Anda di halaman 1dari 46

PROSES KOAGULASI & FLOKULASI

dan

UNIT PENGADUK CEPAT & PENGADUK LAMBAT

TUJUAN PROSES KOAGULASI & FLOKULASI


MENGHILANGKAN ZAT PADAT DALAM BENTUK ATAU UKURAN YANG TIDAK MEMUNGKINKAN MENGENDAP PADA PROSES SEDIMENTASI SAJA ATAU DENGAN PROSES LAIN DI DALAM WAKTU DENTENSI YANG EFISIEN. UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KEKERUHAN UNTUK MEMPEROLEH AIR YANG BENING, JUGA ADA EFEK SAMPING YAITU FRAKSI ZAT TERSUSPENSI DALAM AIR YANG SERINGKALI MENYEBABKAN PENCEMARAN. DAPAT DIHILANGKAN

MERUBAH BENTUK KOLOID MENJADI ZAT PADAT YANG DAPAT DIPISAHKAN DARI AIR BISA MENGHILANGKAN SEBAGIAN ATAU SELURUH ZAT TERLARUT, SEHINGGA HAL INI YANG MENJADI FUNGSI UTAMA DARI KOAGULASIFLOKULASI.

ZAT :TERLARUT; SUSPENSI ; KOLOID


ZAT TERLARUT YANG MEMPUNYAI UKURAN DIAMETER LEBIH KECIL DARI 1 nm CONTOH : molekul KOLOID PADA UMUMNYA MEMPUNYAI UKURAN ANTARA 1 nm - 1 m CONTOH : zat humus (asam humus), tanah liat, silika dan virus ZAT-ZAT TERSUSPENSI MEMPUNYAI UKURAN LEBIH BESAR DARI 1 m CONTOH : bakteria, algae, lumpur, pasir, sisa berupa kotoran organik

KOLOID
PARTIKEL - PARTIKEL KOLOID BERGERAK KESEGALA ARAH SECARA TERUS MENERUS, FENOMENA INI DISEBUT " GERAKAN BROWNIAN (BROWNIAN MOVEMENT) ", DIMANA GERAKAN INI DISEBABKAN OLEH BOMBARDIR PARTIKELPARTIKEL KOLOID OLEH MOLEKUL AIR. PADA AIR ALAM (PADA pH 6 - 8) PADA UMUMNYA KOLOID BERMUATAN NEGATIF. KANDUNGAN ION YANG DEKAT DENGAN KOLOID DALAM AIR DIPENGARUHI OLEH MUATAN PERMUKAAN.

KOLOID BERMUATAN NEGATIP MEMPUNYAI KONFIGURASI LAPISAN ION LAPISAN PERTAMA MERUPAKAN KATION YANG MELEKAT PADA PERMUKAAN MUATAN NEGATIP YANG MELEKAT PADA KOLOID DAN BERGERAK BERSAMA KOLOID ION-ION LAINNYA DI SEKITAR KOLOID TERSUSUN TERATUR DIMANA KONSENTRASI ION POSITIP ATAU ION YANG BERLAWANAN LEBIH DEKAT DENGAN PERMUKAAN KOLOID SUSUNAN INI MENGHASILKAN JARINGAN YANG SANGAT KUAT PADA LAPISAN YANG MELEKAT DAN AKAN BERKURANG KEKUATANNYA SEBANDING DENGAN JARAK KOLOID.

DISPERSI KOLOID
DISPERSI KOLOID DALAM AIR SECARA UMUM TERBAGI MENJADI 2 (DUA) YAITU : 1). SIFAT HIDROFILIK (SENANG AIR) menyebabkan ikatan koloid dengan air menjadi lebih kuat, sehingga koloid akan lebih stabil dan sulit dipisahkan dengan air. 2). SIFAT HIDROFOBIK (TIDAK SENANG AIR) Kestabilan sistem koloid hidrofobik disebabkan oleh adanya fenomena hidrasi, yaitu suatu keadaan dimana molekul-molekul air tertarik oleh permukaan koloid, sehingga menyebabkan terhalangnya kontak antara koloid yang satu dengan lainnya.

KOLOID BERMUATAN NEGATIP AKAN MENARIK ION YANG BERLAWANAN PADA PERMUKAAN, MEMBENTUK LAPISAN PELINDUNG DARI AIR DI SEKELILINGNYA. KEADAAN INI MENGHASILKAN LAPISAN GANDA LISTRIK ("ELECTRICAL DOUBLE LAYER") DARI MUATAN POSITIF DAN NEGATIF. STABILITAS KOLOID TERGANTUNG UKURAN KOLOID DAN MUATAN ELEKTRIK, JUGA DIPENGARUHI OLEH MEDIA PENDISPERSI (DALAM HAL INI MEDIA PENDISPERSI ADALAH AIR) SEPERTI KEKUATAN ION , pH. STABILITAS MERUPAKAN DAYA TOLAK KOLOID KARENA PARTIKEL-PARTIKEL MEMPUNYAI MUATAN PERMUKAAN SEJENIS (NEGATIP).

ADA BEBERAPA DAYA YANG MENYEBABKAN STABILITAS PARTIKEL, YAITU : 1). GAYA ELEKTROSTATIK YAITU GAYA TOLAK MENOLAK TERJADI JIKA PARTIKEL - PARTIKEL MEMPUNYAI MUATAN YANG SEJENIS (NEGATIF ATAU POSITIF ). 2). BERGABUNG DENGAN MOLEKUL AIR (REAKSI HIDRASI) 3). STABILISASI YANG DISEBABKAN OLEH MOLEKUL BESAR YANG DIADSORPSI PADA PERMUKAAN.

MEKANISME KOAGULASI

D E S TA B I L I S A S I

MEKANISME FLOKULASI

PROSES KOAGULASI
KOAGULASI ELEKTROSTATIK
JIKA KEKUATAN IONIK DI DALAM AIR CUKUP BESAR, MAKA KEBERADAAN KOLOID DI DALAM AIR SUDAH DALAM BENTUK TERDESTABILISASI. DESTABILISASI DISINI DISEBABKAN OLEH ION MONOVALEN ( VALENSI 1 ) DAN DIVALEN ( VALENSI 2 ) YANG BERADA DI DALAM AIR.

KOAGULASI KIMIAWI :
ADALAH SUATU PROSES DIMANA ZAT KIMIA SEPERTI GARAM FE DAN AL, DITAMBAHKAN KE DALAM AIR UNTUK MERUBAH BENTUK (TRANSFORMASI) ZATZAT KOTORAN. ZAT-ZAT TERSEBUT AKAN BEREAKSI DENGAN HIDROLISA GARAMGARAM FE ATAU AL MENJADI FLOK DENGAN UKURAN BESAR YANG DAPAT DIHILANGKAN SECARA MUDAH MELALUI SEDIMENTASI DAN FILTRASI.

PARAMETER RANCANGAN
UNTUK PENGADUK HIDRAULIK G = Waktu tinggal = Kecepatan aliran air = Jarak air jatuh/terjun =

200 500 dt1 0,5 2 menit < 1,5 m/dt 0,45 0,60 m

UNTUK PENGADUK MEKANIK Kecepatan aliran air = 1,0 2

m/dt

ZAT KIMIA UNTUK PROSES KOAGULASI FLOKULASI


(1) KOAGULAN : a. ALUM SULFAT b. POLI ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) c. SODIUM ALUMINAT, NaAlO2 d. FERRO SULFAT e. FERRI KHLORIDA f. FERRI SULFAT

ZAT KIMIA TAMBAHAN


KOAGULAN PEMBANTU MEMBANTU DALAM PERTUMBUHAN

FLOK
ZAT PEMBERAT MEMBANTU PROSES TUMBUKAN ANTAR PARTIKEL CONTOH : BENTONIT, KAOLIN, TANAH LIAT / LUMPUR , KARBON AKTIF OKSIDATOR UNTUK MENGOKSIDASI SENYAWA - SENYAWA SEPERTI: BESI DAN MANGAN TERLARUT, ZAT ORGANIK, WARNA CONTOH : KHLOR/SENYAWA KHLOR, OZON, KMnO4 BAHAN ALKALI UNTUK MENAIKKAN pH / ALKALINITAS CONTOH : KAPUR, SODA ABU, SODA API (CAUSTIC SODA ) ADSORBEN UNTUK MENYERAP WARNA, ZAT ORGANIK DETERJEN CONTOH : KARBON AKTIF

OPERASI PENGADUK CEPAT


(1) PEMILIHAN BAHAN KIMIA PERLU PEMERIKSAAN KARAKTERISTIK AIR BAKU: SUHU SUHU RENDAH MEMERLUKAN BAHAN KIMIA LEBIH BANYAK pH pH OPTIMUM KOAGULASI BERVARIASI TERGANTUNG JENIS KOAGULAN ALKALINITAS KOAGULAN BERINTERAKSI DENGAN ZAT KIMIA PEMBENTUK ALKALINITAS MEMBENTUK HIDROKSIDA UNTUK MEMULAI KOAGULASI. KEKERUHAN SEMAKIN RENDAH KEKERUHAN, SEMAKIN SUKAR PEMBENTUKAN FLOK W A R N A BERINDIKASI KEPADA SENYAWA ORGANIK, DIMANA ZAT ORGANIK BEREAKSI DENGAN KOAGULAN MENGGANGGU PROSES KOAGULASI

(2) PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KOAGULAN : JIKA TERJADI PERUBAHAN KEKERUHAN YANG FLUKTUATIF DIPERLUKAN GRAFIK / TABEL HUBUNGAN KEKERUHAN DAN DOSIS UNTUK MEMPERCEPAT TINDAKAN JIKA TERJADI PERUBAHAN KEKERUHAN SECARA DRASTIS

(3) PENENTUAN pH OPTIMUM : DIPERLUKAN PENAMBAHAN BAHAN ALKALI UNTUK MENAIKAN pH SEBELUM PROSES KOAGULASI , JIKA pH AIR BAKU RELATIF RENDAH DAN ATAU DOSIS KOAGULAN RELATIF TINGGI (4) PERSIAPAN BAHAN KIMIA : DIPERLUKAN PERSIAPAN BAHAN KIMIA YANG TEPAT ( KONSENTRASI LARUTAN , DOSIS , DEBIT PEMBUBUHAN

UNIT PENGADUK CEPAT


FUNGSI : UNTUK MEDISTRIBUSIKAN KOAGULAN SECARA CEPAT DAN MERATA JENIS : A. HIDROLIK : SALURAN / PIPA BERSEKAT; SALURAN PELIMPAH ; TERJUNAN HIDROLIK

B. PENGADUK MEKANIK : PROPELER IMPELER TURBIN

PROSES FLOKULASI
FLOKULASI ADALAH SUATU PROSES AGLOMERASI (PENGGUMPALAN) PARTIKELPARTIKEL TERDESTABILISASI MENJADI FLOK DENGAN UKURAN YANG MEMUNGKINKAN DAPAT DIPISAHKAN OLEH SEDIMENTASI DAN FILTRASI. DENGAN KATA LAIN PROSES FLOKULASI ADALAH PROSES PERTUMBUHAN FLOK (PARTIKEL TERDESTABILISASI ATAU MIKROFLOK) MENJADI FLOK DENGAN UKURAN YANG LEBIH BESAR (MAKROFLOK).

TERDAPAT 2 (DUA) PERBEDAAN PADA PROSES FLOKULASI YAITU : FLOKULASI PERIKINETIK ADALAH AGLOMERASI PARTIKEL-PARTIKEL SAMPAI UKURAN M DENGAN MENGANDALKAN GERAKAN BROWNIAN. BIASANYA KOAGULAN DITAMBAHKAN UNTUK MENINGKATKAN FLOKULASI PERIKINETIK. FLOKULASI ORTOKINETIK ADALAH AGLOMERASI PARTIKEL-PARTIKEL SAMPAI UKURAN DI ATAS 1 m DIMANA GERAKAN BROWNIAN DIABAIKAN PADA KECEPATAN TUMBUKAN ANTAR PARTIKEL, TETAPI
MEMERLUKAN PENGADUK BUATAN

(artificial

mixing)

KRITERIA RANCANGAN
PADA PROSES FLOKULASI MEMERLUKAN WAKTU (YANG DINYATAKAN OLEH WAKTU TINGGAL / DETENSI = TD , DALAM DETIK) YAITU WAKTU UNTUK MEMBERI KESEMPATAN UKURAN FLOK MENJADI LEBIH BESAR DISAMPING MEMPERHATIKAN WAKTU, PADA PROSES FLOKULASI DIPERHATIKAN PULA KECEPATAN PENGADUKAN (YANG DINYATAKAN OLEH GRADIEN KECEPATAN = G , DALAM DT1). NILAI G X Td MERUPAKAN KRITERIA PENTING YANG HARUS DIPENUHI PADA PROSES FLOKULASI.

NILAI SPESIFIK G td ADALAH : 104 105. JIKA NILAI SPESIFIK G Td DILAMPAUI, MAKA FLOK YANG SUDAH TERBENTUK AKAN PECAH KEMBALI, SEBALIKNYA JIKA KURANG DARI NILAI SPESIFIK, MAKA FLOK TIDAK AKAN TERBENTUK SEPERTI YANG DIHARAPKAN. UNTUK MENGHASILKAN FLOKULASI YANG BAIK, MAKA PERLU DIPERHATIKAN: NILAI G : 20 - 70 dt1 WAKTU TINGGAL (WAKTU DITENSI) : 20 - 50 menit.

UNTUK MENCAPAI KONDISI FLOKULASI YANG DIBUTUHKAN, ADA BEBERAPA FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN, SEPERTI MISALNYA : WAKTU FLOKULASI, JUMLAH ENERSI YANG DIBERIKAN JUMLAH KOAGULAN JENIS DAN JUMLAH KOAGULAN / FLOKULAN PEMBANTU CARA PEMAKAIAN KOAGULAN / FLOKULAN PEMBANTU RESIRKULASI SEBAGIAN LUMPUR ( JIKA MEMUNGKINKAN ) PENETAPAN pH PADA PROSES KOAGULASI

JENIS PENGADUK LAMBAT


FUNGSI: TEMPAT UNTUK MENINGKATKAN UKURAN DAN BERAT FLOK SUPAYA DAPAT DIENDAPKAN SECARA GRAVITASI JENIS : A. HIDROLIK : SALURAN BERSEKAT ALIRAN HORIZONTAL ; RUANG BERSEKAT ALIRAN VERTIKAL, HELLI COIDAL B. MEKANIK : ROTASI KINCIR

FLOKULATOR TIPE SALURAN BERSEKAT ALIRAN HORIZONTAL

FLOKULATOR TIPE RUANG BERSEKAT ALIRAN VERTIKAL

OPERASI FLOKULATOR
UNTUK MENGHASILKAN FLOKULASI YANG BAIK : a. INTENSITAS PENGADUKAN YANG DINYATAKAN OLEH G ( 20 70 dt1 ) b. WAKTU DITENSI : 20 50 MENIT c. KECEPATAN ALIRAN : 10 60 cm/det JIKA < 9 cm/det FLOK MENGENDAP PADA DASAR BAK JIKA > 75 cm/det FLOK AKAN PECAH

KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI KOAGULASI & FLOKULASI ZAT ANORGANIK : ion fosfat, sulfat, kalsium dan magnesium akan mempengaruhi jangkauan pH optimum untuk pengendapan secara kimiawi dari hidroksida metal ZAT ORGANIK: Zat organik alami terlarut atau sintetis terkandung didalam air yang akan diolah, sangat mempengaruhi proses koagulasi/flokulasi.

PENGAWASAN OPERASI
MENGANALISA KUALITAS AIR: pH ; KEKERUHAN; ALKALINITAS UNTUK MENGEVALUASI KONDISI OPERASI: NILAI G ; DOSIS OPTIMUM BAHAN KIMIA / KOAGULAN ; DEBIT AIR PERTUMBUHAN FLOK BAIK ATAU TIDAK MENGETAHUI ALIRAN AIR DI DALAM FLOKULATOR LANCAR ATAU TIDAK

PENGADUKAN LAMBAT ( FLOKULASI ) YANG MEMADAI : MEMBUTUHKAN PENGADUKAN LAMBAT YANG PANJANG ENERGI PENGADUKAN HARUS CUKUP TINGGI UNTUK MEMBAWA FLOK TERDESTABILISASI SALING KONTAK

PENGADUKAN JANGAN TERLALU TINGGI


KARENA FLOK AKAN PECAH

PENGAWASAN KEEFEKTIFAN PROSES KOAGULASI - FLOKULASI


PENGADUKAN CEPAT YANG MEMADAI : WAKTU TINGGAL DALAM BAK : 60 dt HARUS CUKUP TURBULEN
PENGADUKAN CEPAT YANG TIDAK MEMADAI : FLOK SANGAT KECIL MATA IKAN KEKERUHAN AIR HASIL PENGENDAPAN YANG TINGGI ( > 10 NTU ) PENCUCIAN FILTER YANG TERLALU SERING

MENGONTROL OPERASI KOAGULASI & FLOKULASI


PENGUJIAN/PENGUKURAN : a. JAR TEST UNTUK MENENTUKAN DOSIS, MENGUJI DAN MEMBANDINGKAN KEEFEKTFAN BAHAN KIMIA YANG BARU b. pH KOAGULAN/KOAGULAN PEMBANTU BEKERJA PADA RENTANG pH TERTENTU c. KEKERUHAN KEKERUHAN AIR HASIL SEDIMENTASI HARUS SELALU DIPANTAU

d. FILTRABILITAS : INDEKS FILTRABILITAS ANGKA FILTRABILITAS FILTER INVERTED GAUZE MINIATUR KOLOM FILTRASI INDEKS PENGENDAPAN PEMEKATAN AREA PERMUKAAN

e. POTENSIAL ZETA : POTENSIAL ZETA DERAJAT RATA RATA KOAGULASI --------------------------------------------------------+ 3 SAMPAI 0 MAKSIMUM 1 SAMPAI 4 BAIK SEKALI 5 SAMPAI 10 CUKUP 11 SAMPAI 20 KURANG 21 SAMPAI 30 SHR. TIDAK ADA

MASALAH MASALAH OPERASIONAL

FLOK FLOK HALUS DAN RINGAN : HARUS DICEK : PENGADUKAN CEPAT YANG T IDAK MEMADAI DOSIS YANG TIDAK TEPAT PENGIKATAN FLOK LEMAH : FLOK MUDAH PECAH DAPAT MENEROBOS MEDIA PENYARING DIATASI DENGAN PENGADUKAN LAMBAT DENGAN BERBAGAI KECEPATAN

KEKERUHAN AIR HASIL PENGENDAPAN RELATIF TINGGI: KONDISI OPERASI PENGADUK CEPAT (KOAGULASI) DAN PENGADUKLAMBAT) ( FLOKULASI YANG TIDAK MEMADAI ) FLOK HALUS TERBAWA KE FILTER FILTER CEPAT TERSUMBAT DIATASI DENGAN DENGAN PENELITIAN PENGGUNAAN KOAGULAN ATAU DOSIS, JIKA PERLU MENGGANTI JENIS KOAGULAN ATAU MENAMBAH DOSIS / KOAGULAN PEMBANTU

FREKUENSI PENCUCIAN FILTER TERLALU SERING : MASALAH KOMPLEKS : PENGADUK CEPAT ( PROSES KOAGULASI ) DAN ATAU PENGADUK LAMBAT ( PROSES FLOKULASI ) MENAMBAH KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK MENCUCI FILTER PEMBENTUKAN FLOK SANGAT LAMBAT : KEKERUHAN AIR BAKU RELATIF RENDAH TUMBUKAN ANTAR FLOK / PARTIKEL KURANG DIATASI DENGAN PENAMBAHAN ZAT PEMBERAT