Anda di halaman 1dari 11

ETIKA DALAM PRAKTIK

INVESTASI DAN PASAR


MODAL
ANNE FHARADILAH PUTRI
LATAR BELAKANG
Bernard Black, Profesor Hukum di Northwestern University
Amerika Serikat, pernah menulis bahwa eksistensi pasar
modal dengan satu dan lain hal merupakan sebuah
keajaiban karena investor bersedia menyerahkan bagian
(besar) uangnya untuk membeli hak tak berwujud, dengan
nilai atas hak itu sangat ditentukan oleh kualitas informasi
yang diberikan oleh penjual hak tersebut. Dengan kata lain,
nilai atas hak tersebut ditentukan:

Kejujuran mencakup sebuah sikap mental dan nilai-nilai
etika

Teori Utilitarianisme dalam pasar modal




PRINSIP KETERBUKAAN DAN
ETIKA DALAM PASAR MODAL
Faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika,
antara lain:
1. Kebutuhan Individu / golongan
2. Tidak Ada Pedoman
3. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang
Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
4. Lingkungan Yang Tidak Etis
5. Perilaku Dari Komunitas

FUNGSI PRINSIP
KETERBUKAAN DAN ETIKA
DALAM PASAR MODAL
1) Prinsip keterbukaan berfungsi untuk memelihara
kepercayaan publik terhadap pasar.

2) Prinsip keterbukaan berfungsi untuk
menciptakan mekanisme pasar yang efisien.

3) Prinsip keterbukaan penting untuk mencegah
penipuan (fraud).
ETIKA BAGI EMITEN

1. Emiten sebagai pengelola dana tidak boleh sekedar
memenuhi batasan-batasan yang tertuang dalam
aturan.

2. Emiten harus mengutamakan kepentingan investor
meskipun tidak diatur dalam aturan.

3. Emiten wajib untuk menyerahkan laporan keuangan
tahunan dan laporan keuangan triwulanan.

4. Setiap upaya emiten untuk menyajikan informasi yang
bersifat menyesatkan akan diminimalisir dan dikoreksi
oleh akuntan publik
Jenis Praktik Penyimpangan
a) Penipuan
Membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta
material atau tidak mengungkapkan fakta material.

b) Manipulasi Pasar
Tindakan yang dilakukan oleh setiap pihak secara
langsung maupun tidak dengan maksud untuk
menciptakan gambaran semu atau menyesatkan
mengenai perdagangan, keadaan pasar, atau harga
efek di bursa efek.
Manipulasi
Pasar
1. Insider Trading, yaitu perdagangan efek yang dilakukan oleh mereka
yang tergolong orang dalam perusahaan.

2. Marking the close, yaitu tindakan merekayasa harga permintaan atau
penawaran efek pada saat atau mendekati saat penutupan
perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga
pembukaan yang tinggi pada hari perdagangan berikutnya.

3. Painting the tape, yaitu kegiatan perdagangan antara rekening efek
satu dengan rekening efek lain yang masih berada dalam
penguasaan satu pihak atau mempunyai sedemikian rupa sehingga
tercipta perdagangan semu.


Lanjutan
4. Cornering the market, yaitu membeli efek dalam jumlah besar
sehingga dapat menguasai pasar (menyudutkan pasar).

5. Pools, yaitu penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh
sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker
atau seseorang yang memahami kondisi pasar.

6. Wash Sale, yaitu transaksi yang terjadi antara pihak pembeli
dan penjual yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan
dan/atau manfaatnya (beneficiary of ownership) atas transaksi
saham tersebut.
ETIKA BAGI INVESTOR

1. Investor hendaklah perhatian utamanya
ditujukan kepada produk dan jasa perusahaan
tersebut.

2. Investor harus memperhatikan bagaimana
dana yang diperoleh perusahaan tersebut
disalurkan.
Investor Tidak Aktif
a) Pendekatan Negatif.
Para investor yang beretika, akan menghindari investasi di bidang
atau perusahaan yang tidak disukainya, atau bertentangan
dengan prinsip etika bisnis yang dianutnya.

b) Pendekatan Positif.
Para investor hanya akan melakukan investasi pada bidang usaha
atau bisnis yang sesuai dengan etika bisnis yang dianutnya.

c) Pendekatan Aktif.
Para investor akan melakukan investasi di bidang bisnis yang
menurutnya tidak sesuai dengan etika bisnis yang umum dianut.
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH