Anda di halaman 1dari 8

H.

ANALISIS DATA

Dari hasil pengamatan, fase-fase mitosis yang berada pada tudung akar bawang
merah (Allium cepa) yang ditemukan hanya 3 fase yakni profase, anafase dan telofase.
Dimana fase-fase tersebut memiliki ciri khas yakni :

1. Profase : Profase dimana tahapan pembelahan pertama, permulaan profase profase


kromosom menjadi lebih pendek dan tebal. Pada akhir profase mulai terbentuk
benang benang spindel/ gelendong inti pada masing masing kutub sel,
yang letaknya berlawanan.

2. Anafase : kromosom yang mengumpul di tengah sel terpisah dan mengumpul pada
masing-masing kutub, sehingga telihat adal dua kumpulan kromosom.

3. Telofase : terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti menjadi dua bagian) dan
sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).

I. PEMBAHASAN

Praktikum pengamatan pembelahan mitosis dilakukan pada tudung akar bawang


merah yang berumur 7 hari. Penggunaan akar pada praktikum kali ini adalah antara lain
karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya adalah sel-sel
somatik, khusus pada ujung akar bersifat meristematik. Mitosis merupakan pembelahan
sel yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang sedang tumbuh,
dan dan sel-sel ini umumnya terdapat pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan. Hal
inilah yang melatarbelakangi digunakannya akar dalam praktikum mitosis ini
(Margono,1973)

Pemotongan tudung akar dilakukan pada pukul 24.00 WIB. Menurut Margono
(1973) hal ini dikarenakan pada ujung akar bawang merah banyak sel yang mengalami
aktifitas pembelahan dengan rentangan 5 menit sebelum dan sesudah pukul 24 malam.
Sehingga tahap-tahap mitosis dapat diamati. Tujuan penggunaan akar pada praktikum kali
ini adalah antara lain karena akar merupakan salah satu jaringan yang sel-sel penyusunnya
adalah sel-sel somatik, khusus pada ujung akar bersifat meristematik. Mitosis merupakan
pembelahan sel yang umumnya terjadi pada sel-sel yang hidup terutama sel-sel yang
sedang tumbuh, dan dan sel-sel ini umumnya terdapat pada ujung akar dan ujung batang
tumbuhan.
Untuk membuat preparat akar bawang agar dapat teramati proses mitosisnya
dibawah mikroskop, potongan-potongan akar tersebut harus melalui beberapa perlakuan
terlebih dahulu. Pertama setelah akar bawang dipotong, akar tersebut harus direndam di
dalam botol fial yang berisi larutan FAA. Perendaman dilakukan agar sel tidak mengalami
pembelahan lagi, karena larutan FAA merupakan larutan fiksatif yang dapat menahan sel
untuk tidak membelah lagi sehingga tahap-tahap pembelahan mitosis dapat teramati.
Kemudian potongan akar tersebut harus direndam di dalam alkohol 70% selama 2 menit,
perendaman ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa FAA yang masih terdapat di
dalam sel-sel akar bawang merah. Selain itu perendaman dengan alkohol bertujuan untuk
menyegarkan kembali sel-sel akar bawang yang sudah semalaman dimasukkan ke dalam
botol fial berisi FAA dan mensterilkan akar dari mikroba (Kimball, 1983).
Perlakuan berikutnya adalah perendaman dengan HCl, hal ini bertujuan untuk
memudahkan dalam memotong tudung akar bawang merah (Allium cepa), karena dengan
pemberian HCl dapat memperjelas batas tudung akar dengan sel-sel diatasnya, tudung
akar akan terlihat lebih putih dibandingkan bagian lain dari akar bawang merah (Allium
cepa), pemberian HCl ini juga dapat melunakkan dinding sel sehingga memudahkan
dalam memotong atau mencacah (Kimball, 1983).

Perlakuan berikutnya adalah pemberian acetocarmin. Acetocarmin adalah


pewarna, sehingga jelas fungsinya adalah untuk memberi warna sel-sel akar bawang
sehingga mudah untuk diamati. Selain itu, agar penyerapan warna lebih cepat maka perlu
ditambahkan Fe, yang didapatkan dengan mencacah bahan amatan menggunakan silet
berkarat (Kimball, 1983).

Dari langkah tersebut sesuai dengan analisis data didapatkan 3 fase mitosis yakni
profase, anafase dan telofase. Pada praktikum ini tidak ditemukan adanya tahap metafase,
hal tersebut dikarenakan praktikan kurang teliti dalam mengamati dan praktikan sulit
membedakan tahap profase dan metafase. Menurut Star, dkk (2013) tahap mitosis pada
tudung akar bawang merah dibagi menjadi 4 tahap yakni tahap profase, metafase, anafase
dan telofase. Tahap tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda.
a. Profase

Pada tahap profase yang teramati pada pengamatan dengan menggunakan


mikroskop cahaya sangat jelas artinya bagian-bagian sel teramati secara jelas baik
sentrosom yang akan membentuk gelendong sentromer dengan kinetokor dan dua saudara
kromatid yang terdapat bersama senromer yang terlihat jelas hanya membran plasma,
sitoplasma, dan selubung inti yang utuh.
Membran plasma memiliki bagian tepi yang sangat tipis. Mogen (1991)
berpendapat bahwa struktur membran biologi tersebut seperti mozaik air. Dalam hal ini
lapisan lipid ganda dianggap seperti cairan dua dimensi yang berlaku sebagai pelarut
berbagai protein dan glikolipid. Bagian yang lain adalah sitoplasma dimana sitoplasma ini
berupa cairan yang mengisi sel dan mengandung berbagai zat yang koloid. Sedangkan
pada tahap ini hanya terbentuk selubung inti sehingga hal ini memberi bukti bahwa
bagian dari nukleus yaitu nukleus mulai menghilang dan digantikan dengan kromosom.
Hal ini merupakan bentuk proses profase awal.
Menurut Kimbal (1986) pemulaan mitosis ditandai dengan perubahan beberapa
nukleolus mulai menghilang sedangkan kromosomnya mulai timbul. Untaian kromosom
yang semula tebal meluas menjadi pilinan (helix). Dengan demikian untaian itu lebih
pendek dan lebih tebal Selanjutnya adalah terjadinya kondensasi benang-benang kromatin
yang sangat halus dan mengalami penebalan menjadi kromosom dan mulai menduplikasi
menjadi kromatid atau sering disebut dengan sister kromatid. Kromatid-kromatid tersebut
dihubungkan oleh suatu bentukan padat yang biasanya dalam diagram dilukiskan sebagai
suatu titik yang disebut sentromer yang merupakan titik pertautan pasangan kromatid.
Sentromer sendiri diikat oleh kinetokor dan kinetokor diikat oleh mikrotubula.
Kinetokor atau tempat melekatnya benang-benang gelendong (spindle fiber).
Elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan kromosom sewaktu pembelahan
sel.Ciri-ciri lain dari fase profase ini adalah nukleus dan selaput inti mulai menghilang
pada akhir profase. Pada akhir profase juga mulai terbentuk benang-benang spindle
mikrotubule atau gelendong inti pada masing-masing kutub sel yang letaknya berlawanan
(Suryo,2001).

b. Metafase Gambar 1. Tahap profase pada tudung akar bawang

Sumber : Tyagi, 2007


Pada pengamatan tahap ini tidak ditemukan. Tahap ini kromosom
menyusun diri secara acak pada satu bidang ekuator atau tengah-tengah sel. Pada
awal fase ini, membran nukleus dan nukleolus lenyap. Sentromer, suatu daerah
vital bagi pergerakan kromosom, melekat pada serabut gelendong yang
bertanggung jawab terhadap arah pembelahan kromosom selama pembelahan
(Welsh dan Mogen 1991).

Gambar 2. Tahap metafase pada tudung akar bawang

Sumber : Tyagi, 2007

c. Anafase
Fried (2006), menyatakan bahwa pada awal anafase sentromer-
sentromer masing-masing kromosom berpisah sehingga masing-masing
kromatid berupa kromosom yang terpisah. Kromatid tersebut akan bergerak ke
arah kutub pembelahan masing-masing karena memendeknya mikrotubula
kinetokor secara tiba-tiba. Sentromer membelah mengikuti paanjang
kromosom dan kromatid mulai ikut bergerak pada serabut gelendong menuju
ke kutub-kutub sel terpendeknya dengan sentromer yang meminpi pergerakan
tersebut. Sentromer tertarik dimungkinkan adanya gaya tolak menolak dari
belahan sentromer itu. Sehingga terdapat dua pandangan bahwa pada awal
anafase sentromer-sentromer masing-masing kromosom berpisah dan
dikarenakan adanya pembelahan sentromer.
Ciri khusus yang terlihat pada saat anafase adalah kromosom terlihat
seperti huruf v atau j dengan ujung yang bersentromer mengarah ke arah
kutub. Pada saat ini, jumlah kromosom menjadi dua kali lipat lebih banyak
karena paada tahap anafase ini terjadi penyebaran kromosom dan ADH yang
seragam di dalam sel.Pada tahap anafase ini merupakan fase yang terpendek
dari fase-fase mitotik karena hanya membutuhkan waktu 3-15 menit sehingga
hanya dibutuhkan sedikit waktu untuk terjadinya fase ini. Hal ini juga
dibuktikan dalam pengamatan pada preparat yang teramati di bawah
mikroskop hanya terdapat beberapa sel yang menunjukkan tahap anafase
tersebut dan jumlah selnya hanya sedikit (Fried, 2006.)

d. Gambar 3. Tahap anafase pada tudung akar bawang Telofase

Sumber : Acquaah, 2007 Menurut


Kimbal
(1998) begitu sampai ke kutub, maka kromosom mulai membuka
gulungannya. Nukleus timbul kembali. Membran nukleus mulai membentuk di
sekitar kromosom. Akhirnya struktur yang disebut lempengan sel muncul di
ekuator. Pada tahap telofase ini,saat sel membela menjadi dua dengan diikuti
terbentuknya dindind sel baru yang berasal dari bahan dinding sel yang
lama,retikulum endoplasma atau bahan baru lainnya. Pembelahan ini membagi
sitoplasma menjadi dua. Pada akhir fase ini,terbentuk dua sel anakan yang
identik dan memiliki jumlah kromosom yang sama dengan induknya.
Selanjutnya akan terjadi sitokinesis (pembelahan sitoplasma) dimana
semua benda-benda dalam sitoplasma membelah dan pindah keaadaan sel
anak. Pembelahan sitoplasma tersebut ditandai dengan pelekukan pada sel.
Pelekukan terjadi di tengah bidangpembelahan karena aktivitas umum
kontraktil. Pelekukan itu menyebabkan mikrotubula kutub saling tumpang
tindih dan membentuk midbody yang berfungsi sebagai tambatan dua sel
anakan. Midbody atau badan pembelah merupakan serabut berlanjut yang
masih tersisa dalam bagian tengah yang mengecil. Pengecilan bagian tengah
sebagai daerah pemisah diduga karena pemendekan unsur-unsur fibriler yang
terdapat di bawah membran sel. Setelah pelekukan,maka umum kontraktil
menghilang dengan terurai menjadi komponen-komponen penyusunnya,
akhirnya selubung inti dan nukleolus terbentuk lengkap. Kejadian ini
menandakan selesainya proses pembelahan sel.

Proses mitosis ini bertujuan untuk


mempertahankan pasangan
kromosom yang sama melalui

Gambar 3. Tahap Telofase pada tudung akar bawang

Sumber : Acquaah, 2007

pembelahan inti secara berturut-turut.


Proses mitosis ini terjadi pada sel
somatik atau pada sel tubuh, dimana
sel somatik ini bersifat meristematik,
Gambar 3. Tahap Mitosis Lengkap pada Tudung yaitu sel-sel yang hidup, terutama
Akar Bawang
sel-sel yang sedang tumbuh (ujung
Sumber : Abouelmagd, 2013 akar dan ujung batang). Mitosis
berperan penting dalam proses-proses
biologis, seperti pertumbuhan,
pergantian sel-sel yang rusak, dan
perbaikan jaringan (Crowder, 1986).

J. KESIMPULAN
a. Fase-fase mitosis yang ditemukan pada pengamatan akar bawang merah (Allium
cepa) adalah Profase, Metafase, Anafase, dan Telofase.
b. Ciri-ciri yang dapat diamati pada masing-masing fase yang ditemukan adalah:
- Pada tahap profase, kromosom pada inti sel terlihat mengumpul tak beraturan,
kromosom terlihat jelas dan susunannya agak meregang.
- Pada tahap metafase, kromosom terlihat berjajar dan mengumpul ditengah
(pada ekuator).
- Pada anafase nampak kromosom-kromosom homolog berkumpul menuju
kutub yang berlawanan dan terdapat gelendong-gelendong pembelahan.
- Pada telofase nampak adanya dinding pemisah yang berupa sekat yang belum
sempurna dan tidak begitu jelas terlihat sehingga agak sulit dibedakan dengan
anafase.
1. Saran
Untuk praktikum selanjutnya, diharapkan lebih banyak membaca referensi
karena konsep yang di dapatkan pada saat praktikum berbeda dengan konsep yang
didapatkan sebelumnya, contohnya fase pembelahan mitosis antara gambar pada
literatur dengan preparat pada kenyataannya jauh berbeda. Saat menggunakan silet
berkarat untu mencacah akar bawang, diharapkan mencacah sampai halus karena bila
cacahan masih terlalu tebal maka yang terlihat di mikroskop hanya warna hitam dan
fase mitosis tidak dapat diamati.

DAFTAR PUSTAKA

Abouelmagd, Ahmad. 2013. Basic Genetic. USA : Universal Publisher Boca Rotan

Acquaah, George. 2007. Principle of Plant Genetic and Breeding. UK : Blacwell

Crowder, LV. 1986. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Fried, George H, dkk. 2006. Schaums Outlines Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.

Kimbal, John W. 1994. Biologi Jilid 2.Jakarta : Erlangga.


Margono, Hadi. 1973. Pengaruh Colchisin Terhadap Pertumbuhan Memanjang Akar
Bawang Merah (Allium Cepa). Skripsi Tidak Diterbitkan. Malang: IKIP

Mogen, Johanis.,P.,Wells, James.,R. 1991. Dasar Genetika Dan Pemuliaan Tanaman.


Jakarta: Erlangga

Starr, Cecie., Tagart, Ralph., Ever, Cristine dan Lisa, Starr.2013. Cell Biology and
Genetics. USA :Brooks/ Cole

Suryo. 2001. Genetika Manusia. Yogyakarta: UGM Press

Tyagi, Kotpal. 2007. Genetics Classical To Modern. New Delhi : Rastogi

Wells, James.,R dan Mogen, Johanis.,P. 1991. Dasar Genetika Dan Pemuliaan Tanaman.
Jakarta: Erlangga