Anda di halaman 1dari 8

Manitol merupakan 6-karbon alkohol, yang tergolong sbg obat diuretikosmotik.

Diuretik kecepatan pembentukan urine dengan peningkatan pengeluaran natrium dan diuresis

manitol dalam sirkulasi akan meningkatkan tekanan osmotik sehigga jumlah elektrolit dan air yang dieksresi bertambah besar. Manitol tekanan maupun volume intra okuler maupun serebrospinal dgn tekanan osmotik plasma sehingga air dari kedua macam cairan tersebut akan berdifusi kembali ke dalam plasma dan ke dalam ruang ekstra sel Tempat kerja utama manitol adalah : 1. tubulus proksimal 2. ansa henle 3.duktus koligenes

menurunkan tekanan intracranial yang tinggi karena edema cerebri, meningkatkan dieresis pada pencegahan dan / atau pengobatan oliguria yang disebabkan oleh gagal ginjal, meniurunkan tekanan intaokular, meningkatkan ekskresi iuriner senyawa toksik, sebagai larutan irigasi genitouriner pada operasi prostat atau operasi transurethral

penderita payah jantung manitol berbahaya, karena volume darah yang beredar sehingga memperberat kerja jantung penyakit ginjal dgn anuria, kongesti atau udem paru yang berat, dehidrasi hebat, dan perdarahan intra kranial, kec bila akan dilakukan kraniotomi, pasien yg hipersensitivitas terhadap anitol

suntikan intravena digunakan larutan 5 25% dengan volume antara 50 1000 ml. Dosis untuk menimbulkan diuresis ialah 50 200 gr yang diberikan dalam cairan infus selama 24 jam dengan kecepatan infus sedemikian, sehingga diperoleh diuresis sebanyak 30 50 ml/jam. oligouria hebat diberikan dosis percobaan yaitu 200 ml/kg BB yang diberikan melalui infus selama 3 5 menit. Bila dengan 1 2 kali dosis percobaan diuresis masih kurang dari 30 ml/jam dalam 2 3 jam, maka status pasien harus dievaluasi kembali sebelum pengobatan dilanjutkan.

tekanan intrakranial yang meninggi, menurunkan tekanan intraokuler pada seorang akut glaukoma kongestif, atau sebelum operasi mata, digunakan manitol 1,5 2 gr/kg BB sebagai larutan 15 20%, yang diberikan melalui infus selama 30 60 menit

Infus manitol harus segera dihentikan jika terdapat tanda-tanda gangguan fungsi ginjal yang progresiv, payah jantung, atau kongesti paru. Keracunan akut dapat menyertai pada pemberian intravena manitol jika aliran ginjal tidak adekuat Hiperkalemi Reaksi anafilaksis