Anda di halaman 1dari 19

PROSES, TEKNIK PEMBERIAN DAN ASPEK HUKUMNYA

Oleh : Hj. Mery Maulin, SH., M.Hum., M.Kn

Kredit sindikasi atau Sindicated Loan ialah pinjaman yang diberikan oleh beberapa kreditur sindikasi, yang biasanya terdiri dari bank-bank dan lembaga keuangan lainnya kepada seorang debitur, yang biasanya berbentuk badan hukum, untuk membiayai satu atau beberapa proyek (pembangunan gedung atau pabrik) milik debitur. Pinjaman tersebut diberikan secara sindikasi mengingat jumlah yang dibutuhkan untuk membiayai sangat besar, sehingga tidak mungkin dibiayai oleh kreditur tunggal.

Kredit sindikasi ditinjau dari asal pembiayaannya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu offshore loan dan onshore loan. Offshore Loan : adalah pinjaman yang pembiayaannya berasal dari luar negri. Onshore Loan : adalah pinjaman yang dananya berasal dari negara debitur sendiri.

Kredit sindikasi dalam bentuk offshore loan biasanya dibuat dengan akte dibawah tangan dan dalam bahasa Inggris, sedangkan kredit sindikasi dalam bentuk onshore loan, ada yang dibuat dibawah tangan, tetapi ada juga yang dibuat dengan akte notaris dan berbahasa Indonesia.

Kredit sindikasi mulai tumbuh di pasar modal dalam negri di Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Sementara itu, evolusinya di pasar modal internasional di London baru terjadi kemudian, yaitu pada tahun 1960-an.

1. Ada lebih dari satu pemberi kredit sindikasi. Para kreditor tersebut tergabung dalam suatu sindikasi, yaitu sindikasi kredit (loan syndication). Para kreditor itu, yg merupakan peserta (participant) atau anggota sindikasi kredit, pada umumnya terdiri atas bankbank. Namun adakalanya para peserta atau anggota tersebut dapat pula selain terdiri atas bank-bank, juga lembaga-lembaga pemberikredit (lending institutions) non bank.

2. Sepanjang yang menyangkut jumlah pesertanya, kredit sindikasi (syndicated loan) dibagi dalam dua jenis, yaitu club loan dan consortium loan. Club Loan adalah kredit yang diberikan oleh beberapa bank saja. Club loan biasanya mengandung pengertian bahwa jumlah kredit yang diberikan oleh bank-bank anggota club banks itu sama besarnya (meskipun tidak selalu harus demikian). Apabila jumlah kredit sedemikian besarnya sehingga tidak mungkin diberikan dalam bentuk suatu club transaction atau club deal, maka perlu kredit itu diberikan oleh lebih banyak bank. Pemberian kredit demikian itu disebut consortion lending.

Kredit sindikasi yang diberikan oleh bank-bank di Indonesia (kredit sindikasi dalam negri)sampai saat ini merupakan club loan antara dua, tiga atau empat bank saja. Namun kredit-kredit yang sangat besar, misalnya yang diperlukan oleh pemerintah Indonesia yang ditawarkan sebagai International Syndicated loan (disebut sebagai cross-border lending).

3. Hanya ada satu dokumentasi kredit. Ciri lain dari kredit sindikasi adalah hanya ada satu dokumen kredit (loan dokumentation) yang digunakan. Dokumentasi tersebut ditandatangani oleh penerima pinjaman (borrower), agent bank, dan semua peserta (participants). Tidak satu bank pun dapat melakukan penagihan kepada atau menerima pelunasan langsung dari debitor. Segala sesuatu harus dilakukan melalui agent bank.

4. Besarnya jumlah kredit. Jumlah pemberian kredit sindikasi biasanya sangat besar, namun tidak ada alasan untuk tidak memberikan kredit dalam bentuk sindikasi untuk jumlah kredit yang tidak terlalu besar. 5. Jangka waktu kredit. Ciri lain dari kredit sindikasi adalah jangka waktunya pada umumnya adalah berjangka waktu menengah (medium term) 1-5 tahun, dan berjangka waktu panjang (long term) diatas 5 tahun.

6. Bunga mengambang. Pada umumnya bunga dari kredit sindikasi bersifat mengambang (floating rate atau various rate), yang disesuaikan setiap jangka waktu tertentu. Penatapan bunga secara mengambang dirasakan lebih adil bagi bank-bank peserta sindikasi dan debitur, disamping itu juga lebih memberikan kepastian dalam kaitannya dengan kemampuan bank itu untuk memperoleh dana yg harus disediakan bagi pemberi kredit sindikasi.

7. Hanya ada satu tingkat suku bunga. Tidak semua bank dapat meminjam dana dari pasar uang dengaan tingkat bunga yang sama. 8. Masing masing peserta bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Sekalipun pada kredit sindikasi terdapat lebih dari satu pemberi kredit atau kreditor sbg peserta sindikasi hanya bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

9. Memiliki satu agent bank yang sama. Sekalipun pada kredit sindikasi terdapat lebih dari satu kreditur atau peserta sindikasi, tetapi debitur hanya berurusan dan berhadapan dengan satu pihak. Pihak yang mewakili para peserta sindikasi adalah agent bank. Agent bank bertindak sebagai agent bagi bank-bank peserta sindikasi dan bukan bagi debitur. Agent bank bertugas mengkoordinasi dan mengadministrasikan semua aspek dari fasilitas kredit sejakperjanjian kredit sindikasi ditandangani.

10. Harus dilakukan disclosure atau publicity. Ciri lain yang membedakan kredit bilateral dengan kredit sindikasi adalah kegharusan bagi kredit sindikasi untuk dipublikasikan atau dipublisitaskan agar dapat diketahui oleh umum. Perwujudan dari publisitas ini adalah dengan diterbitkannya apa yang disebut dalam istilah kredit sindikasi sebagai tombstone. Tombstone berfungsi sebagai pengumuman terhadap publik dan diterbitkan setelah perjanjian kredit ditandatangani.

A.

Manfaat bagi bank 1. Bagi bank yg sebelumnya tidak memiliki hubungan dengan debitur, keikutsertaannya dalam sindikasi memberikan kesempatan baginya untuk menjalin hubungan dengan debitur yang bersangkutan. 2. Pembentukan sindikasi dalam pemberian kredit memungkinkan bagi suatu bank untuk mengatasi masalah Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau Legal Lending Limit

3. Memungkinkan bagi bank peserta sindikasi untuk memperoleh pembayaran fee dari debitor di samping pembayaran bunga atas kredit itu. (bank dapat memperoleh arrangers fee atau agents fee). 4. Kredit sindikasi memungkinkan bagi suatu bank untuk berbagi resiko dengan bank-bank lain. Bank jg dapat merasa telah melampaui obligor limit-nya, kondisi dimana bank tersebut merasa bahwa resikonya terlalu besar bagi bank tersebut bila seluruh permintaan debitur tertentu dipikul sendiri.

Pemberian kredit sindikasi akan membantu bank yang terbatas likuiditasnya pada waktu permohonan kredit diajukan oleh debitur. 6. Meningkatkan reputasi bank peserta sindikasi dikalangan perbankan dan dunia usaha pada umumnya. 7. Sekalipun bank-bank yang menjadi participant dalam sindikasi tersebut hanya memperoleh margin, tetapi tidak memperoleh fees, tetapi keikutsertaannya dalam kredit sindikasi dimotivasi karena bank-bank tersebut tidak memiliki kemampuan untuk melakukan jenis-jenis transaksi tertentu, atau tidak mempunyai kemampuan untuk membiayai transaksi-transaksi di daerah-daerah geografis tertentu, sehingga diharapkan kedepan dapat memberikan jasa-jasa yang lebih menguntungkan kepada debitur sindikasi.
5.

B. Manfaat bagi debitur 1. Debitur seringkali memiliki hubungan dengan jumlah bank yang terbatas. 2. Selama proses perolehan kredit sindikasi, debitur hanya akan melakukan negosiasi dengan arranger-nya 3. Proses pemberian kredit sindikasi berlangsung jauh lebih cepat daripada cara lain yg dapat dilakukan oleh debitur dalam memperoleh pembiayaan, mis : dibanding dengan menerbitkan obligasi atau menjual saham dipasar modal

4. Apabila satu bank tidak bersedia memberikan kredit dalam jumlah yg terlalu besar kepada debitur, baik karena BMPK bank telah terlampaui, atau obligor limit dari debitur lebih kecil daripada jumlah kredit yg diminta oleh debitur, maka kredit sindikasi menjadi jalan keluar. 5. Memperoleh kredit sindikasi tidak menuntut debitur untuk melakukan pengungkapan (disclosure) mengenai hal-hal yang menyangkut perusahaannya. 6. Kredit sindikasi memungkinkan bagi debitur untuk memupuk track record dengan banyak bank melalui pengaturan oleh banknya sendiri yg bertindak sbg arranger untuk kredit sindikasi itu.