Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN PERAKTEK KERJA INDUSTRI

PEMBAHASAN ALTERNATOR
PT .BORMINDO NUSANTARA
Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

Disusun Oleh:

ABDURRAHMAN IBRAHIM
NIS/NISN 7881 256 009/ 0068420694

JURUSAN TEKNIK INSTALASI LISTRIK

SMK NEGERI 1 MANDAU

TP. 2023/2024
i
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan penyelesaian praktik kerja


Lapangan ( PKL )
Semester ganjil/genap (Juli-Oktober 2023)
SMK NEGERI 1 MANDAU Provindi Riau,Tahun Ajaran 2023/2024
PT.Bormindo Nusantara
Terhitung dari tanggal 17 Juli s/d 17 Oktober 2023

DISUSUN OLEH

NAMA : ABDURRAHMAN IBRAHIM


NISN : 0068420694
Kelas : XII
Program Keahlian : INSTANSI LISTRIK
Kompensi Keahlian : TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

Duri,17 Oktober 2023

Regional office Manager Mentor

Ali Irpan Nasution IVO WANRI

ii
KATA PENGATAR

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala hidayah dan rahmat-
Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang bertempatan
di PT.Bormindo Nusantara selama 3 bulan dengan baik sekaigus penulis dapat Menyusun
laporan ini sebagai kewajiban pelaksanaan PKL dengan tepat waktu.

Kegiatan praktek kerja lapangan ini merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi
dalam program Sekolah Menengah Keahlian (SMK) untuk menuntaskan program studi yang
saya yang tempuh .Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini ternyata banyak memberikan
manfaat kepada saya sendiri baik dari segi akademik maupun untuk pengalaman yang tidak
saya temukan saat ini dan berada di bangku sekolah

Dalam penyusunan laporan Praktek Kwerja Lapangan ini banyak pihak yang telah
membantu saya ,oleh karena itu tidak lupa saya mengucapkan terimakasih banyak kepada:

1.Tuhan yang Maha Kuasa Yang telah memberikan nikmat Kesehatan kepada saya bisa

menyelesaikan laporan ini dengan baik

2.Orangtua dan keluarga saya yang telah memberikan bantuan moral dan materi.

3.Bapak Zulfikar,S,pd,M.M selaku kepala sekolah SMKN 1 MANDAU

4.Bapak Afriadi S,pd, selaku kepala jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)

5.Bapak Feri Werdison selaku Departement Head tempat saya melaksanakan praktek kerja

lapangan dan seluruh karyawan PT.Bormindo Nusantara yang telah memberikan ilmu kepada

saya selama PKL di Bormindo

6.Bapak/Ibu guru ,Adik-adik kelas saya yang telah memberi dorongan material maupun

spiritual,keluarga dan saudara saudara saya, serta semua pihak yang telah membantu

iii
Dalam menyusunlaporan ini saya telah berusaha secara maksimal , tapi saya menyadari
bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan , untuk itu kritik dan saran yang membangun
sangat saya harapkan , untuk perbaika. Penulis berhara laporan prakerin ini memberikan
manfaat bagi pembaca

Duri, 17 OKTOBER 2023

ABDURRAHMAN IBRAHIM

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................... ii

KATA PENGANTAR............................................................................... iii

DAFTAR ISI................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.................................................................................vii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang........................................................................................ 8

1.2Tujuan Prakerin....................................................................................... 8

1.3Manfaat Prakerin…………………………………………………......... 9

1.4Waktu dan Tempat…………………………………………………...... 10

BAB II. PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat....................................................................................... 11

2.2 Kebijakan Perusahaan............................................................................. 13

2.2.1 Visi....................................................................................................... 13

2.2.2 Misi....................................................................................................... 13

2.3 Disiplin Kerja........................................................................................... 13

2.3 Waktu Praktek Kerja Lapangan............................................................... 14

2.4 Struktur Organisasi…………………………………………………....... 14

BAB III. DASAR TEORI DAN PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Alternator………………………….……………………..... 15

3.2 Model Alternator………………………………………………............ 16

v
3.3 Komponen Alternator………………………………………………….. 16

3.4 Rangkaian kelistrikan pada alternator………………………………….. 23

BAB IV. PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Menganalisa Kerusakan Alternator…………………………………...... 24

4.2 Perawatan Alternator………………………………………………….... 25

BAB V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan…………………………………………………................... 27

5.1 SARAN…………………………………………………......................... 27

DAFTAR PUSTAKA………………………...………………..................... 28

LAMPIRAN …………………………………………………...................... 29

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Tempat Pelaksanaan PKL……………………………………

Gambar 2.2 Struktur Organisasi ………………………………………….

Gambar 3.1 Alternator…………………………………………………....

Gambar 3.2 Komponen Alternator………………………………………..

Gambar 3.3 Pully………………………………………………….............

Gambar 3.4 Fan…………………………………………………...............

Gambar 3.5 Spicer(Busing)………………………………………………

Gambar 3.7 Housing Belakang………………………………………….

Gambar 3.8 Rotor…………………………………………………...........

Gambar 3.9 stator…………………………………………………............

Gambar 3.10 Rectifier………………………………………………….....

Gambar 3.11 Carbon Brush……………………………………………….

Gambar 3.12 bearing…………………………………………………........

Gambar 3.13 regulator………………………………………………….....

Gambar 3.14 Rangkaian Kelistrikan Alternator………………………….

Gambar 4.1 Rectifier Terbakar……………………………………………

vii
BAB I

PENDAUHULUAN

1.1 Latar Belakang


Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah suatu bentuk penyelenggaraan kegiatan dari
sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di
sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia
kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian professional. Dimana keahlian professional
tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan
kiat.

Beberapa peraturan dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin)


berdasarkan keputusan menteri yaitu sebagai berikut :

Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Pendidikan Nasional yaitu untuk


menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi
peranannya dimasa yang akan datang.Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta didik sebgai
anggota masyarakat dalam mengadadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial

Dimana adanya PKL siswa dapat memperoleh


pengalaman tentang dunia kerja dan siswa dapat menuliskan hasil prakerin tersebut dalam
bentuk laporan. Kegiatan PKL ini juga merupakan salah satu
persyaratan di SMK dan begitu jga di SMK Negeri 1 Mandau, agar siswa
dapat membandingkan antara materi dengan praktek dilapangan.

1.2 TUJUAN PRAKERIN


Program prakerin disusun Bersama antara SMK dan DUDI yang menjadi instituti/Industri
Pasangan (IP) dalam pelaksanaan prakerin untuk memenuhi kebutuhan peserta didik sebagai
peserta prakerin , sekaligus merupakan wahana

8
9
berkontribusi bagi DUDI terhadap upaya peningkatan kualitas Pendidikan di SMK .
Tujuan prakerin antara lain sebagai berikut :

1. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada eserta didik dalam rangka
menanamkan ( internalize ) ikim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu
proses dan hasil kerja.

2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun dan


mengembangkan kepribadiannya yang berkarakter sesuai dengan nilai nilai positif
yang tumbu dan diperlukn oleh masyarakat , khususnya di dunia kerja yang ditekuni .
Memenuhi hal-hal yang belum dipenuhi di sekolah agar mencapai keutuhan standar
kompetensi lulusan.

3. Mengaktualisasikan salah satu bentuk aktivitas dala penyelenggaraan Model


Pendidikan Sistem Ganda ( PSG) antara SMK dan Institui Pasangan yang memadukan
secara sistematis dan sistemik program Pendidikan di sekolah (SMK) dan program
pelatihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DUDI)

1.3 MAMFAAT PRAKERIN


Adapun mamfaat dari prakerin sebagai berikut :

a. Memiliki keahlian Profesional dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos


kerja yang sesuai dengan tuntunan zaman.
b. Mengasah keterampilan yang diberikan sekolah menegah kejuruan (SMK).
c. Membentuk pola pikir siswi-siswi agar terkonstruktif baik, serta memberikan
pengalaman dalam dunia industri maupun dunia kerja,
d. Meningkatkan rasa percaya diri, disiplin dan tanggung jawab.

10
1.4 WAKTU DAN TEMPAT
1. Waktu

Waktu pelaksanaan prakerin pada Teknik Pengeboran Minyak dan Gas Bumi
berlangsung selama kurang lebih 3 bulan . Di mulai pada tanggal 17 Juli 2023 s/d 17
Oktober 2023

2. Tempat

Tempat pelaksanaan prakerin berada di Jl. Lintas Sumatra Jl. Duri - Dumai
No.KM. 7, Balai Makam, Kec. Mandau, Kabupaten Bengkalis , PT. Bormindo
Nusantara

gambar 1.1 : Tempat Pelaksanaan PKL

11
BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat

Gambar 2.1 halaman depan PT. Bormindo Nusantara

PT. Bormindo Nusantara didirikan pada tanggal 22 mei 1980 yang berkantor di
Jakarta Pusat . Pada saat itu perusahaan PT. Bormindo Nusantara baru memiliki satu unit
well Servicing Rig pekerjaan yang pertama sekali yaitu melaksanakan perawatan sumur
minyak di daerah Jati barang, Cirebon .Kerja sama dengan PT. Pertamina Jawa Barat .

Pada tahun 1984 perusahaan menambahkan dua Rig lagi untuk menunjang kegiatan
operasi tambahan pekerjaan yang diberikan oleh PT.Pertamina , selain itu pada tahun 1985
PT. Bormindo Nusantara bekerja sama dengan PT. Caltex Pasific Indonesia (CPI) .
Perusahaan menandatangani kontrak pengeboran minyak (drilling) di Provinsi Riau. Untuk
melaksanakan kontrak tersebut , perusahaan membeli tambahan Rig sebanyak tiga unit , salah
satunya berupa Heli Rig.

Tahun 1987 , perusahaan memenangkan kontrak pengeboran eksplorasi di wilayah


kerja PT. Stanvac Indonesia di Sumatera Selatan . Untuk melaksanakan pekerjaan
tersebut ,perusahaan membeli tambahan peralatan dan perlengkapan untuk mengubah
Servicing Rig menjadi Drilling Rig.

Selanjutnya pada tahun 1988 perusahaan memenangkan kontrak Well Servicing untuk
mengerjakan sumur sumur produksi PT.Caltex Pasific di Sumatera Tengah . Untuk memnuhi
kontrak terseut , perusahaan membeli 4 unit Well Servicing Rig

12
13
Kemudian pada tahun 1989 perusahaan menandatangani kontrak eksplorasi dari The Join
Body Pertamina Canada North West Energy. Seterusnya pada tahun 1991 perusahaan
Kembali memenangkan kontrak dengan humpuss atau patragass Drilling Compaing untuk
pekerjaan pengeboran eksplorasi di daerah Cepu, Jawa Tengah

Sampai saat ini PT.Bormindo Nusantara memiliki dua belas rig . Terdiri dari delapan
rig yang masih beroperasi yaitu empat unit well servicing rig dan 4 unit drilling rig , 4 unit
lagi tidak aktif (stand by) . Untuk menunjang kelancaran operasi Rig-Rig
tersebut ,perusahaan menyediakan workshop dan overhoul untuk perawatan dan perbaikan
mesin mesin Drilling dan Well Servicing .

Tabel 2.1 merupakan daftar nama nama Rig yang aa dan pernah dimiliki PT.Bormindo
Nusantara

Tabel 2.1 Daftar nama nama Rig

No. Nama Rig Merk Power


1. BN-01 Frank Cabot 550 HP
2. BN-03 Skytop 750 HP
3. BN-05 Skytop 750HP
4. BN-06 Skytop 650HP
5. BN-08 Cooper 350HP
6. BN-09 Cooper 350HP
7. BN-10 Cooper 350HP
8. BN-11 Cooper 350HP
9. BN-12 Skytop 550HP
10. BN-14 Cooper 350HP
11. BN-15 XJ 550HP
12. BN-16 China 550HP
13. BN-17 China 550HP
14. BN-18 China 550HP
(Sumber:PT. Bormindo Nusantara)

14
2.2 Kebijakan Perusahaan

Dalam komitmen penerapan pedoman system manajemen yang integrasi ini ,pimpinan
puncak perusahaan telah menetapkan dan mengesahkan hal-hal sebagai berikut

2.2.1 Visi

Untuk menjadi perusahaan minyak dan gas kelas dunia dengan dukungan layangan
penuh

2.2.2 Misi

Untuk melakukan jasa operasi pengeboran untuk Indonesia dan Asia Tenggara, dan
untuk mengatur Bormindo sebagai fondasi menuju jasa pengeboran terintegrasi

2.3 Disiplin Kerja

Dengan adanya tata tertib yang baik akan menciptakan hasil kerja yang baik ,karena
akan timbul ,karena akan timbul kedisplinan kerja pada diri masing -masing karyawan

Dengan tata tertib diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja yang mengacu
pada standard mutu, kaulitas,dan kuantitas yang semakin meningkat

Secara garis besar tata tertib yang berlaku di PT.Bormindo Nusantara adalah sebagai
berikut :

a. Setiap karyawan wajib melaksanakan setiap tata tertib dan peraturan yang berlaku di
perusahaan
b. Setiap karyawan wajib melaksanakan ketentuan kaidah tentang
keselamatan ,Kesehatan kerja dan lingkungan hidup
c. Setiap karyawan wajib menjaga kesehatanya maupun Kesehatan lingkungan sekitar
(termasuk orang lain).
d. Setiap karyawan wajib memakai alat pengaman maupun pelindung terutama di tempat
yang berbahaya
e. Setiap karyawan wajib bertingkah laku sopan,baik di dalam maupun diluar
perusahaan
f. Setiap karyawan wajib mengemudikan kendaraan perusahaan sesuai dengan peraturan
lalu lintas

15
g. Setiap petugas keamanan wajib melaksanakan tugas keamanan sebaik baiknya
h. Setiap karyawan wajib saling menghargai dan membina kerja sama yang baik dengan
rekan kerja
2.3 Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL)

HARI WAKTU MASUK WAKTU ISTIRAHAT WAKTU PULANG


Senin 08.00 WIB 12.00WIB-13.00 WIB 17.00 WIB
Selasa 08.00 WIB 12.00WIB-13.00 WIB 17.00 WIB
Rabu 08.00 WIB 12.00WIB-13.00 WIB 17.00 WIB
Kamis 08.00 WIB 12.00WIB-13.00 WIB 17.00 WIB
Jumat 08.00 WIB 12.00WIB-13.30 WIB 17.00 WIB
Sabtu Libur Libur Libur
Minggu Libut Libur Libur
Tabel 2.2 : Jadwal Waktu Praktek Kerja Lapangan (PKL)

2.4 Struktur Organisasi

16
Gambar 2.2 : Struktur Organisasi

17
BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Pengertian Alternator


Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting
yaitu Aki, Alternator dan Regulator. Alternator sendiri terdiri dari komponen-
komponen seperti gabungan kutub magnet yang dinamakan rotor, yang di
dalamanya terdapat kumparan kawat magnet yang di namakan stator. Alternator
memulai berfungsi untuk menghasilkan listrik/Pembangkit listrik ketika mesin di
hidupkan untuk di salurkan ke aki dengan mengkonversi / mengubah tegangan
AC menjadi tegangan DC . Sedangkan regulator punya fungsi sebagai alat
pengatur dan pembatas voltase yang terdiri dari sebuah rangkaian diode yang di
namakan rectifier serta dua kipas dalam (internal Fan) untuk menghasilkan
sirkulasi udara.

Gambar 3.1 Alternator

Alternator berfungsi untuk mengubah energy mekanis yang di dapatkan dari


mesin tenaga listrik, menghasilkan arus bolak-balik, Alternator memsuplai kebutu
han listrik pada mobil sewaktu mesin hidup. Tetapi apabila jumlah pemakaian list
rik lebih besar daripada yang di hasilkan alternator, maka baterai ikut memikul be
ban kelistrikan tersebut.

18
Besaran daya yang terdapat alternator beragam, mulai dari yang paling kecil yang mem
punyai daya 35 A hingga yang terbesar yang beredar dipasaran yaitu 220 A. Karena berfungsi
sebagai pembangkit daya listrik ke Aki, Apabila ada penambahan perangkat atau aksesoris m
obil yang membutuhkan beban listrik yang besar / banyak, cukup dengan mengganti alternato
rnya bukan aki. Karena bila memperbesar daya listrik di aki tapi penyaluran tenaga nya lebih
kecil maka aki akan tetap tekor. Jadi makan besar beban listrik yang dipakai, makan besar jug
a daya dari alternator yang harus di pergunakan.

3.2 Model Alternator


Model alternator untuk setiap jenis mobil itu berbeda-bea, tapi kebanyakan alternator
mempunyai regulator yang berbeda didalamnya ( IC Built In ), Namun untuk tipe yang lama
mempunyai regulator diluar. Tidak seperti model yang lama, tipe yang punya IC Built In ini
dapat dengan mudah di perbaiki dengan membuka tutup bagian atasnya.
Tipe lainnya adalah model pulley alternator yang diikat/dikencangkan ke bagian sumbu
rotor. Alternator dengan tipe ini tidak mempunyai kipas luar yang menjadi bagian dari pulley-
nya namun sudah mempunyai 2 kipas dalam untuk sirkulasi udara pendingin, tidak seperti
jenis alternator lama yang menggunakan kipas luar untuk pendinginan.

3.3 Komponen Alternator


Komponen-komponen Alternator antara lain adalah sebagai berikut :
1. Pully
2. Fan
3. Spicer ( Busing )
4. Housing ( Depan & Belakang )
5. Rotor
6. Stator
7. Rectifier
8. Rumah Sikat

Gambar 3.2 Komponen Alternator

19
1. Pully
Pully berfungsi meneruskan putarran mesin ke Alternator membuat
perbandingan putaran antara putaran mesin dan alternator.

Gambar 3.3 Pully

2. Fan
Fan berfungsi untuk mendinginkan komponen-komponen yang berada di dalam
Alternator.

Gambar 3.4 Fan

20
3. Spicer (Busing)
Berfungsi untuk menahan kipas atau sebagai pembatas antara kipas dan body depan
Alternator

Gambar 3.5 Spicer(Busing)

4. Housing Depan Dan Belakang ( Rear end frame & Drive end fram )

a. Housing Depan

Gambar 3.6 Housing Depan

21
b. Housing Belakang

Gambar 3.7 Housing Belakang

Housing depan dan belakang ( Rear end frame & Drive end fram ) ini berfungs
i untuk sebagai kerangka luar yang memegang bagian-bagian dalam alternator, selain
itu juga mempunyai saluran udara untuk meningkatkan efesiensi pendinginan.
5. Rotor
Rotor merupakan bagian yang berputar di dalam Alternator, Pada rotor
terdapat kumparan rotor ( Rotor Coil ) yang berfungsi untuk membangkitkan
kemagnetan. Kuku-kuku yang terdapat pada rotor berfungsi sebagai kutub-kutub
magnet, dua slip ring yang terdapat pada Alternator berfungsi sebagai penyalur listrik
kekumparan rotor.

22
Gambar 3.8 Rotor

6. Stator

Gambar 3.9 stator

Stator merupakan bagian dalam Alternator yang diam berupa lilitan. Dan
terdiri atas 3 kumparan yang pada salah satu ujung-ujungnya di jadikan satu. Pada
bagian ujung kabel lainnya akan menghasilkan arus bolak balik (AC) tiga phase.
Untuk membangkitkan tengangan bolak balik tiga pashe.

7. Rectifier

Gambar 3.10 Rectifier

Rectifier berfungsi untuk menyerahkan arus listrik. Di dalam Alternator


terdapat 2 buah rectifier, yaitu rectifier negative dan rectifier positif.
Rectifier positif di tandai dengan adanya terminal B pada Alternator. Terminal B pada
Alternator biasanya berupa baut yang di buat lebih panjang dan atau lebih besar

23
8. Carbon Brush

Gambar 3.11 Carbon Brush

Carbon Brush sebagai penyuplai arus listrik ke rotor untuk menghasilkan


kemagnetan. Sikat arang berfungsi mengalirkan arus ke kumparan rotor melalui slip
ring. Rumah sikat/ Brush Holder berfungsi sebagai tempat sikat arang.

9. Bearing
Memungkinkan rotor dapat berputar lembut

Gambar 3.12 bearing

24
10. Regulator

Gambar 3.13 regulator

Fungsi regulator pada alternator adalah untuk mencegah terlambatnya suplai


listrik menuju aki yang dapat menyebabkan kurangnya pasokan listrik pada aki
menjadi terganggu, ada dua tipe komponen regulator yaitu tipe IC dan tipe kontak
point atau cut out, keduanya memiliki kelebihan serta kelemahan, untuk komponen
regulaor cut out komponen tersebut harus dilakukan perawatan rutin dan penyetelan
ulang agar suplai arus listrik tidak mengalami keterlambatan sehingga aki menjadi
tekor, harga yang murah bisa menjadi pilihan untuk membeli komponen tersebut,
sedangkan pada regulator IC tidak perlu dilakukan perawatan khusus akan tetapi
komponen tesebut rentan pada suhu yang tinggi sehingga dapat menyebabkan

25
kerusakan. Jadi kesimpulan fungsi regulator dengan alternator adalah sebagai sumber
pembangkit tenaga listrik yang kemudian di simpan di dalam aki.

Kerusakan pada regulator biasanya di tandai dengan gejala aki tekor atau
kurangnya pasokan listrik dan beberapa kasus tertentu justru membuat suplai
tegangan listrik menjadi berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan pada
komponen aki,suplai tegangan listrik yang berlebihan membuat cairan air aki H2SO4
menjadi mendidih dan merusakkan sel-sel yang terdapat di dalam aki dan kemampuan
aki dalam menyimpan tegangan listrik tidak bisa lama.

Tidak ada perawatan khusus untuk merawat komponen alternator tersebut,


yang paling utama adalah menghindari air saat alternator tersebut bekerja, cek
kebocoran selang saluran oli pada power stering maupun minyak rem agar cairan
tersebut tidak menentes pada komponen alternator dan membuat korsleting pada pada
komponen alternator tersebut, hindari hindari pula melaju kecepatan tinggi pada
genangan air di waktu hijan yang bisa menyebabkan cipratan air menyelinap pada
komponen alternator. Indikator lampu berlogo batrey pada dashboard mobil biasanya
akan menyala saat komponen alternator tersebut mengalami gangguan, maka
segeralah untuk membawa mobil kesayangan anda ke bengkel terdekat jika indikator
tersebut menyala merah saat mobil maupun mesin dalam keadaan bekerja.

Perbaikan alternator biasanya dengan melilit ulang kumparan kawat yang


terdapat pada alternator dan memakan waktu 3.5 jam hingga 5 jam, akan tetapi
apabila regulatornya yang mengalami kerusakan, maka tidak ada cara lain dengan
mengganti komponen regulator tersebut dengan komponen yang baru. Akan tetapi
terkadang perbaikan alternator keseluruhan biayanya menjadi lebih mahal apabila kita
dapat menemukan sebuah alternator rekondisi atau pun komponen limbah bekas dari
singapura dengan kondisi yang prima.

3.4 Rangkaian kelistrikan pada alternator


 Terminal B+ : Untuk suplai arus listrik ke baterai
 Terminal IG : Untuk menghidupkan/turn ON regulator
 Terminal S : Untuk memonitor tegangan pengisian ke baterai

26
 Terminal L : Untuk
menghubungkan lampu
charging ke ground sebelum
alternator berputar dan
memutus arus dari lampu
charging setelah alternator
berputar. Gambar 3.14 Rangkaian Kelistrikan Alternator

 Ground : Body alternator terhubung ke mesin

27
BAB IV

PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Menganalisa Kerusakan Alternator


Akibat kerusakan alternator terlihat pada fungsi baterai (aki) dalam menyedia
kan energi listrik. Kerusakan yang terjadi pada alternator biasanya tidak langsung
terlihat. Namun akibatnya justru akan terlihat pada fungsi baterai (aki) dalam men
yediakan energi listrik bagi system kelistrikan mobil. Karena fungsi alternator unt
uk menghasilkan energi listrik dari putaran mesin. Berikut ini analisa kemungkina
n kerusakan yang bisa terjadi pada alternator .
1. Baterai (aki) tidak terisi tapi mesin bisa di stater
 Belt alternator kendor atau sudah aus. Belt harus di kencangkan atau
malah harus diganti.
 Kabel alternator terkelupas atau putus. Periksa rute kabel kemudian isolasi
kabel yang terkelupas. Jika rusak ganti kabel baru.
 Alternator rusak sehingga sudah saatnya diganti.
 Regulator tegangan rusak.

2. Alternator berisik

 Belt alternator kendor atau aus sehingga perlu dikencangkan atau


malah harus diganti.
 Flens puli arlternator bengkok sehingga harus ganti puli yang baru.
 Bearing alternator sudah aus atau bagian lain alternator ada yang rusak
sehingga harus diganti.
 Dudukan alternator kendor sehingga baut dudukannya harus
dikencangakan.

28
3. Lampu atau sekring sering putus

 Sistem perkabelan ada yang rusak. Periksa hubungan kabel-kabel jika ada
yang terkelupas segera ditutup atau diganti.

 Alternator rusak sehingga harus diganti.

 Periksalah beterai (aki), jika rusak harus diganti.


Beberapa bunyi yang biasa terdapat pada daerah sekitar alternator beserta gejalanya:
1. Bunyi yang disebabkan oleh belt kering dengan ditandai bunyi berdecit akan
terjadi terus menerus.
2. Bubyi yang disebabkan oleh belt alternator longgar biasanya bunyi akan terdengar
ketika menghidupkan AC mobil atau menyalakan lampu besar.
3. Bunyi yang disebabkan oleh bearing alternator atau kolaher alternator rusak
biasanya alternator akan bersuara kasar jika bearing rusak.
4. Yang terakhir yaitu Dioda Rectifer menjadi penyebab bunyi di alternator dengan
gejala terdengar suara nguiiiiing terus menerus saat mesin hidup, dan cara
termudah untuk mendeteksi dengan cara mencabut soket terminal F saat alternator
berputar maka bunyi akan hilang dan hasilnya adalah lihat gambar di bawah dioda
rectifier hangus.

Gambar 4.1 Rectifier Terbakar

4.2 Perawatan Alternator


Ada beberapa tahapan untuk perawatan alternator :
a. Tidak ada hal khusus untuk merawat alternator, tapi apa bila kerusakan dapat
dideteksi secara dini melalui konsol dashboard yang terdapat gambar aki, apabila
berkedip-kedip berarti tidak ada pengisian ke aki dan bisa jadi terdapat kerusakan

29
pada alternator selain dari aki nya. Aki sendiri berhubungan langsung dengan dinamo
starter. Selain itu juga, jangan menambah beban listrik yang berlebihan pada
kendaraan, karena dapat memperpendek umur dari alternator atau pun umur aki.
b. Karena terdiri dari bermacam-macam komponen, maka apabila ada kerusakan pada
salah satu komponennya masih bisa di perbaiki (rekondisi). “pengerjaan kerusakan
dari alternator bisa mencapai 3-5 jam tergantung dari tingkat kesulitan kerusakan dari
alternator.
c. Dengan sistem rekondisi, Atek dapat memperbaiki alternator tersebut asalkan dengan
kondisi kerusakan yang kurang dari 50% atau tidak terlalu parah. Apabila kondisi
kerusakan lebih dari 50%, lebih baik diganti dengan model baru. Untuk kisaran harga
rekondisi di galeri Alternator sendiri harga dipatok mulai dari ratusan ribu hingga
jutaan rupiah, semua tergantung dari kondisi si alternator itu sendiri.
d. Kerusakan pada regulator biasanya ditandai dengan gejala aki tekor atau kurangnya
pasokan listrik dan beberapa kasus tertentu justru membuat suplai tegangan listrik
menjadi berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan pada komponen aki, suplai
tegangan listrik yang berlebihan membuat cairan air aki H2SO4 menjadi mendidih
dan merusakkan sel-sel yang terdapat di dalam aki dan kemampuan aki dalam
menyimpan tegangan listrik tidak bisa lama.

30
BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

1. Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 rangkaian komponen penting yaitu


Aki, Alternator, Regulator. Alternator sendiri terdiri dari komponen-komponen
seperti gabungan kutup magnet yang dinamakan rotor, yang didalamnya terdapat
kumparan kawat magnet yang dinamakan stator. Alternator mulai berfungsi untuk
menghasilkan listrik/pembangkit listrik ketika mesin dihidupkan untuk disalurkan ke
aki dengan mengkonversi/mengubah tenaga AC menjadi DC.
2. Komponen-komponen Alternator antara lain adalah sebagai berikut:
a. Pully
b. Fan
c. Spicer (Busing)
d. Housing (Depan & Belakang)
e. Rotor
f. Stator
g. Rectifier
h. Rumah Sikat
3. Akibat ke rusakan alternator terlihat pada fungsi baterai (aki) dalam menyediakan
energi listrik. Kerusakan yang terjadi pada alternator biasanya tidak langsung terlihat.
Namun akibatnya justru akan terlihat pada fungsi baterai (aki) dalam menyediakan
energi listrik bagi sistem kelistrikan mobil. Karena fungsi alternator untuk
menghasilkan energi listrik dari putaran mesin.
5.1 SARAN

Berdasarkan hasil laporan, saran yang dapat penulis berikan demi kebaikan dan
kemajuan dikemudian hari, serta perkembangan dan perubahan dilikungan PT. BORMINDO
NUSANTARA adalah :

1. Keberbersihan di area Yard PT. BORMINDO NUSANTARA dan sekitarnya


hendaknya lebih ditingkatkan lagi supaya keliatan lebih rapi, nyaman dan bersih pada
saat bekerja.
2. Perlengkapan alat pelindung diri (APD) dan keselamatan kerja harap untuk lebih
diperhatikan demi keselamatan diri.
3. Menempatkan alat – alat yang telah digunakan pada tempatnya dan disusun dengan
rapi agar tidak berserakan
4. Utamakan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja dan jangan sampai lalai dalam
melakukan pekerjaan

31
5. Mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh perusahaan agar semua pekerja /
karyawan dalam menjalankan pekerjan dengan nyaman

DAFTAR PUSTAKA

32
LAMPIRAN

33

Anda mungkin juga menyukai