Anda di halaman 1dari 4

RESUME PENGELASAN CO2-MIG

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Proses Produksi

Dosen Pengampu:

Rifano, M.T.

Oleh:

Adhi Izhar Mutaqin

(20021032)

KELAS TRO B

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNOLOGI REKAYASA OTOMOTIF


POLITEKNIK KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN TAHUN 2022
 Pengertian Las Listrik

Las listrik adalah proses pengelasan yang memanfaatkan sumber panas dari energi listrik. Ketika
terhubung dengan listrik, energi diterima mesin las dan diubah menjadi energi panas. Saat kutub
elektroda dan benda yang akan dilas bertemu, terjadilah pertukaran ion yang menimbulkan
terjadinya busur listrik.

 Fungsi Las Listrik

Proses pengelasan ini dilakukan untuk mencapai beberapa fungsi. Adapun fungsinya ialah seperti di
bawah ini:

• Mencapai kekuatan maksimal. Proses las dengan energi listrik mampu menyambung dua
logam untuk mencapai kekuatan hasil las yang paling tidak sama kualitasnya dengan logam induk.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, proses pengelasan harus dilakukan dengan benar dan sesuai
dengan prosedur.

• Membuat sambungan permanen. Proses pengelasan akan menciptakan hasil yang permanen
apabila pada saat perbaikan dilakukan pemotongan mekanik maupun thermal.

• Secara kualitas, proses pengelasan yang menggunakan energi listrik ini akan berbeda dengan
sambungan hasil pengelasan rivet yang hasilnya masih bisa dibongkar dengan mudah.

 Cara Kerja Las Listrik

Proses pengelasan dengan energi listrik ini akan menghasilkan busur listrik pada saat ujung elektroda
bersentuhan dengan bagian pada logam induk. Adanya aliran listrik tersebut akan menimbulkan
terjadinya sebuah arus pendek yang selanjutnya diterima mesin las dan dialihkan menjadi energi
panas. Energi panas yang dihasilkan dari proses tersebutlah yang nantinya digunakan untuk
melelehkan elektroda serta logam induk yang akan disambung.

 Jenis-Jenis Las Listrik

Las listrik ada berbagai macam jenis dan disesuaikan dengan kebutuhan pengelasan logam yang akan
dilakukan. Untuk pembagian jenisnya, las listrik terdapat empat jenis, yakni:

• Las busur listrik

• Las terak listrik

• Las gas listrik

• Las resistensi listrik


 Perlengkapan pengelasan

Las busur listrik merupakan salah satu jenis yang cukup banyak digunakan. Las jenis ini pun masih
dibagi menjadi dua tipe, yaitu las elektroda terumpan dan las elektroda tak terumpan. Perbedaan
dari kedua tipe ini meskipun keduanya tergolong jenis busur listrik terletak pada elektrodanya. Pada
tipe elektroda terumpan, elektroda akan mencair selama proses pengelasan dan menjadi logam
pengisi. Sementara itu, pada proses elektroda tak terumpan, elektroda tidak ikut mencair karena
hanya digunakan untuk menghasilkan busur listrik.

1. Las Elektroda Tak Terumpan

Proses pengelasan yang melibatkan proses elektroda tak terumpan masih dibagi lagi menjadi dua
jenis, yaitu las TIG dan plasma arc welding. Berikut penjelasannya lebih detail untuk masing-masing
proses:

• Las TIG

Las Tungsten Inert Gas atau yang lebih populer dengan sebutan las TIG merupakan salah satu jenis
las listrik elektorda tak terumpan dengan material elektroda yang dipakai adalah jenis wolfram.
Disebut juga sebagai las GTAW, atau terkadang las argon, proses pengelasan jenis ini menghasilkan
titik lebur yang tinggi daripada jenis logam lain yang biasa dipakai. Walaupun titik lebur pada las TIG
bisa mencapai 3.410 derajat Celcius, namun tungsten bisa meleleh apabila dipakai dalam waktu yang
lama serta jika ujungnya tidak dibentuk runcing. Mempertimbangkan hal tersebut, maka proses
pengelasan TIG harus benar-benar memperhatikan bentuk dari ujung tungsten yang digunakan. Jika
tungsten meleleh dan ikut menyatu dengan logam las, maka hal tersebut dapat menimbulkan cacat
las tungsten inclusion. Akibatnya, hasil pengelasan nantinya harus diperbaiki kembali.

• Plasma Arc Welding

Plasma Arc Welding memiliki sistem yang sama dengan las TIG karena memakai tungsten yang
berfungsi sebagai elektroda. Tungsten tersebut diletakkan pada nozzle yang berguna sebagai pusat
busur plasma. Selama proses pengelasan berlangsung, tungsten diarahkan ke area yang akan dilas
dan bekerja dengan kecepatan tinggi. Gas inert seperti argon atau helium dipakai dalam proses ini
untuk melindungi logam cair.

2. Jenis Las Elektroda Terumpan

Meskipun las elektroda terumpan prosesnya tidak terlalu berbeda jauh dengan jenis tak terumpan,
namun las ini juga terdiri dari beberapa jenis.
• Manual Metal Arc Welding

Pada jenis ini elektroda berfungsi sebagai penghasil busur dan bahan pengisi logam. Elektroda yang
terdiri dari filler dan flux pada proses pengelasan akan terbakar. Sedangkan filler menyatu dengan
logam induk dan meleleh menjadi logam las. Flux berfungsi melindungi logam cair dan setelah padat
berubah menjadi slag.

• Submerged Arc Welding

SAW merupakan las listrik elektroda terumpan yang gulungan kawat lasnya diumpankan secara terus
menerus untuk menghasilkan busur listrik maupun logam pengisi. Flux berfungsi sebagai pelindung
logam ketika mencair dan menutupi proses pengelasan.

• MAG dan MIG

Menjalankan sistem yang sama dengan SAW, las MAG dan MIG mengumpankan kawat listrik secara
kontinyu yang nantinya akan mencair menjadi weld metal. Pada proses ini, ada dua gas yang
digunakan sebagai pelindung logam. Gas inert digunakan dalam las MIG sedangkan gas karbon
dioksida dipakai pada proses las MAG.

• Flux Core Arc Welding

Las FCAW bekerja seperti las GMAW namun menggunakan jenis kawat las yang berbeda. Pada las
FCAW, kawat bagian tengahnya berisi flux atau biasa disebut juga dengan istilah tubular. Las listrik
ini menggunakan dua jenis perlindungan. Shelf shielding yang memakai flux dan gas shielding yang
menggunakan kombinasi flux serta gas pelindung lain. Mengetahui cara kerja dan jenis-jenis las
listrik sangat penting karena masingmasing jenis menggunakan material dan melibatkan proses
berbeda untuk mendapatkan hasil maksimal.

Anda mungkin juga menyukai