1. Apa itu gangguan bipolar?
Jawaban:
Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan episode mania (suasana
hati yang sangat tinggi, energi berlebihan, impulsif) dan episode depresi (kesedihan
mendalam, kehilangan minat, kelelahan). (American Psychiatric Association, 2022).
2. Bagaimana diagnosis gangguan bipolar ditegakkan?
Jawaban:
Diagnosis didasarkan pada kriteria DSM-5, yang meliputi riwayat episode mania atau
hipomania yang dapat disertai episode depresi. Evaluasi dilakukan oleh psikiater melalui
wawancara klinis dan observasi gejala. (American Psychiatric Association, DSM-5, 2013).
3. Seberapa umum gangguan bipolar di masyarakat?
Jawaban:
Prevalensi gangguan bipolar diperkirakan sekitar 1-3% populasi global (Perempuan lebih
banyak bila dibandingkan dengan laki-laki). Gangguan ini sering muncul pada usia
remaja hingga awal dewasa. (National Institute of Mental Health, 2023).
4. Apa saja mitos yang berkembang tentang gangguan bipolar?
Jawaban:
a. Mitos: Bipolar hanya berarti seseorang sering berubah mood.
Fakta: Bipolar melibatkan perubahan mood ekstrem dalam periode waktu
tertentu, bukan perubahan sesaat. (Goodwin & Jamison, Manic-Depressive
Illness, 2007).
b. Mitos: Orang dengan bipolar tidak bisa hidup normal.
Fakta: Dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, banyak penderita bipolar
bisa menjalani kehidupan produktif. (Geddes & Miklowitz, Lancet Psychiatry,
2013)
5. Apakah wanita dengan gangguan bipolar boleh hamil?
Jawaban:
Ya, tetapi perlu perencanaan. Pengobatan dan pemantauan ketat oleh tim medis dapat
membantu mengurangi risiko bagi ibu dan janin. (ACOG, Committee Opinion on
Psychiatric Disorders in Pregnancy, 2021)
6. Bagaimana pengaruh gangguan bipolar terhadap kehamilan?
Jawaban:
Perubahan hormon khususnya progesteron selama kehamilan dapat memperburuk
gejala bipolar. Risiko episode mania atau depresi meningkat jika pengobatan dihentikan
secara mendadak. (Viguera et al., American Journal of Psychiatry, 2007).
7. Apa yang harus dipersiapkan pada ibu dengan bipolar yang akan mempersiapkan
kehamilannya
Pemantauan rutin oleh dokter umum, psikiater, dan tim obstetri.
i. Diskusi tentang risiko dan manfaat penggunaan obat selama kehamilan.
ii. Konsultasi dengan pasangan dan keluarga untuk memastikan dukungan
optimal.
8. Apakah boleh individu bipolar yang sedang hamil mengonsumsi obat-obatan?
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan
• Keamanan Obat: Beberapa obat stabilisasi mood, seperti asam valproat dan
karbamazepin, diketahui dapat menyebabkan cacat lahir dan umumnya dihindari
selama kehamilan. Sementara itu, litium memiliki risiko terhadap janin tetapi bisa
digunakan dalam kondisi tertentu dengan pemantauan ketat. (Newport et al.,
Journal of Clinical Psychiatry, 2008)
• Manfaat vs. Risiko: Dokter akan mempertimbangkan keseimbangan antara
manfaat menjaga stabilitas mood ibu dan potensi risiko terhadap perkembangan
janin. Dalam beberapa kasus, gangguan bipolar yang tidak terkontrol dapat
menyebabkan stres kronis yang juga berdampak negatif pada kehamilan. (Viguera
et al., American Journal of Psychiatry, 2007
9. Apakah ada obat yang aman untuk kehamilan?
10. Apakah ada alternatif terapi lain selain obat-obatan
• Mengatur Pola Tidur dengan Social Rhythm Therapy (SRT)
Pentingnya pola tidur stabil
o Gangguan ritme tidur bisa memicu episode mania atau depresi.
o Social Rhythm Therapy (SRT) menekankan pentingnya menjaga rutinitas sehari-
hari agar tubuh lebih stabil.
Strategi praktis selama kehamilan:
o Tetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari.
o Hindari begadang dan konsumsi kafein di malam hari.
o Lakukan relaksasi sebelum tidur (meditasi, musik tenang, mandi air hangat)
Latihan Pemecahan Masalah untuk Menghadapi Tantangan Pasca Melahirkan
• Melakukan anticipatory problem-solving
o Teknik ini membantu ibu dan keluarga menghadapi situasi tak terduga dengan
persiapan yang matang
o Contoh skenario ‘What if…?’:
o "Bagaimana jika saya merasa terlalu lelah untuk merawat bayi?"
o Solusi: Minta bantuan pasangan/keluarga untuk bergantian menjaga bayi.
o "Bagaimana jika saya merasa sangat cemas atau sedih?"
o Solusi: Hubungi tenaga medis atau komunitas dukungan ibu postpartum.
o "Bagaimana jika saya mulai mengalami gejala mania?"
o Solusi: Punya daftar tindakan darurat, termasuk siapa yang harus
dihubungi dan langkah-langkah yang perlu diambil
• Peran Pasangan dalam Manajemen Bipolar Selama Kehamilan dan Pasca Melahirkan
Mengapa penting?
o Pasangan sering menjadi caregiver utama dan butuh dukungan emosional serta edukasi.
o Dukungan yang Dibutuhkan Pasangan
o Edukasi tentang bipolar dan postpartum
o Pasangan harus memahami kondisi bipolar dan cara mendukung ibu dengan baik.
o Harus tahu tanda-tanda relapse dan bagaimana bertindak jika terjadi.
o Bagaimana pasangan dapat membantu?
o Membantu menjaga pola tidur ibu.
o Menawarkan dukungan emosional, bukan hanya fisik.
o Berkomunikasi dengan tenaga medis jika ada tanda relapse.