0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Pengertian Klien

Dokumen tersebut memberikan pengertian konseling menurut para ahli psikologi dan buku-buku psikologi. Ia juga menjelaskan pengertian konseling secara umum, ciri-ciri konseling, peran konselor dan klien, serta beberapa pengertian mengenai klien dalam konseling.

Diunggah oleh

Poli BM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan9 halaman

Pengertian Klien

Dokumen tersebut memberikan pengertian konseling menurut para ahli psikologi dan buku-buku psikologi. Ia juga menjelaskan pengertian konseling secara umum, ciri-ciri konseling, peran konselor dan klien, serta beberapa pengertian mengenai klien dalam konseling.

Diunggah oleh

Poli BM
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PSIKOLOGI KONSELING

Pertemuan ke-2

Nama : Melsiade Fitri Zulfanedi


Nim : 1724090117
Mata Kuliah : Selasa,11.10-13.40
Dosen : Dewi Syukriah .,S.PSI.,M.A

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I
2020
PENGERTIAN KONSELING

PSIKOLOGI KONSELING MENURUT PARA AHLI


- Shertzer & Stone (1974)
Memberikan pengertian bahwa konseling adalah suatu proses penangan individu yang
sedang mengalami masalah untuk kemudian individu tersebut merasa lebih tenang dan
menyenangkan melalui interaksi antra konselor dan konseli.

- Schertzer dan Stone (1980)


Memberikan pengertian bahwa konseling adalah upaya seseorang untuk membantu
individu lain melalui interaksi yang bersifat pribadi sehingga akan mampu membuat
suatu keputusan yang menjadi dianggap sebagai keputusan terbaik.

- Tohari Musnawar (1992)


Memberikan pengertian bahwa konseling adalah suatu proses pemberian bantuan
terhadap individu yang mengalami permasalahan agar menemukan permasalahannya
tersebut sehingga individu yang bersangkutan dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan
diakhirat.

- APGA (American Personel Guidance Association)


Memberikan pengertian bahwa konseling adalah terjadinya hubungan antara seseorang
yang mengalami masalah dan memerlukan bantuan untuk mengatasi permasahannya
tersebut sehingga dapat mengambil keputusan yang terbaik dari permasalahan yang
dialamiya.

PENGERTIAN KONSELING MENURUT BUKU


- Montesen dan Scmuller dalam bukunya yang berjudul Guidence in Today’s school
memberikan pengertian bahwa konseling adalah counseling may, therefore, be defined as
a person to person prosess in which one person is helped by another to increase in
understanding and ability to meet his probems.
- Gustad dalam bukunya yang berjudul Rules and relation ship in Counseling memberkan
pengertian bahwa konseling adalah counseling is a learning-oriented prosess carried on in
simpole one to social environment in which the counselor, professionalally competent in
relevant psycological skill and knowledge, seeks to assist the client by methods
appropriate to the latter’s needsm and within the context of the total personal program, to
learn how to p[ut such understanding into effect in relation to more clearly perceived,
realitically defined goals, to the end that the client may become a happier and more
productive member of society.
PENGERTIAN KONSELING SEBAGAI BERIKUT :
- Konseling adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara bersemuka dalam
wawancara antara konselor dan konseli.
- Konseling mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri, kemudian
ia meminta bantuan konselor sebaagi petugas yang professional dalam jabatannya dengan
pengetahuan dan keterampilan psikologi.
- Konseling ditujukan kepada individu sebagai pribadi yang normal, yang menghadapi
kesukaran dalam lapangan pendidikan, pekerjaan, dan sosila dimana ia tidak dapat
memilih dan merumuskan sendiri. Oleh karena itu konseling hanya ditujukan kepada
individu yang sudah menyadari hidup pribadinya.
- Dalam konseling terdapat hubungan yang dinamis dan khusus, karena dalam interaksi
tersebut konseli merasa diterima dan dimengerti oleh konselor. Dalam hubungan ini
konselor dapat menerima konseli secara pribadi dan tidak memberi penilaian. Konseli
merasa ada orang lkain yang dapat mengerti masalah pribadinya dan mau membantu
memecahkannya. Konselor dan konseli saling belajar dalam pengalaman hubungan yang
bersifat khusus dan pribadi ini.
- Konseling adalah proses belajar yang bertujuan agar klien dapat mengenal diri sendiri,
menerima diri sendiri secara realistis dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya.
Sautu hubungan pribadi yang unik dalam konseling dapat membantu individu membuat
keputusan, pemilihan dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperan
lebih baik dilingkungannya.
- Konseling membantu konseli untuk mengerti diri sendiri, mengekplorasi diri sendiri, dan
dapat memimpin diri sendiri dalam suatu massyarakat.
- Dalam konseling diharapkan seorang konseli dapat mengubah sikap dan keputusan
sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan
kesejahteraan pada diri sendiridan masyarakat sekitarnya.
- Konseling memberikan bantuan kepada individu untuk mengembangkan kesehatan
mental, perubahan sikap, dan tingkah laku.
CIRI KONSELING
1. Konseling dilakukan oleh seorang konselor
- Yang mempunyai kemampuan secara profesional dalam menangani masalah-masalah
yang berkaitan dengan keputusan-keputusan pribadi,sosial,karier dan pendidikan serta
memahami proses-proses psikis maupun dinamika perilaku pada diri klien.

2. Konseling melibatkan interaksi dan komunikasi antara dua orang


- Yaitu konselor dank lien baik secara langsung (bahasa verbal) maupun secara tidak
langsung (non verbal)

3. Tujuan dari hubungan konseling ialah terjadinya perubahan tingkah laku


- Pada diri klien sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh klien. Konselor
berupaya untuk memfasilitasi dan memberikan dukungan,bersama klien membuat
alternative-alternatif pemecahan masalah demi perubahan ke arah lebih baik dan sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai dalam konseling

4. Konseling merupakan proses yang dinamis


- Dimana individu klien dibantu untuk dapat mengembangkan dirinya,mengembangkan
kemampuan-kemampuanya dalam mengatasi masalah-masalah yang sedang dihadapi.

5. Konseling merupakan suatu proses belajar


- Terutama bagi klien untuk mengembangkan perilaku baru dan membuat
pilihan,keputusan sendiri (autonomous) kearah perubahan yang dikehendaki

6. Adanya suatu hubungan yang saling menghargai dan menghormati


- Sehingga timbul saling kepercayaan,dengan kata lain konselor menjamin kerahasiaan
klien
KLIEN DALAM KONSELING
- Menurut Rogers dalam Latipun (2004) menyatakan bahwa klien adalah orang yang
hadir ke konselor dan kondisinya cemas atau tidak kongruensi. Dalam konteks konseling,
klien adalah subyek yang memiliki kekuatan, motivasi, memiliki kemauan untuk
berubah, dan pelaku bagi perubahan dirinya. Jadi sekalipun klien itu dalah individu yang
memperoleh bantuan, klien bukanlah obyek atau individu yang pasif, atau yang tidak
memiliki kekuatan apa-apa.

- Pandangan yang lain dikemukakan oleh Yeo (2003), Ia berpandangan bahwa klien
sebagai P-I-N (Person in Need) atau pribadi yang mempunyai kebutuhan. Hal ini
didasarkan pada pandangan bahwa sejumlah klien dalam menghadapi masalah-
masalahnya mempunyai kebutuhan untuk didengarkan atau memerlukan bantuan praktis
berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan material, dan mungkin juga membutuhkan
bantuan untuk memecahkan masalah pribadinya. Namun perlu dipahami dalam hal ini
konselor bukan sebagai agen atau teknisi-teknisi mekanis yang berusaha menentukan
hidup orang tanpa keterlibatan pribadi apapun. Artinya tetap saja klien dilihat sebagai
pribadi yang memiliki kekuatan psikis (psychological strenght), memiliki kekuatan untuk
tumbuh dan berkembang lebih baik, memiliki kemampuan-kemampuan intrapribadi
maupun antar pribadi.

- Menurut Surya (2003) klien merupakan orang yang mengalami kekurangan


”psychological strength” atau daya psikologis yaitu suatu kekuatan yang diperlukan
untuk menghadapi berbagai tantangan dalam keseluruhan hidupnya termasuk dalam
menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya.

- Konsep daya psikologis memiliki tiga dimensi yaitu need fulfillment (pemenuhan
kebutuhan), intrapersonal competencies (kompetensi intrapribadi), dan interpersonal
competencies (kompetensi pribadi). Dengan kata lain bila ketiga dimensi itu kuat maka
akan memperkuat daya psikologis individu. Jadi jelaslah bahwa individu akan mengalami
masalah ketika salah satu dimensi tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan demikian dalam memahami klien maka konselor melihat sosok klien adalah
individu yang perlu dibantu dalam meningkatkan daya psikologisnya agar ia dapat makin
efektif dalam mengelola perilakunya sendiri maupun dengan lingkungannya sehingga
mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan hidup.

- Menurut Glading (2009) ada beberapa jenis klien yang dianggap sukses dalam konseling
yaitu yang memiliki ciri-ciri YAVIS (Young, Attractive, Verbal, Intelligent, Succesfull).
Dengan kata lain konselor menyukai jenis-jenis klien tersebut, karena kemungkinan
sukses dalam konseling besar.
- Sebaliknya klien yang tidak disukai, yang akan dianggap akan kurang sukses dalam
konseling adalah yang mempunyai ciri-ciri HOUND (Homely, Old, Unintelligent,
Nonverbal, Disadvataged) atau DUD (Dumb, Unintelligent, Disadvataged). Singkatan-
singkatan ini memang begitu jahat kedengarannya, namun hal ini dapat dimengerti,
karena memang agar dapat sukses dalam konseling individu memerlukan kemampuan
dapat mengekspresikan diri, dan menemukan insight yang dapat membantunya untuk
lebih memahami dirinya dari percakapannya dengan konselor. Supaya dapat menemukan
insight, diperlukan peran inteligensi untuk mengolah masukan yang diperolehnya dari
konselor.

- Perlu dipahami bahwa konselor sebaiknya menghindari sindrom-sindrom tersebut


(YAVIS dan HOUND), meskipun dalam bekerjanya konselor memang dipengaruhi oleh
kemampuan atau tampilan dengan disiapa ia bekerja (klien).

Kesiapan klien untuk melakukan konseling akan tergantung dari hal-hal berikut:
a) Motivasi klien untuk memperoleh bantuan dari konselor mengenai permasalahannya
b) Berbagai pengetahuan klien mengenai konseling
c) Kecakapan intelektual dari klien sendiri
e) Harapan-harapan klien terhadap konselor
f) Sistem pertahanan (Defense Mechanism) dari klien sendiri.

- Kesiapan klien juga dapat terganggu apabila klien tersebut merupakan klien yang bersifat
“kiriman” karena sesuatu hal, hal ini sering terjadi dalam sebuah lembaga seperti sekolah
maupun sebuah perusahaan. Bagi klien yang tidak datang atas kemauan sendiri,
pengalaman menunjukkan bahwa akan sangatlah menguntungkan jika penyuluh segera
membahas tanggapan klien tentang keberadaan klien saat itu dihadapan konselor. Dalam
hal ini konselor dapat:

a) Menanyakan kepada klien, bahwa siapa yang menyuruh klien tersebut datang kepada
konselor. Yang hal ini bermanfaat untuk informasi awal bagi konselor.

b) Memberikan alasan mengapa klien diminta datang menghadap konselor, misalnya


dengan bertanya kepada klien,

c) Mengemukakan kepada klien tentang hal-hal yang dapat diberikan oleh seorang
konselor kepada klien selama proses konseling

d) Mengajak klien untuk mengemukakan perasaan yang dialaminya dalam suasana saat
itu. Apakah dia marah? Takut? Bingung? Tidak menentu? Atau bagaimananya.
Hambatan dalam mencapai kegiatan konseling yang paling sering dijumpai, diantaranya
adalah
a) Penolakan secara kultural terhadap hal-hal diatas, sebagaimana kekuatan kultural
dalam mempengaruhi cara pandang atau persepsi seseorang yang hal ini akan
mempengaruhi berbagai kesiapan klien dalam menghadapi konseling.

b) Situasi fisik dalam konseling, seperti kondisi klien, kondisi lingkungan dari ruangan
konseling, dan hal-hal bersifat fisik lainnya.

c) Pengalaman pertama dalam konseling yang tidak menyenangkan, hal ini akan
mempengaruhi persepsi klien terhadap konseling.

d) Kurangnya pengertian terhadap konseling


PERBEDAAN PSIKOLOG DENGAN PSIKIATER

- Psikolog dan psikiater memiliki perbedaan konten dan ruang lingkup mereka.

1. PSIKOLOG
- Psikolog adalah ahli psikologi.
- Psikolog, meskipun memiliki gelar doktor, tetap bukan dokter medis. Sebagian besar dari
para psikolog tidak dapat meresepkan obat.
- Psikolog hanya fokus pada pemberian psikoterapi (terapi bicara) untuk membantu pasien.

2. PSIKIATER
- Psikiater adalah dokter yang ahli dalam penyakit jiwa.
- Dokter medis yang dapat meresepkan obat.
- Psikiater mendiagnosis penyakit, mengelola perawatan, dan menyediakan berbagai terapi
untuk penyakit mental yang kompleks dan serius.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://www.indonesiastudents.com/pengertian-konseling-menurut-para-ahli/
2. https://zaimmatun.wordpress.com/2014/01/12/cara-cara-menyiapkan-klien-dalam-
konseling/
3. https://www.dictio.id/t/bagaimana-karakteristik-klien-konseli-didalam-proses-
konseling/14880
4. https://tirto.id/apa-perbedaan-psikolog-dan-psikiater-ezYF

Anda mungkin juga menyukai