0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
172 tayangan43 halaman

Studi Kelayakan Bisnis

Diunggah oleh

kadek satria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
172 tayangan43 halaman

Studi Kelayakan Bisnis

Diunggah oleh

kadek satria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN BISNIS

PADA USAHA AGRIBISNIS “JUNGLEGOLD BALI”


Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ni Luh Putu Wiagustini, SE., M.Si.

Oleh Kelompok 5

Adrian Filemen Simanjuntak (2207521207)


Ni Kadek Tresnawati (2207521210)
Syifa Fauziyah (2207521211)
I Kadek Wan Sastrawan (2207521246)
Kd. Satria Danuarta (2207521249)

PROGRAM STUDI SARJANA MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2024
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................................2
IKHTISAR.....................................................................................................................................3
BAB I.............................................................................................................................................4
LATAR BELAKANG BISNIS........................................................................................................4
1.1 Alasan Dibangunnya Bisnis...................................................................................................4
1.2 Kondisi Industri....................................................................................................................5
BAB II............................................................................................................................................7
PEMBAHASAN.............................................................................................................................7
2.1 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN....................................................................................7
2.1.1 Analisis Permintaan atas Layanan yang Diberikan..........................................................7
2.1.2 Analisis Penawaran atas Layanan Sejenis........................................................................8
2.1.3 Analisis Ketepatan Strategi Pemasaran yang Digunakan.................................................9
2.2 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI.................................................................................12
2.2.1 Analisis Kelayakan Lokasi............................................................................................12
2.2.2 Analisis Kriteria Pemilihan Mesin dan Teknologi..........................................................14
2.2.3 Analisis Penentuan Layout............................................................................................17
2.3 ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA.................................................18
2.3.1 Struktur Organisasi......................................................................................................18
2.3.2 Analisis Jabatan............................................................................................................19
2.3.3 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja...............................................................................21
2.3.4 Rekrutmen Karyawan...................................................................................................23
2.4 ASPEK KEUANGAN..........................................................................................................25
2.4.1 Analisis Sumber Dana untuk Menjelaskan Bisnis Sura Konveksi..................................25
2.4.2 Analisis Besarnya Kebutuhan Investasi yang Diperlukan..............................................25
2.4.3 Menganalisis Modal Kerja yang Dibutuhkan................................................................25
2.4.4 Penyusutan Aktiva Tetap Pertahun...............................................................................26
2.4.5 Proyeksi Laba Rugi.......................................................................................................26
2.4.6 Proyeksi Arus Kas.........................................................................................................27
2.4.7 Kriteria Kelayakan dalam Aspek Finansial Perusahaan Junglegold Bali.......................28
2.5 ASPEK HUKUM.................................................................................................................31
2.5.1 Analisis Ketepatan Badan Hukum.................................................................................31
2.5.2 Analisis Legalitas Usaha yang Akan Dijalankan............................................................31
2.5.3 Kepatuhan Pajak..........................................................................................................32
2.6 ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN PROYEK.........................................32
IKHTISAR

Pada tahun 2010, Tobias Garritt memulai memproduksi cokelat di Bali dengan merk 'Pod
Chocolate'. Nama 'Pod' terinspirasi oleh 'kakao pod' dan hasrat besar tim untuk mengedukasi
masyarakat tentang proses pembuatan cokelat sesungguhnya sejak dari pohon sampai menjadi
cokelat batang dan ingin bekerja sama dengan petani setempat untuk menciptakan model
pertanian organic yang berkelanjutan dengan meningkatkan hasil, kualitas dan nilai bagi
masyarakat setempat.
Pada tahun 2012, Pod Chocolate membangun fasilitas dan kafe khusus yang pertama
kalinya di Bali Elephant Camp, yang di buka pada bulan Januari 2013. Dari sini mereka mulai
memproduksi rangkaian klasik cokelat couverture berkualitas tinggi bergaya Eropa, cokelat
batangan, cokelat blok dan lainnya. Setalah itu, Pod Chocolate memulai tour cokelatnya bagi
orang- orang yang ingin melihat sendiri proses pembuatan cokelat tersebut.
Setelah proses Panjang tersebut nama 'Pod Chocolate' akhirnya di ganti dengan merk
yang saat ini di kenal oleh masyarakat setempat sebagai 'Junglegold'. Bersamaan dengan
meningkatnya permintaan dan ekspansi internasional, Junglegold sekarang mempunyai 3 gerai
yang terletak di Denpasar, Sanur dan di dekat area Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah
Rai.
BAB I
LATAR BELAKANG BISNIS

1.1 Alasan Dibangunnya Bisnis

Junglegold Bali didirikan dengan visi untuk menciptakan produk cokelat premium yang
tidak hanya memanjakan lidah konsumen, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat lokal
dan lingkungan. Bisnis ini didirikan dengan berbagai alasan kuat yang mendasari visi dan misi
perusahaan.

Pertama, ada kebutuhan yang terus meningkat di pasar untuk produk cokelat premium
dan berkelanjutan. Konsumen modern semakin peduli terhadap asal-usul dan proses produksi
makanan yang mereka konsumsi. Mereka mencari produk yang tidak hanya lezat tetapi juga
diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab dan etis. Junglegold Bali memenuhi kebutuhan
ini dengan menawarkan cokelat premium yang diproduksi secara etis dan berkelanjutan. Proses
produksinya mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan etika, dari penanaman kakao
hingga produk akhir yang dijual kepada konsumen.

Kedua, Junglegold Bali didirikan dengan tujuan untuk memberdayakan petani kakao
lokal di Bali. Banyak petani kakao di Bali masih menggunakan metode pertanian tradisional
dengan pendapatan yang rendah. Junglegold Bali bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
petani lokal dengan memberikan pelatihan yang dibutuhkan, kemitraan yang adil, dan
memastikan mereka mendapatkan harga yang layak untuk produk kakao berkualitas tinggi yang
mereka hasilkan. Dengan cara ini, Junglegold Bali tidak hanya membantu meningkatkan kualitas
hidup petani tetapi juga memastikan bahan baku berkualitas tinggi untuk produk mereka.

Selain itu, pendirian Junglegold Bali juga didorong oleh keinginan untuk berkontribusi
pada pengembangan ekonomi lokal. Bali adalah destinasi wisata yang sangat populer dan
memiliki pasar pariwisata yang besar. Dengan mendirikan Junglegold Bali di Bali, perusahaan
tidak hanya memanfaatkan pasar pariwisata yang besar tetapi juga berkontribusi pada
pengembangan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan komunitas.
Junglegold Bali menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan memberikan mereka
pelatihan serta peluang karir yang berkelanjutan.
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi alasan kuat di balik pendirian Junglegold
Bali. Industri cokelat tradisional sering kali terkait dengan deforestasi dan praktik-praktik
pertanian yang merusak lingkungan. Junglegold Bali berkomitmen untuk menerapkan praktik
produksi yang ramah lingkungan. Ini termasuk penggunaan bahan baku lokal yang organik dan
non-GMO serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan demikian, Junglegold Bali tidak
hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

1.2 Kondisi Industri

Junglegold Bali beroperasi dalam industri cokelat yang kompetitif namun penuh dengan
peluang, terutama di pasar premium dan berkelanjutan. Industri cokelat global sedang
mengalami pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk produk
cokelat berkualitas tinggi.

Permintaan yang meningkat untuk produk premium menjadi salah satu pendorong utama.
Konsumen di seluruh dunia semakin mencari produk cokelat berkualitas tinggi yang
menawarkan pengalaman rasa yang unik. Pasar premium ini terus tumbuh, memberikan peluang
besar bagi Junglegold Bali untuk berkembang. Produk cokelat premium tidak hanya dihargai
karena rasa dan kualitasnya tetapi juga karena cerita di balik produksinya, termasuk asal-usul biji
kakao dan praktik keberlanjutan.

Kesadaran akan keberlanjutan dan etika dalam produksi makanan juga memainkan peran
penting. Semakin banyak konsumen yang peduli dengan keberlanjutan dan etika dalam produksi
makanan yang mereka konsumsi. Hal ini menciptakan permintaan untuk produk-produk yang
diproduksi secara bertanggung jawab, seperti yang ditawarkan oleh Junglegold Bali. Dengan
fokus pada produksi berkelanjutan dan etis, Junglegold Bali dapat memenuhi kebutuhan ini dan
membedakan diri dari pesaing.

Bali, sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, memberikan peluang
pasar yang besar bagi Junglegold Bali. Keberadaan wisatawan yang tinggi memberikan peluang
pasar yang besar bagi produk cokelat lokal seperti Junglegold Bali, baik melalui penjualan
langsung di lokasi wisata maupun melalui kerjasama dengan hotel dan restoran. Wisatawan
sering mencari produk lokal yang unik sebagai oleh-oleh, dan Junglegold Bali memenuhi
kebutuhan ini dengan produknya yang berkualitas tinggi dan cerita produksi yang menarik.

Teknologi dan inovasi dalam produksi cokelat juga memainkan peran penting dalam
keberhasilan Junglegold Bali. Industri cokelat terus mengalami inovasi dalam hal teknologi
produksi. Penggunaan mesin modern dan teknik produksi yang inovatif memungkinkan
Junglegold Bali untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi yang lebih baik.
Ini membantu Junglegold Bali tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.

Namun, industri cokelat juga sangat kompetitif, dengan banyak merek lokal dan
internasional yang sudah mapan. Junglegold Bali harus bersaing dengan merek-merek lokal dan
internasional yang sudah memiliki pangsa pasar yang signifikan. Namun, dengan fokus pada
kualitas premium dan keberlanjutan, Junglegold Bali dapat membedakan dirinya di pasar.
Melalui inovasi produk, strategi pemasaran yang efektif, dan komitmen terhadap keberlanjutan,
Junglegold Bali dapat terus tumbuh dan berhasil di industri ini.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1.1 Analisis Permintaan atas Layanan yang Diberikan

Junglegold Bali beroperasi di industri cokelat premium yang terus berkembang dan
dipengaruhi oleh tren konsumen yang mengutamakan kualitas, keberlanjutan, dan etika dalam
produk yang mereka pilih. Permintaan atas cokelat premium telah meningkat secara signifikan,
didorong oleh peningkatan pendapatan konsumen, kesadaran akan gaya hidup sehat, dan
kepedulian terhadap keberlanjutan.

Konsumen modern mencari produk yang tidak hanya enak tetapi juga diproduksi dengan
cara yang bertanggung jawab. Junglegold Bali memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan
cokelat premium yang diproduksi secara etis dan berkelanjutan. Selain kualitas rasa yang tinggi,
Junglegold Bali juga memanfaatkan bahan-bahan alami dan metode produksi yang ramah
lingkungan, yang semakin menarik bagi konsumen yang peduli terhadap keberlanjutan.

Bali, sebagai destinasi wisata global, menyediakan pasar yang besar bagi Junglegold Bali.
Wisatawan yang mengunjungi Bali sering mencari pengalaman unik dan produk lokal
berkualitas tinggi sebagai oleh-oleh. Junglegold Bali menawarkan produk yang memenuhi
kriteria ini, serta menyediakan tur pabrik yang memberikan pengalaman mendalam tentang
proses pembuatan cokelat. Ini tidak hanya meningkatkan daya tarik produk tetapi juga
menciptakan loyalitas pelanggan.

Selain itu, hotel dan restoran mewah di Bali mencari produk berkualitas tinggi untuk
disajikan kepada tamu mereka. Cokelat premium dari Junglegold Bali, dengan reputasi untuk
kualitas dan keberlanjutan, sangat cocok untuk pasar ini. Kerjasama dengan hotel dan restoran
mewah juga membantu meningkatkan visibilitas dan reputasi Junglegold Bali di pasar lokal dan
internasional.

Pasar ekspor juga merupakan target utama bagi Junglegold Bali. Permintaan internasional
untuk cokelat premium yang diproduksi secara berkelanjutan terus meningkat, terutama di Asia,
Eropa, dan Amerika. Produk cokelat premium dari Junglegold Bali, dengan fokus pada
keberlanjutan dan etika, memenuhi kebutuhan konsumen global yang mencari produk-produk
berkualitas tinggi dan bertanggung jawab.

Tren belanja online yang terus meningkat memberikan peluang besar bagi Junglegold
Bali. E-commerce memungkinkan perusahaan untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah,
baik lokal maupun internasional. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan situs web
resmi Junglegold Bali memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan ini.

2.1.2 Analisis Penawaran atas Layanan Sejenis

Junglegold Bali menawarkan produk cokelat premium yang diproduksi dengan komitmen
kuat terhadap keberlanjutan dan etika, memanfaatkan biji kakao berkualitas tinggi yang
diperoleh dari petani lokal di Bali. Junglegold Bali menyediakan berbagai varian produk cokelat,
termasuk dark chocolate, creamy chocolate, white chocolate dan cokelat dengan rasa unik yang
diolah menggunakan kelapa dan rempah-rempah khas Bali. Setiap produk dikemas dengan
desain yang menarik dan ramah lingkungan, menekankan pada estetika dan keberlanjutan yang
semakin dicari oleh konsumen modern. Selain itu, Junglegold Bali menawarkan pengalaman tur
pabrik yang edukatif dan menarik bagi wisatawan, memungkinkan mereka untuk melihat
langsung proses pembuatan cokelat dari biji kakao hingga produk akhir, yang tidak hanya
meningkatkan pengetahuan tetapi juga membangun loyalitas konsumen.

Junglegold Bali juga memiliki strategi pemasaran yang kuat melalui media sosial seperti
Instagram, Facebook, dan YouTube, yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek dan
keterlibatan konsumen. Promosi dilakukan melalui konten visual yang menarik dan cerita di
balik produk, menonjolkan aspek keberlanjutan dan kualitas tinggi. Penjualan produk juga
dilakukan melalui platform e-commerce seperti situs web resmi Junglegold Bali, Tokopedia, dan
Shopee, memungkinkan jangkauan yang lebih luas baik di pasar lokal maupun internasional.

Kerjasama dengan hotel dan restoran mewah di Bali adalah bagian penting dari strategi
distribusi Junglegold Bali, meningkatkan visibilitas dan reputasi merek di kalangan konsumen
premium. Program loyalitas dan diskon khusus untuk pelanggan tetap juga digunakan untuk
mendorong repeat business dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan kombinasi produk
berkualitas tinggi, kemasan yang ramah lingkungan, strategi pemasaran yang efektif, dan
komitmen terhadap keberlanjutan, Junglegold Bali mampu bersaing dengan merek-merek lokal,
nasional, dan internasional di pasar cokelat premium yang semakin kompetitif.

2.1.3 Analisis Ketepatan Strategi Pemasaran yang Digunakan


A. Analisis Marketing Mix
1. Produk
Junglegold Bali menawarkan produk cokelat premium yang dihasilkan
dari biji kakao berkualitas tinggi yang diperoleh dari petani lokal di Bali. Varian
produk dari Junglegold bali kini memiliki 33 varian seperti peppermint, seasalt &
cacaonibs, rosella, honeycomb, dark chocolate, cookies and cream dan lain-lain.
Produk-produk ini dikemas dalam kemasan yang menarik dan ramah lingkungan,
menekankan kualitas tinggi dan keberlanjutan. Selain produk cokelat, Junglegold
Bali juga menyediakan pengalaman tur pabrik yang memberikan nilai tambah
unik dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
2. Harga
Junglegold Bali menerapkan strategi harga premium yang mencerminkan
kualitas produk dan proses produksi yang berkelanjutan. Harga produk berkisar
dari Rp 45.000 hingga Rp 400.000 per item tergantung pada jenis dan ukuran
produk. Harga yang lebih tinggi ini mencerminkan bahan baku berkualitas tinggi,
proses produksi yang etis, dan nilai tambah yang ditawarkan, seperti kemasan
ramah lingkungan dan pengalaman tur pabrik. Strategi harga ini tepat untuk
segmen pasar yang ditargetkan, yaitu konsumen kelas menengah ke atas dan
wisatawan yang mencari produk premium dan unik.
3. Tempat
Distribusi produk Junglegold Bali dilakukan melalui beberapa saluran,
termasuk toko fisik di Bali seperti Junglegold Bali Factory & Café di Jl.
Denpasar-Singaraja No.29, Werdi Bhuwana, Kec. Mengwi, Kabupaten Badung,
Bali 80351. Lokasi ini menawarkan suasana kafe yang nyaman dimana pelanggan
bisa menikmati berbagai produk cokelat.
4. Promosi
Junglegold Bali menggunakan strategi promosi yang efektif melalui
berbagai saluran. Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan YouTube
digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan konsumen.
Konten promosi yang menarik dan informatif, termasuk cerita di balik produksi
cokelat dan praktik keberlanjutan, membantu membangun hubungan emosional
dengan konsumen. Selain itu, partisipasi dalam pameran makanan dan minuman
internasional serta program loyalitas dan diskon khusus untuk pelanggan tetap
juga digunakan untuk mendorong penjualan dan memperluas jangkauan pasar.

B. Strategi Pemasaran STP

Segmentasi ● Junglegold Bali menggunakan segmentasi


berdasarkan geografis, dimana menargetkan
konsumen laki-laki dan perempuan yang berusia 17
tahun keatas. Untuk pendapatan sendiri, Junglegold
Bali menargetkan konsumen yang memiliki
pendapatan menengah ke atas.
● Junglegold Bali menggunakan segmentasi
berdasarkan psikografis, dimana menargetkan
konsumen yang peduli dengan kesehatan, pecinta
cokelat, pencari pengalaman unik, dan pelanggan
yang menghargai produk lokal berkualitas tinggi.
● Junglegold Bali menggunakan segmentasi
berdasarkan geografis, dimana menargetkan
konsumen lokal yang berada di Bali, terutama di
area wisata utama seperti Ubud dan Seminyak.
Menargetkan konsumen di seluruh Indonesia yang
dapat dijangkau melalui platform e-commerce serta
Wisatawan asing yang mengunjungi Bali dan
konsumen internasional yang berbelanja melalui
platform online.

Targeting Pasar sasaran dari Junglegold Bali wisatawan


domestik/internasional yang mengunjungi Bali mencari
produk lokal berkualitas tinggi sebagai oleh-oleh atau
pengalaman unik melalui tur pabrik cokelat serta yang
peduli dengan kesehatan, pecinta cokelat, pencari
pengalaman unik.

Positioning Junglegold Bali memposisikan dirinya sebagai "Premium,


Ethical, and Sustainable Chocolate from Bali." Positioning
ini dirancang untuk menarik konsumen yang tidak hanya
mencari produk cokelat berkualitas tinggi tetapi juga peduli
terhadap keberlanjutan dan etika dalam produksi makanan.

C. Analisis Pesaing

Kriteria Big Tree Farms Kerta Semaya Samaniya


Cooperta

Kelebihan 1. Keberlanjutan 1. Kualitas Bahan


2. Jaringan Distribusi Baku
Luas 2. Komitmen Dengan
3. Reputasi Lokal Petani
Kuat

Kekurangan 1. Variasi Produk 1. Jangkauan Pasar


Kurang Sempit
2. Kurangnya 2. Skala Operasional
Pengalaman Kecil
Konsumen
2.2 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

2.2.1 Analisis Kelayakan Lokasi

Junglegold Bali berlokasi di Jl. Denpasar-Singaraja No.29, Werdi Bhuwana, Kec.


Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Lokasi yang strategis dan potensial ini menawarkan berbagai
keuntungan penting bagi bisnis konveksi. Pemilihan lokasi usaha Sura Konveksi didasarkan pada
pertimbangan berbagai faktor berikut:
a. Letak Pasar yang Ditargetkan
Lokasi Junglegold Chocolate di Bali sangat strategis, terletak dekat dengan pusat
kota dan area permukiman, lokasi ini mempermudah akses pelanggan lokal dan
wisatawan. Bali, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, menarik jutaan
wisatawan setiap tahunnya yang mencari oleh-oleh berkualitas tinggi seperti cokelat
premium. Kedekatan dengan pusat wisata seperti Ubud dan Seminyak, serta institusi
pendidikan dan lembaga pemerintahan, menambah potensi pasar untuk produk
Junglegold Chocolate.
b. Ketersediaan Bahan Baku
Bali memiliki akses terbatas terhadap beberapa jenis bahan baku kakao. Namun,
Junglegold Chocolate mengatasi tantangan ini dengan mengandalkan jaringan supplier
yang andal di luar Bali untuk memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi.
Perusahaan telah membangun hubungan yang kuat dengan pemasok terpercaya, dan
melalui perencanaan inventaris yang efisien, mereka mampu mengelola logistik bahan
baku dengan baik, memastikan pasokan yang konsisten dan berkualitas.
c. Ketersediaan Pembangkit Listrik dan Air
Ketersediaan pembangkit listrik dan air di sekitar lokasi usaha Junglegold
Chocolate sangat memadai. Infrastruktur yang stabil ini penting untuk mendukung
kelancaran proses produksi. Pasokan listrik yang andal dan air bersih yang cukup
memastikan bahwa operasional sehari-hari berjalan tanpa hambatan, menjaga kualitas
produk yang dihasilkan. Infrastruktur yang baik ini mendukung berbagai proses produksi
dari pengolahan biji kakao hingga pengemasan produk akhir.
d. Fasilitas Transportasi
Akses jalan menuju lokasi usaha sangat baik, dengan jalan beraspal yang dapat
dilalui kendaraan roda dua dan empat. Lokasi di pinggir jalan utama Jl. Denpasar-
Singaraja memudahkan distribusi produk ke berbagai tujuan, baik untuk pasar lokal
maupun nasional. Fasilitas transportasi yang baik juga memudahkan akses bagi karyawan
dan pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan dalam distribusi
produk.
e. Ketersediaan Tenaga Kerja
Mengwi, Kabupaten Badung, memiliki tantangan dalam menemukan tenaga kerja
terampil di bidang produksi cokelat. Namun, Junglegold Chocolate berkomitmen untuk
memberikan pelatihan kepada tenaga kerja lokal untuk meningkatkan keterampilan
mereka. Dengan program pelatihan yang baik, perusahaan dapat mengembangkan tenaga
kerja yang kompeten dalam produksi cokelat berkualitas tinggi, memastikan bahwa
kebutuhan operasional terpenuhi dengan baik. Selain itu, kedekatan dengan pusat
pendidikan juga dapat menjadi sumber tenaga kerja potensial yang dapat dilatih dan
dikembangkan.
2.2.2 Analisis Kriteria Pemilihan Mesin dan Teknologi
1. Mesin Pemanggang

Mesin pemanggangan digunakan untuk memanggang biji kakao dengan suhu


yang dikontrol secara tepat. Proses ini penting untuk mengembangkan rasa dan aroma
khas cokelat. Junglegold Chocolate menggunakan mesin pemanggangan modern yang
dilengkapi dengan pengaturan suhu otomatis untuk memastikan biji kakao dipanggang
secara merata, sehingga menghasilkan rasa cokelat yang optimal.
2. Mesin Penggilingan

Setelah dipanggang, biji kakao perlu digiling menjadi partikel yang sangat halus.
Mesin penggilingan yang digunakan oleh Junglegold Chocolate adalah mesin
berteknologi tinggi yang mampu menggiling biji kakao menjadi pasta kakao dengan
tekstur yang sangat halus. Teknologi ini penting untuk menghasilkan cokelat dengan
tekstur yang lembut dan halus.
3. Mesin Conching

Conching adalah proses pengolahan cokelat yang melibatkan pengadukan pasta


kakao dalam waktu yang lama untuk memperbaiki tekstur dan rasa. Mesin conching yang
digunakan oleh Junglegold Chocolate memungkinkan kontrol yang tepat terhadap waktu
dan suhu proses ini. Mesin ini membantu menghilangkan rasa asam dan meningkatkan
kekentalan serta homogenitas cokelat.
4. Mesin Tempering

Tempering adalah proses penting untuk memastikan cokelat memiliki tekstur


yang halus, kilau yang baik, dan tidak mudah meleleh. Junglegold Chocolate
menggunakan mesin tempering otomatis yang dapat mengatur suhu dengan presisi tinggi.
Mesin ini memastikan kristalisasi mentega kakao yang sempurna, menghasilkan cokelat
yang berkualitas tinggi dengan snap yang bagus saat dipatahkan.
5. Mesin Pencetak

Setelah tempering, cokelat cair dituangkan ke dalam cetakan menggunakan mesin


pencetak. Mesin pencetak yang digunakan oleh Junglegold Chocolate dirancang untuk
memastikan setiap batang cokelat atau praline memiliki bentuk dan ukuran yang
konsisten. Mesin ini juga memungkinkan proses pendinginan yang cepat dan merata,
menjaga kualitas dan penampilan produk akhir.
6. Mesin Pengemasan

Mesin pengemasan otomatis digunakan untuk membungkus produk cokelat


dengan kemasan yang menarik dan higienis. Junglegold Chocolate menggunakan mesin
pengemasan yang efisien dan cepat, yang dapat menangani berbagai jenis kemasan
seperti bungkus individu, kotak, dan kemasan ramah lingkungan. Mesin ini memastikan
bahwa produk tetap segar dan terlindungi hingga sampai ke tangan konsumen.
2.2.3 Analisis Penentuan Layout
2.3 ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

2.3.1 Struktur Organisasi


2.3.2 Analisis Jabatan
JOB DESCRIPTION:
1) CEO
● Memimpin dan mengelola semua aspek operasional perusahaan secara
strategis untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
● Menetapkan tujuan, rencana, dan strategi jangka panjang perusahaan
bersama jajaran direksi.
● Memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai
rencana dan anggaran yang ditetapkan.
2) CO Founder
● Menentukan produk/jasa, target pasar, proses bisnis, dan model monetisasi
yang akan dijalankan.
● Membangun tim dan menentukan struktur organisasi yang diperlukan.
Merekrut dan melah anggota tim inti.
● Memimpin pengembangan produk awal dan peluncuran ke pasar.
3) KOMISARIS
● Bertanggung jawab mengawasi dan memberikan nasihat kepada direksi
dalam menjalankan perusahaan. Komisaris bertindak untuk kepentingan
pemegang saham.
● Mengevaluasi dan menyetujui rencana kerja tahunan perusahaan yang
diajukan direksi.
● Memberikan persetujuan atas tindakan-tindakan direksi yang memerlukan
persetujuan dewan komisaris.
4) DIREKTUR
● Memimpin dan mengawasi operasional sebuah divisi atau departemen
tertentu di perusahaan.
● Mengelola dan mengembangkan tim di bawah divisinya. Melakukan
rekrutmen karyawan baru bila diperlukan.
● Membuat perencanaan, anggaran, dan memastikan pelaksanaan program
kerja divisi berjalan optimal.
5) STAFF
● Mengerjakan tugas-tugas run sehari-hari sesuai prosedur dan kebijakan
perusahaan.
● Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan departemen atau tim lain
terkait pekerjaannya.
● Mengelola dokumen, kearsipan, dan database perusahaan.
6) KARYAWAN
● Melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan
sesuai dengan job deskripsi.
● Memenuhi target kerja yang ditentukan oleh perusahaan.
● Mengikuti standar dan prosedur kerja yang ditetapkan perusahaan

2.3.3 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja

Untuk memproyeksikan kebutuhan karyawan dalam satu outlet 'Junglegold' yang


mempekerjakan 10 orang, kita bisa membaginya berdasarkan fungsi utama yang diperlukan
untuk menjalankan operasi outlet dengan efisien. Berikut adalah proyeksi kebutuhan karyawan
berdasarkan peran dan tanggung jawabnya:

1. Manajer Outlet (1 orang):


o Bertanggung jawab atas keseluruhan operasi outlet.
o Mengawasi staf, memastikan target penjualan tercapai, dan menjaga kualitas
layanan.
o Menangani masalah pelanggan dan bertanggung jawab atas pelaporan ke
manajemen pusat.
2. Supervisor/TL (1 orang):
o Membantu manajer outlet dalam mengawasi staf dan operasi sehari-hari.
o Melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan operasional.
o Menangani tugas administratif dan pelaporan harian.
3. Kasir (2 orang):
o Mengelola transaksi pembayaran pelanggan.
o Menyediakan laporan penjualan harian.
o Menjaga keamanan uang kas dan sistem pembayaran.
4. Barista/Koki Cokelat (3 orang):
o Menyiapkan minuman berbasis cokelat dan produk cokelat lainnya sesuai
pesanan.
o Menjaga kebersihan dan keteraturan area persiapan.
o Mengelola stok bahan baku dan memastikan kualitas produk.
5. Pelayan/Pramuniaga (2 orang):
o Melayani pelanggan, membantu mereka memilih produk, dan memberikan
informasi tentang produk cokelat.
o Menjaga kebersihan dan keteraturan area layanan dan meja pelanggan.
o Mengatur display produk dan memastikan produk selalu tersedia.
6. Petugas Kebersihan (1 orang):
o Bertanggung jawab atas kebersihan keseluruhan outlet, termasuk area dapur,
ruang pelanggan, dan toilet.
o Membantu dalam menjaga sanitasi dan higiene yang sesuai standar.

Total: 10 orang

Detail Tugas dan Rotasi Shift:

 Manajer Outlet bekerja dengan jam kerja normal dan bisa tersedia untuk shift pagi dan
siang.
 Supervisor/TL bertugas untuk shift yang bergantian, pagi dan sore.
 Kasir dan Barista/Koki Cokelat diatur dalam shift pagi, siang, dan sore untuk
memastikan ada yang selalu bertugas sepanjang waktu operasi outlet.
 Pelayan/Pramuniaga diatur dalam shift yang fleksibel, bergantian antara pagi dan sore.
 Petugas Kebersihan memiliki shift kerja pagi atau sore sesuai kebutuhan kebersihan.

Rotasi Shift:

 Untuk memastikan kelancaran operasional, rotasi shift dapat diterapkan di antara


karyawan kecuali manajer dan petugas kebersihan. Hal ini penting agar setiap karyawan
mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan tidak bekerja terlalu lama dalam satu shift.

Dengan pembagian dan rotasi ini, setiap outlet 'Junglegold' akan memiliki struktur organisasi
yang efisien dan mampu memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari serta memberikan layanan
terbaik kepada pelanggan.

2.3.4 Rekrutmen Karyawan


Proses Rekrutmen Junglegold Bali
1. Perencanaan dan Analisis Kebutuhan
 Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja: Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) bekerja
sama dengan manajer dari setiap departemen untuk mengidentifikasi kebutuhan
tenaga kerja berdasarkan proyeksi pertumbuhan bisnis, ekspansi gerai, dan kebutuhan
operasional.
 Penentuan Spesifikasi Pekerjaan: Menyusun deskripsi pekerjaan dan spesifikasi yang
mencakup kualifikasi, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk setiap
posisi.
2. Persiapan dan Pengumuman Lowongan
 Penyusunan Iklan Lowongan: Menyusun iklan lowongan pekerjaan yang menarik dan
informatif, mencantumkan deskripsi pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan, lokasi
kerja, dan cara mengajukan lamaran.
 Penentuan Media Pengumuman: Memilih media yang tepat untuk mengumumkan
lowongan, seperti situs web perusahaan, portal karir online, media sosial, dan papan
pengumuman lokal.
3. Penerimaan dan Penyaringan Lamaran
Pengumpulan Lamaran: Menerima lamaran pekerjaan melalui email, situs web
perusahaan, atau portal karir online.
 Penyaringan Awal: Tim SDM melakukan penyaringan awal berdasarkan kualifikasi
dasar yang tercantum dalam lamaran (CV, surat lamaran, portofolio).
 Tes Online: Jika diperlukan, mengadakan tes online untuk mengukur kemampuan
teknis atau keterampilan khusus yang relevan dengan posisi yang dilamar.
4. Wawancara dan Penilaian
 Wawancara Telepon/Video: Melakukan wawancara awal melalui telepon atau video
call untuk mengevaluasi kecocokan kandidat secara lebih mendalam.
 Wawancara Tatap Muka: Mengundang kandidat yang lolos wawancara awal untuk
wawancara tatap muka dengan tim SDM dan manajer departemen terkait. Wawancara
ini bisa mencakup pertanyaan tentang pengalaman kerja, keterampilan, dan
kecocokan budaya perusahaan.
 Tes Praktis: Mengadakan tes praktis atau studi kasus untuk menilai kemampuan
kandidat dalam situasi kerja nyata.
5. Seleksi dan Penawaran Kerja
 Evaluasi Akhir: Tim SDM dan manajer departemen melakukan evaluasi akhir
terhadap kandidat berdasarkan hasil wawancara dan tes.
 Pemberian Penawaran Kerja: Memberikan penawaran kerja resmi kepada kandidat
yang terpilih, termasuk rincian tentang gaji, tunjangan, dan syarat-syarat kerja.
 Negosiasi: Jika diperlukan, melakukan negosiasi dengan kandidat mengenai syarat
dan ketentuan kerja.

6. Onboarding dan Pelatihan


 Persiapan Onboarding: Menyusun rencana onboarding untuk membantu karyawan
baru menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memahami budaya perusahaan, dan
mengetahui tugas serta tanggung jawab mereka.
 Pelatihan Awal: Memberikan pelatihan awal yang mencakup orientasi perusahaan,
pelatihan teknis, dan pelatihan terkait dengan tugas spesifik mereka.
 Mentorship: Menyediakan mentor atau pembimbing yang dapat membantu karyawan
baru selama periode penyesuaian.
7. Evaluasi dan Umpan Balik
 Masa Percobaan: Menetapkan masa percobaan untuk karyawan baru selama 3-6
bulan, selama masa ini kinerja mereka akan dievaluasi secara berkala.
 Umpan Balik: Memberikan umpan balik yang konstruktif kepada karyawan baru dan
memberikan dukungan untuk perbaikan jika diperlukan.
 Penilaian Akhir: Setelah masa percobaan berakhir, melakukan penilaian akhir untuk
memutuskan apakah karyawan tersebut akan diangkat menjadi karyawan tetap
Dengan proses rekrutmen yang sistematis dan terstruktur ini, Junglegold Bali dapat
memastikan bahwa mereka mendapatkan karyawan yang berkualitas, memiliki keterampilan
yang sesuai, dan dapat berkontribusi secara positif terhadap visi dan misi perusahaan.
2.4 ASPEK KEUANGAN

2.4.1 Analisis Sumber Dana untuk Menjelaskan Bisnis Sura Konveksi


Jumlah dana yang diperlukan untuk mendirikan usaha Junglegold Bali adalah sebesar Rp.
1.225.000.000 tersebut digunakan untuk modal investasi berupa aktiva tetap sebesar Rp.
685.000.000 dan modal kerja selama satu bulan sebagai biaya operasional sebesar Rp.
540.000.000 Usaha ini 100% Modal sendiri.

2.4.2 Analisis Besarnya Kebutuhan Investasi yang Diperlukan

Jenis Unit Satuan Harga Jumlah

Bangunan 1 Unit 200.000.000 200.000.000

Mesin 5 20.000.000 100.000.000


Pemanggang

Mesin 5 7.000.000 35.000.000


Penggilingan

Mesin Conching 5 15.000.000 75.000.000

Mesin 5 35.000.000 175.000.000


Tempering

Mesin Pencetak 5 15.000.000 75.000.000

Mesing 5 5.000.000 25.000.000


Pengemasan

Total 685.000.000

2.4.3 Menganalisis Modal Kerja yang Dibutuhkan

Kegiatan Satuan Harga Total Perbulan Total Pertahun

Gaji Karyawan 10 2.500.000 25.000.000 300.000.000

Iuran Air 1 Bulan 1.000.000 1.000.000 12.000.000

Listrik 1 Bulan 3.000.000 3.000.000 36.000.000

Biaya 1 Bulan 1.000.000 1.000.000 12.000.000


Pemasaran
Bahan Baku 1 Bulan 15.000.000 15.000.000 180.000.000
(Jarum, Cat,
Benang, Kapur
Jahit, Baju)

Total 45.000.000 540.000.000

2.4.4 Penyusutan Aktiva Tetap Pertahun

Nama Aset Nilai Aktiva Umur Ekonomis Nilai Penyusutan


(Tahun)

Bangunan 200.000.000 5 40.000.000

Mesin Pemanggang 100.000.000 20.000.000

Mesin Penggilingan 35.000.000 7.000.000

Mesin Conching 75.000.000 15.000.000

Mesin Tempering 175.000.000 35.000.000

Mesin Pencetak 75.000.000 15.000.000

Mesing Pengemasan 25.000.000 5.000.000

Total 137.000.000

2.4.5 Proyeksi Laba Rugi


Penerimaan perusahaan Junglegold Bali diperoleh dari rata-rata produk cokelat yang
dijual. Dimana rata-rata penjualan yang diraih sebanyak 3 ton per bulan yang dimana pertonnya
seharga Rp 50.000.000. Lalu dikalikan 12 bulan menjadi Rp 1.800.000.000. Pajak penghasilan
diasumsikan sebesar 15%.

Laba Rugi Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

Total
Pendapatan Rp1.800.000.000 Rp1.980.000.000 Rp2.178.000.000 Rp2.395.800.000 Rp2.635.380.000

Biaya
Operasional Rp540.000.000 Rp594.000.000 Rp653.400.000 Rp718.740.000 Rp790.614.000
Biaya
Penyusutan Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000

Total Biaya Rp677.000.000 Rp731.000.000 Rp790.400.000 Rp855.740.000 Rp927.614.000

Laba Kotor Rp1.123.000.000 Rp1.249.000.000 Rp1.387.600.000 Rp1.540.060.000 Rp1.707.766.000

Pajak (15%) Rp168.450.000 Rp187.350.000 Rp208.140.000 Rp231.009.000 Rp256.164.900

Laba Bersih Rp954.550.000 Rp1.061.650.000 Rp1.179.460.000 Rp1.309.051.000 Rp1.451.601.100

2.4.6 Proyeksi Arus Kas

Penilaian kelayakan investasi didasarkan pada arus kas (cashflow) dan bukan pada keuntungan.
Hal ini disebabkan untuk menghasilkan keuntungan tambahan, perusahaan harus mempunyai kas
untuk ditanamkan kembali. Arus kas Junglegold Bali dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tahun Investasi Laba Rugi Penyusutan Proceeds

0 0
Rp685.000.000

1 Rp0,00 Rp954.550.000 Rp137.000.000 Rp1.091.550.000

2 Rp0,00 Rp1.061.650.000 Rp137.000.000 Rp1.198.650.000

3 Rp0,00 Rp1.179.460.000 Rp137.000.000 Rp1.316.460.000

4 Rp0,00 Rp1.309.051.000 Rp137.000.000 Rp1.446.051.000

5 Rp0,00 Rp1.451.601.100 Rp137.000.000 Rp1.588.601.100


2.4.7 Kriteria Kelayakan dalam Aspek Finansial Perusahaan Junglegold Bali

Perhitungan kelayakan finansial Perusahaan Junglegold Bali ini diperoleh dari data hasil
pengurangan kas manfaat dengan pengurangan biaya-biaya yang menggunakan 100% modal
sendiri. Tingkat bunga yang digunakan sebesar 5%. Pajak 15% dari omset penjualan.
1. Metode Nilai Sekarang/ Net Present Value
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang investasi dan nilai sekarang penerimaan
selama periode waktu tertentu. Perhitungan NPV dari usaha Sura Konveksi dapat dilihat
pada tabel berikut.

Investasi Tahun Proceeds df-5% PV

Rp685.000.000,00 0 Rp0,00

1 Rp1.091.550.000 0,952 Rp1.039.155.600

2 Rp1.198.650.000 0,907 Rp1.087.175.555

3 Rp1.316.460.000 0,864 Rp1.137.421.440

4 Rp1.446.051.000 0,823 Rp1.190.099.973

5 Rp1.588.601.100 0,784 Rp1.245.463.262,4

Total PV Rp5.699.315.830,4

NPV Rp5.014.315.830,4

Perhitungan Net Present Value (NPV) di atas, menghasilkan nilai NPV sebesar 5.014.315.830,4
artinya NPV > 0 (bernilai positif) maka dinyatakan usaha Sura Konveksi layak untuk terus
dijalankan.
2. Profitability Index (PI)
PI merupakan perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonomis
dan pengeluaran awal proyek. Profitability Index dari Junglegold dapat dihitung sebagai
berikut.
ΣPV Kas Bersi h 5.699 .315 .830 , 4
PI = = =8 , 32
ΣPV Investas 685.000 .000 ,00
Perhitungan Profitability Indek (PI) di atas menghasilkan nilai PI sebesar 8,32
artinya PI > 1 sehingga usaha Junglegold Bali dinyatakan layak untuk dijalankan

3. Payback Period (PP)


PP merupakan ukuran untuk melihat jangka waktu yang dibutuhkan agar dana yang
diinvestasikan kembali. Berikut adalah perhitungan PP dari Junglegold Bali
Investasi Rp685.000.000
Proceeds th 1 Rp1.091.550.000

Investasi awal 685.000 .000


PP = = =0 , 63
Proceeds per tahun 1.091 .550.000

Jadi, Payback Period untuk investasi di Jungle Gold Bali adalah sekitar 0,63 tahun, atau
sekitar 7,5 bulan. Ini berarti bahwa investasi awal akan kembali dalam waktu kurang dari
satu tahun.

4. Internal Rate of Return (IRR)


Investasi Tahun Proceeds def-20% PV
Rp685.000.000 0 Rp0,00
1 Rp1.091.550.000 0,833 Rp909.261.150
2 Rp1.198.650.000 0,694 Rp831.863.100
3 Rp1.316.460.000 0,579 Rp762.230.340
4 Rp1.446.051.000 .0,482 Rp696.996.582
5 Rp1.588.601.100 0,402 Rp638.617.642,2
Total PV Rp3.838.968.814,2

Total PV 5% Rp5.699.315.830,4
Total PV 20% -Rp3.838.968.814,2
Hasil Rp1.860.347.016,2

Rp5.014.315.830,4/ Rp1.860.347.016,2= 2,7


2,7 x 15% = 0,41
5 + 0,41 = 5,41%

Berdasarkan perhitungan beberapa kriteria kelayakan dari aspek finansial di atas, maka
kelayakan dari aspek finansial usaha Junglegold Bali dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Kriteria Indikator Hasil Keterangan
NPV NPV > 0 (+) maka 5.014.315.830,4 Layak
usaha layak NPV < 0
(-) maka usaha tidak
layak
PI PI > 1 maka usaha 8 , 32 Layak
layak PI< 1 maka
usaha tidak layak
PP PP < Waktu 7,5 bulan Layak
pengambilan (5 tahun)
maka usaha layak PP
> Waktu pengambilan
(5 tahun) maka usaha
tidak 1 tahun 4 bulan 2
hari Layak layak
IRR IRR > Tingkat suku 5,41% Layak
bunga (5%) maka
usaha layak IRR <
Tingkat suku bunga
(5%) maka usaha tidak
layak
2.5 ASPEK HUKUM

2.5.1 Analisis Ketepatan Badan Hukum


Junglegold Chocolate adalah sebuah usaha yang berbentuk badan hukum Perseroan
Terbatas (PT). Usaha ini dimiliki dan dioperasikan oleh beberapa pemegang saham, dan
memiliki pemisahan hukum yang jelas antara pemilik dengan perusahaan. Badan hukum PT
memberikan perlindungan hukum bagi pemilik, di mana tanggung jawab pemegang saham
terbatas pada jumlah modal yang mereka investasikan dalam perusahaan. Dalam hal ini, pemilik
tidak bertanggung jawab secara pribadi atas kewajiban dan hutang perusahaan.
2.5.2 Analisis Legalitas Usaha yang Akan Dijalankan

Sebagai Perseroan Terbatas (PT), Junglegold Chocolate harus memenuhi beberapa


persyaratan perizinan usaha yang ditetapkan oleh pemerintah. Berikut adalah contoh regulasi
perizinan usaha yang harus dipenuhi:

1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Junglegold Chocolate harus memiliki Nomor Induk
Berusaha (NIB) sebagai identitas usaha yang diakui secara resmi. NIB diperoleh melalui
sistem Online Single Submission (OSS) dan diperlukan untuk berbagai kegiatan
operasional dan perizinan usaha.
2. Izin Usaha Industri (IUI) Untuk memproduksi cokelat secara legal, Junglegold
Chocolate harus memiliki Izin Usaha Industri (IUI) yang dikeluarkan oleh Dinas
Perindustrian. IUI ini memastikan bahwa kegiatan produksi sesuai dengan standar dan
peraturan yang berlaku.
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Junglegold Chocolate perlu mengajukan Surat
Izin Usaha Perdagangan (SIUP) karena kegiatan usahanya melibatkan perdagangan
produk cokelat. SIUP dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan diperlukan untuk
mengatur legalitas perdagangan produk.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Junglegold Chocolate wajib memiliki Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai identitas wajib pajak. NPWP diperlukan untuk
memenuhi kewajiban perpajakan dan administrasi perpajakan perusahaan.
5. Izin Lingkungan Hidup Tergantung pada skala dan dampak usaha terhadap lingkungan,
Junglegold Chocolate mungkin perlu mengajukan Izin Lingkungan Hidup seperti Izin
Pembuangan Limbah Cair atau Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3). Izin ini memastikan bahwa operasional perusahaan tidak merusak lingkungan dan
mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan.
6. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Jika berlaku,
Junglegold Chocolate perlu memperoleh SPP-IRT untuk memastikan bahwa produk
makanan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh BPOM.
7. Sertifikasi Halal Mengingat permintaan pasar yang besar terhadap produk halal,
Junglegold Chocolate perlu memperoleh sertifikasi halal dari MUI. Sertifikasi ini penting
untuk menjangkau konsumen Muslim dan memastikan bahwa produk memenuhi standar
kehalalan.
8. Pendaftaran Merek Untuk melindungi merek Junglegold Chocolate secara hukum dari
penggunaan yang tidak sah oleh pihak lain, perusahaan harus mendaftarkan mereknya
pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

2.5.3 Kepatuhan Pajak


Pemilik usaha terdaftar sebagai Wajib Pajak, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP), dan mematuhi kewajiban perpajakan yang berlaku.

2.6 ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN PROYEK

2.6.1 Lingkungan Bisnis

Junglegold Bali adalah sebuah perusahaan cokelat premium yang terletak di kawasan
strategis di Bali, dekat dengan tempat perbelanjaan dan destinasi pariwisata. Lokasi yang
strategis ini menjadikan Junglegold Bali pilihan menarik bagi para pecinta cokelat dan
wisatawan di Bali. Lingkungan bisnis di sekitar Junglegold Bali cukup kompetitif, dengan
beberapa merek cokelat lain yang sudah lebih dulu beroperasi. Namun, Junglegold Bali memiliki
keunikan tersendiri yang membuatnya berdaya saing tinggi. Dalam lingkungan bisnis yang
semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan, Junglegold Bali memiliki keunggulan kompetitif
dengan menawarkan produk dan layanan yang ramah lingkungan.
Dalam menjalankan usaha Junglegold Bali, kami mengandalkan input dari luar seperti
biji kakao berkualitas tinggi dari petani lokal, kemasan ramah lingkungan, tenaga kerja yang
terampil, dan pemasok bahan tambahan seperti peppermint, honeycomb, dan lain-lain untuk
menghasilkan produk cokelat premium yang segar dan berkualitas tinggi. Kami menyadari
bahwa kondisi di luar usaha, termasuk pemasok bahan baku, kemasan ramah lingkungan, dan
teknologi produksi, memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan usaha cokelat ini.

Lingkungan bisnis kami mencakup semua faktor yang di luar kendali kami yang
mempengaruhi kinerja bisnis, seperti perubahan tren konsumen, persaingan industri, dan faktor
eksternal lainnya. Kami berusaha menggunakan situasi ini sebagai peluang bisnis atau
mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. Misalnya, meningkatnya kesadaran konsumen
terhadap keberlanjutan adalah peluang bagi Junglegold Bali untuk memperkuat posisinya sebagai
merek yang peduli terhadap lingkungan. Sementara itu, kompetisi dengan merek cokelat lokal
dan internasional menuntut kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta
layanan kami.

2.6.2 Lingkungan Operasional

A. Lingkungan Pesaing

Lingkungan persaingan dalam industri cokelat premium sangatlah ketat, dengan


banyaknya merek cokelat yang bermunculan, baik lokal maupun internasional. Hal ini
membuat Junglegold Bali perlu memiliki strategi yang jitu untuk menarik pelanggan dan
memenangkan persaingan. Berikut adalah beberapa aspek lingkungan pesaing yang perlu
dipertimbangkan:

1. Persaingan Langsung: Pesaing langsung Junglegold Bali meliputi merek cokelat


lokal dan internasional yang sudah mapan, toko cokelat online, serta toko oleh-
oleh yang menjual produk cokelat. Mereka bersaing dalam hal harga, variasi
produk, kualitas produk, layanan pelanggan, kemudahan pesanan dan pengiriman,
keunikan, dan inovasi. Kompetitor utama juga mencakup restoran dan kafe yang
menawarkan produk cokelat sebagai bagian dari menu mereka.
2. Inovasi Produk dan Layanan: Pesaing dalam industri cokelat premium selalu
berusaha mengembangkan inovasi dalam hal produk dan layanan. Hal ini
mencakup penggunaan teknologi produksi canggih, pengembangan varian rasa
baru, layanan pelanggan 24/7, paket bundling dengan produk lain, jasa antar, dan
tur pabrik. Junglegold Bali harus terus berinovasi dengan produk seperti cokelat
dengan varian rasa unik dan pengalaman tur pabrik untuk tetap kompetitif.
3. Strategi Harga: Harga seringkali menjadi salah satu faktor penting dalam
industri cokelat premium. Strategi harga yang diterapkan oleh pesaing sangat
bervariasi, tergantung pada model bisnis, target pasar, dan nilai tambah yang
mereka tawarkan. Ini termasuk penetapan harga yang kompetitif, diskon dan
promosi, paket langganan untuk konsumen tetap, dan penawaran menarik lainnya.
Junglegold Bali menerapkan strategi harga premium yang mencerminkan kualitas
produk dan proses produksi yang berkelanjutan.
4. Citra Merek: Citra merek adalah persepsi publik terhadap suatu merek.
Persaingan dengan citra merek yang kuat dan positif dapat membantu Junglegold
Bali menarik pelanggan baru, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mencapai
keunggulan kompetitif. Citra merek yang berfokus pada kualitas premium,
keberlanjutan, dan dukungan terhadap komunitas lokal akan menjadi aset penting
bagi Junglegold Bali.
5. Lokasi dan Jangkauan: Lokasi dan jangkauan layanan Junglegold Bali
merupakan faktor penting dalam persaingan. Lokasi toko fisik di kawasan
strategis di Bali yang mudah dijangkau dan dekat dengan pusat pariwisata
memberikan keunggulan kompetitif. Selain itu, distribusi produk melalui toko
online dan kemitraan dengan hotel serta restoran dapat memperluas jangkauan
pasar.
6. Respons Terhadap Perubahan Pasar: Junglegold Bali perlu beradaptasi dengan
perubahan pasar dan meresponnya dengan tepat untuk tetap kompetitif dan
mencapai kesuksesan jangka panjang. Pesaing yang dapat dengan cepat merespon
perubahan pasar memiliki keunggulan. Junglegold Bali harus mengikuti tren
terbaru, memanfaatkan teknologi yang ada, membangun kerjasama atau
kolaborasi, dan berinovasi dalam pemasaran dan produk untuk sukses di
lingkungan persaingan ini.
B. Lingkungan Pelanggan

Menjaga lingkungan pelanggan yang positif dan menyenangkan merupakan faktor


penting bagi Junglegold Bali untuk menarik pelanggan baru, meningkatkan kepuasan
pelanggan, dan mendorong pembelian kembali. Junglegold Bali menciptakan suasana
yang menarik dengan desain interior elegan yang mencerminkan nuansa Bali, aroma
cokelat yang menggoda, dan musik yang menenangkan. Layanan pelanggan yang unggul
disediakan oleh staf yang ramah, sopan, dan berpengetahuan luas tentang produk cokelat
dan proses produksinya. Kualitas produk tetap terjaga dengan penggunaan biji kakao
berkualitas tinggi dan bahan-bahan tambahan terbaik, serta berbagai varian rasa kreatif
seperti peppermint, seasalt & cacao nibs, rosella, dan lainnya.

Selain menawarkan produk cokelat berkualitas, Junglegold Bali memberikan nilai


tambah melalui kemasan ramah lingkungan dan pengalaman tur pabrik yang edukatif.
Aksesibilitas ditingkatkan dengan lokasi toko yang strategis di Bali dan jam operasional
yang fleksibel. Reputasi dan citra merek yang kuat dibangun melalui praktik
keberlanjutan dan keterlibatan dalam komunitas lokal, seperti pemberdayaan petani kakao
dan penggunaan bahan baku organik. Dengan memahami kebutuhan pelanggan dan
menciptakan lingkungan yang menyenangkan, Junglegold Bali dapat terus menarik
pelanggan, meningkatkan kepuasan, dan mendorong pembelian kembali.

C. Lingkungan Pemasok

Kondisi lingkungan pemasok dalam industri cokelat premium sangat penting


untuk diperhatikan oleh Junglegold Bali. Pemasok biji kakao memiliki peran krusial
dalam menjamin ketersediaan biji kakao berkualitas tinggi. Industri cokelat sangat
bergantung pada ketersediaan biji kakao berkualitas yang berasal dari petani lokal. Para
pemasok ini, yang biasanya adalah petani kakao atau koperasi pertanian, harus
memastikan bahwa proses penanaman, perawatan, dan pemanenan kakao dilakukan
dengan baik untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar
keberlanjutan. Faktor lingkungan seperti iklim, cuaca, dan kesuburan tanah juga sangat
mempengaruhi kualitas biji kakao yang dihasilkan.

Selain biji kakao, pemasok lain yang terlibat dalam industri cokelat adalah
pemasok bahan-bahan pendukung seperti bahan pengemasan, peralatan produksi, dan
bahan tambahan lainnya seperti peppermint, sea salt, dan rosella. Mereka harus mampu
menyediakan bahan-bahan tersebut dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan permintaan
konsumen. Oleh karena itu, para pemasok harus selalu mengikuti tren dan selera pasar
agar dapat memenuhi kebutuhan industri cokelat premium. Dalam bisnis ini, kemitraan
yang solid dengan pemasok sangat penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku
yang baik dan berkelanjutan. Selain itu, komunikasi yang efektif antara Junglegold Bali
dan pemasok juga diperlukan untuk memastikan bahwa pesanan dapat dipenuhi dengan
tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan demi tercapainya kesuksesan
bisnis.

2.6.3 Lingkungan Jauh

A. Lingkungan Ekonomi pada Junglegold Bali


1. Pendapatan dan Daya Beli Konsumen: Junglegold Bali harus memperhatikan
tingkat pendapatan dan daya beli konsumen, karena ini dapat mempengaruhi
permintaan terhadap cokelat premium mereka. Saat ekonomi sedang lesu,
konsumen mungkin cenderung mengurangi pengeluaran untuk produk mewah
seperti cokelat premium.
2. Biaya Operasional: Biaya bahan baku, biaya operasional toko, dan faktor-faktor
lain seperti biaya distribusi dan promosi dapat signifikan dalam mempengaruhi
profitabilitas Junglegold Bali. Kenaikan biaya-biaya ini bisa mengurangi margin
keuntungan perusahaan.
3. Persaingan: Persaingan dengan merek cokelat lain baik lokal maupun
internasional bisa mempengaruhi pangsa pasar dan strategi penetapan harga
Junglegold Bali di pasar cokelat premium.
4. Tren dan Gaya Hidup: Perubahan dalam tren konsumen terhadap produk cokelat
premium, serta perayaan-perayaan khusus seperti hari libur atau momen gifting,
dapat memberikan peluang tambahan bagi Junglegold Bali untuk meningkatkan
penjualan.
5. Peraturan Pemerintah: Regulasi terkait dengan penggunaan bahan baku, praktik
produksi yang berkelanjutan, dan perpajakan bisa mempengaruhi operasional
Junglegold Bali di Bali dan pasar ekspor mereka.
B. Lingkungan Sosial dan Budaya pada Junglegold Bali

Junglegold Bali dapat memaksimalkan lingkungan sosial dan budaya dengan


membangun hubungan baik dengan masyarakat lokal dan wisatawan di Bali.
Memanfaatkan loyalitas pelanggan melalui berbagai inisiatif seperti acara khusus atau
pengalaman tur pabrik dapat memperluas pengetahuan dan penerimaan merek di
komunitas sekitar.

C. Lingkungan Teknologi pada Junglegold Bali

Pemanfaatan teknologi modern dalam produksi, pemasaran online, dan


pengelolaan operasional dapat membantu Junglegold Bali tetap kompetitif. Inovasi dalam
teknologi produksi cokelat dan sistem manajemen yang efisien merupakan faktor penting
dalam mempertahankan standar kualitas dan keberlanjutan.

D. Lingkungan Ekologi pada Junglegold Bali


1. Ketersediaan Air: Penting bagi Junglegold Bali untuk mempertimbangkan
ketersediaan air yang cukup untuk pertanian kakao mereka, mengingat kondisi
kekeringan yang mungkin mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.
2. Perubahan Iklim: Strategi mitigasi perubahan iklim harus diterapkan untuk
mengatasi dampak dari perubahan cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi
produksi kakao di Bali.
3. Pengelolaan Limbah: Praktik produksi yang ramah lingkungan dan pengelolaan
limbah yang bijaksana perlu diintegrasikan dalam operasi Junglegold Bali untuk
menjaga keseimbangan ekologi di Bali.

2.6.4 Lingkungan Industri

1. Masuknya Pendatang Baru

Masuknya pendatang baru menjadi ancaman potensial bagi Junglegold Bali di pasar
cokelat premium. Meskipun modal untuk memulai usaha cokelat premium mungkin tidak
terlalu besar, namun persaingan yang ketat dari merek-merek baru dengan inovasi produk
yang menarik dapat mengurangi pangsa pasar Junglegold Bali. Untuk tetap bersaing,
Junglegold Bali perlu terus mengembangkan produk-produk baru yang unik dan
mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam hal kualitas dan keberlanjutan.

2. Ancaman dan Substitusi Produk

Substitusi produk dalam industri cokelat premium dapat berasal dari berbagai jenis
makanan mewah lainnya atau cokelat dari merek-merek lain. Kehadiran produk cokelat
dari jenis lain dapat mengurangi permintaan langsung terhadap produk Junglegold Bali,
terutama jika produk tersebut menawarkan nilai tambah atau keunikan yang lebih
menarik bagi konsumen. Junglegold Bali perlu terus meningkatkan kualitas produknya
dan inovasi dalam penawaran agar dapat mempertahankan posisi di pasar.

3. Daya Tawar Menawar Pembeli

Konsumen di pasar cokelat premium memiliki tingkat daya tawar yang signifikan,
terutama dengan adanya pilihan produk yang beragam. Permintaan yang fluktuatif
tergantung pada musim pariwisata atau perayaan tertentu juga dapat mempengaruhi harga
dan volume penjualan Junglegold Bali. Mereka perlu mempertimbangkan strategi
penetapan harga yang fleksibel dan responsif terhadap permintaan pasar.
4. Daya Tawar Menawar Pemasok

Ketergantungan Junglegold Bali pada pemasok kakao dan bahan-bahan lainnya dapat
mempengaruhi daya tawar dalam negosiasi harga dan syarat pembelian. Ketika
bergantung pada pemasok tunggal atau terbatas, Junglegold Bali mungkin menghadapi
risiko kenaikan biaya bahan baku atau ketersediaan yang tidak stabil. Oleh karena itu,
diversifikasi sumber pemasok dan menjaga hubungan yang baik dengan mereka adalah
kunci untuk menjaga stabilitas biaya operasional dan keuntungan perusahaan.

2.6.5 Analisis SWOT

Strength Weakness Opportunity Threat

1. Cokelat premium 1. Strategi harga 1. Permintaan 1. Persaingan dari


dari biji kakao premium dapat meningkat dari merek cokelat
berkualitas tinggi membatasi akses konsumen yang premium lokal
dengan 33 varian pasar bagi peduli dengan dan internasional.
produk unik. konsumen dengan kualitas dan 2. Perubahan aturan
2. Praktik anggaran terbatas. keberlanjutan. industri dan
keberlanjutan 2. Ketergantungan 2. Potensi untuk lingkungan yang
dalam produksi pemasok dengan memperluas mempengaruhi
dan kemasan risiko ketersediaan jangkauan pasar biaya
ramah lingkungan. dan harga bahan melalui platform operasional.
3. Varian produk baku dari pemasok online. 3. Risiko dari
yang beragam dan lokal. 3. Mengembangkan perubahan
pengalaman tur 3. Fluktuasi produk baru dan kondisi ekonomi
pabrik yang permintaan terkait kolaborasi global dan lokal
menarik. dengan musim dengan merek yang
4. Menyediakan tur pariwisata di Bali. lain untuk mempengaruhi
pabrik yang menarik daya beli
memberikan pelanggan baru. konsumen.
pengalaman
langsung kepada
pelanggan,

2.6.6 Analisis Kesesuaian Lingkungan Bisnis

No. Subaspek Kondisi Lingkungan Alasan Penilaian

1. Kondisi Persaingan Ketat Junglegold Bali menghadapi


Industri persaingan dari merek cokelat
premium lokal dan internasional
di Bali, namun dapat bersaing
dengan kualitas dan
keberlanjutan produk.

2. Kondisi Tren Pasar Meningkat Permintaan cokelat premium


dan produk ramah lingkungan
semakin meningkat, didorong
oleh tren konsumen yang
semakin peduli terhadap
kualitas dan keberlanjutan

3. Kondisi Regulasi Ketat Regulasi lingkungan di Bali


Lingkungan mempengaruhi proses produksi,
terutama dalam hal pengelolaan
limbah dan penggunaan
kemasan ramah lingkungan.

4. Kondisi Teknologi dan Berkembang Junglegold Bali menggunakan


Inovasi teknologi modern dalam proses
produksi cokelat dan terus
berinovasi dengan varian
produk baru untuk memenuhi
permintaan pasar.

5. Kondisi Sumber Daya Tersedia Junglegold Bali memanfaatkan


Manusia tenaga kerja lokal yang terampil
dalam produksi cokelat, serta
memberikan pelatihan untuk
meningkatkan keterampilan
mereka.

6. Kondisi Infrastruktur Baik Lokasi pabrik dan cafe di Bali


dilengkapi dengan infrastruktur
yang memadai, termasuk
fasilitas produksi dan distribusi
yang efisien, serta kemudahan
akses bagi wisatawan.

2.6.7 Analisis Untuk Meminimalkan Dampak Negatif Bisnis

Dalam upaya untuk meminimalisasi dampak negatif bisnis Junglegold Bali, dapat
dilakukan berbagai strategi dan tindakan, yakni:

1. Faktor Internal
a) Penetapan SOP dan Pedoman Praktik Terbaik: Penting untuk memiliki pedoman
yang jelas mengenai praktik terbaik dalam produksi dan pemasaran cokelat
premium (Standard Operating Procedures).
b) Pembinaan dan Pelatihan Karyawan: Dukungan dan pelatihan bagi karyawan
dalam teknik produksi, pemasaran, dan layanan pelanggan untuk meningkatkan
kualitas produk dan layanan.
c) Pengawasan Pelaksanaan SOP: Memastikan bahwa semua prosedur operasional
standar diikuti dengan benar untuk menjaga kualitas dan efisiensi produksi.
d) Dukungan Pemerintah: Memanfaatkan program dan insentif pemerintah yang
mendukung industri makanan dan minuman, khususnya untuk produk lokal dan
ramah lingkungan.
e) Efektivitas Materi Promosi:Meningkatkan efektivitas promosi melalui materi
pemasaran yang menarik, seperti brosur, leaflet, dan konten digital.
f) Pengembangan Jaringan Pemasaran:Mengembangkan jaringan pemasaran yang
lebih luas, baik secara regional maupun internasional, untuk menjangkau lebih
banyak konsumen.
g) Partisipasi dalam Pameran dan Event:Mengikuti pameran dan event untuk
memperkenalkan produk cokelat premium kepada pasar yang lebih luas dan
meningkatkan brand awareness.
2. Faktor Eksternal
a) Lokasi Pasar Strategis: Memilih lokasi penjualan yang strategis, seperti pusat
perbelanjaan, bandara, dan area wisata, untuk menjangkau lebih banyak
konsumen potensial.
b) Harga yang Kompetitif untuk Reseller dan Distributor:Menetapkan harga yang
kompetitif dan menguntungkan bagi reseller dan distributor untuk meningkatkan
penjualan.
c) Peningkatan Permintaan Pasar: Memantau dan memahami tren permintaan pasar
untuk menyesuaikan produksi dan inovasi produk sesuai dengan keinginan
konsumen.
d) Keahlian dalam Pengolahan Pasca Produksi: Memastikan kualitas produk tetap
terjaga setelah proses produksi dengan teknik penyimpanan dan pengemasan yang
baik.
e) Harga Bahan Baku yang Stabil: Bekerja sama dengan pemasok untuk
mendapatkan bahan baku dengan harga yang stabil dan berkualitas tinggi.
f) Antisipasi Perubahan Permintaan Pasar: Mengantisipasi perubahan tren dan
permintaan pasar dengan melakukan riset pasar dan inovasi produk secara
berkala.

Dengan langkah-langkah dan analisis ini, Junglegold Bali dapat meminimalkan


dampak negatif yang mungkin timbul dari lingkungan bisnisnya dan terus tumbuh serta
berkembang dalam industri cokelat premium.

Anda mungkin juga menyukai