Anda di halaman 1dari 36

KATARAK DIABETIK

Oleh : Debi Astrini Desiana Syafeti Habib Husein J M. Firdaus Personaldi Pembimbing:

dr. Efhandi Nukman, Sp.M

Definisi

DEFINISI Katarak diabetik merupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes mellitus.

EPIDEMIOLOGI katarak terjadi lebih sering pada usia lebih dini pada penderita diabetes dibandingkan dengan pasien nondiabetes Terjadinya katarak pada penderita diabetes berlangsung lebih cepat daripada di nondiabetes. Risiko meningkat pada pasien dengan durasi yang lebih lama menderita diabetes dan pada mereka dengan kontrol metabolik yang buruk.

Data dari Framingham 3-4 kali lipat peningkatan prevalensi katarak pada pasien dengan diabetes di bawah usia 65, dan sampai 2 kali lipat lebih prevalensi pada pasien di atas 65.

Dari penelitian Blue Mountains Eye Study yang bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara nuklear, kortikal, dan posterior subcapsular katarak pada 3654 peserta Posterior subcapsular katarak terbukti secara statistik signifikan berhubungan dengan diabetes.

Patofisiologi
Hiperglikemia Terjadinya akumulasi sorbitol Meningkatkan tekanan osmotik di dalam lensa dan menarik air Hasilnya adalah pembengkakan serat, rusaknya arsitektur sitoskeletal normal dan kekeruhan lensa.

Diagnosis

Anamnesis

Anamnesis

Penglihatan kabur dan berkabut Pandangan yang tidak nyaman ditempat terang dan silau Penglihatan ganda Kesulitan melihat di waktu malam atau gangguan ketika mengendarain kendaraan dimalam hari Sering berganti kacamata Mata terasa berkabut, berasap, penglihatan tertutup film.

Faktor resiko

Wanita Menderita DM lama ( > 10 tahun ) Usia tua Menggunakan OHO / insulin BMI dan lingkar pinggang lebih kecil Hb lebih rendah Pasien dengan gangguan ginjal atau komplikasi DM lainnya Kadar HDL lebih rendah Gula darah tak terkontrol / hiperglikemia

Pemeriksaan Opthalmologi

Tajam penglihatan Iris shadow Slit lamp : menilai struktur okular lain

Pemeriksaan penunjang

Darah rutin Gula darah puasa dan HBA1C

MANAJEMEN

EMPAT Pilar penatalaksanaan DM 1. Edukasi 2-4 minggu 2. Terapi gizi medis 3. latihan jasmani
Kdr Gula darah blm capai sasaran

4. Terapi farmakologis

OHO Insulin Kombinasi

Intervensi Farmakologis
A.Obat hipoglikemik oral (OHO). Pemicu sekresi insulin 1). Sulfonilurea. 2). Glinid Penambah sensitivitas terhadap insulin 1). Tiazolidindion Penghambat glukoneogenesis (metformin) Penghambat glukosidase alfa (akarbose)

B. Insulin
pe BB yang cepat, hiperglikemia berat yang disertai ketosis, KAD, HONK, hiperglikemi dengan asidosis laktat, gagal dengan kombinasi OHO hampir maksimal, stres berat, kehamilan dengan DM, gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat, kontra indikasi dan atau alergi terhadap OHO.

C. Terapi kombinasi Pilih dua macam obat dari kelompok yang mempunyai mekanisme kerja berbeda.
Bila sasaran kadar glukosa darah belum tercapai,

3 OHO dari kelompok yang berbeda atau kombinasi OHO dengan insulin.

Pembedahan katarak pada pasien diabetes

Pd katarak diabetes memiliki outcome yang lebih buruk dari pada yang bukan DM. Pembedahan mempercepat retinopati, menginduksi rubeosis atau memicu perubahan makular, seperti edema makular atau edema makular sistoid.

Terapi Anti-katarak
Inhibitor Aldose-Reductase. Poliol lensa tikus berkurang dengan injeksi ARI intrinsik yang berisi ekstrak ginjal manusia dan lensa sapi. NSAID seperti sulindax, aspirin, atau naproxen telah dilaporkan dapat menunda katarak pada tikus diabetik melalui aktifitas ARI.

Terapi Anti-oksidan Katarak Diabetikum. Kerusakan oksidatif terjadi secara tidak langsung sebagai hasil dari akumulasi poliol selama pembentukan katarak diabetikum, penggunaan agen antioksidan mungkin bermanfaat. Yang digunakan: antioksidan asam lipoic alfa, efektif dalam baik menunda dan mencegah progresifitas katarak pada tikus diabetes.

Agen Farmakologis untuk Terapi Edema Makular yang Mengikuti Pembedahan Katarak.

Prostaglandin(PG) proinflamasimemicu kebocoran cairan dari kapiler perifoveal ke dalam ruangan ekstraselular dari regio makular. NSAIDmemblok enzim siklooksigenase untuk produksi PGmenurunkan insidensi, durasi dan keberatan edema makular sistoid oleh inhibisi pelepasan dan perusakan sawar darah-retina.

Nepafenac, NSAID topikal diindikasikan untuk mencegah dan terapi nyeri segmen anterior dan inflamasi setelah pembedahan katarak,

menurunkan insidensi edema makular setelah pembedahan katarak.

Pencegahan
Upaya Pencegahan katarak Diabetik: Menerapkan gaya hidup sehat Mengecek kadar gula darah secara rutin untuk mengontrol kadar gula. Memeriksakan mata secara teratur setiap tahun. Mengurangi berat badan, bagi yang berat badan lebih

Mengurangi pajanan terhadap faktor perusak antara lain faktor ekstrinsik yaitu faktor lingkungan, cahaya UV, Trauma, merokok, asap rokok, nutrisi Menghindari cahaya matahari langsung Menghindari pemakaian obat steroid Minum alkohol Dianjurkan untuk mengkonsumsi buah dan sayur dan makanan yang berserat Dianjurkan makanan yang mengandung asam amino sulfur Mengkonsumsi vitamin dan mineral yang mengandung vitamin B1, E, C

Prognosis

Dengan tehnik bedah yang mutakhir, komplikasi atau penyulit menjadi sangat jarang. Hasil pembedahan yang baik dapat mencapai 95%. Adanya katarak diabetik tahap lanjut akan memberikan prognosis postoperasi yang kurang memuaskan. Namun pada fase non-proliferatif, operasi katarak bukanlah suatu kontraindikasi.

Penyakit mata lainnya akibat Diabetes Mellitus

RETINOPATI DIABETIK
Suatu mikroangiopati progresif yang ditandai oleh kerusakan dan sumbatan pembuluh-pembuluh darah yang halus. Kelainan patologik yang paling dini : 1. penebalan membran basal endotel kapiler 2. penurunan jumlah perisit.

Klasifikasi
Retinopati nonproliferatif
hiperpermeabilitas dan inkompeten pembuluh darah yang terkena Mikroaneurisma, dilatasi vena perdarahan berbentuk bercak atau titik, edema makula

Retinopati proliferatif
iskemi retina, neovaskularisasi terbentuk di daerah diskus optikus atau di tempat lain di lapisan retina. Perdarahan akan mengakibatkan ablasio retina, turunnya tajam penglihatan.

Manifestasi Klinis
Melihat Penglihatan halo tiba-tiba Kesulitan kabur pada membaca satu mata Penglihatan kabur

Melihat bintik gelap dan cahaya kelap-kelip

Mikroan eurisma Edema makula


Dilatasi pembuluh darah balik

Hard eksudat

GEJALA OBJEKTIF RETINOPATI DIABETES

Soft eksudat

Perdarahan (haemorrhages)

Neovaskularisasi

Diagnosis

Semua pasien diabetes harus menjalani pemeriksaan funduskopi paling tidak setahun sekali. Skrining retinopati yang mengancam pengelihatan (makulo pati dan retinopati proliferatif) harus dilakukan 5 tahun setelah diagnosis pada pasien diabetes tipe I dan sejak saat datang pada pasien dengan diabetes tipe II

P E N A T L A K S A N A A N

TERIMA KASIH