Anda di halaman 1dari 15

Ulat Daun (Plutella xylostella L.

)
Indra Setya Rahmawan 06.10407.000169 Fakultas pertanian Universitas merdeka Pasuruan

Ulat Daun (Plutella xylostella L.)


Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies xylostella : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Plutellidae : Plutella : Plutella

Siklus Hidup

Fase telur
Berbentuk oval, berwarna kekuning-kuningan Telur diletakkan pada malam hari Masa inkubasinya sekitar 3 hari di dataran rendah 6 hari di dataran tinggi

Fase Larva
Larva mengalami 4 instar yang berlangsung selama 12 hari jika ada gangguan bergelantungan dengan benang sutra pada permukaan daun Populasi tertinggi pada saat 68 minggu setelah tanam Menurunkan produksi kubis sebesar 79,81 %

Fase Pupa
lamanya hidup pupa dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu maka masa pupa akan semakin singkat. Masa pupa sekitar 8 hari Warna pupa mulanya kuning kehijauan, setelah 1 / 2 hari warnanya berangsur angsur berubah menjadi kecoklatan sampai coklat gelap

Fase Imago
Dalam keadaan istirahat, toga bentuk indulasi tersebut akan membentuk pola yang menyerupai berlian (Diamond Back Moth) bertahap hidup tanpa pakan selama kurang lebih 3 hari, sedangkan bila tersedia pakan maka dapat hidup selama 11 16 hari. suhu 7o 24oC (berkembang dengan baik)

Tanaman Inang

Upaya Pengendalian
Pengendalian
Mekanis Insektisida

Kultur Teknis

Agensi Hayati

Mekanis
Mengumpulkan hama yang bersangkutan, memasukkan ke dalam kantung plastic, dan memusnahkannya Kelemahan nya adalah (1) luasan area sedikit (2) membutuhkan waktu lama (3) Tenaga yang diperlukan besar

Kultur Teknis
Lebih baik untuk menanam kubis dan brasika lain pada musim hujan Tempat pembibitan harus jauh dari areal tanaman yang sudah tumbuh besar Tanaman Brassica tertentu seperti caisin lebih peka dapat ditanam sebagai border untuk dijadikan tanaman perangkap Penanaman kubis secara tumpang sari bersamaan dengan tanaman aromatik kemangi dapat mengurangi penggunaan pestisida (Kardinan, 2001)

Agensi Hayati
Musuh alami berupa predator (Paederus sp., Harpalus sp.), parasitoid (Diadegma semiclausum, Cotesia plutellae), dan patogen (Bacillus thuringiensis, Beauveria bassiana) yang bila diaplikasikan dapat menekan populasi dan serangannya.

Insektisida
Apabila hama mencapai 1 ulat/10 tanaman (Ambang Ekonomi = AE) atau lebih, maka dapat dilakukan dengan menyemprot tanaman menggunakan insektisida kimia Menurut Soeroto et al (1994) ekstrak biji buah srikaya (Amonna squantosa) dan sirsak (A. muricata) pada kosentrasi 10% dapat digunakan untuk mengendalikan P. xylostella. Pestisida kimia sintetik misalnya yang berbahan aktif permetrin, sipermetrin, dan profenofos

Kesimpulan
Pemelihan cara pengendalian hendaknya melihat kondisi lingkungan sebelumnya dan penggunaan pengendalian hama secara kimia sintetik hendaknya adalah pilihan terakhir apabila cara cara yang lain tidak mampu mengendalikan dengan memperhatikan pemberian dosis yang tepat agar hama tidak menjadi resisten terhadap insektisida.

TERIMA KASIH