Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Halaman Judul


Proposal Marketing Plan
Management Marketing Plan Competition 2018
#HeartofBali
“Taste It. Experience It.”

Disusun Oleh :
INSPIRING

Vivian Lie

UNIVERSITAS UDAYANA
2018
1
1.2 Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat
rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal marketing plan ini dengan tepat
waktu. Penulis juga berterima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan serta
saran dan masukan kepada penulis dalam menyelesaikan tugas ini.
Proposal ini diselesaikan dalam rangka lomba Marketing Plan Competition Bali,
yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana. Sekiranya proposal yang saya buat ini dapat
berguna untuk meningkatkan perekonomian negara sebagaimana dengan adanya Pod Coklat
Bali ini dapat meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Bali.
Bagai pepatah “Tak ada Gading yang Tak Retak”, penulis tahu bahwa proposal
penulis masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mohon maaf apabila ada
kesalahan dalam pembuatan proposal. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca. Terima kasih.

Salam,

Inspiring

2
1.3 Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………
1.1 Halaman Judul……………………………………………………………………..1
1.2 Kata Pengantar……………………………………………………………………..2
1.3 Daftar Isi……………………………………………………………………………3
1.4 Profil Perusahaan……………………………………………………………………4
1.5 Ringkasan Eksekutif………………………………………………………………..5
BAB II ISI………………………………………………………………………………………6
2.1 Analisis Pasar dan Situasi…………………………………………………………..6
2.1.1 Analisis Pasar……………………………………………………………..6
2.1.2 Analisis SWOT……………………………………………………………7
2.1.3 Analisis Pesaing…………………………………………………………..8
2.2 Peramalan Situasi Pasar…………………………………………………………….8
2.3 Segmentasi Pasar dan Analisis Pelanggan…………………………………………..9
2.3.1 Segmentasi Pasar………………………………………………………….9
2.3.2 Analisis Pelanggan………………………………………………………10
2.4 Tujuan Pemasaran…………………………………………………………………11
2.5 Strategi Pemasaran………………………………………………………………..11
2.5.1 Marketing Objective……………………………………………………11
2.5.2 Positioning – DifFerentiation – Branding (PDB)………………….........12
2.6 Program Pemasaran………………………………………………………………..14
2.6.1 Strategi Jangka Pendek………………………………………………….14
2.6.2 Strategi Jangka Panjang…………………………………………………18
2.7 Rencana Pemantauan dan Pengendalian Rencana …………………………………19
2.8 Rencana Kontingensi………………………………………………………………19
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………20
3.1 Harapan dan Keyakinan……………………………………………………………21
BAB IV LAMPIRAN…………………………………………………………………………22
BAB V CV TIM……………………………………………………………………………….31
BAB VI DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..32

3
1.4 Profil Perusahaan
Pod Bali merupakan salah satu brand coklat lokal yang berasal dari Bali. Pod Bali mulai
dirintis pada tahun 2010. Hal yang mendasari berdirinya Pod adalah; “Bagaimana sebuah kakao
berubah menjadi coklat? dan “Mengapa coklat tidak dibuat di tempat kakao tersebut tumbuh
dan berasal?” Dua pertanyaan tersebutlah yang mendasari Toby Garrit untuk melakukan proses
selama tiga tahun dan Ia pun berhasil menemukan jawaban dengan mengembangkan resep dan
teknik produksi cokelat sembari bekerja sama dengan petani setempat untuk menciptakan
cokelat yang organik dengan model pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan hasil,
kualitas serta nilai bagi komunitas lokal.
Pada tahun 2012, Pod mendirikan Pod Origin di Bali Elephant Camp dengan tujuan
untuk memfasilitasi proses produksi dan juga menjadi café. Pada saat itu, Pod mulai
memproduksi coklat-coklat berkualitas tinggi melalui developing recipe dari founder Pod dalam
bentuk chocolate bars, chocolate blocks, serta pattiesiere & chocolatiers. Pod juga menawarkan
tour membuat coklat bagi orang-orang yang ingin melihat secara langsung bagaimana proses
pembuatan coklat.
Pada tahun 2014, Pod mulai bekerjasama dengan petani gula merah, petani rosela, petani
biji mente, petani garam laut, dan petani lokal lainnya, yang kemudian bahan-bahan lokal
tersebut dipadukan dengan resep coklat Pod dan digunakan sebagai pengganti gula di dalam
cokelat. Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal tentunya hal tersebut juga membantu
komunitas lokal. Dari situlah berasal cokelat sehat dan enak ala Pod.
Pada tahun 2016, Pod membuka Pod Chocolate and Factory Outlet, dimana orang-orang
bisa lebih mengenal Pod sebagai produk coklat lokal yang memiliki kualitas yang tinggi dan
juga rasa yang enak.

4
1.5 Ringkasan Eksekutif
Dirintis pada tahun 2010, Pod Bali Coklat memiliki visi menjadi salah satu coklat
premium di dunia serta maju bersama petani, Pod Bali bekerjasama dengan petani lokal dan
menciptakan coklat yang sehat dan enak ala Pod.
Dengan tujuan meningkatkan nilai jual Pod Bali Coklat di seluruh kalangan, mengubah persepsi
negatif masyarakat terhadap coklat serta menjadikan Pod Bali Coklat sebagai Top of Mind brand
coklat lokal di mata seluruh masyarakat Indonesia khususnya wilayah Bali. Oleh karena itu,
kelompok merumuskan strategi yang dibagi menjadi 2 jenis :
1. Strategi jangka pendek
Step 1 - Social Media Campaign
Step 2 - Buzzer Social Media Campaign
Why? Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda oleh karena itu dibutuhkan
sosok public figure yang dapatmembentuk kepribadian individu
Step 3 - Workshop and Hand Crafting
Step 4 - Press Conference
Step 5 - Bali Chocolate Party

2. Strategi jangka panjang


Product strategy : - pod bites
Price strategy : - paket harga
Promotion strategy : - pemotongan harga dengan ketentuan
Distribution strategy : - pendistribusian pada minimarket

5
BAB II
ISI

2.1 Analisis Pasar dan Situasi


2.1.1 Analisis Pasar
Indonesia memenuhi syarat penting sebagai pasar barang konsumsi. Syarat itu antara lain jumlah
penduduk yang lebih dari 200 juta orang, masyarakat kelas menengah yang terus bertambah,
dan gaya hidup yang cenderung meningkat.

Sehingga menyebabkan banyaknya produsen barang konsumsi memburu Indonesia sebagai


pasar. Berbagai merek asing tersedia di pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada triwulan I-2015 menurun menjadi 4,7 persen,
ternyata masih mampu menjadi daya tarik bagi produsen barang konsumsi, salah satunya yaitu
produsen coklat.

Perusahaan penghasil cokelat dan bahan dasar cokelat yang berkantor pusat di Swiss, Barry
Callebaut, bahkan dengan optimistisnya mereka memperkirakan pertumbuhan konsumsi cokelat
di Indonesia akan meningkat 15 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Saat ini ada tiga negara pemasok utama kakao di dunia, yakni Pantai Gading, Ghana, dan
Indonesia. Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, memproduksi 740.510 ton kakao
pada 2012. Namun, produksi kakao Indonesia anjlok menjadi 720.860 ton pada 2013 dan
709.330 ton pada 2014.
Kakao yang dihasilkan Indonesia merupakan salah satu kakao dengan kualitas baik. Saat ini
harga kakao berkisar 3.000 dollar AS per ton.

Selain itu, perlu juga perusahaan membuat pabrik pengolah kakao di Indonesia. Dengan
demikian, perusahaan itu dapat mengakomodasi pertumbuhan konsumsi kakao di Indonesia
sekaligus memperpendek rantai perjalanan kakao dari hasil tanam di Indonesia ke proses

6
produksi. Itulah yang membuat pemilik perusahaan PT Bali coklat membangun industri yang
memproduksi coklat di Bali Indonesia sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di dunia.

2.1.2 Analisis SWOT

STRENGTH WEAKNESS

Perusahaan berpengalaman dan terstruktur Terdapat banyak kompetitor di industri coklat

Cokelat lokal organik dengan rasa yang unik dan Tidak dipasarkan pada minimarket yang
variatif dengan kualitas premium mudah dijangkau

Dipasarkan pada beberapa outlet dan website Kurang dikenal di seluruh wilayah Indonesia

Cukup sukses di Indonesia khususnya Bali Bukan sebagai top of the mind produk khas
Bali

Terus mempertahankan kualitas dalam Persepsi negatif coklat yang membuat


pengelolaan produk masyarakat menghindari coklat

Mudah dijangkau oleh masyarakat menengah ke Harga yang terbilang cukup sulit dijangkau
atas oleh masyarakat menengah ke bawah

OPPORTUNITIES THREAT

Bali sebagai pusat wisata terkenal Terdapat banyak brand coklat tersebar di Indonesia
di Indonesia khususnya Bali, baik brand lokal maupun impor

Sponsor pada kegiatan Kompetitor melakukan promosi yang sama dan juga
investasi

7
2.1.3 Analisis Pesaing

 Bamboo Chocolate Factory (Wonder Chocolate)

Wonder Chocolate merupakan brand dari Big Tree Farms yang berlokasi di Bali
yang menggunakan bambu sebagai fondasi utamanya. Pabrik ini bisa disinggahi
sehingga pengunjung dapat melihat proses pembuatan coklat dan mencicip
coklat lokal berkualitas. Cokelat di sini hanya dibuat dari cacao dan gula kelapa
sebagai pemanis alami.

 Uforia Chocolate

Uforia Chocolate mengolah buah cacao fresh menjadi cokelat sehat dan
berkualitas. Tersedia ragam produk seperti chocolate bars, truffles, dan lainnya.
Beberapa yang unik adalah flavored bars dengan cita rasa asin yang didapat dari
sea salt Bali, Locha-Mocha dengan paduan kopi Mandailing dan vanilla beans,
serta Lavish Luwak Mocha yang dibuat dari biji kopi Luwak. Konsumen juga
bisa memilih mengkonsumsi 80% dark chocolate dengan gula kelapa organik,
70% dark chocolate, dan 64% dark chocolate.

 Ubud Raw Chocolate Factory

Ubud Raw Chocolate Factory memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk membuat


cokelat fresh hand-made. Ada produk unik seperti 3 rasa raw chocolate yaitu
Mint & Goji Berry, Raisin Cashew, dan Pure & Raw dalam toples seberat 100
gram. Untuk Pure & Raw, misalnya, dibuat hanya dari Cacao dan Coconut
sehingga terjamin sehat dan kaya antioksidan. Tidak hanya di Bali, Ubud Raw
Chocolate sudah merambah ke Jepang karena dijual di Shibuya, Tokyo.

2.2 Peramalan Situasi Pasar


Menurut data The International Cocoa Organization (ICCO), tren produksi kakao
Indonesia menurun sejak 7 tahun terakhir, yakni dari 700.000 metrikton (MT) menjadi 290.000

8
MT. Oleh karena itu, peluang petani kakao di Indonesia masih sangat besar. Selain itu, dengan
jumlah penduduk 250 juta lebih, angka konsumsi coklat masyarakat Indonesia terbilang rendah
dengan hitungan gram per tahun dibandingkan dengan negara asing seperti Malaysia, Singapura
dan Eropa yang memiliki angka konsumsi hitungan kilogram per tahun.

2.3 Segmentasi Pasar dan Analisis Pelanggan


2.3.1 Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar untuk Pod Bali Coklat ditujukan kepada seluruh kalangan masyarakat
di Indonesia yang berusia 17-37 tahun dan juga para wisatawan khususnya di daerah Bali yang
bersedia mencoba merek coklat yang baru.
Segmentasi difokuskan pada masyarakat berusia 17-37 tahun yang memiliki
kemampuan untuk membeli dan memiliki gaya hidup konsumtif serta wisatawan yang berada
di daerah Bali sebagai pusat pemasaran Pod Bali Coklat.

Segmenting Targeting Positioning

Domestic-Major
Geographic Location Domestic-Minor City City International

Demographic Gender Male Female

Age 22-37 Years 37-52 Years (Gen


6-21 Years (Gen Z) (Gen Y) X)

53+ Years (Baby


Boomers)

Psychographic Sub-Urban
Lifestyle Rural Lifestyle Lifestyle Urban Lifestyle

Mobility High Medium Low

9
VALS Innovators Thinkers Achievers

Experiencers Believers Strivers

Makers Survivors

SES A AB B

BC C

Behavioral Usage Rate High Medium Low

Benefits
Sought Accessibility Practical Affordability

2.3.2 Analisis Pelanggan

Untuk mengetahui tantangan yang akan dihadapi Pod Bali Coklat, kelompok pun melakukan
analisa mengenai karakteristik terget pasar di Indonesia. Pelanggan dari Pod Bali Coklat
difokuskan pada generasi millenial (gen Y dan Z) yang memiliki sifat price sensitive. Dengan
total 139 responden, yang didalamnya 84,2% merupakan generasi Z dan 14,4 merupakan
generasi Y, sebanyak 64% mengkonsumsi coklat batang 1-2 bulan sekali, 14,4% mengkonsumsi
coklat batang 1-2 minggu sekali dan 17,3% tidak pernah mengkonsumsi coklat batang. Sebesar
74,8% responden membeli coklat batang untuk diri sendiri dan sisanya untuk keluarga dan

10
teman. Sebesar 45,3% membeli coklat batang pada minimarket dan 79,1% menjadikan rasa
sebagai pilihan utama dalam mengkonsumsi coklat.

Rekomendasi dari orang lain juga menjadi pertimbangan yang penting bagi milenials untuk
mencoba hal baru. Terbukti dari 36% responden yang memilih rekomendasi dari orang lain
sebagai pilihan utama, 25,9% memilih pilihan rasa yang unik serta 25,9% memilih packaging
yang menarik.

Meskipun begitu, sebesar 43,2% responden tidak pernah mengkonsumsi brand coklat dari
Indonesia serta 45,3% tidak mempunyai brand coklat local yang menjadi Top of the Mind
responden.

2.4 Tujuan Pemasaran


Pemasaran yang dilakukan oleh Pod Bali Coklat bertujuan untuk memperkenalkan Pod Bali
Coklat sebagai coklat khas Bali yang berkualitas yang akan meningkatkan nilai jual dari coklat
lokal yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan yang dapat mengubah persepsi masyarakat
terhadap coklat dan menjadikan Pod Bali Coklat sebagai gaya hidup.

2.5 Strategi Pemasaran


2.5.1 Marketing Objective
Pada case Pod Bali marketing plan competition kali ini, objektif utama kami adalah
untuk meningkatkan brand awareness dan menjadikan Pod Bali sebagai coklat top of mind di
mata konsumen. Pod Bali coklat telah memiliki awareness yang baik di masyarakat. Maka,
marketing plan ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut:
1. Meningkatkan awareness konsumen terhadap produk
Meningkatkan brand awareness Pod Bali Coklat dan menjadi top of mind bagi
masyarakat Indonesia. Tingkat keberhasilan tersebut diuji melalui peningkatan jumlah
penjualan dan jumlah visitors pada Pod Chocolate Factory & Cafe, website dan social media
Pod Bali. Target pasar yang difokuskan adalah seluruh kalangan masyarakat Indonesia
khususnya pada wilayah Bali.
2. Communicating and delivering value

11
Untuk memperkenalkan kembali Pod Bali Coklat dengan menghidupkan suatu icon dan
campaign baru sebagai suatu refreshment dan inovasi terhadap konsumen. Kami ingin
menciptakan suatu kebiasaan yang membuat setiap orang mengkonsumsi coklat berkualitas
sebagai gaya hidup utama dengan memilih Pod Bali Coklat yang merupakan produk khas Bali
yang berkualitas untuk menikmati kehidupan yang lebih baik dengan cita rasa yang unik dan
variatif dari Pod Bali.
3. Call to action for customer
Dengan segala kegiatan marketing yang ada, tujuan akhir adalah untuk meningkatkan
jumlah penjualan (action to buy) yang dilakukan baik di outlet maupun website Pod Bali dan
meningkatkan jumlah visitors pada Pod Chocolate Factory & Cafe dan juga visitors pada
website dan social media Pod Bali. Hal ini juga menjadi indikator apakah marketing campaign
yang dilakukan sudah efektif atau belum.

2.5.2 Positioning-Differentiation-Branding (PDB)

12
Positioning
“Bali must buy chocolate with unique taste, great sensation of taste and high quality”
Kelompok merekomendasikan agar Pod Bali Coklat menanamkan pesan akan brandnya kepada
benak masyarakat sebagai brand lokal dengan rasa yang unik dengan kualitas tinggi dalam
campaign yang dilakukan melalui main campaign #HeartofBali “Taste It. Experience It.”.
Melalui hal ini Pod Bali Coklat berusaha memberitahu bahwa coklat produksi lokal tidak akan
kalah dalam segi kualitas maupun rasa dan akan memuaskan rasa ingin tahu masyarakat
terhadap sensasi rasa yang dirasakan. Selain itu, hashtag HeartofBali juga menunjukkan bahwa
inti dari Bali merupakan komoditas perkebunan yang menjadi penyumbang ketiga terbesar
devisa negara. Pod Bali Coklat dapat mengingatkan kembali kepada konsumen bahwa rasa dan
tekstur yang dibawakan oleh Pod Bali coklat dapat membangkitkan sensory memory konsumen
terhadap pengalamannya di Bali serta mengedukasi masyarakat bahwa coklat yang baik
merupakan coklat berkualitas yang berasal dari perkebunan langsung. Aktivitas konsumsi
masyarakat dapat dibantu oleh Pod Coklat untuk memberikan pengalaman berkunjung langsung
pada Pod Coklat Factory untuk melihat proses perkebunan serta produksi secara langsung.

Differentiation
“Memperkuatkan variatif rasa dari Bali dan pengalaman proses produksi serta
melengkapi gaya hidup yang lebih baik”
Pod Bali Coklat menawarkan coklat lokal yang memiliki kualitas dan rasa lokal yang
berkolaborasi dengan petani rosela, garam laut, dan petani lokal lainnya. Kemudian, Pod Coklat
Bali juga menawarkan pengalaman melihat secara langsung pembuatan cokelat yang sehat dan
enak.

Branding
Main campaign #HeartofBali “Taste It. Experience It.” juga diharapkan akan
meningkatkan semakin banyak minat wisatawan yang setelah mencoba coklat ini akan tertarik
untuk mencobanya lagi dan hal ini tentunya juga menjadi sarana pemasaran baru dimana
wisatawan akan merekomendasikan Coklat Pod Bali ini, sekaligus membuka peluang bagi Pulau
Bali agar lebih dikenal oleh wisatawan-wisatawan asing lainnya. Serta menjadikan Pod Bali
Coklat sebagai Top of Mind brand coklat lokal di Indonesia khususnya Bali.

13
2.6 Program Pemasaran
2.6.1 Strategi Jangka Pendek
Step 1 Social Media Campaign
#HeartofBali “Taste It. Experience It.”

Why Dibutuhkan media yang sering digunakan oleh generasi Y dan Z untuk
(Background) mengenalkan coklat asli buatan negeri serta menginformasikan proses
dalam pembuatan yang bersumber dari Bali

What (Objective) Meningkatkan awareness dengan membawa viral and emotional di setiap
individu dengan #HeartofBali “Taste It. Experience It.”sehingga Pod Bali
Coklat dapat menjadi brand top of the mind coklat khas Bali

How Melakukan social media campaign dengan format video di youtube


(Implementation) advertising, facebook advertising dan Instagram sponsored mengenai
proses pembuatan coklat yang bersumber dari Bali dengan hasil coklat yang
dapat dikonsumsi siapapun dan dimana pun.
Berikut teknis story line :
1. Proses perkebunan biji coklat hingga pengolahan tekstur ke bentuk
coklat batang olahan yang telah dikemas.
2. Coklat Pod dalam berbagai bentuk dan dikonsumsi oleh berbagai
kalangan (bawah, menengah, atas) serta wisatawan.
3. Kebahagiaan konsumen setelah mengkonsumsi Pod Coklat serta
sensasi pengalaman dalam segala kultur Bali baik adat maupun
kota.

Where (Place) Media sosial youtube, facebook dan instagram

Step 2 - Buzzer Social Media Campaign

14
Why Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda sehingga membutuhkan
(Background) sosok publik figur yang mereka ikuti untuk membantu mempengaruhi
mereka dalam membentuk kepercayaan diri setiap individu

What (Objective) Meningkatkan awareness dengan membawa viral and emotional di setiap
individu dengan #HeartofBali “Taste It. Experience It”

How Bekerjasama dengan Yulia Baltschun, Chelsea Islan, Titan Tyra untuk
(Implementation) menjadi buzzer dalam social media campaign #HeartofBali “Taste It.
Experience It.” Dengan bekerja sama dengan influencer tersebut, dapat
menunjukkan bahwa Pod Bali Coklat merupakan produk lokal yang
berkualitas serta memberi dampak positif pada individu baik di kesehatan
maupun emosional.
Berikut teknis Campaign :
1. Buzzer akan mengupload video versi mereka dalam pengalaman
dan sensasinya dalam mengonsumsi Pod Bali coklat serta
menunjukkan dampak positif pada buzzer.

Where (Place) Media sosial youtube dan instagram

Step 3 - Workshop and handcrafting


Pod Bali coklat dapat mensharingkan pengalaman dalam membuat coklat dalam bentuk
workshop serta handcrafting
1. Junior workshop

Why Gen Z menjadi pendorong perekonomian pada masa depan, oleh karena itu
(Background) perlu mengenalkan Pod Bali Coklat sebagai Coklat lokal yang melekat
pada gen Z sesuai dengan sifat gen Z yang merupakan experiencers dan
innovator

What (Objective) Meningkatkan awareness dengan kegiatan creative dan fun serta
menanamkan #HeartofBali ,Taste It. Experience It.

15
How Membuat workshop menghias coklat by pattisier untuk anak anak yang
(Implementation) diberikan kostum pattisier junior

Where (Place) Pod Bali Coklat Factory & Cafe

2. Handcrafting

Why (Background) Generasi Z cenderung lebih tertarik dalam kegiatan yang memberikan
mereka kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut
ketimbang campaign
yang satu arah, selain itu Gen Z memiliki jiwa kompetisi yang tinggi yang
dapat disalurkan dalam kegiatan handcrafting
ini

What (Objective) Gen Y dan Gen Z akan langsung membuat coklat dari bahan dasar. Pada
step ini tidak hanya akan meningkatkan brand awareness melainkan call to
action

How Membuat coklat dari bahan dasar, mulai dari pengolahan biji coklat hingga
(Implementation) menjadi coklat dalam bentuk batangan serta menjadikan Pod Bali Coklat
sebagai bahan dasar kerajinan tangan coklat

Where (Place) Pod Bali Coklat Factory & Cafe

Step 4 - Press Conference

Why Butuh bantuan media dalam menyebarkan informasi terkait acara yang
(Background) akan dilaksanakan agar banyak yang tertarik untuk ikut

16
What (Objectives) Untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat luas dan berbagai media
mengenai akan diadakannya acara Bali Chocolate Party #HeartofBali
Taste It. Experience It.

How Press Conference


(Implementation) akan diadakan dengan mengundang media-media partner serta source of
news
lainnya agar dapat membantu dalam men-spread
informasi terkait acara agar banyak orang yang tertarik ikut

Where (Place) Pod Bali Coklat Factory & Cafe

Step 5 - Bali Chocolate Party


Merupakan festival outdoor di pantai dengan tujuan mengedukasi masyarakat mengenai fakta
dari coklat guna untuk mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap coklat serta
mengenalkan Pod Bali Coklat sebagai coklat lokal khas Bali yang dapat menjadi gaya hidup
masyarakat yang lebih baik.

Why Sebagai puncak dari acara yang diselenggarakan selain itu pesta coklat di
(Background) pantai merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk menarik
perhatian masyarakat maupun wisatawan di Bali

What (Objective) 1. Membangun rasa excitement


akan seluruh pengunjung yang berada datang untuk menonton maupun
yang berada di sekitar pantai
2. Meningkatkan brand awareness
akan produk Pod Coklat Bali sebagai coklat lokal yang memiliki berbagai
variasi rasa serta bentuk olahan yang enak

17
How 1. Mengundang band dengan nuansa fun dan summer party mood
(Implementation) pada panggung di tengah pantai serta berbagai influencer dan brand
ambassador yang sesuai dengan brand image dari Pod Bali Coklat
2. Membuat stand stand berbagai variasi rasa dari coklat batang Pod
Bali Coklat serta berbagai hasil olahannya seperti brownies, ice
cream, brownies dan lain-lain

Where (Place) Pantai Kuta

2.6.2 Strategi Jangka Panjang


Product Strategy
Produk Pod Bali Coklat tersedia dalam rasa dan ukuran yang bervariatif, namun dapat
dikembangkan sebagai berikut :
1. Pod-bites
Berbentuk bangun ruang tiga dimensi dalam ukuran mini satu gigitan seperti kubus,
limas segitiga. Ukuran tersebut menarik perhatian konsumen untuk memulai mencoba
Pod Bali Coklat dan dapat menciptakan trend dari keunikannya tersebut. Harga dari Pod
Bites tersebut juga menjadi lebih terjangkau karena ukurannya yang lebih kecil untuk
semua kalangan dibandingkan ukuran Pod Coklat yang pada umumnya.

Price Strategy
1. Harga paket
Membuat harga paket yang include semua kegiatan pada area factory
A. biaya masuk, welcome drink (chocolate drink), free tester chocolate, sight seeing
product making process. Sehingga konsumen tidak merasa terbebani dengan terus membayar
pada setiap kegiatan tur yang dilaksanakannya dan dapat menikmati setiap rangkaian kegiatan
pada area factory.
B. Membuat packet entry buy 5 get 1 free dan buy 10 get 3 free. Sehingga menarik
konsumen untuk mengajak teman ataupun keluarga sebanyaknya.

Promotion strategy

18
1. Memberlakukan diskon sebesar 10 persen untuk pelanggan yang belanja diatas nominal
tertentu
2. Memberikan free sample product untuk pelanggan dengan syarat menjadi buzzer dari
Pod coklat Bali dengan cara mempostingkan pengalamannya di Pod Bali coklat Factory
redengan caption yang menarik

Distribution Strategy
Untuk mencapai semua kalangan, Pod Bali Coklat dapat bekerja sama dengan
minimarket seperti Alfamart dan Indomaret untuk memasarkan Pod-Bites yang memiliki harga
lebih terjangkau dan dapat dengan mudah menjangkau berbagai kalangan.

2.7 Rencana Pemantauan dan Pengendalian Rencana


Rencana pemasaran dapat dilakukan sesuai dengan langkah-langkah mulai dari social
media campaign, buzzer social media campaign, workshop and handcrafting, press conference
serta Bali chocolate party. Untuk meningkatkan brand awareness dari masyarakat Indonesia
khususnya wilayah Bali pada seluruh kalangan khususnya millenials.
Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan pada periode 2 minggu untuk social media
campaign, 2 kali workshop dan handcrafting, serta periode h-2 minggu untuk press conference
dan 3 hari untuk kegiatan Bali chocolate party.

2.8 Rencana Kontingensi


Perencanaan kontingensi merupakan salah satu dari berbagai rencana yang digunakan
dalam siklus manajemen resiko. Dalam rencana kami, apabila Coklat Pod Bali tidak berhasil
dikenal oleh wisatawan dan tidak berhasil di menjadi Top of The Mind brand coklat lokal, maka
kami akan melanjutkan rencana kami yaitu mengembangkan coklat pod Bali ini di wilayah Bali
ini tersendiri dulu. Dan apabila sudah dikenal kuat oleh wilayah Bali sendiri, maka kelompok
akan mencoba membrandingkannya secara nasional dan internasional lagi.

19
BAB III
PENUTUP

3.1 Harapan dan Keyakinan


Indonesia yang merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia tetapi hanya
mengonsumsi coklat sebesar 0,5 kg per kapita setiap tahunnya membuat PT Bali Coklat
berkeinginan untuk menjadikan tempat penghasil kakao yaitu Bali Indonesia sekaligus sebagai
penghasil coklat menilik dari industri berada pada tempat penghasil bahan baku sehingga daya
konsumsi coklat masyarakat Indonesia lebih tinggi lagi dan dapat meningkatkan kesejahteraan
petani setempat dengan bekerja sama bersama PT Bali Coklat serta ingin menjadikan POD
coklat sebagai top of the mind masyarakat Indonesia.

20
BAB IV
LAMPIRAN

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
BAB V
CV TIM

31
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
https://finance.detik.com/industri/d-3021425/menperin-konsumsi-cokelat-orang-ri-rendah-
hanya-05-kgkapitatahun
https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/14/02/13/n0wuub-tiga-komoditas-
perkebunan-bali-tembus-ekspor
https://www.cermati.com/artikel/kenali-perbedaan-generasi-x-y-dan-z-dalam-berbelanja
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3209700/bali-juga-punya-cokelat-lokal-yang-berkualitas
https://indonesia.rikolto.org/id/news/kakao-dan-cokelat-di-indonesia
https://www.google.co.id/amp/amp.kontan.co.id/news/potensi-pasar-luas-peluang-berkebun-
kakao-terbuka

32