Anda di halaman 1dari 20

BAB II

MAKNA NEGARA
A . Pengertian.
Dibawah ini beberapa pengertian negara menurut para ahli.

1 . Negara dalam pemikiran Barat

a . Aristoteles
Dalam bukunya “politica”, Negara adalah persekutuan dari keluarga
dan desa guna memperoleh hidup yang sebaik-baiknya. Negara yang
dimaksudkan adalah negara hukum yang didalamnya terdapat
sejumlah warga negara yang ikut serta dalam permusyawaratan
negara (ecclesia)

b. Agustinus
Membagi negara menjadi dua: Civitas Dei (negara Tuhan yg diwakili
gereja) dan Civitas Terena atau Civitas Diaboli (negara
1
duniawi)
c. N Machiavelli
Bukunya “IL Principle”,
Negara adalah sebagai kekuasaan.

Untuk mencapai tujuan negara, negara harus


mempunyai semua alat-alat kekuasaan fisik, bahkan
kalau perlu negara dapat menggunakan semua alat
kekuasaan fisik demi mencapai tujuan negara
walaupun bertentangan dengan kemanusiaan.
……. Lanjut

d .Logeman
Negara sebagai organisasi kekuasaan/kewibawaan yang meliputi
bangsanya.
e . Kranen Burgh
Negara adalah organisasi kekuasaan yang timbul karena
kehendak bangsanya / diciptakan oleh bangsanya.
f . Harold J Laski
Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena
mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan secara sah
lebih agung dari pada individu atau kelompok yang merupakan
bagian dari masyarakat itu.
3
…….. Lanjut

g . Max Weber
Negara adalah lembaga yang memiliki keabsahan atau
monopoli dalam penggunaan kekuasaan fisik secara
sah dalam suatu wilayah.

h . Robert Mac Iver


Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan
penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu
wilayah berdasarkan sistem hukum yang
diselenggarakan oleh suatu pemerintahan yang untuk
maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa.
2 . Negara menurut Pandangan Islam

Dalam kajian Islam negara dapat bermakna

“Daulah”, “Khilafah’, “Hukumah”, “Imamah” dan ‘Sulthan”.

Daulah = Bergulir atau berputar


Khilafah = perwakilan berasal dari khalf yang berarti
wakil.
Hukumah = pemerintah
Imamah = khalifah , raja, kepala negara.
Sulthan = kekuasaan, kekuasaan yang efektif.

5
Negara menurut Ibnu Khaldun :
bahwa tipologi negara dengan tolak ukur kekuasaan,
yang mengelompokan negara sebagai berikut:

1) Al-Mulk Tabi’i (negara berdasarkan kekuasaan


alamiah), yang ditandai dengan kekuasaan yang
sewenag-wenang atau despotis dan cenderung pada
hukum rimba.
2) Al-mulk Siyasi (negara dengan kekuasaan politik/
organisasi politik). Dibagi menjadi tiga kelompok:
a) Al-mulk siyasi aqliyah.
b) Al-mulk siyasi diniyah.
c) Al-mulk siyasi madaniyah/ negara republic Plato.
Dalam Fiqh Siyasah, negara yang berdasarkan ajaran Islam
dikenal dengan beberapa predikat:

1. Daulah fikrah (negara ideology) negara yang berasaskan cita-cita


yaitu terlaksananya ajaran-ajaran Alqur’an dan Sunah Rasul
dalam kehidupan masyarakat menuju terciptanya kesejahteraan
hidup dunia dan akhirat.
2. Daulah Qanuniyah ( negara hukum), negara yang tunduk pada
aturan-aturan hukum Alqur’an dan Sunah Rasul.
3. Daula Illahiyah-Demokratiyah, negara yang berdasarkan ajaran
Allah yang dalam realisasinya berdasarkan prinsip musyawarah.
4. Darul Islam (negara Islam). Dipergunakan untuk membedakan
antara negara sahabat dan negara musuh.
7
3 . Menurut Sarjana Indonesia

Miriam Budiardjo mendefinisikan negara adalah suatu


daerah territorial yang rakyatnya diperintah oleh
sejumlah penguasa dan yang berhasil menuntun warga
negaranya taat pada peraturan perundang-undangan
melalui monopoli dari kekusaan yang sah. jadi negara
adalah merupakan alat untuk mencapai tujuan.
B. Sifat Negara

Sifat hakekat negara menurut Miriam Budiardjo adalah:

1. Sifat memaksa, negara dapat memaksakan kepada


rakyatnya agar mentaati peraturan perundang-
undangan.
2. Sifat monopoli, negara mempunyai monopoli dalam
menentukan apa yang menjadi tujuan negara,
3. Sifat mencakup semua (all embracing), peraturan
perundangan berlaku untuk semua golongan tanpa
kecuali.

9
C. Teori Kekuasaan Negara

Teori-teori yang mendasari adanya kekuasaan


yang dimiliki oleh negara:

a. Teori theokrasi
b.Teori kekuasaan/kekuatan (machstaat theory)
c. Teori yuridis (yuridishe theory).
D. Fungsi Negara

Fungsi diartikan sebagai tugas dari negara dalam rangka


mencapai tujuan negara.
1. Pada abad ke XVI di Perancis fungsi negara ada lima;
a. Fungsi diplomatic
b. Fungsi financie
c. Fungsi defencie
d. Fungsi justicie
e. Fungsi policie.

2. Menurut John Locke fungsi negara adalah


a. Legislative
b. Eksekutif termasuk yudikatif
c. Federative. 11
….. Lanjut

3. Montesquieu
a. Legislative.
b. Eksekututif.
c. Yudikatif.
4. Van Vollen Hoven
a. Regelling (peraturan)
b. Berstuur.
c. Rechtspraak (peradilan)
d. Policie.
5. God Now
a. Policy making.
b. Policy exsecuting (neg menetapkan cara untuk
mencapai tujuan) 12
……… Lanjut

Fungsi-fungsi negara tersebut harus dipisah-pisahkan agar


tidak dipegang oleh satu cabang kekuasaan/ atau satu
orang yang pada akhirnya menimbulkan absolutisme.
Timbulah ajaran pemisahan kekuasaan/ sparation of
power dan pembagian kekuasaan/ distribution of power.

Pemisahan kekuasaan bisa secara Horizontal/ sederajat


artinya kekuasaan dipisah-pisahkan ke dalam fungsi-
fungsi yang tercermin dalam lembaga-lembaga negara
yang sederajat dan saling mengontrol dan seimbang/
checks and balances.
Dalam negara kesejahteraan Islam terdapat enam fungsi
negara, yaitu:

1) memberantas kemiskinan dan menciptakan lapangan


kerja dan pertumbuhan kurs yang tinggi,
2) meningkatkan stabilitas nilai mata uang,
3) memelihara hukum dan ketertiban,
4) menjamin keadilan ekonomi dan sosial,
5) menata keamanan sosial dan membantu perkembangan
hak yang adil bagi distribusi dari pendapatan dan
kekayaan,
6) menyesuaiakan hubungan internasional dan menjamin
pertahanan nasional.
E. Tujuan Negara

1 . Tujuan Negara Menurut Sarjana Barat


Negara sebagai alat, lazim dipersamakan dengan “bahtera”,
kata ini berasal dari inti negara adalah “pemerintah” yang
berasal dari kata
Government (Inggris)
Gouvernment (Perancis)
yang aslinya berasal dari bhs Yunani Kuno “Kubernan” yang
berarti mengemudikan kapal.

Jadi negara dan pemerintah dapat diumpamakan sebagai


pengemudi yang mengemudikan kapal untuk berlayar pada
tujuan yang akan dicapai.
15
…… Lanjut Tujuan Negara

a. Menurut Plato
Tujuan negara adalah untuk memenuhi kebutuhan-
kebutuhan yang banyak yang tidak dapat dipenuhi
secara individual.
b. Aristoteles
Negara bertujuan untuk menyelenggarakan hidup
yang baik bagi semua warga negara.
c. Roger H Soltau
Negara bertujuan untuk memungkinkan rakyatnya
berkembang serta menyelenggarakan daya cipta yang
sebebas mungkin.
d. Shang Yang
Negara bertujuan untuk membentuk kekuasaan itu sendiri.
e. N Machiavelli
Tujuan negara untuk memperoleh kekuasaan dan menjalankan
kekuasaan. Untuk kepentingan yang lebih jauh yaitu untuk
kepentingan dan kehormatan dan kebahagian bangsa.
f. Dante
Tujuan negara untuk mempersatukan semua negara-negara di
bawah satu kekuasaan untuk membawa kemajuan umat manusia
di seluruh dunia terutama dalam mencapai kebahagiaan hidup
yang setnggi-tingginya.
g. Imanuel Kant
Tujuan negara adalah untuk membentuk dan mempertahankan
hukum. Hukum itu adalah untuk menjamin kebebasan individu.
17
2. Tujuan Negara dalam Perspektif Islam

Fazlur Rahman mengatakan bahwa tujuan negara islam


adalah:
untuk mempertahankan keselamatan dan integritas
negara, memelihara terlaksananya UU dan ketertiban
serta membangun negara itu sehingga setiap warga
negaranya menyadari kemampuannya dan bersedia
menyumbang demi kesejahteraan seluruh warga
negara.
Muhamad Asad berpendapat bahwa:
tujuan negara islam adalah:
demi pengembangan masyarakat manusia yang
mempraktikan persamaan hak dan keadilan menuju
yang benar (haq) dan menentang yang salah, untuk
menjelmakan keadilan sosial yang dapat
menyelamatkan kehidupan manusia lahir maupun
batin dari Tuhannya.

Maududi :
tujuan negara: adalah untuk mengembangkan sistem
keadilan social yang berkesinambungan yang telah
diketengahkan Allah dalam Alqur’an.
19
Islam sangat komitmen dengan kesejahteraan,

Misi Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan dalam (QS Al-Baqarah:


107) yaitu bahwa bermurah hati adalah rahmat bagi umat manusia.
Manifestasi dari bermurah hati sebagai rahmat dijelaskan secara
eksplisit dalam Al-Qur’an, antara lain :
* Membantu meningkatkan kehidupan yang baik atau
hayatun tayyibah (QS An-Nahl:97),
* Kesejahteraan atau falah (QS Al-haj:77),
* Memberikan kesenangan dan mengurangi penderitaan (QS
AL-Baqarah:185),
* Menghilangkan kelaparan dan ketakutan
(QS An-Nahl:112)

semua organisasi dan institusi termasuk negara dapat mencerminkan


karakter bermurah hati sebagai rahmat dalam rangka memenuhi
kesejahteraan semua masyarakat. 20

Anda mungkin juga menyukai