Anda di halaman 1dari 10

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan lengkap praktikum Fisiologi Tumbuhan dengan judul Pengaruh Intensitas Cahaya dan Suhu Terhadap Laju Fotosintesis yang disusun oleh : Nama NIM Kelas / kelompok : Heriyanto : 091404001 : A / I (Satu)

Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten / Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima. Makassar , Juni 2011

Koordinator Asisten

Asisten

Hamsaruddin NIM: 071404121

Ahmad Dahir NIM : 081404055

Mengetahui Dosen Penanggungjawab

Drs.Abdul Muis, M.Si NIP 19640913 199011 1 001

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan prosesproses kehidupan. Fotosintesis sendiri berlangsung dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya (laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya), konsentrasi karbon dioksida (semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis), suhu (enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim), kadar air (kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat

penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis), kadar fotosintat (hasil fotosintesis) (jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang), dan tahap pertumbuhan. Pada praktikum kali ini akan mengamati bagaimana pengaruh suhu dan intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis, dimana ditandai dengan jumlah gelembung udara yang dihasilkan oleh tanaman Hydrilla sp. B. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat pengaruh suhu dan intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis dengan mengukur banyaknya O2 yang dikeluarkan. C. Manfaat Praktikum Adapun manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengamati secara langsung bagaimana laju fotosintesis pada tanaman yang ditandai dengan adanya gelembung udara. Mahasiswa dapat mengetahui hubungan antara suhu, intensitas cahaya dan laju fotosintesis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi di bagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk prosestersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada di dalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986). Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Klorofil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000). Fotosintesis juga terjadi proses metabolisme lain yang disebut respirasi. Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Dalam respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa

selain karbondiokasida, seperti alkohol, asetaldehida atau asam asetat dan sedikit energi (Lovelles, 1997). Jika intensitas cahaya atau konsentrasi CO2 menjadi faktor pembatas fotosintesis maka suhu tidak akan mempengaruhi fotosintesis atau sangat sedikit sekali mempengaruhi karena reaksi fotokimia tidak peka terhadap suhu (Q10= 0,1 ) dan difusi mempunyai Q10=1,5. Laju fotosintesis bersifat bersifat tanggap terhadap suhu jika cayaha bukan merupakan faktor pembatas. Pada reaksi selanjutnya yaitu reaksi enzimatik kenaikan suhu akan mempengaruhi laju dan keseluruhan proses fotosintesis. Selain faktor-faktor luar seperti suhu, intensitas cahaya dan CO2 yang mempengaruhi fotosintesis, faktor dalam yang juga penting mempengaruhi faktor ini adalah konsentrasi klorofil, defisit air dan konsentrasi enzim (Lakitan, 1996). Selain faktor luar, (CO2, intensitas cahaya dan suhu) yang mempengaruhi laju fotosintesis, faktor dalam yang juga penting dalam mengontrol proses ini adalah konsentrasi klorofil, defisit air dan konsentrasi enzim. Konsentrasi klorofil pada tingkat yang cukup rendah dapat membatasi laju fotosintesis (Ismail, 2011). Perbedaan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang digunakan biasa dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan disingkat RQ. Nilai RQ ini tergantung pada bahan atau subtrat untuk respirasi dan sempurna atau tidaknya proses respirasi tersebut dengan kondisi lainnya (Simbolon, 1989).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Hari / tanggal Waktu Tempat : Senin / 31 Mei 2011 : Pukul 09.30 s.d 10.50 WITA : Laboratorium Biologi FMIPA UNM lantai 3 sebelah barat.

B. Alat dan Bahan 1. Alat a. Mikrobiuret b. Statif c. Stopwatch 2. Bahan a. Hydrilla sp b. Bubble gum C. Prosedur kerja 1. Memotong pangkal batang tanaman Hydrilla sp lalu meletakkan di dalam air yang berada dalam tabung pengumpul gas. Lalu menyelupkan tabung pengumpul ke dalam tabung reaksi besar yang berisi air kran. 2. Menutup rapat-rapat tabung mikrobiuret dengan pipa karet sehingga seluruh mikrobiuret terisi penuh. 3. Menutup celah pada mulut tabung pengumpul yang berisi Hydrilla sp dengan menggunakan bubble gum, jika masih terdapat lubang udara, makan diolesi dengan vaselin. 4. Meletakkannya pada tempat yang terang dan gelap dengan suhu dan intensitas cahaya yang berbeda kemudian mengamati adanya gelembung udara. c. Air d. Vaselin d. Lux meter e. Thermometer f. Beakeer glass

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan tempat terang NO 1 2 3 4 5 6 Waktu (menit ke-) 0 10 20 30 40 50 Intensitas cahaya 305 307 309 313 428 704 Suhu 35 38 40 40 41 42 Gelembung 0 9 13 16 20 25

Tabel hasil pengamatan tempat gelap NO 1 2 3 4 5 6 Waktu (menit ke-) 0 10 20 30 40 50 Intensitas cahaya 70 85 152 80 21 35 Suhu 31 31 31 31 31 31 Gelembung 0 0 0 0 0 0

B. Pembahasan Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan, tanaman diletakkan pada tempat terang selama 60 menit. Pada keadaan terang suhu dan intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap laju fotosintesis. Dimana semakin tinggi intensitas cahaya dan semakin tinggi suhu maka jumlah gelembung yang muncul semakin besar. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukkan peningkatan jumlah

gelembung. Adanya peningkatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan dimana O2 merupakan hasil dari fotosintesis yang dikeluarkan oleh tumbuhan. Hal ini sudah sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa laju fotosintesis akan maksimum apabila ada banyak cahaya dalam hal ini berarti suhu dan intensitas cahaya tinggi. Namun pada percobaan tempat gelap, praktikum kami gagal, seharusnya dengan adanya perbedaan intensitas cahaya maka akan ada perubahan pada gelembung udara yang dihasilkan oleh Hydrilla sp walaupun jumlahnya kecil. Namun dari hasil yang kami dapatkan tidak ada sama sekali gelembung udara yang terbentuk. Kegagalan ini dapat disebabkan karena adanya kebocoran pada alat rakitan, pengamatan yang kurang teliti baik pada pengamatan gelembung maupun pada pengukuran suhu, karena pada praktikum, suhu yang kami amati semuanya sama hal ini dimungkinkan termometer yang rusak.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Setelah melakukan praktikum, maka dapat disimpulkan bahwa suhu dan intensitas cahaya berbanding lurus dengan laju fotosintesis. Semakin tinggi suhu dan intensitas cahaya maka laju fotosintesis (banyak O2 yang dikeluarkan) semakin meningkat yang ditandai dengan banyaknya gelembung udara yang dihasilkan. B. Saran Adapun saran yang ingin disampaikan adalah: 1. Diharapkan agar mahasiswa dalam melakukan praktikum lebih teliti dan cermat agar praktikum dapat berjalan lancar. 2. Diharapkan agar jumlah asistem lebih banyak lagi agar tiap kelompok bisa mendapatkan masing-masing asisten. 3. Diharapkan agar laboratorium menyiapkan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai demi kelancaran praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Jakarta: Erlangga. Ismail dan Abdul Muis, 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Lakitan B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Lovelles. A. R. 1997. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. PT Gramedia. Jakarta. Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta. Syamsuri. I. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta.