Studi Kelayakan Bisnis
Studi Kelayakan Bisnis
Oleh Kelompok 5
UNIVERSITAS UDAYANA
2024
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..................................................................................................................................2
IKHTISAR.....................................................................................................................................3
BAB I.............................................................................................................................................4
LATAR BELAKANG BISNIS........................................................................................................4
1.1 Alasan Dibangunnya Bisnis...................................................................................................4
1.2 Kondisi Industri....................................................................................................................5
BAB II............................................................................................................................................7
PEMBAHASAN.............................................................................................................................7
2.1 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN....................................................................................7
2.1.1 Analisis Permintaan atas Layanan yang Diberikan..........................................................7
2.1.2 Analisis Penawaran atas Layanan Sejenis........................................................................8
2.1.3 Analisis Ketepatan Strategi Pemasaran yang Digunakan.................................................9
2.2 ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI.................................................................................12
2.2.1 Analisis Kelayakan Lokasi............................................................................................12
2.2.2 Analisis Kriteria Pemilihan Mesin dan Teknologi..........................................................14
2.2.3 Analisis Penentuan Layout............................................................................................17
2.3 ASPEK MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA.................................................18
2.3.1 Struktur Organisasi......................................................................................................18
2.3.2 Analisis Jabatan............................................................................................................19
2.3.3 Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja...............................................................................21
2.3.4 Rekrutmen Karyawan...................................................................................................23
2.4 ASPEK KEUANGAN..........................................................................................................25
2.4.1 Analisis Sumber Dana untuk Menjelaskan Bisnis Sura Konveksi..................................25
2.4.2 Analisis Besarnya Kebutuhan Investasi yang Diperlukan..............................................25
2.4.3 Menganalisis Modal Kerja yang Dibutuhkan................................................................25
2.4.4 Penyusutan Aktiva Tetap Pertahun...............................................................................26
2.4.5 Proyeksi Laba Rugi.......................................................................................................26
2.4.6 Proyeksi Arus Kas.........................................................................................................27
2.4.7 Kriteria Kelayakan dalam Aspek Finansial Perusahaan Junglegold Bali.......................28
2.5 ASPEK HUKUM.................................................................................................................31
2.5.1 Analisis Ketepatan Badan Hukum.................................................................................31
2.5.2 Analisis Legalitas Usaha yang Akan Dijalankan............................................................31
2.5.3 Kepatuhan Pajak..........................................................................................................32
2.6 ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN PROYEK.........................................32
IKHTISAR
Pada tahun 2010, Tobias Garritt memulai memproduksi cokelat di Bali dengan merk 'Pod
Chocolate'. Nama 'Pod' terinspirasi oleh 'kakao pod' dan hasrat besar tim untuk mengedukasi
masyarakat tentang proses pembuatan cokelat sesungguhnya sejak dari pohon sampai menjadi
cokelat batang dan ingin bekerja sama dengan petani setempat untuk menciptakan model
pertanian organic yang berkelanjutan dengan meningkatkan hasil, kualitas dan nilai bagi
masyarakat setempat.
Pada tahun 2012, Pod Chocolate membangun fasilitas dan kafe khusus yang pertama
kalinya di Bali Elephant Camp, yang di buka pada bulan Januari 2013. Dari sini mereka mulai
memproduksi rangkaian klasik cokelat couverture berkualitas tinggi bergaya Eropa, cokelat
batangan, cokelat blok dan lainnya. Setalah itu, Pod Chocolate memulai tour cokelatnya bagi
orang- orang yang ingin melihat sendiri proses pembuatan cokelat tersebut.
Setelah proses Panjang tersebut nama 'Pod Chocolate' akhirnya di ganti dengan merk
yang saat ini di kenal oleh masyarakat setempat sebagai 'Junglegold'. Bersamaan dengan
meningkatnya permintaan dan ekspansi internasional, Junglegold sekarang mempunyai 3 gerai
yang terletak di Denpasar, Sanur dan di dekat area Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah
Rai.
BAB I
LATAR BELAKANG BISNIS
Junglegold Bali didirikan dengan visi untuk menciptakan produk cokelat premium yang
tidak hanya memanjakan lidah konsumen, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat lokal
dan lingkungan. Bisnis ini didirikan dengan berbagai alasan kuat yang mendasari visi dan misi
perusahaan.
Pertama, ada kebutuhan yang terus meningkat di pasar untuk produk cokelat premium
dan berkelanjutan. Konsumen modern semakin peduli terhadap asal-usul dan proses produksi
makanan yang mereka konsumsi. Mereka mencari produk yang tidak hanya lezat tetapi juga
diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab dan etis. Junglegold Bali memenuhi kebutuhan
ini dengan menawarkan cokelat premium yang diproduksi secara etis dan berkelanjutan. Proses
produksinya mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan etika, dari penanaman kakao
hingga produk akhir yang dijual kepada konsumen.
Kedua, Junglegold Bali didirikan dengan tujuan untuk memberdayakan petani kakao
lokal di Bali. Banyak petani kakao di Bali masih menggunakan metode pertanian tradisional
dengan pendapatan yang rendah. Junglegold Bali bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
petani lokal dengan memberikan pelatihan yang dibutuhkan, kemitraan yang adil, dan
memastikan mereka mendapatkan harga yang layak untuk produk kakao berkualitas tinggi yang
mereka hasilkan. Dengan cara ini, Junglegold Bali tidak hanya membantu meningkatkan kualitas
hidup petani tetapi juga memastikan bahan baku berkualitas tinggi untuk produk mereka.
Selain itu, pendirian Junglegold Bali juga didorong oleh keinginan untuk berkontribusi
pada pengembangan ekonomi lokal. Bali adalah destinasi wisata yang sangat populer dan
memiliki pasar pariwisata yang besar. Dengan mendirikan Junglegold Bali di Bali, perusahaan
tidak hanya memanfaatkan pasar pariwisata yang besar tetapi juga berkontribusi pada
pengembangan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan komunitas.
Junglegold Bali menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan memberikan mereka
pelatihan serta peluang karir yang berkelanjutan.
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi alasan kuat di balik pendirian Junglegold
Bali. Industri cokelat tradisional sering kali terkait dengan deforestasi dan praktik-praktik
pertanian yang merusak lingkungan. Junglegold Bali berkomitmen untuk menerapkan praktik
produksi yang ramah lingkungan. Ini termasuk penggunaan bahan baku lokal yang organik dan
non-GMO serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Dengan demikian, Junglegold Bali tidak
hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
Junglegold Bali beroperasi dalam industri cokelat yang kompetitif namun penuh dengan
peluang, terutama di pasar premium dan berkelanjutan. Industri cokelat global sedang
mengalami pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk produk
cokelat berkualitas tinggi.
Permintaan yang meningkat untuk produk premium menjadi salah satu pendorong utama.
Konsumen di seluruh dunia semakin mencari produk cokelat berkualitas tinggi yang
menawarkan pengalaman rasa yang unik. Pasar premium ini terus tumbuh, memberikan peluang
besar bagi Junglegold Bali untuk berkembang. Produk cokelat premium tidak hanya dihargai
karena rasa dan kualitasnya tetapi juga karena cerita di balik produksinya, termasuk asal-usul biji
kakao dan praktik keberlanjutan.
Kesadaran akan keberlanjutan dan etika dalam produksi makanan juga memainkan peran
penting. Semakin banyak konsumen yang peduli dengan keberlanjutan dan etika dalam produksi
makanan yang mereka konsumsi. Hal ini menciptakan permintaan untuk produk-produk yang
diproduksi secara bertanggung jawab, seperti yang ditawarkan oleh Junglegold Bali. Dengan
fokus pada produksi berkelanjutan dan etis, Junglegold Bali dapat memenuhi kebutuhan ini dan
membedakan diri dari pesaing.
Bali, sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, memberikan peluang
pasar yang besar bagi Junglegold Bali. Keberadaan wisatawan yang tinggi memberikan peluang
pasar yang besar bagi produk cokelat lokal seperti Junglegold Bali, baik melalui penjualan
langsung di lokasi wisata maupun melalui kerjasama dengan hotel dan restoran. Wisatawan
sering mencari produk lokal yang unik sebagai oleh-oleh, dan Junglegold Bali memenuhi
kebutuhan ini dengan produknya yang berkualitas tinggi dan cerita produksi yang menarik.
Teknologi dan inovasi dalam produksi cokelat juga memainkan peran penting dalam
keberhasilan Junglegold Bali. Industri cokelat terus mengalami inovasi dalam hal teknologi
produksi. Penggunaan mesin modern dan teknik produksi yang inovatif memungkinkan
Junglegold Bali untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi yang lebih baik.
Ini membantu Junglegold Bali tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang.
Namun, industri cokelat juga sangat kompetitif, dengan banyak merek lokal dan
internasional yang sudah mapan. Junglegold Bali harus bersaing dengan merek-merek lokal dan
internasional yang sudah memiliki pangsa pasar yang signifikan. Namun, dengan fokus pada
kualitas premium dan keberlanjutan, Junglegold Bali dapat membedakan dirinya di pasar.
Melalui inovasi produk, strategi pemasaran yang efektif, dan komitmen terhadap keberlanjutan,
Junglegold Bali dapat terus tumbuh dan berhasil di industri ini.
BAB II
PEMBAHASAN
Junglegold Bali beroperasi di industri cokelat premium yang terus berkembang dan
dipengaruhi oleh tren konsumen yang mengutamakan kualitas, keberlanjutan, dan etika dalam
produk yang mereka pilih. Permintaan atas cokelat premium telah meningkat secara signifikan,
didorong oleh peningkatan pendapatan konsumen, kesadaran akan gaya hidup sehat, dan
kepedulian terhadap keberlanjutan.
Konsumen modern mencari produk yang tidak hanya enak tetapi juga diproduksi dengan
cara yang bertanggung jawab. Junglegold Bali memenuhi kebutuhan ini dengan menawarkan
cokelat premium yang diproduksi secara etis dan berkelanjutan. Selain kualitas rasa yang tinggi,
Junglegold Bali juga memanfaatkan bahan-bahan alami dan metode produksi yang ramah
lingkungan, yang semakin menarik bagi konsumen yang peduli terhadap keberlanjutan.
Bali, sebagai destinasi wisata global, menyediakan pasar yang besar bagi Junglegold Bali.
Wisatawan yang mengunjungi Bali sering mencari pengalaman unik dan produk lokal
berkualitas tinggi sebagai oleh-oleh. Junglegold Bali menawarkan produk yang memenuhi
kriteria ini, serta menyediakan tur pabrik yang memberikan pengalaman mendalam tentang
proses pembuatan cokelat. Ini tidak hanya meningkatkan daya tarik produk tetapi juga
menciptakan loyalitas pelanggan.
Selain itu, hotel dan restoran mewah di Bali mencari produk berkualitas tinggi untuk
disajikan kepada tamu mereka. Cokelat premium dari Junglegold Bali, dengan reputasi untuk
kualitas dan keberlanjutan, sangat cocok untuk pasar ini. Kerjasama dengan hotel dan restoran
mewah juga membantu meningkatkan visibilitas dan reputasi Junglegold Bali di pasar lokal dan
internasional.
Pasar ekspor juga merupakan target utama bagi Junglegold Bali. Permintaan internasional
untuk cokelat premium yang diproduksi secara berkelanjutan terus meningkat, terutama di Asia,
Eropa, dan Amerika. Produk cokelat premium dari Junglegold Bali, dengan fokus pada
keberlanjutan dan etika, memenuhi kebutuhan konsumen global yang mencari produk-produk
berkualitas tinggi dan bertanggung jawab.
Tren belanja online yang terus meningkat memberikan peluang besar bagi Junglegold
Bali. E-commerce memungkinkan perusahaan untuk menjangkau konsumen di berbagai wilayah,
baik lokal maupun internasional. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan situs web
resmi Junglegold Bali memainkan peran penting dalam memenuhi permintaan ini.
Junglegold Bali menawarkan produk cokelat premium yang diproduksi dengan komitmen
kuat terhadap keberlanjutan dan etika, memanfaatkan biji kakao berkualitas tinggi yang
diperoleh dari petani lokal di Bali. Junglegold Bali menyediakan berbagai varian produk cokelat,
termasuk dark chocolate, creamy chocolate, white chocolate dan cokelat dengan rasa unik yang
diolah menggunakan kelapa dan rempah-rempah khas Bali. Setiap produk dikemas dengan
desain yang menarik dan ramah lingkungan, menekankan pada estetika dan keberlanjutan yang
semakin dicari oleh konsumen modern. Selain itu, Junglegold Bali menawarkan pengalaman tur
pabrik yang edukatif dan menarik bagi wisatawan, memungkinkan mereka untuk melihat
langsung proses pembuatan cokelat dari biji kakao hingga produk akhir, yang tidak hanya
meningkatkan pengetahuan tetapi juga membangun loyalitas konsumen.
Junglegold Bali juga memiliki strategi pemasaran yang kuat melalui media sosial seperti
Instagram, Facebook, dan YouTube, yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran merek dan
keterlibatan konsumen. Promosi dilakukan melalui konten visual yang menarik dan cerita di
balik produk, menonjolkan aspek keberlanjutan dan kualitas tinggi. Penjualan produk juga
dilakukan melalui platform e-commerce seperti situs web resmi Junglegold Bali, Tokopedia, dan
Shopee, memungkinkan jangkauan yang lebih luas baik di pasar lokal maupun internasional.
Kerjasama dengan hotel dan restoran mewah di Bali adalah bagian penting dari strategi
distribusi Junglegold Bali, meningkatkan visibilitas dan reputasi merek di kalangan konsumen
premium. Program loyalitas dan diskon khusus untuk pelanggan tetap juga digunakan untuk
mendorong repeat business dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan kombinasi produk
berkualitas tinggi, kemasan yang ramah lingkungan, strategi pemasaran yang efektif, dan
komitmen terhadap keberlanjutan, Junglegold Bali mampu bersaing dengan merek-merek lokal,
nasional, dan internasional di pasar cokelat premium yang semakin kompetitif.
C. Analisis Pesaing
Setelah dipanggang, biji kakao perlu digiling menjadi partikel yang sangat halus.
Mesin penggilingan yang digunakan oleh Junglegold Chocolate adalah mesin
berteknologi tinggi yang mampu menggiling biji kakao menjadi pasta kakao dengan
tekstur yang sangat halus. Teknologi ini penting untuk menghasilkan cokelat dengan
tekstur yang lembut dan halus.
3. Mesin Conching
Total: 10 orang
Manajer Outlet bekerja dengan jam kerja normal dan bisa tersedia untuk shift pagi dan
siang.
Supervisor/TL bertugas untuk shift yang bergantian, pagi dan sore.
Kasir dan Barista/Koki Cokelat diatur dalam shift pagi, siang, dan sore untuk
memastikan ada yang selalu bertugas sepanjang waktu operasi outlet.
Pelayan/Pramuniaga diatur dalam shift yang fleksibel, bergantian antara pagi dan sore.
Petugas Kebersihan memiliki shift kerja pagi atau sore sesuai kebutuhan kebersihan.
Rotasi Shift:
Dengan pembagian dan rotasi ini, setiap outlet 'Junglegold' akan memiliki struktur organisasi
yang efisien dan mampu memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari serta memberikan layanan
terbaik kepada pelanggan.
Total 685.000.000
Total 137.000.000
Total
Pendapatan Rp1.800.000.000 Rp1.980.000.000 Rp2.178.000.000 Rp2.395.800.000 Rp2.635.380.000
Biaya
Operasional Rp540.000.000 Rp594.000.000 Rp653.400.000 Rp718.740.000 Rp790.614.000
Biaya
Penyusutan Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000 Rp137.000.000
Penilaian kelayakan investasi didasarkan pada arus kas (cashflow) dan bukan pada keuntungan.
Hal ini disebabkan untuk menghasilkan keuntungan tambahan, perusahaan harus mempunyai kas
untuk ditanamkan kembali. Arus kas Junglegold Bali dapat dilihat pada tabel berikut ini
0 0
Rp685.000.000
Perhitungan kelayakan finansial Perusahaan Junglegold Bali ini diperoleh dari data hasil
pengurangan kas manfaat dengan pengurangan biaya-biaya yang menggunakan 100% modal
sendiri. Tingkat bunga yang digunakan sebesar 5%. Pajak 15% dari omset penjualan.
1. Metode Nilai Sekarang/ Net Present Value
NPV merupakan selisih antara nilai sekarang investasi dan nilai sekarang penerimaan
selama periode waktu tertentu. Perhitungan NPV dari usaha Sura Konveksi dapat dilihat
pada tabel berikut.
Rp685.000.000,00 0 Rp0,00
Total PV Rp5.699.315.830,4
NPV Rp5.014.315.830,4
Perhitungan Net Present Value (NPV) di atas, menghasilkan nilai NPV sebesar 5.014.315.830,4
artinya NPV > 0 (bernilai positif) maka dinyatakan usaha Sura Konveksi layak untuk terus
dijalankan.
2. Profitability Index (PI)
PI merupakan perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonomis
dan pengeluaran awal proyek. Profitability Index dari Junglegold dapat dihitung sebagai
berikut.
ΣPV Kas Bersi h 5.699 .315 .830 , 4
PI = = =8 , 32
ΣPV Investas 685.000 .000 ,00
Perhitungan Profitability Indek (PI) di atas menghasilkan nilai PI sebesar 8,32
artinya PI > 1 sehingga usaha Junglegold Bali dinyatakan layak untuk dijalankan
Jadi, Payback Period untuk investasi di Jungle Gold Bali adalah sekitar 0,63 tahun, atau
sekitar 7,5 bulan. Ini berarti bahwa investasi awal akan kembali dalam waktu kurang dari
satu tahun.
Total PV 5% Rp5.699.315.830,4
Total PV 20% -Rp3.838.968.814,2
Hasil Rp1.860.347.016,2
Berdasarkan perhitungan beberapa kriteria kelayakan dari aspek finansial di atas, maka
kelayakan dari aspek finansial usaha Junglegold Bali dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Kriteria Indikator Hasil Keterangan
NPV NPV > 0 (+) maka 5.014.315.830,4 Layak
usaha layak NPV < 0
(-) maka usaha tidak
layak
PI PI > 1 maka usaha 8 , 32 Layak
layak PI< 1 maka
usaha tidak layak
PP PP < Waktu 7,5 bulan Layak
pengambilan (5 tahun)
maka usaha layak PP
> Waktu pengambilan
(5 tahun) maka usaha
tidak 1 tahun 4 bulan 2
hari Layak layak
IRR IRR > Tingkat suku 5,41% Layak
bunga (5%) maka
usaha layak IRR <
Tingkat suku bunga
(5%) maka usaha tidak
layak
2.5 ASPEK HUKUM
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Junglegold Chocolate harus memiliki Nomor Induk
Berusaha (NIB) sebagai identitas usaha yang diakui secara resmi. NIB diperoleh melalui
sistem Online Single Submission (OSS) dan diperlukan untuk berbagai kegiatan
operasional dan perizinan usaha.
2. Izin Usaha Industri (IUI) Untuk memproduksi cokelat secara legal, Junglegold
Chocolate harus memiliki Izin Usaha Industri (IUI) yang dikeluarkan oleh Dinas
Perindustrian. IUI ini memastikan bahwa kegiatan produksi sesuai dengan standar dan
peraturan yang berlaku.
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Junglegold Chocolate perlu mengajukan Surat
Izin Usaha Perdagangan (SIUP) karena kegiatan usahanya melibatkan perdagangan
produk cokelat. SIUP dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan dan diperlukan untuk
mengatur legalitas perdagangan produk.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Junglegold Chocolate wajib memiliki Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai identitas wajib pajak. NPWP diperlukan untuk
memenuhi kewajiban perpajakan dan administrasi perpajakan perusahaan.
5. Izin Lingkungan Hidup Tergantung pada skala dan dampak usaha terhadap lingkungan,
Junglegold Chocolate mungkin perlu mengajukan Izin Lingkungan Hidup seperti Izin
Pembuangan Limbah Cair atau Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3). Izin ini memastikan bahwa operasional perusahaan tidak merusak lingkungan dan
mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan.
6. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) Jika berlaku,
Junglegold Chocolate perlu memperoleh SPP-IRT untuk memastikan bahwa produk
makanan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan oleh BPOM.
7. Sertifikasi Halal Mengingat permintaan pasar yang besar terhadap produk halal,
Junglegold Chocolate perlu memperoleh sertifikasi halal dari MUI. Sertifikasi ini penting
untuk menjangkau konsumen Muslim dan memastikan bahwa produk memenuhi standar
kehalalan.
8. Pendaftaran Merek Untuk melindungi merek Junglegold Chocolate secara hukum dari
penggunaan yang tidak sah oleh pihak lain, perusahaan harus mendaftarkan mereknya
pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Junglegold Bali adalah sebuah perusahaan cokelat premium yang terletak di kawasan
strategis di Bali, dekat dengan tempat perbelanjaan dan destinasi pariwisata. Lokasi yang
strategis ini menjadikan Junglegold Bali pilihan menarik bagi para pecinta cokelat dan
wisatawan di Bali. Lingkungan bisnis di sekitar Junglegold Bali cukup kompetitif, dengan
beberapa merek cokelat lain yang sudah lebih dulu beroperasi. Namun, Junglegold Bali memiliki
keunikan tersendiri yang membuatnya berdaya saing tinggi. Dalam lingkungan bisnis yang
semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan, Junglegold Bali memiliki keunggulan kompetitif
dengan menawarkan produk dan layanan yang ramah lingkungan.
Dalam menjalankan usaha Junglegold Bali, kami mengandalkan input dari luar seperti
biji kakao berkualitas tinggi dari petani lokal, kemasan ramah lingkungan, tenaga kerja yang
terampil, dan pemasok bahan tambahan seperti peppermint, honeycomb, dan lain-lain untuk
menghasilkan produk cokelat premium yang segar dan berkualitas tinggi. Kami menyadari
bahwa kondisi di luar usaha, termasuk pemasok bahan baku, kemasan ramah lingkungan, dan
teknologi produksi, memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan usaha cokelat ini.
Lingkungan bisnis kami mencakup semua faktor yang di luar kendali kami yang
mempengaruhi kinerja bisnis, seperti perubahan tren konsumen, persaingan industri, dan faktor
eksternal lainnya. Kami berusaha menggunakan situasi ini sebagai peluang bisnis atau
mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. Misalnya, meningkatnya kesadaran konsumen
terhadap keberlanjutan adalah peluang bagi Junglegold Bali untuk memperkuat posisinya sebagai
merek yang peduli terhadap lingkungan. Sementara itu, kompetisi dengan merek cokelat lokal
dan internasional menuntut kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk serta
layanan kami.
A. Lingkungan Pesaing
C. Lingkungan Pemasok
Selain biji kakao, pemasok lain yang terlibat dalam industri cokelat adalah
pemasok bahan-bahan pendukung seperti bahan pengemasan, peralatan produksi, dan
bahan tambahan lainnya seperti peppermint, sea salt, dan rosella. Mereka harus mampu
menyediakan bahan-bahan tersebut dengan kualitas tinggi dan sesuai dengan permintaan
konsumen. Oleh karena itu, para pemasok harus selalu mengikuti tren dan selera pasar
agar dapat memenuhi kebutuhan industri cokelat premium. Dalam bisnis ini, kemitraan
yang solid dengan pemasok sangat penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku
yang baik dan berkelanjutan. Selain itu, komunikasi yang efektif antara Junglegold Bali
dan pemasok juga diperlukan untuk memastikan bahwa pesanan dapat dipenuhi dengan
tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan demi tercapainya kesuksesan
bisnis.
Masuknya pendatang baru menjadi ancaman potensial bagi Junglegold Bali di pasar
cokelat premium. Meskipun modal untuk memulai usaha cokelat premium mungkin tidak
terlalu besar, namun persaingan yang ketat dari merek-merek baru dengan inovasi produk
yang menarik dapat mengurangi pangsa pasar Junglegold Bali. Untuk tetap bersaing,
Junglegold Bali perlu terus mengembangkan produk-produk baru yang unik dan
mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam hal kualitas dan keberlanjutan.
Substitusi produk dalam industri cokelat premium dapat berasal dari berbagai jenis
makanan mewah lainnya atau cokelat dari merek-merek lain. Kehadiran produk cokelat
dari jenis lain dapat mengurangi permintaan langsung terhadap produk Junglegold Bali,
terutama jika produk tersebut menawarkan nilai tambah atau keunikan yang lebih
menarik bagi konsumen. Junglegold Bali perlu terus meningkatkan kualitas produknya
dan inovasi dalam penawaran agar dapat mempertahankan posisi di pasar.
Konsumen di pasar cokelat premium memiliki tingkat daya tawar yang signifikan,
terutama dengan adanya pilihan produk yang beragam. Permintaan yang fluktuatif
tergantung pada musim pariwisata atau perayaan tertentu juga dapat mempengaruhi harga
dan volume penjualan Junglegold Bali. Mereka perlu mempertimbangkan strategi
penetapan harga yang fleksibel dan responsif terhadap permintaan pasar.
4. Daya Tawar Menawar Pemasok
Ketergantungan Junglegold Bali pada pemasok kakao dan bahan-bahan lainnya dapat
mempengaruhi daya tawar dalam negosiasi harga dan syarat pembelian. Ketika
bergantung pada pemasok tunggal atau terbatas, Junglegold Bali mungkin menghadapi
risiko kenaikan biaya bahan baku atau ketersediaan yang tidak stabil. Oleh karena itu,
diversifikasi sumber pemasok dan menjaga hubungan yang baik dengan mereka adalah
kunci untuk menjaga stabilitas biaya operasional dan keuntungan perusahaan.
Dalam upaya untuk meminimalisasi dampak negatif bisnis Junglegold Bali, dapat
dilakukan berbagai strategi dan tindakan, yakni:
1. Faktor Internal
a) Penetapan SOP dan Pedoman Praktik Terbaik: Penting untuk memiliki pedoman
yang jelas mengenai praktik terbaik dalam produksi dan pemasaran cokelat
premium (Standard Operating Procedures).
b) Pembinaan dan Pelatihan Karyawan: Dukungan dan pelatihan bagi karyawan
dalam teknik produksi, pemasaran, dan layanan pelanggan untuk meningkatkan
kualitas produk dan layanan.
c) Pengawasan Pelaksanaan SOP: Memastikan bahwa semua prosedur operasional
standar diikuti dengan benar untuk menjaga kualitas dan efisiensi produksi.
d) Dukungan Pemerintah: Memanfaatkan program dan insentif pemerintah yang
mendukung industri makanan dan minuman, khususnya untuk produk lokal dan
ramah lingkungan.
e) Efektivitas Materi Promosi:Meningkatkan efektivitas promosi melalui materi
pemasaran yang menarik, seperti brosur, leaflet, dan konten digital.
f) Pengembangan Jaringan Pemasaran:Mengembangkan jaringan pemasaran yang
lebih luas, baik secara regional maupun internasional, untuk menjangkau lebih
banyak konsumen.
g) Partisipasi dalam Pameran dan Event:Mengikuti pameran dan event untuk
memperkenalkan produk cokelat premium kepada pasar yang lebih luas dan
meningkatkan brand awareness.
2. Faktor Eksternal
a) Lokasi Pasar Strategis: Memilih lokasi penjualan yang strategis, seperti pusat
perbelanjaan, bandara, dan area wisata, untuk menjangkau lebih banyak
konsumen potensial.
b) Harga yang Kompetitif untuk Reseller dan Distributor:Menetapkan harga yang
kompetitif dan menguntungkan bagi reseller dan distributor untuk meningkatkan
penjualan.
c) Peningkatan Permintaan Pasar: Memantau dan memahami tren permintaan pasar
untuk menyesuaikan produksi dan inovasi produk sesuai dengan keinginan
konsumen.
d) Keahlian dalam Pengolahan Pasca Produksi: Memastikan kualitas produk tetap
terjaga setelah proses produksi dengan teknik penyimpanan dan pengemasan yang
baik.
e) Harga Bahan Baku yang Stabil: Bekerja sama dengan pemasok untuk
mendapatkan bahan baku dengan harga yang stabil dan berkualitas tinggi.
f) Antisipasi Perubahan Permintaan Pasar: Mengantisipasi perubahan tren dan
permintaan pasar dengan melakukan riset pasar dan inovasi produk secara
berkala.