelebihan
postur tubuh, keturunan, status sosial, pekerjaan ataupun pendidikan.

2.3 Penerapan Akhlak Terpuji dalam Kehidupan

1. Memberikan hadiah kepada orang lain.


2. Menghormati orang yang lebih tua dari kita.
3. Menghargai orang yang lebih muda dari kita.
4. Berkata lemah lembut kepada kedua orang tua.
5. Menjenguk teman yang sedang sakit.
6. Memberikan sebagian rezeki kepada orang yang membutuhkan.
7. Memberi makan kepada orang yang kelaparan.
8. Berlaku adil kepada siapapun.
9. Bersedekah dikala sedang lapang ataupun sempit.
10. Membuang sampah pada tempatnya
BAB III

PENUTUP

3.1Kesimpulan
1. Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari
disebut akhlakul karimah atau akhlakul mahmudah.
2. Akhlakul karimah (sifat-sifat) ini banyak macamnya, diantaranya husnuzzan, gigih,
berinisiatif, rela berkorban, tata krama terhadap mahluk Allah, adil, ridho, amal,
shaleh, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana, percaya diri, dan masih banyak lagi.
3. Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalah
taubat.

3.2Saran

Dari pembahasan yang telah kami sajikan diatas, kami berharap mudah-mudahan setelah
kita mempelajari pelajaran mengenai akhlak terpuji ini, agar bis akita jadikan sebagai
rujukan dalam melakukan pergaulan dalam kehidupan baik berhubungan dengan Allah
atau bergaul anatr sesama manusia, kemudian juga kami selaku pemakalah berharap
kepada segenap pembaca makalah ini, agar jangan mengambil rujukan hanya terfokus
kepada materi yang telah kami sajikan dalam makalah ini saja, akan tetapi mari kita
sama-sama aktif dalam mencari buku-buku dan sumber lainnya yang membahas masalah
akhlak terpuji ini secara mendalam, sehingga lebih memantapkan pengetahuan kita
mengenai pembahasan akhlak terpuji tersebut.

Common questions

Didukung oleh AI

8khlakd, in Islamic teachings, refers to behavior and character stemming from spontaneous actions without prior thought or consideration . It is divided into two categories: bakhlak terpujid (praiseworthy behavior) and bakhlak tercelad (blameworthy behavior). Praiseworthy behaviors, or bakhlakul karimahd, are positive traits such as love for Allah, honesty, and patience, while blameworthy behaviors include arrogance and falsehood, which undermine faith and dignity .

Islamic teachings emphasize consistency in praiseworthy behavior across public and private life by reinforcing the intrinsic nature of character that manifests without contrived effort . This approach ensures that personal integrity and honesty are preserved irrespective of external pressures or environments, aligning actions consistently with spiritual and moral principles .

Modern influences, particularly from Western cultures, have challenged traditional values, leading to moral degradation among youth, such as substance abuse and promiscuity . Despite these influences, strategies through educational frameworks, especially Islamic teachings, are essential to preserving praiseworthy traits by encouraging critical evaluation of cultural changes and selecting beneficial aspects .

Distinguishing types of praiseworthy behavior helps in guiding Muslims to embody comprehensive concepts of moral excellence in different life aspects . For instance, specific behaviors like tawakal (trust in Allah) involve spiritual reliance, while adil (justice) encompasses fair treatment in social interactions. Both demonstrate varied applications of positive character in one's relationship with Allah and society .

Praiseworthy behaviors in Islamic values include giving gifts, respecting elders, speaking kindly to parents, visiting the sick, offering charity to those in need, and managing waste responsibly . These actions reflect how individuals can practice positive character in various life situations, enhancing social harmony and personal virtue .

Schools face challenges such as cultural diversity, modern distractions, and varying home environments that may contradict the school's moral teachings . These factors make it challenging to create a uniform approach to character education. Effective strategies include fostering inclusive communities that resonate with diverse backgrounds while anchoring values in common ethical teachings .

Teachers in Islamic education cultivate a positive ethical environment by going beyond merely teaching religious knowledge to influencing students' character development. They act as communicators who bridge religious teachings with everyday student interactions, ensuring that students develop a strong moral compass .

bakhlak terpujid contributes to Islamic teachings by promoting a holistic framework for ethical living that aligns personal conduct with divine principles . It fosters an environment where individuals not only strengthen their relationship with Allah but also contribute positively to societal wellbeing, embodying the core aim of creating a pious, moral community .

Islamic education aims to shape the personality of students according to religious teachings, prioritizing character formation over rote learning of religious laws . Teachers are vital in providing a positive educational environment and addressing students' diverse experiences and perceptions of religion. Through guidance, students can develop praiseworthy traits such as humility and diligence .

Educational strategies can maintain praiseworthy behaviors by integrating Islamic teachings across subjects, emphasizing character development, and using role models to demonstrate virtues . Schools can create programs to tackle societal changes by fostering environments that celebrate moral values and encourage students to prioritize ethical conduct over maladaptive modern trends .

Anda mungkin juga menyukai