Materi Basic Engine
Materi Basic Engine
B. Klasifikasi Engine
Diesel engine merupakan salah satu tipe dari internal combustion engine (motor bakar dalam). Internal
combustion engine (motor bakar dalam) merubah energi panas yang dibangkitkan dari hasil
pembakaran fuel menjadi energi mekanik. Combustion engine (motor bakar) dapat diklasifikasikan
menjadi internal combustion engine (motor bakar dalam) dan external combustion engine (motor bakar
luar).
Berdasarkan fungsinya maka terminologi engine biasa digunakan sebagai sumber tenaga atau penggerak
utama (prime power) pada machine, genset, kapal (marine vessel) ataupun berbagai macam peralatan
industri.
B. GASOLINE ENGINE
Pada gasoline engine dilengkapi dengan karburator sebagai tempat pencampuran udara dan bahan
bakar. Campuran udara dan bahan bakar dihisap ke dalam ruang bakar dan dikompresikan hingga
mencapai tekanan dan temperatur tertentu. Pada akhir langkah kompresi, busi memercikkan api
sehingga terjadi pembakaran.
ENGINE 4 LANGKAH
ENGINE 4 LANGKAH
Kesimpulan :
Empat kali langkah piston atau dua kali putaran crank shaft, menghasilkan satu kali pembakaran.
3
Bentuk ruang bakar pada motor diesel sangat menentukan terhadap kemampuan mesin, oleh karena itu
ruang bakar dirancang agar campuran udara dan bahan bakar menjadi homogen dan terbakar sempurna.
Tipe ruang bakar yang digunakan pada mesin diesel adalah:
Keuntungan :
Efisiensi panas lebih tinggi dan pemakaian bahan bakar lebih hemat.
Start dapat dilakukan dengan mudah pada waktu mesin dingin tanpa menggunakan alat
pemanas.
Cocok untuk mesin - mesin besar ( high power ) karena konstruksi dari kepala silinder lebih
sederhana.
Temperatur gas buang relatif lebih rendah.
Kerugian :
Sangat peka terhadap mutu bahan bakar dan membutuhkan mutu bahan bakar yang baik.
Membutuhkan tekanan injeksi yang lebih tinggi.
Sering terjadi gangguan pada nozzle dan umur nozzle lebih pendek karena menggunakan
multiple hole nozzle (nozzle lubang banyak).
4
Dibandingkan dengan jenis ruang bakar tambahan, turbulensi lebih lemah, sehingga sulit untuk
kecepatan tinggi.
Keuntungan:
♥ Jenis bahan bakar yang dapat digunakan lebih luas, karena turbulensi yang baik maka percampuran
udara dan bahan bakar lebih sempurna.
♥ Perawatan pompa injeksi lebih mudah karena tekanan penyemprotan lebih rendah dan tidak terlalu
peka terhadap perubahan saat injeksi.
♥ Detonasi berkurang dan bekerjanya mesin lebih baik sebab menggunakan throttle nozzle.
Kerugian :
♥ Biaya pembuatan lebih mahal sebab perencanaan silinder head lebih rumit.
♥ Membutuhkan motor starter yang besar.
5
♥ Kemampuan start awal kurang baik, karena itu harus menggunakan alat pemanas.
♥ Pemakaian bahan bakar lebih boros.
Keuntungan :
♥ Dapat menghasilkan putaran tinggi karena turbulensinya yang baik pada saat kompresi.
♥ Gangguan pada nozzle berkurang karena menggunakan nozzle tipe pin.
♥ Putaran mesin lebih tinggi dan operasinya lambat, menyebabkan jenis ini cocok untuk automobil.
Kerugian :
♥ Konstruksi silinder head rumit.
♥ Efisiensi panas dan pemakaian bahan bakar lebih boros dibandingkan dengan tipe ruang bakar
langsung.
♥ Detonasi lebih besar pada kecepatan rendah.
APLIKASI ENGINE
Tabel di atas menunjukkan contoh aplikasi engine SAA12V140E-3 yang terpasang pada unit D475A-5,
HD785-7, PC2000-8, WA800-3 dan WA900-3.
TABLE SEQUENCE
Adalah suatu table yag menyatakan urutan langkah dan urutan pembakaran yang terjadi pada engine,
baik engine dengan satu silinder atau lebih.
Firing order (FO) = 1-2-4-3 (Ini soal latihan, silahkan anda kerjakan).
Beda langkah setiap cylinder = 720O / 4 cylinder = 180o.
POWER
POWER
POWER
POWER
9
VALVE TIMING
Adalah saat membuka dan menutup valve intake dan valve exhaust.
Misalkan engine SAA6D140E-5 dengan data FO = 1 - 5 - 3 - 6 - 2 – 4 dan kondisi :
Valve intake terbuka = 20 B T D C ( Before top dead center ).
Valve intake menutup = 30 A B D C ( After bottom dead center ).
Valve exhaust membuka = 55 B B D C ( Before bottom dead center ).
Valve exhaust menutup = 20 A T D C ( After top dead center ).
Dari data tersebut, dapat diketahui panjang langkah dari engine SAA6D140E-5 adalah :
Intake stroke = 20 + 180 + 30 = 230o.
Compression stroke = 180 - 30 = 150o.
Power stroke = 180 - 55 = 125o.
Exhaust stroke = 55 + 180 + 20 = 255o.
Total stroke = 230 + 150 + 125 + 255 = 760o.
Jadi over lapping = 760 - 720 = 35o.
Untuk pembuatan Table Squence yang sebenarnya, dalam perhitungan sesuai dengan data diatas maka
anda bisa menggunakan methode di bawah ini :
Akhir power = 0 + 125 = 125.
Akhir exhaust = 125 + 255 = 380.
Awal intake = 380 - 40 = 340.
11
Kesimpulan :
Dilihat dari putaran crank shaft, maka terjadi over lapping power, yaitu power silinder 1 belum
berakhir sudah disusul dengan power silinder 5 dan seterusnya.
Table squence dapat digunakan untuk mebuat table adjusment valve dengan 2 putaran crank shaft.
12
14
INJECTION TIMING
A. Start of injection
B. Ignition
C. Start of normal combustion End of
15
Stroke: menunjukkan jarak yang ditempuh oleh piston untuk bergerak dari BDC menuju TDC atau
sebaliknya.
Total piston displacement dari seluruh engine. Sehingga bila ada engine 6 cylinder, maka total piston
displacement didapatkan dari Displacement * 6.
Satuan dari displacement adalah cc (Centimeter Cubic) atau liter atau dm3.
Perhatikanlah tabel di atas, engine di atas memiliki type SAA12V140E-3. Pada pelajaran Pengenalan
Product sebelumny anda telah dijelaskan bagaimana cara membaca arti kode pada engine. Silahkan
anda tulis pada clue di bawah ini.
Berdasarkan besarnya diameter cylinder liner dengan besarnya langkah (stroke) maka engine dibagi
menjadi 3 jenis yaitu Square Stroke engine, Long stroke engine dan short stroke engine.
Square stroke engine : Diameter dan stroke sama. Contoh Stroke 100 mm, Diameter 100 mm.
Short stroke engine : Stroke (langkah) dari BDC ke TDC lebih pendek (kecil) daripada diameter
cylinder liner. Contoh : Stroke 100 mm, Diameter 150 mm.
Long stroke engine : Stroke (langkah) dari BDC ke TDC lebih panjang (besar) daripada diameter
cylinder liner. Contoh Stroke : 100 mm, Diameter : 50 mm.
Silahkan anda lihat lagi tabel di halam sebelumnya. Menurut anda engine HD785-7 tersebut termasuk
engine type apa ya? Jawab : .....................
LATIHAN
18
CR (Compression Ratio) : Perbandingan antara volume cylinder sebelum di kompresi dengan setelah
di kompresi.
Standart compression ratio untuk engine SAA12V140E-3 adalah 16,7.
CR = VS + VC
VC
Engine rated speed adalah putaran engine pada saat HP (Horse Power) Maximum.
Stall speed adalah putaran engine pada saat torque converter stall. (Akan dilanjutkan pada pelajaran
di materi Sistem Pemindah Hidrolis, sabar ya).
Engine compression pressure adalah tekanan udara yang dihasilkan pada langkah compressi di dalam
cylinder.
Engine hunting adalah keadaan pada saat putaran engine tidak stabil (lebih sering dikarenakan proses
bleeding (membuang udara dari fuel system) yang kurang sempurna.
Boost pressure adalah tekanan udara pada intake manifold untuk engine yang dilengkapi
turbocharger (satuan yang digunakan adalah mmHg/kPa).
Blow by pressure adalah tekanan yang diizinkan di dalam crankcase (satuan yang digunakan adalah
mmAq/Kpa/mmH2O).
Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah oli yang di isikan pada engine oil pan HD785-7 134 liter.
20
Cylinder head berfungsi sebagai tempat kedudukan dari Valve, Rocker arm dan Injector.
Pada bagian cylinder head ditutup dengan menggunakan cylinder head cover.
Struktur dari cylinder head tergantung pada metode pembakaran. Bentuk dari cylinder head dan lain
- lainnya sehingga kondisi tersebut menyebabkan perbedaan struktur dari cylinder head antara lain
seperti dibawah ini :
a. Direct injection type dan pre combustion type.
b. Two valve system dan four valve system.
c. Sectional type dan solid type.
d. Injection nozzle type dan injection type.
b. Two valve type cylinder head dan four valve type cylinder head.
* Two valve cylinder head, hanya mempunyai satu intake valve dan satu exhaust valve. Untuk four
valve type cylinder head mempunyai dua intake vaklve dan dua exhaust valve.
* Dalam langkah pemasukan, udara segar harus masuk sebanyak mungkin dalam waktu tertentu untuk
memperbaiki campuran udara dengan bahan bakar yang diinjeksikan. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut diatas intake dan exhaust valve harus dibuat besar bila memngkinkan tempatnya dan tidak
melewati batas lubang cylinder.
* Tempat valve yang sempit atau ruangan tdak cukup, dapat menambah efektifitas penempatan
dengan membuat empat buah valve atau dua valve intake dan dua valve exhaust.
* Four valve type, walaupun menambah biaya dibanding Two Valve Type disebutkan struktur yang
lebih rumit, tetapi jumlah udara yang dimasukkan lebih banyak dan memperbaiki percampuran
bahan bakar.
Sectional Type
Solid Type
Nozzle Type
Injector Type
Specifications
Cylinder head
Direct injection type Valve seat
4-valve type Valve seat inserts are press fitted to both intake
Split-type 1 cylinder, 1 cylinder head and exhaust valves
Centralized cooling system for valve bridge and
injector Rocker cover
Cylinder head bolt: Plastic-region tightening O-ring seal
Injector
Installation: Dry type (without sleeve)
Cylender head cover digunakan untuk menutup bagian atas cylinder head dan disekat dengan
menggunakan o-ring seal.
Cylinder head menahan tekanan pembakaran, mengendalikan panas dalam ruangan ( dengan system
pendinginan ) dan tempat duduknya mecahnism valve intake / exhaust dan mecahanism penyemprotan
bahan bakar.
Dengan demikian cylinder head harus dilengkapi dengan mecanism yang komplet dan mempunyai
kekuatan yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Untuk itu perlu dilakukan bermacam-
macam test dan pengukuran pada cylinder head.
♥ Tighten the cylinder head mounting bolt in order of [1] to [7] artinya bolt mounting cylinder head
sesuai dengan urutan 1 s.d 7.
♥ Berikan pendandaan pada baut yang telah di torque.
♥ Bolt Mounting ini hanya bisa digunakan sebanyak 5 torque. Setelah di torque 5x, maka selanjutnya
bolt tersebut harus diganti dengan bolt baru.
26
♥ Angle torque methode/ Plastic Range Turning angle methode adalah metode pengencangan baut
dengan cara di torque maksimal standart kemudian ditambahkan beberapa derajat kearah
mengencang.
♥ Satuan yang digunakan pada torque wrench adalah kgm, Nm dan Lbfeet.
♥ Cylinder Head Lapping : Proses perataan pada permukaan cylinder head.
♥ Bila pengukuran kerataan cylinder head (strain of cylinder head mounting face) maka bisa dilakukan
proses cylinder head lapping.
♥ Nomer 4 pada gambar di atas menunjukkan posisi dari exhaust manifold yang akan terhubung
dengan cylinder head dan akan mengalirkan gas buang menuju ke exhaust line (turbocharger).
27
Valve Guide
Valve guide sebagai penuntun pergerakan valve secara
sliding antara permukaan stem dan valve guide dengan
gerakan vertikal dan juga sebagai pengontrol pelumasan
pada valve stem. Dengan demikian dibutuhkan celah yang
tepat antara stem dan guide, sehingga tidak terjadi
28
Valve Spring
Valve spring mengangkat valve hingga merapat pada valve seat saat valve sedang menutup. Valve
spring juga bekerja mengambalikan rocker arm, push rod dan tappet ke posisi normal dengan cepat.
Push rod dan tappet selama operasi menimbulkan inertia yang menyebabkan valve jumping pada
saat engine putaran tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan. Gambar dibawah ini sebagai
gambaran valve spring yang bergetar. Spring coil akan berosilasi kearah axial dari gulungan spring.
Puncak osilasi yang terbesar terdapat di bagian tengah spring tetapi jarak coil bisa hampir tidak
berubah pada kedua ujung spring. Bila terjadi stress yang besar pada spring, jarak coil akan berubah
karena disebabkan getaran pada spring coil.
"Valve jumping" (valve meloncat/ melompat) adalah fenomena dimana valve meninggalkan cam/
rocker arm nya, sedangkan "valve bouncing" (valve memantul) adalah fenomena dimana valve
meninggalkan dudukannya (seat valve).
Vale jumping terjadi pada saat cam / rocker arm menekan valve dengan kecepatan tinggi sehingga
valve "meloncat" meninggalkan cam atau rocker arm nya akibat gaya inertia sehingga valve seolah
olah mengambang mendahului pergerakan cam atau rocker arm.
Valve bouncing terjadi saat valve menutup dengan cepat saat kembali duduk pada seat nya terjadi
29
"tumbukan", apabila gaya tumbukan nya besar dapat menyebabkan "pantulan" terhadap seat nya.
Tumbukan antara valve dan seat nya menimbulkan "noise", terutama dalam keadaan dimana terjadi
pantulan yang besar.
Fenomena tersebut diatas tidak hanya disebabkab oleh frekuensi pribadi dari sistem valve tersebut
saja, tetapi fenomena tersebut dipengaruhi juga oleh:
1. Kecepatan putar dari cam shaft (rpm engine)
2. Gaya pantulan dari valve (tension spring)
3. Frekuensi dari spring valve (resonansi getaran)
4. Bentuk dan tinggi angkat dari kontur cam lobe.
Kecepatan putaran engine yang berlebihan (over running) dapat memperparah efek dari fenomena
tersebut. Kemudian kekuatan gaya regang dari spring yang rendah juga bisa membuat efek fenomena
tersebut menjadi lebih besar (kelainan suara / noise), apabila kekuatan spring dibuat terlalu besar
memang dapat membuat efek fenomena tersebut berkurang, tetapi dampaknya adalah keausan
antara cam/ rocker arm terhadap valve akan semakin besar juga karena gaya geseknya yang semakin
keras.
Sehingga dalam penentuan bentuk kontur cam, dan kekuatan spring sangat mempengaruhi efek dari
fenomena valve jumping dan valve bouncing tersebut selain itu harus dijaga juga agar rpm engine
tidak berlebihan (over running).
30
CYLINDER BLOCK
Berdasarkan konstruksinya terdapat 2 jenis cylinder block, yaitu inline type dan V-type cylinder block.
Yang menggunakan V type contohnya engine SAA12V140E-3 dan inline type (SAA6D114E-3).
31
CYLINDER LINER
33
Cylinder liner merupakan komponen combustion chamber yang berhubungan dengan tekanan tinggi,
dan beban gesek yang besar sebagai akibat gerak naik turun piston.
Cylinder liner harus tahan terhadap temperatur tinggi, tidak mudah aus dan mampu menerima gaya
yang besar dari piston.
Ukuran cylinder liner harus sesuai dengan ukuran piston dan ring piston.
Liner harus mempunyai kemampuan menyerap panas dan mentransfer seluruh panas dari
permukaan dalam liner ke permukaaan luar liner. Liner harus tahan karat karena pada permukaan
bagian luar berhubungan langsung dengan air pendingin. Untuk menjamin efisiensi pendingin yang
tinggi, ketebalan liner lebih kurang 5 – 10 mm.
PISTON
FUNGSI PISTON
Piston adalah komponen yang langsung berhubungan dengan gas pembakar dan menerima beban berat
yang disebabkan tekanan pembakaran. Piston bergerak berulang-ulang dengan kecepatan tinggi
sehingga menderita beban gesek yang besar. Piston harus memenuhi syarat sebagai berikut :
Kuat.
Tahan terhadap panas.
Memiliki berat yang sedang (tidak menghasilkan inertia yang besar pada kecepatan tinggi).
Memiliki pemuaian yang kecil dari akibat panas.
Memiliki kestabilan yang tinggi (faktor kelelahan material besar) tidak mudah aus.
35
36
Berdasarkan sistem bahan bakar dan bentuk ruang bakar maka dikenal dua macam piston, yaitu:
1. Pre combustion piston mempunyai heat plug pada crown.
2. Direct injection piston tidak mempunyai heat plug.
PISTON OFFSET
Adalah ketidak simetrisan antara titik tengah hole pin piston terhadap titik tengah piston atau
penyimpangan antara garis tengah crankshaft / garis tengah piston terhadap titik tengah hole piston
RING PISTON
Piston ring berfungsi untuk menahan tekanan gas kompresi di dalam cylinder, menjaga ketebalan oil
film pada dinding cylinder dan mentransfer panas dari piston ke cylinder liner.
Ring bagian atas disebut ring kompresi untuk mencegah kebocoran gas kompresi, dan ring bagian
bawah disebut ring oil yang bekerja menjaga ketebalan oil film.
Tekanan gas kompresi akan mempercepat keausan ring piston dan mengurangi tenaga engine.
Kebocoran pada piston ring akan meningkatkan konsumsi oli.
Piston ring sering menerima temperatur dan tekanan tinggi, beban gesek yang tinggi dan hentakan
yang disebabkan gerakan reciprocating dari piston.
Untuk mengatasi kondisi yang demikian piston ring dibuat dari special cast iron yang memiliki
ketahanan terhadap panas dan tahan gesek, dan dilapisi dengan chrome platina pada lingkaran
luarnya.
dengan fluttering.
CONNECTING ROD
41
Pada saat melakukan pemeriksaan Connecting rod, maka pengukuran yang harus dilakukan adalah
pengukuran bending dan twisting.
Pengukuran bending dan twisting menggunakan tools yang bernama connecting rod fixture.
42
43
CRANKSHAFT
Fungsi Crankshaft
Crankshaft merubah gerak turun naik piston menjadi gerakan berputar yang dipakai untuk melakukan
kerja. Di dalam crankshaft terdapat saluran lobang tempat jalannya oli yang disebut oil gallery.
Lubang saluran oli dibuntu pada satu ujungnya dengan plug atau set screw.
Untuk mengurangi gerak maju atau mundur pada crankshaft (gerakan maju-mundur crankshaft
tersebut biasa disebut End Play) maka dipasanglah thrust metal.
Struktur Crankshaft
Crankshaft merupakan komponen yang menerima tenaga gerak dari piston.
Crankshaft Bersama dengan connecting rod merubah gerakan naik/turun piston menjadi gerak putar.
Crankshaft engine dengan beban sedang didukung dua main journal pada setiap dua piston.
Crankshaft engine dengan beban berat didukung dengan dua main journal pada setiap satu piston.
Jumlah main journal pada crankshaft sama dengan jumlah piston di tambah satu.
Main journal dan pin journal (crank pin) selalu menerima beban berat dan bervariasi dengan gesekan
kecepatan tinggi. Karena itu crankshaft harus kuat dan tahan terhadap gesekan.
Pada umumnya crankshaft dibuat dari besi tempa dengan carbon tinggi dan pengerasan dengan
chrome ditambah molybdenum. Permukaan journal dikeraskan dengan induksi frekwensi tinggi.
44
46
Gambar nomer 2 di atas adalah crank gear yang akan memutar timing gear sehingga bisa meneruskan
gerakan menuju ke water pump, fuel pump, alternator, compressor dan oil pump engine.
Nomer 3 adalah key yang berfungsi untuk menjaga posisi dari crank gear (2)
Metal upper (4,6) dan metal lower (5,7) berfungsi sebagai bantalan antara crankshaft dengan main
cap dan cylinder block.
Nomer 8 adalah thrust plate yang digunakan untuk menjaga standart end play engine.
Pengukuran end play engine menggunakan dial gauge.
Crank pin journal akan contact dengan connecting rod.
Pada bagian depan crankshaft terdapat vibration damper (front damper). Front damper ini berfungsi
untuk meredam getaran yang terjadi akibat putaran crankshaft (torsional vibration).
Crankshaft selalu menerima gaya puntir pada saat tekanan pembakaran yang dihasilkan di dalam
cylinder diteruskan ke crankshaft sehingga menyebabkan bergetarnya crankshaft.
Jika terjadi getaran resonan antara getaran crankshaft dan getaran pembakaran akan
47
membangkitkan getaran yang lebih kuat dan dapat mengganggu gerakan crankshaft. Untuk
mengatasi hal itu dipasangn vibration damper.
Type vibration damper ada yang berupa rubber damper dan viscous damper yang menggunakan
silicon oil high viscosity. Damper memafaatkan inertia dari pemberatnya dan inertia dari crankshaft
untuk mengimbangi getaran/vibrasi.
Sesuai maintenance standart crankshaft, bolt mounting front damper harus di torque 3 tahap.
Pertama di torque 7,5 kgm. Kedua di torque 25 kgm dan terakhir di torque 36 kgm.
Dowel Pin
Engine flywheel
Apabila di bagian depan engine terhubung dengan front damper, maka pada bagian belakang engine
akan terhubung dengan fly wheel (1).
Fly wheel ini akan bertugas untuk meneruskan putaran engine menuju ke system unit seperti PTO
(Power Take Off), Hydraulic Pump, Transmisi dll.
Di gambar sebelah kanan atas, pada nomer 7 adalah rear seal yang bertugas untuk menyekat agar oli
engine tidak bocor keluar di sela – sela ujung crankshaft. Rear seal terpasang pada fly wheel housing
untuk menyekat komponen yang bergerak pada crankshaft. Ada dua jenis rear seal, single lip type
seal dan double lip type seal.
Dalam pemasangan double lip seal jangan sampai lipnya terlipat keluar karena mengakibatkan oil
bocor dan lip menjadi rusak.
Nomer 16 pada gambar kanan atas berfungsi sebagai barring tools untuk memutar engine secara
manual, hal ini biasa dilakukan pada saat proses adjust valve.
Nomer 10 pada gambar kanan atas disebut sebagai engine speed sensor yang akan bertugas untuk
membaca kecepatan putaran engine dan akan ditampilkan di layar monitor dalam satuan RPM
(Rotasi Per Menit).
Bila rear seal engine rusak, maka oli engine akan memasuki ruangan fly wheel, oli di area fly wheel
menjadi penuh. Bila oli penuh maka speed sensor pembacaannya akan terganggu dan pada saat awal
start engine tidak akan bisa running.
48
Engine Flywheel
Pada saat memasang fly wheel, maka anda harus memposisikan dowel pin dengan benar. Bila anda
memasang dowel pin pada posisi forcing screw (lubang yang digunakan sebagai jack bolt pada saat
melepas fly wheel), maka engine tidak akan bisa running. Hal ini terjadi karena kesalahan pada saat
penentuan TOP 1 oleh controller engine.
Hole (A) yang terdapat pada fly wheel akan dibaca oleh engine speed sensor sebagai acuan proses
pembakaran engine.
Sebelum memasang engine pada unit, maka anda diwajibkan melakukan pengukuran end play engine.
Pengukuran end play engine juga dilakukan setelah engine selesai terpasang ke unit.
Gambar di atas menunjukkan urutan langkah pada saat proses torque bolt mounting flywheel.
Sekali lagi saya ingatkan ya, jangan sampai salah pada saat memasang dowel pin.
49
CAMSHAFT
Camshaft terpasang di dalam cylinder block dan didukung oleh bushing yang duduk pada journal. Thurst
bearing dipasang diantara cam gear dan journal pada piston nomor satu untuk melicinkan gerakan shaft
bila ada beban axial.
Lubrication Camshaft
Oil dari pump dialirkan dengan tekanan melalui cylinder block atau main gallery kemudian masuk ke
camshaft melalui lubang bushing journal. Bila mengganti bushing harus meluruskan kembali lubang yang
ada pada cylinder block dengan lubang yang ada di bushing.
Lokasi Camshaft
Camshaft ditempatkan di cylinder head dan dilengkapi pengubah putaran dari crankshaft ke cam shaft
(gear). Type dari camshaft yang putaran camnya dihubungkan ke valve melalui tappet, push rod dan
rocker arm, akan terjadi inertia pada mecahnisme perantara dan membuat valve sulit mengikuti
kecepatan putar cam.
Camshaft digerakkan oleh roda gigi crankshaft. Bila camshaft berputar maka cam lobe berputar.
Komponen valve (klep) yang terhubung ke camshaft akan ikut bergerak naik dan turun. Bila
permukaan lobe berada di atas, valve akan terbuka.
Putaran camshaft adalah setengah putaran crankshaft sehingga valve membuka dan menutup pada
waktu yang tepat selama proses empat langkah.
Bagian camshaft yang mendorong valve adalah camshat lobe. Masingmasing lobe mengoperasikan (1)
Intake dan (2) Exhaust valve untuk setiap cylinder. Beberapa cam memiliki lobe untuk
51
Jarak dari base circle ke puncak nose disebut lift. Cam Lift menentukan seberapa jauh valve dibuka.
Selain itu bentuk kelandaian ramp juga menentukan kecepatan membuka dan menutup valve,
sedangkan bentuk nose akan menentukan berapa lama valve tersebut membuka penuh.
52
Contoh aplikasi camshaft menggerakkan injector pada engine HPI (High Pressure Injection)
TIMING GEAR
Timing gear secara umum diartikan suatu gigi penghubung yang dilengkapi untuk mentransfer
putaran crankshaft ke perlengkapan engine dan lain - lainnya yang membutuhkan tenaga putar.
Jumlah gigi dan susunannya bergantung pada engine model.
Timing gear terdiri dari beberapa gigi penggerak yang berputar bersama shaft yang langsung
berhubungan dengan masing - masing shaft penggerak dan beberapa idler gear yang dipasang hanya
untuk merubah arah putaran atau untuk mentransfer tenaga putaran ke gigi selanjutnya.
Struktur utama dari timing gear adalah cam gear, injection pump gear, accesory gear, oil pump
driving gear dan crank pulley gear.
Gambar di atas menunjukkan timing gear yang terpasang pada engine SAA12V140E-3.
Rumus gear ratio adalah = Jumlah gear output/ Jumlah gear input.
Besarnya putaran output gear. N = 1 * Putaran input gear
Gear ratio 53
54
55
Keterangan gambar :
W: Coolant 10. Main gallery
11. Crankshaft
1. Oil pan 12. Camshaft
2. Strainer 13. Rocker arm
3. Oil pump (Triple gear pump) 14. Cam follower
4. Main relief valve 15. Intake valve and exhaust valve
5. Oil cooler 16. Piston
6. Regulator valve 17. Piston cooling nozzle
7. Oil cooler bypass valve 18. Timing gear
8. Oil filter 19. Turbocharger
9. Oil filter safety valve 20. Fuel supply pump
• Oil pump (3) akan menhisap oli yang berasal disaring kembali seluruh dikirim untuk
dari oil pan (1). melumasi engine component.
• Sebelum masuk ke oil pump, maka oli Output engine oil cooler juga mengalir
terlebih dahulu akan disaring oleh strainer (2). menuju ke regulator valve (6), pada saat
• Bila engine oil pressure melebihi 12.2 ± 0.5 output pressure engine lubricating system
kg/cm2, maka oli akan dikembalikan ke oil lebih dari 4.1 ± 0.5 kg/cm2, maka oli akan
pump melalui main relief valve (4). dikembalikan menuju ke oil pan. Sehingga di
• Dari oil pump, selanjutnya oli akan mengalir sini bisa disimpulkan bahwa output pressure
menuju ke oil cooler by pass valve. oli yang menuju ke masing – masing
Oil cooler by pass valve ini akan terbuka bila komponen engine tidak boleh lebih dari 4.1 ±
differential pressure telah melebihi 4.0 ± 0.2 0.5 kg/cm2.
kg/cm2. Dari engine oil filter, selanjutya oli akan
Pada saat oli masih dingin, maka kekentalan mengalir menuju ke masing – masing
oli masih tinggi. Sehingga oli akan kesulitan komponen engine seperti crankshaft,
untuk melewati engine oil cooler. Karena oli camshaft, piston cooling nozzle, rocker arm,
yang pengen lewat oil cooler banyak, fuel supplay pump, timing gear, dll.
sedangkan jalur di oil cooler kecil dan oli
masih kental, maka akan menyebabkan
kenaikan pressure yang akan menekan oil
cooler by pass valve menuju ke engine oil
filter.
Pada saat engine oil mulai panas, maka
kekentalan oli akan turun dan mampu
melewati engine oil cooler dengan mudah,
sehingga oil cooler by pass valve perlahan –
lahan akan mulai tertutup dan oli akan
mengalir melalui engine oil cooler untuk
mendapatkan sentuhan pendinginan.
Oil cooler by pass valve juga berfungsi untuk
mengalirkan oli ke system pada saat terjadi
56
Proses sirkulasi oli dalam lubricating system menggunakan methode splash dan force feed.
Splash dilakukan dengan merendam parts yang akan dilumasi pada oil pan. Sehingga pada saat parts
tersebut bergerak, selain melakukan gerakan normal juga masuk ke dalam oil pan untuk mengambil
pelumasan.
58
Force feed artinya oli dikirim ke lubricating point dengan cara di dorong menggunakan pressure oli
dari engine oil pump.
Engine oil pump terpasang pada bagian engine oil pump adalah 1,67 * 1000 = 1670
bawah engine dan tertutup oleh engine oil Rpm.
pan. Engine oil pump ini bertype gear pump.
Engine oil pump ini berfungsi untuk
menghisap oli dari engine oil pan dan dikirim
menuju ke system.
Engine oil pump diputar oleh pump drive
gear yang memiliki jumlah teeth 27 dan
engine oil pump ini akan berputar 1,67 kali
59
Bila dibandingkan dengan engine SAA12V140E-3, maka pada engine SAA6D170E-5 ini pada inner oil
cooler dilengkapi dengan thermostat dan pada engine ini tidak dilengkapi dengan engine oil cooler by
pass valve.
Selama engine oil masih dingin atau di bawah angka 85°C ± 1.5°C maka engine oil sebagian bisa
melewati engine oil cooler dan sebagian bisa langsung mengalir menuju ke lubricating system untuk
melumasi komponen engine.
Ini dilakukan karena posisi engine oil masih dingin dan viskositas oli masih tinggi (kental) sehingga
akan kesulitan pada saat mengalir hanya melewati engine oil cooler.
Pada engine oil temperature melebihi angka 85°C ± 1.5°C, maka thermostat akan mulai tertutup dan
menjadi posisi full closed (full tertutup) pada temperature 100°C. Hal ini dilakukan karena engine oil
sudah panas dan menjadi encer sehingga bisa mudah untuk melewati engine oil cooler.
Bila o-ring 4 dan 5 pada gambar di atas mengalami keruakan, maka akan menyebabkan oil mix with
coolant (oli engine bercapur dengan water coolant) yang akan menyebabkan kerusakan oli yang lebih
cepat dan mengurangi performance pelumasan dari oli engine.
62
berapa ya?
Lanjut, pipa input engine oil filter ditunjuk oleh
gambar komponen nomer berapa ya?
Specifications
Oil cooler bypass valve
Cracking pressure (differential pressure):
392 ± 20 kPa {4.0 ± 0.2 kg/cm2}
Regulator valve
Cracking pressure: 402 ± 49 kPa {4.1 ± 0.5
kg/cm2}
65
SCAVENGING PUMP
Saat posisi unit dioperasikan ditempat miring, oil mengalir dan berada di ujung oil pan. Sehingga oil
bersikulasi tidak sempurna. Scavenging oil sirkuit mempunyai strainer yang terletak disisi berlawanan
dengan strainer utama. Sehingga oli yang berada diujung oil pan dihisap oleh scavenging pump dan
dialirkan ke sisi sebelahnya .
BY PASS FILTER
By pass filter berfungsi untuk menyaring oil dari oil pan agar tetap bersih dan mencegah oil filter cepat
buntu / membantu kerja oil filter. Struktur bypass filter sama dengan oil filter dan ukurannya lebih besar.
By pass filter ini terpasang pada engine KTTA38-8 yang digunakan oleh unit PC3000-6.
66
67
Dari lower tank radiator, selanjutnya coolant akan dihisap oleh water pump (3).
Setelah melewati water pump, selanjutnya coolant akan mengalir menuju ke oil cooler. Dari oil cooler
selanjutnya water coolant akan mengalir menuju ke water jacket yang ada di sekitar cylinder liner.
Karena liner menjadi lokasi tempat terbakarnya fuel, maka temperature cylinder liner harus di
dinginkan dengan menggunakan water coolant.
Selain digunakan untuk mendinginkan area water jacket, coolant juga digunakan untuk mendinginkan
turbocharger.
Output coolant dari water jacket selanjutnya akan mengalir menuju ke themostat.
Pada saat coolant temperature masih di bawah 76.5 ± 2°C, maka coolant dari water jacket langsung
kembali dialirkan menuju ke water pump.
Pada saat coolant temperature berada di atas 76.5 ± 2°C, maka water coolant akan mengalir dari
thermostat menuju ke radiator.
Radiator akan mendapatkan hembusan udara dari fan radiator.
Pada unit HD785-7, HD465-7 dan D155A-2, Hitachi EX2500-5 fan radiator masih diputar dengan
menggunakan media belt. Namun pada unit PC2000-8, D155A-6, PC1250-8, GD705-5 fan motor
sudah diputar dengan menggunakan media oli hydraulic.
68
69
WATER PUMP
• Water pump berfungsi untuk mensirkulasikan water seal atau oil seal mengalami kerusakan
air dengan tekanan ke dalam sistem maka water atau oli akan bocor keluar
pendingin. melalui drain hole.
• Water pump digerakkan dengan • Pada saat terjadi kebocoran water atau oli
menggunakan belt pada unit Scania dan yang melewati drain hole tersebut, maka
menggunakan driver gear pada engine anda dilarang untuk menutup drain hole
Komatsu SAA12V140E-3. tersebut. Hal ini wajib diperhatikan karena
• Jumlah teeth pada water pump drive gear baik water seal maupun oil seal merupakan
adalah 25 teeth. single lip seal yang hanya mampu menyekat
• Water pump ini bertype centrifugal gear di salah satu sisi. Sehingga bila drain hole
pump dan mampu berputar 1,80 lebih cepat dibuntu baik dengan cara di las maupun
dari speed engine. methode yang lain, maka akan menyebabkan
• Pada bagian dalam dari gear pump terpasang coolant dan oli bercampur di dalam system
70
water seal untuk menyekat water coolant dan akan mengakibatkan kerusakan yang
dan oil seal untuk menyekat oli engine. Bila parah pada komponen engine.
• Pada saat melaksanakan proses maintenance Selain kotoran, water coolant yang bocor
engine, pastikan anda membersihkan kotoran juga bisa menimbulkan kerak dan akan
yang terjebek pada drain hole. menutup jalur dari drain hole.
Karena kotoran tersebut akan menyebabkan
tersumbatnya drain hole dan akan
menimbulkan effect di atas.
Gambar di atas menunjukkan inner Nomer 5 adalah water seal yang akan
component dari water pump. menyekat water coolant dan nomer 6 adalah
Nomer 4 adalah water pump yang akan oil seal yang akan menyekat oli engine.
menjadi input putaran dari water pump. Oli engine pada water pump berfungsi untuk
Nomer 3 adalah shaft yang akan meneruskan melumasi gear (4) serta bearing (7, 8).
putaran menuju ke pump impeller (2). Bila water pump ini mengalami kerusakan
71
72
ENGINE THERMOSTAT
A: To radiator Specifications
B: To water pump (When bypassing) Valve cracking temperature: 76.5 ± 2°C
C: To thermostat Temperature at full opening: 90°C
Lift at full opening: Min. 10 mm
1. Thermostat housing Q’ty : 3
2. Thermostat
3. Cylinder block
Pada engine SAA12V140E-3 terpasang 3 pcs Thermostat akan mulai membuka pada
thermostat untuk engine cooling system. temperature 76.5 ± 2°C dan akan membuka
Namun pada engine lain bisa terpasang 2 penuh pada temperature 90°C.
73
Pada saat coolant temperature masih di piston ke arah atas dan mulai membuka jalur
bawah 76.5 ± 2°C, maka coolant dari engine coolant dari system menuju ke radiator dan
system akan mengalir melewati bagian sebagian ke watur pump langsung.
tengah thermostat kemudian menuju ke Pada saat temperature tercapai di angka 90oC,
input water pump. maka valve akan bergerak 10 mm dan
Hal ini terjadi karena jalur dari engine ke mendorong valve full ke atas. Sehingga valve
radiator tertutup oleh posisi dari valve akan menutup jalur dari system ke water
thermostat. pump.
Pada saat coolant temperature berada di Pada saat ini seluruh coolant akan mengalir
angka 76.5 ± 2°C, maka sensor akan dari system menuju ke upper tank radiator
melakukan sensing temperature. Sehingga untuk mendapatkan pendinginan dari fan
expander akan memuai dan mendorong radiator.
75
Akibatnya, pressure valve radiator cap akan terbukan dan air pendingin akan melimpah keluar dari
radiator.
Untuk menhindari problem diatas, maka titik didih air pendingin harus dinaikan diatas 100oC, hal ini
dilakukan dengan cara menaikan tekanan udara didalam radiator (lebih tinggi dari tekanan udara
diluar) selama engine beroperasi.
Dari grafik dapat dilihat, bahwa dengan tekanan didalam radiator 0.75 kg/cm2 lebih tinggi dari udara
luar, titik didih air diketinggian 4000 meter mendekati 107oC.
PELEPASAN PANAS
76
NATURALLY ASPIRATED
Udara yang masuk ke dalam cylinder liner terjadi akibat hisapan piston dari engine itu sendiri.
SUPERCAHRGE ASPIRATED
Turbocharger berputar
karena di dorong oleh
hembusan dari exhaust
gas.
77
Pada type supercharge aspirated with aftercooler udara yang masuk ke dalam ruang bakar semakin
banyak karena adanya tambahan aftercooler.
Aftercooler ini akan mendinginkan udara yang akan masuk ke dalam ruang bakar, sehingga berat
udara per satuan volumenya akan semakin meningkat.
Pada gambar di atas, engine SA12V140E-3, letak aftercooler berada di dalam intake manifold dan
didinginkan dengan menggunakan media water coolant.
Pada gambar di sebelah kanan merupakan engine SAA12V140E-3, letak aftercooler berada di depan
radiator dan didinginkan dengan menggunakan udara segar dari fan.
78
Karena menggunakan udara dari fan, maka temperature udara yang masuk ke dalam ruang bakar
menjadi lebih banyak.
79
Sesuai shop manual engine SAA12V140E-3, maka engine yang menggunakan air to air aftercooler
(AA)/ intercooler yang menggunakan pendinginan udara segar, dikatakan bahwa “aftercooler outlet
temperature must not exceed 50oC.”
Ini artinya udara yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih dingin dan semakin banyak udara
yang masuk ke dalam ruang bakar dan pembakaran menjadi lebih sempurna.
Standart teoritis untuk mendapatkan pembakaran sempurna adalah 1 (fuel): 14,5 (udara).
Dengan adanya turbocharger dan aftercooler maka jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar
bisa meningkat menjadi 1,5 – 2x lipat dari standart (air excess ratio).
Sehingga perbandingannya menjadi 1 : 21,75 – 29. Semakin sempurna pembakaran maka gas hasil
pembakaran semakin ramah lingkungan (Ingat arti E pada kode engine ya, Low Emmision).
80
EPA adalah kependekan dari enviromental protection agency yaitu sebuah badan yang bertugas
untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dengan cara membuat regulasi terkait
pencemaran lingkungan.
AIR CLEANER
ERB type
[Air cleaner of automatic exhaust gas discharge type (Radial seal type)]
Air cleaner akan bertugas untuk menyaring udara yang akan masuk ke dalam ruang bakar.
Udara kotor yang berukuran besar akan dihisap oleh efect kevakuman muffler melalui jalur C.
Jalur yang mengubungkan antara air cleaner dengan muffler ini disebut dengana nama ejector pipe.
Pada ejector pipe terpasang check valve (3), sehingga bila check valve terbalik posisinya/ rusak, maka
gas buang dari muffler akan masuk ke air cleaner.
Gambar nomer 3 adalah outer element dan nomer 4 adalah inner element air cleaner yang bertugas
untuk menyaring udara yang akan masuk menuju ke ruang bakar.
Outer air cleaner element di bersihkan menggunakan dry air (udara kering).
82
Bila air cleaner mengalami restriction (kebuntuan), maka udara yang masuk ke dalam ruang bakar
menjadi berkurang dan menyebabkan asap muffler menjadi hitam karena terlalu kaya akan
campuran fuel.
FRG type
[Air cleaner of cyclone pack type with evacuator valve (Radial seal type)]
Keterangan gambar :
1. Inlet 6. Evacuator valve
2. Outlet 7. Dust pan
3. Guide vane 8. Guide plate (Sleeve)
4. Primary element 9. Body
5. Safety element 10. Element
Evacuator valve
83
Udara yang mengandung debu tersedot secara vertical melalui inlet (1) dan debu dipisahkan oleh
efek sentrifugal pada guide vane (3).
Debu dan air dipisahkan oleh guide vane (3) berputar di sepanjang dinding bagian dalam body (9) dan
akan masuk ke evacuator (6) ,kemudian dibuang keluar secara otomatis.
DUST INDICATOR
Fungsinya adalah untuk mengetahui kondisi air cleaner, apakah tersumbat atau tidak. Dust Indicator ini
dipasangkan pada tempat - tempat yang mudah terlihat dari luar dan yang perklu diperhatikan adalah
penunjukkannnya. Jika menunjuk tanda merah berarti air cleaner tersumbat. Dust indicator akan masuk
ke range merah pada range pressure vacuum 7,5 Kpa.
TURBOCHARGER
Turbocharger berfungsi untuk meningkatkan jumlah udara yang akan masuk ke dalam ruang bakar.
Turbo charger ini mempunyai dua impeller yaitu turbin dan blower. Turbin impeller diputar oleh gas
buang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada ujung poros turbin ini dipasangkan blower impeller
dengan ikatan nut, sehingga putaran blower impeller akan sama dengan putaran turbin impeller.
Putaran dari turbo charger ini berkisar antara 50.000 - 150.000 rpm.
Untuk menahan putaran tinggi tersebut poros turbin di support oleh journal bearing dan thrust
bearing.
Pada tengah - tengah rumah turbin dilengkapi dengan saluran oli untuk pelumasan bearing - bearing.
Untuk pelumasan ini dipergunakan oil engine. Dan untuk menghindari kebocoran oli ke sisi hisap
maupun sisi turbin dipasang seal ring.
bawah ini menggunakan gambar potongan Sehingga Blower impeller (11) yang satu shaft
dari shop manual. dengan turbine impeller juga akan berputar
Lubrication of turbocharger
Oli engine yang dialirkan dari bagian atas
center housing (3) akan melumasi setiap
bearing dan sliding part, dan selanjutnya
kembali melalui lubang pada bagian bawah
center housing menuju ke engine oil pan.
88
Tabel di atas menunjukkan 3 type measurement yang dilakukan pada turbocharger yaitu end play,
radial play dan clearance.
Pengukuran radial play dan axial play menggunakan tools dial gauge dan pengukuran clearance
menggunakan tools feeler gauge.
89
Performance turbocharger akan memperngaruhi pencapaian boost pressure dan akan sangat
berpengaruh terhadap performance engine.
Boost pressure adalah tekanan udara pada intake manifold untuk engine yang dilengkapi turbo
charger.
Pengukuran boost pressure menggunakan pressure gauge dengan satuan kPa atau mmHg. Pada saat
melakukan pengukuran boost pressure, maka pada hose measurement yang digunakan tidak boleh
terisi dengan air atau oli karena akan mempengaruhi pembacaan pressure gauge.
Pada ujung impeller turbo terdapat coakan yang berfungsi sebagai balancing untuk menyeimbangkan
putaran dari impeller
90
K : KOMATSU
T : TURBOCHARGER
R : RADIAL TURBINE
110 : VANE O.D (mm)
1 : TYPE NUMBER
B : DESIGN HISTORY
92
WASTE GATE
Jika gas buang bertambah jumlahnya, maka putaran dari
turbin impeller akan semakin meningkat. Sehingga jumlah
udara yang masuk ke dalam ruang bakar semakin banyak.
Untuk mengurangi kecepatan putaran impeller
turbocharger, maka terpasanglah parts yang bernama
waste gate.
Waste gate ini akan mengurangi jumlah udara yang masuk
ke dalam ruang bakar dengan cara membuka jalur exhaust
gas langsung ke arah muffler, sehingga sebagian gas buang
memutar blowe impeller dan sebagian lagi akan langsung
mengarah ke muffler. Akibatnya jumlah udara yang masuk
ke ruang bakar akan dikurangi.
Waste gate digunakan pada engine kecil yang
menggunakan turbocharger seperti engine SAA6D114E-3
(PC300-8).
Tekanan yang bekerja pada sisi turbin dan pressure sesuai dengan jumlah dari gas
turbocharger tergantung dari jumlah gas buang.
buang ( jumlah udara masuk x temperatur Selanjutnya blow by pressure juga akan
dari pembakaran gas ). timbul di dalam turbocharger karena
Sedangkan jumlah gas hasil pembakaran terhubung dengan lubricating system.
tergantung dari jumlah fuel yang Pada operasi normal tekanan yang bekerja
disemprotkan . pada sisi turbine, sisi blower dan didalam
Pressure yang bekerja pada Turbocharger sisi turbocharger harus dipertahankan pada
93
Namun bila engine beroperasi pada putaran Karena turbocharger berputar 50.000 –
tinggi tanpa beban (high idle) secara terus 150.000 Rpm, oleh karenanya operator tidak
menerus, maka negative pressure yang diperkenankan untuk mematikan engine
bekerja pada cylinder bertambah. Bila secara mendadak.
operasi terus menerus maka oli akan bocor di Running engine low idle selama 5 menit
sisi blower, sama halnya bila terjadi untuk menurunkan temperature parts
hambatan yang besar pada sisi udara masuk turbocharger setelah itu matikan engine.
karena Air cleaner element buntu”.
”Operasi pada low idle tanpa beban ( low Penyebab kerusakan turbo :
idling operation ) maka tekanan pada sisi 1. Kerusakan air cleaner element.
Exhaust akan turun, bila dioperasikan terus 2. Bocornya hose connection turbocharger.
menerus pada kondisi yang demikian maka 3. Masuknya material asing ke jalur
kotoran akan masuk lewat seal turbine dan turbocharger.
oli bocor kesisi turbine”. Kebocoran oli 4. Rusaknya hose / pipa di bagian dalam
tersebut dapat menimbulkan kebakaran bila yang mengalir masuk ke jalur
unit beroperasi dengan dibebani. turbocharger.
Pada posisi engine full load, maka exhaust 5. Masuknya tanah/pasir dari muffler.
temperature bisa mencapai 500-700oC.
MUFFLER
Muffler berfungsi sebagai peredam suara, menghilangkan percikan bunga api dan menurunkan
temperature gas buang.
4 type muffler :
1. Horizontal type.
2. Tube type.
3. Vertical type.
4. Catalytic muffler
Dari type - type di atas hanya ada 2 type yang kebanyakan digunakan yaitu horizontal Type dan Vertical
Type.
Fuel dari tangki akan dihisap oleh primming FIP akan mempompakan fuel menuju ke
pump. Selanjutnya dari feed pump, fuel akan masing – masing nozzle, setelah sebelumnya
mengalir menuju ke fuel filter. melewati delivery valve.
95
INJECTION PUMP
Fuel Injection Pump (pompa injeksi bahan bakar) berfungsi mensupply bahan bakar ke nozzle dengan
tekanan tinggi (max 300 kg/cm2), menentukan timing penyemprotan dan jumlah bahan bakar yang
disemprotkan.
Gambar dibawah ini merupakan bentuk pompa injeksi bahan bakar dengan tipe PES-PD yang dipasang
pada engine S6D155-4. Pompa injeksi ini terdiri atas gabungan 6 buah pompa pribadi (individual pump),
dimana setiap pompa melayani masing-masing silinder.
96
Plunger bergerak naik - turun dan juga dapat d. Langkah penyemprotan disebut efective
berputar. stroke, langkah tersebut dimulai dari
Bagian atas plunger terdapat alur ( groove ), posisi start of injection sdampai alur
yang berfungsi untuk mengatur banyak ketemu dengan lubang masuk pada
sedikitnya bahan bakar yang akan barrel.
disemprotkan (injection) dengan jalan e. Posisi langkah efective (efective stoke),
plunger tersebut diputar pada posisi tertentu. berubah - ubah tergantung dari beban
Plunger ini berputar karena control rack dan pengeluaran pengaturan operator
ditarik. secara manual.
Prinsip kerjanya : f. Ketika langkah efektif berakhir akan
a. Plunger naik karena dorongan poros kam, tetapi plunger masih tetap bergerak ke
sedangkan turunnya karena dorongan atas, namun bahan balar tidak
spring. Langkah plunger keseluruhan diinjeksikan lagi setelah berakhir
disebut dengan Constant Stroke. langkahnya, plunger bergerak turun
b. Ketika plunger bergerak naik, pada saat karena mendapat dorongan dari spring,
mana lubang ( port ) yang terletak pada sehingga akhir langkah pad posisi titik
plunger barrel mulai tertutup, maka saat mati bawah (TMB).
itu disebut dengan mulai injeksi ( start of g. Kemudian plunger bergerak naik kembali
injection ). Dimana bahan bakar nozzle karena dorongan camshaft.
siap menyemprot. Apabila plunger h. Langkah dari titik mati bawah (TMB)
bergerak terus, maka bahan bakar pada sampai pada saat awal injeksi (start of
nozzle akan meyemprot. injection) disebut pre - stroke, langkah ini
c. Semprotan bahan bakar pada nosel akan bertujuan untuk mengisi bahan bakar ke
berhenti ketika posisi alur pada plunger dalam plunger barrel.
97
FEED PUMP
Feed Pump (variable delivery type) berfungsi mensupply bahan bakar ke pompa bahan bakar dengan
tekanan rendah berkisar 1.2 - 2.6 kg/cm2. Bersama dengan pompa priming mensupply bahan bakar ke
sistem pada saat engine hunting (engine hunting = sistem bahan bakar kemasukan udara).
Posisi Discharging
Piston bergerak kembali pada posisi semula yang dibangkitkan oleh bahan bakar pada
akibat kekuatan spring. Akibatnya bahan bakar discharge line masih lebih rendah dari kekutan
yang berada pada outer chamber ditekan keluar spring, maka proses kerja akan kembali lagi ke
dan masuk ke dalam discharge line. Bila tekanan proses kerja 1, demikian seterusnya.
DELIVERY VALVE
Pada bagian atas plunger dipasang katub pengeluaran dan springnya.
Bahan bakar yang ditekan oleh plunger mendorong katub pengeluaran (delivery valve) melawan
springnya, sehingga bahan bakar akan mengalir ke pipa injeksi untuk selanjutnya menuju nozzle.
Dengan turunnya tekanan bahan bakar, setelah berakhirnya penyemprotan bahan bakar, delivery
valve didorong ke bawah oleh spring sehingga piston menutup saluran bahan bakar. Tujuannya
adalah mencegah membaliknya aliran bahan bakar ( return flow of fuel ).
Gerakan turun dari delivery valve oleh spring disebut dengan “Sucking Back Stroke Of Delivery Valve“.
Tujuannya untuk mencegah penetasan bahan bakar di ruang bakar untuk pembakaran langsung dan
ruang kamar muka untuk sistem pembakaran tidak langsung, saat injeksi bahan bakar berakhir.
99
GOVERNOR
Governor berfungsi untuk mengatur putaran engine sesuai dengan bahan bakar dan putaran engine.
Governor untuk pompa injeksi tipe bosch dapat diklasifkasikan sebagai berikut:
1. Minimum dan maksimum speed governor
Umumnya tipe ini digunakan untuk otomobil. All speed governor. Umunya tipe ini dipakai untuk
mesin–mesin konstruksi dan engine generator (GENSET).
2. Selanjutnya governor untuk pompa injeksi tipe bosch menurut strukturnya dibagi menjadi:
a. Mechanical governor (centrifugal type).
b. Pneumatic Governor.
100
All Speed Mechanical Governor banyak dipakai mesin-mesin konstruksi. Tipe ini mempunyai keuntungan
antara lain:
a. Kecepatan dapat dilakukan pada rangenya dengan sedikit penyimpangan.
b. Apabila ada beban (load) dan dapat menjaga ketepatan kecepatan engine.
1. Inlet connector.
2. Nozzle holder.
3. Nozzle spring.
4. Nozzle.
5. Needle valve.
Fungsinya :
Untuk mengabutkan atau
menyemprotkan bahan bakar yang
dikirim dari FIP.
Baik tidaknya pengabutan ditentukan
dengan kekuatan spring nozzle.
Untuk menaikkan atau menurunkan
kekuatan dari spring dengan cara
menambah atau mengurangi shim.
101
b. Bypass valve (2) : Spring terlihat pada hole yang dekat dengan nut.
c. Fuel inlet joint (3) : Gauze filter terlihat di kedua sisi hole.
FUEL FILTER
Main Fuel Filter
A: Fuel inlet
B: Fuel outlet
Specifications
104
A: Fuel inlet
B: Fuel outlet
Specifications
Filtration area: 1.06 m2
105
1. Engine controller
2. Engine controller cooler
Cara kerja CRI System Solenoid valve pada injector akan membuka
CRI system memonitor kondisi engine (engine dan menutup nozzle needle valve untuk
speed, accelerator angle, coolant memulai dan mengakhiri fuel injection.
temperature, dsb.) dengan menggunakan
berbagai sensor.
Microcomputer pada CRI system mengontrol
fuel injection rate, fuel injection timing, fuel
injection pressure, dsb secara menyeluruh
untuk mengoperasikan engine pada kondisi
terbaiknya.
CRI system mempunyai diagnosis function
dan alarm function, dimana controller dalam
system akan memonitor main component
dan menginformasikan kepada operator saat
system mendeteksi terjadi kerusakan.
Disamping itu, CRI system juga mempunyai
fail safe function yang akan mematikan
engine saat part tertentu mengalami
kerusakan dan backup function yang akan
tetap meneruskan kerja engine dengan cara
merubah control method dalam beberapa
kasus.
Structure CRI system ini hampir sama dengan
structure dasar dari engine Tier 2.
Maksimum pressure dinaikkan dari 1.200
kg/cm2 menjadi 1.600 kg/cm2.
1. FUEL SYSTEM
Fuel system mendistribusikan high-pressure
106
Engine controller menghitung dan mengontrol energizing timing dan energizing period injector berdasarkan signal dari
berbagai sensor yang dipasang pada unit untuk menginjeksikan fuel dengan quantity dan timing yang setepat mungkin.
Control system secara garis besar dibagi berdasarkan electric part menjadi sensor, computer dan actuator.
107
Cara kerja :
CRI system terdiri dari fuel supply pump, menuju ke control chamber melalui fuel
common rail, injector, engine controller dan injection pipe pada setiap cylinder.
sensor. Injector mengontrol fuel injection rate dan
Fuel supply pump menghasilkan fuel pressure fuel injection timing dengan memposisikan
dalam common rail. Fuel pressure dikontrol ON dan OFF TWV (2-way solenoid valve).
berdasarkan fuel discharge rate supply pump. Saat TWV diposisikan ON (energized), maka
Discharge rate dikontrol dengan fuel circuit akan berubah agar high pressure
memposisikan ON dan OFF, PCV (pressure fuel dalam control chamber akan mengalir
control valve) pada fuel supply pump sesuai keluar melalui orifice. Akibatnya needle valve
dengan electric signal dari engine controller. akan digerakkan naik untuk mulai
Common rail menerima pressurized fuel dari menginjeksikan fuel oleh high-pressure fuel
fuel supply pump dan mendistribusikannya sesuai dengan nozzle cracking pressure pada
menuju ke masing masing cylinder. nozzle side.
Fuel pressure disensor oleh common rail fuel Jika TWV diposisikan OFF (de-energized), fuel
pressure sensor yang dipasang pada common circuit akan berubah sehingga high pressure
rail. fuel akan bekerja pada control chamber
Feedback controlnya digunakan untuk melalui orifice. Akibatnya needle valve
mengatur agar actual fuel pressure menjadi bergerak turun untuk menghentikan fuel
sesuai dengan setting command pressure injection.
untuk menyesuaikan dengan engine speed Oleh karena itu, fuel injection timing dan fuel
dan beban engine. injection rate, masing-masing dikontrol
Fuel pressure dalam common rail dialirkan berdasarkan penentuan waktu (timing) saat
menuju ke nozzle side pada injector dan TWV posisi ON dan lamanya waktu TWV
posisi ON.
POSISI RAIL PRESSURE SENSOR
108
BY PASS VALVE
PCV
OVERFLOW VALVE
G - SENSOR
109
110
Rumus ini digunakan untuk mengetahui waktu delivery stroke. Sehingga hasil
banyaknya fuel yang akan dikirimkan ke fuel pengurangan H – h akan semakin besar.
system. h adalah jarak pre stroke.
Untuk memperbanyak fuel yang dikirimkan H adalah jarak delivery stroke.
bisa dilakukan dengan cara memperpanjang Semakin pendek jarak pre stroke maka flow
yang dihasilkan akan semakin banyak.
2. FEED PUMP
Feed pump yang dipasang menjadi satu
(built in) dengan fuel supply pump
assembly, akan menghisap fuel dari fuel
tank dan mengalirkan melalui fuel filter
menuju ke high-pressure pump chamber.
Outer dan inner rotor feed pump,
keduanya diputar oleh camshaft.
Fuel dihisap dari sisi suction dan akan di
discharge melalui sisi delivery sesuai
112
113
FLOW DAMPER
Flow damper meredam getaran dalam high
pressure piping dan mensupply fuel menuju
ke injector dengan pressure yang stabil.
Jika kelebihan fuel bocor keluar, maka flow
damper akan melakukan blocking jalur fuel
untuk mencegah aliran fuel yang abnormal
Jika fuel bocor keluar secara abnormal, high
pressure akan bekerja pada piston dan
menggerakkannya ke kanan sampai kontak
dengan seat untuk menghentikan aliran fuel.
CARA KERJA
Saat fuel tidak di-injeksikan
Piston (2) kontak dengan stopper (1) (posisi
awal (initial)).
Static Fuel leakage dialirkan melalui orifice (a)
pada piston (2) dan clearance diantara sliding
part.
Saat fuel di-injeksikan
Fuel pressure yang bekerja pada piston (2),
akan menekan spring (3) dan
menggerakkannya ke kanan.
Static fuel leakage dialirkan melalui orifice (a)
pada piston (2) dan clearance diantara sliding
part.
Saat aliran fuel dihentikan
Jika fuel mengalir secara abnormal karena
kebocoran pada piping (misalnya), maka
114
PRESSURE LIMITER
Pressure limiter akan terbuka untuk Silahkan anda buka ruang diskusi ya seluas –
membebaskan pressure yang berlebih di dalam luasnya, bagaimana caranya untuk
fuel system. mengaktifkan pressure limiter memerlukan
Jika common rail fuel pressure mencapai pressure 2,040 kg/cm2 , namun setelah
sekitar 200 MPa {2,040 kg/cm2}, pressure pressure tercapai maka pressure akan dijaga
limiter membuka. di range 310 kg/cm2. Koq bisa ya?
Saat common rail fuel pressure turun
mencapai 30 MPa {310 kg/cm2}, pressure 1. Ball
limiter kembali ke posisi semula (menutup) 2. Housing
untuk mempertahankan pressure. 3. Spring
Pada saat kondisi normal, pressure limiter 4. Body
tidak bisa kembali ke posisi semula (menutup) 5. Guide
sampai engine dimatikan.
Injector berfungsi untuk menginjeksikan Menurut anda semua, TWV ini bertype
high-pressure fuel dari common rail ke dalam proportional solenoid apa directional
setiap combustion chamber pada engine solenoid ya?
pada timing yang setepat mungkin, dengan
quantity yang sesuai, dan dengan injection
rate yang optimal pada kondisi
penyemprotan yang paling ideal.
TWV (2-way solenoid valve) mengontrol saat
awal (start) dan saat akhir (finish) fuel
injection dengan mengontrol pressure dalam
control chamber.
Orifice akan membatasi kecepatan
pembukaan nozzle dan mengontrol fuel
injection rate.
Hydraulic piston meneruskan gaya tekan
yang ditimbulkan oleh pressure dalam
control chamber ke needle valve nozzle.
Sehingga nozzle akan menyemprotkan fuel.
116
1. Inlet connector
2. Terminal
3. Upper body
4. Solenoid
5. Valve body
6. Orifice (out)
7. Orifice (in)
8. Pressure control chamber
9. Control piston
10. Spring
11. Pressure pin
12. Nozzle assembly
117
Injector terdiri dari nozzle section, orifice untuk mengontrol fuel injection rate, hydraulic piston section,
dan 2-way solenoid valve section.
dalam pressure control chamber (8) dapat dengan cepat, sehingga fuel injection
mengalir keluar melalui orifice (3) dan (4), dihentikan dengan sangat cepat.
sehingga nozzle (1) akan terangkat untuk
mulai menginjeksikan fuel. Fuel injection rate
PLANT PEOPLE DEVELOPMENT
Advance Engine
ELECTRIC CIRCUIT DIAGRAM INJECTOR
Karena high voltage (118 V) digunakan pada wiring harness yang dihubungkan dengan
engine controller, COMMON 1 dan COMMON 2 pada supply pump, dan TWV #1 – #6
pada injector, hati-hati jangan sampai tersengat arus listrik.
119
Caterpillar Electronic Engine merupakan dan kapan bahan bakar harus diinjeksikan
langkah maju pengembangan mechanical (injection timing).
fuel system dan terbukti ketangguhan dan
Caterpillar Electronic Engine terdiri dari dua
kemampuannya. Caterpillar electronic
tipe yaitu:
engine menggunakan injector diatas masing-
masing silinder untuk menginjeksikan bahan Mechanically Actuated Electronic Unit
bakar dan electronic control module (ECM) Injector ( EUI)
untuk mengontrol seberapa banyak bahan Hydraulically Actuated Electronic Unit
bakar yang akan diinjeksikan (fuel delivery) Injector (HEUI)
9. Adjusting nut
mekanis oleh camshaft dan untuk beberapa arus. ECM yang mengirim tegangan sebesar
jenis engine menggunakan perantara lifter 75 - 105 VDC ke solenoid injector
dan push rod. tergantung pada masing-masing tipe engine.
C. DIAGRAM EUI
Gambar diatas merupakan diagram Bahan bakar dihisap oleh fuel transfer pump
komponen dan prinsip kerja EUI. EUI fuel dari tangki melalui primary fuel filter,
system menggunakan supply bahan bakar kemudian dialirkan ke fuel gallery di cylinder
bertekanan rendah dan kemudian head melalui secondary fuel filter yang
menaikkan tekanan injeksi menjadi 10,000 sanggup menyaring partikel hingga ukuran 2
hingga 30,000 psi. micron.
121
Tekanan fuel di fuel gallery diatur oleh fuel oleh ECM, bahan bakar diinjeksikan kedalam
pressure regulator yang merupakan Spring- cylinder. Fuel delivery dan timing ditentukan
Loaded Check Valve, sebesar 25-60 psi. Fuel oleh input signal dari masing-masing sensor,
yang sudah standby di fuel gallery akan kemudian data - data tersebut diolah oleh
mengalir kedalam injector. Saat roker arm ECM dan selanjutnya ECM meng-energize
menekan injector dan solenoid di energize solenoid pada saat dan jumlah yang tepat.
Tappet Plunger
bahan bakar.
Solenoid Armature
F. NOZZLE ASSEMBLY
• Nozzle Spring
• Nozzle Check
12. Spring
16. Barrel
17. Seal
18. Seal
19. Spring
124
G. TAHAPAN PENGINJEKSIAN
1. Pre-injection
2. Injection
3. Spill
4. Fill
125
Supply &
Return Ports
To Nozzle
PLANT PEOPLE DEVELOPMENT
Advance Engine
Pada saat rocker arm tidak menekan injector, Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa
tappet spring menjaga injector plunger system EU1 tergantung pada gerakan
memanjang. Fuel yang bertekanan sekitar 60 mekanis, pada saat cam berputar dan
psi dapat mengalir ke injector melalui fill / menekan rocker arm, Rocker arm menekan
spill port, melewati solenoid valve, menuju tappet dan plunger kebawah. Ketika injector
plunger cavity. poppet valve terbuka, tekanan tidak akan
timbul didalam barrel sehingga solar kembali
lagi ke fill / spill port.
Energized
Nozzle Check
Ketika solenoid valve assembly mendapat dibuang melalui spill port dan masuk ke fuel
sinyal arus , valve poppet akan menutup dan return manifold. Fuel kemudian kembali ke
fuel pressure akan meningkat didalam fuel tank. Nozzle valve didalam injector tip
injector tip. Injection dimulai pada tekanan
menutup kembali.
sekitar 34500 ±1900 kPa (5000 ± 275 psi)
saat tekanan tersebut melewati batas Meskipun EUI system merupakan fuel system
kekuatan spring.
yang sangat bagus, masih terdapat
Nozzle check mulai terangkat dari keterbatasan yaitu injection pressure sangat
dudukannya. Pressure terus naik sampai
tergantung pada kecepatan komponen
plunger full stroke. Setelah fuel dikirim
kedalam cylinder sesuai dengan jumlah yang mekanikal atau dapat juga dikatakan
tepat, ECM memutus kembali signal yang ke injection pressure sangat tergantung pada
solenoid.
kecepatan engine.
126
waktu satu menit. Dengan alasan itu, maka satuan yang digunakan adalah putaran (revolusi) per
Pada engine, putaran yang diukur adalah putaran crankshaft. Contoh: jika dinyatakan bahwa
suatu engine memilki kecepatan putar 2000 rpm, maka hal ini dapat diartikan bahwa crankshaft pada
engine tersebut berputar sebanyak 2000 putaran dalam waktu satu menit.
sebaliknya.
Jika hal tersebut di atas diterapkan pada sebuah engine, maka gaya
(f) merupakan gaya yang dihasilkan dari proses pembakaran yang terjadi
crankshaft.
torsi engine (brake torque) adalah suatu gaya yang dibutuhkan untuk
Ketika waktu dikenakan atau diperhitungkan pada sebuah kerja, maka hal ini dinamakan dengan
“tenaga” atau sering disebut juga dengan “power”. Sebuah mesin dengan tenaga yang besar dapat
melakukan kerja dalam waktu yang singkat, sebaliknya sebuah mesin dengan tenaga yang kecil dapat
melakukan kerja tersebut dengan waktu yang lebih panjang. Tenaga dapat diformulasikan sebagai
berikut:
128
Horsepower
Istilah “horsepower” (dalam bahasa Indonesia berarti “tenaga kuda atau daya kuda”) sendiri
pertama kali dikemukakan oleh seorang insinyur yang bernama James Watt (1736-1819). Ia cukup
terkenal dalam bidang pengembangan mesin uap (steam engine). Pada tahun 1782 Ia melakukan
suatu uji coba terhadap seekor kuda pony yang bekerja untuk mengangkut batubara pada sebuah
pertambangan. James Watt memilki keinginan untuk mengetahui berapa besarnya kekuatan yang
dimilki oleh kuda tersebut. Dari hasil uji coba ternyata diketahui bahwa rata-rata seekor kuda pony
mampu mengankut beban seberat 22.000 foot-pound dalam setiap satu menit. Kemudian Ia
menaikkan lagi angka tersebut hingga 50%, dan menetapkan bahwa besarnya ukuran 1 “tenaga
kuda” (“horsepower“) adalah 33.000 foot-pound dalam satu menit. Hasil ketetapan tersebut hingga
saat ini masih digunakan untuk menentukan standar dari sebuah kemampuan suatu alat (misal:
129
130
132
Perhatikan tabel diatas dan masukkan data – data tersebut sesuai rumus fuel consumption pada saat
load factor 80% :
Fuel consumption : 1.200 x 154 x 80%
0.83 * 1.000
: 147.840
830
: 178,12 Liter/Hours
Berapa besarnya fuel consumption pada saat engine load factor 50% sesuai tabel engine PC1250-8
(SAA6D170E-5) di atas.
Jawab :
133
Latihan 2 :
Specified capacity fuel tank PC1250-8 adalah 1.360 liter. Bila engine running dengan load factor 50%
seperti tabel di atas, maka untuk menghabiskan 1.360 liter ini perlu waktu berapa jama ya?
Jawab :
Latihan 3 :
Perhatikan tabel di bawah ini. Berikut adalah tabel engine SAA6D140E-5 yang digunakan pada unit
D155A-6. Berapa besarnya fuel consumption pada saat engine load factor 75% ?
Jawab :
Latihan 4 :
Specified capacity fuel tank D155A-6 adalah 625 liter. Bila engine running dengan load factor 75%
seperti tabel di atas, maka untuk menghabiskan 625 liter ini perlu waktu berapa jama ya?
Jawab :
134
135
138
141
The piston cooling nozzle plays a crucial role in dissipating heat from the piston, thus preventing overheating and potential engine damage. It delivers oil directly to the underside of the piston, providing both cooling and lubrication to reduce friction between the piston and cylinder liner. This is vital for maintaining optimal engine performance, especially under high-load conditions where excess heat can reduce efficiency and increase wear .
The primary function of a fuel injection nozzle is to atomize or spray fuel that is delivered from the Fuel Injection Pump (FIP) into the combustion chamber. The effectiveness of this atomization is significantly influenced by the strength of the nozzle spring, as it controls the opening and closing of the needle valve within the nozzle. By adjusting the tension of the spring with shims, the injection characteristics can be optimized .
Valve guides play a critical role in guiding the vertical movement of valves, and they ensure proper lubrication of the valve stems. Precision in the design and maintenance of valve guides is crucial because improper fitting can lead to air and oil leakage, affecting engine performance and efficiency. The appropriate clearance between the stem and guide is essential to prevent mechanical wear and maintain sealing integrity .
The common rail system is controlled by an engine controller that regulates the fuel delivery rate and pressure using signals from various sensors. The pressure control valve (PCV) adjusts the fuel supply pump's delivery based on engine demand. This precise control over fuel pressure and injection timing allows for more efficient combustion, enhanced fuel economy, and reduced emissions. The system employs feedback loops to ensure the actual pressure matches the required settings, optimizing performance across different engine speeds and loads .
Cylinder liners must withstand high temperatures, significant friction, and large mechanical forces from the piston. They need to be resistant to wear and capable of transferring heat efficiently to the coolant. Their design incorporates honing to create a surface that supports lubrication and minimizes wear. Additionally, liners must be corrosion-resistant, as they come into contact with the cooling system liquids. These properties ensure durability and efficiency in engine operations .
Engine hunting, characterized by unstable engine RPM, is often linked to incomplete air bleeding in the fuel system. Air pockets can disrupt fuel flow, causing inconsistent fuel delivery to the engine, which results in fluctuating engine speeds. Ensuring a thorough air bleeding process helps maintain a smooth and stable fuel flow, critical for consistent engine operation .
Upper, middle, and lower seals in a cylinder liner system prevent the mixing of different engine fluids such as coolant and oil. The upper seal prevents coolant leaks, the lower seal prevents oil leaks, and the middle seal serves as a backup. Any failure in these seals can lead to cross-contamination, reduced lubrication efficiency, overheating, and potential mechanical failure, severely impacting engine health and performance .
The integrity of the cylinder head installation heavily relies on the correct torqueing order and methods. Bolts are tightened in a specified sequence to ensure even distribution of force, preventing warping or damage to the cylinder head. The angle torque method ensures that bolts are not only tightened to a specific torque specification but are also turned an additional angle, ensuring uniform clamping force. Repeated torqueing beyond the recommended number can weaken the bolts, necessitating their replacement to maintain integrity .
Replacing a valve insert without the cylinder head offers a cost-effective maintenance solution, allowing quick repairs with minimal downtime. Valve inserts, due to their exposure to high heat and mechanical stress, are prone to wear but can be replaced independently if damaged. This approach preserves the structural integrity and functionality of the cylinder head, extending the serviceable life of the engine components .
In direct injection types, the combustion chamber is located between the cylinder head and the piston, with fuel directly injected into the chamber. This setup requires precise control over the shape of the nozzle and injection direction for optimal fuel-air mixture. For pre-combustion types, an additional chamber in the cylinder head facilitates fuel mixing before it enters the main combustion chamber, requiring more complex structures and specific cooling designs .