MAKALAH
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
CORONARY ARTERY DISEASE (CAD)
DISUSUN OLEH
Anggota Kelompok 1 :
1. Dinda Putri Azura (213310721)
2. Isra Hayati Oktavia Lisni (213310728)
3. Khaneisya Saudana (213310729)
4. Putra Hidayatullah (213310734)
5. Wilda Arafianti (213310748)
6. Yolanda Andrian Tami Safitri (213310750)
DOSEN PEMBIMBING
Ns. Sila Dewi Anggreni, M.Kep, Sp.KMB
PRODI PENDIDIKAN PROFESI NERS
JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “Coronary Artery Disease (CAD)” dengan baik.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan
Medikal Bedah. Selain itu, makalah ini juga berguna untuk menambah wawasan
tentang konsep Coronary Artery Disease (CAD) bagi pembaca dan juga penulis. Puji
syukur makalah ini telah kami susun dengan maksimal.
Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Ns. Sila Dewi Anggreni, M.Kep,
Sp.KMB selaku dosen dari mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah. Ucapan terima
kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu untuk
menyelesaikan makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat
memberi manfaat maupun inspirasi tehadap pembaca.
Padang, 13 Januari 2023
Kelompok 1
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................2
C. Tujuan Umum........................................................................................................2
D. Tujuan Khusus.......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................3
A. Konsep Dasar Coronary Artery Disease (CAD)...................................................3
B. Penyebab CAD......................................................................................................3
C. Gejala CAD...........................................................................................................4
D. Patofisiologi CAD.................................................................................................5
E. Contoh Kasus CAD...............................................................................................6
F. Asuhan Keperawatan..............................................................................................8
BAB III PENUTUP.....................................................................................................15
A. Kesimpulan.........................................................................................................15
B. Saran....................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................16
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Coronary Artery Disease (CAD) atau disebut juga Penyakit Jantung Koroner
(PJK) adalah penyakit yang disebabkan oleh aterosklerosis pada arteri koroner
yang membatasi aliran darah ke jantung. World Health Organization (WHO) telah
melaporkan bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyebab utama dan
penyumbang tersering kematian didunia sampai saat ini, setiap tahunnya Coronary
Artery Disease (CAD) telah membuat sekitar 7 juta orang meninggal dunia dan
akan terus meningkat hingga tahun mendatang. Menurut WHO, pada tahun 2004
penyakit kardiovaskular menempati urutan pertama dari sepuluh penyakit
penyebab kematian diseluruh dunia, pada tahun 2005 telah dilaporkan sebanyak
17,5 juta kematian dari seluruh kematian didunia dan CAD menyumbang kematian
sebanyak 7,6 juta.
Di Indonesia, CAD merupakan penyakit tidak menular pembunuh tersering,
berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI
prevalensi CAD semakin meningkat dari tahun ke tahun (Kandou, 2014).
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, data yang dilaporkan mengenai
kejadian CAD di Indonesia telah diestimasikan berdasarkan diagnosis dokter
terbanyak di Propinsi Jawa Barat sebanyak 160.812 orang (0,5%) dan jumlah
paling sedikit terdapat di Propinsi Maluku Utara yaitu sebanyak 1.436 orang
(0,2%). Sebuah penelitian telah menyebutkan CAD dipengaruhi oleh beberapa
faktor meliputi jenis kelamin, usia, dislipidemia, hipertensi, merokok dan diabetes
mellitus (Ramandika, 2012), sehingga diperlukan suatu sistem penilaian atau
sebuah scoring multivariabel risiko pada individu untuk dapat memprediksikan
kejadian CAD atau penyakit jantung koroner, dengan sistem penilaian tersebut
dapat mencegah faktor-faktor risiko tersebut agar tidak berkembang menjadi
penyakit kardiovaskular yang mematikan.
1
2
3
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapatkan beberapa rumusan masalah :
1. Apa yang dimaksud dengan Konsep Dasar Penyakit Coronary Artery Disease
(CAD)?
2. Apa itu Etiologi Coronary Artery Disease (CAD)?
3. Apa saja Gejala Coronary Artery Disease (CAD)?
4. Apa saja Patofisiologi Coronary Artery Disease (CAD)?
5. Bagaimana Manisfestasi Klinis Coronary Artery Disease (CAD)?
6. Bagaimana terjadinya Komplikasi Coronary Artery Disease (CAD)?
7. Bagaimana Prosedur Diagnostis Coronary Artery Disease (CAD)?
C. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah untuk menambah wawasan
tentang Coronary Artery Disease (CAD) bagi pembaca dan juga penulis.
D. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui Konsep Dasar Penyakit Coronary Artery Disease (CAD)
2. Mengetahui Etiologi Coronary Artery Disease (CAD)
3. Mengetahui Gejala Coronary Artery Disease (CAD)
4. Mengetahui Patofisiologi Coronary Artery Disease (CAD)
5. Mengetahui Manisfestasi Klinis Coronary Artery Disease (CAD)
6. Mengetahui Komplikasi Coronary Artery Disease (CAD)
7. Mengetahui Prosedur Diagnostis Coronary Artery Disease (CAD)
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Coronary Artery Disease (CAD)
Merupakan kondisi dimana terjadipenumpukan plak pada arteri koroner
yang menyebabkan arteri koroner menyempit. Kondisi ini biasanya disebabkan
oleh terkumpulnya kolestrol sehingga membentukplak pada dinding arteri
dalam jangka waktu yang cukup lama yang disebutaterosklerosis. CAD
dapat menyebabkan otot jantung melemah, dan menimbulkan komplikasi
seperti gagal jantung dan gangguan irama jantung.
Coronary Artery Desease (CAD) adalah penyempitan atau penyumbatan
arteri korener, arteri yang menyalurkan darah ke otot jantung. Bila aliran darah
melambat. jantung tak mendapat cukup oksigen dan zat nutrisi. Hal im biasanya
mengakibatkan nyeri dada yang disebut angina. Bila satu atau lebih dari arteri
koroner tersumbat sama sekali. akibatnya adalah serangan jantung dan kerusakan
pada otot jantung
CAD merupakan kondisi dimana terjadi penumpukan plak pada arteri
koroner yang menyebabkan arteri koroner jadi menyempit. Kondisi ini biasanya
disebabkan oleh terkumpulnya kolestrol sehingga membentuk plak pada dinding
arteri dalam jangka waktu yang cukup lama. Proses tersebut disebut aterosklerosis
CAD dapat menyebabkan otot jantung melemah. dan menimbulkan komplikasi
seperu gagal jantung dan gangguan irama jantung.
B. Penyebab CAD
Penyebab CAD secara umum dibagi atas dua. yakni menurunnya asupan
oksigen yang dipengaruhi oleh aterosklerosis, tromboemboli, vasopasme, dan
memngkatnya kebutuhan oksigen muokard. Dengan kata lain, ketidakseimbangan
antara kebutuhan oksigen mmokardium dengan masukannya yang dikenal menjadi
4
5
2, yaitu hipoksemia (iskemia) yang ditimbulkan oleh kelaiman vaskuler (arteri
koronaria) dan lupoksia (anoksia) yang disebabkan kekurangan oksigen dalam
darah. Perbedaannya talah pada 1skemia terdapat kelaiman vaskuler sehingga
perfusi ke jangan berkurang dan elmunasi metabolit yang ditimbulkannya (musal
asam laktat) menurun juga sehingga gejalanya akan lebih cepat muncul (Katz,
2015).
Penyempitan dan penyumbatan arteri koroner disebabkan zat lemak
kolesterol dan trigliserida yang semalan lama semakan banyak dan menumpuk
dibawah lapisan terdalam endothehum dari dinding pembuluh darah arten Hal mm
dapat menyebabkan alan darah ke otot jantung menjadi berlawang ataupun
berhenti. setungga menggangu kerja jantung sebagai pemompa darah Efek
domman dan jantung koroner adalah kemlangan oksigen dan nutrisi ke jantung
karena aliran darah ke jantung berkurang Pembentukan plak lemak dalam arten
mempengarum pembentukan bekuan aliran darah yang akan mendorong terjadinya
serangan jantung Proses pembentukan plak yang menyebabkan pengerasan arten
tersebut dinamakan arterosklerosis. (Firdiansyah. 2014)
C. Gejala CAD
Menurut Pangkalan (2010) Gejala yang unyum terjadi pada seseorang yang
terkena CAD atau penyakut jantung koroner. yaitu :
1. Nyeri dada (angina)
Seseorang penderita CAD akan merasa tekanan atau sesak di dada disebut
sebagai angina, biasanya dipicu oleh tekanan fisik atau emosional. Hal ini
hilang dalam beberapa menit setelah menghentikan aktivitas yang
menyebabkan tekanan Pada beberapa orang terutama perempuan, nyeri
mungkin terasa tajam dan terasa di perut, punggung, atau lengan
2. Sesak nafas
6
Jika jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan
tubuh, maka seseorang akan mengalami sesak nafas atau kelelahan ekstrem
tanpa tenaga
3. Serangan jantung
Jika arteri koroner benar-benar diblokir, seseorang akan mengalami serangan
jantung.
D. Patofisiologi CAD
CAD atau penyakit jantung koroner berawal dari pemmbunan lemak pada
pembuluh darah arterr yang mensuplai darah ke janning. Akibat dan proses imi
pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras, sebungga jantung kekurangan
pasokan darah yang kaya oksigen. Akibatnya fungsi jantung terganggu dan harus
bekerja sangat keras. Penyakit mi sering juga disebut dengan istilah
atherosklerosis (Suwraoka. 2012).
Aterosklerosis merupakan komponen pening yang berperan dalam proses
pengapuran atau penimbunan elemen-elemen kolesterol Salah satu hal yang tidak
bisa dipungkari bahwa kolesterol dalam batas normal yuga sangat penting bagi
tubuh. Masalahnya akan berbeda ketika asupan kolesterol berlebihan Asupan
lemak yang adekuat yang berhubungan dengan keadaan patologi yaitu Penyakit
Jantung Koroner erat hubungannya dengan pemngkatan kadar profil Irpid
(Surraoka. 2012) .
Kebutuhan oksigen yang melebihi kapasitas suplai oksigen oleh pembuluh
darah yang mengalami gangguan menyebabkan terjadinya 1skemia mokardrum
lokal. Iskenia yang bersifat sementara akan menyebabkan perubahan reversible
pada tingkat sel dan jaringan, dan menekankan fungsi mmokardrum. Apabila
1skerma m1 berlangsung lebih dari 30-45 menit akan menyebabkan kerusakan sel
yang sifatnya irteversible serta nekrosis atau kematian otot jantung Bagian yang
mengalam infark atau nekrosis akan berhenti berkontraksi secara permanen Otot
yang mengalami infark mula-mula akan tampak memar dan sianotik alabat
berkurangnya aliran darah regional. Dalam waktu 24 jam akan timbul edema pada
7
sel-sel. respons peradangan disertai infiltrasi leukosit. Enzim-enzim jantung akan
dilepaskan oleh sel-sel yang mengalami kematian (Fathoni. 2011).
8
Penyumbatan pada pembuluh darah juga dapat disebabkan oleh penumpukan
lemak disertai klot trombosit yang diakibatkan kerusakan dalam pembuluh darah.
Kerusakan pada awalnya berupa plak fibrosa pembuluh darah, namun selanjutnya
dapat menyebabkan pendarahan dibagian dalam pembuluh darah yang
menyebabkan penumpukan klot darah. Pada akhirnya dampak akut sekaligus fatal
dari penyakit jantung koroner berupa serangan jantung (Fajar, 2015).
E. Contoh Kasus CAD
Tn.A usia 50 tahun mengeluh napasnya terasa sesak jika berjalan lebih dan 20
menit. Keluhan ini dirasakan sejak 1 tahun yang lalu Kien merasa cemas dengan
kondisi penyakitnya, karena klien masih belum melakukan anjuran dokter untuk
pasang rmg pada jantungnya. Klien juga sering tiba tiba pingsan Sebelumnya klien
pemah mengalami nyei dada, dan dirawat di Rumah Sakit serta dianjurkan trndakan
pasang rmg. Namun karena belum siap tindakan tersebut sampai sekarang belum
dilakukan Saat ini keluhan utama klien selain sesak napas, adalah kelelahan dan
mudah kecapekan saat beraktivitas.
Klien mengidap hipertensi sejak 11 tahun yang latu. berobat teratur ke klinik
namun klien sulit menghindai pantangan untuk mengurangi konsumsi garam dan
makan gula: gulas, tetapi ia sudah berhenti merokok. Keluarga klien juga ada yang
sakit jantung, kakak perempuannya meninggal karena sakit jantung.
Saati ini klien cemas dengan penyakitnya. ia takut penyakitnya bertambah
parah. dan takut dengan tindakan untuk pasang stent (ng) Hasil pengkajian ditemukan
TD. 12090 mmHg, N : 75x menit. P : 23 x/memt dan S : 36.8”C. Pemeriksaan paru:
gerakan dada simetris, nafas sesak dengan aktifitas, taktil fremutus kan dan kanan
lemah. Redup. rhonci +/+, wheezing (-). Pemeriksaan jantung ictus tidak tampak.
ictus teraba ICS V MCS. perkusi jantung pekak, BJ I dan II (+).reguler. muram (-).
gallop (-).
Obat obatan yang dikonsumsi saat ini:
Brilinta (Ticagrelor 90mg) 2x1
9
Nitrokaf retard (mtrogtycerm) 2 x 1
Bisoprolol fumaratek 2x1
Nitral Glyceryl trinitrate 500 mg 1x1 bila nyeri
Aptor acetyl saliytic Acid 1x1 lansoprazole 30 mg 1x1
Ramipril 5 mg 1x1-Atorvastatin calcium trihydrate 1x1
10
Hasil Laboratorium Klien
No Pemeriksaan Hasil Satuan
1 Ureum darah 28 mg/dl
2 Kreatinin darah 0,8 mg/dl
3 Asam urat 7,2 mg/dl
4 Kolesterol total 181 mg/dl
5 HDL kolesterol 57 mg/dl
6 LDL kolesterol 110 mg/dl
7 Trigliserida 71 mg/dl
8 Gula darah puasa 100 mg/dl
F. Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
1. Pengkajian keperawatan
a. Biodata Pasien
Nama Pasien : Tn. A
Umur : 50 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
b. Riwayat kesehatan sekarang
Sesak napas,kelelahan,dan mudah kecapekan saat aktivitas.
c. Riwayat kesehatan terdahulu
Klien mengidap hipertensi sejak 11 tahun yang lalu .Kebiasaan
merokok (sudah berhenti).Klien pernah mengalami nyeri dada dan
dirawat di RS serta dianjurkan tindakan pasang ring.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga klien ada yang sakit jantung.Kakak perempuannya
meninggal karena sakit jantung.
11
2. Pola pengkajian Gordon
a. Persepsi dan penanganan Kesehatan
Klien berobat teratut ke klinik
Klien sudah berhenti merokok
b. Nutrisi Metabolik
klien sulit menghindari pantangan untuk mengurangi konsumsi
garam dan makan gulai-gulai
c. Aktifitas-Istirahat
Klien mengeluh napasnya terasa sesak jika berjalan lebah dari 20
menit
Klien mudak kecapekan saat beraktivitas.
d. Persepsi Konsep diri
Klien merasa cemas dengan kondisi penyakitnya
Klien takut dengan tindakan untuk pasang stent (nng)
3. Hasil Pemeriksaan Fisik Tanda-tanda Vital
TD :120/90 mmHg
N : 75x/menit
RR : 23x/menit
Suhu :36,8"C
4. Pemeriksaan Fisik
Dada : simetris
Jantung: ictus tidak tampak, ictus teraba ICS V MCS, perkusi jantung
pekak. BJ I dan II (7). reguler, murmur (-), gallop (-)
5. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
No Pemeriksaan Hasil Satuan
1 Ureum darah 28 mg/dl
2 Kreatinin darah 0,8 mg/dl
3 Asam urat 7,2 mg/dl
12
4 Kolesterol total 181 mg/dl
5 HDL kolesterol 57 mg/dl
6 LDL kolesterol 110 mg/dl
7 Trigliserida 71 mg/dl
8 Gula darah puasa 100 mg/dl
B.Analisis Data
Data Obyektif Masalah Patofisiologi
Keperawatan
DO Pola nafas tidak Okulasi -> Aliran darah
RR : 23x/Menit efektif miokard menurun ->
Pada pemeriksaan paru Iskemia -> Kontraktilitas
nafas sesak dengan menurun -> Pompa
aktivitas,taktil fremitus kiri jantung menurun ->
dan kanan Cairan terakumulasi ->
lemah,Redup,rhonchi +/+ Gagal jantung -> Aliran
DS balik ->edema
Klien mengeluh nafasnya pulmonal->sesak napas
terasa sesak jika berjalan
lebih dari 20 menit
DO Penurunan curah Disfungsi miokardium
RR:23x/menit jantung kontraksi abnormal ->
Sesak nafas,Rhonchi (+) volume akhir diastolik
aktil fremitus kiri dan atau preload meningkat -
kanan lemah,Redup > afterload menurun ->
Stenosis 70-75% di Penurunan curah jantung
proximal LAD
13
Pada hasil laboratorium :
ureum darah tinggi
DS
Klien sering tiba tiba
pingsan
Klien mengatakan
memiliki kebiasaan
konsumsi garam dan
makan gulai gulai
DO Ansietas Status Kesehatan
Sesak nafas berubah ->Tindakan
P : 23x/menit pemasangan ring ->
Tampak cemas Perasaan takut ->
DS Koping maladaptive ->
Klien merasa cemas Ansietas
dengan kondisinya
C. Diagnosa Keperawatan
1. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan (b.d) Sindrom Hipoventilasi
dibuktikan dengan (d.d) pola napas abnormal (Takipkardi) dan dispnea.
2. Penurunan curah jantung (b.d) perubahan afterload (d.d) dispnea.
3. Ansictas (b.d) Krisis situasional (d.d) pasien merasa cemas dengan
kondisinya.
D. Intervensi
No Diagnosa Tujuan dan kriteria Hasil Intervensi
Keperawatan
1 Pola nafas tidak Setelah dilakukan asuhan Manajemen Jalan Napas
keperawatan selama 2 x 24
14
efektif jam diharapkan pola napas
membaik dengan kntena Monitor pola
Defenisi: hasi : napas
Dispnea menurun Monitor bunyi
inspirasi dan/atau Frekuensi napas napas tambahan
ekspirasi yang membaik Posisikan semi-
tdak memberikan Dapat mentoleransi Fowler atau
ventilasi adekuat aktivitas, tidak ada Fowler
sesak napas atau Berikan minum
kelelahan hangat
Lakukan
fisioterapi dada,
jika perlu
Berikan oksigen.
jika perlu
2 Penurunan curah setelah dilakukan asuhan Perawatan Jantung
jantung keperawatan Evaluasi adanya
Definisi: selama 2 x 24 jam nyeri dada
Ketidakadekuatan dliharapkan — Penurunan (intensitas, lokasi,
darahyang curah antun membaik durasi)
dipompa oleh dengan kriteria hasil : Catat adanya tanda
jantung untuk Tanda vital dalam dan zejala
memenuhi rentang — normal penurunan cardiac
kebutuhan (Tekanan darah, output
metabolik tubuh. Nadi, Respirasi). Monitor status
Tidak ada dipnea, kardiovaskuler
brakikardi, dan Monitor status
kelelahan. pernafasan yang
Bunyi napas menandakan gagal
tambahan (ronkhi)
15
tidak ada jantung
Tidak ada Monitor
penurunan keseimbangan
kesadaran cairan
Tidak ada nyeri Monitor adanya
pada dada perubahan tekanan
darah
Atur periode
latihan dan
istirahat untuk
menghindari
kelelahan
Monitor toleransi
aktivitas pasien
Monitor adanya
dispnea
Anjurkan untuk
menurunkan stress
Monitor tanda-
tanda vital
3 Ansietas Setelah dilakukan asuhan Reduksi Ansietas
Definisi : keperawatan selama 2 x 24 Monitor tanda-
Kondisi emosi jam diharapkan Ansietas tanda angietas
dan pengalaman membaik dengan kriteria Instruksikan patien
subyektif terhadap hasil: menggunakan
objek yang tidak Verbalisasi teknik relaksasi
jelas dan spesifik kebingungan Dorong patien
akbat antisipasi menurun aatuk
bahaya yang Verbahsasi khawatir mengungkapkan
memungkinkan akibat kondisi yang perasaan,
16
individu dihadapi menurun ketakutan, persepri
melakukan Klien mampu Gunakan
tindakan untuk mengidentifikasi pendekatan
menghadapi dan mengungkap menenangkan
ancaman kan gejala cemas Dengarkan dengan
Mengidentifikasi, penuh perhanan
mengungkapkan Pahami prespektif
dan menunjukkan pasien terhadap
teknik untuk situasi stres
mengontrol cemas Temani pasien
Vital sign dalam untuk memberikan
batas normal keamanan dan
Postur tubuh mengurangi takut
ekspresi wajah, Anjukan keluarga
bahasa tubuh dan untuk tetap
tingkat aktivitas bersama pasien
menunjuk kan
berkurangnya
kecemasan
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Coronary Artery Disease (CAD) atau penyakit arteri koroner adalah kondisi
patologis arteri koroner yang ditandai dengan penimbunan abnormal lipid atau
bahan lemak dan jaringan fibrosa di dinding pembuluh darah yang mengakibatkan
perubahan struktur dan fungsi arteri dan penurunan aliran darah ke jantung
(Brunner dan Suddarth).
Penyebab CAD secara umum dibagi atas dua. yakni menurunnya asupan
oksigen yang dipengaruhi oleh aterosklerosis, tromboemboli, vasopasme, dan
meningkatnya kebutuhan oksigen muokard. Dengan kata lain, ketidakseimbangan
antara kebutuhan oksigen mmokardium dengan masukannya yang dikenal menjadi
2, yaitu hipoksemia (iskemia) yang ditimbulkan oleh kelaiman vaskuler (arten
koronana) dan lupoksia (anoksia) yang disebabkan kekurangan oksigen dalam
darah. Perbedaannya talah pada iskemia terdapat kelaiman vaskuler sehingga
perfusi ke janngan berkurang dan elmunasi metabolit yang ditimbulkannya (musal
asam laktat) menurun juga sehingga gejalanya akan lebih cepat muncul (Katz,
2015).
B. Saran
Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode prospektif
agar peneliti dapat mengamati kondisi pasien dan permasalahan terkait terapi obat
secara langsung, dapat berinteraksi dengan pasien, dokter dan para klinisi serta
dihasilkan pola penggunaan obat yang lebih representatif.
17
DAFTAR PUSTAKA
Mubarak, I, W. (2015). Ilmu Keperawatan Dasar. Jakarta: Salemba Medika
Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8.
Jakarta:EGC
Joice M, Black. 2009. Keperawatan Medikal Bedah Manajemen Klinis untuk Hasil
yang Diharapkan. Jakarta: Salemba Medika
Langford, Langne. (2008). Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi ke-5.
Jakarta: Moco Media
Langford, Langne. (2008). Nursing Intervension Classification (NIC) Edisi ke-6.
Jakarta: Moco Media